Tag: perguruan

  • Pendaftaran Beasiswa S2 Kominfo Diperpanjang di 6 PTN, Catat Jadwalnya!


    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa S2 skema dalam negeri Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) diperpanjang untuk 6 perguruan tinggi negeri (PTN) berikut ini. Seleksi masih bisa dilakukan secara daring melalui laman Beasiswa Kominfo di tautan https://beasiswa.kominfo.go.id/.

    Beasiswa Kominfo ini bisa diikuti oleh PNS, anggota TNI/Polri dan masyarakat umum non-PNS khusus bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Calon awardee bisa memilih salah satu dari 10 kampus top Indonesia yang menjadi mitra sebagai PTN tujuan.

    Dari seluruh jumlah kampus mitra ini, 6 di antaranya melakukan perpanjangan pendaftaran. Sedangkan sisanya sudah menutup proses seleksi.


    Awardee nantinya akan mendapat komponen dana pendidikan (UKT dan Tunjangan Buku) dan biaya pendukung (Biaya operasional bulanan, bantuan seminar, biaya pendaftaran) jika dinyatakan sebagai penerima beasiswa.

    Untuk itu, yuk simak jadwal terbaru pendaftaran beasiswa Kominfo dikutip dari postingan media sosial resminya, Rabu (10/7/2024).

    Jadwal Pendaftaran Beasiswa S2 Dalam Negeri Kominfo 2024

    Seperti beasiswa S2 lainnya, pendaftaran bantuan biaya pendidikan ini dilakukan secara paralel. Baik pada perguruan tinggi dan Beasiswa Kominfo. Adapun kampus yang memperpanjang masa pendaftaran beserta program studi (prodi) yang tersedia yakni:

    1. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

    • Pendaftaran: hingga 11 Juli 2024
    • Prodi: Magister Teknik Elektro Konsentrasi Telematika (Pengelola TIK)

    2. Universitas Hasanuddin (Unhas)

    • Pendaftaran: hingga 11 Juli 2024
    • Prodi: Magister Ilmu Komunikasi

    3. Universitas Syiah Kuala (USK)

    • Pendaftaran: hingga 15 Juli 2024
    • Prodi: Magister Kecerdasan Buatan

    4. Universitas Sumatera Utara (USU)

    • Pendaftaran: hingga 16 Juli 2024
    • Prodi: Magister Ilmu Komunikasi

    5. Institut Teknologi Bandung (ITB)

    • Pendaftaran: hingga 18 Juli 2024
    • Prodi: Magister Layanan Teknologi Informasi, Magister Teknik Elektro Rekayasa, dan Manajemen Keamanan Informasi

    6. Universitas Sebelas Maret (UNS)

    • Pendaftaran: hingga 26 Juli 2024
    • Prodi: Magister Ilmu Komunikasi

    Sedangkan empat kampus mitra lain yang sudah menutup pendaftaran yakni:

    • Universitas Andalas
    • Universitas Airlangga
    • Universitas Gadjah Mada
    • Universitas Indonesia

    Syarat Pendaftaran Beasiswa S2 Kominfo Dalam Negeri 2024

    1. Warga Negara Indonesia (WNI)

    2. Aktif bekerja dan memiliki masa kerja minimum 2 tahun pada saat melamar

    3. Tidak ditujukan bagi pelamar yang berprofesi sebagai dosen

    4. Usia maksimal pada saat mendaftar:

    • Maksimal 35 tahun bagi masyarakat umum
    • Maksimal 37 tahun bagi PNS/TNI/Polri

    5. Belum memiliki gelar S2 dan tidak sedang mengikuti program pendidikan S2

    6. Lulusan S1/D4 dengan IPK minimal 3.00 dari skala 4.00

    7. Menyusun Rencana Tugas Akhir yang relevan dengan pengembangan transformasi digital nasional (500-1000 kata)

    8. Menyusun Essay yang berisi Personal statement dan Rencana kontribusi pasca studi khususnya bagi pengembangan transformasi digital nasional (500-1000 kata)

    9. Menyertakan surat rekomendasi dari pimpinan/dosen pembimbing/atau tokoh lain yang memiliki kredibilitas dan diterbitkan paling lama 1 tahun pada bulan yang sama dengan pendaftaran.

    10. Mendapatkan surat izin pimpinan yang berwenang dari tempat bekerja untuk menjalani pendidikan.

    11. Diutamakan bagi yang sudah memiliki LoA dari Perguruan Tinggi mitra Kominfo.

    12. Bagi pendaftaran lulusan perguruan tinggi diharapkan melampirkan dokumen yang telah ditentukan.

    13. Pelamar tetap harus memenuhi persyaratan pendaftaran yang ditetapkan oleh mitra perguruan tinggi yang dipilih.

    Itulah informasi terkait perpanjangan masa pendaftaran beasiswa Kominfo. Yuk buruan selesaikan pendaftaran milikmu detikers!

    (det/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Kuota Beasiswa Al Azhar Kairo Ditambah untuk Pelajar RI



    Jakarta

    Jumlah mahasiswa asal Indonesia yang menjadi penerima beasiswa Universitas Al-Azhar Kairo pada 2023 mencapai 200. Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan kuota beasiswa Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir bagi pelajar RI untuk tahun 2024 akan ditambah.

    Retno menjelaskan, kabar tersebut disampaikan dalam dialog antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Grand Syekh Universitas Al-Azhar as-Syarif Mesir, Ahmad Muhammad Ahmed Al Tayeb di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (9/7/2024).

    “Beliau mengatakan, untuk 2024, berarti tahun ini, Al Azhar akan menambah jumlah beasiswa yang akan diberikan kepada pelajar Indonesia,” kata Retno Marsudi, dikutip dari Antara News.


    Mahasiswa RI di Mesir Mencapai 13 Ribu

    Berdasarkan pernyataan Al Tayeb, ia menambahkan mahasiswa RI di perguruan tinggi Mesir tersebut hingga saat ini telah mencapai 13.000 mahasiswa.

    Jumlah tersebut dipandang besar, dibandingkan dengan jumlah mahasiswa asal negara lainnya. Para mahasiswa juga merupakan kelompok mayoritas Warga Negara Indonesia (95%) di Mesir.

    “Grand Syekh pada saat menyebut angka 13 ribu mahasiswa Indonesia itu, adalah persentase yang sangat besar dibanding secara total mahasiswa-mahasiswa yang belajar di Al Azhar,” ucapnya.

    “Grand Syekh mendapat pelajar Indonesia lebih dari 13 ribu orang dan beliau tidak pernah menerima keluhan dari mahasiswa Indonesia. Berarti, beliau mengatakan karakter mahasiswa Indonesia adalah baik,” sambungnya.

    Komitmen Indonesia-Mesir

    Retno mengatakan, Jokowi berkomitmen mendorong pembentukan Markaz Thathwair atau pusat pengembangan untuk cabang Al Azhar di Indonesia sebagai timbal-balik hubungan RI-Mesir.

    Sebelumnya pada Mei 204, Kementerian Agama (Kemenag) menggelar uji kompetensi bagi calon mahasiswa Universitas Al-Azhar Mesir asal MA dan pondok pesantren untuk kuliah tahun akademik 2024/2025.

    Placement test dan matrikulasi bahasa yang digelar pada 14-24 Mei 2024 tersebut merupakan syarat ikut kuliah dan ujian di kampus tersebut, dikutip dari laman Kemenag.

    Universitas Al-Azhar Mesir melalui Kedutaan Besar Mesir di Jakarta sebelumnya menyatakan setiap tahun menyediakan 20 kuota beasiswa untuk Indonesia.

    Sebanyak 20 penerima beasiswa penuh diajukan dari peraih hasil uji kompetensi terbaik. Kementerian Agama RI berwenang menyelenggarakan seleksi, baik untuk penerima beasiswa maupun nonbeasiswa.

    (twu/faz)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Kapan Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2024 Dibuka? Ini Infonya



    Jakarta

    Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama (Kemenag) 2024 menjadi salah satu beasiswa incaran mahasiswa Indonesia. Namun, kapan pendaftarannya akan dibuka?

    BIB Kemenag 2024 adalah bantuan dana pendidikan melalui program gelar ataupun non-gelar hasil kerjasama antara Kemenag dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Program gelar yang tersedia terbuka untuk pendaftaran jenjang S1, S2, dan S3 di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.

    Bila melihat seleksi tahun sebelumnya, pendaftaran BIB 2024 seharusnya sudah dibuka sejak bulan Juni-Juli. Namun melalui media sosial Instagram resminya, Tim BIB menjelaskan di tahun 2024 seleksi belum digelar hingga saat ini.


    “Saat ini Beasiswa Indonesia Bangkit belum membuka pendaftaran untuk tahun 2024. Informasi terkait pendaftaran akan disampaikan melalui website dan Instagram official,” kata tim BIB dalam keterangan tertulis.

    Meskipun belum membuka pendaftaran, calon awardee tetap bisa mempersiapkan diri lo. Berikut ini informasi yang bisa kamu ketahui tentang BIB Kemenag RI dikutip dari Pedoman Pendaftaran BIB Program Beasiswa Gelar Tahun 2023, Senin (8/7/2024).

    Jenis Beasiswa Gelar BIB Kemenag RI

    BIB terbagi dalam tiga jenis beasiswa gelar, yakni:

    1. Beasiswa Umum

    • S1: Beasiswa Umum S1 dalam negeri
    • S2: Beasiswa Umum S2 dalam negeri dan luar negeri
    • S3: Beasiswa umum S3 dalam negeri dan luar negeri

    2. Beasiswa Prestasi

    • S1: Beasiswa Prestasi S1 dalam negeri dan luar negeri
    • S2: Beasiswa double degree S2 luar negeri

    3. Beasiswa Target

    • S1: Beasiswa tahfidz S1 dalam negeri dan Beasiswa S1 PJJ-PAI

    Syarat Pendaftaran BIB Kemenag RI

    1. Warga Negara Indonesia (WNI) yang memenuhi ketentuan persyaratan pada masing-masing program terutama:

    • Alumni pesantren
    • Lulusan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI)/Ma’had Aly/program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB)
    • Alumni perguruan tinggi umum (PTU)
    • Guru dan tenaga kependidikan pada pendidikan agama Islam
    • Pendidik dan tenaga kependidikan madrasah
    • Dosen pada perguruan tinggi keagamaan dan ma’had aly
    • Dosen pendidikan agama Islam
    • Pegawai kementerian agama

    2. Kriteria pendaftar beasiswa degree untuk jenjang S1 antara lain:

    • Siswa madrasah aliyah (MA)
    • Siswa madrasah aliyah kejuruan (MAK)
    • Siswa pendidikan diniyah formal/pendidikan mu’adalah/pendidikan kesetaraan pada pesantren salafiyah/SMA/SMK pada pondok pesantren dan sederajat.
    • Jenjang S1 bisa mengikuti program: Beasiswa Umum S1 dalam negeri, Beasiswa Prestasi S1 dalam dan luar negeri, Beasiswa Target Tahfidz S1 dalam negeri dan Beasiswa Target S1 PJJ-PAI.

    3. Kriteria pendaftar beasiswa degree untuk jenjang S2 antara lain:

    • Lulusan PTKI
    • Lulusan Ma’had Aly
    • Lulusan PBSB
    • Lulusan PTU
    • Pendidik dan Tenaga Kependidikan Madrasah/Pendidikan Pesantren
    • Guru PAI dan Pengawas PAI pada sekolah
    • Pegawai di Kementerian Agama
    • Jenjang S2 bisa mengikuti program: Beasiswa Umum S2 dalam dan luar negeri dan Beasiswa Prestasi Double Degree S2 dalam dan luar negeri.

    4. Kriteria pendaftar beasiswa degree untuk jenjang S3 antara lain:

    • Dosen perguruan tinggi keagamaan
    • Dosen PAI pada perguruan tinggi umum
    • Lulusan PTKI
    • Lulusan PTU
    • Jenjang S3 bisa mengikuti program: Beasiswa Umum S3 dalam dan luar negeri.

    Jalur Pendaftaran BIB Kemenag RI

    Seleksi Beasiswa Gelar BIB terdiri dari tiga jalur yakni:

    1. Jalur LoA (Letter of Acceptance/Admission unconditional)

    Ditujukan bagi pendaftar yang telah memiliki LoA unconditional atau surat penerimaan tanpa syarat dari perguruan tinggi tujuan.

    2. Jalur Kemitraan (Partnership/Collaborative Program)

    Pendaftar dapat memiliki program studi pada perguruan tinggi kemitraan yang ditetapkan oleh Kemenag. Jika dinyatakan lulus seleksi sebagai calon penerima beasiswa, peserta akan mendapatkan LoA/diterima di perguruan tinggi yang sudah ditetapkan.

    3. Jalur Reguler

    Ditujukan bagi pendaftar yang belum memiliki LoA. Pendaftar bisa memiliki maksimal 3 program studi pada perguruan tinggi tujuan. Ketika lolos seleksi beasiswa, pendaftar diberikan batas waktu untuk mendapatkan LoA.

    Komponen BIB Kemenag RI

    1. Biaya Pendidikan

    • Biaya pendaftaran
    • Biaya SPP (Tuition Fee)
    • Bantuan penelitian skripsi/tesis/disertasi
    • Bantuan seminar internasional (S2/S3)
    • Bantuan publikasi jurnal internasional (S2/S3)

    2. Biaya Pendukung

    • Transportasi
    • Asuransi kesehatan
    • Biaya hidup bulanan (Living Cost)
    • Settlement allowance
    • Family allowance (S3)
    • Biaya aplikasi visa/residence permit (LN)
    • Dana darurat

    3. Biaya Tambahan (Disabilitas)

    • Biaya transportasi pendamping
    • Biaya asuransi kesehatan pendamping
    • Biaya pendukung lainnya yang disetujui

    4. Biaya Peningkatan Kemampuan Bahasa (Afirmasi)

    • Biaya program
    • Biaya hidup bulanan
    • Biaya transportasi

    Itulah informasi tentang BIB Kemenag RI 2024. Semoga pendaftarannya segera dibuka ya detikers!

    (det/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Panduan Mulai Bisnis Kos-kosan dari Konsep hingga Harga Sewa


    Jakarta

    Banyak orang bercita-cita membuka bisnis kos-kosan suatu hari. Bisnis ini sering kali dianggap sebagai investasi yang menguntungkan, terutama di masa pensiun.

    Kos-kosan memang dibutuhkan banyak orang, terutama di kawasan perkantoran, perguruan tinggi, serta industri. Jika okupansi kamar kos terisi penuh, pemiliknya pun bisa panen uang setiap bulannya.

    Bagi yang tertarik memulai bisnis kos-kosan, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Pastikan pemilik properti merencanakan hal-hal berikut ini.


    1. Konsep Kos-kosan

    Langkah awal memulai bisnis kos-kosan adalah menentukan konsep. Caranya dengan memilih target pasar, misalnya mahasiswa atau karyawan. Mulai dari situ, pemilik dapat menentukan lokasi, harga sewa, dan fasilitas yang sesuai kebutuhan penyewa.

    “Jadi memang dari awalnya konsepnya dulu harus dibuat, mau buat siapa nih,” ujar Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    2. Lokasi Strategis

    Pilih lokasi kos-kosan yang strategis dengan melihat lingkungannya. Jika ingin membuat kos-kosan buat mahasiswa, lokasinya harus dekat perguruan tinggi. Berbeda halnya dengan pegawai, lokasi kos-kosan mendekati gedung perusahaan.

    3. Fasilitas

    Kemudian, beri fasilitas kamar kos-kosan sesuai dengan kebutuhan penyewa. Fasilitas itu juga harus sepadan dengan harga sewa kos-kosan.

    “Kalau sebetulnya sih standar ya, kalau itu sudah pasti yang standar ada tempat tidur, ada lemari, paling nggak meja,” imbuhnya.

    Pemilik kos-kosan juga bisa mengikuti tren terkini. Kalau banyak calon penyewa work from home (WFH), sediakan meja dan kursi. Kelengkapan fasilitas bisa membuat kos-kosan enggak kalah saing sama kos-kosan lainnya.

    4. Harga Kompetitif

    Selanjutnya, tentukan harga sewa dengan mempertimbangkan kisaran harga di lingkungan sekitar. Lakukan riset untuk mengetahui harga pasaran. Jangan tetapkan harga sewa terlalu jauh dari harga pesaing.

    “Kalau kita juga terlalu mahal, jadi nggak ada yang ke kita, jadi kita mesti survei lapangan juga untuk menentukan harga itu,” katanya.

    5. Syarat dan Perizinan

    Jangan asal bikin bisnis kos-kosan tanpa mencari tahu soal peraturan dan perizinannya. Pemilik perlu mengurus persetujuan bangunan gedung (PBG) kalau mau bangun atau renovasi rumah. Namun, merenovasi tanpa mengubah fasad rumah tidak perlu membuat PBG.

    “Ada peraturan juga dari pemerintah, kalau dia (kamar kos) melebihi dari 10, 12, apa 11, itu dia akan kena pajak pemda (pemerintah daerah) gitu,” katanya.

    6. Selektif Terima Penyewa

    Terakhir, Anis menyarankan agar pemilik kos-kosan untuk mencari tahu dan bertemu langsung dengan calon penyewa. Apabila merasa tidak nyaman dengan kesan pertama penyewa, pemilik bisa menolak baik-baik.

    Pemilik juga bisa meminta kontak jaga-jaga atau orang terdekatnya sebagai langkah antisipasi. Bahkan, pemilik kos juga bisa menghubungi orang tua penyewa yang masih di bangku kuliah. Hal ini untuk menghindari keadaan tidak diinginkan, seperti orang-orang yang tidak membayar kos ataupun bermasalah.

    Itulah beberapa hal penting yang perlu dilakukan ketika hendak memulai bisnis kos-kosan. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 11 Prodi Paling Diminati Mahasiswa Beasiswa Unggulan, Pendaftaran Tutup 14 Juli



    Jakarta

    Pendaftaran Beasiswa Unggulan (BU) 2024 ditutup Minggu, 14 Juli mendatang. Untuk itu, masih ada waktu empat hari dalam menyelesaikan proses pendaftaran melalui tautan https://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/.

    Seperti yang diketahui, Beasiswa Unggulan adalah bantuan pendidikan yang diberikan untuk masyarakat berprestasi baik umum ataupun disabilitas. Beasiswa ini terbuka untuk mahasiswa jenjang sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3).

    Berbeda dengan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), BU mengutamakan perguruan tinggi dalam negeri baik negeri maupun swasta yang berada di bawah binaan Kemendikbudristek sebagai tujuan awardee. Sejak empat tahun terakhir, perguruan tinggi negeri (PTN) masih dijadikan tujuan utama dibanding perguruan tinggi swasta (PTS).


    Hal ini terlihat dari data 10 besar penerima terbanyak mahasiswa BU adalah PTN. Di urutan pertama ada Universitas Indonesia (UI) dengan jumlah 530 orang diikuti Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

    Tidak hanya PTN favorit, tim BU juga membagikan data program studi (prodi) yang paling diminati mahasiswa BU lo. Berikut ini datanya dikutip dari Pedoman Pendaftaran Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi 2024, Rabu (10/7/2024).

    11 Prodi Paling Diminati Mahasiswa Beasiswa Unggulan

    Diketahui BU sudah ada sejak tahun 2006, pada awal 2024 jumlah mahasiswa aktif penerima bantuan pendidikan ini berjumlah 4.259 orang, dengan perincian:

    • Jenjang S1/D-4 sebanyak 2.275 orang
    • Jenjang S2 sebanyak 1.715 orang
    • Jenjang S3 sebanyak 269 orang.

    Mereka terdiri atas penerima beasiswa Masyarakat Berprestasi (Mapres) sebanyak 3.946 orang yang 3 orang di antaranya adalah mahasiswa penyandang disabilitas dan 77 orang mahasiswa penerima beasiswa Pegawai Kemendikbudristek.

    Seluruhnya tersebar di 260 perguruan tinggi di dalam negeri yang terdiri atas 94 PTN dan 166 PTS. Dalam 4 tahun terakhir (2020-2023) data menunjukkan bila prodi Ilmu Hukum dan Manajemen adalah dua bidang studi terfavorit dan menjadi pilihan terbanyak yang diambil mahasiswa Beasiswa Unggulan. Berikut data lengkapnya:

    1. Ilmu Hukum: 331 mahasiswa
    2. Manajemen: 328 mahasiswa
    3. Ilmu Komunikasi: 155 mahasiswa
    4. Akuntansi: 125 mahasiswa
    5. Pendidikan Matematika: 118 mahasiswa
    6. Kedokteran: 86 mahasiswa
    7. Pendidikan Bahasa Inggris: 66 mahasiswa
    8. Pendidikan Dokter: 49 mahasiswa
    9. Ilmu Komputer: 46 mahasiswa
    10. Ilmu Keperawatan: 44 mahasiswa
    11. Psikologi: 44 mahasiswa

    Syarat Pendaftaran Beasiswa Unggulan

    Meski waktu penutupan pendaftaran semakin dekat, masih ada kesempatan untuk detikers mendaftar Beasiswa Unggulan. Yuk simak lagi berbagai syarat umumnya:

    1. Diutamakan mempunyai sertifikat yang membuktikan prestasi akademik/non akademik tingkat nasional dan/atau internasional
    2. Memperoleh rekomendasi minimal dari guru BK sekolah asal untuk pendaftar S1 dan dari pimpinan kampus asal atau pembimbing akademik/skripsi/tesis untuk pendaftar S2/S3
    3. Tidak tengah mendaftar dan/atau menerima beasiswa dari pihak manapun, termasuk APBN atau APBD dengan komponen pembiayaan yang sama
    4. Belum pernah menempuh jenjang yang sama
    5. Diterima di perguruan tinggi dalam negeri yang sudah terakreditasi minimal B atau baik sekali dan masuk dalam daftar perguruan tinggi tujuan Beasiswa Unggulan atau di perguruan tinggi di luar negeri yang diakui Ditjen Diktiristek
    6. Tidak berstatus sebagai dosen, guru, tenaga kependidikan, ataupun pelaku budaya
    7. Beasiswa hanya untuk kelas reguler dan tidak untuk kelas eksekutif, khusus, karyawan, jarak jauh, kelas internasional, dan kelas yang diselenggarakan di lebih dari satu negara perguruan tinggi.
    8. Berkomitmen mempertahankan indeks prestasi semester minimal 3,00 pada program S1 atau IPS minimal 3,25 pada program S2 dan S3 selama menjadi penerima beasiswa.

    Sekali lagi, pendaftaran Beasiswa Unggulan ditutup 14 Juli 2024 yuk segara kunjungi https://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/ dan buruan daftar detikers!

    (det/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • 42% Alumni KIP Kuliah Raih IPK Cumlaude



    Jakarta

    Hasil tracer study kepada ribuan alumni Bidikmisi atau KIP Kuliah menunjukkan bahwa 42% alumni meraih IPK Cumlaude. Seperti apa sebarannya?

    Seperti diketahui, Bidikmisi adalah program bantuan pendidikan dari pemerintah untuk siswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu melanjutkan studinya ke perguruan tinggi. Pada 2020, Bidikmisi bertransformasi menjadi KIP Kuliah dan pada 2021 kembali disempurnakan menjadi KIP Kuliah Merdeka.

    Untuk melihat keluaran program Bidikmisi/KIP Kuliah, Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek melakukan tracer study pada periode April hingga September 2023. Dari tracer study tersebut, banyak alumni yang meraih IPK Cumlaude.


    42% Alumni KIP Kuliah Raih IPK Cumlaude

    Dari 20.706 alumni Bidikmisi/KIP Kuliah yang mengisi kuesioner, 42 persen di antaranya mampu mencapai IPK antara 3.50 sampai 3.75 sehingga berhak berpredikat Cumlaude. Bahkan, sebanyak 28 persen alumni yang mengisi kuesioner mampu mencapai IPK 3,75 sampai 3,99.

    Di Indonesia, lulusan yang memiliki IPK 3,8 hingga 3,9 berhak menyandang predikat Magna Cumlaude atau dengan kehormatan besar. Kemudian ada sebanyak 2,3 persen persen alumni di jenjang D2 yang mampu mencapai IPK 4,00.

    Melanjutkan Pendidikan

    Tingginya IPK ini berbanding lurus dengan keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ada sebanyak 2.884 orang jenjang S1 yang melanjutkan pendidikan ke pendidikan profesi, 3.118 orang sampai jenjang master dan ada 76 orang yang setelah lulus S1, lanjut magister dan kemudian ke jenjang doktor.

    Data pada alumni penerima Bidikmisi/KIP Kuliah di jenjang D1, menemukan jika ada sebanyak 9 alumni penerima yang lanjut pendidikannya ke jenjang S1 hingga magister, bahkan ada yang melanjutkan ke jenjang doktoral.

    (nir/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Beasiswa dari Influencer buat Siswa-Mahasiswa, Bantuan Rp 5 Juta



    Jakarta

    Salah satu influencer atau konten kreator, Rinaldi Nur Ibrahim menawarkan Beasiswa Rinaldi 2024 bagi siswa dan mahasiswa. Dana beasiswa bisa sampai Rp 5 juta.

    Siswa SMP-SMA dan mahasiswa S1, S2, dan profesi bisa mencoba daftar nih. Pendaftaran beasiswa dibuka mulai 8 Juli hingga 10 Juli 2024.

    Selain dalam bentuk finansial, penerima nantinya akan mendapatkan mentorship dan sumber daya lainnya yang bisa bermanfaat dalam mewujudkan cita-citanya.


    Beasiswa Rinaldi sebelumnya juga pernah disalurkan pada tahun 2022. Ada 2 siswa SMP, 2 siswa SMA, 5 mahasiswa dari perguruan tinggi, dan satu mahasiswa S2 yang menerima beasiswa.

    Apa saja syarat daftar beasiswa ini? Mengutip Booklet Beasiswa Rinaldi 2024, berikut informasi selengkapnya:

    Syarat Daftar Beasiswa Rinaldi 2024

    • Siswa SMP/MTs/sederajat minimal kelas 7
    • Siswa SMA/SMK/MA/sederajat minimal kelas 10
    • Mahasiswa di PTN/PTS di seluruh Indonesia maksimal semester 7
    • Mempunyai semangat yang tinggi untuk menggapai impian
    • Mengunggah twibbon di akun Instagram dengan caption yang sudah ditentukan. Twibbon dan caption bisa diunduh di https://bit.ly/TwibbonBeasiswaRinaldi2024
    • Follow dan tag akun Instagram @youtzmedia, @rinaldi, @beasiswarinaldi, dan @academybinar
    • Mention 5 teman di kolom komentar Instagram @beasiswarinaldi di postingan poster beasiswa
    • Bagikan ke 3 grup Whatsapp
    • Mengisi formulir pendaftaran di https://bit.ly/BeasiswaRinaldi2024

    Tahap Seleksi Beasiswa Rinaldi 2024

    1. Administrasi: calon penerima beasiswa melakukan pendaftaran di https://bit.ly/TwibbonBeasiswaRinaldi2024 dan mengunggah twibbon di Instagram
    2. Pemberkasan: akan dipilih calon penerima beasiswa yang memenuhi persyaratan administrasi
    3. Wawancara: calon penerima beasiswa yang lolos sesi pemberkasan akan melanjutkan ke sesi wawancara dan sesi forum group discussion (FGD). Bagi pendaftar S1, S2 dan profesi sesi ini diganti dengan test dari Binar Academy

    Jadwal Seleksi Beasiswa Rinaldi 2024

    • Pendaftaran: 8 – 10 Juli 2024
    • Pengumuman lolos administrasi: 11 Juli 2024
    • Pemberkasan: 12 – 20 Juli 2024
    • Pengumuman lolos pemberkasan: 22 Juli 2024
    • Wawancara/FGD: 23 – 30 Juli 2024
    • Pengumuman final: 1 Agustus 2024

    Itulah informasi seputar Beasiswa Rinaldi 2024 yang bisa detikers coba. Semoga lolos ya!

    (cyu/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Pendaftaran KIP Kuliah Jalur Mandiri PTN dan PTS Kembali Dibuka 29 Juli, Ini Linknya!



    Jakarta

    Jadi salah satu yang terdampak serangan siber pada Pusat Data Nasional Sementara 2 (PDNS2) sejak Kamis (20/7/2024), sistem Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah terus melakukan proses pemulihan. Beberapa waktu ke belakang, publik dihebohkan dengan isu data pendaftar KIP Kuliah hilang tak bersisa.

    Menanggapi hal tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan data KIP Kuliah tetap aman di pusat data kementerian. Sistem KIP Kuliah tengah melalui proses pemulihan menggunakan data cadangan hingga paling lambat 29 Juli 2024 mendatang.

    Tidak hanya data cadangan, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbudristek, Suharti menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan perguruan tinggi. Langkah ini dilakukan untuk menjamin hak mahasiswa penerima KIP Kuliah.


    “Koordinasi erat dengan perguruan tinggi juga terus kami lakukan untuk menjamin hak mahasiswa penerima KIP Kuliah ongoing dan pendaftar KIP Kuliah baru,” katanya dikutip dari rilis yang diterima detikEdu, Senin (1/7/2024).

    Pendaftaran KIP Kuliah 2024

    Sempat bermasalah, pendaftaran KIP Kuliah 2024 untuk jalur mandiri perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) akan kembali berlangsung. Pendaftaran akan dibuka kembali mulai 29 Juli 2024 hingga 31 Oktober 2024.

    Proses seleksi tetap digelar pada laman https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/. Namun sistem belum bisa diakses per tanggal hari ini.

    Dengan jadwal pendaftaran yang mundur, Suharti meminta perguruan tinggi untuk bisa memundurkan tenggat waktu pembayaran uang kuliah bagi pendaftar KIP Kuliah yang diterima melalui jalur SNBP dan SNBT. Setidaknya sampai proses seleksi penerimaan KIP Kuliah selesai.

    “Hal ini disampaikan dalam surat bernomor Manual.065/A.J5/LP.01.01/2024, yang dikirimkan Kemendikbudristek kepada Pemimpin Perguruan Tinggi serta Kepala LLDIKTI Wilayah I s.d. XVII,” katanya.

    Diketahui, pendaftar KIP Kuliah 2024 mencapai 853.393 peserta sebelum sistem mengalami kendala. Seluruh peserta ini perlu melakukan klaim ulang (reclaim) akun KIP Kuliah masing-masing dimulai dari 29 Juli-31 Agustus 2024. Berikut langkah-langkahnya:

    1. Akses laman KIP Kuliah yang baru bisa dibuka pada 29 Juli 2024 mendatang di tautan https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/.

    2. Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

    3. Unggah kembali dokumen dan data pendukung pendaftaran KIP Kuliah.

    Pencairan KIP Kuliah untuk Mahasiswa Ongoing

    Tidak hanya pendaftar KIP Kuliah terbaru, Suharti menyatakan mahasiswa penerima KIP Kuliah ongoing juga tidak perlu khawatir. Hingga saat ini, proses pencairan dana semester genap 2023/2024 sudah mencapai 98%.

    Sehingga masih ada 16.316 mahasiswa penerima KIP Kuliah ongoing yang belum diajukan pencairannya oleh perguruan tinggi atau sedang dalam proses pencairan. Walaupun begitu proses pencairan akan dilakukan sesuai jawal tanpa keterlambatan pada bulan Agustus 2024.

    Hal ini bisa dicapai dengan bantuan perguruan tinggi untuk dapat segera melakukan identifikasi dan verifikasi data mahasiswa penerima KIP Kuliah ongoing yang belum menerima KIP Kuliah pada semester genap 2023/2024. Perguruan tinggi juga diharapkan terus berkoordinasi dengan Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek untuk memproses pencairan.

    “Tapi mahasiswa penerima KIP Kuliah tidak perlu khawatir. Karena selama proses pemulihan sistem ini semua proses pencairan KIP Kuliah untuk mahasiswa penerima ongoing akan selesai sesuai jadwal dan tanpa keterlambatan pada bulan Agustus 2024,” tegas Suharti.

    Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikbudristek pada https://ult.kemdikbud.go.id/ atau telepon 177.

    (det/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Jalur Beasiswa UII 2024 Masih Dibuka, Kuliah Gratis Sampai Lulus



    Jakarta

    Siswa ingin kuliah di Universitas Islam Indonesia (UII), tetapi khawatir biaya? Dalam penerimaan mahasiswa tahun ini, UII membuka Jalur Pola Seleksi Beasiswa (PSB) yang memungkinkan kuliah gratis sampai lulus.

    UII merupakan salah kampus swasta terbaik di Indonesia. Dalam pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings 2024 (THE WUR), UII menjadi menjadi satu-satunya perguruan tinggi Islam Indonesia yang berhasil masuk dalam peringkat tersebut.

    UII juga berhasil menempati urutan ke-11 PTS terbaik di Indonesia dalam peringkat Webometrics 2024. Kampus di Yogyakarta ini menempati peringkat ke 47 sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan 3.585 di dunia.


    Kampus ini menyediakan jalur beasiswa. Jalur beasiswa di UII menyeleksi siswa melalui rekam jejak prestasi (nilai rapor dan prestasi penunjang). Nilai rapor yang digunakan adalah nilai rapor semester 1 sampai 6.

    Jalur PSB hanya dapat diikuti oleh peserta seleksi lulusan tahun 2022, 2023, dan 2024. Adapun beasiswa yang masih tersedia adalah jalur KIP Kuliah atau disebut dengan PSB Merdeka.

    Peserta seleksi belum menjadi mahasiswa sebelumnya, memiliki potensi akademik baik, tetapi memiliki keterbatasan ekonomi atau berasal dari keluarga miskin/rentan miskin, dan lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru pada program studi yang telah terakreditasi.

    Beasiswa yang akan diterima adalah pembebasan biaya Dana Catur Darma, pembebasan biaya Uang Kuliah, serta bantuan biaya hidup (bulanan). Tertarik mendaftar? Cek kelengkapan dokumen dan jadwal pendaftaran seperti dilansir dari laman resminya berikut ini.

    Kelengkapan Dokumen PSB Merdeka UII 2024

    1. Kartu Indonesia Pintar (KIP)
    2. Rapor semester 1-6, ijazah/surat keterangan lulus, dan sertifikat prestasi (jika ada) di tingkat SMA/sederajat.
    3. Kartu keluarga (KK), foto rumah/tempat tinggal (tampak depan, tampak belakang, tampak samping, dan tampak dalam), rekening listrik/keterangan yang menyertai, dan bukti tagihan PBB/keterangan yang menyertai.
    4. Asesmen diri PSB beasiswa KIP

    Jadwal PSB Merdeka UII 2024

    Pendaftaran: 12 Juli-3 Agustus 2024
    Tenggat unggah dokumen: 5 Agustus 2024
    Pengumuman seleksi administrasi: 7 Agustus 2024
    Technical meeting seleksi tahap 2 dan 3: 9 Agustus 2024
    Seleksi tahap 2 (tes potensi akademik): 12 Agustus 2024
    Pengumuman seleksi tahap 2: 14 Agustus 2024
    Seleksi tahap 3 (wawancara): 19 Agustus 2024
    Hasil kelulusan: 26 Agustus 2024
    Registrasi: 27-30 Agustus 2024

    Pendaftaran bisa dilakukan melalui https://pmb.uii.ac.id/registrasi/

    (nir/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Perusahaan Farmasi Ini Buka Beasiswa Riset untuk Perempuan, Dapat Rp 30 Juta/Orang



    Jakarta

    PT Darya Varia meluncurkan beasiswa riset pertama khusus perempuan dari jurusan farmasi. Beasiswa ini mencakup dana untuk penelitian tugas akhir Rp 30 juta per orang.

    Untuk mendukung perempuan di bidang STEM, perusahaan farmasi Darya Varia meluncurkan beasiswa D-Star (Darya Varua Scholarship for Talented and Aspiring Researches) khusus mahasiswi jurusan farmasi.

    Program Beasiswa D-STAR dibuka karena adanya kesenjangan antara jumlah mahasiswi yang melanjutkan ke jenjang pendidikan di perguruan tinggi dengan jumlah yang bekerja di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM). Menurut laman resminya, hanya 2 dari 10 perempuan yang bekerja sebagai profesional, dan hanya 3 dari 10 perempuan yang memilih karier sebagai peneliti.


    Ian Kloer, Presiden Direktur PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, mengatakan jika Darya Varia sangat berkomitmen terhadap inklusivitas perempuan di tempat kerja, serta meningkatkan inovasi melalui penelitian. Meluncurkan program beasiswa D-STAR merupakan bentuk komitmen untuk mendukung inklusivitas perempuan di industri farmasi.

    “Perusahaan percaya dapat mengisi defisit penetrasi tenaga kerja perempuan dalam industri, dan juga dapat mengembangkan mereka menjadi peneliti terkemuka,” Ujarnya dalam laman Darya Varia dikutip Kamis (25/7/2024).

    Lanjutnya, program beasiswa D-STAR diharapkan dapat memberikan kontribusi perspektif yang lebih baik dari sisi perempuan dalam pengembangan penelitian tentang penyakit dan obat yang berhubungan dengan perempuan. D-STAR ingin memotivasi mahasiswi calon peneliti muda untuk lebih aktif dan giat dalam memberikan inovasi dan sumbangsihnya.

    Untuk angkatan pertama, beasiswa akan diberikan selama satu semester mulai September 2024 hingga Maret 2025. Mahasiswa penerima beasiswa juga berkesempatan melanjutkan pengalaman mereka di dunia kerja dengan masuk dalam program magang, terutama di divisi Research and Development Darya Varia.

    Saat ini, beasiswa masih dibuka di 4 universitas mitra, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Indonesia.

    (nir/nwk)



    Sumber : www.detik.com