Tag: polkadot

  • 21Shares Tambahkan ETP Polkadot Pertama di Dunia!

    21Shares, penyedia utama dari Exchange Trade Product, atau ETP, meluncurkan Polkadot (DOT) ETP pertama di dunia.

    Produk baru tersebut akan terdaftar di bursa Swiss SIX pada 4 Februari 2021. ETP baru hadir tak lama setelah Polkadot ditambahkan ke produk ETP utama 21Shares Crypto Basket ETP (HODL) pada 29 Januari.

    Melacak lima crypto  utama seperti Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH), HODL telah menghapus Bitcoin Cash (BCH) dan sekarang mendaftarkan Polkadot sebagai bagian terbesar kedua setelah Bitcoin.

    Baca Juga: Glassnode: Fundamental Bitcoin Masih Kuat

    Menurut data HODL ETP dari indeks MVIS, Polkadot sekarang menyumbang sekitar 27% dari produk, sementara Bitcoin membuat sekitar 50% dari ETP.

    “Sebagai penerbit, kami tidak dapat memutuskan apa yang akan ditambahkan dan dihapus. Mereka memiliki komite yang memutuskan konstituen mana yang ditambahkan, ditambah, dikurangi atau langsung dikeluarkan,” jelasnya.

    polkadot

    Sumber: Solusi Indeks MV

    Menurut pengumuman tersebut, penambahan Polkadot ke 21shares Crypto Basket ETP menjadikannya waktu yang tepat untuk menambahkan ETP aset tunggal tambahan ke berbagai ETP crypto yang sudah ditawarkan oleh 21shares.

    CEO 21Shares Hany Rashwan menegaskan perusahaan tetap berkomitmen terhadap permintaan yang dilihat dari investor institusi.

    “Setelah investor membeli Bitcoin pertama mereka melalui ETP kami, ada transisi alami untuk berinvestasi dalam aset kripto lainnya,” kata Rashwan.

    Perusahaan ini pun berencana untuk menambahkan ETP lagi dalam tiga bulan ke depan.

    “Kami meluncurkan DOT ETP untuk memberi investor cara yang aman, teratur, dan mudah untuk mendapatkan eksposur ke teknologi blockchain baru yang menarik ini,” katanya lagi.

    Polkadot adalah protokol blockchain generasi berikutnya yang menghubungkan beberapa blockchain khusus ke dalam satu jaringan terpadu. Pada pertengahan Januari 2021. Token asli Polkadot DOT menjadi berita utama dengan menyalip XRP sebagai mata uang kripto terbesar keempat.

    Berita Terkait: Apa itu Polkadot? Panduan Lengkap untuk Pemula dalam 3 Menit!

    Apa itu Exchange Trade Product (ETP)

    ETP adalah jenis keamanan yang diberi harga secara derivatif dan diperdagangkan berdasarkan alat investasi seperti komoditas, mata uang, harga saham, atau suku bunga.

    Berlawanan dengan dana yang diperdagangkan di bursa kripto, atau ETF, ETP kripto selalu 100% didukung oleh aset yang mereka lacak.

    Produk yang yang diperdagangkan dalam ETP  umunya adalah cryptocurrency paling populer, biasanya Bitcoin (BTC), Ripple (XRP), Ethereum (ETH), Bitcoin Cash (BCH), dan Litecoin (LTC).

    Masuknya DOT ke dalam 21shares menunjukan jika aset crypto ini semakin populer dan diperhitungkan oleh berbagai model perdagangan crypto di dunia.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Semakin Luas, Polkadot Luncurkan Aliansi DeFi dengan Chainlink

    Blockchain Polkadot hadir menjadi pesaing Ethereum terbaru dan merilis aliansi keuangan terdesentralisasi.

    Berdasarkan informasi pada 3 Desember lalu, aliansi ini bertujuan untuk mengatasi sifat desentralisasi ekosistem Polkadot, menyediakan platform bagi komunitasnya untuk dapat menggunakan Polkadot Network dan teknologi Substrat yang mendasarinya pada DeFi.

    Baca juga: Rayakan Listing di Bithumb, CRUST Bagi-bagi 1.210 CRU

    Jaringan Oracle Chainlink masuk menjadi salah satu anggota pendiri aliansi. Kepala pengembangan bisnis global perusahaan, Dan Kochis, mengatakan,

    “Chainlink sangat bersemangat untuk membantu mengarahkan arah ekosistem aplikasi keuangan terdesentralisasi Polkadot yang sedang tumbuh. Dengan mempromosikan praktik terbaik pengembang protokol DeFi, ekosistem Polkadot dapat menjadi lebih kuat dari sebelumnya.”

    Anggota pendiri lainnya terdiri dari penyedia teknologi layer-2, Plasm Network, perusahaan pasar asuransi terdesentralisasi, Tidal Finance, dan pembuat pasar otomatis non-kustodian, Polkaswap.

    Aliansi saat ini menerima aplikasi dari pengembang di Jaringan atau Substrat Polkadot.

    Polkadot juga baru saja mengumumkan peluncuran program “seribu validator” bulan ini, yang akan menawarkan dukungan dan insentif kepada individu yang ingin menjalankan node Polkadot dalam upaya meningkatkan jumlah validatornya sebanyak 1.000 buah.

    Program ini mengacu pada program yang sama yang diluncurkan di jaringan rekanan Polkadot dan parachain Kusama pada bulan Februari lalu. Saat ini, jumlah node Kusama telah memiliki 700 validator aktif dengan 393 lainnya dalam tahap menunggu.

    Baca Juga: Ini Cara DeFi Diadopsi Semakin Luas Lagi!

    Meskipun dua pertiga dari pasokan Polkadot telah distake, jaringan saat ini masih terdiri dari 249 validator. Hal ini menunjukkan banyak pemangku kepentingan memilih untuk menggunakan penyedia layanan pihak ketiga.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menjelajahi Polkadot Sebagai Platform Potensial Untuk DeFi

    Setelah pasar bullish yang terkenal di tahun 2017, pasar cryptocurrency mengalami pasar bearish yang sangat panjang dan keras. Meskipun hal ini membuat periode yang rumit bagi investor, ini tidaklah menjadi tragedi secara total. Walaupun jika harganya megecewakan, namun disisi lain harga aset kripto tidak pernah sekuat ini. Alam blockchain tidak pernah seinovatif dan sekompetitif ini sebelumnya. 

    Dalam artikel ini akan dibahas mengenai Polkadot sebagai salah satu project inovatif blockchain. 

    Solusi interoperabilitas DeFi terbaik

    Polkadot adalah salah satu projek interoperabilitas yang menjanjikan. ICO-nya merupakan salah satu ICO terbesar di tahun 2017, mengumpulkan $145 juta. Hampir $91 juta ETH dibekukan setelah Parity Bug. Tampak jelas bahwa Polkadot telah melalui masa pasang surut, namun tim tetap berkomitmen untuk memenuhi janji proyek. 

    Proyek Polkadot didukung oleh tim teknis yang baik yang dipimpin oleh Gavin Wood, salah satu pendiri Ethereum. Melalui fitur interoperabilitasnya, Polkadot akan memungkinkan transfer data dan nilai diantara berbagai blockchain ekosistemnya. Ini adalah proyek yang sangat berorientasi pada pengembangan dan banyak tim telah memilih untuk membangun Substrat, teknologi Polkadot untuk membuat blockchain. 

    Baca Juga: Polkadot Hadir di Indonesia Melalui Tokocrypto, Bisa Diperdagangkan dengan BIDR

    Oleh karena itu, Polkadot merupakan pesaing serius bagi Ethereum, dengan tim Polkadot berusaha keras untuk membuat platform mereka seramah mungkin untuk pengembang. 

    Dari segi Interoperabilitas, Polkadot didasarkan pada konsep “Relay Chain” atau rantai induk dan rantai yang dibangun diatasnya disebut “Parachain”. Rantai saling terhubung melalui relay chain dan setiap parachain dapat bergabung dengan ekosistem hanya dengan mengikat dan menahan DOT. Hal ini membantu memperkuat jaringan dan kepercayaan diantara rantai. Polkadot memanfaatkan kepercayaan ini dengan membangun model keamanan bersama yang memfasilitasi komunikasi dan pertukaran data dan nilai antara rantai yang berbeda. 

    Jika dilihat dari segi teknologi dan aplikasi, Polkadot dapat dikatakan menonjol karena pengembangan blockchain dan platform DApps mereka. Polkadot menggunakan bahasa Rust, namun juga menggunakan WebAssembly seperti yang digunakan oleh Google dan Microsoft. 

    Polkadot mencoba menarik para developer dan proyek untuk membangun diatas blockchain Polkadot dengan membuat platformnya semudah mungkin untuk dikembangkan. Polkadot membangun ekosistem besar dengan batasan yang lebih sedikit. 

    Baca Juga: Mengenal Polkadot dan Solusi Interoperabilitas yang Ditawarkannya



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Polkadot (DOT) Melonjak Ke 10 Besar Cryptocurrency, Kok Bisa?

    Meskipun di industri cryptocurrency hal ini tidak pernah terjadi, namun cara ini ternyata efektif membuat total pasokan DOT yang semula hanya 10 juta token kini menjadi 1 miliar di Genesis. Redenominasi ini tidak mengubah nilai total kepemilikan investor, hanya membuat jumlah token meningkat.

    Cara ini menimbulkan kesan DOT menjadi “lebih ergonomis” – sama seperti yang dikatakan pembuat platform Gavin Wood. Sebelumnya, pasokan awal Polkadot dibatasi hanya sebesar 10 miliar saja dan hal ini dianggap keputusan yang sembrono.

    Sehingga Polkadot membutuhkan referendum komunitas untuk memecahkan masalah tersebut. Hasilnya, sejak bulan Juli sebanyak 86% dari komunitas setuju dengan redenominasi DOT. Mereka hanya menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya.

    Token DOT sempat mengalami keuntungan yang dramatis. Sebelum devaluasi token DOT naik $ 2,92. Kemudian 1 September menjadi kenaikan tertinggi yaitu $ 6,84. Dan, pada saat pers, harga DOT adalah $4.25 menurut CoinGecko.

     

    CoinGecko

     

    Analis makro bernama Thomas Kuhn memberikan 3 alasan lain yang membuat posisi DOT tiba-tiba melonjak, yaitu: Proyek tersebut semacam peti perang yang layak memulai, sehingga mereka dapat mendanai tim yang kuat mengingat Polkadot adalah proyek yang cukup baru dibandingkan dengan Ethereum, misalnya.

    “Selama bertahun-tahun, para pemegangnya sudah tidak tahan menunggu untuk ‘meninggalkan kapal’ pada kenaikan harga pertama,” jelasnya.

    Tapi, DOT juga bukanlah proyek yang baru dikembangkan melainkan sudah 3 tahun. Faktanya, peristiwa yang dianggap paling penting adalah adanya referendum komunitas sehingga memungkinkan pemegang untuk mentransfer token mereka – yang sebelumnya sanagat sulit karena hanya melalui pertukaran “over-the-counter”, dan IOU. Jadi, kemampuan transfer yang diaktifkan membuat kapitalisasi pasar DOT melonjak

    Transformabilitas dan redenominasi telah menyebabkan sedikit kebingungan karena volume perdagangan DOT juga melonjak dalam beberapa pekan terakhir, melampaui $ 1,4 miliar pada 27 Agustus. Lebih penting dari itu, setidaknya, ambisi komunitas DOT untuk membangun ekosistem pesaing Ethereum: telah terbentuk.

    Sayangnya, uang kripto ini tidak diperdagangkan di pialang dalam negeri. Jika anda mau membeli token ini, anda harus ke pialang luar negeri, seperti Binance.

    Baca Juga: Wow, Polkadot Menjual 500 Ribu Tokennya dengan Harga yang Tidak Diketahui



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Lebih Dekat Polkadot (DOT)

    Polkadot menggambarkan dirinya sebagai protokol blockchain generasi berikutnya yang memiliki kapasitas untuk menyatukan sejumlah rangkaian (chain) khusus ke dalam satu jaringan universal. Dengan fokus yang kuat pada membangun infrastruktur untuk Web 3.0 dan didirikan oleh Web3 Foundation, Polkadot berkomitmen untuk menggantikan dominasi Internet dan memberikan kekuatan kepada individu.

    Pendahuluan

    Blockchain telah ada sebelum kemunculan Bitcoin, dan meskipun telah menjadi terobosan teknologi, ia memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diatasi. Salah satu kendala utama adalah bahwa satu blockchain tidak dapat berkomunikasi dengan blockchain lainnya. Memperkenalkan interoperabilitas antara berbagai blockchain dapat membuka peluang untuk pertukaran data, memungkinkan perkembangan aplikasi dan layanan yang lebih kuat.

    Upaya sebelumnya telah dilakukan untuk “menjembatani” blockchain, memungkinkan chain A bekerja dengan chain B dan sebaliknya. Namun, menghubungkan banyak blockchain (bahkan ratusan atau ribuan) secara bersamaan masih merupakan tantangan yang signifikan. Tim di balik Polkadot, dan Web3 Foundation sebagai pelopor, percaya bahwa solusi yang elegan akan ditemukan dalam beberapa tahun mendatang.

    Apa Itu Polkadot?

    Polkadot dijelaskan sebagai protokol open-source yang didirikan untuk kepentingan semua orang. Ini merupakan konsep yang berasal dari pemikiran Dr. Gavin Wood, salah satu pendiri Ethereum. Tim pengembangnya fokus pada keamanan, skalabilitas, dan inovasi. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan infrastruktur yang tidak hanya mendukung ide dan konsep baru, tetapi juga memastikan interoperabilitas yang tepat.

    Dalam ekosistem Polkadot, setiap blockchain disebut “parachain” (blockchain paralel), sementara chain utama dikenal sebagai “Relay Chain.” Ide dasarnya adalah bahwa Parachain dan Relay Chain dapat berbagi informasi dengan mudah kapan saja. Anda bisa memandang parachain sebagai setara dengan shard dalam implementasi ETH 2.0 yang sedang direncanakan.

    Siapa pun, apakah itu pengembang, perusahaan, atau individu, dapat menjalankan parachain khusus mereka melalui Substrate, kerangka kerja yang memungkinkan penciptaan mata uang kripto dan sistem terdesentralisasi. Setelah terhubung ke jaringan Polkadot, parachain tersebut akan dapat berinteraksi dengan semua parachain lain dalam jaringan.

    Konsep ini diharapkan akan mempermudah pembangunan aplikasi, produk, dan layanan yang beroperasi lintas blockchain. Saat ini, transfer data atau aset antar-blockchain dalam skala besar belum dapat diwujudkan.

    Keamanan dan validasi data di berbagai parachain dijalankan oleh jaringan validator, di mana sekumpulan validator dapat menjaga keamanan beberapa parachain. Mereka juga memastikan bahwa transaksi dapat dijalankan di sejumlah parachain untuk meningkatkan skalabilitas.

    Manfaat Polkadot

    Ada banyak alasan bagi pengembang untuk mengeksplorasi ekosistem Polkadot. Karena sifat terbatas blockchain saat ini, ada beberapa isu inti yang perlu diatasi: skalabilitas, penyesuaian, interoperabilitas, tata kelola, dan peningkatan kapasitas.

    Dalam hal skalabilitas, Polkadot memegang peran utama. Sebagai jaringan multichain, ia memiliki kemampuan untuk memproses transfer secara paralel di berbagai chain tunggal. Kemampuan untuk pemrosesan paralel adalah kemajuan signifikan yang membuka pintu bagi adopsi blockchain secara global yang lebih luas.

    Bagi mereka yang mencari penyesuaian, Polkadot memberikan berbagai fitur lainnya. Saat ini, tidak ada satu infrastruktur blockchain yang cocok untuk semua kebutuhan. Setiap proyek memiliki kebutuhan unik, dan Polkadot memungkinkan setiap chain untuk memiliki desain yang dioptimalkan untuk fungsionalitas yang spesifik. Dengan bantuan Substrate, pengembang dapat dengan efisien menyesuaikan chain mereka agar sesuai dengan kebutuhan proyek.

    Dalam konteks interoperabilitas, memungkinkan proyek dan aplikasi untuk berbagi data dengan mulus adalah hal yang besar. Meskipun jenis produk dan layanan yang akan muncul masih belum pasti, terlihat banyak potensi kasus penggunaan. Ini dapat membentuk ekosistem keuangan yang sepenuhnya baru, dengan setiap parachain mengelola aspek tertentu.

    Masing-masing komunitas yang terkait dengan sebuah parachain akan memiliki otonomi dalam mengatur jaringannya. Selain itu, komunitas tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam tata kelola masa depan Polkadot. Mendapatkan masukan dari komunitas dapat menghasilkan wawasan berharga yang diterapkan untuk perkembangan proyek.

    Selain itu, Polkadot juga membuat peningkatan pada sebuah parachain tunggal menjadi hal yang mudah. Tidak ada kebutuhan untuk hard fork, yang dapat memecah komunitas. Sebaliknya, chain asli dapat ditingkatkan dengan cara yang sederhana.

    Memahami Token DOT di Ekosistem Polkadot

    Sama halnya dengan banyak proyek infrastruktur blockchain lainnya, Polkadot memiliki token khusus yang dikenal sebagai DOT. Token ini berfungsi sebagai mata uang jaringan, mirip dengan bagaimana ETH adalah token untuk Ethereum dan BTC adalah token untuk Bitcoin.

    Token ini memiliki beberapa penggunaan yang bervariasi. Pertama, DOT memberikan hak tata kelola kepada pemegangnya di seluruh ekosistem Polkadot. Ini mencakup menentukan biaya jaringan, memberikan suara dalam pemungutan suara untuk peningkatan jaringan secara keseluruhan, dan digunakan dalam proses menambah atau menghapus parachain.

    Selain itu, DOT dirancang untuk memfasilitasi konsensus jaringan melalui staking. Konsep staking ini tidak asing dalam jaringan blockchain lainnya. Semua pemegang DOT diberi insentif jika mereka berpartisipasi sesuai aturan, namun risikonya adalah kehilangan staking jika aturan dilanggar.

    Opsi ketiga adalah penggunaan DOT untuk pengikatan atau bonding. Ini diperlukan saat sebuah parachain baru ingin ditambahkan ke dalam ekosistem Polkadot. Selama masa bonding, DOT yang diikat akan terkunci, dan akan dibebaskan setelah periode bonding berakhir dan parachain keluar dari ekosistem.

    Staking dan Bonding di Polkadot

    Pendekatan Polkadot terhadap interoperabilitas tidak hanya melibatkan pertukaran data dan aset, tetapi juga memperkenalkan konsep baru seperti memberi insentif pada staking token yang jujur dan token bonding.

    Staking token di jaringan blockchain bukanlah konsep baru dan dikenal sebagai Proof of Stake (PoS). Model konsensus ini memberikan reward kepada pengguna yang melakukan staking koin di jaringan. Dalam Polkadot, pemain yang berpartisipasi dengan jujur akan mendapatkan insentif, sementara yang melanggar aturan dapat kehilangan staking mereka.

    Seperti disebutkan sebelumnya, setiap parachain baru ditambahkan melalui proses bonding dengan mengikat token DOT. Bonding adalah cara untuk memasukkan token ke jaringan untuk jangka waktu tertentu. Chain yang tidak aktif atau proyek yang tidak lagi berjalan akan dihapus, dan token yang diikat akan dikembalikan.

    Kesimpulan

    Polkadot memiliki banyak aspek menarik bagi para pengembang. Ini adalah ekosistem yang dapat melayani pembuat kode individu, bisnis kecil, dan perusahaan besar. Kemampuan untuk menerapkan blockchain yang dioptimalkan untuk kebutuhan spesifik, serta memutakhirkan tanpa kerumitan, adalah konsep inovatif yang memiliki potensi besar dalam lingkungan kripto.

    Namun, perlu diingat bahwa Polkadot masih merupakan ekosistem yang relatif muda. Meskipun banyak proyek sedang dalam pengembangan, proyek besar pertama mungkin masih memerlukan waktu untuk diluncurkan. Menurut PolkaProject, ada ratusan proyek dalam berbagai tahap pengembangan, termasuk wallet, infrastruktur, tooling, DApps, dan lainnya.

    Pencipta Polkadot mengklaim bahwa token ini tidak dirancang untuk tujuan spekulasi, meskipun memiliki nilai di pasar. Fokus utamanya adalah untuk memenuhi fungsi-fungsi yang telah dijelaskan di atas.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Polkadot (DOT) Hadir di Indonesia Melalui Tokocrypto, Bisa Diperdagangkan dengan BIDR

    Hari ini, Tokocrypto resmi menghadirkan Polkadot (DOT) dan membuka perdagangan untuk pasangan trading DOT BTC, DOT USDT, dan DOT BIDR pada tanggal 28 Agustus 2020 Pukul 15:00 WIB. 

    Polkadot adalah sebuah proyek oleh Web3 Foundation yang memberikan kerangka kerja yang memungkinkan pengembang untuk membangun dan menggabungkan blockchain bersama. 

    Dibangun oleh salah satu pendiri Ethereum, Gavin Wood bersama rekan nya Robert Habermeier dan Peter Czaban, Direktur teknologi Web3 Foundation, Jaringan Polkadot memfasilitasi komunikasi lintas rantai dan interoperabilitas dengan menghubungkan beberapa blockchain ke dalam satu jaringan terpadu. Jaringan ini bertujuan untuk menawarkan keuntungan dari heterogeneous sharding, skalabilitas, peningkatan kemampuan, tata kelola transparan dan komposabilitas lintas rantai atas proyek lain. 

    Tokocrypto adalah pedagang aset kripto pertama di Indonesia yang me-listing DOT. Hanya di Tokocrypto para nasabah bisa memperdagangkan DOT dengan pairing berbasis Rupiah. 

    Token DOT adalah token jaringan asli Polkadot yang memiliki sejumlah peran berbeda, yaitu:

    • Governance over the network

    Pemegang token Polkadot memiliki kendali penuh atas tata kelola protokol. Termasuk dalam fungsi tata kelola ini adalah menentukan biaya jaringan, dinamika lelang dan jadwal penambahan parachain serta peningkatan dan perbaikan platform Polkadot. Fungsi-fungsi ini tidak secara formal diberikan kepada pemegang DOT melainkan kode dasar Polkadot yang memungkinkan pemegang DOT berpartisipasi dalam tata kelola. 

    Agar platform berfungsi dan memungkinkan transaksi yang valid dilakukan di seluruh penjuru, Polkadot mengandalkan para pemegang DOT untuk memainkan peran aktif. Para pemegang dapat melakukan staking terhadap DOT yang dimiliki. Pemegang token yang berperilaku jujur akan mendapat insentif. Partisipan yang baik dan berperilaku jujur akan dihargai sementara yang buruk akan kehilangan saham mereka di jaringan. Ini memastikan jaringan akan tetap aman. Jumlah DOT yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam jaringan sangat bervariasi sesuai dengan aktifitas yang dilakukan, durasi DOT yang di stake, serta jumlah DOT yang di stake

    Fungsi lainnya adalah memungkinkan kemampuan untuk menambahkan parachain baru dengan mengikat DOT dalam proses yang disebut bonding. DOT akan dikunci selama periode bonding dan akan dilepas kembali setelah durasi bonding berlalu dan parachain dihapuskan.

    Baru-baru ini, Polkadot mencapai kapitalisasi pasar $5,36 miliar, enam hari setelah protokol mengaktifkan token DOT untuk ditransfer. Dengan momentum bullish ini, Polkadot telah menjadi kripto terbesar ke-enam berdasarkan kapitalisasi pasar, melampaui Bitcoin Cash (BCH) dan Litecoin (LTC) menurut CoinGecko. Hanya dalam beberapa hari, Polkadot mencapai tempat kesepuluh di pasar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Polkadot Coin: Pengertian, Solusi yang Ditawarkan dan Kelebihan

    Polkadot coin – Sebagian besar cryptocurrency atau aset kripto baru muncul untuk menyelesaikan beberapa masalah dunia nyata menggunakan teknologi blockchain. Polkadot disisi lain, muncul untuk menyelesaikan masalah blockchain itu sendiri. 

    Apa Itu Polkadot?

    Polkadot adalah “teknologi multi-rantai yang heterogen”. Seperti yang dinyatakan dalam situs resminya, Polkadot adalah jaringan yang dirancang untuk menggabungkan jaringan blockchain satu dengan jaringan blockchain lainnya. Polkadot dirancang untuk menyelesaikan beberapa masalah utama yang mencegah teknologi blockchain mencapai aplikasi berskala besar di dunia nyata.

    Dua dari masalah utama Blockchain yang ingin dipecahkan Polkadot, adalah:

    1. Skalabilitas

    Sederhananya, teknologi blockchain yang ada saat ini tidak dapat menjalankan jumlah transaksi di dunia desentralisasi yang dibayangkan. Saat ini, node jaringan memproses transaksi satu per satu, membentuk kemacetan yang membatasi volume yang lebih tinggi. 

    2. Isolasi

    Jaringan blockchain tetap terpisah dan independen, kurang interkomunikasi dan interoperabilitas. 

    Baca Juga: Polkadot (DOT) Hadir di Indonesia Melalui Tokocrypto, Bisa Diperdagangkan dengan BIDR

    Polkadot dapat mengatasi permasalahan diatas, karena inti struktur dari Polkadot sendiri terdiri dari:

    1. Relay Chain – rantai Polkadot utama yang akan dihubungkan dengan semua individu blockchain
    2. Parachain – singkatan dari ‘parallelized chain’ atau rantai paralel dimana blockchain akan berjalan secara paralel melalui jaringan Polkadot
    3. Bridge Chain – Rantai jembatan yang dibuat untuk menghubungkan blockchain yang tidak menggunakan protokol tata kelola Polkadot

    Tidak mengherankan kalau Polkadot mengalami pertumbuhan yang pesat. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari sistem Polkadot yang tidak dimiliki blockchain lainnya.

    1. Skala yang lebih besar

    Blockchain biasa hanya bisa memproses jumlah traffic yang terbatas karena beroperasi sendiri. Akan tetapi, Polkadot bisa memproses transaksi lebih banyak karena sistem multi-chain network yang dibangunnya.

    Sistem multi-chain ini mengurangi bottleneck atau kemacetan yang sering terjadi pada blockchain lain.

    1. Desain spesifik

    Arsitektur blockchain selama ini mencoba untuk bisa melakukan fitur atau use case yang bermacam-macam. Akan tetapi, Polkadot adalah blockchain yang memiliki desain baru untuk optimasi use case spesifik. Sistem ini membuat layanan blockchain menjadi lebih efisien tanpa kode yang tidak perlu. Developer juga bisa membuat blockchain lebih cepat dan efisien.

    1. Bebas diatur

    Salah satu kelebihan Polkadot yang bisa dirasakan adalah sistemnya yang memberi kebebasan bagi semua yang tergabung di dalamnya. Sistem blockchain ini mampu dioptimasi dan diatur sesuai kebutuhan.

    1. Upgrade mudah

    Blockchain juga membutuhkan upgrade dari waktu ke waktu agar sistemnya tetap bisa beroperasi dengan optimal. Proses upgrade yang disebut hard fork ini cukup sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Akan tetapi, dengan Polkadot, upgrade dengan hard fork tidak lagi dibutuhkan. Blockchain bisa langsung di-upgrade tanpa proses yang rumit.

    Kesimpulan

    Dengan membaca deskripsi diatas, dapat dipahami gambaran singkat mengenai bagaimana jaringan Polkadot serta kelebihannya. Dalam menghubungkan ke Relay Chain yang merupakan cara untuk memecahkan permasalahan interoperabilitas dengan fitur smart contract yang memastikan bahwa setiap transaksi antar rantai individu dijalankan dengan tepat.

    Jaringan blockchain ini terhubung menggunakan kehadiran Bridge Chain, dimana Ethereum atau EOS maupun jaringan lainnya dapat saling berinteraksi menggunakan Polkadot. Sedangkan Parachain dapat menyelesaikan masalah skalabilitas dengan memproses transaksi secara paralel.

    Kemampuan ini menunjukkan bahwa Polkadot coin menawarkan serangkaian aplikasi yang mulai dibangun di atas platformnya.

    Harapannya, solusi interoperabilitas yang ditawarkan oleh Polkadot akan mempermudah pertukaran data dan memparalelkan beban kerja antar blockchain, menyelesaikan masalah throughput yang selama ini menjadi batu sandungan untuk diadopsi DApp serta meningkatkan skalabilitas jaringan di beberapa blockchain. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu Altcoin Seasons?, Yuk Kenalan Dengan Istilah Trading Ini

    Kini, dunia aset kripto telah diramaikan oleh banyaknya aset yang menarik dan tentunya potensial, tidak kalah dengan pamor Bitcoin. Banyak investor dan trader yang ikut mencoba peruntungan di berbagai aset kripto tersebut dan membuat dominasinya meluas. Ternyata, tren ini dikenal dengan sebutan altcoin season. Ingin tahu lebih lanjut? Yuk, baca artikel ini sampai selesai!

    Altcoin Season dan Penyebab Terjadinya

    Sebelum membahas mengenai altcoin season, yuk, kenali apa itu altcoin terlebih dahulu. 

    Apa itu Altcoin?

    Altcoin, kependekan dari alternative coin, merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan aset kripto yang diterbitkan dan diperjualbelikan setelah Bitcoin. Seperti namanya, altcoin ini hadir dengan tujuan memberikan alternatif bagi para pegiat aset kripto dalam berinvestasi.

    Apa itu Altcoin Season?

    Jadi, altcoin season atau alt season berarti suatu musim di mana beberapa altcoin teratas memiliki kinerja dan potensi yang sangat baik, bahkan harganya melampaui harga Bitcoin dan US Dollar. Periode alt season ini biasanya dihitung selama 90 hari. 

    Kapan Alt Season Terjadi?

    Alt season pertama kali terjadi pada tahun 2017, di mana Bitcoin sedang dalam perjalanan menuju kejayaannya dan mulai banyak altcoin yang diluncurkan di blockchain Ethereum dengan memanfaatkan smart contract. 

    Hal ini menarik perhatian banyak investor sehingga bermigrasi dan mencari peruntungan di altcoin. Dikutip dari Mail & Guardian, tidak menutup kemungkinan bahwa alt season akan terjadi di penghujung tahun 2021, dengan kenaikan ETH yang signifikan saat ini sebagai katalisnya.

    Apa indikator Alt Season sedang terjadi?

    Jika 75% dari 50 aset kripto teratas pada market cap memiliki kinerja lebih baik dari Bitcoin dalam 90 hari terakhir, maka dapat dikatakan bahwa sedang terjadi alt season. Namun, terdapat beberapa aset kripto yang tidak termasuk dalam 50 aset kripto teratas yaitu Stablecoin, misalnya Tether dan DAI, juga Asset Backed Tokens seperti wBTC, stETH, hingga cLINK.

    Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai apakah saat ini sedang terjadi alt season atau tidak, Anda bisa melihat Altcoin Season Index di situs Blockchain Center.

    Apa Penyebab Altcoin Season?

    Peristiwa ini tidak semerta-merta terjadi begitu saja lho, walaupun memang tidak memiliki penyebab yang pasti. Namun, ada tiga hal yang mendorong terjadinya alt season, nih

    Pertama, maraknya migrasi investor ke altcoin yang disebabkan oleh bull-run pada pasar Bitcoin. Di mana para investor yang mengantongi keuntungan dari Bitcoin akan membelanjakan keuntungan tersebut di pasar altcoin. 

    Kedua, mulai ramai pembaharuan teknologi yang dilakukan oleh proyek kripto termasuk altcoin, salah satu contohnya adalah penggunaan mekanisme Proof of Stake (PoS). 

    Ketiga, pengaruh dari para influencer aset kripto. Sebagai contoh, tweet Elon Musk pada awal 2021 mengenai Dogecoin berhasil membuat harganya meroket.

    tweet dogecoin elon musk 1

    Salah satu cuitan Elon Musk pada April 2021 yang berhasil mendongkrak harga Dogecoin sehari setelahnya

    Selayaknya siklus musim yang berganti dari musim panas menjadi musim dingin, peristiwa ini juga terjadi di dunia kripto, lho. Di mana selain terdapat altcoin season, juga terdapat musim lainnya yang disebut dengan crypto winter. Namun, apa saja perbedaan di antara keduanya? 

    Perbedaan antara Altcoin Season dan Crypto Winter

    1. Berdasarkan pengertian atau definisi

    Sebenarnya, secara terminologi keduanya memiliki arti yang berbeda. Alt season mendefinisikan sejumlah altcoin yang kinerja dan harganya lebih unggul dari pasar Bitcoin. Sementara itu, crypto winter mengacu pada pasar kripto yang mulai dingin dan hilang peminat, bahkan pergerakan harga pun tidak menolong. 

    2. Berdasarkan kondisi pasar

    Berkat definisi tersebut, lahirlah perbedaan selanjutnya, yaitu kondisi pasar. Jika alt season menunjukkan pasar aset kripto yang menghijau terutama yang terjadi pada altcoin, maka crypto winter menunjukkan pasar aset kripto yang lesu khususnya Bitcoin, ditandai dengan penurunan harga sebesar 80 sampai 90 persen dari all-time high.

    3. Berdasarkan periode berlangsungnya

    Perbedaan lainnya adalah periode berlangsungnya. Seperti yang sudah disinggung di atas, alt season umumnya berlangsung selama 90 hari saja. Sementara itu, crypto winter bisa terjadi dan bertahan selama 2 hingga 3 tahun lamanya. Saat pasar sudah kembali diminati dan perdagangan meningkat, maka sebutannya berubah menjadi crypto spring.

    4. Berdasarkan waktu terjadinya

    Selain itu, perbedaan selanjutnya adalah waktu terjadinya. Jika alt season terakhir kali terjadi pada 2017 hingga awal 2018, maka crypto winter terjadi sepanjang tahun 2018 dan yang paling baru adalah 2021. Sebagaimana yang telah disebutkan, crypto winter lekat dengan kondisi pasar Bitcoin, sehingga ditandai dengan anjloknya harga Bitcoin dalam waktu yang lama.

    Sebenarnya, alt season masih berhubungan dengan crypto winter, terutama yang melibatkan Bitcoin atau Bitcoin winter. Dikarenakan saat alt season terjadi, otomatis harga Bitcoin akan melemah dan berpotensi menyebabkan Bitcoin winter. Akan tetapi, hal ini tentunya tidak selalu terjadi saat harga Bitcoin melemah, ya, karena bisa saja hanya menandakan bearish market. Bitcoin winter hanya terjadi saat harganya jatuh dalam waktu lama dan terlihat sulit untuk bangkit lagi.

    5 Altcoin Terpopuler Sepanjang Tahun 2021

    Setelah membahas altcoin season dan perbedaannya dengan crypto winter, berikut ini sudah kami rangkum 5 altcoin terpopuler sepanjang tahun 2021 yang bisa Anda jadikan referensi:

    1. Ethereum (ETH)

    Sebagaimana yang telah kita semua tahu, bahwa Ethereum (ETH) menjadi salah satu altcoin yang populer di tahun 2021. Bagaimana tidak, sepanjang tahun 2021, ETH terus melakukan pengembangan yang membuat harganya juga ikut meningkat dan bertahan di peringkat 2 market cap. ETH mencatat all-time high terbarunya pada 9 November 2021 lalu di angka 4,837.59 USD. 

    2. Cardano (ADA)

    Selain ETH, altcoin yang tak kalah melejit adalah Cardano (ADA). Sejak awal kemunculannya di 2017, mekanisme Proof of Stake (PoS) ADA berhasil menarik banyak investor untuk membelinya. Meskipun sempat mengalami pasang surut, ADA berhasil meraih all-time high di angka 3.10 USD pada September lalu dan kini menduduki peringkat 4 sebagai aset kripto terbesar yang ada di market cap.

    3. Solana (SOL)

    Menyusul ADA, di peringkat 6 market cap terdapat altcoin Solana (SOL) yang juga populer sepanjang tahun 2021. SOL memang telah mengalami kenaikan harga di awal tahun, tetapi di pertengahan tahun harganya signifikan meningkat. Hal ini disebabkan adanya inovasi yang dilakukan para developer SOL, membuat SOL banyak diminati. Pada 6 November 2021, SOL mencetak rekor harga tertingginya sebesar 260.06 USD.

    4. Polkadot (DOT)

    Altcoin yang satu ini cenderung lesu di awal 2021. Namun, kini Polkadot (DOT) berhasil menduduki peringkat 8 di market cap. Salah satu penyebabnya adalah peluncuran parachain pada blockchain Polkadot, yang memungkinkan blockchain untuk meng-handle satu juta transaksi per detik dan menjadi lebih terukur dalam koneksi antar blockchain. DOT meraih all-time high sebesar 55 USD pada 4 November 2021 lalu.

    5. Dogecoin (DOGE)

    Dogecoin (DOGE) juga berhasil menjadi altcoin yang paling populer dan menarik perhatian. Altcoin yang juga dianggap sebagai memecoin ini bertengger di peringkat 9 pada market cap. Puncak popularitas DOGE terjadi pada Mei 2021, dengan mencetak all-time high senilai 0.7376 USD. Hal ini dapat terjadi salah satunya berkat cuitan Elon Musk mengenai koin yang berlogo hewan anjing ini. Meski sempat koreksi, DOGE masih menjadi altcoin pilihan di 2021.

    Baca Juga: Harga Dogecoin Melejit, Elon Musk Pemicu Naiknya Dogecoin?

    Sambil menunggu altcoin season yang diprediksi akan terjadi di akhir tahun 2021, Anda bisa mencoba membeli sederet altcoin terpopuler tersebut di Tokocrypto, lho. Yuk, langsung daftarkan diri dan selesaikan KYC Anda di www.tokocrypto.com sekarang!  Masih bingung dengan investasi/trading kripto? Gabung juga dengan Group Telegram Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Deloitte Integrasi Jaringan Blockchain untuk Kredensial Digital

    Perusahaan akuntan publik, Deloitte telah mengintegrasikan teknologi blockchain untuk memungkinkan pelanggan menyimpan kredensial verifikasi dalam satu wallet digital. Langkah ini dilakukan untuk merampingkan proses verifikasi yang “biasanya tidak efisien.”

    Dalam pernyataan resminya, Deloitte mengumumkan telah mengintegrasikan teknologi KILT Protocol — Polkadot parachain — untuk memungkinkan penerbitan kredensial digital yang dapat digunakan kembali kepada pelanggannya. Integrasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses verifikasi Know Your Customer (KYC) dan Know Your Business (KYB) Deloitte .

    Deloitte mengatakan proses standar dan “biasanya tidak efisien,” termasuk sertifikat KYC dan KYB yang diterbitkan di atas kertas, dan permintaan verifikasi identitas yang memerlukan banyak poin data ketika hanya satu yang diperlukan, seringkali menciptakan “pekerjaan ekstra dalam proses.”

    Transformasi

    Deloitte mengumumkan telah mengintegrasikan teknologi KILT Protocol untuk memungkinkan penerbitan kredensial digital. Sumber: Polkadot.
    Deloitte mengumumkan telah mengintegrasikan teknologi KILT Protocol untuk memungkinkan penerbitan kredensial digital. Sumber: Polkadot.

    Baca juga: 5 Aset Kripto dengan Potensi Kenaikan Terbaik di Minggu Ini

    Selain itu, prosedur verifikasi tradisional dapat menyimpan data dan informasi pribadi di berbagai platform dan basis data, menempatkan privasi data konsumen dalam risiko.

    Kredensial akan melayani berbagai kasus penggunaan, termasuk kepatuhan terhadap peraturan untuk perbankan dan keuangan terdesentralisasi (DeFi), verifikasi usia untuk e-commerce, login pribadi, dan penggalangan dana.

    Meskipun dompet akan disimpan di perangkat pelanggan dan tetap berada di bawah kendali mereka setiap saat, Deloitte tetap memiliki kemampuan untuk memodifikasi jika keadaan berubah, sebagaimana tercantum dalam pernyataan:

    “Kredensial ditandatangani secara digital oleh Deloitte. Deloitte dapat mencabut kredensial menggunakan teknologi blockchain jika kondisi pelanggan telah berubah setelah kredensial dikeluarkan.”

    Dukung Pengembangan Blockchain

    Ilustrasi blockchain.
    Ilustrasi blockchain.

    Baca juga: Daftar Pemegang Aset Kripto Bitcoin Paling Banyak di Dunia

    Perusahaan menambahkan bahwa tidak diperlukan pengetahuan sebelumnya tentang blockchain dari pelanggan untuk menyiapkan dompet kredensial.

    Pendiri KILT Protokol, Ingo Rübe mengatakan bahwa solusi identitas yang disederhanakan yang dibangun di atas KILT memungkinkan pelanggan untuk menggunakan kredensial digital yang dapat diverifikasi di berbagai layanan sambil mempertahankan kontrol “atas kapan dan di mana berbagi informasi pribadi.”

    Sebagai parachain Polkadot, ia juga menyediakan “skala dan keamanan yang dibutuhkan oleh mitra perusahaan,” jelas Rübe dikutip cointelegraph.

    Polkadot tweet tak lama setelah pengumuman pada 4 Mei, mengatakan bahwa Deloitte memanfaatkan solusi KILT untuk mendukung proses KYC dan KYB sangat penting untuk melindungi dirinya dari aktivitas ilegal. Ini muncul setelah laporan pada 26 April bahwa ada lebih dari 300 peluang kerja terkait crypto tersedia di Deloitte, dengan hampir semuanya diposting di minggu yang sama.

    Sementara itu, mencari lowongan pekerjaan terkait kripto di firma akuntansi Empat Besar lainnya, Ernst & Young, KPMG dan PricewaterhouseCoopers, tidak menunjukkan hasil.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 6 Altcoin Potensial yang Berpotensi Melampaui Bitcoin

    Pasar kripto terus bergolak, dan sementara Bitcoin tetap menjadi raja, mata uang digital alternatif (altcoin) mencuri perhatian dengan potensi keuntungan eksplosif.

    Berikut pandangan mendalam tentang beberapa altcoin yang patut diawasi, berdasarkan analisis tren terkini dan fundamental proyek:

    1. Ethereum (ETH)

    Ethereum bukan sekadar pesaing Bitcoin – ia adalah tulang punggung DeFi (Keuangan Terdesentralisasi) dan NFT.

    • Pemicu Potensial: Upgrade “Dencun” yang sukses pada Maret 2024 secara signifikan menurunkan biaya transaksi di Layer-2, seperti Arbitrum dan Polygon.
    • Katalis Baru: ETF Ethereum yang sedang menunggu persetujuan SEC bisa memicu aliran dana institusional besar-besaran, mirip dengan ETF Bitcoin.
    • Statistik: Memimpin dengan TVL (Total Value Locked) $53 miliar di DeFi – hampir 60% dari total pasar.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Altcoin Menguat: OKB, Sei, BCH Pimpin Reli Kripto

    2. Solana (SOL)

    Solana mengguncang pasar dengan kecepatan transaksi ultra-cepat dan biaya mikro.

    • Pemulihan Ajaib: Bangkit dari kejatuhan FTX (SOL sempat anjlok ke $8) ke level $150+ pada 2024.
    • Ekosistem Berkembang: Ledakan meme coin (seperti WIF, BONK) dan proyek DeFi inovatif (contoh: Jito, Kamino) menarik pengguna baru.
    • Keunggulan: Kapasitas 65.000 TPS (transactions per second) vs. Ethereum 15-30 TPS (sebelum Layer-2).
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    3. Cardano (ADA)

    Dikenal dengan riset akademis ketat dan fokus pada keberlanjutan.

    • Kemajuan Teknis: Peningkatan “Chang” yang akan datang menuju era tata kelola komunitas penuh (Voltaire).
    • Adopsi Nyata: Kemitraan dengan pemerintah Ethiopia (pendidikan) dan sejumlah proyek DeFi/ NFT yang matang (SundaeSwap, JPG Store).
    • Fakta: 90% suplai ADA sudah di-stake – indikator kepercayaan komunitas yang kuat.
    Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    4. Polkadot (DOT)

    Polkadot menjembatani komunikasi antar blockchain berbeda melalui Parachains.

    • Keunikan: Memungkinkan proyek seperti Moonbeam (kompatibel EVM) dan Acala (DeFi) beroperasi secara interoperable.
    • Tren Positif: Aktivitas pengembangan (Dev. Activity) konsisten tinggi – sering menyalip Ethereum.
    • Potensi: Jadi tulang punggung Web3 saat kebutuhan skalabilitas dan konektivitas antar-chain meledak.
    Pergerakan harga Polkadot (DOT/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Polkadot (DOT/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    5. Ripple (XRP)

    XRP meroket 80%+ setelah kemenangan parsial melawan SEC.

    • Dampak Hukum: Kepastian regulasi menarik kembali bursa besar seperti Coinbase, Kraken dan mitra institusi untuk melisting XRP.
    • Use-Case Kuat: Solusi pembayaran lintas batas bank sentral lebih dari 70 negara mitra via RippleNet.
    • Catalyst: Penyelesaian penuh gugatan SEC bisa jadi katalis utama.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    6. Dark Horse

    • Sei (SEI): Fokus pada perdagangan aset digital, kecepatan tinggi (20.000 TPS), dukungan EVM + Solana VM.
    • Sui (SUI): Teknologi Move language (ex-Facebook Libra), pertumbuhan TVL signifikan ($700 juta+).
    • Avalanche (AVAX): Subnet khusus (contoh: gaming chain) dan kolaborasi besar (contoh: J.P. Morgan).

    Baca Juga: Tiga Altcoin yang Bakal Jadi Sasaran Whale

    Faktor Pendongkrak Altcoin Season

    • Siklus Halving Bitcoin: Secara historis, pasca-halving diikuti “altseason” saat modal mengalir dari BTC ke altcoin.
    • Kebijakan Moneter AS: Potensi pemotongan suku bunga Fed bisa memicu aliran modal ke aset berisiko tinggi seperti kripto.
    • Inovasi Teknis: Upgrade besar (seperti Ethereum’s “Pectra”) atau terobosan aplikasi (DeFi, RWA, AI on-chain) bisa jadi katalis.

    Peringatan Penting untuk Investor

    Sementara Bitcoin membuka jalan, altcoin menawarkan peluang unik bagi investor yang memahami risikonya.

    Ethereum, Solana, Cardano, Polkadot, dan XRP menonjol dengan fundamental kuat dan katalis spesifik.

    Pantau upgrade teknologi, perkembangan regulasi, dan sentimen pasar. Di dunia kripto yang dinamis, informasi dan kehati-hatian adalah senjata terbaik bagi para investor.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com