Tag: phishing

  • Mengenal Ajaib Protect, Layanan Ajaib yang Memastikan Keamanan Investasi


    Jakarta

    Ajaib menghadirkan layanan Ajaib Protect sebagai pendekatan keamanan menyeluruh untuk mencegah kejahatan finansial digital seperti phishing dan rekayasa sosial. Ajaib Protect dihadirkan sebagai solusi perlindungan yang proaktif dan menyeluruh bagi para investor.

    “Kepercayaan jutaan pengguna adalah fondasi utama kami,” ujar Direktur Utama Ajaib Sekuritas, Juliana, dalam keterangan tertulis, Selasa (5/8/2025).

    Juliana menerangkan inisiatif ini mencerminkan komitmen Ajaib dalam menciptakan ekosistem investasi yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga aman dan berorientasi pada perlindungan investor.


    Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa kerugian masyarakat akibat investasi ilegal dan kejahatan finansial digital mencapai triliunan rupiah setiap tahun. Ajaib Protect hadir sebagai sistem perlindungan menyeluruh yang mengintegrasikan aspek teknologi, edukasi, dan layanan untuk menjaga keamanan pengguna dalam berinvestasi

    “Ajaib Protect adalah bentuk tanggung jawab kami untuk tidak hanya menyediakan akses investasi, tapi juga mengawal setiap langkah penggunanya. Dengan teknologi yang Aman, edukasi yang Pintar, dan dukungan penuh Care, kami ingin membangun ekosistem investasi paling aman di Indonesia,” tambahnya.

    Ajaib Protect dibangun di atas tiga pilar utama yang saling memperkuat:

    1. Pilar AMAN (Keamanan Teknologi Terdepan)

    Ajaib memperkuat infrastruktur keamanannya dengan teknologi canggih, termasuk enkripsi data berlapis, otentikasi biometrik, Two-Factor Authentication (2FA), serta sistem deteksi anomali berbasis AI yang memonitor aktivitas mencurigakan secara real-time untuk mencegah akses tidak sah.

    2. Pilar PINTAR (Edukasi Finansial Terstruktur)

    Menyadari bahwa investor yang teredukasi adalah benteng pertahanan terbaik, pilar ini menjadi payung bagi gerakan literasi keuangan #SIAPinvestasi. Melalui gerakan ini, Ajaib secara masif menggelar webinar keamanan, menyajikan konten edukasi di aplikasi, serta menjalankan program literasi sejak dini.

    3. Pilar CARE (Program Dukungan Responsif)

    Melalui Ajaib Care Program, Ajaib mendedikasikan jalur layanan khusus bagi pengguna yang menghadapi kendala keamanan atau memiliki pertanyaan. Tim Ajaib Care dilatih untuk memberikan bantuan yang responsif, empatik, dan solutif, memastikan setiap pengguna merasa didengar dan didampingi saat mereka membutuhkan bantuan.

    “Teknologi ‘Aman’ kami mencegah masalah, edukasi ‘Pintar’ kami memberdayakan pengguna, dan ‘Ajaib Care’ hadir untuk membantu jika masalah tetap terjadi. Kombinasi ketiganya adalah janji kami untuk mengawal setiap langkah investor di platform Ajaib,” papar Juliana.

    Dengan Ajaib Protect, pengguna akan menerima notifikasi keamanan secara berkala, akses mudah ke pusat edukasi, serta akses prioritas ke layanan Ajaib Care untuk semua pertanyaan terkait keamanan akun.

    “Tujuan kami adalah menjadikan investasi sebagai kegiatan yang aman dan nyaman bagi semua orang,” tutup Juliana.

    (ega/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Ciri HP Terkena Malware dan Cara Mengatasinya

    Jakarta

    Perangkat elektronik dan ponsel, rentan terhadap serangan malware yang dapat mengancam privasi dan keamanan data pribadi. Malware pada handphone (HP) bisa datang dalam berbagai bentuk, seperti virus, trojan, atau spyware yang dapat merusak sistem, mencuri informasi, atau bahkan merusak perangkat itu sendiri.

    Sekedar diketahui, dilansir dari laman resmi CSIRT Kementerian Pertahanan, Malware adalah singkatan dari Malicious Software. Program tersebut dirancang dengan tujuan untuk merusak dengan menyusup ke sistem komputer. Malware dapat menginfeksi banyak komputer dengan masuk melalui email, download internet, atau program yang terinfeksi.

    Malware bisa menyebabkan kerusakan pada sistem komputer dan memungkinkan juga terjadi pencurian data / informasi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri HP yang terinfeksi malware dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasinya.


    Ciri HP Terkena Malware

    Pengguna ponsel kerap tidak menyadari adanya bahaya hingga dampak negatif malware dalam gawainya. Perubahan performa, adanya aplikasi yang tidak bisa dihapus, atau munculnya iklan yang tidak diinginkan, bisa menjadi tanda-tanda awal bahwa ponsel terinfeksi.

    Malware ini bisa berupa virus, trojan, spyware, adware, atau ransomware yang sering kali disebarkan melalui aplikasi pihak ketiga yang tidak terpercaya, link phishing, atau jaringan Wi-Fi publik yang rentan. Tujuan malware biasanya bisa pencurian data pribadi, akses informasi sensitif seperti kata sandi dan nomor rekening bank, hingga merusak sistem operasi ponsel. Berikut penjelasan ciri-cirinya.

    1. Ada Peringatan

    Ponsel pasti mulai mendeteksi, begitu ada virus yang masuk ke perangkatnya. Sama seperti tubuh, ada tanda keanehan pada ponsel, hingga peringatan keras sebagai tanda adanya virus yang menginfeksi perangkat.

    2. Antivirus Tak Berfungsi

    Virus malware menjadi musuh berbahaya dan mengancam perangkat yang kamu miliki, termasuk smartphone yang saat ini kamu pegang. Kalau virusnya begitu kuat, bahkan software antivirus yang digunakan pun tidak lagi berfungsi.

    Smartphone atau ponsel pintar, harusnya jadi alat komunikasi yang bisa membantu kita sehari-hari. Tapi gegara malware, kemampuan ponsel canggih pun jadi menurun.

    Terjadi penurunan dalam kecepatan pengoperasian perangkat secara signifikan. Bisa jadi semakin lemot, atau aplikasi tiba-tiba tertutup dan gawai sulit digunakan. Istilahnya, biasa disebut hang atau freeze.

    4. Memori Selalu Penuh

    Gawai pintarmu sebetulnya sudah punya cukup memori. Tapi sayang, tiba-tiba tanpa sadar ruang penyimpanan di perangkat handphonemu sudah cepat penuh.

    Ada penurunan yang signifikan dan tidak terduga pada bagian memori. Ini bisa jadi pertanda malware mulai mengancam. Virus dalam bentuk aplikasi, tak bisa dihapus dan menempati setiap ruang penyimpanan atau storage.

    5. Handphone Tak Bisa Digunakan

    Saat malware sudah semakin parah dan banyak, handphone yang kamu gunakan bisa berhenti berfungsi. Bukan sekedar hang atau freeze lagi, tapi bahkan tidak berfungsi sama sekali.

    Cara Mengatasi Perangkat yang Kena Malware

    Melalui pemahaman yang lebih baik mengenai tanda-tanda infeksi malware, kamu dapat menjaga ponsel tetap aman dan terhindar dari ancaman yang semakin canggih dan berbahaya. Namun jika malware sudah terlanjur menginfeksi ponselmu, ada langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengamankan perangkat dari malware. Dilansir dari laman Google, berikut caranya:

    1. Mengaktifkan Google Play Protect

    Caranya mudah. Pertama, buka aplikasi Google Play, kemudian ketuk ikon Profile. Lanjut ke Tap Protect > Settings > aktifkan atau matikan Scan apps with Play Protect.

    2. Update Perangkat

    Pastikan untuk selalu melakukan update perangkat ketika tersedia. Kalau kamu tidak menemukan notifikasi karena dimatikan, kamu bisa masuk ke Settings > System > System update. Nanti akan terlihat status update untuk dilanjutkan.

    3. Hapus Aplikasi Mencurigakan

    Kalau mesin pencarianmu menggunakan Google Chrome, uninstall ekstensi browser Chrome yang tidak diperlukan, tidak terpercaya, atau berasal dari sumber di luar Chrome Web Store. Jika menggunakan browser lain, periksa pusat bantuannya atau settings, dan uninstall aplikasi yang tidak jelas asalnya.

    Penting untuk menghapus atau uninstall aplikasi yang tidak penting, tidak terpercaya, sumbernya dari pihak ketiga, atau luar Google Play Store. Untuk menghapusnya, lakukan langkah Settings > Apps & notifications > See all apps > klik aplikasi yang ingin di-uninstall > Uninstall.

    4. Checkup Keamanan

    Kini, pastikan gawaimu bersih dari malware, melalui mesin pencarian. Buka ponsel atau tablet Android, buka browser web seperti Chrome.

    Masuk ke myaccount.google.com/security-checkup. Nantinya, akan diarahkan untuk memperbaiki masalah keamanan di akun. Ikuti langkah yang ada.

    Terakhir, pastikan kamu lebih berhati-hati saat mengunjungi situs tak resmi dan jangan sembarang klik link tidak terpercaya. Langkah tersebut bisa jadi salah satu cara sederhana menghindari malware. Semoga berhasil!

    (aau/fds)



    Sumber : inet.detik.com

  • Ganti Alamat Email Kamu! Ini Alasannya

    Jakarta

    Pengguna Gmail disarankan untuk mengganti alamat email mereka di 2025. Mengapa hal ini perlu dilakukan?

    Saran ini muncul setelah Federal Bureau of Investigation (FBI) mengeluarkan peringatan terkait ancaman cyber yang berpotensi meningkat menjelang liburan.

    Menurut FBI, meskipun Google mengklaim telah memblokir lebih dari 99,9% spam, phishing, dan malware di Gmail, langkah tersebut dinilai belum cukup untuk mencegah ancaman cyber.


    Seperti dikutip dari Forbes, FBI menganggap penggantian alamat email sebagai langkah tambahan untuk meningkatkan keamanan pengguna.

    Sementara itu, Google sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kewajiban pengguna Gmail untuk mengganti alamat email.

    Sebelumnya, Google justru mengumumkan kebijakan penghapusan akun Gmail yang tidak aktif selama lebih dari dua tahun mulai 1 Desember 2023. Langkah ini bertujuan mencegah pencurian identitas yang berpotensi membahayakan.

    Google menyatakan tengah memperkuat pertahanan cyber untuk melindungi lebih dari 2,5 miliar pengguna Gmail.

    Salah satu inovasinya adalah penerapan model kecerdasan buatan (AI) terbaru, termasuk teknologi Large Language Model (LLM) yang dirancang untuk mendeteksi phishing, malware, dan spam. Namun, firma keamanan cyber McAfee memperingatkan bahwa perkembangan AI memiliki dampak ganda.

    AI dapat digunakan untuk melawan serangan cyber, tetapi penjahat cyber juga dapat memanfaatkannya untuk menciptakan serangan yang semakin sulit terdeteksi.

    Menurut Mailmodo, pesan spam saat ini mencapai lebih dari 46,8% dari total email yang beredar.

    Hal ini mendorong banyak perusahaan untuk mencari alternatif komunikasi yang lebih aman, seperti menggunakan platform instant messaging seperti Teams dan Slack.

    Untuk melindungi alamat email, beberapa langkah dapat dilakukan, antara lain:

    1. Jangan Membagikan Alamat Email Secara Sembarangan

    Apple, misalnya, telah menghadirkan fitur Hide My Email yang memungkinkan pengguna menyembunyikan alamat email asli mereka.

    2. Gunakan Alamat Email Acak dan Unik

    Membuat alamat email acak dapat membantu menjaga privasi, terutama saat mendaftar di situs web atau aplikasi.

    Google juga mengikuti langkah ini dengan mengembangkan fitur serupa bernama Shielded Email, yang terdeteksi melalui pembedahan APK oleh Android Authority pada November lalu.

    Cara Mengganti Alamat Email di Gmail

    Sebelum mengganti alamat email, pastikan apakah alamat email Anda dapat diubah atau tidak. Berikut langkah-langkahnya:

    1. Buka aplikasi Setelan di perangkat Anda.

    2. Klik Google, lalu pilih Nama Anda dan Kelola Akun Google Anda.

    3. Pilih Info Pribadi di bagian atas.

    4. Pada bagian Info Kontak, pilih Email > Email Akun Google.

    Jika opsi untuk mengubah email tidak tersedia, hal ini kemungkinan karena alamat email Anda berakhiran @gmail.com (tidak dapat diubah) atau menggunakan akun Google melalui kantor, sekolah, atau grup lain, sehingga memerlukan bantuan administrator.

    Jika alamat email Anda dapat diganti, ikuti langkah-langkah berikut:

    1. Klik Edit.

    2. Masukkan alamat email baru yang belum terdaftar di akun Google lain.

    3. Ikuti petunjuk yang muncul di layar.

    4. Setelah selesai, Google akan mengirimkan tautan verifikasi ke alamat email baru Anda. Buka email tersebut dan klik tautannya untuk menyelesaikan proses penggantian.

    Dengan mengikuti langkah-langkah ini, keamanan akun Gmail Anda dapat lebih terjamin. Tetap waspada terhadap ancaman cyber dan selalu perbarui sistem keamanan secara berkala.

    *Artikel ini ditulis oleh Dita Aliccia Armadani, peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.

    (rns/afr)



    Sumber : inet.detik.com