Tag: perut kembung

  • Perut Kembung? Coba Rutin Konsumsi 5 Jenis Rempah Ini


    Jakarta

    Perut kembung amat mengganggu. Kondisi ini bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan yang tepat, termasuk 5 jenis rempah ini.

    Perut kembung dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari salah konsumsi makanan atau minuman hingga pengaruh lingkungan.

    Namun, secara umum perut kembung disebabkan karena proses pencernaan makanan yang tidak lancar. Kondisi yang tidak nyaman ini bisa disertai sejumlah gejala lain, seperti sesak hingga perut yang terasa sangat penuh.


    Saat kondisi pencernaan tidak lancar, maka hal lain yang akan terjadi yaitu penumpukan gas. Gas inilah yang menyebabkan perut kembung.

    Perut kembung bisa diatasi dengan konsumsi obat atau makanan tertentu. Jika ingin mengatasinya dengan cara alami, kamu bisa mencoba konsumsi rempah-rempah.

    Sejumlah rempah dan obat herbal memiliki kemampuan untuk menyehatkan usus, sekaligus membantu mengeluarkan gas yang terperangkap di dalam. Merangkum health.com (30/10), berikut 5 jenis rempah dan herbal yang mampu atasi masalah perut kembung:

    1. Jahe

    Racikan kopi jahe yang baik untuk tubuhJahe merupakan tanaman herbal yang memiliki kandungan untuk mengatasi masalah kembung. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Jahe merupakan tanaman herbal yang manfaatnya sudah dikenal sejak lama, terutama di China, India, dan Jepang. Sebenarnya jahe merupakan tanaman berdaun dengan bunga berwarna kuning kehijauan. Namun, yang sering dipakai sebagai obat-obatan ialah rimpang tanaman yang tumbuh dibawah tanah.

    Jahe memiliki sejumlah sifat, mulai dari anti-inflamasi, antioksidan, dan anti-maag. Sifat tersebut bermanfaat untuk mengatasi perut kembung akibat kelebihan gas dalam tubuh. Jahe juga mengandung zingibain yang dikenal mampu membantu tubuh memecah protein yang bertumpuk.

    Jahe memiliki sejarah panjang dalam penggunaannya sebagai ‘obat’. Tanaman herbal ini bisa mengurangi kram usus, perut kembung, mual, hingga muntah.

    2. Lada hitam

    manfaat lada hitam untuk kesehatanSiapa sangka lada hitam rupanya memiliki manfaat untuk atasi masalah perut kembung. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Lada hitam biasanya ditambahkan ke masakan untuk menyempurnakan rasa. Namun, manfaat lada hitam lebih dari itu. Jenis rempah ini dikenal bisa mengatasi masalah perut kembung.

    Di dalam lada hitam terdapat senyawa piperine, yang terbukti menyehatkan pencernaan dan penyerapan nutrisi. Senyawa di dalam lada hitam juga mendorong aliran darah ke saluran pencernaan. Membantu merangsang pelepasan enzim pencernaan yang diperlukan untuk mencerna makanan.

    Pencernaan yang baik atau lancar akhirnya membuat kondisi kembung berkurang.

    Rempah dan tanaman herbal lain yang bisa atasi perut kembung dapat dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Kayu manis

    Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu manis selain enak, bisa bermanfaat untuk mengatasi perut kembung. Foto: Getty Images/iStockphoto/Sezeryadigar

    Kayu manis merupakan salah satu jenis rempah yang banyak digunakan dalam masakan hingga campuran teh atau kopi. Rasanya sendiri manis dengan sentuhan rempah yang hangat.

    Selain menambah rasa pada masakan atau racikan minuman, kayu manis juga menawarkan manfaat sehat. Penelitian yang diungkap health.com menunjukkan, kayu manis dapat menyembuhkan banyak kondisi dan gejala, termasuk muntah, batuk, hingga perut kembung.

    Kayu manis dapat meningkatkan aliran darah, mendukung pencernaan sehat, dan menghilangkan kembung.

    Kandungan zat di dalam kayu manis juga dapat membantu metabolisme lemak dalam proses pencernaan. Pencernaan lebih lancar dan rasa perut kembung berkurang.

    JIka mengalami masalah perut kembung, kamu bisa mulai menambahkan kayu manis di racikan teh atau kopi. Kayu manis juga sekaligus bisa menjadi pengganti gula yang lebih baik.

    4. Jintan

    Jintan juga sering ditambahkan ke dalam masakan untuk menambah cita rasa. Tanaman berasal dari Mediterania Timur hingga Asia Selatan ini merupakan makanan pokok di banyak budaya. Mereka menawarkan aroma kuat yang menambah rasa berbeda pada masakan.

    Di sisi lain, jintan dapat berfungsi menyembuhkan kondisi gejala perut kembung. Jintan memiliki efek antidiabetes, anti-inflamasi, dan pelindung jantung. Penelitian seperti yang dibagikan health.com menunjukkan kalau jintan mampu mendukung produksi empedu yang penting untuk pencernaan dan penyerapan nutrisi.

    Peningkatan pencernaan dapat membantu mengurangi kembung dan mencegah kram perut.

    5. Kapulaga

    A wooden bowl with cinnamon, nutmeg, cardamom, pink peppercorns and cloves on a rustic wooden table.Kapulaga pun memiliki sifat anti oksidan dan anti inflamasi yang dapat mengobati berbagai kondisi kesehatan. Foto: iStock

    Kapulaga biasa dipakai dalam masakan India dan masakan Indonesia. Kapulaga memberikan cita rasa unik ke dalam masakan sekaligus menawarkan khasiat sehat.

    Kapulaga memiliki sifat anti-bakteri, anti-oksidan, dan anti-inflamasi. Bahan alami ini sering digunakan untuk mengobati berbagai kondisi kesehatan, termasuk infeksi periodontal, asma, hingga gangguan pencernaan.

    Kapulaga bisa melawan gas setelah makan. Rempah ini juga bersifat diuretik sehingga dapat membuang kelebihan cairan yang mungkin menyebabkan rasa kembung.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Transformasi Wanita Berhasil Turunkan BB 7 Kg dalam 21 Hari, Begini Rahasianya


    Jakarta

    Seorang wanita bernama Anjali Sachan di India membagikan transformasi tubuhnya yang berhasil menurunkan berat badan hingga 7 kilogram dalam 21 hari. Selain itu, ia juga mengecilkan lingkar pinggang sebanyak 3 inci dan mengatasi masalah inflamasi yang sebelumnya mengganggu kesehariannya.

    Dalam unggahannya di akun Instagram, Anjali menceritakan perubahan pola makan dan gaya hidup sederhana yang dijalaninya.

    Ia menekankan kunci penurunan berat badan cepat bukan hanya diet ketat, melainkan juga menerapkan pola hidup sehat.


    “Inilah cara saya menurunkan 7 kg dalam 21 hari,” katanya, dikutip dari Hindu Times.

    Beberapa langkah yang ia jalani setiap hari antara lain:

    Mengonsumsi makanan seimbang berbasis bahan utuh kaya nutrisi untuk mengurangi peradangan.

    • Berjalan 10 ribu langkah setiap hari dengan tambahan beban pinggang agar hasil lebih optimal.
    • Menerapkan OMAD (One Meal a Day) dua kali seminggu, pola puasa intermiten untuk memicu pembakaran lemak.
    • Mengutamakan protein tanpa lemak dan bahan anti-inflamasi pada menu makanannya.
    • Mengonsumsi MCT oil atau suplemen makanan yang terbuat dari jenis lemak khusus di pagi hari untuk mendukung pembakaran lemak dan menjaga energi tetap stabil.

    Menurut Anjali, hasil diet yang ia jalani terasa nyata pada tubuhnya. Ia mengaku tidak lagi mengalami perut kembung, sehingga sistem pencernaannya terasa lebih ringan dan nyaman. Selain itu, keinginan untuk ngemil juga hilang, membuatnya lebih mudah menjaga pola makan tanpa harus terus-terusan mencari camilan.

    Perubahan paling terlihat adalah kulit yang tampak lebih bersinar, perut semakin rata, serta energi tubuh yang meningkat drastis. Anjali menyebut kondisi ini membuat kesehatannya terasa jauh lebih baik dan vitalitasnya pulih secara signifikan.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Hari Gini Nggak Doyan Sayur? Sumbatan Usus Juga Bisa Terjadi karena Kurang Serat Lho


    Jakarta

    Konsumsi serat penduduk Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya kebiasaan makan buah dan sayur. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan bahwa sekitar 96,7 persen penduduk belum memenuhi anjuran konsumsi sayur dan buah setiap hari. Pola makan yang lebih banyak mengutamakan nasi, lauk tinggi lemak, serta minuman manis membuat tubuh kekurangan komponen penting yang seharusnya membantu menjaga fungsi pencernaan.

    Serat adalah zat penyusun makanan nabati yang tidak dicerna oleh tubuh secara langsung. Meski tidak dicerna, serat punya peran besar dalam menjaga ritme usus. Serat membantu mempertahankan bentuk feses, menjaga pergerakan usus agar tetap teratur, serta mendukung keseimbangan bakteri baik yang dibutuhkan tubuh. Jika Asupan serat rendah dan berlangsung dalam jangka panjang, pergerakan feses di usus menjadi lambat, sehingga air yang terkandung di feses terus-menerus diserap oleh usus mengakibatkan feses menjadi keras. Kondisi ini dapat memicu sembelit berulang.

    Sembelit yang berlangsung lama tidak hanya membuat perut tidak nyaman. Dalam beberapa kasus, feses yang mengeras dapat membentuk massa/gumpalan padat yang disebut fekaloma. Gumpalan ini dapat menghambat aliran makanan dan gas di dalam usus. Jika saluran benar-benar tersumbat, kondisi ini dapat berkembang menjadi obstruksi usus. Gejalanya meliputi perut kembung, nyeri hebat, mual, muntah, hingga tidak bisa buang gas maupun buang air besar. Obstruksi usus merupakan kondisi yang perlu penanganan medis segera.


    Serat Penting Agar Pencernaan Optimal

    Serat terbagi menjadi dua jenis yaitu serat larut dan serat tidak larut. Serat larut menyerap air dan membentuk gel, yang membantu membuat proses pencernaan berjalan lebih teratur dan lembut. Sedangkan serat tidak larut berfungsi menambah volume feses sehingga merangsang gerakan usus. Kedua jenis serat ini bekerja saling melengkapi dalam menjaga kesehatan pencernaan.

    Penelitian dalam Jurnal Nutrients tahun 2013 menjelaskan bahwa serat bekerja dengan menahan air di dalam saluran cerna sehingga feses lebih lunak dan volumenya tetap ideal. Kondisi ini membantu usus bergerak dengan ritme yang teratur. Waktu transit yang stabil membuat sisa makanan tidak menumpuk dan mengeras. Dengan begitu, risiko sembelit berat yang dapat berkembang menjadi penyumbatan usus dapat dicegah.

    Waspadai Sembelit Terus-Menerus

    Sembelit yang muncul sesekali memang bisa hilang dengan memperbaiki asupan cairan dan makanan berserat. Namun perlu diperhatikan dengan serius ketika sembelit terjadi berulang atau berlangsung dalam jangka panjang.

    Sebuah publikasi penelitian di Jurnal Clinical Case Reports tahun 2023, dilaporkan kasus obstruksi usus yang dipicu oleh konstipasi kronis yang tidak diatasi. Kondisi ini terjadi karena feses yang mengeras dapat menghambat jalur keluarnya sisa makanan di usus. Ketika aliran tersumbat, tekanan dalam usus meningkat, memicu nyeri perut hebat, kembung berlebihan, mual, muntah, hingga tidak dapat buang angin maupun buang air besar.

    Selain itu, gerakan usus yang lambat dapat mengubah keseimbangan bakteri di dalamnya. Lapisan usus yang mengalami iritasi dan peradangan akan menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap gangguan. Dalam kondisi tertentu, gangguan ini dapat berkontribusi pada peningkatan risiko obstruksi.

    Kelompok Rentan

    Beberapa kelompok lebih rentan mengalami gangguan pencernaan terkait serat yang rendah, seperti:

    • Lansia
    • Orang yang kurang minum air
    • Orang yang sering menahan buang air besar
    • Orang dengan riwayat operasi perut
    • Orang dengan pola makan rendah serat dalam waktu lama

    Untuk kelompok ini, menjaga pola makan seimbang menjadi langkah pencegahan yang sangat penting.

    Sumber Serat yang Mudah Ditemukan Sehari-hari

    Kebutuhan serat harian berkisar 20 sampai 37 gram berdasarkan Angka Kebutuhan Gizi sesuai usia dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 28 Tahun 2019. Pemenuhan serat bisa dimulai dengan membiasakan mengonsumsi makanan yang mudah ditemui seperti:

    • Pepaya, pir, apel, pisang
    • Bayam, brokoli, kangkung, sawi
    • Kacang merah, kacang hijau, kacang tanah
    • Singkong, talas, dan ubi

    Penuhi kebutuhan serat setiap hari dan porsi sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Konsumsi serat secara tiba-tiba dalam jumlah besar juga dapat memicu gas dan kembung.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Hari Gini Nggak Doyan Sayur? Sumbatan Usus Juga Bisa Terjadi karena Kurang Serat Lho


    Jakarta

    Konsumsi serat penduduk Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya kebiasaan makan buah dan sayur. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan bahwa sekitar 96,7 persen penduduk belum memenuhi anjuran konsumsi sayur dan buah setiap hari. Pola makan yang lebih banyak mengutamakan nasi, lauk tinggi lemak, serta minuman manis membuat tubuh kekurangan komponen penting yang seharusnya membantu menjaga fungsi pencernaan.

    Serat adalah zat penyusun makanan nabati yang tidak dicerna oleh tubuh secara langsung. Meski tidak dicerna, serat punya peran besar dalam menjaga ritme usus. Serat membantu mempertahankan bentuk feses, menjaga pergerakan usus agar tetap teratur, serta mendukung keseimbangan bakteri baik yang dibutuhkan tubuh. Jika Asupan serat rendah dan berlangsung dalam jangka panjang, pergerakan feses di usus menjadi lambat, sehingga air yang terkandung di feses terus-menerus diserap oleh usus mengakibatkan feses menjadi keras. Kondisi ini dapat memicu sembelit berulang.

    Sembelit yang berlangsung lama tidak hanya membuat perut tidak nyaman. Dalam beberapa kasus, feses yang mengeras dapat membentuk massa/gumpalan padat yang disebut fekaloma. Gumpalan ini dapat menghambat aliran makanan dan gas di dalam usus. Jika saluran benar-benar tersumbat, kondisi ini dapat berkembang menjadi obstruksi usus. Gejalanya meliputi perut kembung, nyeri hebat, mual, muntah, hingga tidak bisa buang gas maupun buang air besar. Obstruksi usus merupakan kondisi yang perlu penanganan medis segera.


    Serat Penting Agar Pencernaan Optimal

    Serat terbagi menjadi dua jenis yaitu serat larut dan serat tidak larut. Serat larut menyerap air dan membentuk gel, yang membantu membuat proses pencernaan berjalan lebih teratur dan lembut. Sedangkan serat tidak larut berfungsi menambah volume feses sehingga merangsang gerakan usus. Kedua jenis serat ini bekerja saling melengkapi dalam menjaga kesehatan pencernaan.

    Penelitian dalam Jurnal Nutrients tahun 2013 menjelaskan bahwa serat bekerja dengan menahan air di dalam saluran cerna sehingga feses lebih lunak dan volumenya tetap ideal. Kondisi ini membantu usus bergerak dengan ritme yang teratur. Waktu transit yang stabil membuat sisa makanan tidak menumpuk dan mengeras. Dengan begitu, risiko sembelit berat yang dapat berkembang menjadi penyumbatan usus dapat dicegah.

    Waspadai Sembelit Terus-Menerus

    Sembelit yang muncul sesekali memang bisa hilang dengan memperbaiki asupan cairan dan makanan berserat. Namun perlu diperhatikan dengan serius ketika sembelit terjadi berulang atau berlangsung dalam jangka panjang.

    Sebuah publikasi penelitian di Jurnal Clinical Case Reports tahun 2023, dilaporkan kasus obstruksi usus yang dipicu oleh konstipasi kronis yang tidak diatasi. Kondisi ini terjadi karena feses yang mengeras dapat menghambat jalur keluarnya sisa makanan di usus. Ketika aliran tersumbat, tekanan dalam usus meningkat, memicu nyeri perut hebat, kembung berlebihan, mual, muntah, hingga tidak dapat buang angin maupun buang air besar.

    Selain itu, gerakan usus yang lambat dapat mengubah keseimbangan bakteri di dalamnya. Lapisan usus yang mengalami iritasi dan peradangan akan menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap gangguan. Dalam kondisi tertentu, gangguan ini dapat berkontribusi pada peningkatan risiko obstruksi.

    Kelompok Rentan

    Beberapa kelompok lebih rentan mengalami gangguan pencernaan terkait serat yang rendah, seperti:

    • Lansia
    • Orang yang kurang minum air
    • Orang yang sering menahan buang air besar
    • Orang dengan riwayat operasi perut
    • Orang dengan pola makan rendah serat dalam waktu lama

    Untuk kelompok ini, menjaga pola makan seimbang menjadi langkah pencegahan yang sangat penting.

    Sumber Serat yang Mudah Ditemukan Sehari-hari

    Kebutuhan serat harian berkisar 20 sampai 37 gram berdasarkan Angka Kebutuhan Gizi sesuai usia dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 28 Tahun 2019. Pemenuhan serat bisa dimulai dengan membiasakan mengonsumsi makanan yang mudah ditemui seperti:

    • Pepaya, pir, apel, pisang
    • Bayam, brokoli, kangkung, sawi
    • Kacang merah, kacang hijau, kacang tanah
    • Singkong, talas, dan ubi

    Penuhi kebutuhan serat setiap hari dan porsi sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Konsumsi serat secara tiba-tiba dalam jumlah besar juga dapat memicu gas dan kembung.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Gaduh Klaim Gluten Free Palsu di Jakarta, Ini Tips Pilih-pilih Bakery


    Jakarta

    Pekan ini, jagat maya Indonesia kembali diramaikan oleh masalah keamanan pangan. Sebuah bakery online di Jakarta, Bake n Grind, yang selama ini mengusung label gluten-free,dairy free, vegan, egg free, dan stevia & plant-based, ketahuan menjual produk yang ternyata masih mengandung gluten.

    Ironisnya, korbannya bukan orang dewasa yang sedang diet, melainkan seorang balita yang punya alergi gluten. Terlihat reaksi alergi yang cukup parah pada balita tersebut setelah memakan produk yang diklaim oleh bakery online tersebut bebas gluten.

    Unggahan sang ibu viral di media sosial, dan hasil uji laboratorium kemudian membenarkan dugaan publik yaitu positif mengandung gluten pada produk tersebut. Sang pemilik akhirnya meminta maaf dan berjanji akan bertanggung jawab.


    Kasus Bake n Grind berawal dari unggahan seorang ibu yang membagikan pengalaman anaknya mengalami reaksi alergi di sekujur badan setelah makan roti gluten free. Setelah viral, sampel produk diujikan oleh salah seorang influencer di PT Saraswanti Indo Genetech, dan hasilnya menunjukkan positif mengandung gluten.

    Lebih mengejutkan lagi, dikatakan produk tersebut ternyata tidak diproduksi sendiri, melainkan hasil repackaging dari toko lain.

    Apa Itu Gluten?

    Banyak orang mengenal makanan yang mengandung gluten adalah “zat yang bikin gemuk” atau “yang harus dihindari kalau ingin diet”. Pemahaman ini kurang tepat, sebab sebenarnya gemuk ditentukan oleh seberapa banyak kalori yang masuk dan kalori yang digunakan oleh tubuh. Sedangkan gluten adalah campuran dua protein alami yaitu gliadin dan glutenin yang terkandung dalam biji-bijian seperti gandum, jelai (barley), dan gandum hitam.

    Saat tepung dicampur air dan diuleni, gluten membentuk jaringan elastis yang membuat adonan roti menjadi mengembang, kenyal, dan lembut. Tanpa gluten, tekstur roti akan padat dan mudah hancur. Sebab itu banyak produk bebas gluten terasa kurang empuk dibanding roti biasa.

    Di industri pangan, gluten punya fungsi penting: menjaga bentuk, tekstur, dan kekenyalan makanan. Tapi bagi sebagian orang, terutama yang punya kelainan sistem imun atau alergi, gluten justru bisa memicu reaksi berbahaya bagi tubuh.

    Produk gluten-free sendiri didefinisikan sebagai makanan yang mengandung kurang dari 20 ppm (part per million) gluten, sesuai regulasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ambang ini dianggap aman bagi pengidap alergi gluten, karena tubuhnya masih bisa mentoleransi jumlah yang sangat kecil.

    Siapa yang Benar-Benar Butuh Gluten Free?

    Tak semua orang perlu diet bebas gluten. Bagi kebanyakan orang sehat, gluten tidak menimbulkan bahaya apa pun. Namun bagi kelompok tertentu, gluten bisa menjadi pemicu penyakit serius. Berikut di antaranya.

    1. Pengidap Celiac Disease

    Celiac adalah penyakit autoimun kronis dimana sistem imun tubuh menyerang jaringan usus halus setiap kali gluten masuk ke saluran cerna. Dampak yang ditimbulkan berat seperti perut kembung, diare berkepanjangan, berat badan turun, hingga gangguan penyerapan nutrisi.

    2. Pengidap Non-Celiac Gluten Sensitivity (NCGS)

    Tidak menyebabkan kerusakan usus seperti pengidap celiac, tapi pengidap NCGS bisa mengalami gejala mirip seperti nyeri kepala, kembung, nyeri sendi, dan kelelahan setiap kali mengonsumsi gluten.

    3. Pengidap Alergi Gandum

    Kondisi ini berbeda dari dua di atas. Tubuh bereaksi terhadap protein gandum, termasuk gluten, sehingga bisa menimbulkan ruam, gatal, hingga anafilaksis yaitu reaksi alergi berat yang bisa mengancam nyawa.

    Bagi anak-anak, terutama balita, paparan gluten dapat memicu reaksi lebih cepat dan lebih berat. Inilah yang membuat kasus bakery online asal Jakarta begitu sensitif karena korbannya adalah anak kecil dengan sistem imun yang belum begitu matang.

    Tips Aman Pilih Produk Gluten Free

    Belajar dari kasus bakery yang viral, konsumen dapat mengecek dengan teliti hal berikut agar tidak tertipu dengan label palsu saat memilih produk gluten free:

    1. Cek sertifikat resmi

    Label “gluten-free” seharusnya didukung oleh sertifikasi resmi dari lembaga kredibel atau izin edar yang jelas. Produsen yang serius biasanya mencantumkan nomor uji laboratorium atau logo sertifikasi Certified Gluten-Free di kemasan.

    2. Cek komposisi produk

    Produk yang benar-benar bebas gluten tidak akan mencantumkan bahan seperti gandum, jelai (barley), gandum hitam, atau malt. Jika menemukan istilah samar seperti modified starch atau flour blend tanpa penjelasan, sebaiknya waspada karena bisa saja terdapat kandungan gluten yang tersembunyi.

    3. Waspadai klaim berlebihan

    Klaim yang berlebihan justru patut dicurigai ketika tidak disertai dokumen pendukung atau hasil uji laboratorium yang terbuka untuk publik. Label gluten-free, dairy free, vegan, egg free, dan stevia & plant-based memang terlihat menarik, tapi seringkali hanya sebatas penarik perhatian tanpa bukti yang valid.

    4. Pilih produsen yang transparan

    Produsen yang jujur biasanya menyertakan alamat pabrik, izin edar, kontak layanan konsumen, bahkan hasil uji lab di situs atau media sosial. Transparansi seperti ini menandakan komitmen dan kejujuran produsen.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Makanan Enak Ini Bisa Mengatasi Perut Kembung


    Jakarta

    Perut yang mengandung gas banyak bisa menyebabkan kembung, dan membuat tak nyaman. Kamu bisa mengonsumsi beberapa makanan kaya nutrisi ini untuk mengurangi gas tersebut.

    Kamu pasti pernah merasakan perut terasa kembung dan begah. Kondisi itu disebabkan karena banyak gas di dalam perut. Umumnya, kondisi ini terjadi setelah makan-makanan yang tinggi serat.

    Namun, selain pola makan, tingkat energi kita juga berpengaruh. Menurut dokter osteopati Dr. Joseph Mercola, ketika sel dalam tubuh tidak menghasilkan energi yang cukup, ini bisa mengganggu keseimbangan usus.


    Kondisi tersebut dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan kaya nutrisi. Misalnya makanan yang mengandung antioksidan, senyawa penting, hingga tinggi akan kadar airnya.

    Dikutip dari Real Simple (17/09/24) berikut 5 makanan untuk mengurangi gas dalam perut:

    1. Pepaya

    Ilustrasi pepayaPepaya mengandung papain, enzim yang berperan mengurangi gas. Foto: Getty Images/iStockphoto/awayge

    Pepaya tidak hanya rasanya saja yang manis, tetapi juga manfaatnya. Pepaya merupakan obat untuk pencernaan yang sehat. Itu karena pepaya mengandung enzim yang disebut papain.

    “Papain adalah enzim pencernaan yang ampuh membantu memecah protein di saluran pencernaan,” ujar ahli gizi Mercola.

    Ia menambahkan bahwa pepaya dapat mengurangi makanan yang tidak tercerna untuk difermentasi oleh bakteri penghasil gas. Rutin ngemil buah pepaya juga dapat membantu menghilangkan banyak gas.

    2. Jahe

    Jahe umumnya digunakan sebagai bumbu dapur untuk meningkatkan aroma dan rasa masakan. Namun, di samping itu, jahe bermanfaat untuk masalah pencernaan yang disebabkan oleh gas.

    Mercola menjelaskan bahwa terdapat senyawa aktif dalam kandungan jahe. “Senyawa itu disebut gingerol dan shogaol, keduanya memiliki sifat anti-inflamasi dan karminatif yang kuat,” ujarnya.

    Kamu bisa mendapatkan manfaat ini dengan menyeduh jahe dalam air panas, atau mencampurkan ke seduhan teh. Selain dapat mengurangi gas, jahe juga dapat menghangatkan perut.

    Makanan untuk mengurangi gas dalam perut ada di halaman selanjutnya.

    3. Mentimun

    Cucumber vegetable food cut in slice and knife on cutting board for cooking in kitchen.Kandungan air pada mentimun dapat melancarkan sistem pencernaan. Foto: Getty Images/iStockphoto/sasirin pamai

    Mentium dikenal dengan kadar air yang tinggi dalam kandungannya, yakni mencapai 95%. Karenanya mengonsumsi mentimun dapat menghindari tubuh. Ini juga bagus untuk mengatasi masalah pencernaan.

    Menurut Moskovitz, mentimun dapat mengurangi gas yang membuat perut kembung. “Menghidrasi tubuh adalah cara terbaik untuk menjaga pencernaan tetap teratur dengan baik,” ujar Moskovitz.

    Selain itu, mentimun juga berperan sebagai pelumas alami untuk mencegah makanan yang terjebak berfermentasi di usus.

    4. Yogurt

    Ahli gizi Moskovitz dan Mercola sama-sama setuju bahwa yogurt yang dibuat dari susu mentah dan tidak dipasteurisasi adalah makanan yang bagus untuk mengurangi gas di perut.

    Yogurt mengandung kultur aktif atau yang dikenal sebagai bakteri sehat. “Bakteri tersebutlah yang akan mengatasi gangguan pencernaan dalam jangka panjang,” turur Moskovitz.

    Dengan begitu, perut tidak akan terasa kembung karena kandungan gasnya berkurang. Yogurt bisa jadi pilihan sarapan atau camilan yang sehat.

    5. Teh herbal

    teh hijauTeh hijau menganduk antioksidan yang berperan mengurangi gas dalam perut. Foto: Getty Images/kuppa_rock

    Teh mengandung senyawa penting yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antivirus. Moskovitz mengatakan bahwa senyawa tersebut mendukung sistem pencernaan yang sehat.

    Beberapa teh herbal yang bisa kamu coba adalah, teh peppermint, serai, chamomile, dan teh hijau. Teh herbal tersebut dikemas dengan antioksidan dalam jumlah yang tinggi.

    Ketika diminum hangat-hangat, perut terasa hangat, nyaman, dan meningkatkan kerja usus. Kondisi tersebut tentu akan membuat perut menjadi lebih rileks.

    (raf/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold

  • 5 Minuman Ampuh untuk Redakan Kembung Setelah Buka Puasa

    Jakarta

    Setelah berbuka puasa, tak jarang perut mengalami kembung. Penyebabnya karena makanan dan minuman yang disantap dalam jumlah banyak sekaligus.

    Perut yang kembung terasa penuh, tampak membuncit, dan sangat tidak nyaman. Ada cara untuk meredakan perut kembung terutama usai berbuka puasa. Simak caranya di bawah ini.

    Minuman untuk Redakan Kembung saat Buka Puasa

    Dilansir Health dan Business Insider, berikut deretan minuman yang bisa diminum setelah buka puasa untuk meredakan kembung:


    1. Air Kelapa

    Air kelapa memiliki kandungan kalium yang bantu mengatur kadar elektrolit dan menjaga jumlah cairan tubuh tetap seimbang. Kalium dalam air kelapa bahkan lebih banyak dari pisang.

    Dalam 240 ml air kelapa menyediakan 600 mg kalium sementara pisang hanya mengandung 422 mg. Ditambah lagi, air kelapa merupakan alternatif cairan yang berguna menghidrasi tubuh di saat badan kekurangan air.

    2. Teh Hijau

    Ilustrasi teh hijauIlustrasi teh hijau Foto: Getty Images/MARINA BOGACHYOVA

    Teh hijau bersifat antiinflamasi yang menenangkan sistem pencernaan. Minuman ini cocok untuk mendapatkan asupan kafein tapi tidak sebanyak kopi. Untuk pilihan yang lebih baik, minumlah teh hijau tanpa gula.

    3. Teh Jahe

    Saat makanan tidak dipecah dalam pencernaan, ia mulai berfermentasi dalam usus sehingga menyebabkan gas dan perut kembung. Jahe mengandung senyawa gingerol yang bersifat antiinflamasi dan bantu melancarkan pencernaan.

    Teh jahe juga memberikan efek relaksasi dan mengurangi peradangan pada usus, sehingga bantu makanan melewati sistem pencernaan dengan lebih mudah. Pada gilirannya, mengurangi kembung dan gas yang dialami.

    4. Teh Kunyit

    Ilustrasi teh kunyitIlustrasi teh kunyit Foto: Getty Images/udra

    Kunyit sumber senyawa kurkumin, yang memberikan warna oranye keemasan pada rempah tersebut. Bukti menunjukkan kurkumin bisa meringankan gejala sindrom iritasi usus besar (IBS). IBS merupakan gangguan pencernaan yang dapat menyebabkan perut kembung, sembelit, dan diare.

    5. Teh Peppermint

    Teh peppermint telah banyak digunakan untuk membantu mengatasi berbagai gangguan pencernaan. Menurut studi, teh peppermint bisa mengurangi kembung dan rasa tidak nyaman lain usai makan.

    Berbagai teh untuk meredakan kembung ini sebaiknya dikonsumsi langsung dengan sedikit gula. Tujuannya adalah menjaga kandungan vitamin dan mineral dalam teh sehingga tubuh memperoleh manfaat maksimal.

    (azn/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Racikan Kunyit Ini Bantu Atasi Perut Kembung, Yuk Coba!


    Jakarta

    Khasiat anti-inflamasi pada kunyit telah dimanfaatkan sejak lama untuk mengatasi perut kembung. Kunyit juga bisa dikombinasikan dengan 5 bahan ini untuk manfaat lebih baik.

    Sejak lama, kunyit dikenal dengan khasiatnya untuk kesehatan tubuh. Menambahkan kunyit ke dalam makanan atau minuman bisa membantu menyehatkan pencernaan dan meningkatkan kesehatan usus secara keseluruhan.

    Secara khusus, mengonsumsi kunyit bisa mengatasi masalah perut kembung akibat sifat anti-inflamasinya. Kandungan kurkumin pada kunyit juga bisa mengurangi tekanan gas pada perut, dan membantu lambung menghentikan produksi asam berlebihan.


    Namun, kunyit tidak hanya bisa dikonsumsi sendiri, tapi juga dikombinasikan dengan bahan lainnya. Melansir Times of India (05/09/2024), berikut 5 racikan kunyit yang bisa membantu atasi perut kembung.

    1. Teh kunyit jahe

    manfaat dan cara membuat teh kunyitTeh kunyit campur jahe punya khasiat yang baik untuk meredakan kembung. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Kunyit dan jahe adalah dua bahan yang terkenal dengan khasiat melancarkan pencernaan.

    Kunyit dapat menenangkan sistem pencernaan dan mengeluarkan gas yang terjebak di dalam perut. Sedangkan jahe juga memiliki sifat anti-inflamasi yang mampu mengatasi kelebihan gas dalam perut.

    Teh kunyit jahe juga mudah dibuat. Hanya perlu merebus air dengan satu sendok teh bubuk kunyit dan parut sejumlah jahe segar. Biarkan mendidih selama 5-10 menit.

    Saring, lalu sajikan di dalam cangkir. Kamu bisa menambah madu sebagai pemanis atau irisan lemon yang menyegarkan.

    Teh ini tidak hanya menenangkan saluran pencernaan, tetapi juga mengurangi peradangan dan membantu melancarkan pencernaan.

    2. Infused water kunyit dan peppermint

    Teh peppermint dapat digunakan untuk mengatasi perut yang buncit.Air infus kunyit dengan tambahan peppermint bisa menghilangkan kembung dan gas berlebihan. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Untuk minuman yang menyegarkan dan menyehatkan usus, kamu bisa mencampurkan satu sendok teh bubuk kunyit ke dalam satu liter air, dan tambahkan daun mint segar. Biarkan meresap selama minimal 30 menit di dalam kulkas.

    Daun peppermint dapat membantu menenangkan sistem pencernaan dan membantu meredakan kembung. Sedangkan kunyit memberikan manfaat anti peradangan yang juga dapat menghilangkan gas berlebihan di perut.

    Racikan minuman kunyit lain bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Smoothie kunyit dan jinten

    KunyitSiapa sangka smoothie yang dibuat dari mencampurkan kunyit dan jinten juga berkhasiat. Foto: iStock

    Kunyit juga bisa diolah menjadi smoothie yang tidak kalah enak dengan smoothie buah atau sayuran.

    Kamu bisa mencampurkan secangkir yogurt tawar, setengah sendok teh bubuk kunyit, dan setengah sendok teh jinten bubuk. Tambahkan setengah pisang dan segenggam bayam agar lebih nikmat.

    Smoothie ini pun menawarkan manfaat lebih besar dalam membantu pencernaan. Jinten dan kunyit keduanya dikenal dapat mendukung pencernaan dan mengurangi kembung.

    Yogurt sebagai bahan tambahan probiotik yang dapat meningkatkan kesehatan usus.

    4. Minuman detoks lemon dan kunyit

    Jika ingin membuat ramuan detoksifikasi, kamu bisa memadukan kunyit dan lemon.

    Campurkan setengah sendok teh bubuk kunyit dengan perasan setengah lemon dalam secangkir air hangat. Aduk rata dan tambahkan madu jika mau.

    Lemon yang dicampur dengan air hangat menjadi diuretik alami yang memiliki sifat pencahar ringan. Di sisi lain kunyit juga mengandung kurkumin yang dapat meredakan gejala perut kembung dan menyejukkan sistem pencernaan.

    5. Teh kunyit dan adas

    manfaat dan cara membuat teh kunyitTambahan kunyit dan adas dapat mengatasi perut kembung. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Kombinasi kunyit dan adas juga bermanfaat untuk mengatasi perut kembung.

    Rebus air yang sudah ditambahkan dengan satu sendok teh bubuk kunyit dan satu sendok teh biji adas selama 5-10 menit, lalu saring. Sajikan dalam cangkir dan minum saat masih hangat.

    Biji adas terkenal dengan manfaatnya bagi pencernaan, termasuk mengurangi kembung dan gas. Dikombinasikan dengan kunyit, teh ini mendukung proses pencernaan seimbang.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Makanan Ini Bikin Perut Kembung Jika Dikonsumsi Terlalu Banyak


    Jakarta

    Perut kembung secara umum disebabkan karena proses pencernaan yang tak lancar. Kondisi ini bisa ditimbulkan setelah menyantap makanan dan minuman tertentu.

    Perut kembung adalah kondisi yang terjadi ketika sistem pencernaan sulit memecah komponen makanan tertentu. Memang ada beberapa makanan yang lebih sulit untuk dicerna.

    Umumnya yang dirasakan ketika perut kembung adalah perut terasa kencang dan penuh. Kondisi ini dikarenakan adanya gas di dalam perut sehingga membuat rasa tak nyaman.


    Dilansir dari Times of India (12/10), ada beberapa makanan dan minuman yang dapat menyebabkan perut kembung jika dikonsumsi terlalu banyak. Di antaranya beberapa jenis sayuran, produk susu, buah, hingga minuman berkarbonasi.

    Berikut 5 makanan dan minuman yang dapat menyebabkan perut kembung:

    1. Kembang kol dan brokoli

    cara masak brokoli bagian batangnyabrokoli Foto: tiktok/istock

    Sayuran cruciferous termasuk golongan tanaman Brassica. Sayuran ini juga kerap disebut keluarga kubis. Misalnya kembang kol, brokoli, pakcoy, selada, dan lainnya.

    Sayuran-sayuran tersebut diketahui mengandung senyawa sulfur dan karbohidrat kompleks yang menyebabkan gas di dalam perut. Agar mudah dicerna, jenis sayuran ini harus dimasak terlebih dahulu. Konsumsinya lebih menyehatkan dibandingkan disantap mentah.

    2. Produk Susu

    Sebagian orang yang mengonsumsi produk susu dapat merasakan manfaat sehat pada tubuhnya, tetapi sebagian lain justru merasa tak enak. Hal ini dikarenakan kandungan laktosa yang terdapat pada produk susu.

    Mereka yang intoleransi terhadap laktosa berarti tubuhnya kekurangan enzim yang diperlukan untuk mencerna laktosa. Akibatnya bisa merasakan perut kembung, penuh dengan gas, dan tak nyaman.

    Jika ingin tetap mengonsumsi susu, dapat menggantinya dengan produk susu nabati. Misalnya seperti susu kacang kedelai, susu almond, maupun susu oat.

    3. Produk Gluten

    Pada makanan yang terbuat dari gandum, seperti roti dan pasta, kebanyakan mengandung gluten. Gluten adalah senyawa protein yang terdapat di dalam biji-bijian dan serealia.

    Mereka yang sensitif terhadap gluten, maka akan merasakan perut kembung ketika mengonsumsi makanan tersebut. Alternatifnya bisa mempertimbangkan untuk mencoba konsumsi nasi, quinoa, atau oats.

    4. Minuman Berkarbonasi

    Nenek Asal Vietnam Ini Bertahan Hidup dengan Minum Soft Drink Selama 50 TahunSoft Drink Foto: Site News

    Minuman berkarbonasi yang terlalu banyak dikonsumsi juga dapat menyebabkan perut kembung. Di antaranya adalah minuman soda dan sparkling water yang dapat menyebabkan timbulnya gas dalam perut.

    Agar perut tak kembung, pilihlah konsumsi minuman yang sehat. Kamu bisa menikmati berbagai jenis teh yang memiliki manfaat dalam mengurangi masalah pencernaan.

    5. Buah

    Tak hanya sayuran saja, tapi buah juga dapat menyebabkan perut kembung. Diketahui kalau pada beberapa jenis buah mengandung kadar fruktosa dan sorbitol yang tinggi.

    Kandungan tersebut dapat menyebabkan gas dan perut kembung pada orang-orang yang lebih sensitif. Serat yang terdapat pada buah juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan jika dikonsumsi berlebihan.

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Teh Herbal Ini Ampuh Atasi Masalah Perut Kembung


    Jakarta

    Perut kembung sering dialami banyak orang. Tidak perlu bingung mengatasinya, karena bisa dibantu dengan minum 5 jenis teh herbal ini.

    Meskipun perut kembung merupakan hal biasa, tetapi kondisi ini kerap membuat tubuh menjadi tidak nyaman.

    Perut kembung muncul karena penumpukan gas di dalam perut. Seringkali akar masalahnya disebabkan oleh pola makan yang kurang tepat atau mungkin minum dan makan sesuatu yang membuat perut lebih rentan. Perut kembung juga bisa menjadi tanda adanya bakteri dalam usus yang tidak seimbang.


    Jika mengalami masalah perut kembung, jangan khawatir. Sebab, sejumlah teh herbal telah terbukti dapat mengatasi kondisi tersebut.

    Melansir Nutratea (23/06/2024), berikut 5 jenis teh herbal yang ampuh atasi masalah perut kembung:

    1. Teh peppermint

    Teh peppermint dapat digunakan untuk mengatasi perut yang buncit.Minum teh peppermint disebut dapat atasi perut kembung karena senyawa di dalam pepermint. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Teh peppermint mengandung sejumlah nutrisi, mulai dari vitamin A, vitamin C, kalsium, asam folat, hingga flavonoid. Kandungan tersebut membuat teh ini bermanfaat bagi kesehatan, termasuk untuk mengatasi masalah pencernaan.

    Penelitian yang disebutkan oleh situs Healthline menemukan bahwa senyawa dalam peppermint dapat menghambat aktivitas sel imun pada usus, penyebab kembung.

    Penelitian itu juga menunjukkan bahwa peppermint dapat menenangkan usus hingga mengatasi kembung dan nyeri yang menyertainya.

    2. Teh jahe

    5 Khasiat Racikan Teh Jahe Campur Cengkeh untuk Turunkan BBMinum teh jahe juga merupakan solusi untuk atasi perut kembung. Foto: Getty Images/Prasenjit Kar

    Jahe juga sejak lama terkenal dengan khasiatnya. Salah satu khasiat paling terkenal yaitu mengatasi masalah pencernaan.

    Minum teh jahe dapat mengatasi dispepsia, yaitu sindrom atau sekumpulan gejala yang timbul akibat gangguan pencernaan, seperti perut kembung, nyeri ulu hati, dan lain sebagainya.

    Minum teh jahe dapat mempercepat proses pengosongan perut dan dapat meredakan gejala perut kembung atau begah, yang biasa timbul akibat asam lambung atau proses pencernaan tidak lancar.

    Kandungan parasol dan gingerol di dalam jahe juga dapat melawan bakteri penyebab infeksi saluran pencernaan.

    Rekomendasi teh herbal lain yang dapat atasi masalah kembung dapat dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Teh chamomile

    Herbal tea with lemon slice on a white wooden table with chamomile plants and cinnamon.Tidak hanya menenangkan pikiran, tetapi teh chamomile juga baik untuk atasi kembung. Foto: dok. detikFood

    Anggota keluarga bunga Asteraceae ini memang lebih dikenal dengan manfaatnya yang bisa menenangkan pikiran dan tubuh.

    Namun, efek menenangkan itu juga berlaku pada sistem pencernaan. Chamomile secara tradisional digunakan untuk mengatasi masalah perut bergas, kembung, gangguan pencernaan, dan nyeri perut.

    Senyawa antispasmodik yang ada di dalam chamomile juga dapat meredakan gejala gangguan pencernaan, seperti kembung, sakit perut, hingga dapat mengurangi keasaman di lambung.

    4. Teh kayu manis

    Teh herbalTeh kayu manis juga bisa membantu atasi perut kembung karena kandungannya. Foto: Getty Images/iStockphoto/margouillatphotos

    Tidak hanya digunakan sebagai penyedap makanan atau penambah rasa pada kue, kayu manis juga bisa diolah menjadi teh yang bermanfaat.

    Kayu manis memiliki sifat antiradang dan dapat digunakan sebagai pereda nyeri alami.

    Rempah-rempahan ini juga memiliki kandungan antispasmodik yang dapat mengurangi jumlah gas yang diproduksi oleh usus, hingga membantu meredakan kembung, kram perut, sampai mual.

    5. Teh ketumbar

    Ketumbar tidak hanya dipakai sebagai bumbu makanan, tetapi bisa juga diolah jadi teh. Caranya dengan merebus biji ketumbar yang sudah bersih di air sampai mendidih. Hasil rebusan itu bisa disaring terlebih dahulu untuk menghilangkan ampasnya, lalu diminum.

    Teh ini pun menawarkan manfaat beragam, salah satunya obat alami untuk masalah pencernaan.

    Ketumbar dapat membantu merangsang produksi asam lambung yang berarti makanan bisa dicerna lebih cepat. Ketumbar juga bisa merelaksasikan otot usus, sehingga gas tidak mudah terperangkap dan menyebabkan kembung.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com