Tag: polusi udara

  • 12 Cara Meningkatkan Kualitas Udara di Rumah Biar Selalu Segar


    Jakarta

    Salah satu syarat rumah sehat adalah memiliki udara yang segar dan berkualitas. Beberapa hal yang harus dilakukan adalah membersihkan rumah, menghilangkan sumber polusi, hingga membuat sirkulasi udara yang optimal.

    Jika rumah kamu masih terasa pengap atau terlalu lembab, coba simak artikel ini untuk mengetahui 12 cara meningkatkan kualitas udara di rumah biar selalu segar.

    Cara Membuat Udara Segar di Rumah

    Berikut ini 12 cara meningkatkan kualitas udara di rumah biar selalu segar yang dikutip dari situs Good Housekeeping dan Healthline:


    1. Jangan Merokok di Dalam Ruang

    Salah satu sumber polusi di kebanyakan rumah adalah asap rokok. Selain tidak menyehatkan bagi diri sendiri, merokok juga merugikan orang di sekitarnya. Kalau pun belum bisa berhenti merokok, sebaiknya jangan merokok di dalam rumah.

    2. Buang Asap Kendaraan ke Luar Rumah

    Asap kendaraan juga bisa membuat udara di rumah tercemar. Arahkan knalpot mobil ke luar, sehingga meminimalkan asap masuk ke dalam rumah. Begitu pula sepeda motor, matikan mesin sebelum dimasukkan ke rumah.

    3. Letakkan Tanaman di Dalam Ruangan

    Meletakkan beberapa tanaman di dalam ruangan membantu membersihkan udara agar tetap segar. Namun tidak semua tanaman baik ditanam di dalam rumah.

    Tanaman yang efektif menjaga kebersihan udara dalam ruangan antara lain Dracaena, Spathiphyllum, dan Hedera helix.

    4. Bersihkan AC dan Kipas Angin

    AC dan kipas angin selalu membantu agar udara di rumah selalu sejuk dan segar. Tapi hal ini akan berubah jika AC dan kipas angin tidak dibersihkan. Kotoran memicu pertumbuhan tungau debu, jamur, hingga lumut.

    5. Jauhkan Hewan Peliharaan dari Kamar

    Hewan peliharaan dapat menjadi sumber bakteri dan alergi, bisa dari kotoran, urin, air liur, dan sel kulit mati. Jauhkan hewan peliharaan dari tempat tidur. Selalu bersihkan lantai, seprai, dan perabot secara rutin.

    6. Gunakan Cat Rendah VOC

    Cat tembok melepaskan sejumlah kecil gas selama berbulan-bulan meski sudah kering dan baunya hilang.

    Gas ini disebut VOC, yaitu senyawa organik yang mudah menguap. Beberapa kandungannya bisa beracun jika dihirup berhari-hari.

    7. Perbaiki Kebocoran

    Kebocoran genting bisa menjadi penyebab udara di dalam rumah tercemar. Hujan dan kelembapan udara yang tinggi dapat menimbulkan jamur dan lumut. Maka dari itu, periksa atap, fondasi, dan ruang bawah tanah secara rutin.

    8. Minimalkan Karpet

    Karpet memang membuat ruangan terlihat lebih menarik. Namun karpet bisa menjadi tempat berkumpulnya tungau debu, bahan kimia, bulu hewan peliharaan, kotoran, dan jamur.

    Minimalkan penggunaan karpet dan ganti dengan lantai keras, seperti kayu atau ubin yang mudah dipel. Jika memang perlu karpet, rajin-rajinlah mencucinya.

    9. Jangan Pakai Asbes

    Asbes adalah serat mineral yang masih ditemukan di atap sejumlah rumah. Padahal, partikel asbes yang sangat kecil dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru. Jangan lagi menggunakan asbes, dan gantilah dengan bahan yang lebih aman.

    10. Maksimalkan Ventilasi

    Ventilasi adalah bagian yang wajib ada di rumah. Maksimalkan penggunaan ventilasi agar sirkulasi udara lancar. Sirkulasi udara yang baik berpengaruh menurunkan kelembapan udara.

    11. Hilangkan Alergen Udara

    Alergen juga bisa membuat udara tercemar, bahkan mengganggu saluran pernapasan. Beberapa penyebabnya adalah debu, jamur, bulu hewan peliharaan, dan tungau debu.

    Gejala gangguan pernapasan yang sering dialami adalah hidung meler, mata berair, sakit tenggorokan, bersin-bersin, ruam kulit, dan gatal-gatal.

    12. Gunakan Pembersih Udara

    Terakhir, cara meningkatkan kualitas udara di rumah adalah menggunakan pembersih udara yang efektif.

    Pembersih udara ini memiliki saringan yang dapat mengurangi, bahkan menghilangkan partikel berbahaya dari udara.

    Itulah tadi 12 cara meningkatkan kualitas udara di rumah, agar rumah selalu segar dan menyehatkan. Semoga bermanfaat.

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jakarta Polusi, Ini 3 Tips Jaga Kualitas Udara di Rumah Tanpa Air Purifier


    Jakarta

    Polusi udara di tengah kota memang semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, udara yang terkontaminasi unsur dan benda tak kasat mata yang beracun bisa mengganggu pernapasan kita.

    Air purifier tentu menjadi andalan untuk membersihkan udara di rumah. Namun, bagaimana kalau nggak punya air purifier?

    Tenang saja, ada beberapa langkah alternatif yang bisa kamu lakukan untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah dari polusi perkotaan. Yuk, simak penjelasan menurut ahli HVAC (heating, ventilation, and air conditioning) berikut ini, dikutip dari Homes & Gardens, Senin (24/6/2024).


    Cara Cegah Kontaminasi Polusi Udara di Rumah

    1. Tutup Semua Pintu dan Jendela

    Baik menggunakan air purifier atau tidak, sebaiknya membiasakan agar pintu dan jendela selalu tertutup untuk mencegah kontaminasi udara luar. Apalagi dalam kasus polusi udara luar ruangan yang ekstrim, sebaiknya tutup juga pintu dan jendela menggunakan strip penyegel, supaya udara di dalam rumah semurni mungkin.

    2. Daur Ulang Udara Pakai AC

    Kamu bisa menyalakan AC dan mengaturnya agar mendaur ulang udara di dalam ruangan. Cara ini bagus untuk sedikit meningkatkan kualitas udara di rumah kalau tidak punya air purifier.

    Namun, kamu perlu memastikan filter AC benar-benar bersih dan diganti secara berkala. Langkah tersebut membantu mencegah alergen, debu, dan partikel lainnya tidak bertebaran di sekitar rumah Anda

    3. Gunakan Tanaman Pembersih Udara

    Jika kualitas udara tempat kamu tinggal tidak terlalu buruk, kamu bisa mengandalkan tanaman indoor yang bisa membersihkan udara. Beberapa tanaman hias mampu mengatasi polusi minor.

    Adapun beberapa tanaman yang bisa membersihkan membersihkan udara dan menyerap racun, di antaranya tanaman laba-laba, English Ivy, lidah mertua, dan lili perdamaian.

    Itulah beberapa cara alternatif untuk mencegah kontaminasi udara dari polusi kota. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan Alami untuk Bersihkan Polusi di Rumah


    Jakarta

    Meski tak kasat mata, kualitas udara di dalam rumah perlu menjadi perhatian penghuni rumah. Apalagi dengan polusi udara yang semakin buruk memasuki rumah.

    Jika dibiarkan, udara kotor yang kita hirup setiap hari bisa menimbulkan penyakit, alergi, asthma, dan gangguan kesehatan lainnya. Air purifier menjadi solusi andalan untuk membersihkan udara di rumah.

    Namun, kalau kamu yang nggak punya air purifier, masih ada benda-benda terjangkau lainnya yang bisa membantu membersihkan udara di rumah. Yuk, cek benda apa saja yang bisa membersihkan polusi udara, dilansir dari Apartment Therapy, Senin (24/6/2024).


    4 Benda yang Bisa Bersihkan Polusi Udara di Rumah

    1. Lampu Garam Himalaya

    Siapa sangka, sebuah lampu berupa batu bisa membersihkan udara? Ya, lampu garam Himalaya dapat kamu gunakan sebagai alternatif air purifier.

    Saat garam kristal ini dipanaskan dengan bohlam kecil di dalamnya, maka akan melepaskan ion negatif yang diketahui dapat menetralkan polutan udara.

    Lampu ini dijual dalam berbagai ukuran dan bentuk, sehingga kamu bisa memilih berat dan ukuran yang sesuai dengan ukuran ruangan.

    2. Arang Bambu

    Arang sudah lama digunakan sebagai filter untuk memurnikan air serta menjadi bahan produk kecantikan. Ternyata, bahan ini juga bisa menghilangkan racun di udara.

    Struktur arang yang berpori membantu menghilangkan bakteri, polutan berbahaya, dan alergen dari udara. Selain itu, arang dapat menyerap kelembapan, mencegah jamur dan lumut dengan menjebak kotoran di dalam setiap pori-pori.

    Kamu bisa menyimpan arang bambu dalam sebuah kantong atau wadah, lalu memajangnya di suatu ruangan.

    3. Lilin Beeswax

    Berbeda dengan lilin parafin biasa, menyalakan lilin beeswax murni hampir tidak menghasilkan asap atau aroma. Lilin ini mampu melepaskan ion negatif ke udara dan menghilangkan alergen seperti debu dan bulu.

    Meskipun harganya lebih mahal dibandingkan lilin tradisional, lilin beeswax terbakar jauh lebih lambat, sehingga tahan lebih lama.

    4. Tanaman Hias

    Seperti yang sudah kita ketahui, tanaman menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Tak hanya itu, beberapa tanaman bisa jadi alternatif air purifier yang membantu membersihkan udara, seperti lili perdamaian, English ivy, tanaman laba-laba, atau lidah mertua.

    Menurut penelitian NASA, tanaman tertentu lebih baik dalam menghilangkan sejumlah besar benzena, formaldehida, dan trikloroetilen dibandingkan tanaman lainnya. Penelitian itu juga menyarankan mempunyai satu tanaman di setiap 100 kaki persegi atau 9 meter persegi di dalam rumah untuk pembersihan udara yang efisien.

    Itulah beberapa benda yang bisa membantu membersihkan udara dari polusi di dalam rumah tanpa air purifier. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zul)



    Sumber : www.detik.com

  • Pentingnya Udara Segar di Rumah, Alat yang Tepat Jadi Kuncinya



    Jakarta

    Polusi udara bukan hanya terjadi di luar ruang (outdoor) tapi juga di dalam ruang (indoor). Bahkan, polusi yang terjadi di luar ruang memiliki penangkal ataupun filter alami berupa angin, hujan, vegetasi, dan lainnya sementara di dalam ruangan kerap dianggap selalu bersih padahal tidak memiliki filter.

    Polusi udara khususnya di dalam ruangan bisa mengancam kesehatan secara serius. Data United States Environmental Protection Agency (EPA), jika kadar polutan di dalam ruangan memiliki tingkat 2-5 bahkan 100 kali lebih tinggi dibandingkan kadar polutan di luar ruangan.

    Ada banyak penyebab yang menjadikan sebuah ruangan tinggi polutan, salah satunya ventilasi udara buruk yang menyebabkan debu, proses pembakaran dalam rumah seperti rokok, memasak, bahan kimia pembersih, bulu Binatang, tungau, jamur, hingga serbuk terjebak dalam ruangan.


    Berbagai polutan ini bisa menjadi pemicu hingga menyebabkan gangguan kesehatan serius pneumonia, sakit kepala, sakit tenggorikan, sesak napas, bersin, iritasi pada mata, jantung, hingga stroke. Pneumonia misalnya, merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang menyerang organ paru-paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur yang ada di udara dan selama beberapa dekade telah menjadi penyebab utama kematian pada bayi dan balita.

    Karena itu produsen perangkat elektronik rumah tangga (home appliances) Sharp bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mensosialisasikan pentingnya menciptakan udara sehat di dalam ruangan.

    “Sudah lebih dari 20 tahun Sharp mengembangkan teknologi Plasmacluster dan terus melakukan penelitian untuk meningkatkan fungsi dari produk penjernih udara (air purifier) yang dapat memberikan perlindungan ekstra di dalam ruangan. Kerja sama dengan IDI merupakan kontribusi lebih kami untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menciptakan udara yang sehat di rumah,” ujar Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia.

    Kampanye “Ciptakan Udara Sehat Untuk Indonesia” terus didorong akan pentingnya kualitas udara yang bersih, sehat, dan segar di dalam rumah. Dengan produk air purifier berteknologi Plasmacluster, dibenamkan ion generator untuk menghasilkan Ion Plasmacluster bermuatan positif (H+(H2O)m) dan ion bermuatan negatif (O2-(H2O)n) yang dilepaskan ke udara secara bersamaan.

    Ion positif dan negatif ini secara instan mengikat pada permukaan bakteri di udara, jamur, virus, alergen, dan sejenisnya kemudian mengubahnya menjadi radikal OH (hidroksil) yang memiliki daya oksidasi sangat tinggi. TeknoIogi Plasmacluster menjadi teknologi pemurnian udara unik yang bekerja untuk menekan aktivitas bakteri dan lainnya dengan memecah protein di permukaan tubuh mereka melalui reaksi kimia. Teknologi Plasmacluster juga mampu menghilangkan bau, melumpuhkan virus, bakteri dan kuman serta mengurangi pertumbuhan jamur dan listrik statis.

    Menurut dr. Ulul Albab, Sp. OG, Sekretaris Jenderal IDI, pihaknya mengapresiasi komitmen Sharp untuk meningkatkan kesadara masyarakat akan pentingnya menjaga kualitas udara di dalam ruangan karena dampak polusi di ruangan telah menjadi salah satu penyebab masalah kesehatan utama di Indonesiia.

    “Kami berharap melalui kampanye ini bisa terus meningkatkan kesadara masyarakat hingga menyukseskan program pemerintah dalam mengurangi kasus angka kematian akibat pneumonia yang terjadi di Indonesia. Bersama Sharp, kami juga telah melakukan penelitian dengan lembaga survei medis, farmasi, dan Monthly Index of Medical Specialities (MIMS) dan produk air purifier bisa meningkatkan kualitas udara dalam ruangan,” jelasnya.

    Sharp juga merilis produk air purifier terbaru yaitu Sharp Purefit mini-series untuk melengkapi line-up sebelumnya, lebih lengkapnya bisa dilihat di id.sharp. PSG Manager for AC dan Air Purifier Sharp Indonesia Yudha Eka Putra mengatakan, produk ini didesain untuk coverage area mencapai 84 m2 yang cocok digunakan untuk kamar anak maupun ruangan yang kecil.

    “Produk ini hadir dalam tiga tipe untuk menyesuaikan kebutuhan ruang-ruang kompak di rumah. Dibenamkan beragam fitur yang canggih untuk meningkatkan kualitas udara lebih sehat dan segar di ruangan dengan harga mulai Rp2 jutaan. Kami juga memberikan kemudahan dengan cashback sebesar Rp200 ribu bahkan untuk anggota IDI dan keluarganya ada cashback mencapai Rp900 ribu,” pungkasnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Alasan Sebaiknya Tidak Menjemur Baju di Depan Rumah


    Jakarta

    Banyak orang yang memilih untuk menjemur pakaian di luar ruangan, dibandingkan menggunakan mesin cuci yang bisa mengeringkan pakaian. Beberapa di antaranya menjemur pakaian di depan rumah.

    Namun, cara ini sebenarnya memiliki beberapa kekurangan yang bisa dipertimbangkan. Apa saja alasan sebaiknya tidak menjemur pakaian di depan rumah?

    4 Alasan Sebaiknya Tidak Menjemur Baju di Depan Rumah

    Beberapa alasan sebaiknya tidak menjemur baju di depan rumah. Mengutip laman The Spruce, berikut penjelasannya.


    1. Rentan Terkena Polusi dan Bau Tak Sedap

    Saat dijemur depan rumah, pakaian bisa menyerap bau dari polusi kendaraan yang lewat. Sama halnya jika rumah berdekatan dengan peternakan hewan atau pabrik. Aroma khas dari kedua tempat tersebut bisa menempel di pakaian yang bersih.

    2. Adanya Serangga dan Hewan Lainnya

    Menjemur baju di depan rumah juga memungkinkan dihinggapi serangga hingga kotoran hewan seperti burung yang sulit dihilangkan. Jika hal ini terjadi, kamu perlu mencuci ulang baju yang sudah kering.

    Jadi, penting untuk berhati-hati saat menggantungkan pakaian di luar ruangan.
    Pakaian dengan benang yang menggantung seperti sweater rajut juga bisa menarik perhatian burung yang melihatnya.

    3. Kondisi Cuaca Buruk

    Pakaian akan mengandalkan cuaca yang cerah agar bisa kering secara efektif. Angin yang kencang juga bisa menerbangkan kotoran dan debu yang menempel di pakaian.

    Sementara, jika ada hujan deras, pakaian tidak akan kering. Apalagi jika hal tersebut terjadi saat tidak ada orang di rumah. Pakaian bisa benar-benar basah karena tak sempat diangkat.

    4. Merusak Estetika

    Tali jemuran bisa dianggap menurunkan nilai estetika rumah. Bahkan, di luar negeri beberapa asosiasi pemilik rumah melarang menjemur pakaian di depan rumah. Sebab, adanya jemuran tersebut dianggap menurunkan nilai properti.

    Meski demikian, dibandingkan dengan hanya mengandalkan pengering mesin cuci, menjemur pakaian di bawah sinar matahari, seperti di depan rumah memiliki beberapa kelebihan. Mulai dari mencerahkan pakaian putih, menjaga ukuran pakaian tanpa membuatnya menyusut, hingga menghemat listrik.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Konsumsi 5 Minuman Ini agar Paru-paru Tetap Sehat Saat Polusi Udara


    Jakarta

    Polusi udara dapat merusak fungsi paru-paru akibat radikal bebas. Untuk meningkatkan fungsi paru-paru tersebut rutinlah mengonsumsi minuman kaya antioksidan.

    Polusi udara menjadi tantangan berat untuk kesehatan paru-paru. Sayangnya, kondisi tersebut tidak bisa dihindari, khususnya di Jakarta yang menjadi kota metropolitan.

    Asap dari kendaraan, industri, hingga asap rokok menurunkan kualitas udara. Hal ini bisa membahayakan mengingat udara adalah zat penting yang dibutuhkan untuk makhluk hidup bernapas.


    Untuk mengatasi masalah ini, disarankan rutin mengonsumsi minuman yang tinggi akan antioksidan ini. Senyawa penting tersebut akan berperan menghalau radikal bebas di paru-paru.

    Dikutip dari Financial Express (30/10/24) berikut 5 minuman untuk meningkatkan kesehatan paru-paru:

    1. Susu kunyit

    Ilustrasi susu kunyitSusu kunyit mengandung kurkumin dan memiliki sifat anti-inflamasi. Foto: Getty Images/tenkende

    Susu kunyit atau dikenal juga sebagai susu emas dapat membantu kesehatan paru-paru karena sifat anti-inflamasi dan antimikroba. Kunyit mengandung senyawa penting yang disebut kurkumin.

    Kurkumin itulah yang berperan membantu mengurangi peradangan dalam saluran pernapasan, sehingga mampu meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan infeksi yang disebabkan polusi.

    Dilansir dari Boldsky, kurkumin pada kunyit juga dapat menghilangkan zat penyebab kanker paru-paru. Selain itu, kunyit dapat meningkatkan sirkulasi darah dan merangsang sistem limfatik serta membantu hati untuk mendetoksifikasi tubuh.

    2. Jus jeruk

    Buah jeruk mengandung vitamin C dalam jumlah yang tinggi. Dalam 100 gram jeruk terdapat 53 mg vitamin C. Dan vitamin tersebut penting untuk kesehatan paru-paru.

    Vitamin C pada buah jeruk memiliki sifat antioksidan dan efek anti-inflamasi. Hal itu dapat membantu memproduksi kolagen. Selain itu, vitamin C dapat melindungi paru-paru dari stres oksidatif.

    Dikutip dari CNN, vitamin C yang terkandung pada buah jeruk juga dapat melindungi paru-paru dari asma, khususnya bagi orang dewasa akibat radikal bebas yang terkait merokok dan polusi udara.

    Minuman untuk meningkatkan paru-paru dari polusi udara ada di halaman selanjutnya.

    3. Minuman elektrolit

    Minuman elektrolit adalah minuman yang mengandung elektrolit, seperti magnesium, kalium, dan natrium, adalah garam. Minuman ini ternyata dapat membantu menyehatkan paru-paru dari polusi udara.

    Sebuah studi menemukan bahwa asupan magnesium yang renda dikaitkan dengan fungsi paru-paru yang lebih rendah, termasuk laju aliran saluran napas dan peningkatan risiko mengi atau suara napas berbunyi siulan.

    Sementara itu, kandungan kalium berperan membantu otot berkontraksi, termasuk otot pada sistem pernapasan. Menurut studi, asupan kalium yang rendah dikaitkan dengan volume dan aliran paru yang lebih rendah,

    4. Smoothie blueberry

    Blueberry smoothies juice beverage healthy the taste yummy In glass drink episode morning on wooden background.Blueberry yang dikemas dengan antioksidan dalam jumlah yang tinggi. Foto: iStock

    Smoothie blueberry bisa menjadi pilihan tepat untuk kesehatan paru-paru. Itu karena buah blueberry yang dikemas dengan antioksidan dalam jumlah yang tinggi.

    Antioksidan tersebut akan membantu mengurangi peradangan dan lendir pada paru-paru akibat polusi udara. Selain itu, blueberry juga mengandung antosianin.

    Antosianin adalah antioksidan yang dapat melindungi jaringan paru-paru dari kerusakan oksidatif. Rutin mengonsumsi blueberry dikaitkan penurunan risiko penyakit mematikan, termasuk penurunan fungsi paru-paru.

    5. Teh hijau

    teh hijauteh hijau tinggi akan antioksidan yang bagus untuk kesehatan paru-paru. Foto: Getty Images/kuppa_rock

    Tinggi akan antioksidan, teh hijau mampu membersihkan paru-paru dari segala radikal bebas akibat polusi udara. Antioksidan pada teh hijau dikenal dengan sebutan katekin dan polifenol.

    Senyawa penting tersebut mampu melindungi jaringan paru dan efek bahaya dari paparan asap rokok dan polusi udara, seperti yang dikutip dari Medical News Today.

    Hal tersebut pun sudah dibuktikan lewat sebuah penelitian pada 2018 di Korea. Para peneliti melaporkan bahwa orang yang minum 2 cangkir teh hijau setiap hari, punya fungsi paru-paru yang lebih baik.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 10 Kota Terpanas di Dunia Versi Realtime AQI, Nomor Satu dari Indonesia


    Jakarta

    Berbagai wilayah di Indonesia tengah menghadapi cuaca yang panas menyengat belakangan ini. Namun, kota mana yang termasuk paling panas cuacanya?

    Deputi Bidang Meteorologi di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto menyampaikan cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia diakibatkan oleh pergeseran Matahari. Ia mengatakan saat ini Matahari sudah bergeser ke selatan wilayah Indonesia.

    Pergeseran ke selatan ini menyebabkan pertumbuhan awan hujan menjadi jarang. Karena tidak ada awan penutup dan hujan, maka cuaca menjadi panas menyengat.


    “Dan ini juga menyebabkan pertumbuhan awan hujan itu juga sudah jarang di wilayah selatan. Sehingga inilah yang terasa panas, tidak ada awan yang menutup sinar matahari langsung,” ucap Guswanto, dikutip dari detikNews.

    Cuaca yang panas di Indonesia ini, ternyata tercatat oleh laporan waktu nyata atau realtime AQI, platform yang memantau cuaca dan polusi udara di kota seluruh dunia.

    Menurut laporan AQI per Rabu, 15 Oktober 2025 pukul 01:03 siang, ada dua kota di Indonesia yang tercatat memiliki top 15 cuaca terpanas di dunia. Untuk mengetahuinya, simak penjelasan di bawah ini.

    Kota Terpanas di Dunia

    Berdasarkan laporan realtime AQI, Rabu (15/10/2025) siang, Mojokerto di Indonesia menjadi kota terpanas di dunia. Suhu udaranya mencapai 37 derajat Celsius.

    Kota terpanas selanjutnya ada Katherine dan Mount Isa di Australia, dengan suhu yang sama 36 derajat Celsius. Menyusul kota Bade di Taiwan dengan suhu 36 derajat Celsius.

    Peringkat empat sampai sepuluh, mayoritas diisi oleh kota-kota asal Taiwan dengan suhu 36 derajat Celsius. Kecuali nomor 10, ada satu lagi kota asal Indonesia yaitu Martapura.

    Untuk mengetahui daftar lengkapnya, berikut kota-kota terpanas di dunia menurut laporan AQI pada 15 Oktober 2025 per pukul 01:03 siang (berdasarkan suhu tertinggi antara pukul 12.00-14.00 di masing-masing kota).

    Daftar 10 Kota Terpanas di Dunia pada 15 Oktober 2025 Versi AQI

    1. Mojokerto, Indonesia

    Suhu tertinggi: 37 °C

    Status: Hot (panas)

    2. Katherine, Australia

    Suhu tertinggi: 36 °C

    Status: Hot (panas)

    3. Mount Isa, Australia

    Suhu tertinggi: 36 °C

    Status: Hot (panas)

    4. Bade, Taiwan

    Suhu tertinggi: 36 °C

    Status: Hot (panas)

    5. Zhongli, Taiwan

    Suhu tertinggi: 36 °C

    Status: Hot (panas)

    6. Taoyuan District, Taiwan

    Suhu tertinggi: 36 °C

    Status: Hot (panas)

    7. Pingzhen, Taiwan

    Suhu tertinggi: 36 °C

    Status: Hot (panas)

    8. Yangmei, Taiwan

    Suhu tertinggi: 36 °C

    Status: Hot (panas)

    9. Hsinchu, Taiwan

    Suhu tertinggi: 36 °C

    Status: Hot (panas)

    10. Martapura, Indonesia

    Suhu tertinggi: 35 °C

    Status: Hot (panas)

    (faz/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Paru-paru Bengek Dihajar Polusi? 5 Posisi Seks Ini Dijamin Irit Napas


    Jakarta

    Gangguan pernapasan bisa menjadi hambatan ketika melakukan aktivitas seks yang umumnya menguras banyak energi. Banyaknya gerakan fisik bisa memicu gangguan pernapasan pada orang-orang yang mengidapnya.

    Namun, ternyata ada sejumlah posisi seks yang bisa membantu kondisi-kondisi seperti ini. Berikut adalah 5 posisi seks yang ideal untuk yang khawatir akan gangguan pernapasan, dikutip dari Insider.

    1. Berbaring ke samping

    Menurut Rachel Needle, seorang psikolog dan Co-director dari Modern Sex Theraphy Institutes, melakukan seks dalam posisi berbaring ke arah samping merupakan salah satu cara meringankan aktivitas fisik kala bercinta. Posisi ini sangat cocok untuk pasutri yang memiliki kekhawatiran terhadap gangguan pernapasan.


    2. Cowgirl/boy

    Cowgirl atau cowboy adalah posisi yang cukup populer dan menjadi opsi yang sesuai untuk pasutri yang memiliki gangguan pernapasan. Posisi ini mendorong terjadinya pernapasan yang dalam yang dibutuhkan orang-orang dengan gangguan pernapasan.

    “Cowgirl atau cowboy bisa bekerja dengan baik bila salah satu pasangan yang berada di bawah memiliki isu pernapasan dan tidak ingin mengeluarkan terlalu banyak energi,” jelas Needle.

    3. Spooning

    Posisi spooning bisa menjadi opsi lain yang cocok untuk pasutri yang tidak ingin mengeluarkan terlalu banyak energi atau takut kehabisan napas saat bercinta. Posisi ini tidak membutuhkan banyak gerakan besar sehingga tidak menguras banyak energi.

    NEXT: Doggy style

    4. Standing doggy

    Standing doggy adalah posisi yang mirip dengan posisi klasik doggy. Namun, posisi yang dilakukan dengan berdiri ini mungkin lebih cocok untuk pasutri yang memiliki permasalahan pernapasan.

    Posisi ini menyediakan banyak ruang untuk bernapas dan tidak mengharuskan pasutri untuk banyak melakukan pergerakan.

    5. Seks tanpa penetrasi

    Nyatanya, aktivitas seks tidak hanya bisa dilakukan dengan penetrasi. Seks juga bisa dilakukan tanpa penetrasi, seperti fingering atau dengan sentuhan-sentuhan yang bisa merangsang.

    Tentu, seks tanpa penetrasi akan bisa menyimpan lebih banyak energi, tanpa mengurangi kepuasan yang didapatkan.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy