Tag: pernikahan

  • Hukum Nikah dengan Sepupu Menurut Syariat Islam dan Dalilnya


    Jakarta

    Pernikahan adalah salah satu ibadah terpenting dalam Islam yang menyempurnakan separuh agama. Namun, dalam masyarakat, sering muncul pertanyaan tentang hukum menikahi sepupu.

    Pertanyaan ini wajar, apalagi jika ada perasaan cinta yang tumbuh di antara mereka. Lantas, bagaimana syariat Islam memandang pernikahan dengan sepupu?


    Sepupu Bukan Mahram dan Boleh Dinikahi

    Menurut mayoritas ulama dan pandangan syariat Islam, menikah dengan sepupu hukumnya diperbolehkan. Sepupu, baik dari pihak ayah maupun ibu, tidak termasuk dalam daftar orang-orang yang diharamkan untuk dinikahi atau yang disebut mahram.

    Dalil utama yang menjadi landasan adalah Surah An-Nisa ayat 23. Dalam ayat tersebut, Allah SWT secara jelas merinci siapa saja perempuan yang haram dinikahi.

    حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ اُمَّهٰتُكُمْ وَبَنٰتُكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ وَعَمّٰتُكُمْ وَخٰلٰتُكُمْ وَبَنٰتُ الْاَخِ وَبَنٰتُ الْاُخْتِ وَاُمَّهٰتُكُمُ الّٰتِيْٓ اَرْضَعْنَكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ مِّنَ الرَّضَاعَةِ وَاُمَّهٰتُ نِسَاۤىِٕكُمْ وَرَبَاۤىِٕبُكُمُ الّٰتِيْ فِيْ حُجُوْرِكُمْ مِّنْ نِّسَاۤىِٕكُمُ الّٰتِيْ دَخَلْتُمْ بِهِنَّۖ فَاِنْ لَّمْ تَكُوْنُوْا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ ۖ وَحَلَاۤىِٕلُ اَبْنَاۤىِٕكُمُ الَّذِيْنَ مِنْ اَصْلَابِكُمْۙ وَاَنْ تَجْمَعُوْا بَيْنَ الْاُخْتَيْنِ اِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا ۔ ٢٣

    Artinya: Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara-saudara perempuanmu, saudara-saudara perempuan ayahmu, saudara-saudara perempuan ibumu, anak-anak perempuan dari saudara laki-lakimu, anak-anak perempuan dari saudara perempuanmu, ibu yang menyusuimu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu istri-istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum bercampur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), tidak berdosa bagimu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan pula) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa: 23).

    Dari daftar tersebut, sepupu tidak termasuk di dalamnya. Oleh karena itu, hubungan pernikahan antara dua orang sepupu tidak melanggar ketentuan syariat.

    Pandangan Lain tentang Pernikahan dengan Sepupu

    Meskipun diperbolehkan, ada beberapa pandangan yang menyebutkan bahwa menikahi sepupu adalah khilafu al-aula, yang berarti ‘menyalahi yang lebih utama’. Pandangan ini didasarkan pada beberapa alasan, salah satunya terkait kesehatan keturunan.

    Dalam buku Taudhihul Adillah 6 karya KH. M. Syafi’i Hadzami, disebutkan bahwa pernikahan dengan kerabat dekat dapat berisiko menghasilkan keturunan yang kurang kuat atau kurang sehat. Pendapat ini juga didukung oleh riwayat yang menganjurkan untuk menikahi orang yang bukan kerabat dekat agar keturunan tidak lemah.

    Namun, pendapat tersebut tidak bersifat mutlak. Ada banyak contoh pernikahan sepupu dalam sejarah Islam yang melahirkan keturunan yang sehat dan kuat.

    Siapa Saja yang Termasuk Mahram?

    Sebagai pedoman, berikut adalah daftar orang-orang yang haram dinikahi (mahram) sesuai dengan Al-Qur’an:

    • Ibu kandung
    • Anak-anak perempuan
    • Saudara-saudara perempuan (sekandung, seayah, atau seibu)
    • Bibi dari pihak ayah dan ibu
    • Anak perempuan dari saudara laki-laki (keponakan)
    • Anak perempuan dari saudara perempuan (keponakan)
    • Ibu susu dan saudara perempuan sesusuan
    • Ibu mertua
    • Anak tiri perempuan yang ibunya sudah digauli
    • Menantu perempuan (istri dari anak kandung)

    Dengan memahami dalil dan pandangan ini, diharapkan umat muslim bisa membuat keputusan yang tepat dalam memilih pasangan hidup, termasuk jika ingin menikahi sepupu.

    Wallahu a’lam.

    (hnh/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Surah Ar-Rum Ayat 21 Arab, Latin dan Arti: Manusia Diciptakan Berpasangan


    Jakarta

    Menjalani hidup bersama pasangan adalah bagian dari fitrah manusia sebagaimana dijelaskan dalam surah Ar-Rum ayat 21. Rasa tenang, cinta, dan kasih sayang yang hadir dalam pernikahan menjadi anugerah yang sangat berarti.

    Nabi Muhammad SAW pun menempatkan pernikahan sebagai bagian penting dalam kehidupan, dan menjadikannya contoh yang layak diikuti oleh umatnya.

    Dikutip dari buku Seri Fikih Kehidupan susunan Ahmad Sarwat, Rasulullah SAW bersabda,


    “Menikah itu bagian dari sunnahku, maka siapa yang tidak beramal dengan sunnahku, bukanlah ia dari golonganku.” (HR Ibnu Majah)

    Hadits ini memperkuat kedudukan pernikahan sebagai jalan hidup yang dicontohkan Nabi, dan sejalan dengan nilai-nilai yang dijelaskan dalam Al-Qur’an. Salah satu ayat yang menyoroti makna pernikahan secara mendalam adalah surah Ar-Rum ayat 21.

    Bacaan Surah Surah Ar-Rum ayat 21

    وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

    Arab latin: Wa min āyātihī an khalaqa lakum min anfusikum azwājal litaskunū ilaihā wa ja’ala bainakum mawaddataw wa raḥmah, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn.

    Artinya: “Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”

    Tafsir Surah Ar-Rum ayat 21

    Dari Tafsir Al Azhar susunan Buya Hamka, berikut tafsir dari surah Ar-Rum ayat 21:

    Salah satu tanda kebesaran Allah adalah penciptaan pasangan bagi manusia dari jenis yang sama, yakni laki-laki dan perempuan, agar hidup menjadi tenteram. Dalam penafsiran ini, dijelaskan bahwa pasangan hidup diciptakan bukan hanya untuk Adam, tetapi untuk seluruh keturunannya, dari satu jenis manusia.

    Hanya Nabi Adam yang diciptakan dari tanah, dan Hawa diciptakan dari tulang rusuknya. Sementara manusia setelahnya berasal dari mani, bukan lagi dari bagian tubuh manusia lain.

    Allah menyeru seluruh manusia bahwa pasangan yang diciptakan untuk mereka berasal dari diri mereka sendiri, bukan dari makhluk lain. Hal ini menjadi bukti bahwa manusia diciptakan berpasangan, dari jenis yang sama, agar dapat saling melengkapi dan melanjutkan keturunan.

    Dalam sebuah hadits disebutkan:

    “Sesungguhnya Allah telah menugaskan seorang malaikat di dalam rahim. Malaikat itu berkata: ‘Wahai Tuhanku, nutfahkah ini? ‘Alaqahkah ini? Mudhghahkah ini?’ Maka jika Allah menghendaki untuk menciptakannya, malaikat itu berkata lagi: ‘Apakah dia akan celaka atau bahagia? Laki-laki atau perempuan? Bagaimana rezekinya? Bagaimana ajalnya?’ Maka semuanya itu dituliskan ketika ia masih dalam rahim ibunya.” (HR Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

    Hadits ini menegaskan bahwa manusia berasal dari satu jenis, dan dari jenis itulah Allah tentukan siapa yang menjadi laki-laki dan siapa yang menjadi perempuan, agar dapat dipasangkan secara seimbang.

    Pasangan diciptakan untuk memberi ketenangan. Tanpa pasangan, hidup terasa kosong dan sepi. Laki-laki mencari perempuan, dan perempuan menanti laki-laki. Pertemuan keduanya melahirkan keutuhan dan kesinambungan kehidupan.

    Hubungan ini juga dilengkapi dengan cinta (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah). Mawaddah tumbuh dari ketertarikan dan kebersamaan, termasuk dalam hubungan suami istri. Islam tidak memandang hal ini sebagai sesuatu yang tabu, bahkan menganjurkan agar suami istri saling menjaga penampilan dan membina kemesraan.

    Namun cinta fisik tidak berlangsung selamanya. Seiring bertambahnya usia, dorongan syahwat akan menurun. Saat itulah rahmah mengambil peran lebih besar, kasih sayang yang tumbuh dari kedekatan batin, pengalaman bersama, dan kebersamaan membesarkan anak serta cucu. Semakin tua usia pernikahan, semakin dalam rahmah yang terbangun.

    Islam tidak menganggap hubungan laki-laki dan perempuan sebagai aib atau akibat dosa. Islam mengajarkan bahwa hubungan tersebut merupakan bagian dari sistem penciptaan, dan termasuk dalam tanda-tanda kekuasaan Allah.

    Karena itulah, Islam hadir untuk menjaga keteraturan hidup manusia melalui lima prinsip utama:

    1. Menjaga agama, dengan melarang kemurtadan dan menegakkan pemerintahan yang adil.
    2. Menjaga akal, dengan perintah mencari ilmu dan larangan atas hal-hal yang merusaknya.
    3. Menjaga jiwa, dengan larangan membunuh dan aturan perlindungan nyawa.
    4. Menjaga harta, dengan pengakuan hak milik dan larangan pencurian serta korupsi.
    5. Menjaga keturunan, dengan perintah menikah dan larangan hubungan di luar nikah.

    Manusia adalah makhluk yang dimuliakan Allah. Maka dari itu, martabatnya perlu dijaga, termasuk dengan menjaga kehormatan keturunan. Hubungan suami istri adalah bagian dari tatanan fitrah dan petunjuk Allah bagi mereka yang mau berpikir.

    (inf/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Doa Pernikahan Islami sesuai Sunnah agar Rumah Tangga Berkah



    Jakarta

    Islam mengajarkan banyak doa kepada para umatnya, karena doa memiliki kedudukan tinggi dan termasuk ibadah paling mulia di sisi Allah SWT. Di antara doa yang bisa dipanjatkan kaum muslim adalah doa saat dan selama pernikahan.

    Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam bukunya Tuntunan Pernikahan Islami yang diterjemahkan oleh Ahmad Dzulfikar, melampirkan Surat Ar-Rum ayat 21:

    “Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”


    Menukil Tafsir Tahlili Kementerian Agama (Kemenag), ayat di atas menerangkan bukti kekuasaan Allah SWT yaitu penciptaan manusia yang berpasangan, laki-laki dan perempuan. Kemudian di antara mereka akan terjalin hubungan yang didasari dengan perasaan dan daya tarik masing-masing. Puncak dari jalinan tersebut adalah pernikahan antara keduanya, yaitu antara pria dan wanita.

    Melalui ayat Al-Qur’an di atas pula, Allah SWT mengisyaratkan perkawinan sebagai salah satu dari perintah-Nya. Selain itu, utusan-Nya yakni Nabi Muhammad SAW turut menganjurkan umatnya agar menikah.

    Dikatakan bahwa pernikahan merupakan sunnah Rasul. Hal ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Ayyub, di mana Nabi SAW bersabda:

    أَرْبَعٌ مِنْ سُـنَنِ الْمُرْسَلِيْنَ: اَلْحَيَـاءُ، وَالتَّعَطُّرُ، وَالسِّوَاكُ، وَالنِّكَاحُ

    Artinya: “Ada empat perkara yang termasuk sunnah para Rasul; rasa-malu, memakai wewangian, bersiwak, dan menikah.” (HR Tirmidzi)

    Dengan perkawinan yang menjadi perintah Allah SWT sekaligus sunnah para nabi, hendaknya kaum muslim berharap memiliki pernikahan yang rukun, langgeng, hingga berlimpah keberkahan. Di antara cara meraihnya yakni dengan senantiasa berdoa kepada-Nya, baik saat dan selama pernikahan itu sendiri.

    Syariat Islam melalui Rasulullah SAW mengajarkan berbagai doa yang dapat diamalkan kaum muslim. Doa apa saja? Dan bagaimana bacaannya?

    Doa Pernikahan Islami sesuai Hadits: Arab, Latin & Arti

    Masih dari buku Tuntunan Pernikahan Islami dan kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi, disebutkan sejumlah doa terkait pernikahan dan bagi pengantin atau pasangan suami istri, berikut bacaan doanya:

    1. Doa untuk Pengantin Pria Setelah Akad Nikah

    بَارَكَ اللهُ لَكَ

    Latin: Baarakallahu laka

    Artinya: “Semoga Allah memberkahimu.” (HR Bukhari & Muslim, dari Anas bin Malik)

    2. Doa untuk Masing-masing Pengantin

    بَارَكَ اللهُ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْكُمَا فِي صَاحِبِهِ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Latin: Baarakallaahu likulli wahidin min kumaa fii shaahibihi wa jama’a bainakumaa fii khairin

    Artinya: “Semoga keberkahan Allah atas tiap-tiap dari kalian dalam perjodohannya dan semoga Allah mengumpulkan antara kalian berdua dalam kebaikan.”

    3. Doa untuk Kedua Mempelai

    بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي الْخَيْرِ

    Latin: Baarakallahu laka wa baaraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fil khairi

    Artinya: “Semoga Allah memberkahimu, semoga Allah memberkahi engkau dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad-Darimi, Ahmad, Baihaqi & Hakim, dari Abu Hurairah)

    4. Doa bagi Pengantin Laki-laki

    اللّهُمَّ بَارِكْ فِيهِمَا وَبَارَكَ لَهُمَا فِي بِنَائَهِمَا

    Latin: Allahumma baarik fiihimaa wa baarik lahumaa fi binaaihima

    Artinya: “Ya Allah, berkahilah mereka berdua dan berkahilah keduanya dalam pernikahannya.” (HR Ibnu Sa’ad, Thabari & Ibnu Asakir, dari Buraidah)

    5. Doa bagi Pengantin Perempuan

    عَلَى الْخَيْرِ َوالْبَرَكَةِ، وَعَلَى خَيْرٍ طَائِرٍ

    Latin: ‘Alal khairi wal barakati wa ‘ala khairin thaairin

    Artinya: “Semoga kau selalu dalam kebaikan dan penuh keberkahan, dan senantiasa mendapat keberuntungan.” (HR Bukhari, Muslim & Baihaqi, dari Aisyah)

    6. Doa saat Suami Meletakkan Tangan di Kepala Istrinya

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

    Latin: Allaahumma innii as-aluka kharahaa wa khaira maa jabaltahaa ‘alaihi, wa a’uudzubika in syarrihaa wa syarri maa jabaltahaa ‘alaih

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau tentukan kepadanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan dari keburukan yang Engkau tentukan kepadanya.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah & Ibnu Sunni, dari Amru bin Syu’aib)

    7. Doa ketika Suami Menemui Istrinya di Malam Pertama

    بَارَكَ اللَّهُ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنَّا فِي صَاحِبِهِ

    Latin: Baarakallaahu likulli waahidin minnaa fii shaahibihi

    Artinya: “Semoga Allah memberkahi masing-masing di antara kita terhadap teman hidupnya.”

    8. Doa sebelum Berhubungan Intim (Jima)

    بِسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

    Latin: Bismillaahi, Allahumma jannibnaasy syaithaana wa jannibisy syaithaana maa razaqtanaa

    Artinya: “Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang engkau rezekikan kepada kami.” (HR Bukhari & Muslim, dari Ibnu Abbas)

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Walimatul Ursy untuk Pengantin Baru agar Pernikahan Penuh Berkah



    Jakarta

    Walimatul Ursy biasanya menjadi rangkaian acara pernikahan. Kebahagiaan pasangan pengantin baru ini akan semakin lengkap dengan doa walimatul ursy yang dipanjatkan agar rumah tangga dipenuhi keberkahan.

    Mengutip buku Fikih Munakahat oleh Dr. M. Dahlan R, MA dijelaskan bahwa walimatul atau walimah ursy terdiri dari dua suku kata yakni al walimah dan al ursy.

    Walimah adalah al-jam’u yaitu berkumpul, walimah disebut juga dengan tha’âmu al ursy artinya makanan dipersiapkan untuk acara berkumpul. Sedangkan Ursy memiliki makna al jifaf wa al tazwiz artinya nikah.


    Dengan demikian dapat dipahami bahwa walimatul ursy adalah makanan yang disediakan khusus dalam acara syukuran pesta pernikahan. Bisa juga diartikan sebagai makanan untuk tamu undangan atau lainnya.

    Walimah adalah istilah yang terdapat dalam literatur Arab yang secara arti kata berarti jamuan yang khusus untuk perkawinan dan tidak digunakan untuk perhelatan di luar perkawinan. Karena itulah secara umum, walimatul ursy diartikan dengan pesta dalam rangka mensyukuri nikmat Allah atas terlaksananya akad perkawinan dengan menghidangkan makanan.

    Doa Walimatul Ursy bagi Pengantin Baru

    Doa untuk pengantin baru adalah hadiah terindah yang bisa diberikan oleh keluarga ataupun kerabat. Doa ini dipanjatkan langsung kepada Allah SWT agar pasangan pengantin bisa menjalani rumah tangga yang penuh dengan keberkahan.

    Ketika sepasang pengantin baru menggelar walimatul ursy atau resepsi pernikahan dengan mengundang beberapa kerabat maka hukumnya wajib untuk menghadiri acara tersebut. Kehadiran kerabat sekaligus turut menjadi doa bagi pasangan pengantin dan keluarga.

    Rasulullah SAW bersabda :

    إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْوَلِيْمَةِ فَلْيَأْتِهَا

    “Jika salah seorang diantara kalian diundang menghadiri acara walimah, maka datangilah” (HR. Bukhari no. 5173).

    Mengutip buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi’ karya Imam an-Nawawi, ada beberapa doa yang bisa dipanjatkan oleh dan untuk pengantin baru.

    1. Doa untuk Pengantin yang Dibaca Suami

    Ada doa untuk pengantin yang dibaca setelah akad nikah. Doa untuk pengantin ini dibaca oleh mempelai laki-laki setelah mengucapkan akad nikah.

    اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا

    Arab latin: Allaahumma innii as’aluka khairahaa wa khaira maa jabaltahaa ‘alaihi, wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa jabaltahaa ‘alaihi

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau tentukan kepadanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan dari keburukan yang Engkau tentukan kepadanya.”

    2. Doa untuk Pengantin Baru

    Surat Ar Rum ayat 21 bisa juga menjadi doa yang dibaca oleh pasangan pengantin baru. Doa ini sebagai penenang bahwa pasangan pengantin ini bisa menjalani rumah tangga dengan baik.

    وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ – ٢١

    Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya yang Agung, Dia menciptakan bagimu berpasang-pasangan dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan tenteram dengannya, dan Dia menjadikan di antara kamu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.”

    3. Doa Memohon Berkah Bagi Pengantin Baru

    Pernikahan yang dijalani untuk mencari ridho Allah SWT tentu akan dilimpahi keberkahan. Ada doa untuk memohon berkah bagi pasangan pengantin baru.

    Doa ini termaktub dalam surat Al Mumtahanah ayat 12 yang berbunyi:

    يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِذَا جَاۤءَكَ الْمُؤْمِنٰتُ يُبَايِعْنَكَ عَلٰٓى اَنْ لَّا يُشْرِكْنَ بِاللّٰهِ شَيْـًٔا وَّلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِيْنَ وَلَا يَقْتُلْنَ اَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِيْنَ بِبُهْتَانٍ يَّفْتَرِيْنَهٗ بَيْنَ اَيْدِيْهِنَّ وَاَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِيْنَكَ فِيْ مَعْرُوْفٍ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

    Artinya: “Wahai Nabi! Ketika wanita yang beriman datang kepada Anda untuk melakukan Bai’at (janji setia), bahwa mereka tidak akan menyekutukan Allah; Tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anak mereka, tidak akan berdusta bahwa mereka mengarang antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakai Anda dalam urusan yang baik, maka terimalah janji kesetiaan mereka dan mintalah ampunan bagi mereka dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    4. Doa Rasulullah SAW

    Diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah SAW mendoakan bagi pengantin yang baru menikah:

    بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Artinya: “Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, serta semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan” (HR. Abu Dawud no. 2130).

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Akad Nikah dalam Arab, Latin, dan Artinya


    Jakarta

    Setelah akad nikah, di dalam budaya Islam, disunnahkan untuk mengucapkan doa kepada pengantin pria. Doa ini memiliki tujuan untuk memohon keberkahan Allah SWT bagi pengantin pria dan mengharapkan agar Allah SWT menyatukan keduanya dalam kebaikan.

    Pada pembahasan kali ini kita akan membahas doa-doanya serta merujuk kepada hadits-hadits yang menyebutkan keutamaan dan tuntunan doa untuk pengantin pria setelah akad nikah.

    Doa setelah Akad Nikah dalam Islam

    Dikutip dari Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah: Kitab al-Adzkar oleh Imam an-Nawawi, doa yang disunnahkan untuk diucapkan kepada pengantin pria setelah akad nikah adalah sebagai berikut,


    بَاركَ اللهُ لَكَ أَوْ بَارَكَ اللهُ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Arab Latin: “Baarakallaahu laka, atau baarakallaahu ‘alaika wa jama’a baina-kumaa fii khair,”

    Artinya: “Semoga keberkahan Allah untukmu, atau semoga keberkahan Allah untukmu dan semoga Dia mengumpulkan antara kalian berdua dalam kebaikan.”

    Selain itu, disunnahkan juga untuk mengucapkan doa pada tiap-tiap mempelai dengan bacaan berikut.

    بَارَكَ اللهُ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْكُمَا فِي صَاحِبِهِ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Arab latin: “Baarakallaahu likulli wahidin min kumaa fii shaahibihi wa jama’a bainakumaa fii khair,”

    Artinya: “Semoga keberkahan Allah atas tiap-tiap dari kalian dalam perjodohannya, dan semoga Allah menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.”

    Dalam Kitab Shahih Bukhari-Muslim, ada hadits yang diriwayatkan dari Anas RA. Hadits tersebut menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda kepada Abdurrahman bin Auf RA,

    بَارَكَ اللهُ لَكَ

    Arab Latin: “Baarakallaahu laka,”

    Artinya: “Semoga keberkahan Allah untukmu.”

    Dalam riwayat yang sama, Nabi Muhammad SAW juga bersabda kepada Jabir RA. Saat itu, dia memberitahu Rasulullah SAW tentang pernikahannya. Rasulullah SAW mengatakan,

    بَارَكَ اللهُ عَلَيْكَ

    Arab Latin: “Baarakallaahu ‘alaika,”

    Artinya: “Semoga keberkahan Allah atas kamu.”

    Dalam Kitab-kitab Sunan Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan lainnya, diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Diceritakan bahwa ketika ada seseorang yang menikah, Rasulullah SAW mengucapkan,

    بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي الْخَيْرِ

    Arab Latin: “Baarakallaahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakumaa fil khair,”

    Artinya: “Semoga keberkahan Allah untukmu, semoga Dia memberikan keberkahan-Nya atasmu, dan semoga Dia menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.”

    Demikian pembahasan mengenai doa setelah akad nikah. Semoga bermanfaat ya, detikers!

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa untuk Pengantin, Dibaca agar Rumah Tangga Penuh Berkah


    Jakarta

    Pernikahan termasuk ke dalam ibadah yang dianjurkan sekaligus sunnah Nabi SAW. Anjuran menikah disebutkan dalam surat An Nur ayat 32 yang berbunyi, (https://www.detik.com/hikmah/quran-online/an-nur)

    وَأَنكِحُوا۟ ٱلْأَيَٰمَىٰ مِنكُمْ وَٱلصَّٰلِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا۟ فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

    Artinya: “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui,”


    Berkaitan dengan itu, ada doa yang dapat dipanjatkan oleh pengantin. Doa dibaca agar pasangan bisa menjalani kehidupan rumah tangga yang penuh keberkahan.

    Kumpulan Doa untuk Pengantin

    Mengutip dari buku Doa dan Zikir Makbul susunan Abu Hurairah Abdul Salam dan buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi’ karya Imam an-Nawawi, berikut sejumlah doa yang bisa dipanjatkan untuk pengantin.

    1. Doa untuk Pengantin

    بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Arab latin: Baarokalaahu laka wabaaroka ‘alaika wajama’a bainakumaa fii khoirin.

    Artinya: “Semoga Allah Memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, dan semoga Allah menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.”

    2. Doa yang Dibaca oleh Pengantin Pria

    Setelah akad nikah, pengantin pria bisa membaca doa berikut.

    اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا

    Arab latin: Allaahumma innii as’aluka khairahaa wa khaira maa jabaltahaa ‘alaihi, wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa jabaltahaa ‘alaihi

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau tentukan kepadanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan dari keburukan yang Engkau tentukan kepadanya.”

    3. Doa Memohon Berkah bagi Pengantin

    Selanjutnya adalah doa memohon berkah sekaligus menggapai ridha Allah SWT bagi pengantin. Doa ini termaktub dalam surah Al Mumtahanah ayat 12 yang berbunyi, https://www.detik.com/hikmah/quran-online/al-mumtahanah

    يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِذَا جَاۤءَكَ الْمُؤْمِنٰتُ يُبَايِعْنَكَ عَلٰٓى اَنْ لَّا يُشْرِكْنَ بِاللّٰهِ شَيْـًٔا وَّلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِيْنَ وَلَا يَقْتُلْنَ اَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِيْنَ بِبُهْتَانٍ يَّفْتَرِيْنَهٗ بَيْنَ اَيْدِيْهِنَّ وَاَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِيْنَكَ فِيْ مَعْرُوْفٍ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

    Arab latin: Yā ayyuhan-nabiyyu iżā jā`akal-mu`minātu yubāyi’naka ‘alā al lā yusyrikna billāhi syai`aw wa lā yasriqna wa lā yaznīna wa lā yaqtulna aulādahunna wa lā ya`tīna bibuhtāniy yaftarīnahụ baina aidīhinna wa arjulihinna wa lā ya’ṣīnaka fī ma’rụfin fa bāyi’hunna wastagfir lahunnallāh, innallāha gafụrur raḥīm

    Artinya: “Wahai Nabi, apabila perempuan-perempuan mukmin datang kepadamu untuk mengadakan baiat (janji setia) bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, terimalah baiat mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    4. Doa untuk Pengantin dari Rasulullah

    Mengutip riwayat dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW mendoakan untuk pengantin yang baru menikah sebagai berikut.

    بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Artinya: “Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, serta semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR Abu Dawud)

    5. Doa untuk Pengantin agar Memiliki Rumah Tangga yang Baik

    Doa untuk pengantin selanjutnya dapat dipanjatkan agar rumah tangga yang ditempuh berjalan dengan baik. Doa ini tercantum dalam surat Ar Rum ayat 21. https://www.detik.com/hikmah/quran-online/ar-rum

    وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

    Arab latin: Wa min āyātihī an khalaqa lakum min anfusikum azwājal litaskunū ilaihā wa ja’ala bainakum mawaddataw wa raḥmah, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn

    Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Deretan Doa Pengantin Islami, Amalkan untuk Rumah Tangga yang Berkah



    Jakarta

    Ada beberapa doa pengantin islami yang bisa dibaca bagi pasangan pengantin baru. Doa ini menjadi tanda syukur sekaligus untuk memohon kepada Allah SWT agar senantiasa diberi nikmat dan keberkahan dalam menjalani rumah tangga.

    Pernikahan merupakan sunah Rasul berdasarkan hadits tentang pernikahan yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi. Dari Abu Ayyub RA, ia menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    أَرْبَعٌ مِنْ سُـنَنِ الْمُرْسَلِيْنَ: اَلْحَيَـاءُ، وَالتَّعَطُّرُ، وَالسِّوَاكُ، وَالنِّكَاحُ


    “Ada empat perkara yang termasuk Sunnah para Rasul: rasa-malu, memakai wewangian, bersiwak, dan menikah.” (HR. At-Tirmidzi)

    Doa untuk Pengantin Islami

    Ada doa Islami yang bisa diucapkan kepada pengantin dengan beberapa peruntukan. Dikutip dari buku Doa dan Zikir Makbul karya Abu Hurairah Abdul Salam, berikut adalah beberapa di antaranya,

    1. Doa untuk Pengantin Baru

    بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Arab Latin: “Baarokalaahu laka wabaaroka ‘alaika wajama’a bainakumaa fii khoirin.”

    Artinya: “Semoga Allah Memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, dan semoga Allah menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.”

    2. Doa Pengantin Pria kepada Pasangannya

    Doa ini bisa dibaca setelah pengantin pria mengucapkan ijab kabul atau setelah pasangan pengantin resmi menjadi suami istri. Pengantin pria bisa membaca doa ini sambil memegang kepala pengantin wanita.

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

    Arab Latin: “Alaahumma inni as-aluka khoirohaa, wakhoiro maa jabaltahaa ‘alaihi, wa-a’uuzubika min syarrihaa, wasyarrimaa jabaltahaa ‘alaihi.”

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan perempuan atau budak ini dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kejelekan perempuan atau budak ini dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya.”

    3. Doa dalam Al-Qur’an untuk Pengantin Baru

    Surah Ar Rum ayat 21 adalah salah satu doa yang bisa dipanjatkan oleh pasangan pengantin baru. Doa ini bisa dijadikan sebagai permohonan agar pasangan pengantin memiliki rumah tangga yang baik.

    وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

    Artinya: “Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”

    4. Doa Memohon Berkah bagi Pengantin

    Doa memohon berkah sekaligus menggapai ridha Allah SWT adalah termaktub dalam surah Al Mumtahanah ayat 12 yang berbunyi,

    يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِذَا جَاۤءَكَ الْمُؤْمِنٰتُ يُبَايِعْنَكَ عَلٰٓى اَنْ لَّا يُشْرِكْنَ بِاللّٰهِ شَيْـًٔا وَّلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِيْنَ وَلَا يَقْتُلْنَ اَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِيْنَ بِبُهْتَانٍ يَّفْتَرِيْنَهٗ بَيْنَ اَيْدِيْهِنَّ وَاَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِيْنَكَ فِيْ مَعْرُوْفٍ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

    Artinya: “Wahai Nabi, apabila perempuan-perempuan mukmin datang kepadamu untuk mengadakan baiat (janji setia) bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, terimalah baiat mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    5. Doa untuk Pengantin dari Rasulullah

    Mengutip riwayat dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW mendoakan untuk pengantin yang baru menikah sebagai berikut.

    بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Artinya: “Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, serta semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR Abu Dawud)

    Demikian beberapa doa yang bisa dipanjatkan untuk pengantin baru. Doa dan harapan ini bertujuan agar rumah tangga yang dijalani akan dinaungi perlindungan dan keberkahan Allah SWT.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hadits yang Membahas tentang Pernikahan, Penting Diketahui Muslim


    Jakarta

    Pernikahan menjadi sebuah jalan untuk mewujudkan asasi dari syariat Islam yaitu menjaga nasab. Hal ini dinilai penting untuk menghindari manusia agar tidak terjatuh ke dalam perkara yang diharamkan oleh Allah SWT seperti zina.

    Mengutip buku Serial Hadist Nikah 1 Anjuran Menikah dan Mencari Pasangan susunan Firman Arifandim Lc MA, anjuran menikah tercantum dalam sebuah hadits yang berbunyi,

    “Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang sudah mampu menanggung nafkah, hendaknya dia menikah. Karena menikah lebih mampu menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Sementara siapa saja yang tidak mampu, maka hendaknya ia berpuasa. Karena puasa bisa menjadi tameng syahwat baginya.” (HR Bukhari dan Muslim)


    Dalam buku Fiqih Keluarga Terlengkap karya Rizem Aizid bahkan dijelaskan bahwa pernikahan termasuk ke dalam ibadah yang mulia. Sejumlah dalil mengenai pernikahan juga tersemat dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits.

    Hadits tentang Pernikahan

    Berikut sejumlah hadits yang membahas tentang pernikahan seperti dinukil dari buku Ensiklopedia Fikih Indonesia: Pernikahan susunan Ahmad Sarwat.

    1. Hadits Pernikahan sebagai Penyempurna Iman

    Pernikahan disebut sebagai penyempurna iman seseorang. Hal ini disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan Ath-Thabrani.

    “Siapa yang menikah maka sungguh dia telah menyempurnakan setengah iman, maka hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam separuh yang tersisa.” (HR Ath-Thabrani)

    2. Hadits Pernikahan Termasuk Sunnah Rasul

    Salah satu sunnah rasul ialah pernikahan sebagaimana diriwayatkan oleh At-Tirmidzi. Dari Abu Ayyub RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Ada empat perkara yang termasuk sunnah para rasul: rasa malu, memakai wewangian, bersiwak dan menikah.” (HR At-Tirmidzi)

    3. Hadits Orang yang Menikah Termasuk Golongan yang Ditolong Allah SWT

    Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Ada tiga golongan yang sudah pasti akan ditolong Allah, yakni: Orang yang kawin dengan maksud menjaga kehormatan diri, seorang hamba yang berjihad di jalan Allah, dan seorang budak yang berusaha memerdekakan diri.” (HR. Ahmad, Nasa’i, Tarmizi, Ibnu Majah, dan Al Hakim)

    4. Hadits Anjuran Menikah

    Salah satu dari tujuan menikah ialah agar memperoleh keturunan dan meneruskan nasab. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda;

    “Nikahilah wanita-wanita yang bersifat penyayang dan subur (banyak anak), karena aku akan
    berbangga-bangga dengan (jumlah) kalian di hadapan umat-umat lainnya kelak pada hari Kiamat.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, dan Thabrani)

    5. Hadits Membujang Tanpa Menikah Termasuk Perbuatan yang Tidak Diizinkan Rasulullah SAW

    Terkait hal ini disebutkan oleh Sa’ad. Sa’ad meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menolak Usman bin Maz’unin membujang. Seandainya Nabi mengizinkan padanya, niscaya dia melakukannya. (HR Ibnu Majah)

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa untuk Pengantin Baru, Dibaca agar Rumah Tangga Harmonis



    Jakarta

    Islam mengatur setiap sendi-sendi kehidupan termasuk dalam pernikahan. Dianjurkan bagi pasangan baru untuk mengucapkan doa pengantin baru supaya Allah SWT hadirkan keberkahan dan keridaan dalam rumah tangga.

    Doa-doa tersebut menjadi simbol pengharapan supaya Allah SWT senantiasa menjadi penolong paling utama bagi pasangan baru untuk mempertahankan rumah tangga mereka mengarungi kehidupan yang penuh tantangan.

    Dengan memiliki rumah tangga yang harmonis, tentu Allah SWT akan mencukupkan rezekinya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah An Nur ayat 32:


    وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

    Artinya: “Nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu, baik laki-laki maupun perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

    Kumpulan Doa untuk Pengantin Baru

    Dikutip dari buku Sakinah Cinta karya Ummu Azzam, doa-doa yang bisa dilantunkan oleh para pengantin, diantaranya yaitu:

    1. Doa Kebaikan untuk Pengantin

    بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Arab Latin: “Barokallahu laka wabaroka ‘alaika wajama’a bainakumaa fii khoirin.”

    Artinya: “Semoga Allah Memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, dan semoga Allah menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.”

    2. Doa agar Pernikahan Diberkahi

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوْبِنَا وَأَزْوَاج ِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَتُبْ

    عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

    Arab-Latin: Allahumma Baarik Lanaa Fii Asmaa’inaa Wa Abshaarinaa Wa Quluubinaa Wa Azwaajinaa Wa Dzurriyyaatinaa Wa Tub’Alainaa Innaka Antattawwaaburrahiim

    Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami dalam pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, istri-istri kami, dan anak keturunan kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya, Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang”.

    3. Doa agar Dijauhkan dari Perselingkuhan

    رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، رَبَّن َا إِنَّكَ

    مَنْ تُدْخِلَ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِظَّالِمِينَ مِنْ أَن ْصَارِ. رَبَّنَا إِنَّنَا

    سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِى لِلْإِيْمَانِ أَنْ أَمِنُوا بِرَبّ ِكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا

    ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ، رَبَّنَا آتِنَا مَا وَعَدْتَنَا

    عَلَى رُسُلِكَ وَلَا تُحْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لَ ا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ.

    Arab-Latin: Rabbanaa Maa Khalaqta Haadzaa Baathilan Subhaanaka Faqinaa’Adzaaban naar. Rabbanaa Innaka Man Tudkhilin Naara Faqad Akhzaitahu Wa Maa Lizhaalimiina Min Anshaar. Rabbanaa Innanaa Sami’naa Munaadiyan Yunadii Lil-Imaani An Aminuu Birabbikum Fa Amannaa. Rabbanaa Faghfir Lanaa Dzunaubanaa. Wa Kaffir’Anna Sayyi’Atinaa, Wa Tawaffanaa Ma’al Abraar Rabbanaa Aatina Maa Wa’Adtanaa’Alaa Rusulika Wa La Tuhzinaa Yaumal Qiyaamati. Innaka Laa Tukhliful Mii’Aad.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau. Peliharalah kami dari siksa neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka maka sungguh telah Engkau hinakan dia. Tidak ada seorang penolong pun bagi kaum yang zalim. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu), ‘Berimanlah kamu kepada Tuhanmu’ maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami. Matikanlah kami bersama orang- orang yang berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul-Mu. Janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.”

    4. Doa Pengantin Pria untuk Pasangannya

    Doa dari pengantin pria untuk calon istrinya juga bisa dipanjatkan. Berikut doa yang bisa diamalkan dari buku Doa dan Zikir Makbul yang ditulis oleh Abu Hurairah Abdul Salam:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

    Arab Latin: “Alaahumma inni as-aluka khoirohaa, wakhoiro maa jabaltahaa ‘alaihi, wa-a’uuzubika min syarrihaa, wasyarrimaa jabaltahaa ‘alaihi.”

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan perempuan dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kejelekan perempuan atau budak ini dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya.”

    5. Doa Pengantin Mohon Keturunan

    وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ

    Arab-Latin: Wa zakariyyā iż nādā rabbahụ rabbi lā tażarnī fardaw wa anta khairul-wāriṡīn

    Artinya: Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.”

    6. Doa untuk Pengantin dari Rasulullah SAW

    Mengutip hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW mendoakan untuk pengantin yang baru menikah sebagai berikut.

    بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Artinya: “Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, serta semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR Abu Dawud)

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Pengantin Baru setelah Ijab Kabul Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Pernikahan merupakan salah satu ibadah yang bernilai pahala besar dalam Islam. Agar pernikahan senantiasa diberi keberkahan, setelah akad nikah muslim dapat mengamalkan doa pengantin baru berikut.

    Anjuran untuk melakukan pernikahan juga telah dijelaskan di dalam surah An Nur ayat 32. Allah SWT berfirman,

    وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ


    Artinya: “Nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu, baik laki-laki maupun perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

    Menurut Tafsir Tahlili Kementerian Agama (Kemenag RI), ayat tersebut juga menjelaskan jika ada pasangan yang mengalami masalah finansial saat ingin menikah maka hal tersebut jangan menjadi alasan untuk mengurungkan pernikahan. Asalkan ada niat yang kuat untuk menikah, niscaya Allah SWT akan membukakan pengantin baru tersebut pintu rezeki yang halal, baik, dan memberikan kepadanya karunia dan rahmat-Nya.

    Dijelaskan juga dalam buku Menjadi Kaya Dengan Menikah karya Abu Fida’ Abdur Rafi’, Rasulullah SAW menganjurkan untuk menikah di dalam sebuah hadits yang berbunyi, “Menikah itu sunnahku. Siapa yang tidak mengamalkan sunnahku, bukan bagian dariku. Menikahlah, karena aku merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan seluruh umat.” (HR Ibnu Majah)

    Seperti yang kita ketahui juga, menjalani kehidupan setelah menikah bukanlah perkara mudah. Sehingga, muncullah ucapan doa dari muslim kepada pengantin baru yakni sakinah (tentram), mawaddah (kasih sayang), warahmah (rahmat).

    Dengan demikian, bagi pasangan suami istri yang akan menjalani bahtera rumah tangga, setelah melaksanakan akad nikah atau ijab kabul dapat membaca doa bagi pengantin baru berikut.

    Doa Pengantin Baru setelah Ijab Kabul

    Diambil dari buku Kumpulan Doa dan Dzikir Harian Muslim karya Cut Mardiah dan Olivia Octaviana, berikut bacaan doa pengantin baru ketika akad nikah.

    بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ

    Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khairin

    Artinya: “Mudah-mudahan Allah memberkahi engkau dalam segala hal (yang baik) dan mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan”

    Selain doa tersebut, dikutip dari buku Tiket Ke Surga (Doa-doa Mustajab) karya Abdul Majid dan Isfa’udin, terdapat bacaan doa pengantin baru lainnya. Adapun bacaan doanya sebagai berikut.

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ ، وَأَعُوْذَ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

    Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.

    Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.

    Doa tersebut dapat dibaca bagi para pengantin yang baru saja melaksanakan pernikahan. Hal ini dilakukan supaya mendapatkan perlindungan dari segala sesuatu yang bakal terjadi yang datang dari istri atau suami, maupun cobaan-cobaan yang diberikan Allah SWT terhadap pengantin baru.

    Membaca doa ini bisa dilakukan setiap saat ketika masih menjadi pengantin baru maupun tidak dan lebih utama dibaca ketika selesai salat fardhu maupun salat sunnah lainnya.

    Salat Sunah Dua Rakaat setelah Akad Nikah

    Salat sunnah setelah nikah merupakan salat sunnah yang dikerjakan setelah akad nikah berlangsung atau sebelum berhubungan suami istri. Jumlah rakaat salat sunnah setelah nikah ini adalah 2 rakaat.

    Adapun dalil anjuran salat sunah ini sebagai yang diriwayatkan Abu Usaid berkata, “Saya menikah ketika saya masih menjadi budak. Saya mengundang beberapa orang sahabat Nabi SAW di antara Ibn Mas’ud, Abu Dzar dan Huzaifah. Saya melakukan salat lalu Abu Dzar berjalan untuk maju.”

    Kemudian mereka berkata, “Engkau sajalah, apakah mesti begitu?” Mereka menyahut, “Ya,” Lalu, Abu Usaid maju mengimami mereka padahal ia seorang budak dan berkata,

    “Mereka mengajariku, lalu berkata, ‘Apabila engkau masuk ke tempat istrimu salatlah dua rakaat kemudian memohon kepada Allah dari orang yang engkau masuk dan berlindunglah kepada-Nya dari keburukan yang terdapat pada dirinya, seterusnya adalah urusanmu dan istrimu’.” (HR Abu Bakar bin Abu Syaibah)

    Nasrul Umam Syafi’i Lukman Hakim dalam bukunya yang berjudul Shalat Sunnah Hikmah & Tuntunan Praktis, menjelaskan tata cara salat sunah setelah akad nikah.

    Tata Cara Salat Sunnah 2 Rakaat setelah Akad Nikah

    1. Dilakukan setelah akad nikah atau sebelum berhubungan dengan istri.
    2. Dua rakaat seperti salat sunnah pada umumnya.
    3. Adapun gerakan dan bacaan dalam salat sunnah ini sama dengan shalat sunnah yang lain; ruku’, i’tidal, sujud dan tasyahud.
    4. Adapun niatnya yang dapat dibaca sebagai berikut,

    أُصَلَّى سُنَّةَ النِكَاحِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِي لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ

    Ushalli sunnatannikaahi rak’ataini ba’diatan lilllahi ta’allaa, Allahu Akbar.

    Artinya : Aku berniat shalat sunnah setelah nikah dua rakaat karena Allah Ta’alaa, Allah Maha Besar.

    Doa sebelum dan setelah Berhubungan Intim bagi Pengantin Baru

    Sebelum melakukan hubungan intim pada malam pertama, pengantin baru dapat melafalkan doa berikut.

    بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

    Bismillah. Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.”

    Pengantin baru juga dapat membaca doa usai melakukan hubungan intim. Hal ini ditujukan sebagai rasa syukur atas nikmat dan karunia dari Allah SWT.

    بِسْمِ اللهِ الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصَهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيْرًا

    Bismillah. Alhamdulillâhilladzî khala minal mâ’i basyarâ, faja’lahû nasaban wa shahrâ, wa kâna rabbuka qadîrâ.

    Artinya: “Dengan nama Allah, segala puji bagi-Nya yang telah menciptakan manusia dari air, lalu menjadikannya sebagai keturunan dan kekerabatan. Tuhanmu maha kuasa.”

    • Selain membaca doa di atas, Haikal Hassan Baras dalam bukunya yang berjudul Menjadi Suami dan Ayah Hebat, ada adab lainnya saat malam pertama bagi pengantin baru:
    • Memberi salam sebelum masuk ke dalam kamar
    • Bersiwak/menyikat gigi
    • Melakukan salat sunnah bersama istri
    • Bersikap lembut kepada istri
    • Melakukan pemanasan sebelum berjimak
    • Tidak membocorkan rahasia ranjang

    Wallahu a’lam.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com