Tag: pesantren

  • Langkah Strategis Pemerintah Lindungi Santri Lewat Sinergi Tiga Kementerian


    Jakarta

    Tragedi ambruknya bangunan mushola di salah satu pondok pesantren baru-baru ini menjadi peringatan penting bagi pemerintah untuk lebih serius memperhatikan keamanan lingkungan pendidikan keagamaan. Menyadari hal tersebut, pemerintah bergerak cepat dengan memperkuat kolaborasi antar instansi melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Sinergi Penyelenggaraan Infrastruktur Pendidikan Pesantren.

    Dilansir dari laman Kementerian Agama (Kemenag), Penandatanganan dilakukan di Jakarta pada Selasa (14/10/2025) dan melibatkan tiga kementerian, yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Agama (Kemenag), serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).


    Upaya Bersama Perkuat Infrastruktur Pesantren

    Kesepakatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sistem perlindungan bagi para santri, khususnya yang menempuh pendidikan di pesantren berasrama. Melalui kerja sama tersebut, ketiga kementerian sepakat memperkuat koordinasi dalam pertukaran data pesantren di bawah pembinaan Kemenag, memberikan dukungan teknis terhadap keandalan bangunan, serta mendorong penyehatan lingkungan pesantren agar lebih layak dan aman.

    Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa pesantren merupakan salah satu pilar utama pendidikan keagamaan di Indonesia.

    “Jumlah pondok pesantren di Indonesia sangat banyak, mencapai 42.369. Semuanya swasta, tidak ada yang negeri. Madrasah negeri hanya sekitar 5 persen, sementara 95 persen lainnya swasta. Sedangkan sekolah umum justru sebaliknya, 95 persen negeri dan 5 persen swasta,” ungkap Menag.

    Ia menambahkan, penguatan infrastruktur pesantren tidak sekadar urusan pembangunan fisik, melainkan juga bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi generasi muda di lembaga keagamaan.

    “Kasus yang menimpa pondok pesantren di Jawa Timur kemarin menjadi pengingat bagi kita semua. Yang penting jangan sampai kasus seperti itu terulang kembali. Kita ingin memastikan keamanan dan kelayakan bangunan di pesantren seluruh Indonesia,” pungkas Menag.

    Menag Nasaruddin juga menyampaikan apresiasi atas dukungan langsung dari Presiden Prabowo Subianto terhadap dunia pesantren.

    “Saya mewakili komunitas pesantren berterima kasih kepada Presiden Prabowo yang begitu cepat memberikan arahan kepada semuanya dan menambah sedikit anggaran. Ini bukti perhatian negara terhadap pendidikan pesantren,” kata Nasaruddin Umar.

    Peran Kementerian PUPR

    Dalam pelaksanaan kesepakatan ini, Kementerian PUPR mendapat tanggung jawab teknis dalam memastikan bangunan pesantren memenuhi standar keamanan dan kelayakan konstruksi.

    Menteri PUPR Doddy Hanggodo menjelaskan, kementeriannya akan melakukan pemetaan dan pengujian kualitas bangunan pesantren di sejumlah daerah.

    “Kami akan membantu memastikan agar bangunan pesantren layak dan aman. Fokus awalnya pada sampling kualitas bangunan di 80 pesantren yang akan kami laporkan kepada Menteri Agama untuk tindak lanjut,” jelas Doddy Hanggodo.

    Lebih lanjut, tim teknis dari PUPR juga akan memberikan pendampingan bagi pengelola pesantren yang menghadapi kendala dalam perizinan pembangunan.

    “Kami ingin pesantren tidak kesulitan mengurus PBG, dan bagi yang kecil, kami bantu dengan panduan konstruksi dasar agar lebih aman,” tambahnya.

    Langkah ini menjadi bentuk nyata sinergi lintas kementerian dalam mewujudkan pesantren yang aman, sehat, dan layak huni bagi para santri.

    Selain dari sisi teknis, aspek perlindungan terhadap santri juga menjadi perhatian utama. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan santri merupakan bagian dari tanggung jawab negara.

    “Yang paling pokok adalah rasa aman dan nyaman bagi proses belajar anak-anak kita. Itu makna keadilan negara,” ungkapnya.

    Langkah Sinergis Lintas Kementerian

    Kesepakatan tiga kementerian ini mencakup berbagai hal penting: mulai dari pertukaran data dan informasi pesantren di bawah pembinaan Kemenag, dukungan teknis untuk memastikan keandalan bangunan dan penyehatan lingkungan, hingga koordinasi dalam pembinaan serta pengawasan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) oleh pemerintah daerah.

    Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan pengelolaan pesantren di Indonesia dapat semakin tertata, aman, dan berkelanjutan.

    Penandatanganan kesepakatan turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana, Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu, Gugu Gumilar, serta Direktur Jenderal Pendidikan Islam Suyitno.

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada 1.900 Santri di Sana



    Jakarta

    Rencana perbaikan Pondok Pesantren Al Khoziny menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menuai kritikan. Meski begitu, Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar menyebut hal pembangunan ulang atau renovasi ponpes tersebut layak menggunakan APBN.

    “Al Khoziny ini layak dibantu APBN karena ya kalau jumlah santrinya 1.900 mau sekolah di mana? Mau dibiarkan di tenda? Pemerintah mau diam saja? Kepada teman-teman yang memprotes menggunakan APBN, apa solusi Anda? Kepada DPR yang ada satu dua orang yang memprotes, apa solusi Anda? Dengan 1.900 santri yang sedang belajar,” katanya setelah menghadiri acara penandatanganan kesepakatan bersama di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (14/10/2025) seperti dilansir dari detikNews.


    Pria yang akrab disapa Cak Imin itu meminta agar seluruh pihak memperhatikan nasib 1.900 santri di Ponpes Al Khoziny. Ia merasa heran dengan kritik yang diberikan terhadap upaya pemerintah melindungi para santri yang sedang belajar.

    “Jadi tolong dibuka mata bahwa yang kita tolong adalah anak-anak negeri yang sedang belajar sehingga saya sangat tidak habis pikir yang dikritik kok upaya pemerintah yang sedang melindungi anak yang sedang belajar dan tidak ada tempat belajar. Nanti kalau kita tidak melakukan sesuatu marah juga, kan aneh ya. Makanya itu harus menjadi kesadaran kita bersama,” ujarnya.

    Sebagaimana diketahui, Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo ambruk dan menimbulkan 67 korban jiwa. Bupati Sidoarjo Subandi menyebut pihak ponpes tak mengantongi izin pembangunan gedung tersebut.

    Polisi juga tengah mengusut terkait ambruknya bangunan di ponpes itu. Menteri PU Dody Hanggodo lalu menyatakan perbaikan ponpes itu dilakukan dengan APBN.

    “InsyaAllah cuma dari APBN ya. Tapi tidak tertutup kemungkinan nanti kita juga ada bantuan dari swasta kita pasti bantu. Cuma sementara waktu dari APBN,” terang Dody dalam konferensi pers di kantor Kementerian PU, Jakarta, Selasa (7/10).

    Berkaitan dengan itu, Anggota Komisi VIII DPR Fraksi Golkar, Atalia Praratya mendesak agar pemerintah kembali mengkaji penggunaan dana APBN untuk perbaikan Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo. Menurutnya, mekanisme penggunaan APBN harus jelas dan adil.

    “Usulan penggunaan APBN ini harus dikaji ulang dengan sangat serius, sambil memastikan proses hukum berjalan dan kebijakan ke depan lebih adil, lebih transparan, dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial,” jelasnya kepada wartawan, Jumat (10/10).

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Islam Larang Semir Rambut Warna Hitam, Begini Jika Telanjur


    Jakarta

    Menyemir rambut diperbolehkan dalam Islam asal tidak berwarna hitam. Sebab, Rasulullah SAW melarang warna tersebut.

    Larangan menyemir rambut dengan warna hitam berlaku bagi laki-laki dan perempuan, baik untuk rambut jenggot maupun kepala. Dalam sebuah hadits yang terdapat dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi dikatakan,

    عَنْ جَابِرٍ قَالَ : أُتِيَ بِأَبِي قُحَافَةَ وَالِدِ أَبِي بَكْرِ الصِّدِّيقِ مَا ، يَومَ فَتْحِ مَكَّةَ وَرَأْسُهُ وَلِحْيَتُهُ كَالثَّغَامَةِ بَيَاضًا . فَقَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ ﷺ : غَيِّرُوا هَذَا وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ . رواه مسلم


    Artinya: “Dari Jabir RA, dia berkata: Pada hari penaklukkan Kota Makkah Abu Quhafah dibawa ke hadapan Rasulullah SAW dengan rambut dan jenggotnya yang memutih seperti pohon tsaghamah (pohon yang daun dan buahnya putih). Maka Rasulullah SAW bersabda, “Rubahlah (warna celupan ini) dan jauhilah warna hitam.” (HR Muslim)

    Dalam riwayat lain dikatakan,

    اذْهَبُوا بِهِ إِلَى بَعْضٍ نِسَائِهِ فَلْتُغَيِّرْهُ وَجَنِّبُوهُ السَّوَادَ

    Artinya: “Ajaklah dia kepada istri-istrinya agar mereka mengubah warna rambutnya tetapi jauhilah warna hitam.” (HR Muslim)

    Menurut penjelasan dalam Ensiklopedia Fikih Indonesia susunan Ahmad Sarwat, ulama Hanabilah, Malikiyah, dan Hanafiyah mengatakan mengecat rambut dengan warna hitam dimakruhkan kecuali bagi orang yang akan berperang karena ada ijma mengenai kebolehannya. Sementara ulama dari mazhab asy-Syafi’iyah menyatakannya haram kecuali bagi yang akan berperang.

    Pendapat tersebut bersandar pada sabda Rasulullah SAW, “Akan ada pada akhir zaman orang-orang yang akan mengecat rambut merek dengan warna hitam, mereka tidak akan mencium bau surga.” (HR Abu Daud, An-Nasa’i, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim)

    Warna yang Dianjurkan untuk Menyemir Rambut

    Menyemir rambut, termasuk untuk menutupi uban, boleh pakai warna selain hitam. Dianjurkan dengan warna kuning atau merah, sebagaimana penjelasan Imam an-Nawawi dalam Syarah Riyadhus Shalihin.

    “Dianjurkan menyemir uban dengan pacar dan selainnya, baik uban pada jenggot atau selainnya,” jelas Imam an-Nawawi seperti diterjemahkan Misbah.

    Adapun, bahan yang baik untuk menyemir rambut yang beruban adalah inai dan katam, sebagaimana diriwayatkan Abu Dzar RA, dari Rasulullah SAW,

    إِنَّ أَحْسَنَ مَا غَيَّرْتُمْ بِهِ الشَّيْبُ الْحِنَّاءُ وَالْكَتَمُ.

    Artinya: “Sungguh, sesuatu yang paling baik untuk mengubah warna uban adalah inai dan katam.” (HR Tirmidzi, Nasa`i, dan Ibnu Majah)

    Bagaimana Jika Telanjur Menyemir Hitam?

    Menurut Pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, apabila sudah telanjur menyemir rambut dengan warna hitam, cukup biarkan sampai warna rambut kembali seperti semula, dan bertobat tidak mengulanginya.

    “Kalau sudah terlanjur ya biarkan saja sampai rambut kan berganti nanti. Taubat itu sudah selesai ‘insyaallah saya tidak akan melakukan lagi’. Selesai, bertobat, dan berakhir, akan berganti dengan rambut yang asli,” kata Buya Yahya saat menjawab pertanyaan yang diunggah di YouTube Al-Bahjah TV. detikcom telah mendapat izin untuk mengutip tayangan dalam channel tersebut.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kegiatan Belajar di Al Khoziny Aktif Lagi, Santri Mulai Kembali ke Pondok



    Jakarta

    Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur kembali membuka kegiatan belajar mengajar setelah sebelumnya terhenti karena tragedi musala ambruk yang menelan 63 korban jiwa. Kegiatan sementara dipusatkan di kampus 2.

    Ketua Alumni Ponpes Al Khoziny Zaenal Abidin mengatakan para santri mulai kembali ke pondok sejak Jumat (17/10/2025) kemarin.

    “Insyaallah malam ini (Jumat) sudah mulai ada santri yang kembali, karena sudah kami sampaikan via WA dan telepon. Khususnya santri yang sedang kuliah, juga yang Aliyah dan Tsanawiyah, sudah kami perbolehkan untuk kembali ke pondok,” ujar Zaenal, Jumat (17/10/2025), dilansir detikJatim.


    Zaenal mengatakan kegiatan pondok akan dipusatkan di kampus 2 Ponpes Al Khoziny karena area musala dan bangunan utama masih dipasang garis polisi.

    “Untuk sementara, karena masih ada police line, kami gunakan kampus 2. Sudah kami hitung jumlah calon santri yang akan kembali, insyaallah sudah mencukupi,” jelasnya.

    Selain itu, alumni Ponpes Al Khoziny menyatakan siap mengawal proses pemulihan korban, termasuk memberikan beasiswa hingga jenjang S2.

    “Kami bersama para alumni siap mencarikan dana. Untuk korban yang mengalami cacat fisik, akan kami kawal agar mendapatkan beasiswa hingga jenjang S2. Kami juga sudah menyiapkan program trauma healing dengan mendatangi rumah korban,” ujar Zaenal sembari menegaskan kesiapan jaringan alumni Al Khoziny untuk membantu para santri.

    Diketahui, bangunan tiga lantai yang mencakup musala Ponpes Al Khoziny ambruk pada Senin, 29 September 2025 sekitar pukul 15.00 WIB. Saat peristiwa berlangsung, lebih dari 100 santri sedang menunaikan salat Asar berjamaah.

    Proses operasi pencarian korban dan evakuasi berlangsung sembilan hari dan resmi ditutup pada Selasa, 7 Oktober 2025.

    Selengkapnya baca di sini.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Contoh Pidato Singkat Hari Santri untuk Sekolah dan Pesantren



    Jakarta

    Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober di seluruh Indonesia. Peringatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi momentum untuk mengenang perjuangan para santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga keutuhan bangsa dan agama.

    Hari Santri ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 oleh Presiden Joko Widodo. Penetapan tanggal 22 Oktober mengacu pada peristiwa Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari pada tahun 1945, yang menyerukan semangat membela tanah air dari penjajah.

    Sebagai bagian dari upaya menanamkan semangat perjuangan dan cinta tanah air di kalangan pelajar dan santri, berikut adalah contoh-contoh pidato singkat Hari Santri yang dapat digunakan di sekolah maupun pesantren.


    Contoh Pidato Hari Santri

    Contoh 1: Pidato Singkat Hari Santri untuk Sekolah

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Yang saya hormati Bapak/Ibu guru,
    Yang saya banggakan teman-teman semua,

    Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kita kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul pada hari yang penuh makna ini, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.

    Hadirin yang berbahagia,
    Hari Santri adalah momentum bersejarah yang mengingatkan kita pada peran besar kaum santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 22 Oktober 1945, KH. Hasyim Asy’ari mengeluarkan Resolusi Jihad yang mewajibkan umat Islam mempertahankan tanah air dari penjajahan. Dari sanalah semangat jihad fi sabilillah berkobar di seluruh penjuru negeri.

    Sebagai pelajar dan generasi muda, kita harus meneladani semangat para santri: semangat berjuang, belajar, berakhlak, dan mencintai tanah air. Santri bukan hanya mereka yang belajar di pesantren, tetapi siapa pun yang menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman hidup dan memiliki semangat keilmuan.

    Mari kita jadikan Hari Santri ini sebagai motivasi untuk terus menuntut ilmu dengan tekun, berakhlak mulia, dan menjaga persatuan bangsa.

    Santri Mandiri, Indonesia Hebat!
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Contoh 2: Pidato Hari Santri untuk Pesantren

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Yang saya hormati para kiai, ustaz, dan ustazah,
    Yang saya cintai teman-teman santri sekalian,

    Puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan nikmat-Nya, sehingga kita dapat memperingati Hari Santri Nasional tahun ini dengan penuh kebahagiaan dan semangat perjuangan.

    Hadirin sekalian,
    Hari Santri bukan hanya peringatan biasa. Ia adalah simbol perjuangan dan pengabdian santri terhadap agama dan bangsa. Dulu, para santri bukan hanya belajar kitab kuning dan ilmu agama, tetapi juga ikut mengangkat senjata melawan penjajah. Mereka berjuang di medan perang dengan bekal iman dan ilmu.

    Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH. Hasyim Asy’ari menjadi bukti nyata bahwa pesantren memiliki kontribusi besar bagi kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, sebagai santri zaman sekarang, kita harus melanjutkan perjuangan itu melalui ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan kontribusi positif bagi masyarakat.

    Santri harus mampu menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, membawa kedamaian dan kemajuan bagi bangsa. Jadilah santri yang tidak hanya kuat dalam ibadah, tetapi juga tangguh dalam ilmu dan teknologi.

    Santri Siaga Jiwa dan Raga!
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Contoh 3: Pidato Singkat Hari Santri untuk Upacara Sekolah

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Yang saya hormati Bapak/Ibu guru,
    Yang saya banggakan teman-teman semua,

    Hari ini, kita memperingati Hari Santri Nasional, hari yang menjadi kebanggaan bagi seluruh umat Islam di Indonesia. Hari Santri adalah bentuk penghargaan terhadap perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia serta menjaga keutuhan NKRI.

    Santri bukan hanya mereka yang tinggal di pesantren. Santri adalah siapa pun yang berjiwa cinta ilmu, cinta agama, dan cinta tanah air. Nilai-nilai kesederhanaan, keikhlasan, dan kemandirian yang dimiliki santri adalah teladan bagi kita semua.

    Teman-teman sekalian,
    Di era modern ini, perjuangan santri bukan lagi di medan perang, melainkan di medan ilmu dan moralitas. Kita harus melawan kebodohan, kemalasan, dan kemunduran dengan ilmu, kerja keras, serta semangat kebangsaan.

    Mari kita isi Hari Santri ini dengan semangat baru untuk belajar, berbuat baik, dan menjadi generasi yang berakhlak mulia.

    Santri Jaga Negeri, Santri Untuk Perdamaian Dunia!
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    (dvs/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ragam Lomba Hari Santri 2025 yang Penuh Semangat dan Kreativitas


    Jakarta

    Setiap 22 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Santri sebagai momen untuk mengenang perjuangan para santri dan ulama dalam sejarah bangsa. Tahun 2025 ini, perayaan Hari Santri kembali digelar dengan berbagai kegiatan yang melibatkan pesantren, madrasah, dan masyarakat umum di seluruh daerah.

    Berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 04 Tahun 2025 tentang Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2025, kegiatan Hari Santri dapat dilaksanakan melalui zikir, sholawat, munajat, doa bersama, pemeriksaan kesehatan gratis (CKG), penanaman pohon, dan kegiatan lain yang sesuai dengan tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”.

    Tak hanya kegiatan keagamaan, lomba Hari Santri juga kerap menjadi bagian yang paling meriah karena memberi ruang bagi santri dan masyarakat untuk menyalurkan bakat serta kreativitas.


    Beragam lomba digelar di sekolah, madrasah, dan pesantren dengan tujuan menumbuhkan semangat belajar sekaligus mempererat silaturahmi antar peserta. Setiap kegiatan menjadi sarana untuk mengasah bakat, melatih kepercayaan diri, dan memperdalam nilai-nilai agama yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Lomba Hari Santri

    Beberapa jenis lomba yang bisa diselenggarakan pada peringatan Hari Santri 2025 antara lain:

    1. Lomba Bernuansa Religi

    Beragam lomba yang memperdalam pemahaman agama sering kali menjadi kegiatan utama, seperti:

    • Lomba adzan, melatih suara dan ketepatan bacaan dalam menyeru waktu salat.
    • Lomba hafalan surah pendek, menumbuhkan kebiasaan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an sejak dini.
    • Lomba tartil dan tilawah Al-Qur’an, mengajarkan cara membaca Al-Qur’an dengan lagu dan tajwid yang benar.
    • Lomba tahlil dan shalawat, meningkatkan tradisi doa bersama dan memperbanyak dzikir kepada Allah.

    2. Lomba Seni Islami

    Selain kegiatan ibadah, Hari Santri juga menjadi ajang menampilkan kreativitas melalui seni, misalnya:

    • Lomba menulis dan menggambar kaligrafi, menggabungkan nilai keindahan dan makna ayat-ayat suci.
    • Lomba menyanyi islami dan seni qasidah, mengajarkan cara berdakwah melalui lantunan lagu.
    • Lomba bercerita kisah nabi dan sahabat, menginspirasi peserta lewat kisah keteladanan tokoh-tokoh Islam.

    3. Lomba Literasi dan Dakwah

    Bagi peserta yang gemar menulis atau berbicara di depan umum, tersedia juga berbagai kompetisi seperti:

    • Lomba khutbah, melatih kemampuan menyampaikan pesan yang bermanfaat dengan cara yang menarik.
    • Lomba cerpen bertema santri, memberi ruang bagi peserta menulis cerita yang menggambarkan kehidupan pesantren.
    • Lomba baca kitab kuning, menguji pemahaman terhadap kitab klasik yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren.
    • Lomba cerdas cermat islami, menumbuhkan semangat belajar dan memperluas pengetahuan tentang Islam.

    Melalui berbagai lomba ini, semangat Hari Santri 2025 dapat dirasakan lebih dekat dan membawa suasana yang penuh kebersamaan.

    (inf/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Salah Kalau Pemerintah Membantu?



    Jakarta

    Menteri Agama Nasaruddin Umar menanggapi terkait pembangunan Pondok Pesantren Al Khoziny menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, pesantren berperan penting menciptakan keadaban Indonesia.

    “Santri itu kan juga manusia. Apalagi pesantren itu 300 tahun lamanya mengabdikan diri untuk menciptakan keadaban Indonesia. Tiba-tiba ada 1.200 orang, pembangunannya rusak. Mereka mau belajar di mana?” ujar Menag usai acara Konferensi Pers 1 Tahun Kemenag Kawal Asta Cita Presiden di Gedung Kemenag, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2025).


    Pria yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal itu menyatakan nenek moyang para santri juga berperan penting mendirikan negeri ini. Dengan begitu, ia kembali mempertanyakan apakah salah jika pemerintah membantu pembangunan Ponpes Al Khoziny.

    “Sementara nenek moyangnya yang ikut mendirikan negeri ini. Apakah salah kalau pemerintah membantu? Saya kira ada penyesuaian-penyesuaian bahasa nanti. Itu yang kita harapkan,” sambung Menag.

    Sebagaimana diketahui, beberapa waktu terakhir muncul wacana pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny dengan APBN. Dilansir dari detikFinance, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memberi lampu hijau terkait penggunaan APBN untuk proyek tersebut.

    “Kalau saya, saya lampunya hijau terus. Kan modenya mode belanja. Asal belanjanya pas, tepat sasaran, tepat waktu. Untuk saya sih nggak ada masalah,” ucap Purbaya di Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2025) lalu.

    Menurut penuturan Purbaya, pembangunan ponpes ini juga tidak perlu proposal karena sudah dibahas dengan sejumlah menteri.

    “Enggak (perlu proposal) kan sebetulnya tadi pagi udah bicara kan mereka. Tinggal finalisasi aja. Abis itu nanti, Menteri PU yang mendesain semuanya,” sambungnya.

    Namun, Purbaya mengaku belum menjelaskan lebih detail terkait penggunaan anggaran pembangunan ponpes tersebut dari anggaran kementerian mana. Walau demikian, Purbaya menegaskan keputusan final pembangunan ponpes tersebut ada di tangan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

    “Tapi keputusan bukan di saya, di Pak Muhaimin, tapi yang jelas PU sanggup, saya sanggup, tinggal Pak Muhaimin aja sanggup nggak?” katanya.

    Pada kesempatan yang sama, Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan pihaknya juga masih menunggu keputusan dari Cak Imin. Pihaknya bersedia untuk mengeluarkan anggaran untuk pembangunan Ponpes Al Khoziny.

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 20 Puisi Hari Santri yang Penuh Semangat dan Makna Perjuangan


    Jakarta

    Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober untuk mengenang perjuangan para santri yang ikut berperan dalam mempertahankan kemerdekaan dan menegakkan ajaran Islam di Indonesia. Peringatan ini juga menjadi pengingat agar semangat belajar dan keikhlasan santri tetap hidup di hati generasi muda.

    Dalam buku Puisi adalah Senjata karya Gagak Lumayung disebutkan bahwa penetapan Hari Santri dilakukan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani pada 15 Oktober 2015.

    Untuk memeriahkan Hari Santri, banyak kegiatan digelar di pesantren dan sekolah, salah satunya pembacaan puisi. Lewat puisi, semangat dan perjuangan santri bisa disampaikan dengan cara yang menyentuh.


    Berikut beberapa puisi bertema Hari Santri yang bisa dijadikan inspirasi, yang dirangkum dari buku Kepergian Sang Cinta susunan Ilzha Nifadzatiz Zulfa, dkk, Untaian Sajak di Balik Bilik Pesantren karya Tim Mediasantri, Kumpulan Puisi Santri MAWI oleh Santri MAWI Kebarongan, Segalanya Santri, Santri Segalanya susunan Coretsyav dkk, Puisi adalah Senjata tulisan Gagak Lumayung, dan Puisi “Selamat Hari Santri” karya Tito Dhani Muharam.

    Kumpulan Puisi Hari Santri

    1. Kang Santri

    Oleh: Gagak Lumayung

    Kang Santri
    Kau yang menimba ilmu agama suci
    Kau yang bertekad dalam hati
    Tuk perluas wawasan Islami.

    Kang Santri
    Kau, kusebut demikian
    Kau istiqomah dalam mengaji
    Kau perjuangkan kemuliaan.

    Kang Santri…
    Kau menjaga tata krama
    Kau hormati para Kiai
    Kau penerus para Ulama.

    O engkau, kusebut Kang Santri…
    Namamu ranum di dalam hati
    Kau tegakkan kalam Ilahi
    Kau pewaris perjuangan Nabi.

    2. Selamat Hari Santri

    Oleh: Tito Dhani Muharam

    Selamat Hari Santri
    Seluruh hariku dimulai dengan rapi
    Diatur dan dididik dengan baik
    Di suatu tempat yang sangat apik.

    Di saat hari masih gelap gulita
    Saat semuanya masih terlelap dalam tidurnya
    Kupaksakan tubuhku untuk terbangun
    Demi mencari ganjaran baik di dunia.

    Kumandangkan azan dari surau lawas yang masih berdiri kokoh
    Tatkala suara azan dari lisanku menggema
    Bangunlah setiap muslim dari tidurnya
    Mulailah hari seorang santri dengan menjalankan salat
    Tak lupa zikir dan berdoa kepada Sang Pencipta yang Maha Agung.

    Selamat Hari Santri
    Setiap hariku selalu menimba ilmu, mengaji, dan tak lupa mengabdi
    Diajarkan untuk tunduk dan berbakti pada Sang Kiai
    Demi mengharap berkah dan barokah dari ilmu yang kita raih.

    Diriku adalah seorang santri
    Kita tidak diarahkan hanya untuk bersolek dan berpangku tangan
    Kita merangkul kitab suci Al-Qur’an dan Hadis Nabi
    Sebagai pedoman untuk menjadi penerus bangsa yang bermoral dan berakhlakul karimah.

    Jalanku sebagai santri
    Hanya ingin menjadi manfaat bagi orang lain
    Bisa menerapkan ilmu islami dalam lembar-lembar kehidupan
    Menjadi seorang pemimpin yang berpikiran bersih, pemberani, dan berhati luhur.

    Kuatkan ikatan sarungmu
    Mari kita berjuang untuk memutus mata rantai kekacauan di negara yang tercinta ini.
    Selamat Hari Santri!

    3. Akulah Santri

    Oleh: Indah Sari Putri

    Akulah santri…
    Ku kan berjanji
    Untuk mengabdikan diri
    Tuk agama dan negeri ini.

    Ku bertekad dan bersumpah
    Untuk mati dalam keadaan muslim
    Lurus di atas kebenaran yang nyata
    Menentang orang-orang yang sesat lagi menyesatkan.

    Tak pernah ada rasa sedih
    Tak kenal lelah dan letih
    Sebelum impian dapat kuraih
    Dengan hati tulus dan jernih.

    Ya Allah…
    Setiap hembus nafasku adalah dzikirku kepada-Mu
    Setiap denyut nadiku adalah doaku pada-Mu
    Setiap jantungku adalah tasbihku kepada-Mu
    Setiap langkahku, ku selalu mengingat-Mu
    Setiap sujudku, kubersujud akan nikmat-Mu.

    Ya Allah…
    Penuhilah hatiku dengan cahaya-Mu
    Lapangkanlah dadaku dengan kelimpahan iman pada-Mu
    Hidupkanlah hatiku dengan ma’rifat kepada-Mu.

    Ya Allah…
    Ku serahkan seluruh hidupku hanya pada-Mu
    Ku serahkan jiwa dan ragaku hanya pada-Mu
    Karena semua itu milik-Mu.

    4. Pembela Agama dan Negara

    Oleh: Alfarida

    Santri harapan bangsa
    Penerus para ulama
    Pembela agama
    Pemersatu umat di nusantara.

    Hati yang begitu suci
    Di dalam terdapat jiwa Qur’ani
    Untuk selalu mengimani
    Kepada Ilahi Rabbi.

    Keinginan untuk berusaha
    Setia semangat yang luar biasa
    Demi menjadi santri yang berguna
    Untuk menegakkan bangsa dan negara.

    Di tengah malam yang begitu sunyi
    Kau terbangun sendiri
    Untuk melakukan sembahyang kepada Allahu Rabbi
    Agar mendapat ridha kelak di akhir nanti.

    Pengorbanan yang kau berikan
    Demi kehidupan di masa depan
    Rela menahan sebuah kerinduan
    Yang ingin selalu berada di kampung halaman.

    Kau tak pernah lelah
    Dalam bermuroja’ah
    Agar hidup menjadi sejarah
    Menuju jalan yang cerah.

    Perjuanganmu begitu berat
    Tetapi kau lalui dengan semangat dan kuat
    Agar menjadi santri yang bermanfaat.

    Wahai para santri!
    Marilah kita berkarya
    Dalam hal yang luar biasa
    Untuk membangun Indonesia
    Agar menjadi sejahtera.

    Santri bagaikan mentari
    Yang akan menyinari negeri ini
    Dengan keimanan di dalam hati
    Terpancar dalam sanubari
    Dan kesungguhan dalam mempertahankan NKRI.

    Wahai para santri!
    Marilah kita bangkit bersama
    Dengan rasa semangat yang membara
    Meskipun jauh dari orang tua
    Tapi buktikan kita bisa mencapai cita-cita
    Dan menjadi pribadi insan yang mulia.

    Wahai santri
    Kau laksana cahaya
    Seperti di dalam lentera
    Yang akan menyinari seluruh Indonesia
    Bahkan sampai ke penjuru dunia.

    5. Seutas Makna Santri

    Oleh: Wahyu Hidayaul K.

    Ketika goresan tinta memenuhi kertas putih
    Dengan segenap tekad yang menjalar bersih
    Semangat menuntut ilmu diraih dengan gigih
    Walau keringat bercucuran tak kenal letih.

    Bagaikan bulan yang menyinari bumi
    Menyalurkan kehangatan di malam yang sunyi
    Sebuah insan dengan akhlak budi pekerti
    Mengerahkan jiwa raga untuk kesatuan NKRI.

    Suatu insan yang memiliki makna sejati
    Dengan iman, Islam, dan ihsan yang terpatri dalam hati
    Sebuah nama yang terukir dalam sanubari
    Dialah santri, masa depan kebanggaan negeri.

    6. Ikhlas Menjadi Santri

    Oleh: Selfiana Jamil

    Ikhlasku menjadi santri
    Mengabdi pada agama dan negeri
    Memantapkan hati
    Di jalan Sang Ilahi.

    Ketika zaman semakin gila
    Peraturan sudah dianggap tiada
    Santri akan tetap setia
    Meluruskan setiap pertentangan yang ada.

    Ikhlasku mengabdi pada negeri
    Mencari ridha Sang Ilahi
    Meski rintangan tak mau menepi
    Hanya Allah lah penyemangat hati.

    7. Santri

    Oleh: Rizka Amalia R.

    Azan Subuh telah dikumandangkan
    Pertanda sang fajar menggantikan sinar rembulan.
    Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang begitu menyenangkan
    Menyejukkan hati, menjernihkan pikiran.

    Kulangkahkan kaki tanpa keraguan
    Dengan semangat jiwa yang menggelegar.
    Hati ini kumantapkan pada jalan kebenaran
    Dengan penuh keikhlasan, tiada paksaan.

    Kugerakkan anganku untuk menjadi kenyataan
    Menimba ilmu guna meraih tahta di masa depan.
    Meraih kesuksesan dengan penuh keyakinan
    Tanpa ingkar atas segala nikmat yang Tuhan berikan.

    8. Santri Harus Bertekad di Jalannya

    Oleh: Siti Nur Azizah

    Aku bangga menjadi seorang santri
    Jauh dari orang tua dan keluarga tak menjadikanku sepi.
    Aku bahagia dalam mencari ilmu dan mengaji,
    Itu pun untuk masa depanku nanti.

    Jadi santri tidaklah sulit untuk masa kini,
    Di mana santri harus beraktivitas setiap hari,
    Dalam mencari ilmu yang pasti
    Dan berijtihad di dalamnya dengan setulus hati.

    Aku bangga menjadi santri,
    Karena santri harapan negeri,
    Menuntut ilmu kepada ridha Sang Ilahi,
    Dan punya wawasan yang tinggi.

    9. Suluk Santri Peradaban Santri

    Oleh: Nova Putri Diana

    Fajar kidzib menjadi saksi jihad santri,
    Mendekap tenang,
    Menghadap nahi,
    Diam dalam remang.

    Semesta menjadi saksi semangat juang santri,
    Semangat kebangsaan melebur dalam nurani,
    Mengakar dalam hati.

    Santri adalah penggerak,
    Bergerak membawa perubahan,
    Bergerak untuk pertahanan,
    Bergerak membangun peradaban
    Untuk agama dan negeri,
    Menuju Indonesia yang hakiki.

    10. Kamar Kenangan

    Oleh: Muhammad Fathurrozaq

    Sayup kornea tak pernah ingkar,
    Ia butuh janji yang perlu ditepati.
    Bersama bulan, bersama dinginnya malam,
    Selimut engkau siapkan,
    Wewangian engkau haturkan,
    Untuk rebahku,
    Untuk tenangku.

    Tembok itu jadi saksi,
    Kalam Ilahi menengok senyapku.
    Yang mengira pulas tidurku,
    Tapi sejatinya aku memikirkanmu.

    11. Terompah Kiai

    Oleh: Dwi Dian Wigati

    Kecil, mungil, dan aneh wujudmu,
    Terakit kuat kayu dan karet.
    Walau ribuan kilo jarak,
    Kau tetap kokoh,
    Bagaikan wejangan kiai.

    Tak lekang oleh waktu,
    Tak lapuk oleh hujan.

    Terompah,
    Aku cemburu padamu,
    Ke sana kemari bersama kiai, serentak.
    Andai dunia berputar seperti bola,
    Aku ingin sepertimu,
    Bahkan selaksa tanah.

    Sahabat karib dakwah pengharap ridha-Nya,
    Arif nan bijaksana,
    Sabar nan tawadlu’.

    12. Catatan Santri

    Oleh: Mahalasari

    Menjadi santri juga pelajar adalah pilihan,
    Sembari memilah-milah haluan masa depan.
    Jika perjuangan merupakan kawan,
    Bisakah idealisme menjadi sebuah kemewahan?

    Katanya… masa depan ialah harapan
    Yang akan dipenuhi dengan semangat para pahlawan muda.
    Lantas, akan dilukis tinta seperti apa periode kalian?

    Semuanya memang masih terkesan semu,
    Namun, apa makna hidup pelajar tanpa terpelajar?
    Manfaatkanlah waktu, jangan hanya sekadar berselancar,
    Seperti kegiatan setiap menit bahkan detik berlalu
    Dengan hanya menatap layar.

    Nikmatilah proses dengan menghilangkan kebiasaan merunduk,
    Jangan menjadi generasi penunduk.
    Sebab prestasi bukan hanya sekadar eksistensi,
    Apalagi jika hanya sebagai pengakuan diri.

    Namun prestasi adalah pengabdian diri terhadap bangsa ini,
    Menuju generasi milenial yang mandiri.
    Santri sekaligus pembelajar…
    Jangan hanya menunduk kaku,
    Menyelami layar gadget dengan tangan berpangku.

    Mari tegakkan dagu,
    Sebab santri terpelajar akan selalu ingin tahu.
    Dengan membaca beragam buku-buku,
    Bukan hanya satu macam namun bertumpuk-tumpuk.

    Bukan hanya menyebar berita hoaks melulu,
    Generasi cerdas adalah mereka yang selalu ingin menjadi yang terdepan.
    Menegakkan pandangan dengan penuh keyakinan,
    Bahwa masa depan ada dalam genggaman.

    Jangan takut dan gentar,
    Dengan terjatuh kalian akan utuh.
    Dengan terbentur kalian akan bersyukur,
    Sebab Indonesia memang harus dimerdekakan
    Oleh para pemuda yang berkorban dan dikatakan
    Sebagai pejuang kemerdekaan.

    Demi lestarinya budaya Nusantara
    Yang dinamakan Indonesia Raya.
    Merdeka!

    13. Untaian Permata

    Oleh: Kamalia Puspitasari

    Suara khas, menoreh dalam pendengaran,
    Menyentuh hati yang beku,
    Seketika merasuk dalam benih kalbu,
    Hingga keruh menjadi sejernih air wudu.

    Untaian permata serta dalil-dalilnya
    Benar-benar nyata,
    Terbawa aku dalam perahu petuah
    Dengan berbagai jurus ahlinya.

    Hingga terus mendayung, temukan permata,
    Rintangan menjadi penyangga
    Yang patut dikalahkan
    Demi seuntai permata yang berharga.

    Yang nantinya menjadi wujud nasihat
    Bagi jiwa santri seperti kami,
    Butuh siraman rohani dari kiai,
    Apalagi sudah ikut dalam perahu petuahnya.

    14. Sandal Perjuangan

    Oleh: Silva A.F.

    Kang, sandalmu, kang,
    Masih setiakah kau pakai melangkah menyusuri jalanan,
    Menuju masjid di lampu merah perempatan?
    Atau kini sudah hilang, saat bolos diniyah malam-malam?

    Sandalmu, kang,
    Masih setiakah kau bawa berangkat jumatan di shaf paling depan?
    Atau malah kau pakai nongkrong di warung mi ayam seberang jalan,
    Lalu pulang membawa sandal orang?

    Sandalmu, kang,
    Masih setiakah menemanimu ro’an dan piket keamanan?
    Atau kini tak lagi sepasang?
    Hilang, sesaat setelah kau taruh serampangan.

    Di tengah kegalauan, kau putuskan berjalan dengan kaki telanjang,
    Agar tak merugikan orang, tak membuat berang, dan melatih kesabaran.
    Bukan karena tak punya uang.

    Jika itu yang kau lakukan,
    Maka kuucapkan selamat, kang.
    Engkau telah menemukan hakikat keikhlasan, ruh perjuangan.
    Sandalmu telah menghantarkanmu menjadi
    Seorang pejuang yang tak patah arang,
    Dan nafsu dunia tak lagi membuatmu terkekang.

    15. Lambang Kami dengan Arti

    Oleh: Muhammad Fathurrozaq

    Hijau kami tanda kesuburan,
    Kesan bakti dengan kesejukan.
    Kuning kami berarti himmah,
    Juang terus di dalam lillah.

    Bulat kami tanpa sudut,
    Tekad kami tanpa surut.
    Tiga titik jadi acuan,
    Gapai mimpi dengan harapan.

    Enam garis, tak diragukan,
    Dua kitab, tak direndahkan.
    Bulu angsa bersilang mantap,
    Waris sintesa tanpa sekap.

    Jaya kami adalah senyum umat,
    Sedih kami berarti sesal rakyat.
    Keringat berkucur untuk akibat,
    Lelah ini tanpa suatu sebab.

    Bangunlah, wahai perwira muda,
    Agama dan negara bergantung kita.
    Rapatkan barisan tanpa mundur,
    Serta tercapai adil makmur.

    16. Hijaiyah Cinta

    Oleh: Dwi Dian Wigati

    Setiap detik,
    menyelami kalam firman-Mu, anugerah.
    Setiap hijaiyah dari-Mu sepuluh kebaikan yang merekah,
    satu hijaiyah menumbuhkan semerbak cinta dalam kalbu,
    melukis langit biru nan indah,
    membangun rumah di surga nantinya.

    Setiap dentang jam muroja’ah,
    setiap detik dan menit muroja’ah,
    menghantam milyaran penyakit yang memforsir pikiran sendu,
    mengajari kesabaran dan memberikan ketenangan syahdu.

    Fuadku selalu tersenyum dan berkata,
    sungguh agung nan mulia firman-Nya.
    Bagaimana mungkin aku tak cinta,
    jika hati yang menjerit, menangis darah,
    mampu terobati, tenang,
    bagai disiram air telaga surga Kautsar.

    Bagaimana mungkin aku tak cinta,
    jika akal dan pikiran gelap gulita
    menjadi terang benderang.
    Bagaimana mungkin aku tak cinta,
    jika karenamu aku mendapat ridha-Nya.

    Hamba, hanya insan lemah pengharap berkah dan rahmat-Nya,
    hanya dengan bismillah daku melangkah,
    meniti lembah-lembah firman-Nya.

    17. Lalaran

    Oleh: Kamalia Puspitasari

    Senandung syair karya santri,
    terdengar syahdu serta fasih.
    Gendangannya dari mulut sendiri,
    elok dan juga mudah diingat.

    Paduan suaranya antik,
    penyanyi dangdut pun kalah.
    Masih asyik lalaran santri,
    nadzomannya, nadanya,
    berpadu dalam satu alunan,
    menghayati serta mengingat
    dalam setiap lariknya.

    18. Santri dan Tinggi

    Oleh: Dwi Dian Wigati

    Tak ada sekat,
    sahabat karib di malam senyap.
    Hitam pekat mulut penghujat,
    makan darah-darah muda,
    makan darah-darah muda,
    makan darah-darah muda.

    Darah para santri dirgantara,
    perut hamil, kulit memerah,
    bak pulkadot dalam merah jingga.
    Tiada kata sudah,
    memetik gitar kala jam berdentang,
    menghias langit dengan ritme nan rupawan.
    Itulah kita,
    santri dan tinggi.

    19. Santri

    Oleh: Ilzha Nifadzatiz Zulfa, dkk

    Engkau bagaikan bintang,
    yang menunggu hadirnya sang malam,
    untuk menerangi seluruh alam
    yang terjebak dalam kegelapan,
    yang terjebak dalam perihnya kedzaliman,
    yang terjebak dalam lembah kemaksiatan.

    Namun sinarnya sang bintang
    bebas dari kegelapan.
    Jeruji besi akan menjadi jeruji kesucian,
    yang akan mencuci hati penuh dengan kotoran,
    mengubah kedzaliman menjadi kebaikan,
    mengubah kebodohan menjadi kealiman.

    Malam pun akan menjadi terang,
    membawa menuju syurga
    yang penuh dengan keindahan.

    20. Santri Pergi ke Penjuru Dunia

    Oleh: Jujun Junaedi

    Santri pergi ke penjuru dunia,
    hanya untuk mencari cita-cita,
    yang tinggi setinggi langit.

    Dari mulai kaki kanan melangkah,
    janganlah memikirkan perkara
    yang tidak penting.

    Pikirkanlah satu hal saja,
    belajar, belajar, dan belajar.
    Dan ingatlah tujuan dari rumahmu…

    Semangat!

    (inf/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Jelang Hari Santri, Menag Bicara Soal Pendidikan Ponpes yang Mengedepankan Adab


    Jakarta

    Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan pandangan mendalam mengenai tradisi unik dan metodologi transfer ilmu di pondok pesantren. Menurutnya, pendekatan pembelajaran di pesantren tidak bisa diukur hanya dengan kacamata modern, melainkan memiliki sumber pengetahuan yang sangat kaya, salah satunya mengedepankan adab dan tabarruk (pemberkahan).

    Nasaruddin menjelaskan, tradisi pembelajaran di pesantren tidak hanya mengandalkan deduksi akal. Tetapi didukung oleh sedikitnya lima model transfer pengetahuan, termasuk intuisi, wahyu, ilham, dan bahkan mimpi.

    “Pendekatan pembelajaran modern itu lebih mengandalkan deduksi akal semata. Sementara Pondok Pesantren sumber-sumber pengetahuannya itu bukan hanya satu deduksi akal,” ujar Menag di acara Pesantren Award, kantor Kemenag Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025) malam.


    Ia menambahkan, di samping wahyu dan deduksi akal, pesantren juga mengenal intuisi. Kemudian juga ilham, yang muncul pada diri seseorang yang memiliki keakraban khusus dengan Allah SWT, serta mimpi.

    “Pengetahuan di definisi pondok pesantren adalah pengetahuannya Allah. Semua pengetahuan adalah pengetahuannya Allah,” tegasnya.

    Pendidikan yang Mengedepankan Adab Menjadi Ciri Khas Ponpes

    Menag Nasaruddin menekankan bahwa perbedaan mendasar dalam metodologi pesantren adalah adab dan penghormatan murid terhadap guru atau kiai. Ia bahkan menganalogikan hubungan ini dengan kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir, serta hubungan antara Nabi Muhammad SAW dengan para sahabatnya.

    “Kiai atau guru di depan para murid, bagaikan Nabi di depan para sahabatnya,” kata Nasaruddin.

    Ia mencontohkan, bagaimana seorang Nabi Musa yang merupakan nabi dan penguasa, bersikap sangat tawadhu (rendah hati) dan memenuhi semua syarat yang diminta oleh gurunya, Khidir.

    “Bagaimana respeknya seorang sahabat terhadap nabi, dan seperti itu juga respeknya seorang murid terhadap kiai. Kenapa? Karena di situ ada pemberkahan, ada tabarruk,” jelasnya.

    Menag meyakini, ilmu tidak akan pernah masuk ke dalam hati yang kotor atau yang tidak memiliki adab. Salah satu bentuk pemberkahan ilmu adalah hormatnya seorang santri kepada kiainya.

    “Inilah yang tidak bisa dipahami oleh banyak orang, bagaimana tradisi pesantren itu ada hal-hal yang mungkin sangat dipertanyakan secara metodologi modern, tetapi itulah pondok pesantren,” tambahnya.

    Peran Ponpes dalam Membentuk Adab di Masyarakat

    Menag juga menyoroti peran sentral pesantren dalam membentuk kemerdekaan dan keadaban publik di Indonesia. Menurutnya, kesantunan publik dan keramahan masyarakat Indonesia yang dikagumi turis internasional, tidak didapatkan secara gratis.

    “Seandainya tidak ada pondok pesantren, barangkali wajah Indonesia tidak seperti yang kita lihat sekarang ini,” ucap Nasaruddin.

    Ia menjelaskan, cara pesantren mendidik kesantunan bermula dari respek murid terhadap kiai, yang kemudian berimbas pada respek anak terhadap orang tua, dan lebih luas lagi, rakyat terhadap pimpinannya.

    “Kita harus bangga bahwa ada pondok pesantren di Indonesia yang menanamkan sebuah keadaban publik,” pungkasnya.

    (hnh/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 100 Kata-kata Santri Keren dan Singkat, Penuh Makna dan Inspirasi


    Jakarta

    Santri dikenal sebagai generasi tangguh yang hidup sederhana namun berjiwa besar. Tak hanya pandai mengaji, santri juga memiliki semangat juang tinggi dan tutur kata penuh hikmah.

    Santri bukan sekadar gelar, tapi identitas yang memadukan semangat belajar dan akhlak mulia. Di balik kesederhanaan sarung dan peci, tersimpan motivasi baja dan cita-cita tinggi.

    Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2025, berikut kumpulan 100 kata-kata santri keren dan singkat yang bisa jadi inspirasi sekaligus motivasi harian.


    Kata-kata Santri 2025

    Kata-kata santri ini cocok untuk caption Instagram, status WhatsApp, atau konten dakwah yang ringan. Mulai dari yang lucu, bijak, hingga penuh nasihat kehidupan, semua mencerminkan karakter santri sejati: rendah hati, berilmu, dan berakhlak mulia.

    Yuk simak dan jadikan motivasi agar tetap istiqamah dalam menuntut ilmu dan berbuat baik!

    1. Santri keren, akhlak dulu baru tampil.
    2. Kopi boleh pahit, tapi niat ngaji harus manis.
    3. Santri: sederhana tapi berwawasan luas.
    4. Tidur di pesantren, mimpi jadi pejuang ilmu.
    5. Bukan rebahan, tapi rebahan sambil murojaah.
    6. Santri itu cinta damai, tapi siap berjuang.
    7. Ngaji dulu, eksis kemudian.
    8. Santri bukan tren, tapi jalan hidup.
    9. Baju putih, hati bersih.
    10. Hidup barokah dimulai dari kitab kuning.
    11. Santri milenial, akhlak global.
    12. Hafal satu ayat, amalkan sejuta makna.
    13. Santri itu keren karena taat, bukan karena outfit.
    14. Dunia boleh modern, tapi akhlak tetap pesantren.
    15. Santri bukan hanya mengaji, tapi meneladani.
    16. Zaman boleh berubah, adab jangan punah.
    17. Santri gaul, tapi tetap tawadhu.
    18. Kalau santri diam, itu lagi zikir.
    19. Ngaji bukan beban, tapi bekal masa depan.
    20. Santri: paduan otak, hati, dan iman.
    21. Ngopi bareng ustaz, bahas akhirat.
    22. Santri bukan pengikut tren, tapi pembawa pesan.
    23. Hidup tanpa ngaji, ibarat pena tanpa tinta.
    24. Santri sejati tak pernah berhenti belajar.
    25. Kitab kuning, pikiran cemerlang.
    26. Bangun pagi bukan karena alarm, tapi adzan Subuh.
    27. Santri itu kuat karena sabar.
    28. Santri itu hebat, karena hidupnya penuh niat.
    29. Dunia boleh panas, hati santri tetap adem.
    30. Santri itu anti galau, karena selalu bershalawat.
    31. Santri bukan selebritas, tapi pahlawan akhlak.
    32. Santri gaul, tapi ngaji nggak kendor.
    33. Santri itu keren karena adabnya.
    34. Di pesantren, setiap detik adalah ibadah.
    35. Santri cinta damai, musuhnya hanya malas.
    36. Santri itu sederhana, tapi maknanya luar biasa.
    37. Santri bukan trend, tapi identitas.
    38. Belajar, berdoa, berjuang – itu santri.
    39. Santri nggak takut miskin, takutnya kalau lupa ngaji.
    40. Santri: berani jujur, berakhlak luhur.
    41. Makan tempe, pikirannya VVIP.
    42. Santri itu low profile, high akhlak.
    43. Boleh sibuk, tapi jangan lupa dzikir.
    44. Santri gaul tapi nggak jauh dari sajadah.
    45. Santri bukan penonton, tapi pelaku perubahan.
    46. Santri kuat karena doa guru.
    47. Santri itu pahlawan tanpa headline.
    48. Santri itu jomblo karena fokus ngaji.
    49. Santri keren, anti nyinyir.
    50. Santri nggak sibuk update status, tapi update iman.
    51. Santri nggak ngeluh, cukup berdoa.
    52. Santri zaman now, semangat zaman Rasul.
    53. Santri berani beda, karena pegang prinsip.
    54. Santri cinta ilmu, benci malas.
    55. Santri bukan sekadar status, tapi komitmen hidup.
    56. Santri keren itu yang hormat pada guru.
    57. Santri punya dua senjata: doa dan sabar.
    58. Santri itu simple, tapi berisi.
    59. Santri nggak takut gagal, karena Allah penentu hasil.
    60. Santri hidup untuk manfaat, bukan popularitas.
    61. Santri itu pejuang tanpa pamrih.
    62. Santri tahu, sukses datang setelah doa dan usaha.
    63. Santri: sederhana di tampilan, luar biasa di tindakan.
    64. Santri itu peka, bukan hanya baca tapi rasa.
    65. Santri: kecil di dunia, besar di akhirat.
    66. Santri belajar, bukan pamer pintar.
    67. Santri nggak sibuk gaya, tapi sibuk ngaji.
    68. Santri itu keren karena istiqamah.
    69. Santri tahu cara hidup tenang: dzikir setiap malam.
    70. Santri itu manusia biasa dengan cita-cita surga.
    71. Santri itu trendsetter akhlak.
    72. Santri tahu waktu: belajar, ibadah, bantu sesama.
    73. Santri itu penenang, bukan penyulut.
    74. Santri keren itu yang hafal, tapi nggak sombong.
    75. Santri jujur, dunia makmur.
    76. Santri itu berani, tapi santun.
    77. Santri itu hidup sederhana, cita-cita setinggi langit.
    78. Santri: dari surau menuju dunia.
    79. Santri nggak haus pujian, cukup ridha Tuhan.
    80. Santri kuat, karena hidupnya lillah.
    81. Santri itu keren, tapi tetap sopan.
    82. Santri nggak takut hujan, karena terbiasa wudhu.
    83. Santri bukan selebgram, tapi inspirasi.
    84. Santri itu garda moral bangsa.
    85. Santri tahu: diamnya pun ibadah.
    86. Santri itu pahlawan tanpa pedang.
    87. Santri hidup dengan ilmu, mati dengan iman.
    88. Santri nggak takut ketinggalan zaman, yang penting nggak ketinggalan shalat.
    89. Santri itu visioner, tapi tetap tawakal.
    90. Santri nggak suka debat, tapi cinta kebenaran.
    91. Santri tahu: sukses itu setelah sabar.
    92. Santri itu kuat karena doa ibu.
    93. Santri jujur, berkah mengalir.
    94. Santri itu tangguh, meski tidur di lantai ilmu.
    95. Santri berjuang bukan karena dunia, tapi karena Allah.
    96. Santri: lisan dijaga, hati dijaga.
    97. Santri itu berani menolak dosa.
    98. Santri ngaji bukan tren, tapi kebutuhan.
    99. Santri keren, karena beradab sebelum berilmu.
    100. Santri sejati, berilmu dan rendah hati.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com