Tag: perut

  • 4 Cacing yang Sering Muncul di Kamar Mandi dan Penyebabnya


    Jakarta

    Sebagian orang akan panik ketika melihat cacing tiba-tiba muncul dari lantai kamar mandi. Cacing ini bisa muncul di sela-sela lantai, nat atau dari lubang pembuangan air.

    Ternyata, cacing yang muncul di kamar mandi ada beberapa macam. Mereka pun muncul bukan tanpa sebab. Sistem pembuangan limbah adalah salah satu tempat berkembang biak hewan melata ini.

    Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tetap menjaga kebersihan kamar mandi agar cacing tak lagi muncul. Misalnya, membersihkan lantai dengan cairan karbol atau pembersih yang tepat secara rutin.


    Tidak meninggalkan sampah dan tidak membuang sisa sampah atau apapun lewat saluran pembuangan air.

    Selengkapnya, ini 4 jenis cacing yang kerap muncul di kamar mandi dan penyebabnya:

    Jenis cacing yang muncul di kamar mandi dan sebabnya

    1. Cacing Darah

    Cacing darah biasanya juga dikenal dengan nama cacing selokan. Cacing ini mengandung zat besi dan porfirin dalam tubuhnya sehingga warnanya terlihat merah tak begitu mencolok. Cacing darah sering muncul terbawa air yang terkontaminasi atau air kotor dari selokan.

    Bila cacing ini muncul, berarti kamar mandi tak bersih, pasokan air kurang, dan ada penumpukan di saluran pembuangan limbah.

    2. Cacing Rambut Kuda

    Cacing ini awalnya berbentuk telur yang muncul dari perut serangga seperti jangkrik atau kecoa. Bila kita melihat kecoa di dalam kamar mandi dan membunuhnya, maka organ dalam yang terburai dari tubuh kecoa itu akan memunculkan cacing rambut kuda.

    Cacing rambut kuda ini banyak dianggap sebagai parasit manusia yang bisa menimbulkan penyakit.

    3. Cacing Tanah

    Cacing ini yang sering ditemui di kamar mandi. Cacing tanah biasanya muncul dari sela-sela lantai atau nat. Cacing tanah bisa muncul di kamar mandi karena lantai keramik pecah atau tidak tertutup sempurna sehingga ada celah baginya untuk keluar.

    4. Larva Lalat

    Lalat saluran pembuangan paling banyak ditemukan di kamar mandi, namun kebanyakan orang tidak dapat mengenalinya. Cacing ini memiliki saluran pernapasan berwarna gelap yang mencolok dan garis gelap di bagian punggung.

    Meskipun cacing ini tidak berbahaya bagi manusia, keberadaanya di sekitar kita tentu meresahkan. Kehadiran cacing ini merupakan indikasi adanya serangga lalat di saluran air kamu.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Penyebab Ada Walang Sangit di Rumah dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Walang sangit bisa saja ditemukan di rumah. Keberadaannya cukup mengganggu penghuni rumah karena bisa mengeluarkan bau menyengat.

    Melansir dari Reader Digest, bau walang sangit ini merupakan salah satu bentuk pertahanan diri. Bau ini hanya akan dikeluarkan bila walang sangit merasa terancam atau bila mereka tersakiti, seperti tidak sengaja tergencet atau ketindihan.

    Bau tersebut datang dari cairan kimia di dalam tubuh mereka yang terdapat di kelenjar di perut. Beberapa spesies walang sangit bahkan dapat menyemprotkan bahan kimia tersebut hingga beberapa inci.


    Penyebab Walang Sangit Masuk ke Rumah dan Cara Mengatasinya

    1. Banyak Celah di Rumah

    Penyebab yang pertama adalah karena banyaknya akses masuk serangga kecil ke dalam rumah, seperti contohnya celah pada pintu, jendela, dan ventilasi.

    Cara untuk mengatasinya adalah dengan menambal seluruh celah pada rumah dengan dempul silikon atau lateks silikon yang berkualitas.

    2. Terlalu Banyak Sumber Cahaya

    Sumber cahaya seperti lampu bisa mengundang perhatian walang sangit. Oleh karena itu, sebaiknya kurangi pencahayaan di area luar rumah saat sore dan malam hari.

    3. Banyak Tumpukan Sampah Daun

    Walaupun walang sangit sangat menyukai sisi bangunan yang cerah atau terkena sinar matahari, bukan berarti mereka tidak menyukai tempat yang lembap. Nyatanya, mereka juga suka berkumpul di sampah daun dan sisa makanan di halaman rumah. Maka dari itu, biasakanlah untuk menyapu sampah dedaunan kering yang menumpuk di halaman rumah.

    Kapan Musim Walang Sangit?

    Biasanya walang wangit akan lebih sering beraktivitas saat cuaca sedang hangat. Sebaliknya, saat cuaca sedang dingin, mereka akan bersembunyi di bangunan rumah, dari mulai dari sela tembok, loteng, rak buku, hingga di bawah kasur.

    Menurut vice president Technical and Regulatory Affairs National Pest Management, Jim Fredericks, walang sangit biasanya akan aktif ketika cuaca sedang hangat, mereka akan cenderung muncul pada bagian rumah yang hangat dan terkena sinar matahari.

    “Walang sangit akan muncul di sisi rumah yang terkena sinar matahari, tempat mereka menghangatkan diri,” ujar Fredericks.

    Itu dia beberapa penyebab mengapa walang sangit masuk ke dalam rumah, dan cara untuk mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Rayap! Ini 5 Tanda Rumah Diserang Semut Kayu



    Jakarta

    Pernahkah mengalami perabotan, pintu, atau jendela dari kayu di rumah terkikis? Penghuni rumah pasti berpikir bahwa ini adalah ulah rayap yang memakan kayu. Namun, ternyata tak hanya rayap, terdapat hewan bernama semut kayu yang juga menjadi penyebab mengapa bahan-bahan kayu di rumah menjadi terkikis.

    Melansir dari situs The Spruce, terdapat 5 tanda adanya semut kayu di rumah.

    Jejak Semut di Malam Hari

    Semut kayu umumnya berwarna hitam dan sedikit lebih besar daripada spesies semut lainnya. Ciri paling mencolok adalah mereka punya area perut yang berbentuk hati. Mereka aktif pada malam hari untuk mencari makanan. Jika penghuni rumah melihat semut kayu berjalan di malam hari artinya mereka sudah menemukan jalan masuk ke dalam rumah.


    Serbuk Kayu Berceceran

    Tanda lain adanya semut kayu adalah tumpukan serbuk atau serutan kayu. Uniknya, semut kayu tidak memakan kayu seperti rayap, tetapi mereka hanya menggali kayu untuk membuat sarang. Inilah yang membuat sisa-sisa serbuk kayu ditemukan di sekitar perabotan kayu atau pintu dan jendela.

    Pada Dinding

    Semut kayu ternyata tidak hanya berjalan di lantai rumah, tetapi juga mereka dapat merayap dinding. Jika melihat banyak semut bersayap di dinding bisa jadi mereka adalah semut kayu yang mencari sarang di rumah.

    Suara Gemerisik

    Terdapat suara-suara yang bisa jadi tanda kehadiran semut kayu, seperti gemerisik atau suara garukan pada dinding. Suara ini bisa jadi adalah suara semut kayu yang sedang menggerogoti kayu di rumah. Mereka biasanya aktif pada malam hari.

    Kayu Rusak atau Membusuk

    Semut kayu umumnya tertarik pada kayu yang lembap atau lapuk, yang dapat terjadi seiring waktu karena adanya air merembes ke celah-celah dinding. Jika ada bahan kayu yang lembap maka itu menjadi target utama semut kayu membangun sarangnya.

    Oleh karena itu, jika penghuni rumah menemukan salah satu dari kelima tanda tersebut, segera cek keberadaan semut kayu. Cek bagian perabotan kayu termasuk jendela dan pintu. Selain itu, cek juga pohon atau tanaman di halaman rumah karena semut kayu juga sering membuat terowongan atau sarang dari kayu-kayu yang mati.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mending Pilih Kloset Duduk atau Jongkok? Ini Plus-Minusnya


    Jakarta

    Setiap rumah wajib memiliki kloset sebagai tempat untuk buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK). Saat ini, ada dua jenis kloset yang umum dipakai masyarakat, yakni kloset duduk dan jongkok.

    Keduanya memiliki fungsi yang sama, yakni sebagai tempat untuk BAB dan BAK. Meski begitu, baik kloset duduk dan kloset jongkok punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

    Hal ini yang kerap bikin bimbang penghuni rumah setiap kali membangun atau merenovasi kamar mandi. Jadi, lebih baik pilih kloset duduk atau jongkok? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Kloset Duduk vs Kloset Jongkok, Pilih Mana?

    Di era modern, banyak masyarakat yang memilih menggunakan kloset duduk di kamar mandi. Begitu juga pada mal besar hingga gedung kantor, hampir semuanya memilih memakai kloset duduk daripada jongkok.

    Namun, sebagian orang masih nyaman menggunakan kloset jongkok karena dinilai lebih sehat untuk tubuh. Benarkah?

    Dilansir situs Bladder & Bowel UK, Selasa (10/6/2025), sebuah penelitian pada 2003 menunjukkan bahwa orang yang jongkok lebih sedikit mengalami tegang dan butuh waktu lebih sedikit untuk BAB daripada di kloset duduk.

    Penelitian lain pada 2020 lalu mengungkapkan, posisi jongkok saat BAB dapat menurunkan tekanan perut sehingga lebih sedikit tenaga yang dikeluarkan untuk mengosongkan isi usus. Hal ini memengaruhi fungsi otot puborectalis menjadi rileks dan rektum berada di posisi lurus, sehingga lebih gampang mengeluarkan feses dari tubuh.

    Jika dilihat dari segi desain, kloset duduk dinilai lebih baik daripada kloset jongkok. Bahkan, banyak perusahaan yang berlomba-lomba membuat dan mendesain kloset duduk yang nyaman, canggih, serta mengusung smart toilet yang serba otomatis.

    Di pasaran, toilet duduk juga kerap jadi pilihan rumah modern karena dapat mempresentasikan tingkat modernitas pada hunian tersebut. Dibandingkan toilet jongkok yang terkesan kuno dan harus disiram secara menual.

    Desain kloset yang mengusung kenyamanan membuat kloset duduk banyak dipilih oleh lansia, wanita hamil besar, atau orang yang mengalami cedera lutut. Sebab, mereka tak perlu repot-repot harus jongkok yang justru sangat berisiko bagi kesehatan.

    Jika detikers masih bimbang, simak kelebihan dan kekurangan kloset duduk dan kloset jongkok di bawah ini:

    Kelebihan Kloset Duduk

    • Desain kloset lebih modern dan mewah, cocok untuk hunian yang mengusung konsep minimalis, modern, atau industrial
    • Lebih nyaman digunakan karena kaki tidak cepat pegal
    • Banyak produsen yang meluncurkan produk smart closet dan diklaim lebih canggih, efektif, dan nyaman.

    Kekurangan Kloset Duduk

    • Harganya jauh lebih mahal daripada kloset jongkok, terutama pada kloset yang mengusung konsep smart closet
    • Kurang sehat karena dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit, seperti wasir dan sembelit.

    Kelebihan Kloset Jongkok

    • Harganya lebih murah daripada kloset duduk
    • Lebih sehat bagi tubuh
    • BAB jadi lebih lancar
    • Mencegah penyakit seperti wasir atau sembelit.

    Kekurangan Kloset Jongkok

    • Modelnya kuno dan sudah ketinggalan zaman, sehingga tidak cocok untuk hunian modern
    • Kurang nyaman jika digunakan dalam waktu lama karena menyebabkan nyeri dan pegal di paha serta tumit
    • Tidak semua orang dapat menggunakan kloset jongkok, khususnya lansia, wanita hamil besar, hingga orang yang sedang mengalami cedera pada kaki.

    Sejarah Singkat Kloset Duduk

    Sebenarnya, manusia sejak zaman dahulu menerapkan cara jongkok untuk BAB. Namun, seiring perkembangan zaman mulai ditemukan kloset duduk agar lebih nyaman saat buang hajat.

    Dikutip dari Medium, toilet awalnya berupa tanah yang diberi lubang dan dirancang agar nyaman untuk BAB dengan cara jongkok. Namun pada abad ke-16, terciptalah toilet siram pertama yang digagas oleh Sir John Harington.

    Saat itu, Harington mendesain kloset yang dikhususkan untuk Ratu Elizabeth I. Toilet ini dapat membantu sang ratu ketika di kamar mandi, sebab gaun yang dikenakan saat itu punya berat hingga 18 kilogram.

    Meski desain Harington dianggap revolusioner pada masanya, tapi kloset duduk berfokus pada kenyamanan dan kemudahan. Toilet ini dirancang agar sesuai dengan gaya hidup orang Barat yang kaya dan terpandang, sehingga saat buang hajat pun harus duduk di kursi dan memakai pakaian formal.

    Hal ini justru berbanding terbalik di kawasan Timur, terutama di Asia. Toilet jongkok tetap digunakan pada banyak masyarakat karena dinilai praktis, murah, dan selaras dengan gaya hidup yang sederhana. Bahkan, toilet jongkok masih banyak digunakan oleh warga yang tinggal di pedesaan.

    Itu dia kelebihan dan kekurangan kloset duduk dengan kloset jongkok. Jadi, mau pilih yang mana?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Ganti Toilet Jongkok Jadi Duduk? Ketahui Dulu Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Masih banyak kamar mandi di Indonesia yang menggunakan toilet jongkok. Sebagian orang mungkin sedang mempertimbangkan untuk beralih ke toilet duduk.

    Toilet duduk terkesan lebih modern dan praktis untuk digunakan. Namun, apakah menggunakan toilet duduk keputusan terbaik?

    Bagi yang sedang mempertimbangkan buat pasang toilet duduk, sebaiknya ketahui dulu kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini penjelasannya, dilansir dari Bigger Bathroom.


    Kelebihan Toilet Duduk

    Inilah poin plus kalau menggunakan toilet duduk.

    1. Postur Duduk

    Toilet ini memungkinkan penggunanya buang air dalam posisi duduk. Postur tersebut terbilang aman dan nyaman, terutama bagi lansia. Jika duduk dalam jangka waktu lama di toilet duduk, hal ini tidak akan menyebabkan pusing, atau kram ketika bangun.

    Lalu, postur ini membuat kompresi neurovaskular ekstremitas bawah sehingga bisa menghindari penyakit neurovaskular ekstremitas bawah atau nyeri pada tulang betis dan jari-jari kaki.

    2. Teknologi Modern

    Selain itu, toilet duduk menggunakan teknologi modern. Benda ini memiliki fitur yang lebih canggih sehingga memberikan kenyamanan bagi penggunanya.

    Kekurangan

    Di sisi lain, toilet duduk punya kekurangan yang perlu dipertimbangkan.

    1. Proses BAB Lebih Sulit

    Menurut struktur fisiologis tubuh manusia, patensi usus berkurang saat duduk, dan tekanan perut berkurang. Hal ini membuat proses BAB akan lebih sulit kalau menggunakan toilet duduk.

    2. Kulit Bersentuhan dengan Dudukan

    Ketika pengguna duduk di kloset, kulitnya bersentuhan langsung dengan dudukannya. Hal ini membuat bakteri dan parasit pada toilet mudah berpindah ke manusia. Hal ini memungkinkan risiko penularan penyakit, terutama di toilet umum.

    3. Berisiko Timbul Penyakit

    Posisi duduk memang nyaman, tetapi penggunanya bisa terlena dan melakukan aktivitas lain di kamar mandi. Misalnya buang air sambil baca buku, merokok, atau bermain ponsel. Padahal buang air besar dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko wasir.

    Itulah kelebihan dan kekurangan menggunakan toilet duduk. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Fakta di Balik Menara Pencakar Langit di Mars dan Bulannya


    Jakarta

    Pekan lalu, episode podcast Joe Rogan dan Elon Musk membahas objek di Mars yang mereka sebut “struktur persegi”. Objek ini tertangkap oleh kamera Mars Global Surveyor (MGS) Mars Orbiter Camera (MOC)

    Pembahasan ini memicu obrolan warganet soal batu “tunggal” atau “monolit” di Mars dan Phobos, bulan yang mengitari Mars. Katanya, objek diduga monolit ini ditemukan oleh Reconnaissance Orbiter.

    Dari pembahasan tersebut, muncul pula istilah menara pencakar langit setinggi 90 meter yang berdiri di Phobos. Benarkah ada bangunan seperti itu di planet dan bulan lain?


    Fakta Menara Pencakar Langit di Mars dan Phobos

    Menara di Bulan Mars

    Laboratorium Propulsi Jet (JPL) Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) dalam laman resminya menjelaskan, “menara pencakar langit” di Phobos adalah bongkahan batu besar yang kemungkinan terlontar dari kawah tumbukan Stickney. Salah satu batu bisa berdiameter sekitar 85 meter.

    Kawah Stickney sendiri sangat besar, dengan diameter sekitar 9 km. Kawah ini meliputi sekitar setengah permukaan Phobos. Di masa lalu, peristiwa tumbukan membentuk kawah ini, sehingga diperkirakan membuat batu amat besar terlontar dari perut bulan Mars ini.

    “Sebagian besar bongkahan batu tersebut mungkin telah terlontar dari kawah tumbukan terbesar di Phobos, Stickney,” tulis JPL NASA.

    Mengambil Foto Menara di Bulan Mars

    Foto “menara pencakar langit” di bulan Mars tersebut lalu diabadikan dalam foto hasil tangkapan wahana antariksa NASA pada 1998. Saat itu, wahana mars Global Surveyor (MGS) melakukan empat lintasan di dekat Phobos.

    Pada lintasan keempat, yang terjadi pada 12 September 1998, Mars Orbiter Camera (MOC) dapat menjepret citra bulan dengan resolusi tertinggi yang pernah ada saat itu. Dalam foto itu, ada beberapa bongkahan batu besar yang terlihat. Salah satunya adalah “menara pencakar langit” di bulan Mars tersebut.

    “Menara” di Phobos tersebut tampak memiliki bayangan di foto, mirip dengan menara di Bumi saat disinari Matahari saat menuju sore hari. Rupanya, bongkahan batu besar itu juga diterangi sinar Matahari dari sudut kiri atau kiri bawah.

    Menara di Mars

    Sementara itu, “menara pencakar langit” di Mars adalah batu besar yang berbentuk persegi panjang. Berdasarkan lokasinya di dasar tebing, batu besar tersebut diperkirakan pecah dari tebing dan jatuh ke tempatnya saat ini di masa lalu.

    Penjelasan tersebut disampaikan Jonathon Hill, teknisi penelitian dna perencana misi di Fasilitas Penerbangan Luar Angkasa Mars di Arizona State University. Hill kerap memproses gambar yang diambil selama misi Mars NASA.

    Hill menjelaskan, anggapan bahwa batu tersebut adalah menara atau mercusuar yang dibangun alien agak sulit diyakini. Sebab, posisinya di dasar tebing membuatnya rentan tertimbun relatif cepat.

    “Puing-puing yang jatuh dari tebing akan menutupinya cukup cepat dalam skala waktu geologis,” ucapnya pada Life’s Little Mysteries.

    Menara di Mars, Batu Berlengkung Jadi Persegi

    “Menara pencakar langit” di Mars dipotret dengan kamera HiRISE dengan resolusi sekitar 30 cm per piksel. Resolusi ini menurut Hill cukup detail jika memotret permukaan Mars, yang biasanya dari ketinggian 300 km.

    Namun, resolusi kamera ini menurutnya tidak menghasilkan foto yang cukup tajam untuk menangkap batu berukuran sedang. Alhasil, batu yang berlengkung bisa tampak persegi.

    “Jika resolusi kamera terlalu rendah untuk sepenuhnya mengungkap objek, objek tersebut cenderung terlihat persegi panjang karena piksel dalam gambar berbentuk persegi. Lengkungan apa pun akan terlihat seperti serangkaian garis lurus jika resolusi kamera dikurangi hingga tingkat tertentu,” terangnya.

    Menara Tinggi karena Efek Cahaya?

    Mirip dengan batu di Phobos, batu di Mars juga terkesan lebih tinggi dari aslinya karena angle atau sudut cahaya rendah pada saat pengambilan foto. Saat itu, Matahari dekat dengan horizon sehingga bayangan batu terlihat sangat panjang.

    Bayangan batu yang tampak sangat panjang dan batu yang tampak seperti persegi panjang membuat teori konspirasi menara pencakar langit di Mars jadi muncul.

    Soal Monolit Buatan?

    Di sisi lain, Hill juga tidak menilai sebutan “monolit” pada batu-batu tersebut sepenuhnya salah. Sebab dalam bahasa Latin, monolit berarti satu batu.

    Namun dalam istilah umum, monolit atau monolitikum lazimnya dipahami sebagai batuan yang dibuat pandai batu di suatu zaman. Nah, menurut Hill, “menara pencakar langit” di Mars ini tidak dibuat oleh tangan penduduk Mars.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Pilates dan Yoga Apa Bedanya? Ini Penjelasan Lengkapnya untuk Pemula

    Jakarta

    Pilates dan Yoga merupakan dua olahraga yang berfokus pada pengendalian gerakan tubuh dengan pikiran, serta biasanya dilakukan di area yang tenang.

    Bagi awam, kedua olahraga ini terlihat sama. Akan tetapi, baik yoga dan pilates memiliki karakteristik dan dasarnya masing-masing, mulai dari asal-usul, gerakan, intensitas, hingga manfaat yang dihasilkan.

    Pada artikel kali ini, detikSport telah merangkum perbedaan antara pilates dan yoga, sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh pemula. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Asal-usul Yoga dan Pilates

    Mengutip dari Jurnal Nusantara Community Service, pilates merupakan metode latihan yang dirancang untuk meningkatkan kekuatan tubuh bagian inti, memperbaiki postur tubuh, serta meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan tubuh. Latihan ini dikenal dapat membantu mengurangi rasa sakit pada punggung yang sering dialami wanita, serta mengurangi kecemasan serta stres.

    Pilates adalah aktivitas low impact yang mampu memperkuat dan menstabilkan core otot dengan serangkaian gerakan dan latihan pernafasan untuk memperkuat otot abdomen, pinggang, hingga kaki dan tangan.

    Sementara itu, yoga merupakan latihan tubuh dan pikiran yang berasal dari India. Olahraga ini semakin maju sebagai praktik kesehatan untuk berbagai ilmu imunologi, neuromuskuler, psikologis, dan kondisi nyeri.

    Mengutip dari Jurnal Maternitas UAP, Yoga berpotensi menciptakan keseimbangan di sepanjang dimensi emosional, mental, fisik, dan spiritual. Praktisi yoga dikenal dengan “yogl” yang diharapkan mencapai “Brahman” yaitu pencerahan dimana manusia menyadari hakikat diri sejati, sebagai bagian dari alam semesta.

    Fokus Gerakan

    Pada pilates, fokus utama adalah membangun kekuatan inti melalui gerakan kecil yang konsisten dan berulang. Aktivitas fisik dalam pilates dapat menguatkan otot perut, pinggang, kaki, dan tangan. Pilates juga memiliki latihan pernapasan dan konsentrasi yang dapat meningkatkan keseimbangan tubuh,

    Sedangkan yoga, lebih mengacu pada hubungan antara pikiran dan tubuh, terdiri dari pose-pose yang dipertahankan dalam waktu yang lebih lama. Latihan ini juga didominasi aktivitas meditasi, spiritualitas, yang tidak ditemukan dalam pilates.

    Intensitas Latihan

    Dalam intensitas latihan, yoga dinilai lebih lambat, dengan pose yang ditahan dalam durasi yang cukup lama. Hal ini bertujuan untuk menenangkan pikiran dan menjaga fleksibilitas tubuh.

    Sementara itu, pilates memiliki intensitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan yoga. Latihan pilates mencakup gerakan berulang yang berfokus memperkuat otot inti tubuh.

    Manfaat yang Dihasilkan

    Secara umum, pilates dan yoga sama-sama memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh dan kebugaran pikiran.

    Berikut beberapa manfaat yang didapatkan dari latihan pilates:

    • Meningkatkan pernapasan.
    • Memperbaiki postur tubuh.
    • Meredakan nyeri pada punggung.
    • Meredakan sakit pada saat menstruasi.
    • Mencegah osteoporosis.
    • Membantu meningkatkan konsentrasi dan fokus.
    • Mengurangi stres.

    Di sisi lain, yoga memiliki manfaat sebagai berikut:

    • Meredakan nyeri pada bagian punggung hingga leher.
    • Menjaga kualitas tidur.
    • Mengurangi stres dan menjaga kesehatan mental.
    • Membantu mengatasi masalah menopause.
    • Menurunkan berat badan.
    • Meningkatkan keseimbangan tubuh.

    Jika detikers masih bingung dalam menentukan pilihan latihan yang tepat, dapat menyesuaikan dengan preferensi dan tujuan. Yoga sangat cocok bagi pemula yang menginginkan latihan lebih lambat dan lebih condong bermanfaat untuk kesehatan mental. Sementara pilates berfokus pada peningkatan kekuatan inti dengan tempo yang lebih cepat.

    Agar mengetahui mana yang lebih baik, detikers dapat mencoba keduanya terlebih dahulu. Namun jika memiliki kondisi atau masalah kesehatan tertentu, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter agar latihan lebih aman dan manfaat yang didapatkan lebih optimal.


    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • 10 Manfaat Pilates untuk Wanita yang Wajib Kamu Tahu

    Jakarta

    Pilates merupakan salah satu olahraga yang cukup populer di Indonesia, khususnya kalangan wanita. Olahraga ini merupakan perpaduan antara gerakan yoga dan balet yang dapat meningkatkan keseimbangan tubuh melalui kekuatan inti.

    Sebagai bentuk latihan fisik, olahraga ini memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh wanita. Dengan gerakan yang optimal dan konsisten, pilates dapat meningkatkan kekuatan pernapasan hingga meredakan sakit pada bagian tubuh tertentu.

    Pada artikel kali ini, detikSport telah merangkum berbagai manfaat pilates bagi wanita. Yuk, simak informasinya di bawah ini.


    1. Meredakan Sakit saat Menstruasi

    Rasa sakit saat menstruasi atau yang sering disebut sebagai dysmenorrhea merupakan gangguan alirah darah haid sehingga menyebabkan rasa nyeri. Mengutip dari Jurnal Pengabdian Lentera, pilates dapat memberikan perbaikan pada gejala yang terkait dengan primary dysmenorrhea.

    Dengan kata lain, pilates dapat merilekskan otot yang berkontraksi dan merangsang hipotalamus untuk menghasilkan hormon endorphin sebagai obat penenang alami sehingga menghasilkan efek nyaman dan nyeri berkurang.

    2. Mengoptimalkan Kekuatan Pernafasan

    Manfaat kedua yang bisa dirasakan saat olahraga pilates yaitu mengoptimalkan kekuatan pernafasan. Mengutip dari Jurnal Kedokteran Diponegoro, pilates merupakan olahraga yang melibatkan beberapa otot pernafasan antara lain musculus pectoralis major, musculus serratus anterior, dan musculus obliquus abdominis externus, sehingga manfaat pilates dapat mempengaruhi pernafasan, baik saat inspirasi maupun ekspirasi.

    Salah satu dasar gerakan dalam pilates dapat mengontrol pernafasan sehingga mampu meningkatkan kekuatan pernafasan, dan berikutnya fungsi kapasitas paru-paru menjadi lebih baik.

    3. Menjaga Fleksibilitas Otot Tubuh

    Olahraga pilates melibatkan banyak otot tubuh. Gerakan otot yang dilakukan selama aktivitas fisik pilates dapat membantu memperpanjang dan meregangkan otot-otot tubuh.

    Dengan begitu, otot tubuh dan jauh lebih fleksibel dan rentang gerak tubuh meningkat sehingga detikers dapat lebih leluasa dalam bergerak. Benefit pilates ini juga sangat baik dirasakan bagi wanita dengan usia lanjut.

    4. Menambah Energi

    Manfaat selanjutnya yang bisa dirasakan wanita saat pilates yaitu menambah energi tubuh. Selain meningkatkan kekuatan pernapasan, aktivitas fisik pilates juga dapat membantu dan melancarkan sirkulasi darah dan memproduksi hormon baik.

    Oksigen dalam tubuh berfungsi dalam proses oksidasi biologi sehingga dapat menghasilkan energi yang dibutuhkan. Dengan begitu, detikers tidak perlu takut merasa cepat lelah dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan bugar.

    5. Mengurangi Nyeri Sakit Punggung

    Sakit punggung merupakan penyakit yang lumrah dialami wanita, terutama bagi pekerja yang banyak duduk dalam durasi waktu yang lama. Untuk itu, salah satu cara untuk meredakan sakit punggung yaitu pilates.

    Aktivitas fisik selama pilates dapat menguatkan otot perut hingga tulang panggul wanita. Hasilnya, sakit punggung dapat mereda lebih cepat. Namun jika saat bergerak, rasa nyeri punggung tak kunjung hilang, maka detikers perlu berkonsultasi dengan ahli seperti dokter.

    6. Mengurangi Stres

    Selain memiliki segudang manfaat secara fisik, pilates ternyata juga berfungsi dalam menjaga kesehatan mental, salah satunya dengan mengurangi stres. Saat pilates, aktivitas pernapasan dan latihan konsentrasi dapat menenangkan pikiran dan mencegah dari pikiran negatif.

    7. Meningkatkan Konsentrasi dan Fokus

    Selain mencegah stres, latihan pernapasan dan konsentrasi dalam pilates juga dapat meningkatkan konsentrasi dan fokus. Hal ini dikarenakan pilates berhubungan langsung dengan fungsi kognitif otak.

    Kondisi ini dapat membantu detikers tetap fokus dan berkonsentrasi. Tak hanya itu, manfaat pilates ini juga berdampak positif terhadap pengendalian tubuh.

    8. Membuat Berat Badan Lebih Ideal

    Bagi detikers yang sedang fokus menurunkan badan, maka olahraga pilates bisa menjadi pilihan menarik. Gerakan yang konsisten dan rutin dapat menurunkan kadar lemak dan menjaga berat badan tetap ideal.

    Meskipun begitu, aktivitas fisik ini juga perlu dibarengi dengan pola makan yang sesuai dan rutinitas yang sehat seperti lari, berenang, dan bersepeda.

    9. Memperkuat Struktur Tulang

    Dalam olahraga pilates, salah satu aktivitas fisik yang dilakukan yaitu latihan berbasis beban. Latihan ini dapat membantu menjaga kepadatan tulang. Manfaat ini juga bisa dirasakan bagi wanita untuk mencegah terjadinya osteoporosis.

    Seiring dengan bertambahnya usia, kesehatan tulang sangat penting dan harus dijaga. Untuk itu, pilates dapat menjadi pilihan olahraga untuk mengurangi risiko permasalahan pada tulang, seperti osteoporosis.

    10. Memperbaiki Postur Tubuh yang Lebih Ideal

    Postur tubuh juga menjadi aspek penting bagi kesehatan dan penampilan wanita. Beberapa wanita bahkan memiliki postur tubuh agak membungkuk disebabkan oleh alasan tertentu, seperti posisi duduk yang salah.

    Pilates merupakan olahraga yang dapat memperbaiki postur tubuh. Olahraga ini juga dapat melatih kontrol gerakan dan kesadaran tubuh sehingga dapat membentuk postur tubuh yang lebih ideal.

    Itulah beberapa manfaat pilates yang dapat dirasakan oleh wanita. Semoga dapat dipahami dengan baik agar mendapatkan manfaat yang maksimal ya, detikers!


    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Lari Sebelum atau Setelah Sarapan, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?


    Jakarta

    Lari dan sarapan merupakan dua aktivitas yang dapat membuat tubuh menjadi segar dan bersemangat untuk menjalani aktivitas seharian. Selain itu, keduanya juga dapat meningkatkan produktivitas dan membantu kita jauh lebih fokus.

    Namun pertanyaannya, apakah sebaiknya lari dilakukan sebelum atau sesudah sarapan?

    Beberapa orang memilih untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berlari untuk menghindari masalah seperti sakit perut atau lemas. Namun, sebagian lainnya merasa baik-baik saja jika melakukan lari pagi sebelum sarapan.


    Mengutip dari detikHealth, olahraga dan pemenuhan nutrisi merupakan dua aspek penting yang saling berpengaruh. Studi menunjukkan bahwa respon tubuh terhadap olahraga berbeda-beda tergantung apakah seseorang sudah makan atau belum.

    Sarapan sebelum lari penting untuk dilakukan namun juga bisa diabaikan tergantung intensitas larinya. Tubuh manusia tetap membutuhkan energi untuk melakukan berbagai aktivitas fisik.

    Bagi detikers yang tetap ingin sarapan sebelum lari pagi, maka sebaiknya dapat memilih makanan yang tepat untuk menjaga stamina tubuh.

    Berikut beberapa rekomendasi jenis makanan yang dapat dimakan sebelum mulai lari pagi:

    1. Putih telur
      Bagian putih dalam telur mengandung kalium, magnesium, kalsium, hingga vitamin yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, putih telur juga kaya akan protein sehingga detikers dapat menjalani lari tanpa harus merasa kelaparan atau malah kenyang berlebihan.
    2. Pisang
      Salah satu buah yang bisa dikonsumsi sebelum lari yaitu pisang. Buah yang kaya akan potasium ini memiliki kandungan yang mudah dicerna dan dapat memperkuat stamina namun tetap membuat tubuh terasa ringan.
    3. Dada ayam
      Makanan kaya akan protein lainnya yaitu dada ayam. Daging pada dada ayam mengandung 27 gram protein dan vitamin B6, sehingga sangat cocok meningkatkan daya tahan tubuh.
    4. Roti panggang
      Roti panggang mengandung karbohidrat yang dapat mengembalikan energi yang digunakan saat berlari. Dengan begitu, detikers tidak akan merasa cepat lelah.
    5. Oatmeal
      Oatmeal merupakan makanan berbahan dasar gandum yang kaya akan serat dan karbohidrat. Saat sarapan dengan oatmeal, tubuh akan mencerna karbohidrat sehingga gula darah akan tetap stabil selama berlari.

    Demikianlah jawaban terkait pernyataan apakah sebaiknya sarapan atau tidak sebelum berolahraga lari pagi. Semoga dapat membantu ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh