Tag: phd

  • Beasiswa Australia Awards Indonesia 2024 Dibuka, Kuliah S2 & S3 Gratis!



    Jakarta

    Australia Awards Indonesia kembali membuka pendaftaran beasiswa studi Master dan PhD bagi warga negara Indonesia. Pendaftaran sudah bisa dan dapat dilakukan lewat laman https://www.australiaawardsindonesia.org/ hingga 30 April 2024.

    Beasiswa Australia Awards diperuntukkan bagi warga tertarget yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS), penyandang disabilitas, perempuan dengan latar belakang ekonomi kurang mampu serta warga dari provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Dataran Tinggi, Papua Tengah, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Lampung.

    Penerima beasiswa nantinya akan menjalani pendidikan di kampus terbaik di Australia. Mengutip situs resminya, berikut informasi syarat hingga komponen pembiayaan beasiswa Australia Awards bagi warga Indonesia:


    Komponen Pembiayaan Beasiswa Australia Awards

    1. Biaya pendidikan Master/PhD
    2. Biaya akademik tambahan
    3. Biaya hidup
    4. Tiket pesawat pulang pergi
    5. Pelatihan bahasa Inggris sebelum memulai studi di Australia
    6. Tunjangan di Indonesia selama pelatihan pra keberangkatan
    7. Biaya pemeriksaan kesehatan dan rontgen untuk syarat visa belajar
    8. Visa pelajar DFAT dan visa tanggungan pelajar
    9. Overseas Student Health Cover (OSHC)
    10. Pengembangan profesional dan jaringan

    Persyaratan Beasiswa Australia Awards

    • Warga Negara Indonesia (WNI)
    • Tidak menikah atau bertunangan dengan warga Australia atau Selandia Baru atau penduduk tetap
    • Tidak mengajukan permohonan visa untuk tinggal di Australia
    • Tidak melamar program beasiswa Australia Awards lainnya kecuali mereka telah tinggal di luar Australia selama dua kali total lamanya mereka berada di Australia (misalnya, penerima
    • Australia Awards sebelumnya di Australia selama dua tahun tidak akan memenuhi syarat untuk melamar Beasiswa Australia Awards lainnya sampai mereka tinggal di luar Australia atau kembali ke Indonesia selama empat tahun)
    • Bukan personel militer yang bertugas saat ini
    • Memenuhi persyaratan Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan untuk visa pelajar DFAT
    • Mengisi formulir pendaftaran
    • Bersedia mengikuti pelatihan bahasa Inggris

    Dokumen Persyaratan Beasiswa Australia Awards

    1. Ijazah/transkrip D3, D4 atau S1 untuk pelamar master
    2. Ijazah/transkrip S1 dan S2 untuk pelamar PhD
    3. Hasil IELTS, TOEFL, atau PTE harus terkini (maksimal dua tahun terakhir)
    4. Menyerahkan dua referee report bagi pelamar PhD penelitian dan satu referee report bagi pelamar PhD kursus
    5. Menyerahkan dokumen Nominating Agency Declaration
    6. Berkas-berkas harus disahkan baik oleh lembaga/universitas terkait

    Nah, itulah informasi pembukaan beasiswa Australia Awards Indonesia 2024. Selamat mencoba detikers.

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Pendaftaran Beasiswa Australia Awards 2025 Masih Dibuka, Tak Ada Batas Usia!



    Jakarta

    Pemerintah Australia tahun ini kembali menyediakan beasiswa bagi warga Indonesia melalui Australia Awards Scholarship. Pendaftaran beasiswa masih di buka hingga 30 April 2024 mendatang.

    Ayesha, Public Diplomacy Australia Awards Indonesia mengatakan salah satu keunggulan beasiswa Australia Awards adalah tidak dibatasi usia. Siapapun bisa mendaftar beasiswa ini sesuai dengan pilihan program yang tersedia.

    “Tidak ada batasan usia untuk mendaftar. Jadi teman-teman yang sedang menyelesaikan sarjananya dan sebentar lagi mau lanjut S2 atau di sini ada dosen masih bisa,” ujarnya, dalam acara #AUSSIEBANGET Campus Roadshow: Women in Foreign Policy and Governance across Southeast Asia, di Binus University, Selasa (27/2/2024).


    Selain itu, Ayesha menuturkan peserta yang sempat gagal mendaftar beasiswa ini sebelumnya dapat mendaftar kembali di tahun-tahun selanjutnya. Adapun beasiswa Australia Awards ini dibuka setiap satu tahun sekali selama Februari-April.

    “Lalu tidak ada batasan frekuensi untuk mendaftar. Jadi misalnya belum berhasil di kesempatan pertama, maka bisa coba dua-tiga hingga beberapa kali, tidak ada blacklist,” katanya.

    Terdapat dua jenis beasiswa yang disediakan oleh Australia Awards bagi warga negara Indonesia, yakni Master (S2) dan PhD (S3). Apa saja sebenarnya syarat mendaftar beasiswa Australia Awards? Berikut selengkapnya:

    Syarat Daftar Beasiswa Australia Awards 2025

    1. Warga Negara Indonesia (WNI)

    2. Tidak menikah/bertunangan dengan warga Australia atau Selandia Baru atau penduduk tetap

    3. Tidak mengajukan permohonan visa untuk tinggal di Australia

    4. Tidak melamar program beasiswa Australia Awards lainnya kecuali telah tinggal di luar Australia selama dua kali total lamanya berada di Australia (misalnya, penerima Australia Awards sebelumnya di Australia selama dua tahun tidak akan memenuhi syarat untuk melamar Beasiswa Australia Awards lainnya sampai tinggal di luar Australia atau kembali ke Indonesia selama empat tahun)

    5. Bukan personel militer yang bertugas saat ini

    6. Memenuhi persyaratan Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan untuk visa pelajar DFAT

    7. Mengisi formulir pendaftaran

    8. Bersedia mengikuti pelatihan bahasa Inggris

    Berkas Persyaratan Beasiswa Australia Awards 2025

    1. Ijazah/transkrip D3, D4 atau S1 untuk pelamar master

    2. Ijazah/transkrip S1 dan S2 untuk pelamar PhD

    3. Hasil IELTS, TOEFL, atau PTE harus terkini (maksimal dua tahun terakhir)

    4. Menyerahkan dua referee report bagi pelamar PhD penelitian dan satu referee report bagi pelamar PhD kursus

    5. Menyerahkan dokumen Nominating Agency Declaration

    6. Berkas-berkas harus disahkan baik oleh lembaga/universitas terkait

    Manfaat Beasiswa Australia Awards 2025

    1. Biaya pendidikan Master/PhD

    2. Biaya akademik tambahan

    3. Biaya hidup

    4. Tiket pesawat pulang pergi

    5. Pelatihan bahasa Inggris sebelum memulai studi di Australia

    6. Tunjangan di Indonesia selama pelatihan prakeberangkatan

    7. Biaya pemeriksaan kesehatan dan rontgen untuk syarat visa belajar

    8. Visa pelajar DFAT dan visa tanggungan pelajar

    9. Overseas Student Health Cover (OSHC)

    10. Pengembangan profesional dan jaringan

    Prioritas Penerima Beasiswa Australia Awards 2025

    1. Pegawai Negeri Sipil (PNS)

    2. Penyandang disabilitas

    3. Perempuan dengan latar belakang ekonomi kurang mampu serta warga dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Dataran Tinggi, Papua Tengah, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Lampung

    Demikian informasi tentang beasiswa Australia Awards 2025. Untuk informasi lebih lanjutnya, detikers bisa lihat di https://www.australiaawardsindonesia.org/.

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Beasiswa PhD dan Post Doctoral ke Austria untuk 2025, Minat Daftar?



    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Austria menawarkan beasiswa pendidikan dan penelitian bagi warga Indonesia. Beasiswa ini berlaku untuk program sarjana, pascasarjana, PhD dan post doctoral (postdoc).

    Detikers bisa mencoba program Full PhD Grant, Postdoc Grant, Music Practice Grant atau Short-term Research Grant. Selain sokongan dana pendidikan dan penelitian, beasiswa juga menunjang biaya hidup selama di Austria.

    Khusus bagi yang ingin melamar beasiswa Music Practice Grant, pendaftaran dibuka hingga 15 Desember 2024. Sementara yang berminat mengambil Full PhD Grant dan Postdoc Grant batas pendaftaran masih sampai Maret 2025.


    Adapun yang akan memilih program penelitian singkat pendaftaran dibuka selama 2-9 bulan sebelum pelamar melakukan kunjungan ke universitas tujuan. Apa saja persyaratan untuk bisa daftar beasiswa ini?

    Mengutip laman Dikti Kemendikbudristek, berikut informasi lengkapnya:

    1. Program Short Term Research Grant

    Beasiswa untuk program Short Term Research Grant berlaku untuk jangka 1-2 bulan. Penerima beasiswa akan mendapatkan tunjangan 1.300 Euro per bulan dan subsidi perjalanan hingga 1.200 Euro.

    Pilihan Program Studi

    • Ilmu pengetahuan alam
    • Ilmu teknik
    • Kedokteran
    • Kesehatan
    • Ilmu pertanian
    • Ilmu sosial
    • Humaniora

    Syarat Daftar

    • Pelamar Postdocs maksimal berusia 45 tahun (jika sedang mengasuh anak dapat diperhitungkan).
    • Mempunyai kemampuan bahasa Inggris dan Jerman yang baik
    • Pelamar tidak boleh pernah tinggal/belajar/menjalani penelitian/pekerjaan akademis di Austria pada tahun terakhir, enam bulan sebelum menerima hibah.
    • Pelamar yang tinggal secara permanen di Austria atau yang telah menyelesaikan pendidikan akademisnya terutama di Austria tidak berhak untuk mendaftar.
    • Mengirim lamaran online lewat laman https://www.scholarships.at/
    • Mempunyai surat rekomendasi dari supervisor di universitas pilihan di Austria
    • Surat rekomendasi tersebut dapat hanya dapat diterbitkan oleh peneliti atau dosen yang terafiliasi dengan universitas anggota ASEA-UNINET Austria dan yang memegang “Venia Docendi”, misalnya seorang Profesor Penuh atau Associate
    • Mempunyai surat rekomendasi dari koordinator ASEA-UNINET di universitas Austria yang bekerja sama
    • Mempunyai surat rekomendasi dari koordinator ASEA-UNINET di universitas ASEAN yang bekerja sama.
    • Mempunyai surat rekomendasi dari koordinator nasional ASEA-UNINET negara anggota ASEAN
    • Surat rekomendasi tidak boleh lebih dari enam bulan pada saat melamar.
    • Salinan paspor
    • Sertifikat PhD serta terjemahan bahasa Inggris atau Jerman.

    2. Program Full Ernst Mach Grant

    Jenis beasiswa ini menawarkan beasiswa untuk studi PhD penuh, penelitian pasca doktoral dan untuk studi di bidang praktik musik di universitas anggota ASEA-UNINET di Austria. Durasi beasiswa bisa berlaku hingga tiga tahun.

    Pilihan program yang bisa diambil dalam skema beasiswa full ini antara lain ilmu pengetahuan alam, ilmu teknik, kedokteran manusia, kesehatan, ilmu pertanian, ilmu sosial, dan humaniora.

    Full PhD Grant

    • Kelompok sasaran: Mahasiswa pascasarjana yang ingin menyelesaikan program doktor/PhD penuh di Austria dan memenuhi persyaratan untuk masuk dan yang telah menyelesaikan studinya di universitas di luar Austria
    • Durasi: 36 bulan
    • Manfaat hibah: 1,300 Euro per bulan, subsidi biaya perjalanan hingga 1,200 Euro, dan subsidi mobilitas sebesar 300 Euro per bulan

    Postdoc Grant

    • Kelompok sasaran: Postdocs yang terlibat dalam pengajaran dan penelitian di anggota ASEA-UNINET universitas di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, atau Vietnam
    • Durasi: 4 – 9 bulan
    • Manfaat hibah: 1,300 Euro per bulan dan subsidi biaya perjalanan hingga 1,200 Euro

    Music Practice Grant

    • Kelompok sasaran: Sarjana (atau lebih tinggi) di bidang praktik musik (instrumental dan vokal pertunjukan, komposisi, dan konduktor)
    • Durasi: 9 bulan
    • Manfaat hibah: 1,300 Euro per bulan dan subsidi biaya perjalanan hingga 1,200 Euro

    Syarat Daftar

    • Pelamar sarjana dan pascasarjana maksimal berusia 35 tahun, sedangkan postdoc maksimal 45 tahun.
    • Mempunyai kemampuan baik dalam bahasa Inggris dan Jerman
    • Mengirim lamaran online lewat laman http://www.scholarships.at/
    • Mengajukan proposal penelitian bidang musik dokumen berupa CV & bukti pendaftaran audisi
    • Surat rekomendasi dari supervisor di universitas tuan rumah di Austria (bagi pelamar Music Practice Grant berupa letter of endorsement dari universitas musik Austria setelah proses audisi selesai)
    • Dua surat rekomendasi dari dosen universitas
    • Salinan paspor
    • Sertifikat kelulusan universitas serta terjemahan bahasa Inggris atau Jerman.
    • Setelah dilakukan pemeriksaan persyaratan formal dan evaluasi lamaran oleh para ahli, kandidat akan diundang untuk wawancara pribadi (tatap muka)

    Itulah informasi beasiswa PhD dan Postdoc di universitas Austria. Ayo coba daftar!

    (cyu/cyu)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Turki 2025 Turkiye Burslari, Ada Tempat Tinggal Plus Uang Saku


    Jakarta

    Pemerintah Turki membuka pendaftaran beasiswa Turkiye Burslari 2025 mulai 10 Januari-20 Februari 2025. Beasiswa S1, S2, S3, dan riset di Turki ini dapat dilamar warga Indonesia.

    Dikutip dari laman resminya, pendaftaran beasiswa ini terintegrasi dengan pendaftaran ke perguruan tinggi mitra di Turki. Jika lolos sebagai penerima beasiswa, mahasiswa bersangkutan akan mendapat penempatan perguruan tinggi dan departemen.

    Beasiswa Turki 2025 Turkiye Burslari

    Beasiswa kuliah di Turki ini meliputi:


    1. Uang kuliah

    2. Uang saku per bulan
    – Mahasiswa S1: sebesar 3.500 lira (Rp 1,6 juta)
    – Mahasiswa S2 5.000 lira (Rp 2,29 juta)
    – Mahasiswa PhD 6.500 lira (Rp 2,98 juta).

    3. Tempat tinggal.

    4. Kursus bahasa Turki.

    5. Asuransi kesehatan.

    6. Tiket pesawat pergi-pulang (PP).

    7. Program akademik dan kebudayaan

    Syarat Pendaftaran

    • Pelamar S1 berusia di bawah 21 tahun
    • Pelamar S2 berusia di bawah 30 tahun
    • Pelamar S3 berusia di bawah 35 tahun
    • Pelamar beasiswa riset berusia di bawah 50 tahun
    • Sudah/akan lulus studi di jenjang sebelumnya pada tahun beasiswa.

    Syarat Khusus S1

    1. General weighted average (GWA)/rata-rata capaian akademik 90 persen.

    2. Skor minimal TOEFL IBT 80 dari 120 atau IELTS 6.5 dari 90.

    3. Skor ujian kualifikasi akademik:
    – Scholastic Aptitude Test (SAT) minimal 1400 (matematika 680 dari 800) untuk departemen teknik, minimal 1350 untuk departemen lain.
    – International Baccalaureate (IB) minimal 33 (high level/HL harus tercapai setidaknya untuk untuk salah satu mata pelajaran yang berkaitan dengan program yang dilamar)

    4. 10 besar ujian nasional di negaranya.

    5. Peraih medali emas-perunggu pada olimpiade sains internasional matematika (IMO), fisika (IPHO), biologi (IBO), informatika (IO Informatics), astronomi (IOAA), dan lainnya yang diikuti Scientific and Technical Research Council of Turkiye (Tubitak).

    Syarat Khusus S2

    1. General weighted average (GWE) 90 persen

    2. Skor ujian kualifikasi akademik ALES atau GRE:
    – ALES quantitative 80 buat pelamar departemen teknik, quantitative 75 buat pelamar departemen sains, dan equal weight 75 untuk pelamar departemen lain
    – GRE quantitative 155 untuk pelamar departemen teknik dan 153 untuk departemen lain.

    3. Skor TOEFL IBT 90 dari 120 atau IELTS 7.0 dari 9.0

    Syarat Khusus S3

    1. General weighted average (GWE) 90 persen

    2. Skor ujian kualifikasi akademik ALES atau GRE:
    – ALES quantitative 85 buat pelamar departemen teknik, quantitative 75 buat pelamar departemen sains, dan equal weight 75 untuk pelamar departemen lain
    – GRE quantitative 160 untuk pelamar departemen teknik dan 157 untuk departemen lain.

    3. Skor TOEFL IBT 90 dari 120 atau IELTS 7.0 dari 9.0

    Informasi pendaftaran beasiswa Turki 2025 Turkiye Burslari bisa diakses lebih lanjut di https://www.turkiyeburslari.gov.tr/ dan Instagram @turkiyeburslari. Berminat mendaftar, detikers?

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Pria Ini Jalani Diet yang Diklaim ‘Paling Sehat’ di Dunia, Begini Efek ke Tubuhnya

    Jakarta

    Ada berbagai macam diet yang tentunya bermanfaat untuk kesehatan. Jenis diet yang banyak dijalani, seperti diet karnivora, diet keto, diet mediterania, hingga diet puasa atau intermittent fasting (IF).

    Seorang YouTuber bernama Will Tennyson mencoba diet ‘alami’ selama satu minggu penuh. Lantas, apa itu diet ‘alami’?

    Dikutip dari Mirror UK, diet ini umumnya hanya mengonsumsi makanan utuh yang tidak diolah. Biasanya makanan tersebut berasal langsung dari bumi atau hewan.


    Diet ini bermanfaat untuk menghilangkan zat aditif, pengawet, dan bahan tambahan buatan lainnya. Biasanya, selama menjalani diet tersebut seseorang akan makan makanan utuh, seperti buah-buahan, sayuran, protein rendah lemak, dan lemak sehat.

    Bagi Will, diet itu hebat. Ia menyadari kulitnya terasa lebih baik dan berat badannya turun beberapa kilogram. Satu-satunya kesulitannya adalah menemukan camilan yang sesuai dengan dietnya.

    Meski begitu, secara keseluruhan Will menikmati makanan yang dikonsumsinya sehari-hari. Ia selalu memeriksa label dari makanan yang akan dikonsumsi.

    Untuk sarapan, Will menikmati banyak makanan dalam diet minggunya. Menu makan siangnya, ia makan daging sapi tanpa lemak, nasi kembang kol, dan beberapa sayuran.

    Makanan lain yang biasa dikonsumsi adalah semangkuk chipotle buatan rumah, yang terdiri dari nasi, kacang hitam, daging, dan sayuran. Menurutnya, makanan yang selama ini ia konsumsi dapat membuatnya kenyang.

    “Biasanya saya berusaha mencari makanan diet ini, membuat makanan dalam jumlah banyak agar tetap kenyang. Tetapi, malah membuat saya lapar,” jelas Will.

    “Begitu saya menurunkan volume dan fokus pada kualitas yang lebih baik, saya tidak hanya merasa lebih kenyang, tetapi juga merasa lebih baik. Energi saya lebih baik, perut saya terasa lebih baik,” sambungnya.

    Apa Kata Para Profesional Tentang Diet ‘Paling Sehat’?

    Makanan utuh memiliki banyak manfaat. Jenis makanan ini secara alami lebih tinggi seratnya daripada makanan olahan, yang membantu tubuh merasa lebih kenyang dan membuat kenyang lebih lama.

    Diet ini sangat cocok untuk menurunkan berat badan. Tetapi, manfaatnya tidak hanya itu.

    “Diet tinggi serat menghasilkan tingkat penyakit kronis yang lebih rendah dan pencernaan, serta kesehatan gastrointestinal yang lebih baik,” jelas ahli diet, Lisa Young, PhD, RDN.

    Menurut Lisa, jika mencoba diet ini harus siap untuk merencanakan pola makan yang sehat dan bisa menyita lebih banyak waktu. Tetapi, saat orang tersebut sudah terbiasa, hal yang dirasakan mungkin bisa sepadan dengan hasilnya.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Pria Ini Jalani Diet yang Diklaim ‘Paling Sehat’ di Dunia, Begini Efek ke Tubuhnya

    Jakarta

    Ada berbagai macam diet yang tentunya bermanfaat untuk kesehatan. Jenis diet yang banyak dijalani, seperti diet karnivora, diet keto, diet mediterania, hingga diet puasa atau intermittent fasting (IF).

    Seorang YouTuber bernama Will Tennyson mencoba diet ‘alami’ selama satu minggu penuh. Lantas, apa itu diet ‘alami’?

    Dikutip dari Mirror UK, diet ini umumnya hanya mengonsumsi makanan utuh yang tidak diolah. Biasanya makanan tersebut berasal langsung dari bumi atau hewan.


    Diet ini bermanfaat untuk menghilangkan zat aditif, pengawet, dan bahan tambahan buatan lainnya. Biasanya, selama menjalani diet tersebut seseorang akan makan makanan utuh, seperti buah-buahan, sayuran, protein rendah lemak, dan lemak sehat.

    Bagi Will, diet itu hebat. Ia menyadari kulitnya terasa lebih baik dan berat badannya turun beberapa kilogram. Satu-satunya kesulitannya adalah menemukan camilan yang sesuai dengan dietnya.

    Meski begitu, secara keseluruhan Will menikmati makanan yang dikonsumsinya sehari-hari. Ia selalu memeriksa label dari makanan yang akan dikonsumsi.

    Untuk sarapan, Will menikmati banyak makanan dalam diet minggunya. Menu makan siangnya, ia makan daging sapi tanpa lemak, nasi kembang kol, dan beberapa sayuran.

    Makanan lain yang biasa dikonsumsi adalah semangkuk chipotle buatan rumah, yang terdiri dari nasi, kacang hitam, daging, dan sayuran. Menurutnya, makanan yang selama ini ia konsumsi dapat membuatnya kenyang.

    “Biasanya saya berusaha mencari makanan diet ini, membuat makanan dalam jumlah banyak agar tetap kenyang. Tetapi, malah membuat saya lapar,” jelas Will.

    “Begitu saya menurunkan volume dan fokus pada kualitas yang lebih baik, saya tidak hanya merasa lebih kenyang, tetapi juga merasa lebih baik. Energi saya lebih baik, perut saya terasa lebih baik,” sambungnya.

    Apa Kata Para Profesional Tentang Diet ‘Paling Sehat’?

    Makanan utuh memiliki banyak manfaat. Jenis makanan ini secara alami lebih tinggi seratnya daripada makanan olahan, yang membantu tubuh merasa lebih kenyang dan membuat kenyang lebih lama.

    Diet ini sangat cocok untuk menurunkan berat badan. Tetapi, manfaatnya tidak hanya itu.

    “Diet tinggi serat menghasilkan tingkat penyakit kronis yang lebih rendah dan pencernaan, serta kesehatan gastrointestinal yang lebih baik,” jelas ahli diet, Lisa Young, PhD, RDN.

    Menurut Lisa, jika mencoba diet ini harus siap untuk merencanakan pola makan yang sehat dan bisa menyita lebih banyak waktu. Tetapi, saat orang tersebut sudah terbiasa, hal yang dirasakan mungkin bisa sepadan dengan hasilnya.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Tak Perlu Setiap Hari, Segini Frekuensi Bercinta Ideal buat Pasutri


    Jakarta

    Dalam menjalani hubungan jangka panjang, setiap pasangan tentu menginginkan hubungan yang harmonis. Namun, di tengah rutinitas dan kesibukan sehari-hari, menjaga keintiman bisa menjadi tantangan tersendiri.

    Sering muncul pertanyaan, “Berapa kali idealnya pasangan berhubungan seks untuk tetap mempertahankan keharmonisan?” Meskipun setiap pasangan memiliki dinamika yang berbeda, para terapis seks memberikan pandangan beragam mengenai frekuensi ideal hubungan seksual.

    Dikutip dari Healthline, rata-rata, jumlah hubungan seksual bisa bervariasi dari satu kali seminggu hingga satu kali sebulan. Ian Kerner, PhD, berpendapat bahwa tidak ada jawaban pasti karena setiap pasangan memiliki dinamika yang berbeda.


    Jika pasangan berhenti berhubungan seks, hubungan mereka dapat menjadi rentan terhadap masalah seperti kemarahan, jarak emosional, perselingkuhan, bahkan perceraian. Banyak faktor yang memengaruhi frekuensi hubungan seks, termasuk usia, gaya hidup, kesehatan, libido, dan kualitas hubungan itu sendiri.

    Meskipun tidak ada patokan pasti, beberapa terapis menyarankan pasangan untuk mencoba berhubungan seks setidaknya sekali seminggu. David Schnarch, PhD, melalui penelitian terhadap lebih dari 20.000 pasangan, menemukan bahwa hanya 26 persen pasangan yang berhubungan seks seminggu sekali, sementara sebagian besar melakukannya satu hingga dua kali sebulan, atau bahkan lebih jarang.

    Penelitian lain yang dipublikasikan oleh The University of Chicago Press menunjukkan bahwa pasangan menikah rata-rata melakukan hubungan seks tujuh kali sebulan, atau kurang dari dua kali per minggu.

    Sementara itu, studi lain melaporkan bahwa orang dewasa yang lebih tua berhubungan seks sekitar dua hingga tiga kali sebulan, sedangkan orang yang lebih muda melakukannya sekitar sekali seminggu.

    Sebagian besar terapis sepakat bahwa jika frekuensi hubungan seks kurang dari 10 kali setahun, hal ini bisa menjadi tanda bahwa pernikahan tidak aktif secara seksual. Namun, hal tersebut tidak selalu menunjukkan adanya masalah besar dalam hubungan, seperti yang dijelaskan oleh David.

    Meskipun seks merupakan cara mengekspresikan cinta dan hasrat, tidak adanya hubungan seksual tidak selalu berarti hubungan akan berakhir, walaupun ini tetap harus diatasi.

    Perbedaan dorongan seksual antara pasangan juga bisa menjadi masalah. Al Cooper dari Pusat Perkawinan dan Seksualitas San Jose menyatakan bahwa masalah lebih sering berkaitan dengan komunikasi dan keinginan untuk berhubungan seks dibandingkan seks itu sendiri.

    Dr. Gail Saltz menekankan pentingnya mencari kompromi jika dorongan seksual tidak seimbang, di mana salah satu pihak mungkin perlu menyesuaikan frekuensi.

    Ian menambahkan bahwa ketika pasangan berhenti berhubungan seks, mereka bisa terjebak dalam rutinitas. Namun, begitu kembali fokus pada kehidupan seksual, keinginan untuk keintiman akan kembali dirasakan.

    Langkah awal untuk meningkatkan keintiman bisa dimulai dengan hal-hal sederhana seperti berpelukan setiap hari, berolahraga untuk meningkatkan kadar testosteron, dan mengurangi gangguan seperti TV atau gadget.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy