Jakarta –
Konsumsi beberapa makanan bisa menjadi obat batuk pilek alami. Namun, ada juga makanan yang perlu dihindari karena justru membuat batuk pilek semakin parah.
Penyakit batuk dan pilek bisa sangat mengganggu. Solusi selain minum obat-obatan yaitu dengan memperkaya asupan buah-buahan mengandung vitamin C.
Selain itu fokus terhadap makanan yang bernutrisi, penting juga menghindari makanan-makanan yang bisa membuat batuk pilek semakin parah.
Saat batuk atau pilek, tubuh membutuhkan semua kekuatan untuk melawan infeksi. Namun, makanan dan buah-buahan tertentu bisa memperburuk gejala atau memperlambat pemulihannya.
Oleh karena itu, makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari selama menderita penyakit ini perlu diperhatikan.
Jika tidak mau batuk semakin parah, sebaiknya hindari konsumsi 5 makanan ini, seperti dilansir dari truemede.in (16/01/2023).
1. Jeruk
Kandungan asam di dalam jeruk bisa membuat batuk pilek lebih parah. Foto: Getty Images/MEDITERRANEAN |
Buah citrus, seperti lemon atau jeruk memang kaya akan vitamin C yang bisa membantu meningkatkan sistem imunitas tubuh.
Sayangnya, kandungan asam nitrat di dalam buah ini bisa mengiritasi tenggorokan yang sudah sakit dan menyebabkan rasa tidak nyaman di tenggorokan dan batuk semakin parah.
Sifat asam dari buah jeruk juga memproduksi dahak berlebihan di saluran pernapasan.
Meskipun vitamin C bisa mendukung kekebalan tubuh, sebaiknya batasi konsumsi jeruk saat flu dan batuk. Pertimbangkan untuk konsumsi buah-buahan lainnya seperti pisang atau apel yang lebih nyaman di tenggorokan.
2. Makanan manis
Konsumsi terlalu banyak makanan manis juga bisa memicu batuk pilek lebih parah. Foto: Getty Images/Milko |
Makanan manis yang mengandung banyak gula juga sebaiknya dihindari untuk sementara waktu.
Gula yang berlebihan mampu melemahkan kemampuan sistem imun untuk melawan penyakit. Pola makan kaya gula memicu peradangan dan dapat menyebabkan peningkatan produksi lendir dan memperburuk gejala pernapasan.
Konsumsi gula berlebihan juga bisa mengubah kadar gula darah dalam tubuh, yang akhirnya dapat memengaruhi respons tubuh terhadap peradangan. Makanan manis juga mengandung kalori kosong tanpa nutrisi penting.
Oleh karena itu, saat batuk pilek lebih baik fokus pada makanan padat nutrisi yang mendukung penyembuhan.
Makanan lain yang perlu dihindari bisa dibaca pada halaman selanjutnya!
3. Makanan pedas
Hindari juga konsumsi makanan pedas karena bisa mengiritasi tenggorokan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Nungning20 |
Efek konsumsi makanan pedas memang bisa membersihkan saluran hidung untuk sementara, tetapi makanan pedas juga bisa mengiritasi tenggorokan dan memperparah batuk.
Makanan pedas, seperti cabai dapat meningkatkan peradangan dan ketidaknyamanan, terutama jika tenggorokan sudah sakit.
Bagi banyak orang, makanan pedas juga bisa memicu refleks batuk, sehingga memperburuk gejalanya.
Dalam kondisi batuk, lebih baik pilih makanan yang lebih ringan dan menenangkan supaya tenggorokan juga nyaman dan lega.
4. Gorengan dan makanan berlemak
Mengonsumsi gorengan juga bisa memicu peradangan dan memperparah gejala batuk pilek. Foto: shutterstock |
Makanan, seperti keripik, ayam goreng, dan burger sulit dicerna dan dapat menyebabkan kembung atau rasa tidak nyaman di perut.
Selain itu, makanan tersebut bisa memicu peradangan tubuh. Saat tubuh melawan penyakit, sebaiknya pilih makanan yang lebih ringan, seperti sayuran kukus, protein rendah lemak, dan biji-bijian utuh.
Makanan seperti ini lebih mudah dicerna dan bisa membantu tubuh mendapat nutrisi terbaik yang diperlukan untuk pemilihan.
5. Produk olahan susu
Produk olahan susu, seperti keju dan es krim dapat mengentalkan lendir dan justru memperparah hidung tersumbat. Membuat napas jadi lebih sulit.
Meskipun beberapa orang dapat mentoleransi produk susu tanpa masalah, tetapi banyak juga yang merasa bahwa produk ini bisa memperparah gejala batuk dan pilek.
Selain itu, terkadang tekstur cairan susu bisa berubah jadi padat, kental, dan sulit bercampur dengan air liur di mulut. Membuat susu lebih susah ditelan dan menempel di sekitar tenggorokan. Akibatnya, dahak di tenggorokan lebih banyak.
(aqr/adr)
![]() |
||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
7 Buah untuk Meredakan Batuk Pilek, Ada Pisang Hingga Jeruk
Jakarta – Batuk dan pilek termasuk penyakit yang umum terjadi, baik pada anak kecil maupun orang dewasa. Tak jarang, orang-orang terserang penyakit ini secara bersamaan sehingga dikenal adanya musim batuk pilek. Batuk pilek terkadang dapat disertai demam. Jika sudah begitu, tubuh akan lemas, terasa tidak nyaman, dan selera makan bisa hilang. Tak sedikit orang yang batuk pilek memilih untuk minum obat yang dibeli di apotek sebagai cara penyembuhannya. Di sisi lain, penyakit tersebut juga bisa kok diatasi dengan pengobatan alami. Yaitu dengan mengkonsumsi buah-buahan tertentu.
Buah menjadi alternatif pengobatan karena berbagai nutrisi yang dikandungnya bisa bantu melawan infeksi virus penyebab penyakit dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Lantas, apa saja buah untuk batuk pilek yang dapat dikonsumsi? Buah yang Bisa Meredakan Batuk PilekAda sejumlah buah yang berkhasiat untuk mengurangi batuk dan pilek. Buah-buahan ini bisa dikonsumsi dengan cara dimakan langsung maupun dijadikan jus. Berikut buah pereda batuk pilek, dikutip dari laman PharmEasy dan Health: 1. Buah CitrusBuah citrus seperti jeruk, lemon, dan jeruk nipis mengandung vitamin C dan folat. Kedua nutrisi ini bisa bantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Akan tetapi, asam sitrat yang tinggi dalam buah citrus dapat memperparah sakit tenggorokan jika dikonsumsi berlebihan. Oleh karena itu, buah ini dapat dimakan dalam batas wajar. Seperti cukup memakan satu buah jeruk dalam sehari. Air perasan lemon atau jeruk nipis juga dapat diminum, tapi dengan menambahkannya ke dalam segelas air hangat dan diberi satu sendok makan madu. 2. NanasNanas juga berkhasiat dalam meredakan batuk pilek. Di dalam buah ini terdapat enzim bromelain yang memiliki sifat antiinflamasi dan mukolitik (mengurai lendir). Dengan kandungan enzim tersebut, nanas jadi buah yang cocok dikonsumsi saat terserang batuk dan pilek. 3. PisangPisang termasuk buah yang mudah dicerna, terutama ketika sedang sakit. Buah ini kaya nutrisi dan karbohidrat yang mengandung serat larut. Di samping itu, sejenis gula alami bernama fruktan yang bersifat antivirus dan mampu meningkatkan daya tahan tubuh juga terdapat di dalam pisang. Buah pisang dapat dimakan langsung, dijadikan jus, dibuat smoothie, atau dicampurkan dengan makanan lain. 4. KiwiKiwi mungkin terdengar aneh untuk mengurangi batuk pilek, tapi buah ini bisa lho bantu meredakan penyakit tersebut. Mikronutrien dalam kiwi dapat meningkatkan kekebalan sel darah merah. Ini dibuktikan lewat sebuah penelitian pada orang dewasa yang terserang batuk dan pilek. Ditunjukkan bahwa gejala sakit tenggorokan mereka bisa teratasi dalam sehari setelah makan kiwi. Buah kiwi bisa dijadikan jus maupun dimakan secara langsung untuk mendapatkan khasiatnya. 5. DelimaDelima mengandung antioksidan yang dapat melawan virus dan meminimalisir gejala batuk pilek. Sebagai pengobatan batuk dan pilek, buah ini dapat dibuat jus. Segelas jus delima penuh dengan sifat antibakteri dan antiinflamasi. 6. Buah BeriBuah-buahan jenis beri yakni stroberi, bluberi, maupun rasberi memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antivirus. Beri dapat dikonsumsi dengan mengolahnya menjadi smoothie, salad, maupun jus. Perhatikan, gula tidak perlu ditambahkan. Lebih simpelnya, buah ini juga bisa dimakan secara langsung. 7. CeriTingginya vitamin C dalam ceri membuat buah ini juga mengandung antioksidan yang tinggi. Dengan kandungan nutrisinya itu, buah ceri dapat bantu meringankan gejala batuk pilek jika dikonsumsi. Ceri juga bisa meningkatkan kualitas tidur yang baik dan nyenyak. Dengan tidur yang berkualitas, sistem kekebalan tubuh dapat meningkat. Buah ini dapat dikonsumsi dengan memakannya langsung atau dijadikan jus. Nah, itu dia sederet buah yang bagus dikonsumsi untuk meredakan batuk pilek. (azn/fds)
Mirip COVID-19, Ini Penyakit yang Lagi Ngegas Hampir 2 Juta Kasus di DKI! Jakarta – Dinas Kesehatan DKI Jakarta membuka data kenaikan kasus penyakit di balik ramai warga yang merasa tak kunjung sembuh dari gejala batuk, pilek, hingga keluhan lain menyerupai COVID-19. Kepala Dinkes DKI Ani Ruspitawati menyebut sebetulnya tidak ada peningkatan kasus tertentu yang relatif berbeda dari tahun ke tahun. Di tengah cuaca tak menentu, wajar keluhan semacam itu banyak dilaporkan. Penyakit Apa yang Lagi Melonjak?
Namun, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) tercatat memang tengah melonjak, terlihat sejak periode Juli. Meski begitu, tren ini sebenarnya dilaporkan setiap tahun. “Total kasus ISPA di DKI Jakarta hingga Oktober 2025 sebesar 1.966.308. Peningkatan kasus terlihat mulai bulan Juli. ISPA merupakan penyakit tertinggi di Puskesmas karena penularannya sangat mudah, yakni melalui droplet dan aerosol,” tutur Ani kepada detikcom Kamis (16/10/2025).
Peningkatan kasus ISPA disebut Ani juga bisa berkaitan dengan imunitas yang turun di masyarakat. Ani mewanti-wanti gejala ISPA yang kerap muncul yakni batuk, pilek, sakit tenggorokan hingga demam. Gejalanya bisa dibarengi dengan keluhan hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, bersin, dan suara serak. “Pada kasus ISPA yang lebih berat, gejala dapat mencakup sesak napas, yang membutuhkan penanganan segera,” wanti-wantinya. Meski begitu, masyarakat dinilai tidak perlu khawatir mengingat penyakit saluran napas seperti ISPA dapat dicegah dengan menjalani Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Berikut imbauannya:
(naf/up) Hampir 2 Juta Kasus Penyakit Mirip COVID Hantui DKI, Dokter Bagi Tips Cegah Tertular Jakarta – Di tengah cuaca panas yang tak kunjung reda, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat lebih dari 1,9 juta kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga Oktober 2025. Lonjakan mulai terdeteksi sejak Juli, seiring menguatnya paparan polusi dan datangnya musim kemarau basah yang disebut sebagai pemicu utama gangguan pernapasan warga. Meski jumlah kasus mendekati dua juta, Dinkes DKI memastikan situasi masih dalam kondisi terkendali. Pemerintah terus melakukan monitoring dan evaluasi (monev) melalui Sistem Kewaspadaan dan Respons Dini (SKDR) untuk memantau potensi wabah seperti ISPA dan COVID-19.
“ISPA merupakan penyakit tertinggi di Puskesmas karena penularannya sangat mudah, yakni melalui droplet dan aerosol,” tutur Ani kepada detikcom Kamis (16/10/2025).
Di sisi lain, dokter spesialis paru dr Erlang Samoedro, SpP(K) beberapa waktu lalu menyebut saat ini memang terjadi musim infeksi saluran napas. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh perubahan cuaca dan sirkulasi virus yang tinggi. Ia membagikan beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga paru-paru tetap bersih dan sehat. Dengan begitu, tubuh bisa menjadi lebih kuat dalam menghadang berbagai penyakit, termasuk batuk pilek. ”Pakai masker dan gizi seimbang, banyak makan sayur dan buah sebagai antioksidan. Serta juga hindari kerumunan,” ujar dr Erlang ketika dihubungi detikcom, Rabu (8/10). Makanan tinggi antioksidan juga dapat membantu memperkuat sistem imun dengan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Dengan sistem imun yang optimal, tubuh menjadi lebih tahan terhadap serangan virus dan mampu mempercepat pemulihan saat sudah terkena batuk atau pilek. Menurutnya, masalah infeksi virus yang memicu batuk dan pilek bisa sembuh dengan sendirinya. Meski begitu, ia mewanti-wanti kelompok rentan, seperti lansia dan orang dengan komorbid untuk lebih berhati-hati. “Kalau tanda bahaya kalau sudah ada perburukan seperti sesak napas, dahak yang sudah berubah warna yang menandakan terjadinya infeksi bakteri, dan demam tinggi perlu ke fasilitas kesehatan,” sambungnya. (suc/up) DKI Catat 1,9 Juta Kasus Penyakit Mirip COVID, Segera Periksa Jika Alami Gejala Ini Jakarta – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di DKI Jakarta menunjukkan tren peningkatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat total 1.966.308 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Jakarta sejak Januari hingga Oktober 2025. Peningkatan jumlah kasus teridentifikasi sejak Juli 2025. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengungkapkan ISPA saat ini menjadi penyakit dengan jumlah kunjungan tertinggi di puskesmas. Penularan penyakit ini, kata Ani, sangat mudah terjadi melalui percikan droplet dan partikel aerosol di udara. “Total kasus ISPA di DKI Jakarta hingga Oktober 2025 sebesar 1.966.308. Peningkatan kasus terlihat mulai bulan Juli,” kata Ani kepada detikcom Kamis (16/10/2025).
Selain di tengah cuaca yang tak menentu dan polusi udara, peningkatan kasus ISPA disebut Ani juga bisa berkaitan dengan imunitas yang turun di masyarakat. Adapun gejala ISPA di antaranya:
“Gejala lainnya bisa berupa hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, bersin, dan suara serak. Pada kasus ISPA yang lebih berat, gejala dapat mencakup sesak napas, yang membutuhkan penanganan segera,” kata Ani. Senada, dokter spesialis paru dr Erlang Samoedro, SpP(K) beberapa waktu lalu mengatakan saat ini memang terjadi musim infeksi saluran napas. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh perubahan cuaca dan sirkulasi virus yang tinggi. Ia juga mengingatkan segera mencari pertolongan bila muncul tanda bahaya, seperti sesak napas atau dahak yang berubah warna. Menurutnya, kondisi tersebut bisa menjadi pertanda adanya infeksi bakteri. “Demam tinggi perlu ke fasilitas kesehatan,” ucapnya Rabu (8/10). (suc/up) Khusus Pasutri, Ini Sederet Manfaat Rutin Bercinta Termasuk Memperpanjang Umur
Jakarta – Bercinta merupakan salah satu momen penting dalam hubungan rumah tangga. Tidak hanya meningkatkan keharmonisan pasutri, nyatanya rutin bercinta juga menyimpan banyak sekali manfaat untuk kesehatan. Ada banyak penelitian terkait hubungan intim dengan berbagai masalah kesehatan. Berikut ini adalah sederet manfaatnya: 1. Memperpanjang UmurBanyak penelitian menunjukkan rutin bercinta bersama pasangan menunjukkan hubungan yang erat dengan umur yang lebih panjang. Bercinta dapat menurunkan risiko serangan stroke, serangan jantung, dan penyakit kardiovaskular lainnya.
Pada tahun 2010, New England Research Institute melakukan penelitian besar-besaran. Hasilnya aktivitas seksual secara teratur dapat menurunkan risiko penyakit jantung. 2. Melawan Pilek dan FluBercinta juga bermanfaat untuk membantu melawan masalah pilek dan flu. Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Wikes, seseorang yang berhubungan seks beberapa kali seminggu cenderung memiliki antibodi imunoglobulin A (IgA) yang lebih tinggi dibanding mereka yang bercinta kurang dari sekali seminggu.
“IgA adalah garis pertahanan pertama melawan pilek dan flu,” kata salah satu penulis penelitian Carl Charnetski dikutip dari Healthline, Minggu (29/9/2024). 3. Meredakan Sakit KepalaBercinta secara rutin juga dapat membantu meredakan sakit kepala. Selama seks, hormon oksitosin yang dapat mengurangi rasa sakit dilepaskan dalam tubuh. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Bulletin of Experimental Biology and Medicine, responden yang menghirup uap oksitosin dan kemudian jari-jari mereka yang ditusuk hanya merasakan setengah sakit dibandingkan dengan mereka yang tidak menghirup oksitosin. Manfaat lain yang diberikan oksitosin setelah orgasme adalah menenangkan saraf. Penelitian yang dilakukan pada tikus lab menunjukkan oksitosin menangkal efek kortisol, yang menjadi hormon stres. Seks juga membantu tidur menjadi lebih berkualitas. Itu tidak hanya akibat kelelahan fisik, melainkan ada peran oksitosin yang menenangkan tubuh. 5. Meningkatkan MoodBercinta secara rutin juga dapat memberikan banyak manfaat psikologis. Perasaan yang membahagiakan setelah bercinta dapat berlangsung lebih lama dari yang dikira. Menurut pakar, kehidupan seks yang sehat menghasilkan kepuasan jangka panjang terhadap kesehatan mental seseorang, serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan jujur dan intim. Orang yang aktif secara seksual cenderung tidak mengalami alexithymia. Ini adalah sifat kepribadian yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk mengekspresikan atau memahami emosi. Peneliti di Australia pada tahun 2003 menerbitkan sebuah studi yang menunjukkan semakin banyak seorang pria ejakulasi antara usia 20-50 tahun, maka semakin kecil kemungkinan risiko kanker prostat. Manfaat bercinta secara rutin juga dapat dirasakan oleh wanita. Wanita yang lebih sering melakukan hubungan seks memiliki risiko kanker payudara yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak melakukannya. (avk/kna) Image : unsplash.com/ Spacejoy Pasutri Wajib Tahu, 6 Makanan Enak yang Bikin Gairah Seks Makin ‘On Fire’
Jakarta – Hubungan seks yang berkualitas umumnya dapat memberikan kepuasan dan kenyamanan, baik untuk suami maupun istri. Namun, ternyata ada beberapa momen yang membuat gairah seks menurun, sehingga berdampak pada sesi bercinta yang kurang memuaskan. Kondisi seperti ini ternyata tidak hanya dialami pria, wanita juga dapat mengalami kehilangan gairahnya untuk bercinta. Penyebabnya bisa karena mood yang anjlok hingga tidak memiliki stamina yang cukup kuat untuk berhubungan. Meski begitu, masalah seperti tersebut masih bisa diatasi dengan mengkonsumsi makanan enak yang mungkin sering dikonsumsi. Dikutip dari laman Shape, berikut daftar makanan yang dapat meningkatkan gairah seks buat pasutri.
1. BrokoliTernyata brokoli memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan, termasuk dalam membangkitkan gairah saat bercinta. Ahli diet dan pendiri Nutritious Life, Keri Glassman, menyarankan untuk mengkonsumsi brokoli karena kaya akan vitamin C. “Vitamin C membantu sirkulasi darah ke organ-organ dan juga dikaitkan dengan peningkatan libido wanita,” tambahnya.
2. SemangkaBuah yang satu ini ternyata dapat membantu meningkatkan gairah seks. Meski 92 persen dari semangka mengandung air, sekitar 8 persen yang tersisa itu mengandung nutrisi yang penting untuk kesehatan seksual. Menurut penelitian dari Texas A&M Fruit and Vegetable Improvement Center, semangka memiliki bahan-bahan yang memberikan efek seperti viagra pada pembuluh darah tubuh. Bahkan, buah tersebut dapat meningkatkan libido. “Semangka mengandung fitonutrien yang disebut citrulline, yang diubah tubuh menjadi arginin, asam amino yang meningkatkan kadar oksida nitrat dalam tubuh, yang merelaksasi pembuluh darah dengan cara yang sama seperti obat seperti Viagra,” kata Gahns-Clement dan Clement. 3. TelurTelur merupakan salah satu makanan enak yang banyak disukai orang. Kandungan protein yang tinggi pada telur menjadi sumber stamina dan juga rendah kalori. Selain itu, telur adalah sumber asam amino L-arginin yang baik. Zat tersebut telah terbukti efektif dalam mengobati berbagai jenis penyakit jantung dan disfungsi ereksi. 4. JaheSalah satu bumbu masakan ini sangat kaya manfaat untuk kesehatan, termasuk sebagai peningkat libido. Selain itu, jahe yang dikonsumsi mentah, di dalam masakan, maupun dalam bentuk suplemen juga cocok untuk melindungi diri dari flu atau pilek. 5. CengkehCengkeh yang biasanya digunakan saat memasak juga dapat membantu meningkatkan gairah seks. Untuk mengkonsumsinya, cengkeh dapat diseduh dengan sari apel panas, dicampurkan ke dalam makanan, atau ditambahkan ke dalam minuman hangat. “Di India, cengkeh telah digunakan untuk mengobati disfungsi seksual pria selama berabad-abad,” kata Glassman. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Complementary and Alternative Medicine menemukan bahwa ekstrak cengkeh menghasilkan peningkatan aktivitas seksual pada tikus jantan normal. “Cengkeh juga digunakan untuk menghilangkan bau mulut, yang juga tidak akan merusak kemampuan berciuman Anda,” beber Glassman. 6. Buah ara atau figsBuah ara atau figs dianggap sebagai stimulan kesuburan yang sangat baik dan dapat meningkatkan sekresi feromon. Jika ingin sesi bercinta makin manis dan memuaskan, cobalah untuk memakannya sebelum berhubungan seks. (sao/naf) Image : unsplash.com/ Spacejoy 5 Khasiat Jahe untuk Dongkrak Performa Seks Pasutri di Ranjang
Jakarta – Jahe adalah salah satu tanaman yang dikenal punya segudang manfaat untuk kesehatan. Bahkan, rimpang ini juga dipercaya berkhasiat dalam meningkatkan kemampuan seksual. Benar nggak sih? Jika berbicara soal manfaat jahe, mungkin yang paling dikenal banyak orang adalah untuk melancarkan pencernaan atau mengobati batuk pilek. Namun, mengonsumsi jahe ternyata juga bisa membantu meningkatkan gairah seks dan fungsi organ seksual. Lantas, bagaimana cara jahe mendongkrak performa saat bercinta? Dikutip dari Healthshots dan Healthline, berikut lima khasiat jahe untuk mendukung aktivitas di ranjang.
1. Melancarkan Aliran DarahJahe dapat meningkatkan aliran darah, salah satu faktor penting yang memengaruhi rangsangan dan respons seksual. Spesialis obstetri dan ginekologi dr Chetna Jain mengungkapkan senyawa aktif di dalam jahe, seperti gingerol dapat mengendurkan pembuluh darah, sehingga darah bisa mengalir lebih lanjar menuju organ reproduksi. Tak hanya itu, penelitian menunjukkan suplementasi jahe dapat meningkatkan libido atau gairah seksual.
2. Melawan PeradanganPeradangan kronis memberikan banyak dampak bagi tubuh, termasuk dalam hal fungsi seksual. Peradangan juga bisa mengganggu aliran darah ke alat vital, sehingga memengaruhi respons terhadap rangsangan seksual. Antioksidan yang terkandung dalam jahe dapat membantu mengatasi peradangan ini. 3. Menyeimbangkan HormonKetidakseimbangan hormon dapat memengaruhi gairah seksual. Misalnya pada wanita, penurunan kadar hormon estrogen bisa menghilangkan gairah seks dan membuat vagina menjadi kering. Akibatnya, seks menjadi tidak menyenangkan dan bahkan bisa menimbulkan nyeri. Dalam pengobatan Ayurveda, jahe adalah salah satu tanaman yang digunakan untuk mengembalikan keseimbangan hormon, yang mana penting untuk menjaga libido dan siklus menstruasi tetap teratur. 4. Melawan Efek Radikal BebasAntioksidan dalam jahe juga dapat melawan radikal bebas, yakni molekul berbahaya yang bisa merusak sel, memicu penuaan, dan meningkatkan risiko penyakit. Karenanya, mengonsumsi jahe dapat mencegah kerusakan sel dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, termasuk fungsi seksual. 5. Mendukung PencernaanSistem pencernaan yang sehat sangat penting untuk penyerapan nutrisi, yang berhubungan erat dengan tingkat energi dan kesehatan hormon. Jika tubuh kekurangan energi atau hormon, kehidupan seks akan terganggu. Enzim yang terkandung dalam jahe dapat meningkatkan pencernaan dan memecah gas yang terbentuk selama proses pencernaan. Hal ini dapat mencegah terjadinya ketidaknyamanan di perut yang bisa mengganggu saat sedang bercinta. (ath/kna) Image : unsplash.com/ Spacejoy |









