Tag: perut buncit

  • 7 Kebiasaan Makan yang Tak Disadari Bikin Perut Makin Buncit

    Jakarta

    Lemak di perut atau lemak visceral ternyata tidak hanya disebabkan oleh sumber makanan yang dikonsumsi. Namun, cara makan juga bisa mempengaruhi perut menjadi buncit.

    Mungkin berbagai cara telah dilakukan untuk menghempaskan perut buncit, seperti mengganti menu makanan hingga menghitung kalorinya. Sayangnya, cara itu saja tidak cukup membuat lemak di perut menghilang.

    Ada cara atau kebiasaan makan sehari-hari yang juga perlu diperhatikan demi menghindari perut buncit. Dikutip dari berbagai sumber, berikut tujuh kebiasaan makan yang membuat perut buncit:


    1. Makan sambil main ponsel

    Dikutip dari WebMD, salah satu kebiasaan yang sering dilakukan adalah makan sambil bermain smartphone. Ternyata, kebiasaan ini dapat membuat seseorang tanpa sadar makan secara berlebihan hingga membuat perut membuncit.

    2. Makan larut malam

    Untuk mencegah terbentuknya lemak di perut, sebaiknya tidak makan terlalu larut atau di jam tidur. Maka dari itu, perlu memberikan waktu bagi sistem pencernaan untuk membakar makanan dengan cara makan lebih awal.

    Jika makan larut malam, waktu yang dimiliki tubuh untuk memproses makanan tersebut akan semakin sedikit dan tidak optimal.

    3. Skip makan

    Beberapa orang menganggap tidak makan dapat menurunkan berat badan sekaligus memangkas lemak. Padahal, cara itu akan menimbulkan hasil yang sebaliknya.

    Kebiasaan skip makan, terutama sarapan, bisa meningkatkan risiko obesitas sampai 4,5 kali lipat. Tidak makan bisa memperlambat metabolisme dan memungkinkan seseorang makan berlebihan saat merasa kelaparan.

    4. Makan dengan piring yang besar

    Ternyata ukuran alat makan, seperti piring, dapat berpengaruh pada berat badan. Kebiasaan memakai piring besar membuat seseorang cenderung mengambil makan dalam porsi yang besar, karena terlihat lebih memuaskan.

    Untuk mencegah makan berlebihan, disarankan untuk menggunakan piring yang lebih kecil. Sehingga, porsi makan yang diambil juga kecil dan tetap memuaskan.

    5. Makan terlalu cepat

    Untuk situasi tertentu, makan cepat mungkin diperlukan. Namun, hal ini bukan untuk dijadikan kebiasaan.

    Dikutip dari Orlando Health, otak memerlukan waktu setidaknya 20 menit untuk mencerna pesan yang mengatakan bahwa perut sudah kenyang.

    Saat makan terlalu cepat, membuat sinyal ini kacau dan makan bisa berlebihan. Sebaiknya, kurangi kecepatan makan dan menikmati makanan sambil otak menangkap sinyal kenyang dari perut.

    6. Tidak cukup makan protein atau serat

    Makronutrien seperti serat dan protein membuat perut kenyang lebih lama. Jadi, jika tidak cukup mengkonsumsinya, seseorang mungkin merasa lebih sering lapar.

    Baik protein maupun serat membutuhkan waktu lebih lama untuk melewati sistem pencernaan, dan energi yang dikandungnya diserap lebih lambat. Artinya, seseorang akan tetap berenergi lebih lama setelah makan.

    7. Terlalu banyak kondimen

    Beberapa menu makanan memang akan terasa lebih nikmat dengan banyak kondimen, seperti saus sambal, kecap, saus salad, dan lainnya. Namun, satu sendok kondimen saja dapat menaikkan kalori pada suatu makanan.

    Untuk mencegahnya, disarankan untuk menggunakan lebih sedikit kondimen agar konsumsi kalori tidak berlebihan dan perut tidak semakin buncit.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Dokter Gizi Ungkap Cara Diet Kurangi Perut Buncit Demi Cegah Risiko Kematian Dini


    Jakarta

    Lemak visceral merupakan lemak yang menumpuk di sekitar organ dalam yang dapat memicu perut buncit. Lemak ini dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit serius seperti diabetes tipe dua, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung.

    Pola makan seperti apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi lemak visceral di perut? Spesialis gizi klinik dr Raissa E Djuanda, SpGK menjelaskan secara umum strateginya sama seperti penurunan berat badan pada umumnya.

    Misalnya seperti pola makan sehat meliputi sayur, buah, biji-bijian utuh, protein tanpa lemak, hingga produk susu tanpa lemak. Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan adalah menjaga asupan lemak agar tidak berlebihan.


    “Batasi asupan gula, lemak trans, garam berlebihan. Aktivitas fisik rutin juga setidaknya 30 menit tiap hari,” kata dr Raissa ketika dihubungi detikcom, Jumat (17/5/2025).

    Selain itu, dr Raissa juga menekankan pentingnya istirahat, tidur cukup, dan menghindari begadang. Usahakan tidur 6-8 jam setiap hari.

    Ia juga mengingatkan untuk membatasi konsumsi alkohol yang tinggi gula, mengelola stres dengan baik, dan menjaga asupan air minum yang cukup.

    “Jangan lupa untuk selalu rutin menimbang berat badan dan mengukur lingkar pinggang agar bisa menjadi perhatian jika terjadi peningkatan, harus segera diturunkan hingga batas normal kembali,” tandasnya.

    Penting untuk memilih pola makan sehat, tapi tetap menyenangkan. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga diet sehat yang lebih berkelanjutan dan bisa dilakukan terus menerus.

    Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan untuk menghambat dan mengurangi lemak visceral dalam tubuh:

    • Minuman dengan gula tambahan
    • Gorengan
    • Makanan bersantan
    • Nasi
    • Pasta
    • Roti
    • Jeroan
    • Daging tinggi lemak
    • Permen
    • Kue
    • Alkohol

    (avk/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Nggak Perlu Obat Pelangsing, 9 Cara Ini Terbukti Ampuh Hempaskan Perut Buncit

    Jakarta

    Banyak orang mendambakan berat badan ideal dan perut yang ramping. Tak heran, timbunan lemak di perut memang seringkali bikin nggak pede dan serba nggak nyaman saat beraktivitas.

    Nyatanya, upaya menurunkan berat badan tak selalu harus dengan mengkonsumsi obat diet. Ada sejumlah cara simpel dan efektif yang bisa dicoba untuk menurunkan berat badan sekaligus memangkas timbunan lemak di perut.

    Efektif dan ada penelitiannya, berikut adalah 9 cara alami untuk menurunkan berat badan dan menghempaskan lemak di perut:


    1. Puasa intermiten

    Intermitten fasting (IF) adalah metode diet dengan berpuasa. Artinya dengan metode ini, seseorang membatasi waktu makan dalam sehari, misalnya terhitung selama 8 jam sejak pukul 10 pagi hingga 6 sore.

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa intermiten jangka pendek hingga 26 minggu sama efektifnya untuk menurunkan berat badan seperti mengikuti diet rendah kalori setiap hari.

    Metode puasa intermiten yang paling umum adalah sebagai berikut:

    • Alternate Day Fasting (ADF): berpuasa setiap dua hari sekali dan makan makanan biasa pada hari-hari tidak berpuasa. Versi ini dapat dimodifikasikan dengan makan hanya 25 hingga 30 persen dari kebutuhan energi tubuh pada hari puasa.
    • Diet 5:2 : Berpuasa selama 2 hari dalam seminggu. Pada hari-hari puasa, makanlah 500 hingga 600 kalori
    • Metode 16/8: Berpuasa selama 16 jam dan makan hanya selama 8 jam.

    Untuk sebagian besar orang, jendela waktu 8 jam ini bisa dimulai sekitar pukul 12 siang hingga pukul 8 malam. Studi tentang metode ini menemukan bahwa makan dalam periode terbatas membuat peserta mengonsumsi lebih sedikit kalori dan mengurangi berat badan.

    Penting untuk mengadopsi pola makan sehat pada hari-hari tanpa puasa dan menghindari makan berlebihan.

    2. Memantau pola makan dan olahraga

    Jika seseorang ingin menurunkan berat badan, penting untuk menyadari apa yang mereka makan dan minum setiap hari. Salah satu cara untuk melakukannya adalah mencatatnya dalam jurnal atau menggunakan pelacak makanan online.

    Penelitian menunjukkan bahwa memantau diet dan olahraga dapat membantu dalam penurunan berat badan karena hal ini mendorong perubahan perilaku dan meningkatkan motivasi.

    Selain itu, suatu studi juga menemukan bahwa pencatatan aktivitas fisik secara konsisten membantu dalam penurunan berat badan.

    3. Mindful Eating

    Dengan makan penuh perhatian (mindful eating), seseorang memperhatikan cara dan tempat di mana mereka makan. Praktik ini dapat membantu orang menikmati makanan yang mereka konsumsi dan dapat membantu dalam mendukung penurunan berat badan.

    Kebanyakan orang menjalani kehidupan yang sibuk, seperti makan sambil bekerja atau sambil menonton TV. Akibatnya, banyak orang hampir tidak menyadari makanan yang mereka konsumsi.

    Berikut adalah beberapa cara untuk makan dengan penuh perhatian:

    • Makan sambil duduk di meja makan
    • Hindari distraksi saat makan
    • Makan secara perlahan
    • Memilih menu makanan dengan pertimbangan

    4. Mengonsumsi protein saat makan

    Protein dapat mengatur hormon-hormon nafsu makan untuk membantu seseorang merasa kenyang. Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan hormon lapar ghrelin dan peningkatan hormon kenyang seperti peptide YY, GLP-1, dan kolesistokinin.

    Penelitian pada orang dewasa muda juga menunjukkan bahwa efek hormon dari mengonsumsi sarapan tinggi protein dapat bertahan selama beberapa jam.

    Pilihan baik untuk sarapan tinggi protein meliputi telur, oatmeal, mentega kacang dan biji-bijian, bubur quinoa, sarden, dan puding biji chia.

    5. Memangkas konsumsi gula dan karbohidrat olahan

    Gula dan karbohidrat olahan adalah jenis makanan yang dicerna dan diubah menjadi glukosa dengan cepat. Kelebihan glukosa masuk ke dalam darah dan memicu hormon insulin yang mendorong penyimpanan lemak di jaringan adiposa. Hal ini menyebabkan penambahan berat badan.

    Gantilah makanan yang sangat diproses dan tinggi gula dengan pilihan yang lebih kaya nutrisi. Pilihan penggantian makanan yang baik meliputi:

    • Beras, roti, dan pasta dari biji-bijian utuh sebagai pengganti versi putihnya.
    • Buah, kacang, dan biji-bijian sebagai pengganti camilan tinggi gula.
    • Teh herbal dan air infus buah sebagai pengganti minuman bersoda tinggi gula.
    • Smoothie dengan air atau susu sebagai pengganti jus buah.

    6. Mengonsumsi banyak serat

    Mengonsumsi banyak serat dapat meningkatkan rasa kenyang sehingga dapat membantu dalam penurunan berat badan.

    Makanan kaya serat meliputi buah dan sayuran, kacang-kacangan, serta biji-bijian.

    7. Menyeimbangkan bakteri usus

    Usus menampung sejumlah besar dan beragam mikroorganisme, termasuk sekitar 39 triliun bakteri.

    Setiap individu memiliki jenis dan jumlah bakteri yang berbeda dalam usus mereka. Beberapa jenis bakteri dapat menyebabkan penumpukan lemak dan penambahan berat badan. Sedangkan jenis lainnya bersifat baik sehingga dapat melancarkan pencernaan.

    Beberapa makanan yang dapat meningkatkan jumlah bakteri usus baik termasuk sayuran, makanan fermentasi, dan makanan prebiotik.

    8. Tidur malam yang berkualitas

    Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa tidur kurang dari 5-6 jam per malam berkaitan dengan peningkatan kejadian obesitas. Ada beberapa alasan di balik temuan ini.

    Penelitian menemukan bahwa tidur yang tidak mencukupi atau berkualitas buruk dapat memperlambat proses di mana tubuh mengubah kalori menjadi energi, yang disebut metabolisme. Ketika metabolisme kurang efektif, tubuh dapat menyimpan energi yang tidak digunakan sebagai lemak.

    Selain itu, tidur yang buruk dapat mempromosikan resistensi insulin dan meningkatkan kadar kortisol, yang juga mempromosikan penyimpanan lemak.

    Beberapa lama seseorang tidur juga mempengaruhi regulasi hormon pengontrol nafsu makan, yakni leptin dan ghrelin.

    9. Mengelola stres

    Stres memicu pelepasan hormon seperti adrenalin dan kortisol. Ketika orang berada di bawah tekanan konstan, kortisol dapat berada di aliran darah lebih lama sehingga meningkatkan nafsu makan. Walhasil, seseorang akan makan lebih banyak.

    Studi menemukan bahwa menerapkan program manajemen stres selama 8 minggu bersamaan dengan diet rendah kalori menghasilkan penurunan yang signifikan dalam indeks massa tubuh (BMI) anak-anak dan remaja yang kelebihan berat badan atau mengalami obesitas.

    Beberapa metode untuk mengelola stres meliputi:

    • Yoga, meditasi, atau tai chi
    • Teknik pernapasan dan relaksasi
    • Menghabiskan waktu di luar rumah, seperti berjalan kaki sore atau berkebun.

    (vyp/vyp)



    Sumber : health.detik.com

  • Perut Buncit Lenyap! Konsumsi 7 Minuman Ini Sebelum Sarapan


    Jakarta

    Perut buncit mengganggu kesehatan dan tentu saja penampilan. Untuk menyingkirkannya, kamu bisa rutin mengonsumsi 7 minuman ini sebelum sarapan.

    Perut buncit salah satunya dipicu akibat penumpukan lemak pada bagian tengah perut. Kondisi ini tak hanya mengganggu penampilan, tapi juga mengindikasikan adanya risiko kesehatan.

    Misalnya, sejumlah penelitian menemukan kaitan kuat antara perut buncit dengan penyakit kronis seperti masalah kardiovaskular dan diabetes.


    Untuk itu, penting bagi Anda menjaga lingkar perut tetap ideal agar sehat. Caranya dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang tepat.

    Pada pagi hari, konsumsi 7 minuman berikut sebelum sarapan bisa membantu menyingkirkan perut buncit. Ini daftarnya:

    1. Teh hijau
    Minuman pengusir perut buncit yang pertama adalah teh hijau yang punya kemampuan meningkatkan metabolisme.

    Kandungan katekin EGCG dalam teh hijau mampu mempercepat pembakaran kalori dan lemak.

    2. Air cuka apel

    apple vinegar in glass pitcher and ripe fresh apples on wooden table outdoorsapple vinegar in glass pitcher and ripe fresh apples on wooden table outdoors Foto: Getty Images/iStockphoto/Alter_photo


    Minuman untuk menurunkan berat badan berikutnya adalah campuran air dan cuka apel. Campuran ini mampu menekan rasa lapar dan meningkatkan metabolisme.

    Mengutip Times of India, asam asetat pada cuka apel dapat meningkatkan pembakaran lemak dan menurunkan kadar simpanan lemak di perut.

    Konsumsi 1-2 sdm cuka apel dan campurkan dengan segelas air hangat. Minum air cuka apel dalam kondisi perut kosong.

    3. Air lemon dan madu
    Selain memberikan antioksidan, segelas air lemon dan madu di pagi hari dapat membantu proses pembakaran lemak sekaligus mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

    Campur beberapa iris lemon dalam air hangat. Berikan madu sebagai penambah rasa.

    Konsumsi air lemon dan madu setidaknya 20 menit sebelum sarapan.

    4. Jus lidah buaya

    Healthy Aloe vera juice in a mason jar glass. Top view scene on a wooden paddle board.Healthy Aloe vera juice in a mason jar glass. Top view scene on a wooden paddle board. Foto: iStock

    Jus lidah buaya mampu meningkatkan metabolisme dan membakar lemak perut jika dikonsumsi rutin setiap pagi.

    Sifat detoksifikasi alami yang dimiliki lidah buaya juga membantu mengeluarkan racun dari tubuh.

    5. Jamu kunyit asam
    Konsumsi jamu kunyit asam di pagi hari mampu membantu proses pembakaran lemak perut. Senyawa kurkumin pada kunyit punya potensi untuk memetabolisme lemak.

    6. Teh peppermint
    Selain aromanya yang segar, kandungan mentol pada daun mint juga membantu mengendurkan otot-otot saluran cerna.

    Teh peppermint bisa mendukung penurunan berat badan dan mengusir perut buncit. Minuman ini juga mampu menekan nafsu makan hingga mengurangi asupan kalori.

    7. Teh jahe
    Sifat thermogenic yang dimiliki membuat jahe punya potensi untuk meningkatkan pembakaran lemak, meregulasi rasa lapar, dan mempercepat metabolisme.

    Anda bisa menjadi teh jahe sebagai minuman pengusir perut buncit yang cocok diminum rutin di pagi hari.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Konsumsi 7 Minuman Pengusir Perut Buncit Ini Sebelum Sarapan” https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20241008102519-262-1152777/konsumsi-7-minuman-pengusir-perut-buncit-ini-sebelum-sarapan

    (sob/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold

  • Hindari Konsumsi 6 Makanan yang Bikin Perut Buncit Ini


    Jakarta

    Perut buncit tak hanya karena kelebihan berat badan, tapi juga konsumsi makanan yang tidak tepat. Contohnya akibat konsumsi berlebih 6 makanan ini!

    Salah satu masalah yang dapat memengaruhi penampilan seseorang adalah perut buncit. Tampilan perut yang membesar ini sangat mungkin menurunkan kepercayaan diri. Perut buncit dapat disebabkan berbagai faktor, seperti penumpukan lemak, gas, cairan, atau feses.

    Melansir Food NDTV (31/3/2025), pilihan makanan juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab perut buncit. Ahli gizi LogaPritika Srinivasan membagikan beberapa makanan yang sebaiknya dihindari agar perut tidak membuncit pada akun Instagram @fitmom.club.


    Dalam videonya, LogaPritka mengatakan ada 6 makanan yang dapat menyebabkan perut buncit jika dikonsumsi terus menerus. Apalagi jika keenam makanan itu dikonsumsi lewat dari pukul 6 sore.

    Berikut 6 makanan yang dapat menyebabkan perut buncit:

    1. Makanan Manis

    Last Crumb, Cookies Viral di LA yang Harganya hingga Rp 4,6 Jutailustrasi cookies Foto: Instagram/lastcrumb

    Makanan manis seperti ragam dessert diketahui mengandung gula yang tinggi. Itu berarti kalori yang terkandung di dalam kue, cookies, dan lainnya juga banyak.

    Kalori pada makanan manis itu dapat menyebabkan penumpukan lemak di perut. Akibatnya, berat badan bertambah dan kondisi perut membuncit.

    Misalnya pada satu keping cookies mengandung kalori sebanyak 95 kcal, seperti dikutip dari Verywell Fit. Kebanyakan orang tak mungkin hanya menikmati 1 keping saja, pasti menambah 2-3 keping atau lebih.

    2. Makanan Tinggi Protein

    Protein sebenarnya baik untuk kesehatan tubuh, tetapi bisa menimbulkan masalah perut buncit jika waktu mengonsumsinya salah. Makanan tinggi protein berupa daging merah sebaiknya dihindari pada malam hari.

    Ini karena protein tinggi pada daging merah biasanya sulit dicerna. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan perut saat tidur. Jenis protein yang disarankan adalah dada ayam dan telur yang lebih ringan.

    3. Minuman Berkarbonasi

    Minuman berkarbonasi juga sebaiknya dihindari agar perut tidak buncit. Apalagi jika waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore.

    Contoh minuman berkarbonasi adalah soda, bir, dan lainnya. Minuman tersebut diketahui dapat menyebabkan gas, kembung, juga penambahan lemak karena kandungan gulanya yang tinggi.

    4. Produk Susu

    5 Produk Olahan Susu Ini Cocok Dikonsumsi saat DietProduk Olahan Susu Foto: Getty Images/alvarez

    LogaPritka juga menyarankan untuk menghindari konsumsi produk susu setelah pukul 6 sore. Semua produk susu, termasuk susu full cream, keju, yogurt, dan lainnya.

    Pencernaan produk olahan susu cukup membebani perut dan dapat menyebabkan kembung serta masalah pencernaan. Jika ingin mengonsumsinya, atur waktunya pada pagi atau siang hari.

    5. Karbohidrat Olahan

    Makanan yang mengandung karbohidrat tinggi juga sebaiknya dihindari konsumsinya setelah lewat pukul 6 sore. Ini berlaku untuk semua jenis karbohidrat, seperti nasi, pasta, roti, dan lainnya.

    Karbohidrat tinggi dapat menyebabkan lonjakan insulin. Selain itu, dapat menyebabkan penumpukan lemak perut yang membuat perut menjadi buncit.

    6. Gorengan

    Gorengan juga termasuk makanan yang patut dihindari agar masalah perut buncit teratasi. Semua jenis gorengan, termasuk tempe mendoan, tahu isi, kentang goreng, ayam crispy, dan lainnya.

    LogaPritka mengatakan bahwa gorengan mengandung kalori yang tinggi. Proses pencernaannya dapat memperlambat proses metabolisme tubuh yang menyebabkan penumpukan lemak perut berlebihan.

    (yms/yms)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Anna Pelzer

  • Waspada! 7 Cara Makan Ini Bisa Bikin Perut Buncit


    Jakarta

    Perut buncit pastinya dihindari setiap orang. Agar tak terjadi penumpukan lemak di perut ini, waspadai cara makan tak sehat yang memicu kemunculannya.

    Perut buncit bisa diatasi dengan mengatur pola makan, seperti membatasi asupan kalori harian dan menghindari makanan berlemak. Namun, Tak hanya jenis makanannya, cara makan juga memengaruhi kemunculan perut buncit.

    Hindari makan dengan distraksi, makan tidak tepat waktu, hingga menambahkan banyak bahan tinggi kalori. Berikut 7 cara makan yang memicu perut buncit:


    1. Makan sambil main ponsel

    Siapa yang sering makan sembari ditemani ponsel? Tayangan video, buka media sosial, dan aktivitas lain lewat ponsel kerap menemani bersantap.

    Akibatnya, perhatian Anda tidak sepenuhnya tertuju pada makanan dan berisiko makan berlebihan.

    2. Makan terlalu cepat

    tips makan sahur agar tidak cepat laparFoto: istock

    Sebagian orang melihat makan dengan cepat adalah suatu kemampuan yang perlu dikuasai.

    Untuk situasi tertentu, Anda memang perlu makan agak cepat dari biasanya. Tapi, hal ini bukan untuk dijadikan kebiasaan.

    Otak perlu waktu setidaknya 20 menit untuk mencerna pesan yang mengatakan bahwa perut sudah kenyang. Makan terlalu cepat membuat sinyal ini kacau dan makan bisa berlebihan.

    Sebaiknya turunkan kecepatan makan dan nikmati makanan sembari otak menangkap sinyal kenyang dari perut.

    3. Makan larut malam

    Jam tidur sebaiknya tidak digunakan untuk makan. Mengutip dari WebMD, Anda perlu memberikan waktu bagi sistem pencernaan untuk membakar makanan dengan makan lebih awal.

    Semakin larut Anda bersantap, semakin sedikit waktu yang dimiliki tubuh untuk menggunakannya.

    4. Melewatkan waktu makan

    Alarm clock with IF (Intermittent Fasting) 16 and 8 diet rule and weight loss concept.-Diet plan conceptFoto: Getty Images/Sasithorn Phuapankasemsuk

    Orang menganggap tidak makan sama dengan menurunkan berat badan sekaligus memangkas lemak. Padahal, justru usaha ini menimbulkan hasil sebaliknya.

    Kebiasaan tidak sarapan bisa meningkatkan risiko obesitas sampai 4,5 kali lipat. Tidak makan bisa memperlambat metabolisme dan memungkinkan Anda makan berlebihan saat kelaparan.

    5. Pakai piring besar

    Penggunaan alat makan memengaruhi lemak perut. Kebiasaan memakai piring besar membuat Anda cenderung mengambil makan dalam porsi besar karena terlihat lebih memuaskan.

    Sebaiknya pakai piring kecil sehingga porsi makan juga kecil, tapi tetap terlihat memuaskan.

    6. Santap selama pesta

    Sebelum Pesta Makan Rombongan di Restoran, Siapkan Hal Penting IniFoto: Getty Images/ Edwin Tan

    Bersantap dalam acara pesta atau kumpul-kumpul, cenderung membuat orang makan tanpa perhitungan. Alhasil asupan makan berlebih dan bisa memicu perut buncit.

    7. Terlalu banyak kondimen

    Beberapa menu makanan memang bakal lebih nikmat dengan kondimen seperti saus sambal, kecap, saus salad, dan lainnya. Menukil laman Orlando Health, satu sendok kondimen saja bisa menaikkan kalori pada suatu makanan.

    Gunakan lebih sedikit kondimen agar konsumsi kalori tidak berlebihan dan perut tidak makin buncit.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Ternyata, 7 Cara Makan Seperti Ini Bisa Bikin Perut Buncit

    (adr/adr)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Anna Pelzer

  • Lakukan 7 Cara Ini untuk Cegah Perut Buncit dan Bergelambir

    Jakarta

    Perut buncit disebabkan oleh penumpukan lemak berlebih. Lemak yang dibiarkan menumpuk di perut, dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung.

    Di sisi lain, perut buncit cukup mengganggu penampilan bagi sebagian orang. Kepercayaan diri mereka bahkan bisa menurun akibat perut melebar yang identik bergelambir itu. Jika tak ingin perut membuncit, ada sejumlah cara mudah yang dapat dilakukan. Apa saja?

    Cara Mencegah Perut Buncit

    Ada berbagai cara yang bisa dilakukan agar perut tidak buncit. Dilansir Healthline, berikut beberapa cara cegah perut buncit:


    1. Makan Menggunakan Piring Kecil

    Makan dengan piring kecil dapat mencegah perut buncit. Hal ini karena penggunaan piring kecil dapat mengelabui otak sehingga membuat porsi hidangan terlihat penuh dan banyak padahal hanya makan sedikit.

    Sebaliknya, piring besar membuat porsi makan terlihat sedikit sehingga mendorong untuk mengambil lebih banyak makanan.

    2. Konsumsi Makanan Tinggi Serat

    Makanan tinggi serat terutama serat larut cegah penumpukan lemak di perut. Serat larut menyerap air dan membentuk gel yang bantu memperlambat makanan saat melalui sistem pencernaan. Jenis serat ini membuat kenyang lebih lama sehingga makan berikutnya akan lebih sedikit.

    Serat larut banyak terkandung dalam kacang polong, buncis, brokoli, apel, jeruk, dan wortel.

    3. Perbanyak Asupan Protein

    Konsumsi protein tinggi meningkatkan pelepasan hormon peptida YY sehingga nafsu makan menurun, asupan minim, dan rasa lapar berkurang. Menurut penelitian, orang yang makan lebih banyak protein cenderung memiliki lebih sedikit lemak perut dibandingkan mereka yang konsumsi rendah protein.

    Makanan kaya protein seperti daging, ikan, telur, susu, dan kacang polong. Jadi, jangan lupa sertakan sumber protein di setiap makan, ya.

    4. Konsumsi Probiotik

    Probiotik bantu mengurangi perut buncit pada sebagian orang dengan kandungan bakteri baiknya yang dukung kesehatan usus. Probiotik cegah pertumbuhan organisme berbahaya, memperkuat usus, dan memulihkan bakteri sehat setelah terkena penyakit atau penggunaan antibiotik.

    Probiotik dapat ditemukan pada makanan fermentasi seperti yogurt, asinan, kimchi, dan kefir. Bisa juga diperoleh dari suplemen probiotik yang dapat dibeli di apotek.

    Sebagian orang menyarankan konsumsi probiotik saat perut kosong, sekitar 30 menit sebelum makan. Sementara lainnya mengatakan probiotik bagus disantap bersama makanan lain. Meski begitu, konsisten dalam mengkonsumsi probiotik lebih penting daripada perdebatan kapan waktu yang tepat memakannya.

    5. Hindari Makanan Manis dan Berlemak Trans

    Makanan minuman manis serta berlemak trans dapat menyebabkan penumpukan lemak di perut. Selain itu, asupan lemak dan gula dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes jika dikonsumsi berlebihan.

    Sebab itu, batasi kalau bisa hindari makanan minuman manis dan berlemak trans agar perut tidak buncit dan berat badan naik.

    6. Aktif Bergerak

    Aktif bergerak di sini bisa berupa rutin berolahraga atau meningkatkan aktivitas harian yang bantu membakar kalori secara menyeluruh. Dengan begitu, lemak di tubuh hilang, otot menguat, tubuh lebih segar, bahkan berat badan menurun.

    Olahraga yang bisa dilakukan seperti berjalan kaki, lari, bersepeda, naik turun tangga, maupun workout.

    7. Kelola Stres dengan Baik

    Stres dapat membuat perut menjadi buncit dengan memicu kelenjar adrenal menghasilkan hormon kortisol. Kortisol yang tinggi meningkatkan nafsu makan dan mendorong lemak menumpuk di perut.

    Kelola stres dengan melakukan aktivitas yang disukai sehingga mampu meredakannya seperti yoga, membaca buku, atau membuat tulisan diari.

    Nah, itu tadi sederet cara agar perut buncit tidak buncit yang dapat dilakukan

    (row/row)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Lily Banse

  • 8 Cara Ini Mampu Kecilkan Perut Buncit Tanpa Harus Diet Ekstrem

    Jakarta

    Memiliki perut buncit membuat sebagian orang jadi tidak percaya diri. Hal itu umumnya disebabkan oleh penumpukan lemak di bagian perut. Lemak yang menumpuk tersebut bisa disebabkan oleh pola makan tidak sehat atau kurang aktivitas fisik.

    Meski begitu, perut buncit dapat dihilangkan dengan mudah tanpa harus menjalani diet ekstrem. Sebab, diet ekstrem juga tidak baik untuk kesehatan dan justru memicu sejumlah penyakit, seperti malnutrisi hingga menurunnya sistem imun tubuh.

    Lantas, bagaimana cara mengecilkan perut buncit? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Cara Mengecilkan Perut Buncit

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengecilkan perut buncit tanpa harus diet ekstrem. Dilansir laman Medical News Today dan Healthline, berikut sejumlah caranya:

    1. Kurangi Minuman Manis

    Mengkonsumsi minuman manis memang begitu nikmat di mulut. Namun, terlalu sering mengkonsumsinya dapat menyebabkan berat badan naik.

    Sebab, terlalu banyak mengkonsumsi gula dapat meningkatkan asupan kalori tanpa memberikan rasa kenyang yang berkelanjutan. Selain itu, konsumsi gula berlebih juga memicu peningkatan kadar gula dan insulin.

    Meski begitu, sah-sah saja jika ingin mengkonsumsi minuman yang manis karena dapat meningkatkan mood. Tetapi, jangan terlalu sering dan batasi jumlah gulanya.

    2. Konsumsi Makanan Berkalori Rendah

    Selain mengurangi konsumsi gula, kurangi juga makanan yang berkalori tinggi. Agar perut buncit cepat kempis, cobalah untuk mengkonsumsi makanan yang jumlah kalorinya lebih sedikit daripada yang dibakar tubuh.

    Ketika mengkonsumsi makanan lebih sedikit kalori daripada yang dibutuhkan oleh tubuh, hal ini menciptakan defisit kalori. Kondisi tersebut memaksa tubuh untuk menggunakan cadangan energi yang tersimpan, yang sering kali berasal dari lemak, untuk memenuhi kebutuhan energinya.

    Jika terus mempertahankan defisit kalori lewat kombinasi diet dan aktivitas fisik yang teratur, secara perlahan lemak di perut bisa berkurang dan perut buncit bisa hilang.

    3. Pola Makan Seimbang

    Menerapkan pola makan yang seimbang juga penting dilakukan untuk mengecilkan perut buncit. Selain mengkonsumsi makanan rendah kalori, imbangi juga dengan makanan yang mengandung serat tinggi karena dapat mengendalikan nafsu makan, sehingga menimbulkan efek kenyang lebih lama.

    Kurangi juga konsumsi makanan yang digoreng atau dibakar. Sebaiknya perbanyak makan-makanan sehat, seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, dan putih telur. Hal ini agar tubuh memperoleh gizi yang seimbang dari karbohidrat, protein, dan vitamin.

    4. Pilih Makanan yang Mengandung Lemak Sehat

    Cukup banyak makanan yang mengandung lemak tinggi tapi tetap sehat, seperti alpukat, almond, kenari, hingga berbagai jenis ikan seperti salmon, sarden, serta trout.

    Mengkonsumsi makanan lemak sehat dapat membantu mengurangi lemak tubuh secara menyeluruh. Soalnya, lemak sehat merupakan bagian penting dalam proses mengecilkan perut buncit.

    Selain itu, lemak sehat juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan penyerapan nutrisi, dan memberikan efek kenyang yang lebih lama.

    5. Mengunyah Makanan dengan Perlahan

    Tak hanya soal kandungan gizinya saja, tetapi cara makannya juga harus diperhatikan. Disarankan untuk mengunyah makanan secara perlahan sampai lembut, baru setelah itu ditelan.

    Cara tersebut dilakukan agar makanan yang masuk ke lambung dapat dicerna dengan sempurna. Selain itu, mengunyah makanan sampai lembut juga turut memberikan efek kenyang lebih lama. Soalnya, otak juga membutuhkan waktu dalam memproses bahwa kamu sudah cukup makan.

    6. Selalu Sarapan

    Banyak orang yang memilih tidak sarapan agar berat badan bisa cepat turun sekaligus menghilangkan perut buncit. Padahal, cara tersebut salah.

    Justru, sarapan menjadi sangat penting dalam menurunkan berat badan. Hal ini karena sarapan dapat membantu tubuh dalam mengontrol porsi makan siang agar tidak berlebihan.

    Oh ya, pilih makanan yang sehat, bergizi, dan mengeyangkan ketika sarapan, seperti jus buah segar, buah potong, putih telur, atau susu murni.

    7. Rutin Olahraga

    Selain mengkonsumsi makanan sehat, dianjurkan juga untuk rutin berolahraga demi mengecilkan perut buncit. Olahraga merupakan salah satu cara yang efektif untuk membakar lemak tubuh secara menyeluruh, termasuk di sekitar perut.

    Beberapa jenis olahraga yang dapat membakar lemak perut secara efektif di antaranya jogging, bersepeda, atau kardio. Untuk hasil yang maksimal, lakukan secara rutin minimal dua kali dalam seminggu.

    Selain itu, latihan kekuatan atau resistance training juga penting, seperti angkat beban atau latihan body weight. Cara ini dapat membantu membangun otot dan meningkatkan metabolisme tubuh dalam jangka panjang.

    8. Hindari Stres

    Stres bisa jadi pemicu berat badan bertambah sekaligus menyebabkan perut buncit, lho. Soalnya, stres dapat meningkatkan produksi hormon kortisol.

    Jika hormon kortisol tidak terkendali, hal itu bisa meningkatkan tekanan darah serta kadar gula dalam darah, yang mana bisa memicu penyakit diabetes.

    Oleh sebab itu, disarankan untuk mengelola stres sebaik mungkin demi menjaga kesehatan fisik dan mental. Cara mudah untuk menghilangkan stres bisa melakukan yoga atau meditasi.

    Jadi, mengecilkan perut buncit bisa dilakukan dengan mudah tanpa harus diet ekstrem hingga menyiksa diri. Lakukan cara di atas secara perlahan dan tetap konsisten agar hasilnya maksimal.

    (ilf/inf)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Brooke Lark

  • 5 Ramuan Herbal Ini Efektif Usir Perut Buncit, Mudah Didapat!


    Jakarta

    Penumpukan lemak perut yang bikin perut buncit tentu mengganggu penampilan. Untuk mengatasinya, coba konsumsi lima ramuan herbal berbahan jahe hingga jintan ini.

    Perut buncit atau yang dikenal juga dengan istilah obesitas sentral umumnya disebabkan oleh penumpukan lemak. Penyebabnya adalah konsumsi karbohidrat, kolesterol, hingga lemak dalam jumlah yang tinggi tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup.

    Olahraga-olahraga tertentu seperti sit-up memang bisa jadi salah satu cara menghilangkan lemak dalam perut. Namun, itu saja tak cukup. Anda perlu mengimbanginya dengan mengatur apa yang dikonsumsi.


    Ada beberapa ramuan herbal untuk mengecilkan perut buncit. Ramuan-ramuan tersebut dapat Anda buat di rumah dengan mudah.

    Berikut 5 ramuan herbal yang efektif singkirkan lemak perut:

    1. Air jahe

    manfaat minum air jahe saat perut kosongmanfaat minum air jahe saat perut kosong Foto: Istimewa

    Jahe adalah rempah-rempah kaya manfaat. Salah satu manfaatnya adalah menghilangkan lemak di perut. Pasalnya, jahe yang direbus dan diminum airnya bisa meningkatkan metabolisme sehingga membuat lemak bisa luruh dengan mudah.

    2. Teh rosella

    Hibiscus atau rosella yang dibuat menjadi teh juga efektif menghilangkan lemak perut. Bunga rosella yang dikeringkan kemudian diseduh dengan air hangat selain enak juga bisa membuat perut langsing.

    3. Teh jintan

    Bubuk jintan bisa membantu mengurangi indeks massa tubuh. Rutin mengonsumsi ramuan ini bisa membuat lingkar perut lebih kecil dan perut buncit kembali rata.

    4. Air lemon

    Efek Minum Air Lemon Secara RutinEfek Minum Air Lemon Secara Rutin Foto: Getty Images/iStockphoto

    Campuran perasan jeruk lemon dengan air putih hangat bisa membuat perut kembali rata. Hal ini karena kandungan antioksidan dan vitamin C pada ramuan ini bisa meningkatkan metabolisme dan daya tahan tubuh.

    5. Sari cuka apel

    Cuka sari apel juga bagus untuk menghilangkan perut buncit. Kandungan asam asetat dalam ramuan ini bisa merangsang penurunan berat badan sekaligus menurunkan kadar insulin dan langsung membuat metabolisme tubuh lebih lancar.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Konsumsi 5 Ramuan Herbal Ini untuk Menghilangkan Lemak Perut”

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Perut Buncit? Konsumsi 10 Buah Ampuh Pembakar Lemak Perut Ini


    Jakarta

    Perut buncit jadi masalah banyak orang karena mengganggu penampilan. Untuk mengatasinya secara alami, coba konsumsi 10 buah ampuh pembakar lemak perut ini.

    Menurunkan berat badan terbilang gampang-gampang susah. Bagi beberapa orang bisa jadi usaha diet ini sangat berat karena sudah berusaha lama, tapi hasilnya tak kunjung terlihat.

    Namun sejatinya proses penurunan berat badan yang sehat membutuhkan waktu lama. Proses ini berlangsung berkelanjutan hingga Anda memiliki tubuh yang sehat dan bugar.


    Nah, bagi yang punya masalah spesifik berupa perut buncit atau tumpukan lemak di perut, ada cara alami untuk mengatasinya. Konsumsi beberapa jenis buah bisa diandalkan.

    Berikut daftar buah pembakar lemak perut yang bisa Anda coba, merangkum berbagai sumber:

    1. Apel

    Apel mengandung banyak senyawa antioksidan flavonoid dan serat sehat. Kandungan ini membuat apel menjadi salah satu buah terbaik untuk mengusir perut buncit.

    Serat pektin pada apel terurai secara perlahan. Proses yang lebih panjang ini dapat mempertahan rasa kenyang dalam waktu lebih lama hingga Anda tak makan berlebihan setelahnya.

    Selain itu, apel juga rendah kalori dan gula. Hal ini membuatnya jadi pilihan ideal sebagai buah untuk diet.

    2. Tomat

    cara menyimpan tomat yang baik agar tak mudah busukFoto: Getty Images/iStockphoto

    Tomat merangsang produksi asam amino yang disebut karnitin. Nama terakhir merupakan molekul organik yang berperan penting dalam pengaturan asam lemak dan proses metabolisme.

    Tomat juga diperkaya dengan senyawa 9-oxo-ODA yang membantu mengurangi lipid dalam darah dan memastikan penurunan berat badan yang sehat.

    Sama seperti apel, tomat juga mengandung serat yang bisa menahan rasa lapar berlebih.

    3. Jambu biji

    Jambu biji kaya akan serat yang bisa membantu mempertahankan rasa kenyang dan mencegah makan berlebih. Hal ini membuat jambu biji jadi salah satu buah terbaik untuk menurunkan berat badan.

    Selain itu, indeks glikemik pada jambu biji juga terbilang rendah. Hal ini memungkinkan pelepasan gula secara perlahan dalam aliran darah dan meningkatkan aktivitas insulin serta manajemen berat badan yang lebih baik.

    4. Stroberi

    StrawberryFoto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages

    Stroberi merupakan salah satu buah rendah kalori. Satu porsi stroberi seberat 100 gram hanya mengandung 33 kalori.

    Dengan kandungan kalori di atas, maka stroberi cocok dijadikan buah untuk diet.

    5. Kiwi

    Buah berwarna hijau ini dikenal karena kemampuannya melancarkan pencernaan secara alami. Khasiat ini didapat dari kandungan enzim actinidain di dalamnya yang membantu pencernaan protein dalam tubuh. Pencernaan yang baik sendiri membantu proses penurunan berat badan yang sehat.

    Selengkapnya di halaman selanjutnya.

    6. Pisang

    Pisang cavendishFoto: Getty Images/LightStock

    Meski punya reputasi buruk karena kandungan gulanya yang tinggi, namun pisang sebenarnya bisa dijadikan salah satu buah untuk mengusir perut buncit.

    Mengutip Times of India, pisang kaya akan pati resisten atau sejenis karbohidrat yang sulit dicerna. Pati resisten bisa bertindak seperti serat larut yang membantu tubuh merasa kenyang lebih lama.

    Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition and Metabolism menemukan, pati resisten dalam pisang dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Hal ini memudahkan tubuh untuk membakar lemak.

    7. Jeruk

    Tak cuma melawan flu, jeruk juga bisa membantu proses penurunan berat badan. Khasiat ini didapat dari kandungan vitamin C yang ditemukan dalam jeruk.

    Vitamin C pada jeruk dapat membantu tubuh membakar lemak lebih efisien. Sebuah penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan, asupan vitamin C yang tinggi terkait dengan lemak tubuh yang lebih rendah dan lingkar pinggang yang lebih kecil.

    Selain jeruk, Anda juga bisa mengonsumsi buah sitrus lainnya untuk menurunkan berat badan seperti lemon.

    8. Semangka

    Ilustrasi jus stroberi semangkaFoto: Getty Images/Foxys_forest_manufacture

    Kandungan air yang tinggi pada semangka dan melon membantu tubuh tetap terhidrasi dan membuat Anda merasa kenyang.

    Sebuah studi dalam jurnal Nutrition mengaitkan konsumsi semangka dengan penurunan berat badan. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh asam amino citrulline yang dapat membantu mengurangi penumpukan lemak.

    9. Alpukat

    Alpukat juga menjadi buah terbaik untuk menurunkan berat badan. Mengutip Health, studi tahun 2021 menemukan, wanita dengan obesitas mengalami penurunan lemak visceral setelah mengonsumsi alpukat setiap hari selama 12 minggu.

    Selain lemak visceral, lemak subkutan yang ada di bawah permukaan kulit pada kelompok partisipan itu juga berkurang.

    10. Pir

    Selain terbukti menurunkan kadar gula darah, buah pir juga jadi satu buah pembakar lemak perut.

    Sebuah studi mengamati, partisipan dengan sindrom metabolik mengalami penurunan ukuran lingkar pinggang secara signifikan setelah mengonsumsi buah pir setiap hari selama 12 minggu.

    Satu buah pir sendiri menyediakan 106 kalori. Sekitar 30 persen dari hampir 6 gram (g) buah pir merupakan serat larut.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “10 Buah Ini Ampuh Bakar Lemak Perut, Siap-siap Perut Jadi Rata

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com