Tag: pola makan sehat

  • 5 Kebiasaan Baik Sebelum Tidur yang Bantu Turunkan Berat Badan

    Jakarta

    Saat berusaha menurunkan berat badan, mengatur pola makan sehat dan rutin berolahraga memang penting. Namun, ada juga kebiasaan sederhana sebelum tidur yang ternyata bisa membantu.

    Tidur yang berkualitas bukan hanya berperan dalam menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga dapat mendukung proses penurunan berat badan. Beberapa rutinitas malam hari bahkan bisa menjadi kunci keberhasilan diet. Apa saja kebiasaan tersebut?

    5 Kebiasaan Baik Sebelum Tidur yang Bantu Turunkan Berat Badan

    Menghindari asupan makanan, banyak bergerak, relaksasi, hingga minum teh tanpa kafein bisa membantu menurunkan berat badan.


    1. Menghindari Asupan Makanan Larut Malam

    Makan malam atau camilan yang dikonsumsi dekat dengan waktu tidur bisa menghambat upaya penurunan berat badan. Dikutip dari laman WebMd, banyak orang memilih makanan berkalori tinggi sebelum tidur yang pada akhirnya menyebabkan kenaikan berat badan.

    Selain itu, asupan makanan atau camilan di larut malam bisa membuat lebih sulit tidur. Jadi, usahakan untuk tidak mengonsumsi makanan. beberapa jam sebelum tidur hingga bangun keesokan harinya.

    2. Olahraga Ringan

    Dikutip dari laman Eating Well, penelitian menunjukkan bahwa orang yang berolahraga secara teratur akan tidur lebih lama dan mendapat tidur yang nyenyak dibandingkan dengan mereka yang kurang aktif. Tapi, hindari berolahraga terlalu larut malam. Berhenti setidaknya satu jam sebelum tidur.

    Selain itu, jangan memilih olahraga yang berat. Beberapa olahraga yang bisa dilakukan di antaranya push up, pull up, squat, dan plank.

    3. Mematikan Lampu

    Tidur di kamar yang gelap bisa membantu tidur lebih nyenyak. Perlu diketahui, mendapatkan waktu tidur yang cukup bisa membantu menurunkan berat badan.

    Matikan lampu dan tutupi jendela untuk menghalangi cahaya. Simpan ponsel dan laptop 30 menit sebelum tidur.

    4. Relaksasi

    Stres bisa memengaruhi berat badan dengan meningkatkan hormon kortisol, yang mendorong tubuh menyimpan lemak, terutama di sekitar perut. Dikutip dari laman Times of India, tidur dalam keadaan stres atau cemas bisa mengganggu tidur dan menyebabkan keinginan ngemil larut malam.

    Coba lakukan relaksasi dengan melatih pernapasan dalam, meditasi, atau peregangan ringan. Selain itu, mendengarkan musik yang menenangkan atau membaca buku juga bisa membantu. Ketika pikiran tenang, tidur bisa lebih nyenyak.

    5. Minum Teh Non-Kafein

    Minum teh non-kafein sebelum tidur bisa meningkatkan kualitas tidur dan menunjang pembakaran lemak dalam tubuh. Salah satu teh non kafein yang bisa dikonsumsi adalah teh rooibos, yang terbuat dari daun semak Aspalathus linearis yang ditemukan di Afrika Selatan.

    Teh ini mengandung flavonoid bernama Aspalathin. Menurut penelitian, senyawa ini bisa mengurangi hormon stres yang memicu rasa lapar dan penyimpanan lemak dalam tubuh. Sehingga, teh rooibos bisa membantu menurunkan berat badan.

    (elk/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • 9 Cara Diet Tanpa Olahraga, Tips Kurus untuk Kaum Mager

    Jakarta

    Menurunkan berat badan seringkali identik dengan olahraga rutin yang melelahkan. Tapi, ada cara diet selain olahraga yang bisa membantu menurunkan berat badan dengan efektif.

    Dengan sedikit perubahan pola makan dan kebiasaan sehari, hari, seseorang bisa berupaya untuk menurunkan berat badan. Bagaimana caranya?

    9 Cara Diet Tanpa Olahraga, Tips Kurus Buat Kaum Mager

    Beberapa cara diet tanpa olahraga yaitu mengurangi porsi makan, konsumsi lebih banyak serat, hingga mengonsumsi probiotik


    1. Kurangi Porsi Makan

    Tidak perlu sepenuhnya menghindari makanan yang disukai, baik itu karbohidrat atau lemak. Cukup kurangi porsi makan dan seimbangkan makanan tidak sehat dengan makanan sehat yang mengandung lebih sedikit kalori dan lebih banyak serat.

    2. Konsumsi Lebih Banyak Serat

    Serat bisa ditemukan dalam buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Mengonsumsi serat bisa membantu menurunkan berat badan dengan memperlambat pencernaan, meningkatkan rasa kenyang, dan meningkatkan kesehatan usus.

    Serat bisa didapat dengan mengonsumsi buah setiap hari, memasukan biji-bijian utuh ke dalam pola makan, seperti beras merah, sera mengonsumsi banyak sayuran. Sebuah studi menunjukkan, meningkatkan asupan serat bisa membantu orang mempertahankan diet.

    3. Kunyah Makanan dengan Perlahan

    Otak membutuhkan waktu untuk memproses bahwa tubuh sudah cukup makan. Penelitian menunjukkan mengunyah makanan dengan seksama dan lebih lambat berkaitan dengan faktor-faktor yang mungkin berkaitan dengan penurunan berat badan, seperti meningkatkan rasa kenyang dan penurunan asupan makanan.

    Seberapa cepat seseorang menghabiskan makanan juga bisa memengaruhi berat badan. Sebuah tinjauan di tahun 2021 menunjukkan, orang yang tidak makan dengan cepat memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang jauh lebih rendah dibandingkan orang yang makan cepat.

    Untuk membiasakan diri untuk makan lebih lambat, menghitung berapa kali kunyahan setiap suapan bisa membantu.

    4. Konsumsi Banyak Protein

    Protein bisa berkontribusi pada penurunan berat badan dan manajemen kalori dalam beberapa cara, seperti, meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi rasa lapar. Jadi, pertimbangkan untuk meningkatkan kandungan protein dalam makanan.

    5. Minum Air Putih secara Teratur

    Minum air putih bisa membantu menurunkan berat badan, terutama jika diminum sebelum makan. Sebuah studi di tahun 2018 menemukan, minum air putih sebelum makan mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi, tanpa memengaruhi rasa kenyang secara signifikan.

    6. Makan Tanpa Gangguan

    Fokus pada makanan yang dimakan bisa membantu mengurangi asupan kalori, sehingga mendukung penurunan berat badan. Sebuah tinjauan pada tahun 2022 menemukan, makan sambil menonton TV atau mengobrol bisa membuat seseorang cenderung makan lebih banyak. Hal ini karena perhatian yang teralihkan bisa memengaruhi sensasi saat makan.

    7. Hindari Konsumsi Minuman Manis

    Sering mengonsumsi minuman manis, seperti soda atau jus kemasan bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan, menaikkan indeks massa tubuh (BMI), dan memicu masalah kesehatan, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

    Kalori dari minuman manis sangat mudah menumpuk, sebab tidak memberikan rasa kenyang seperti makanan padat. Sebuah tinjauan pada tahun 2022 menunjukkan, mengganti minuman manis dengan minuman rendah kalori atau tanpa kalori bisa membantu menurunkan berat badan, BMI, dan persentase lemak tubuh.

    8. Seimbangkan Karbohidrat

    Dikutip dari laman Prevention, keseimbangan antara karbohidrat, protein, dan lemak merupakan kunci untuk membuat tubuh merasa kenyang. Sehingga, hal ini dapat mengurangi keinginan untuk ngemil dan makan berlebihan.

    Menurut The Dietary Guidelines for Americans, karbohidrat membentuk 45%-65% dari total kalori harian. Artinya jika seseorang mengonsumsi 2.000 kalori sehari, 900-1.300 kalorinya harus berasal dari karbohidrat.

    9. Konsumsi Probiotik

    Probiotik adalah bakteri baik yang berperan penting dalam pencernaan. Bakteri ini bermanfaat bagi usus dan kesehatan umum seseorang,

    Penelitian menunjukkan bahwa probiotik bisa membantu mencegah atau mengelola obesitas, sebagai bagian dari pola makan seimbang. Probiotik secara alami ada dalam berbagai makanan fermentasi, seperti:

    • Yoghurt
    • Kimchi
    • Kefir
    • Kombucha

    (elk/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • 9 Cara Diet Tanpa Olahraga, Tips Kurus untuk Kaum Mager

    Jakarta

    Menurunkan berat badan seringkali identik dengan olahraga rutin yang melelahkan. Tapi, ada cara diet selain olahraga yang bisa membantu menurunkan berat badan dengan efektif.

    Dengan sedikit perubahan pola makan dan kebiasaan sehari, hari, seseorang bisa berupaya untuk menurunkan berat badan. Bagaimana caranya?

    9 Cara Diet Tanpa Olahraga, Tips Kurus Buat Kaum Mager

    Beberapa cara diet tanpa olahraga yaitu mengurangi porsi makan, konsumsi lebih banyak serat, hingga mengonsumsi probiotik


    1. Kurangi Porsi Makan

    Tidak perlu sepenuhnya menghindari makanan yang disukai, baik itu karbohidrat atau lemak. Cukup kurangi porsi makan dan seimbangkan makanan tidak sehat dengan makanan sehat yang mengandung lebih sedikit kalori dan lebih banyak serat.

    2. Konsumsi Lebih Banyak Serat

    Serat bisa ditemukan dalam buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Mengonsumsi serat bisa membantu menurunkan berat badan dengan memperlambat pencernaan, meningkatkan rasa kenyang, dan meningkatkan kesehatan usus.

    Serat bisa didapat dengan mengonsumsi buah setiap hari, memasukan biji-bijian utuh ke dalam pola makan, seperti beras merah, sera mengonsumsi banyak sayuran. Sebuah studi menunjukkan, meningkatkan asupan serat bisa membantu orang mempertahankan diet.

    3. Kunyah Makanan dengan Perlahan

    Otak membutuhkan waktu untuk memproses bahwa tubuh sudah cukup makan. Penelitian menunjukkan mengunyah makanan dengan seksama dan lebih lambat berkaitan dengan faktor-faktor yang mungkin berkaitan dengan penurunan berat badan, seperti meningkatkan rasa kenyang dan penurunan asupan makanan.

    Seberapa cepat seseorang menghabiskan makanan juga bisa memengaruhi berat badan. Sebuah tinjauan di tahun 2021 menunjukkan, orang yang tidak makan dengan cepat memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang jauh lebih rendah dibandingkan orang yang makan cepat.

    Untuk membiasakan diri untuk makan lebih lambat, menghitung berapa kali kunyahan setiap suapan bisa membantu.

    4. Konsumsi Banyak Protein

    Protein bisa berkontribusi pada penurunan berat badan dan manajemen kalori dalam beberapa cara, seperti, meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi rasa lapar. Jadi, pertimbangkan untuk meningkatkan kandungan protein dalam makanan.

    5. Minum Air Putih secara Teratur

    Minum air putih bisa membantu menurunkan berat badan, terutama jika diminum sebelum makan. Sebuah studi di tahun 2018 menemukan, minum air putih sebelum makan mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi, tanpa memengaruhi rasa kenyang secara signifikan.

    6. Makan Tanpa Gangguan

    Fokus pada makanan yang dimakan bisa membantu mengurangi asupan kalori, sehingga mendukung penurunan berat badan. Sebuah tinjauan pada tahun 2022 menemukan, makan sambil menonton TV atau mengobrol bisa membuat seseorang cenderung makan lebih banyak. Hal ini karena perhatian yang teralihkan bisa memengaruhi sensasi saat makan.

    7. Hindari Konsumsi Minuman Manis

    Sering mengonsumsi minuman manis, seperti soda atau jus kemasan bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan, menaikkan indeks massa tubuh (BMI), dan memicu masalah kesehatan, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

    Kalori dari minuman manis sangat mudah menumpuk, sebab tidak memberikan rasa kenyang seperti makanan padat. Sebuah tinjauan pada tahun 2022 menunjukkan, mengganti minuman manis dengan minuman rendah kalori atau tanpa kalori bisa membantu menurunkan berat badan, BMI, dan persentase lemak tubuh.

    8. Seimbangkan Karbohidrat

    Dikutip dari laman Prevention, keseimbangan antara karbohidrat, protein, dan lemak merupakan kunci untuk membuat tubuh merasa kenyang. Sehingga, hal ini dapat mengurangi keinginan untuk ngemil dan makan berlebihan.

    Menurut The Dietary Guidelines for Americans, karbohidrat membentuk 45%-65% dari total kalori harian. Artinya jika seseorang mengonsumsi 2.000 kalori sehari, 900-1.300 kalorinya harus berasal dari karbohidrat.

    9. Konsumsi Probiotik

    Probiotik adalah bakteri baik yang berperan penting dalam pencernaan. Bakteri ini bermanfaat bagi usus dan kesehatan umum seseorang,

    Penelitian menunjukkan bahwa probiotik bisa membantu mencegah atau mengelola obesitas, sebagai bagian dari pola makan seimbang. Probiotik secara alami ada dalam berbagai makanan fermentasi, seperti:

    • Yoghurt
    • Kimchi
    • Kefir
    • Kombucha

    (elk/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Pria Ini Jalani Diet yang Diklaim ‘Paling Sehat’ di Dunia, Begini Efek ke Tubuhnya

    Jakarta

    Ada berbagai macam diet yang tentunya bermanfaat untuk kesehatan. Jenis diet yang banyak dijalani, seperti diet karnivora, diet keto, diet mediterania, hingga diet puasa atau intermittent fasting (IF).

    Seorang YouTuber bernama Will Tennyson mencoba diet ‘alami’ selama satu minggu penuh. Lantas, apa itu diet ‘alami’?

    Dikutip dari Mirror UK, diet ini umumnya hanya mengonsumsi makanan utuh yang tidak diolah. Biasanya makanan tersebut berasal langsung dari bumi atau hewan.


    Diet ini bermanfaat untuk menghilangkan zat aditif, pengawet, dan bahan tambahan buatan lainnya. Biasanya, selama menjalani diet tersebut seseorang akan makan makanan utuh, seperti buah-buahan, sayuran, protein rendah lemak, dan lemak sehat.

    Bagi Will, diet itu hebat. Ia menyadari kulitnya terasa lebih baik dan berat badannya turun beberapa kilogram. Satu-satunya kesulitannya adalah menemukan camilan yang sesuai dengan dietnya.

    Meski begitu, secara keseluruhan Will menikmati makanan yang dikonsumsinya sehari-hari. Ia selalu memeriksa label dari makanan yang akan dikonsumsi.

    Untuk sarapan, Will menikmati banyak makanan dalam diet minggunya. Menu makan siangnya, ia makan daging sapi tanpa lemak, nasi kembang kol, dan beberapa sayuran.

    Makanan lain yang biasa dikonsumsi adalah semangkuk chipotle buatan rumah, yang terdiri dari nasi, kacang hitam, daging, dan sayuran. Menurutnya, makanan yang selama ini ia konsumsi dapat membuatnya kenyang.

    “Biasanya saya berusaha mencari makanan diet ini, membuat makanan dalam jumlah banyak agar tetap kenyang. Tetapi, malah membuat saya lapar,” jelas Will.

    “Begitu saya menurunkan volume dan fokus pada kualitas yang lebih baik, saya tidak hanya merasa lebih kenyang, tetapi juga merasa lebih baik. Energi saya lebih baik, perut saya terasa lebih baik,” sambungnya.

    Apa Kata Para Profesional Tentang Diet ‘Paling Sehat’?

    Makanan utuh memiliki banyak manfaat. Jenis makanan ini secara alami lebih tinggi seratnya daripada makanan olahan, yang membantu tubuh merasa lebih kenyang dan membuat kenyang lebih lama.

    Diet ini sangat cocok untuk menurunkan berat badan. Tetapi, manfaatnya tidak hanya itu.

    “Diet tinggi serat menghasilkan tingkat penyakit kronis yang lebih rendah dan pencernaan, serta kesehatan gastrointestinal yang lebih baik,” jelas ahli diet, Lisa Young, PhD, RDN.

    Menurut Lisa, jika mencoba diet ini harus siap untuk merencanakan pola makan yang sehat dan bisa menyita lebih banyak waktu. Tetapi, saat orang tersebut sudah terbiasa, hal yang dirasakan mungkin bisa sepadan dengan hasilnya.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Pria Ini Jalani Diet yang Diklaim ‘Paling Sehat’ di Dunia, Begini Efek ke Tubuhnya

    Jakarta

    Ada berbagai macam diet yang tentunya bermanfaat untuk kesehatan. Jenis diet yang banyak dijalani, seperti diet karnivora, diet keto, diet mediterania, hingga diet puasa atau intermittent fasting (IF).

    Seorang YouTuber bernama Will Tennyson mencoba diet ‘alami’ selama satu minggu penuh. Lantas, apa itu diet ‘alami’?

    Dikutip dari Mirror UK, diet ini umumnya hanya mengonsumsi makanan utuh yang tidak diolah. Biasanya makanan tersebut berasal langsung dari bumi atau hewan.


    Diet ini bermanfaat untuk menghilangkan zat aditif, pengawet, dan bahan tambahan buatan lainnya. Biasanya, selama menjalani diet tersebut seseorang akan makan makanan utuh, seperti buah-buahan, sayuran, protein rendah lemak, dan lemak sehat.

    Bagi Will, diet itu hebat. Ia menyadari kulitnya terasa lebih baik dan berat badannya turun beberapa kilogram. Satu-satunya kesulitannya adalah menemukan camilan yang sesuai dengan dietnya.

    Meski begitu, secara keseluruhan Will menikmati makanan yang dikonsumsinya sehari-hari. Ia selalu memeriksa label dari makanan yang akan dikonsumsi.

    Untuk sarapan, Will menikmati banyak makanan dalam diet minggunya. Menu makan siangnya, ia makan daging sapi tanpa lemak, nasi kembang kol, dan beberapa sayuran.

    Makanan lain yang biasa dikonsumsi adalah semangkuk chipotle buatan rumah, yang terdiri dari nasi, kacang hitam, daging, dan sayuran. Menurutnya, makanan yang selama ini ia konsumsi dapat membuatnya kenyang.

    “Biasanya saya berusaha mencari makanan diet ini, membuat makanan dalam jumlah banyak agar tetap kenyang. Tetapi, malah membuat saya lapar,” jelas Will.

    “Begitu saya menurunkan volume dan fokus pada kualitas yang lebih baik, saya tidak hanya merasa lebih kenyang, tetapi juga merasa lebih baik. Energi saya lebih baik, perut saya terasa lebih baik,” sambungnya.

    Apa Kata Para Profesional Tentang Diet ‘Paling Sehat’?

    Makanan utuh memiliki banyak manfaat. Jenis makanan ini secara alami lebih tinggi seratnya daripada makanan olahan, yang membantu tubuh merasa lebih kenyang dan membuat kenyang lebih lama.

    Diet ini sangat cocok untuk menurunkan berat badan. Tetapi, manfaatnya tidak hanya itu.

    “Diet tinggi serat menghasilkan tingkat penyakit kronis yang lebih rendah dan pencernaan, serta kesehatan gastrointestinal yang lebih baik,” jelas ahli diet, Lisa Young, PhD, RDN.

    Menurut Lisa, jika mencoba diet ini harus siap untuk merencanakan pola makan yang sehat dan bisa menyita lebih banyak waktu. Tetapi, saat orang tersebut sudah terbiasa, hal yang dirasakan mungkin bisa sepadan dengan hasilnya.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Kepingin Clean Eating? Bisa Pakai Menu Warteg Kok, Ini Tips Dokter Gizi


    Jakarta

    Memiliki tubuh yang sehat dan ideal tentunya menjadi impian banyak orang. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah konsisten melakukan clean eating atau pola makan sehat.

    Namun, banyak orang yang menganggap menjalani clean eating ini relatif mahal. Bahan-bahan makanan yang harus dikonsumsi adalah alami, organik, dan segar. Padahal, menu makanan untuk clean eating ini juga bisa dibuat murah.

    Spesialis gizi klinis dari Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta Selatan, dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist) mengatakan beberapa menu clean eating murah bahkan bisa dijumpai di warung tegal (warteg).


    “Untuk karbohidrat nasi putih masih ok, itu tinggal kita atur porsinya. Nah, untuk lauk ini yang agak susah karena hampir semua digoreng, dibakar, pakai minyak,” kata dr Oki saat berbincang dengan detikcom, Jumat (13/12/2024).

    “Kalau misalnya kita makan ayam goreng ya harus diakali. Buang kulitnya, terus ditisuin biar minyaknya terserap. Atau di warteg biasanya kan ada telur, kita pilih yang telur balado atau telur rebus tapi dimakan putihnya saja. Kalau balado kan luarnya aja merah, tapi dalamnya masih bersih tuh,” sambungnya.

    dr Oki melanjutkan untuk sayuran usahakan memilih yang berkuah dan menghindari tumis-tumisan. Namun, perlu juga diperhatikan komposisi penyedap makanan yang mengandung kalori.

    “Sayur bayam yang biasanya sama jagung, terus sayur asem. Kalau kuahnya lodeh ya jangan dimakan, karena kan pakai santan,” katanya.

    Menurut dr Oki, pola makan sehat clean eating dengan menu warteg ini masih akan banyak peminat pada 2025, terlebih bagi mereka para pekerja atau mahasiswa yang memang ingin menekan budget makanan. Pasalnya, selain harga makanannya murah, warteg juga mudah ditemukan.

    (dpy/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Diet Ala Orang Korsel Mudah Ditiru, Coba Terapkan Caranya Buat Dapat Body Goals

    Jakarta

    Tak sedikit orang yang menerapkan tips diet ala orang Korea Selatan. Hal ini dikarenakan mereka terinspirasi ingin mendapatkan tampilan layaknya K-Pop Idol maupun selebriti Korea Selatan dengan tubuh yang ramping. Tentunya semua itu tidak didapatkan secara instan dan mudah.

    Dikutip dari Healthline, diet orang Korea biasanya terinspirasi dari makanan tradisional khas Negeri Gingseng tersebut. Pola makan yang diterapkan berupa mengandalkan makanan utuh yang diproses secara minimal, serta meminimalkan asupan makanan olahan, kaya lemak, dan mengandung gula.

    Makanan yang dianjurkan untuk diikonsumsi, seperti sayuran, nasi, dan beberapa daging, ikan, atau makanan laut. Seseorang juga dapat menyantap banyak kimchi, hidangan kubis fermentasi yang merupakan makanan pokok dalam masakan Korea Selatan.


    Makanan tradisional Korea secara alami kaya akan sayuran, yang mengandung banyak serat. Pola makan kaya serat dapat membantu menurunkan berat badan dengan mengurangi rasa lapar dan keinginan makan sambil meningkatkan rasa kenyang. Berikut cara diet ala Korea yang bisa dicoba.

    1. Konsumsi Serat dari Sayuran

    Diet ini tak menentukan ukuran porsi atau batasan kalori harian yang ketat. Sebaliknya, diet ini menyarankan untuk mengandalkan resep makanan Korea yang sehat, seperti sup hingga banyak sayuran untuk mengurangi kalori tanpa merasa lapar.

    2. Kurangi Konsumsi Lemak

    Makanan berlemak juga perlu dihindari saat menerapkan diet ala Korea. Mulai dari makanan yang digoreng, bumbu-bumbu berminyak, makanan yang dimasak menggunakan minyak, daging yang berlemak, dan sejenisnya.

    Bisa mengganti pilihannya dengan mengonsumsi makanan yang diolah dengan cara dipanggang, dikukus, atau direbus.

    3. Berolahraga Secara Teratur

    Selain fokus pada nutrisi atau pola makan, orang Korea juga rutin melakukan olahraga. Aktivitas fisik ini membantu meningkatkan jumlah kalori yang dibakar dalam tubuh.

    4. Kurangi Konsumsi Gula dan Cemilan

    Sudah menjadi rahasia umum jika makanan dengan kandungan gula bisa memicu kenaikan berat badan, apalagi jika dikonsumsi secara berlebihan.

    Beberapa makanan dan minuman manis sebaiknya dihindari, seperti soda, kue, permen, eskrim, hingga makanan panggang. Lebih baik mengonsumsi air putih hingga buah segar saat menjalani diet.

    (suc/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Lagi Ngetren Diet 90-30-50 buat Enyahkan Buncit, Turun 8 Kg dalam 2 Bulan


    Jakarta

    Viral tren diet 90-30-50 di media sosial yang menekankan kombinasi makanan tepat untuk menurunkan berat badan. Diet ini disebut bisa menurunkan 8 kg.

    Pola makan ini dipopulerkan oleh influencer TikTok Courtney Kassis yang juga ahli diet di Amerika Serikat. Dalam videonya, Courtney mengatakan diet 90-30-50 berfokus dengan mengatur pola makan terstruktur pada persentase makronutrien spesifik untuk asupan harian.

    Cara mengatur makannya dengan asupan 90 gram protein, 30 gram serat, dan 50 gram lemak. Courtney mengatakan ia berhasil turun 8 kg serta lemak tubuhnya juga berkurang 2 dengan diet ini. Sebelum diet 90-30-50, berat badan Courtney 58 kg dan setelah diet menjadi 50 kg.


    “Tanpa protein, metabolisme melambat, gula darah turun, yang berujung pada keinginan ngemil. Kita jadi selalu merasa lelah. Hormon tidak seimbang. Hal ini meningkatkan risiko terkena penyakit kronis,” jelas Courtney dikutip dari Womens Health.

    Courtney mengatakan metode diet ini juga dia sarankan kepada kliennya yang mengidap PCOS dan diabetes. Setelah menjalani diet 90-30-50, dia mengatakan kondisi mereka membaik.

    Namun, perlu dicatat bahwa hasil diet akan berbeda pada masing-masing orang tergantung kondisi kesehatan dan metabolisme mereka.

    Makanan yang dianjurkan untuk diet 90-30-50:

    1. Protein sehat: daging hewani tanpa lemak, protein shake, yoghurt dan keju cottage.
    2. Serat: sayuran, buah-buahan, serta biji-bijian.
    3. Lemak sehat: minyak zaitun, alpukat, dan kacang-kacangan.

    (kna/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Jangan Sering Konsumsi 5 Makanan Ini karena Bisa Menguras Energi


    Jakarta

    Tak selamanya makanan mampu memberikan energi. Ada beberapa makanan justru bisa menguras energi sehingga menyebabkan kelelahan.

    Dalam menjalani kegiatan sehari-hari, tentu tubuh membutuhkan energi yang cukup. Karenanya disarankan untuk menjalani pola makan sehat untuk meningkatkan energi.

    Namun, berhati-hatilah dalam memilih makanan. Sebab, ada beberapa makanan yang bisa menguras energi, sehingga membuat tubuh menjadi cepat lelah.


    Dikutip dari Health Shots (29/10/23) berikut 5 makanan dan minuman yang bisa menguras energi.

    1. Camilan Manis

    Woman staring at chocolate cakeDi balik rasa manis yang menyenangkan, makanan dan minuman manis bisa memberikan efek samping. Foto: iStock

    Di balik rasa manis yang menyenangkan, makanan dan minuman manis bisa memberikan efek samping. Salah satunya menguras energi sehingga membuat cepat lelah.

    Menurut ahli nutrisi Avni Kaul, makanan dan minuman manis akan memberikan lonjakan energi yang cepat. Namun, juga akan diikuti dengan penurunan energi dengan cepat.

    “Jika dikonsumsi berlebihan, gula akan menyebabkan lonjakan dan penurunan insulin. Ini akan membuat kamu merasa lelah dan merusak suasana hati,” tuturnya.

    2. Makanan Olahan

    Makanan yang diproses juga bisa menguras energi. Makanan olahan tersebut biasanya tinggi akan garam, lemak tidak sehat dan dikemas dengan pengawet.

    Kandungan tersebut menyebabkan rasa lelah dan membuat kamu kehilangan energi. Selain itu, kandungan itu juga bisa meningkatkan risiko depresi pada seseorang.

    Karenanya, sebaiknya ganti makanan olahan tersebut dengan pilihan makanan alami dan utuh. Mulai dari sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian yang akan memberikan energi.

    3. Gorengan

    Mengeluh Harga Gorengan Tak Lagi Rp 500, Netizen Ini Kena Nyinyir!Makanan yang digoreng sangat membahayakan kesehatan. Foto: iStock

    Makanan yang digoreng sangat membahayakan kesehatan. Makanan yang penuh dengan lemak jenuh ini bisa menyumbat arteri dan menurunkan aliran darah.

    Kondisi tersebut kemudian akan mengganggu proses pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh. Selain itu, sistem pencernaan membutuhkan banyak energi untuk mencerna gorengan.

    Hal tersebut bisa menyebabkan kamu kelelahan. Sebagai gantinya, kamu bisa mengonsumsi makanan yang dipanggang untuk menjaga energi tetap stabil.

    4. Kafein

    Sebenarnya kafein bisa meningkatkan energi. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan justru bisa menguras energi.

    Ahli gizi Avni Kaul menjelaskan bahwa kafein dapat menyebabkan siklus ketergantungan. Hal ini dapat mengganggu pola tidur.

    Kondisi seperti itulah yang menyebabkan kamu terasa lelah. Karenanya jaga konsumsi kafein dan pastikan agar tidak mengonsumsi secara berlebihan.

    5. Alkohol

    Minuman alkoholMengonsumsi alkohol secara berlebihan juga bukan pilihan yang tepat. Foto: iStock

    Mengonsumsi alkohol secara berlebihan juga bukan pilihan yang tepat. Alkohol bisa menyebabkan tubuh dehidrasi atau kekurangan cairan.

    Kondisi tersebut akan mengganggu kemampuan hati untuk mengatur kadar gula darah, sehingga tubuh akan kehilangan energi. Selain itu, bisa mengganggu pola tidur.

    “Batasi atau hentikan asupan alkohol. Pastikan agar tubuh tetap terhidrasi untuk meminimalkan efeknya yang menguras energi,” tutur Avni Kaul.

    (raf/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson
  • Benarkah Makan di Atas Pukul 7 Malam Bikin Gemuk? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Banyak mitos seputar diet yang menyebut bahwa makan di atas pukul 7 malam bisa membuat berat badan naik. Faktanya, klaim tersebut tak sepenuhnya benar.

    Setiap pola diet memiliki peraturan hingga larangan masing-masing. Namun yang paling sering ditemukan adalah larangan makan malam di atas pukul 7 malam karena dianggap bisa membuat berat badan bertambah.

    Dilansir dari Indian Express (27/10), klaim ini ternyata mitos belaka. Berhenti makan di jam tertentu agar berat badan tidak naik ternyata tidak masuk akal, karena semua manusia memiliki jadwal dan aktivitas yang berbeda.


    Memang benar bahwa tubuh manusia idealnya perlu mengikuti ritme sirkadian, yang menganjurkan untuk menyantap makanan berat di awal hari ketika metabolisme tengah bekerja dengan baik. Artinya, makanan padat kalori sebaiknya dikonsumsi dikonsumsi di pagi hari bukan di malam hari.

    Formula ini berguna untuk orang-orang yang sedang diet, lengkap dengan aturan menghitung kalori di setiap makanan yang disantap. Jadi tidak ada hubungan waktu dengan kenaikan berat badan.

    Benarkah Makan di Atas Pukul 7 Malam Bikin Gemuk? Ini PenjelasannyaBenarkah Makan di Atas Pukul 7 Malam Bikin Gemuk? Ini Penjelasannya Foto: Ilustrasi iStock

    Jika seseorang sudah menyantap makanan yang tidak sehat sepanjang hari dan berhenti makan pukul 7 malam, berat badannya tetap akan naik. Karena yang berpengaruh adalah jika seseorang menjalankan pola makan sehat sepanjang hari.

    Begitu juga dengan proses pencernaan makanan pada tubuh. Tubuh tetap memproses makanan dengan cara yang sama tak peduli waktu makannya.

    Para ahli menyarankan agar orang-orang yang sedang diet tetap makan teratur. Karenanya ketika makan sebelum pukul 7 malam, orang-orang tidak kalap dan menyantap makanan berkalori tinggi karena menahan lapar seharian.

    Yang paling penting orang-orang harus berhenti makan dua jam sebelum waktu tidur. Karena di malam hari metabolisme tubuh sudah menurun, sehingga disarankan untuk jalan santai selama 15 menit usai makan malam agar makanan tercerna dengan sempurna.

    Benarkah Makan di Atas Pukul 7 Malam Bikin Gemuk? Ini PenjelasannyaBenarkah Makan di Atas Pukul 7 Malam Bikin Gemuk? Ini Penjelasannya Foto: Ilustrasi iStock

    Jadi bukan masalah kapan waktu yang paling tepat untuk makan malam. melainkan makanan apa yang disantap. Hindari menyantap makanan yang berkalori tinggi, mengandung sodium tinggi, sampai makanan olahan dan makanan manis agar berat badan tidak gampang naik.

    Sebelumnya ada beberapa ahli kesehatan yang menyarankan untuk makan sebelum pukul 7 malam karena memiliki beberapa manfaat kesehatan. Misalnya mampu mengendalikan gula darah sampai meningkatkan kualitas tidur.

    Baca Juga: Makan Malam Bagusnya Sebelum Pukul 19.00, Begini Efeknya untuk Kesehatan” selengkapnya

    (sob/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson