Tag: pola diet

  • 7 Camilan Diet Terbaik agar Berat Badan Cepat Turun


    Jakarta

    Inflamasi atau peradangan bisa mengganggu diet. Untuk menghindarinya, coba konsumsi 7 camilan diet antiinflamasi yang disarankan ahli gizi berikut ini.

    Kepada Eat This, Not That! (10/1/2024), ahli gizi Destini Moody mengatakan saat diet penting mengonsumsi makanan sehat. Salah satunya makanan bersifat antiinflamasi agar berat badan turun lebih cepat.

    Kondisi inflamasi atau peradangan memang perlu dihindari karena menyulitkan proses penurunan berat badan. Inflamasi juga bisa meningkatkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, hingga arthritis.


    Kalau lagi diet dan mau pilih camilan sehat, coba rutin konsumsi 7 camilan yang bersifat antiinflamasi ini:

    1. Rumput laut

    Menurut studi yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health, kandungan asam lemak dalam rumput laut bantu mengurangi peradangan. Sebab rumput laut mengandung vitamin A, C, dan E.

    Rumput laut juga tergolong rendah kalori dengan kandungan 20-25 kkal per porsi. Banyak produk snack rumput laut kini dijual di pasaran. Pastikan pilih yang tidak mengandung perasa tambahan agar lebih sehat.

    2. Popcorn

    Cara Membuat PopcornFoto: Getty Images/iStockphoto

    Kabar baik untuk pencinta popcorn karena camilan favoritnya rendah kalori dan merupakan bijian utuh yang bagus melawan peradangan. Supaya manfaatnya maksimal, popcorn bisa dibumbui bubuk kunyit atau cabai.

    Pilih popcorn yang hanya mengandung sedikit garam dan tidak ditambahkan mentega, pewarna, atau perasa buatan agar tidak memicu inflamasi. Satu cup popcorn biasanya mengandung tak lebih dari 30 kalori sehingga menguntungkan untuk diet.

    3. Baby carrot

    Kalau mau ngemil sehat yang renyah segar, kamu bisa pilih baby carrot. Warna oranye-nya berasal dari kandungan beta-carotene, antioksidan yang berperang mengurangi inflamasi.

    Moody mengatakan beta carotene juga membuat penglihatan sehat dan imunitas tubuh meningkat. Mengonsumsinya tak akan bikin asupan kalori melonjak karena 1 cup-nya hanya mengandung 50 kalori.

    4. Dark chocolate

    Chocolate background. Many pieces of chocolate, candies, cookies, biscuits, cakes and other sweets. Milk chocolate and dark chocolate. coconut candyFoto: iStock

    Saat ingin ngemil yang manis, kamu bisa memilih dark chocolate. Cokelat ini kaya antioksidan polifenol yang bersifat antiinflamasi. Pilihan terbaik adalah cokelat dengan kandungan minimal 60% kakao.

    Menurut studi yang diterbitkan dalam Food Science, dark chocolate juga mengandung flavonoid yang melawan inflamasi sekaligus membantu penurunan berat badan yang sehat.

    Selengkapnya di halaman selanjutnya.

    5. Smoothie sayuran

    Camilan sehat yang bersifat antiinflamasi juga termasuk smoothies sayur yang terbuat dari wortel dan mentimun atau kale dengan bayam. Membuatnya tergolong mudah dan simpel.

    Smoothie sayur rendah kalori, tapi tinggi serat. Meminumnya dapat menimbulkan sensasi kenyang yang lebih lama sehingga keinginan makan berlebih bisa dihindari. Kalau mau lebih enak, smoothie ini juga bisa ditambahkan blueberry.

    6. Protein shake

    protein shakeFoto: iStock

    Protein shake menjadi pilihan camilan berupa minuman lainnya. Minum protein shake membuat berat badan turun lebih cepat sekaligus mengurangi inflamasi.

    Pilih bubuk protein shake yang berkualitas lalu campurkan dengan susu almond atau air. Moody mengatakan protein shake mengandung 100-150 kalori saja dengan protein mencapai 20-25 gram per sajian.

    7. Puding chia seed

    Belakangan chia seed populer di kalangan pelaku hidup sehat. Bijian sehat ini kaya asam lemak omega 3 dan serat yang bisa menciptakan rasa kenyang sekaligus memunculkan respon inflamasi sehat.

    Moody mengatakan chia seed bisa dibuat jadi camilan sehat berupa puding chia seed. Camilan ini cocok dikonsumsi di antara waktu sarapan hingga makan siang.

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Ramai Cara Pangkas BB Puluhan Kg dalam Hitungan Bulan, Aman Nggak Sih?


    Jakarta

    Belakangan ramai tips diet yang mengklaim mampu menurunkan berat badan hingga puluhan kilogram. Bahkan, ini bisa didapatkan dalam jangka waktu beberapa bulan.

    Meski pola dietnya tergolong ekstrem, masih banyak yang penasaran dan ingin mencobanya untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Sebenarnya berat badan yang turun puluhan kilogram dalam hitungan bulan ini masih aman nggak sih?

    Spesialis gizi klinik di Primaya Hospital Bekasi Barat, dr Davie Muhamad, SpGK, mengatakan turun berat badan hingga puluhan kilogram masih tergolong aman. Namun, hal ini perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk apakah menyusutnya bobot tubuh benar-benar karena penurunan massa lemak.


    “Sebenarnya berat badan yang sehat atau nggak sehat itu kuncinya bukan masalah turun berat badannya berapa, yang terpenting adalah apa yang turun. Apakah massa lemak, massa air, atau malah massa ototnya,” jelas dr Davie saat dihubungi detikcom, Kamis (18/1/2024).

    “Kalau yang sehat itu yang turun adalah massa lemaknya. Nah turun berat badan yang sehat itu kalau misalnya dia awalnya berat badannya berlebih, yang turun harus massa lemaknya, bukan ototnya,” lanjutnya.

    dr Davie menjelaskan idealnya berat badan yang turun selama diet dihitung per minggu, sekitar setengah hingga 1 kg per minggunya. Jika dihitung per bulan, berat badan yang turun maksimal bisa sekitar empat kg.

    Ia menegaskan angka itu adalah hitungan berat badan maksimal yang turun selama program diet. Angka tersebut bisa dicapai dengan jika diet dijalani dengan konsisten.

    “Yang bikin nggak sehat itu berat badannya turun, tapi pas dicek komposisi tubuhnya ternyata yang turun malah massa ototnya. Itu yang nggak baik dan nggak sehat,” kata dr Davie.

    “Jadi, kalau misalnya dalam 6 bulan bisa turun sampai 30 kg misalnya, itu perlu dicek lagi dengan pemeriksaan komposisi tubuh. Apakah penurunannya berat badannya konstan per minggunya dan apakah yang turun itu massa lemaknya. Karena diet yang sehat itu bukan hanya dilihat dari berat badan yang turun saja,” pungkasnya.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Wanita Ini Berhasil Turunkan BB hingga 63 Kg, Ini Pola Makan yang Dijalaninya


    Jakarta

    Seorang ibu tiga anak membagikan pengalamannya yang pernah memiliki berat badan 103 kg. Wanita bernama Erin Drotleff ini bertekad untuk menurunkan bobot tubuhnya yang mulai menyiksanya.

    Wanita di Texas, Amerika Serikat, itu tumbuh dalam keluarga yang sehat. Saat itu, ibunya selalu memasak makanan rumahan yang sehat.

    Namun, seiring dengan kesibukan hidup dan waktu terbatas, orang tuanya mulai mengonsumsi lebih banyak makanan olahan dan camilan. Saat di sekolah menengah, berat badan Erin mulai bertambah dan membuatnya minder.


    “Di sekolah, teman-teman memanggil saya ‘paha besar’ dan ‘paus pantai’. Komentar-komentar itu tidak hanya di sekolah, saya juga mendengarnya di rumah,” ungkap Erin yang dikutip dari Mirror UK.

    “Saat itulah saya mengalami gangguan makan yang sakit parah,” lanjutnya.

    Mendengar komentar-komentar tersebut membuat wanita berusia 35 tahun itu semakin menarik dirinya. Ia mulai mencoba berbagai diet hingga obat penurun berat badan. Namun, tidak ada yang memberikan hasil jangka panjang. Berat badannya hanya turun sebentar dan kembali naik.

    “Saya mengalami obesitas. Asma saya parah, dan saya sering kehabisan napas,” kata Erin.

    “Saya mengalami nyeri kaki yang parah (plantar fasciitis), nyeri punggung, menstruasi yang berat, dan saya mengalami ruam keringat. Secara mental, saya merasa cemas, tertekan, dan marah. Saya tidak merasa seperti diri saya sendiri lagi,” tuturnya.

    Pada tahun 2022, Erin menghadiri pertemuan orang tua di sekolah anaknya yang harus berjalan di tiga lorong yang panjang. Di pertengahan jalan, ia mendengar seperti ada letupan keras dan rasa sakit yang parah di betisnya.

    Hal itu membuatnya harus menahan rasa sakit selama pertemuan berlangsung. Kejadian itu yang membuat Erin semakin serius untuk menurunkan berat badan.

    NEXT: Pola Diet yang Dijalani

    Pola Diet yang Dijalani

    Erin mengatakan setidaknya butuh waktu tiga bulan untuk bisa mulai melihat perubahan di tubuhnya. Saat itu, ia mengkonsumsi makanan sehat dan kegiatan yang dilakukan.

    “Saya memulai hari dengan sayuran dan kopi, diikuti dengan sarapan yang mengandung banyak protein seperti gandum atau telur. Makan siang dan malam berisi protein, jasmine rice atau beras melati, dan saus,” terang Erin.

    Meski diet, Erin tetap menyisakan ruang untuk makan camilan tapi dengan cara yang berbeda. Selain mengubah pola makan, Erin juga memilih untuk berolahraga dengan jalan kaki.

    “Jalan kaki selalu menjadi pilihan utama saya. Tetapi setelah enam bulan, saya mulai latihan beban dan menargetkan tiga sesi seminggu,” ujar dia.

    “Saya juga menantang diri untuk berlari, meskipun tidak menyukainya,” sambungnya.

    (sao/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Kiat Wanita Sukses Pangkas BB 50 Kg Tanpa Olahraga, Begini Pola Makannya

    Jakarta

    Seorang wanita di Malaysia bernama Adila berhasil membuat warganet terkejut dengan perubahan penampilannya. Melalui akun TikTok pribadinya, ia membagikan tipsnya dalam menurunkan berat badan dalam waktu dua tahun.

    Adila mengatakan metode yang dilakukannya berfokus pada pengurangan konsumsi gula dan porsi karbohidrat. Ia juga meningkatkan asupan serat dari buah dan sayuran untuk memenuhi kebutuhannya.

    Sebelumnya, berat badan Adila mencapai 95 kg. Berkat diet yang dijalaninya, berat badannya kini berada di angka 48 kg dengan tinggi 138 cm.


    Namun, siapa sangka berat badan Adila bisa turun meski dirinya jarang berolahraga. Tipsnya adalah dengan menjaga pola makan dan hidup yang sehat.

    “Kurangkan makan berminyak, banyak makan rebus atau bakar, banyak juga makan buah dan sayur,” tulis Adila di akun TikTok pribadinya.

    Menurut Adila, bagaimana pun pola diet yang dilakukan, hal yang harus dilakukan adalah disiplin. Selama diet, ia banyak mengkonsumsi sayur, buah, dan masih makan nasi.

    Seperti diet kebanyakan, Adila juga menghindari makan malam. Ia juga memastikan tidak mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula.

    “Kalau lapar, makan sayur, salad, atau buah yang banyak. Saat makan siang, boleh nasi tapi jangan terlalu banyak, cukup separuh saja. Makan hanya dua kali sehari,” kata Adila.

    “Jangan minum minuman manis atau makanan yang mengandung gula. Saat makan siang, porsi dalam piring lebihkan sayur dan lauk. Untuk malam hari, minum air detoks,” sambungnya.

    Meski begitu, Adila merasa prosesnya dalam menurunkan berat badan sangat sulit. Ia harus berusaha melawan keinginannya untuk makan berlebih, termasuk yang manis-manis.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Ahli Gizi Soal Tantangan Diet 30 Hari Tanpa Gula, Aman Nggak?

    Jakarta

    Tantangan diet 30 hari tanpa gula sempat menjadi tren kesehatan. Pola diet ini sebetulnya tidak masalah namun ada beberapa hal yang patut diperhatikan.

    Menurut ahli gizi klinik, dr Davie Muhamad, SpGK, tantangan diet 30 hari tanpa gula bisa dikatakan aman. Namun sebaiknya dilakukan pengecekan kondisi gula darah masing-masing untuk mengetahui kebutuhan tubuh terhadap gula.

    Namun secara umum, membatasi konsumsi gula memang menjadi cara hidup agar lebih sehat. Mengonsumsi banyak gula,terlebih dengan pemanis buatan, bisa berdampak buruk pada tubuh.


    “Kalau tujuannya untuk sehat, asupan gulanya harus dibatasi per hari. Tapi, kalau tujuannya untuk diet, itu sebenarnya masih bisa juga, karena sebenarnya gula itu isinya glukosa. Glukosa itu adalah bentuk sederhana dari karbohidrat,” kata dr Davie seperti dikutip detikHealth.

    Menurutnya, tanpa mengonsumsi minuman gula pun sebetulnya tubuh sudah mendapat asupan glukosa dari makanan berkarbohidrat seperti nasi, ubi, dan kentang. Hal yang perlu dikhawatirkan adalah glukosa yang terkandung dari gula pasir, sirup dan minuman kemasan mengandung fruktosa, karena bisa berubah menjadi lemak.

    “Itu yang menyebabkan peningkatan berat badan atau peningkatan massa lemak,” ujarnya.

    Pesan Ahli Gizi untuk Pelaku Diet Gula

    Dokter Davie menambahkan, pelaku diet gula tetap diminta untuk memperhatikan pola makannya. Hal ini mencakup wajib sarapan, hingga mengatur komposisi makanan agar tetap mendapatkan gizi seimbang.

    “Saya lebih menekankan ke sarapan itu wajib. Jadi kalau kita misalnya tipikal orang yang suka makan gula yang manis-manis, tiba-tiba mau diet tanpa gula, perbaiki dulu makanan utamanya atau makan besarnya,” ujar dr Davie.

    “Makan pagi, siang, malamnya diperbaiki dulu dari komposisinya, jumlahnya, dari jenisnya. Kalau sudah diperbaiki, nggak ada itu rasa ingin makan gula-gula, nafsu makannya bisa terkontrol. Jadi diet gizi seimbang itu bisa menjadi tips untuk membantu diet tanpa gula tadi,” katanya.

    Efek Diet 30 Hari Tanpa Gula

    Inti dari tantangan 30 hari tanpa gula adalah menjaga konsistensi terhadap komitmen berdiet. Dengan membiasakan diri selama sebulan, diharapkan tubuh akan terbiasa nyaman tanpa memerlukan gula tambahan.

    Berikut ini 6 efek dari diet 30 hari tanpa gula yang dilansir dari Healthline:

    Diet tanpa gula akan memberikan dampak penurunan pada tingkat gula darah dan insulin. Hal ini dapat mencegah risiko diabetes tipe-2 yang bisa menyebabkan sejumlah penyakit, seperti demensia, penyakit ginjal kronis, sindrom ovarium polikistik, penyakit hati dan jantung.

    2. Berat Badan Turun

    Makanan dan minuman dengan tambahan gula cenderung mengandung kalori yang tinggi dan nutrisi yang rendah, tanpa memberikan serat yang baik. Hal ini akan dengan mudah meningkatkan berat badan dan obesitas. Sebaliknya, mengurangi konsumsi gula bisa membantu menurunkan berat badan.

    3. Jantung Lebih Sehat

    Diet 30 hari tanpa gula dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan kematian akibat penyakit jantung. Ini termasuk tekanan darah tinggi, peningkatan trigliserida, dan kolesterol tinggi.

    4. Kesehatan Hati

    Diet gula, terutama diet fruktosa, dapat mengurangi risiko penumpukan lemak di hati atau NAFLD (Nonalcoholic Fatty Liver Disease). Hasil studi pada 2021 menunjukkan 29 remaja laki-laki dengan NAFLD mengalami penurunan 10,5 persen lemak di hati. Hal ini tentu akan meningkatkan kesehatan hati.

    5. Kesehatan Mulut

    Tingginya asupan gula tambahan dari minuman manis sangat mempengaruhi kesehatan mulut. Hal ini bisa meningkatkan risiko gigi berlubang dan kerusakan gigi karena bakteri di dalam mulut memecah gula dan menghasilkan asam yang dapat merusak gigi.

    6. Manfaat Potensial Lain

    Selain itu, terdapat beberapa potensi manfaat lain dari diet gula, antara lain mengurangi kecemasan dan gejala depresi, menyehatkan kulit, serta mencegah penuaan kulit secara dini.

    Jadi, detikers boleh-boleh saja ikut tantangan diet 30 hari tanpa gula, karena banyak manfaatnya buat kesehatan. Tapi sebaiknya cek dulu kondisi gula darah kamu dan jangan segan berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai diet.

    (bai/row)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Cerita Pegiat Kebugaran yang 4 Tahun Tak Konsumsi Gula dan Jalani Diet Ekstrem


    Jakarta

    Orang yang menjalani diet biasanya menghindari konsumsi makanan manis atau tinggi gula. Hal itu juga dilakukan pegiat kebugaran di Kanada, Tristyn Lee.

    Pria 22 tahun itu bahkan tidak mengonsumsi gula selama empat tahun terakhir. Ia juga menjalani diet yang ketat agar mendapatkan bentuk tubuh yang kekar dan sehat.

    Di media sosial miliknya, Lee kerap memamerkan otot dan bentuk tubuhnya yang kekar meski masih berusia 22 tahun. Ia pun menceritakan perjalanan dietnya sampai bisa berhenti mengonsumsi gula.


    “Saya tidak makan gula selama empat tahun. Selama empat tahun terakhir, saya tidak pernah curang (cheating day) dalam diet. Tidak sekali pun,” kata Lee, dikutip dari VNExpress.

    “Tapi apakah saya merekomendasikannya (metode dietnya) kepada semua orang? Mungkin tidak,” sambungnya.

    Menurutnya, sesekali mengonsumsi makanan manis selama diet akan menarik perhatiannya untuk makan lebih banyak. Walhasil, Lee merasa ‘gagal diet’ karena berakhir mengonsumsi kalori lebih banyak.

    Keputusan Lee untuk benar-benar berhenti mengonsumsi gula menurutnya lebih mudah ketimbang hanya membatasi asupan gula harian. Dengan itu, ia dapat terhindar dari makanan olahan, sehingga tidak perlu lagi pusing untuk menghitung kalori yang dikonsumsinya.

    Metode diet yang dijalani Lee adalah ‘diet eliminasi’. Menurut Medical News Today, metode ini sering digunakan oleh orang yang memiliki alergi tertentu.

    Beberapa ahli menyarankan diet ini hanya boleh diikuti untuk waktu yang terbatas.

    Lee juga memilih untuk menghapus cheating day dari dietnya. Hal ini dilakukan agar dia lebih konsisten dalam menjalani iet.

    “Tidak ada cheating day, dan secara konsisten makan makanan padat nutrisi dapat meningkatkan energi dan suasana hati,” tegas Lee.

    Tetapi, tidak semua ahli nutrisi setuju dengan cara yang diterapkan Lee. Salah satunya ahli diet di Kanada, Abby Langer.

    Abby memperingatkan bahwa menghilangkan cheating day bisa membuat diet terkesan kaku. Sebab, seseorang harus fokus untuk menekan keinginan makannya.

    Tanggapan publik terhadap pendekatan Lee juga beragam. Beberapa mengagumi dedikasinya dan menemukan inspirasi dalam mentalitasnya, sementara yang lain melihatnya sebagai pola diet yang ekstrem.

    Menanggapi kritik tersebut, Lee mengakui bahwa strateginya mungkin tidak cocok untuk semua orang.

    “Coba ini selama beberapa minggu dan lihat bagaimana perasaan Anda. Dan pada akhirnya, ini hanya yang berhasil untuk saya dan mungkin tidak berhasil untuk Anda,” tuturnya.

    Lee memulai perjalanan binaraganya pada usia 15 tahun. Ia mengikuti diet ketogenik ketat dengan 70 persen kalorinya berasal dari lemak, 25 persen dari protein, dan hanya 5 persen dari karbohidrat.

    Sementara beberapa orang berspekulasi bahwa massa ototnya yang mengesankan pada tingkat lemak tubuh yang rendah mungkin disebabkan oleh penggunaan steroid. Tetapi, tidak ada bukti konkret yang ditemukan terkait hal ini.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Pejuang Body Goals, Ini Cara Efektif Menurunkan BB Tanpa Perlu Kelaparan Seharian

    Jakarta

    Banyak orang yang mencoba perubahan pola makan dengan melakukan intermittent fasting atau puasa intermiten. Hal tersebut dilakukan untuk menurunkan berat badan atau meningkatkan kesehatan.

    Namun, sebuah studi dalam European Journal of Nutrition menunjukkan bahwa mengurangi asupan karbohidrat, bahkan hanya beberapa kali dalam seminggu, bisa memberi manfaat metabolisme yang serupa dengan puasa.

    Studi ini melibatkan 12 peserta berusia 20-65 tahun yang mengalami obesitas. Dikutip dari Very Well Health, para peserta tersebut melakukan tiga diet dalam satu hari, yaitu diet standar, diet rendah karbohidrat, dan diet rendah karbohidrat serta rendah kalori.


    Dari hasil dua diet karbohidrat, tubuh peserta menggunakan lemak sebagai energi dan kadar trigliserida menurun. Temuan tersebut menunjukkan bahwa seseorang tidak perlu mengurangi kalori untuk mendapatkan manfaat ini.

    “Ini berarti pemotongan karbohidrat secara berkala sebagai cara puasa metabolik bisa lebih berkelanjutan dan memberi manfaat lebih dari sekedar mereka yang mau menurunkan berat badan.” kata salah satu penulis dan profesor madya gizi di University of Surrey di Inggris, Adam Collins, PhD.

    Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Mengurangi Karbohidrat

    Biasanya, tubuh akan memecah karbohidrat menjadi glukosa untuk energi. Saat karbohidrat dikonsumsi secara berlebihan, sebagian kelebihannya akan disimpan sebagai lemak.

    Namun, jika tubuh tidak mengonsumsi cukup karbohidrat, maka lemak yang tersimpan akan digunakan sebagai energi. Sehingga, proses ini bisa meningkatkan penurunan berat badan atau pengendalian kadar gula darah dan insulin dengan lebih baik.

    Namun, Collins mengatakan dalam studi ini, pola makan rendah karbohidrat diimbangi dengan konsumsi lemak tinggi agar total kalori tetap setara.

    “Oleh karena itu, Anda mungkin membakar lebih banyak lemak yang Anda makan daripada lemak di dalam tubuh Anda. Meskipun demikian, kami menunjukkan peningkatan yang sebanding dalam pembersihan lemak dan pembakaran lemak melalui pembatasan karbohidrat,” kata Collins.

    Apakah Efektif?

    Meski mendapat hasil yang bermanfaat, temuan ini berasal dari sebuah penelitian kecil dan singkat. Jadi, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami jangka panjang dari pengurangan karbohidrat secara berkala.

    “Sangat sulit untuk mengatakan dari subjek yang mengikuti ini selama satu hari, apakah efek ini akan bertahan selama berminggu-minggu jika seseorang melakukannya lebih lama,” kata ahli endokrinologi bersertifikat dan asisten profesor klinis di departemen kedokteran NYU Langone Health, Joanne Bruno, MD, PhD.

    Pasalnya, dalam studi ini, orang yang mengikuti diet karbohidrat membatasi asupan karbohidrat hingga 50 gram per hari selama dua hari. Padahal, pedoman diet menyarankan bahwa seseorang yang melakukan diet 2.000 kalori harus mengonsumsi 130 gram karbohidrat setiap hari. Perlu diketahui membatasi karbohidrat hingga 50 gram atau kurang per hari bisa menyebabkan kekurangan gizi.

    Sehingga, Bruno menyarankan untuk mencari pola diet yang bisa dijalankan dalam jangka panjang. Biasanya, diet tersebut mencakup berbagai kelompok makanan dan zat gizi makro yang fokus pada makanan utuh, nabati, dan tidak diolah.

    (elk/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Dokter Gizi Beberkan Kesalahan saat Diet Ketat, Bisa Berujung Masuk IGD


    Jakarta

    Memiliki berat badan ideal menjadi mimpi banyak orang. Sejumlah cara bahkan dilakukan demi diet agar memiliki bentuk tubuh impian.

    Hanya saja diet tak melulu soal mengurangi porsi makan. Pada orang dengan kondisi tertentu, terlalu mengatur pola makan dengan ketat bisa berujung fatal.

    “Ada juga yang beranggapan kalau niat kurangin makan, pasti bisa turun berat badannya. Lalu apa dampak dari stigma kalo makan pasti turun? Ada yang puasa, nggak makan,” kata spesialis gizi klinik dr Gaga Irawan Nugraha, SpGK(K) kepada media di Jakarta Selatan, Jumat (1/3/2024).


    “Intermittent fasting sampai masuk emergency karena maag-nya kambuh,” sambungnya.

    Dia menambahkan masalah obesitas tak bisa ditangani hanya dengan diet dan olahraga. Beberapa hal yang juga penting dilakukan pengidap obesitas adalah memperhatikan faktor pemicu mereka mengalami kegemukan.

    Obesitas menurutnya juga dipengaruhi faktor lingkungan. Jika seseorang berada di lingkungan yang gemar menyantap makanan cepat saji, misalnya, maka akan sulit untuk mengatur dan menetapkan pola makan yang baik.

    Di sisi lain, otak juga memainkan peran penting dalam mengatur nafsu makan dan metabolisme tubuh. Kemampuan untuk mengeksekusi keinginan makan atau tidak, keinginan untuk olahraga atau tidak merupakan salah satu peran otak bagi tubuh manusia.

    “Kan yang membuat seseorang menolak tawaran makan atau minum itu otak. Yang menyebutkan ‘nggak’ itu kan yang nyuruh otak. Termasuk ketersediaan bahwa saya ingin bangun pagi untuk berolahraga walau semalam bedagang, itu semua kan ada peran dari otak,” tandasnya.

    (Haifa Nur Raidah/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Metode Diet 2-2-2 Ampuh Turunkan BB? Ini Kata Ahli Gizi


    Jakarta

    Berbagai metode diet bermunculan, termasuk metode 2-2-2 yang menggabungkan pola makan sehat, puasa, dan olahraga. Apakah metode diet ini efektif turunkan berat badan? Begini kata ahli gizi.

    Banyak orang berusaha menurunkan berat badan dengan menjalani metode diet tertentu. Selain diet intermittent fasting dan diet keto yang populer, ada metode diet 2-2-2 yang mungkin bisa kamu pertimbangkan.

    Mengutip Eat This, Not That! (24/5/2024), metode diet 2-2-2 sederhananya adalah penggabungan antara diet keto, intermittent fasting, pemuatan karbohidrat, dan pelatihan interval intensitas tinggi (HIIT).


    Ahli gizi Amy Goodson menjelaskan, “Teorinya, metode diet ini meningkatkan fleksibilitas metabolisme Anda agar berhasil membakar lemak dan karbohidrat untuk menurunkan berat badan.” Meski saat ini belum ada penelitian yang menghubungkan metode diet ini dengan penurunan berat badan, tapi ada penelitian yang mendukung setiap komponennya.

    Pola makan metode diet 2-2-2

    Interval fasting diet. Intermittent fasting concept represented with a plate and products on gray background. Healthy lifestyle. Fat loss concept. Top viewMetode diet 2-2-2 melibatkan intermittent fasting. Foto: Getty Images/iStockphoto/Yummy pic

    Penelitian yang diterbitkan di BMJ Open Sport & Exercise Medicine mengungkap dengan melakukan latihan HIIT dapat menyebabkan penurunan berat badan dan meningkatkan kebugaran kardiorespirasi. Studi lain mengungkapkan bahwa diet keto secara substansial menurunkan indeks massa tubuh (BMI) dan berat badan para partisipan.

    Jika tertarik mengetahui metode diet 2-2-2, Goodson membagikan susunan pola makan untuk 6 minggu. Namun, jangan mengikutinya mentah-mentah dan sembarangan karena yang paling bagus adalah tetap berkonsultasi dengan ahli gizi untuk menyesuaikan kondisi tubuh.

    Minggu 1: Pelaku metode diet 2-2-2 harus melakukan intermittent fasting. Jadwalnya, 14 jam puasa dan 10 jam boleh makan. Menunya utamakan sumber protein dan karbohidrat.

    Minggu 2: Jalani intermittent fasting dengan pola 5:2. Artinya, batasi asupan kalori tak lebih dari 500 kkal dalam 2 hari selama seminggu. Untuk 5 hari sisanya, makan normal, tapi pilih sumber protein dan karbohidrat.

    Minggu 3-4: Pelaku metode diet 2-2-2 harus menjalani pola intermittent fasting tradisional yang berarti puasa 16 jam dan boleh makan dalam jendela 8 jam. Jenis makanannya bergantian antara makanan keto tinggi lemak dan makanan kaya karbohidrat.

    Minggu 5-6: Jalani intermittent fasting dengan pola 5:2. Artinya, batasi asupan kalori tak lebih dari 500 kkal dalam 2 hari selama seminggu. Untuk 5 hari sisanya, makan normal, tapi pilih bergantian antara makanan keto tinggi lemak dan makanan kaya karbohidrat.

    “Tidak ada rekomendasi makronutrien atau kalori yang ditetapkan untuk makanan,” jelas Goodson. Sementara untuk latihannya, terdiri dari tiga jenis yaitu latihan aerobik seperti jalan kaki, latihan kekuatan, dan latihan interval intensitas tinggi (latihan HIIT).

    Metode diet 2-2-2 juga punya hal yang perlu diperhatikan. Baca halaman selanjutnya.

    Efek samping metode diet 2-2-2

    Minum kopi sebabkan kepala pusingEfek samping metode 2-2-2 mempengaruhi kadar gula darah hingga bisa membuat seseorang pusing. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Goodson menjelaskan, “Metode diet 2-2-2 mungkin meningkatkan fleksibilitas metabolisme dan membantu beberapa individu melewati masa stabil penurunan berat badan, tetapi ini adalah rencana yang sulit untuk diikuti.”

    Ia menambahkan, dari sudut pandang ahli gizi, metode diet 2-2-2 tidak memberikan asupan gizi seimbang. “Sehingga urang berkelanjutan dibandingkan diet terkontrol kalori lainnya dengan tindakan yang tidak terlalu ekstrem,” sambung Goodson.

    Metode diet 2-2-2 tergolong diet ekstrem karena asupan karbohidrat yang tinggi kemudian rendah berisiko menyebabkan hipoglikemik terkait gula darah yang tidak stabil. Goodson juga mewanti-wanti kalau latihan fisik intensitas tinggi belum tentu cocok dijalani setiap orang.

    Jadi, lebih baik berkonsultasi dengan ahli gizi sebelum menjalani pola diet apapun. Sebab kondisi tubuh dan kesehatan dapat diketahui pasti dengan pemeriksaan oleh ahli.

    (adr/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Jannis Brandt
  • 5 Kesalahan Ini Bikin Gagal Diet dan Berat Badan Naik


    Jakarta

    Bukannya berat badan turun, tapi beberapa kesalahan diet yang sepele ini justru bisa membuat berat badan naik. Dietpun bisa gagal total.

    Proses diet tidak selalu mudah, banyak rintangan dan tantangan yang harus dilalui setiap orang demi mencapai berat badan ideal. Mirip seperti pola makan, berbagai jenis diet dengan aturan yang berbeda bisa disesuaikan dengan memperhatikan kondisi tubuh hingga kesehatan.

    Namun di balik semua itu, ternyata masih banyak kesalahan yang dilakukan orang-orang saat diet. Kesalahan ini berhubungan dengan kebiasaan makan yang sulit disadari.


    Dilansir dari berbagai sumber (29/05), ahli gizi Susie Burrell dan Leanne Ward dari Australia mengungkapkan kesalahan apa saja yang justru bikin berat badan naik saat diet.

    1. Ngemil

    Kisah Orang yang Justru Alami Trauma Santap Makanan EnakKisah Orang yang Justru Alami Trauma Santap Makanan Enak Foto: Ilustrasi iStock

    Meski porsi makanan sudah dibatasi, dan jumlah makanan sehat juga sudah teratur. Tapi ada beberapa penyebab lain berat badan sulit sekali turun. Salah satunya karena kebiasaan ngemil tak terduga yang tidak dihitung orang-orang.

    “Sesederhana ngemil makanan sisa yang ada di kotak makanan anak-anak. Atau menghabiskan makanan sisa di piring kotor sebelum membersihkannya dari meja makan,” ungkap Susie.

    Mungkin bagi sebagian orang cemilan ini tidak terhitung, tapi jika dikalkulasikan justru kesalahan ini lah yang bikin berat badan naik bukannya turun.

    2. Makan di Malam Hari

    Kisah Orang yang Justru Alami Trauma Santap Makanan EnakKisah Orang yang Justru Alami Trauma Santap Makanan Enak Foto: Ilustrasi iStock

    Makan di malam hari saat diet memang tidak ada yang melarang. Tapi yang perlu diperhatikan adalah porsi dari makanan yang disantap. Apalagi jika makan malam di depan TV, orang pasti tak sadar sebanyak apa makanan yang sudah mereka makan.

    “Banyak kejadian orang yang sudah diet dan makan sehat di pagi, siang hingga sore hari. Tapi di malam hari mereka malah kalap, karena berpikir itu merupakan bentuk penghargaan untuk diri mereka setelah diet seharian,” tutur Susie.

    Jadi Susie menyarankan untuk membatasi porsi makan malam sesuai anjuran kalori. Fokus menyantap makanan tanpa menikmatinya sambil nonton tv atau benda lainnya yang mengalihkan perhatian dari piring.

    3. Makan Sehat yang Berlebihan

    Kisah Orang yang Justru Alami Trauma Santap Makanan EnakKisah Orang yang Justru Alami Trauma Santap Makanan Enak Foto: Ilustrasi iStock

    Masalah kedua yang sering dilakukan orang adalah konsep makanan sehat. Banyak yang merasa selama mereka menyantap makanan sehat, meski porsinya banyak dan melimpah kalorinya akan tetap sedikit.

    Padahal hal ini tak sepenuhnya benar. Menurut Susie, kebanyakan orang menyantap makanan sehat secara berlebihan yang kalorinya sama dengan maanan biasa. Apalagi produk makanan sehat seperti es krim hingga roti rendah kalori.

    “Memang mudah untuk keliru dan terkecoh produk makanan sehat ini, serta melupakan aturan porsi makanan. Padahal itu yang paling penting dalam proses penurunan berat badan,” jelas Susie

    4. Cheating Day

    Kisah Orang yang Justru Alami Trauma Santap Makanan EnakKisah Orang yang Justru Alami Trauma Santap Makanan Enak Foto: Ilustrasi iStock

    Cheating day merupakan istilah dalam dunia diet, di mana seseorang bebas menyantap makanan apapun yang mereka punya selama sehari atau jangka waktu tertentu. Fungsi dari cheating days ini digunakan banyak orang, untuk mengobati rasa rindu mereka terhadap makanan dan minuman tinggi kalori yang mereka idamkan saat diet.

    Menurut Leanne, kebanyakan orang-orang makan sehat dan diet ketat selama hari kerja. Tapi di akhir pekan, mereka kalap menyantap semua makanan tinggi kalori dengan tanggapan bahwa mereka bisa diet lagi di hari Senin.

    5. Salah Hitung Asupan Makan

    Susie maupun Leanne setuju bahwa kebanyakan orang salah hitung seberapa banyak mereka makan. Serta berapa banyak olahraga yang mereka harus lakukan.

    Selain harus menyesuaikan pola olahraga dengan kemampuan tubuh. Mereka berdua juga mengingatkan pentingnya asupan nutrisi jika dibarengi olahraga untuk hasil penurunan berat badan yang ideal.

    (sob/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Jannis Brandt