Tag: politeknik pelayaran surabaya

  • 10 Mapres Poltekpel Surabaya Dapat Beasiswa Rp 100 Juta dari PELNI



    Jakarta

    PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) menyalurkan bantuan dana beasiswa senilai total Rp 100 juta bagi 10 mahasiswa berprestasi di Politeknik Pelayaran Surabaya. Tak hanya menerima beasiswa, mahasiswa tersebut juga sekaligus diterima sebagai calon pegawai laut di PT PELNI (Persero).

    Diketahui pemberian beasiswa dilakukan oleh Kepala Cabang PELNI Surabaya Marthin Heryanto bersama Direktur Poltekpel Surabaya Moejiono saat Wisuda dan Pelepasan Perwira Transportasi Laut di Kampus Poltekpel Surabaya, Kamis (19/9). Marthin mengatakan pemberian beasiswa ini dalam rangka Hari Perhubungan Nasional 2024.

    “Bantuan dana beasiswa ini menjadi bentuk perhatian Manajemen PELNI dalam mengembangkan SDM berkualitas untuk memajukan transportasi laut Indonesia, sebagaimana tema Harhubnas tahun ini, Transportasi Maju, Nusantara Baru,” ujar Marthin dalam keterangan tertulis, Jumat (20/9/2024).


    “Saat melakukan seleksi untuk penerima beasiswa, kami bekerja sama dengan pihak Poltekpel Surabaya untuk sekaligus merekrut penerima beasiswa sebagai calon pegawai. Kami bangga dapat menerima lulusan Poltekpel Surabaya dan kami menunggu kontribusi terbaik yang dapat mereka berikan bagi Perusahaan,” tambah Marthin.

    Sementara itu, Vice President PELNI yang membidangi TJSL Fauziah Ferryna menambahkan penyaluran beasiswa menjadi salah satu program utama pada pilar sosial Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diwujudkan di tahun ini.

    “Fokus program pendidikan kami dengan menggandeng perusahaan pelayaran yang ada di Indonesia. Dengan begitu kami ikut berkontribusi dalam mengembangkan SDM unggul, khususnya di bidang transportasi laut,” terang Ferryna.

    Selain sosial, dia memaparkan pilar TJSL PELNI disusun atas pilar ekonomi, lingkungan, dan tata kelola hukum. Adapun keempat pilar ini mengacu kepada pilar SDG’s atau Sustainable Development Goals yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa dan telah diadopsi oleh Kementerian BUMN ke dalam Program TJSL di seluruh perusahaan BUMN.

    Ferryna mengatakan di tahun depan pihaknya akan terus memperluas pemberian beasiswa bagi mahasiswa berprestasi di kampus-kampus pelayaran lainnya.

    “Program TJSL yang kami susun turut mendorong transformasi Perusahaan yang fokus pada integrasi bisnis, pengembangan infrastruktur logistik maritim, dan penerapan praktik bisnis yang bertanggung jawab,” tuturnya.

    Berikut nama-nama penerima beasiswa PT PELNI (Persero) Tahun 2024:

    1. Arya Bhismantara – Program D-IV Teknologi Rekayasa Kelistrikan Kapal
    2. Adam Andika Wisesa – Program D-IV Teknologi Rekayasa Kelistrikan Kapal
    3. Aditya Gigih Pratomo – Program D-IV Teknologi Rekayasa Kelistrikan Kapal
    4. Ihzar Haykal – Program D-IV Teknologi Rekayasa Kelistrikan Kapal
    5. Juanda Abel Aprian – Program D-III Nautika
    6. Aziz Cahya Pratama – Program D-III Nautika
    7. Junedo Hutagalung – Program D-III Teknika
    8. Ravindo Bayu Maulana – Program D-III Teknika
    9. Syifaul Jannah – Program D-IV TRPK
    10. Titania Putri Prihartono – Program D-IV TROK

    (akn/ega)



    Sumber : www.detik.com

  • Gaet 7 Kampus, PIS Rilis Program Beasiswa Cetak Pelaut Berdaya Saing Global



    Jakarta

    PT Pertamina International Shipping (PIS) bersama Pertamina Foundation meluncurkan program Beasiswa Crewing Talent Scouting 2025 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK), Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Program beasiswa ini bertujuan untuk mencetak pelaut-pelaut unggul yang akan berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan industri maritim global yang terus berkembang.

    “Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang logistik maritim, PIS memiliki komitmen untuk dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas SDM pelaut Indonesia. Melalui beasiswa ini, kami berharap dapat mencetak talenta-talenta pelaut Indonesia bertalenta yang siap bersaing di kancah global dan terus mengharumkan nama Indonesia di industri maritim dunia,” ujar Direktur Armada PIS M. Irfan Zainul Fikri dalam keterangan tertulis, Selasa (29/4/2025).

    Seperti diketahui, pasca pandemi COVID-19, industri maritim global mengalami pertumbuhan signifikan. Berdasarkan data dari United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), industri maritim global tumbuh sebesar 2,4% secara tahunan pada 2024. Bersamaan dengan peningkatan tersebut, kebutuhan akan pelaut bertalenta menjadi semakin mendesak guna memastikan kelancaran rantai suplai global dan nasional.


    Sementara itu, laporan tenaga kerja maritim yang diterbitkan oleh Baltic International Maritime Council (BIMCO) menunjukkan Indonesia berada di peringkat ketiga sebagai pemasok pelaut terbesar di dunia setelah Filipina dan Rusia, dengan sekitar 51.000 perwira dan lebih dari 92.000 rating. Melihat potensi ini, PIS berupaya terus mengembangkan talenta pelaut Indonesia.

    Melalui Beasiswa Crewing Talent Scouting 2025, PIS dan Pertamina Foundation hadir menjawab tantangan tersebut dengan menyediakan berbagai jenis beasiswa, baik untuk pelajar yang sedang menempuh Pendidikan dan Praktik Laut (Prala) semester 5-8, maupun beasiswa penyetaraan untuk lulusan D3/D4 elektro agar dapat berkarier sebagai Electrician Technical Officer (ETO) di kapal-kapal milik PIS.

    Sebanyak tujuh lembaga pendidikan yang terlibat dalam program ini adalah Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar, Politeknik Pelayaran Surabaya, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, dan Politeknik Negeri Semarang.

    Sementara itu, Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari mendukung kolaborasi dengan PIS melalui program beasiswa Crewing Talent Scouting 2025.

    “Kami bangga dapat berkolaborasi dengan PIS untuk meluncurkan beasiswa ini. Program ini tidak hanya memberikan kesempatan pendidikan yang luar biasa bagi generasi muda Indonesia, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat peran Indonesia sebagai negara maritim yang andal,” tuturnya.

    Beasiswa ini akan mencakup biaya pendidikan, pelatihan, asuransi kesehatan, biaya wisuda, biaya hidup, serta uang saku. Selain memberikan kesempatan untuk pendidikan gratis, beasiswa ini juga memberi para penerimanya peluang untuk mendapatkan pengalaman internasional di industri maritim global, sebagai pelaut di PIS.

    Di sisi lain, Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Agus Muryono menyatakan pihaknya menyambut baik program beasiswa yang akan menyiapkan calon pelaut berkompeten.

    “Kami berharap ke depannya program ini dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan vokasi di Indonesia, serta berkontribusi pada pengembangan industri maritim,” katanya.

    Program beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen PIS untuk menciptakan talenta pelaut Indonesia yang berprestasi, serta untuk memperkuat kesiapan sumber daya manusia di sektor maritim, terutama dalam menghadapi kebutuhan global yang terus berkembang. Dengan adanya program ini, PIS berharap dapat mencetak pelaut-pelaut yang tidak hanya kompeten dan berkarakter, tetapi juga siap bersaing di pasar global dan membawa nama baik Indonesia di dunia internasional.

    (akn/akn)



    Sumber : www.detik.com