Tag: pornografi

  • 8 Cara Mendownload Video dari Facebook dan Tips Aman dari Malware

    Jakarta

    Ada banyak cara mendownload video dari Facebook dengan mudah. Kamu bisa menggunakan aneka situs maupun aplikasi smartphone untuk menyimpan video dan dapat membagikannya kepada teman.

    Dalam artikel ini akan kita ulas 8 cara mendownload video dari Facebook pakai situs website maupun aplikasi. Tapi ingat, detikers harus waspada dengan bahaya malware yang mungkin menyerang perangkat kamu.

    Penting Diketahui Sebelum Mengakses Situs dan Aplikasi

    Sebelum menggunakan situs dan aplikasi di bawah ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:


    • Selalu berhati-hati ketika mengklik sesuatu di dalam situs dan aplikasi untuk menghindari malware yang bisa merusak sistem komputer maupun smartphone.
    • Terkadang situs tersebut akan secara otomatis membawa kamu ke situs lainnya. Segera tutup laman itu dan kembali ke situs utamanya.
    • Selalu mengecek hak cipta video yang akan didownload jika ingin membagikan ulang video itu. Hal ini dilakukan agar tidak melanggar aturan hak cipta, terlebih jika tujuan kamu untuk kepentingan komersial.
    • Pastikan video tidak mengandung unsur pelanggaran, seperti pornografi, kekerasan, dan sebagainya, karena bisa dipidana.

    Cara Mendownload Video dari Facebook

    Berikut ini 8 cara mendownload video dari Facebook menggunakan situs online maupun lewat aplikasi:

    1. Situs SaveFrom

    Yang pertama, detikers bisa menggunakan situs online SaveFrom yang dapat mendownload berbagai video dan musik secara cepat dan mudah, termasuk video yang berasal dari Facebook.

    Caranya mudah, cukup copy link video yang ingin diunduh. Buka situs SaveFrom dari browser seperti Chrome, Mozilla, Safari, dan sebagainya di HP maupun laptop. Kemudian paste link video yang akan didownload. Pilih opsi ‘Download’.

    2. Situs FBDown

    Situs lain yang bisa kamu coba adalah FBDown yang juga bisa digunakan untuk mendownload video dari Facebook. Langkah-langkahnya tak jauh berbeda dengan cara pertama tadi.

    Langkah pertama buka aplikasi Facebook dan cari video yang akan didownload. Copy link video tersebut. Buka situs FBDown lewat browser HP atau laptop, lalu paste link pada kolom yang tersedia. Klik ‘Download’ dan pilih kualitas video yang diinginkan. Kemudian, klik ‘Download’.

    3. Situs DreDown

    Alternatif lain untuk mendownload video dari Facebook adalah menggunakan situs DreDown. Cara mendownload video dari Facebook pakai situs ini juga mudah.

    Setelah menemukan video yang diinginkan, detikers langsung copy link video tersebut. Buka situs DreDown dan paste link video tersebut. Pilih kualitas video yang diinginkan, tunggu sampai video selesai didownload.

    4. Situs DownloadVideosFrom

    Situs DownloadVideosFrom bisa menjadi pilihan untuk mendownload video Facebook. Situs ini juga bisa digunakan untuk mengunduh MP3 dengan kualitas baik.

    Caranya sama, yakni dengan menyalin link video Facebook yang diinginkan. Lalu buka situs tersebut dan tempelkan link ke kolom yang tersedia, klik ‘Download MP4’.

    5. Situs SnapSave

    SnapSave adalah situs online yang juga bisa digunakan untuk mendownload video dari Facebook, hanya dengan membuka browser. Seperti situs lainnya di atas, detikers tak perlu memasang aplikasi di HP.

    Caranya, copy link video yang akan ingin didownload. Kemudian buka situs SnapSave di browser, lalu paste link. Pilih resolusi video yang diinginkan, lalu klik ‘Download’.

    6. Aplikasi FastVid

    Jika detikers sering mengunduh video dari Facebook atau dari media sosial lain, mungkin bisa dipertimbangkan untuk memasang aplikasi di HP. Salah satu aplikasi yang bisa dicoba adalah FastVid.

    Cara menggunakan aplikasi ini juga mudah. Masuk ke aplikasi FastVid, lalu login menggunakan akun Facebook kamu. Cari video yang ingin didownload, klik ‘Download’, pilih resolusi video yang diinginkan.

    7. Aplikasi Video Downloader for Facebook

    Aplikasi lain yang bisa dipasang di HP kamu adalah Video Downloader for Facebook. Saat masuk ke aplikasi, pilihlah opsi Facebook untuk login ke akun Facebook.

    Selanjutnya, cari video yang akan didownload. Kemudian klik opsi ‘Download’. Video akan tersimpan secara otomatis.

    8. Aplikasi Video Downloader for FB

    Cara mendownload video dari Facebook yang terakhir adalah menggunakan aplikasi Video Downloader for FB. Setelah berhasil mendownload aplikasi, klik browser Facebook untuk mengakses akun. Putar video yang ingin didownload dan klik ‘yes’ untuk mendownload video tersebut.

    Nah, itulah tadi 8 cara mendownload video dari Facebook, baik menggunakan situs online maupun menggunakan aplikasi. Selalu waspada menggunakan situs atau aplikasi tersebut agar terhindar dari malware.


    (bai/row)



    Sumber : inet.detik.com

  • Cara Hilangkan Konten Dewasa di X, Bikin Awkward pas Scrolling di KRL


    Jakarta

    X merupakan salah satu media sosial yang memberi ‘toleransi’ pada konten dewasa. Dalam keterangan di laman Help Center X, disebutkan bahwa ‘Anda boleh membagikan ketelanjangan orang dewasa atau perilaku seksual yang diproduksi dan didistribusikan atas dasar suka sama suka, dengan syarat diberi label yang tepat dan tidak ditampilkan secara mencolok’.

    Tapi tidak semua orang suka melihat konten ketelanjangan di X. Terkadang pun bikin awkward ketika buka X dan disuguhi konten berbau seksual.

    Namun tenang, detikers. Ada cara menghilangkan konten dewasa di akun X milik kamu. Berikut ini beberapa hal yang dapat kamu lakukan.


    1. Atur ‘Tampilkan konten sensitif’

    Kamu dapat memulai langkah pertama membasmi konten dewasa dari timeline dengan menuju pengaturan. Di ‘Settings’, lanjut ke ‘Privacy and safety’, lalu pilih ‘Content you see’. Langkah terakhir, hilangkan centang biru pada bagian ‘Display media that may contain sensitive content’.

    2. Filter topik yang kamu tidak inginkan

    Selain menonaktifkan tampilan konten sensitif, kamu dapat lanjut membisukan kata atau frasa terkait seksualitas dan pornografi.

    Caranya masih di ‘Settings’ > ‘Privacy and safety’ > ‘Muted words’. Di bagian atas, pilih tombol plus (+) dan tulis kata-kata yang tidak ingin kamu tampilkan semisal ‘vcs’, ‘seks’, dan lain sebagainya.

    Durasinya juga bisa ditentukan, selama-lamanya, 24 jam, tujuh hari, atau 30 hari.

    3. Laporkan akun dan blokir

    Kalau mau lebih nyaman lagi, kamu dapat memblokir beberapa akun yang suka berbagi konten pornografi. Bisa langsung blokir dengan membuka profil si pengguna, atau dengan menekan opsi ‘Mute @namapengguna’.

    Paling ekstrem, kamu memungkinkan untuk melaporkan akun yang dianggap meresahkan. Dengan buka profil pengguna, pilih tiga titik, lalu klik ‘Report @namapengguna’. Ada opsi yang bakal muncul mengenai alasan kamu ingin melaporkan akun tersebut misalnya ujaran kebencian, pelecehan, hingga kata-kata berbahaya (glorifikasi kekerasan dan lainnya).

    Nah, jadi itu beberapa cara untuk menghilangkan konten dewasa di Twitter (nama dulu X). Gampang banget, jadi nggak perlu khawatir awkward ketika buka X di tempat umum.

    (ask/ask)



    Sumber : inet.detik.com

  • Boleh atau Tidak? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Di era digital seperti sekarang ini, perkembangan teknologi dan media sosial berlangsung sangat pesat. Aplikasi-aplikasi seperti TikTok hadir sebagai bagian dari transformasi digital yang mengubah cara kita berinteraksi, mengakses informasi, hingga berdakwah.

    Namun, kemajuan ini tak lepas dari tantangan, khususnya dalam aspek moral dan etika penggunaan. Dalam Islam, apakah aplikasi seperti TikTok bisa dihukumi halal atau haram?

    Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr KH Fatihun Nada, dalam kolom “Ulama Menjawab” di MUI Digital memberikan penjelasan mendalam terkait hukum aplikasi TikTok dalam Islam.


    “TikTok adalah sebuah aplikasi media sosial yang memberikan fasilitas bagi penggunanya untuk berinteraksi dalam jejaring internet dengan berbagi dan menerima informasi, konten, dan lain sebagainya melalui video singkat berdurasi antara 3 detik sampai 10 menit. Oleh karena itu, TikTok bisa digunakan untuk tujuan kebaikan dan keburukan,” jelasnya dilansir MUI Digital.

    Pernyataan ini menekankan bahwa hukum suatu aplikasi tidak bersifat mutlak, tidak serta-merta halal atau haram hanya karena eksistensinya. Melainkan, tergantung pada bagaimana aplikasi tersebut digunakan oleh penggunanya.

    Lebih lanjut, Dr. Fatihun menjelaskan, dalam Islam, suatu aplikasi tidak dapat dihukumi secara mutlak sebagai halal atau haram.

    Jika sebuah aplikasi digunakan untuk tujuan baik seperti dakwah, edukasi, atau penyebaran ilmu yang bermanfaat, penggunaannya boleh. Sebaliknya, jika digunakan untuk hal-hal yang dilarang dalam Islam seperti pornografi, fitnah, kebohongan, atau konten merusak moral, penggunaannya menjadi haram.

    Pandangan Ulama Internasional

    Pandangan senada juga dikemukakan oleh Syekh Syauqi ‘Allam, mantan Mufti Agung Darul Ifta’ Mesir. Ia menegaskan para ulama tidak dapat menghukumi sebuah aplikasi media sosial berdasarkan eksistensinya semata, tetapi harus melihat bagaimana aplikasi tersebut dimanfaatkan oleh penggunanya.

    Dalam hal ini, Syekh Syauqi mengutip kaidah fikih yang berbunyi:

    الوَسَائِلُ لَهَا حُكْمُ المَقَاصِدِ

    Artinya: “Perkara-perkara yang menjadi media memiliki hukum sesuai dengan tujuan penggunaannya.”

    Bijak Menggunakan Teknologi

    Berdasarkan penjelasan tersebut, diketahui hukum aplikasi seperti TikTok dalam Islam bersifat kondisional. Jika digunakan untuk kebaikan, hukumnya diperbolehkan. Namun jika cenderung digunakan untuk kerusakan moral, dilarang.

    Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap muslim untuk bijak dalam menggunakan teknologi, termasuk media sosial. Perkembangan teknologi tidak dapat dihindari, tetapi penggunaan yang bertanggung jawab adalah pilihan setiap individu. Jadikan setiap interaksi digital sebagai ladang pahala, bukan sumber dosa.

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Tobat dari Kecanduan Video Porno Menurut Ajaran Islam


    Jakarta

    Islam melarang umatnya menonton film dewasa. Hal ini dikarenakan menonton film dewasa sama seperti melakukan perbuatan yang mendekati zina.

    Allah SWT berfirman dalam surah Al Isra ayat 32,

    وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا ٣٢


    Artinya: “Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk.”

    Ibnu Katsir dalam tafsirnya menafsirkan bahwa surah Al Isra ayat 32 berisi larangan dari Allah SWT kepada hamba-Nya untuk berbuat zina, begitu pula mendekatinya dan melakukan hal-hal yang mendorong pada zina.

    Berdasarkan Tafsir Kementerian Agama RI, perbuatan yang mendekati zina itu bisa berupa menonton film dewasa, membaca konten-konten yang merangsang, dan semacamnya. Menonton film dewasa juga termasuk perbutan zina mata.

    Ibnu Qayyim Al Jauziyah melalui kitab At Taubah wal Inabah terjemahan Abdul Hayyie al Kattani dan Uniqu Attaqi menyematkan hadits terkait zina mata. Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Allah menetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, dia pasti mendapati bagiannya itu. Zina mata adalah memandang. Zina lidah adalah berbicara. Sedang nafsu berharap dan berkeinginan, dan kemaluan membenarkannya atau mendustakannya.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA)

    Turut diterangkan dalam buku Sexuality in Islam susunan Abdel Wahab Bouhdiba, menonton film dewasa dapat menghasilkan ilusi dan halusinasi dalam otak manusia. Hal ini dapat menimbulkan bangkitnya syahwat, yang sama statusnya dengan zina.

    Imam Nawawi lewat Syarah Muslim-nya juga menegaskan terkait hukum haram menonton film dewasa. Beliau berkata,

    “Haram lelaki melihat aurat lelaki lain, perempuan melihat aurat perempuan lain. Ini kesepakatan ulama. Begitu juga, haram lelaki melihat aurat perempuan, dan perempuan melihat aurat laki-laki. Keharamannya secara ijmak. Nabi mengingatkan keharaman lelaki melihat aurat lelaki lain dan lelaki melihat aurat perempuan. Hal itu dari segi keharaman lebih besar. Keharaman ini pada selain suami.”

    Lalu, bagaimana cara bertobat dari kecanduan film dewasa jika sudah terlanjur sering menontonnya?

    Cara Tobat dari Kecanduan Video Porno Menurut Ajaran Islam

    Menyadur dari laman About Islam, Mufti Agungg Oman Syekh Ahmad ibn Hamad Al Khalili menjabarkan terkait cara bertobat dari kecanduan film porno. Berikut bahasannya,

    1. Mengakui Hanya Allah yang Dapat Menolong dari Masalah Ini

    Pertama-tama, muslim harus mengakui bahwa hanya Allah SWT yang dapat menolongnya keluar dari kecanduan film dewasa. Seseorang harus yakin dirinya ingin bertobat dan berhenti menontonnya seraya berharap pertolongan Allah SWT atas tobatnya.

    2. Introspeksi Diri

    Lakukan evaluasi diri dengan jujur dan tulus. Pahami bahwa yang dilakukan adalah salah, penting bagi seseorang yang ingin bertobat untuk mengintrospeksi diri dan mengetahui letak kesalahannya.

    3. Tobat dengan Tulus kepada Allah SWT

    Tobat harus dilakukan dengan tulus semata-mata karena Allah SWT. Tobat juga harus diiringi dengan niat yang kuat dari diri sendiri dan yakin tidak akan mengulanginya.

    4. Memohon kepada Allah SWT agar Dihapuskan Dosa

    Ketika bertobat dari kecanduan film dewasa, hendaknya muslim memohon dengan sungguh-sungguh agar Allah SWT menghapuskan dosa-dosa yang diperbuatnya selama melihat pornografi. Hal ini bisa membantu terulangnya dosa yang dilakukan pada masa lalu.

    5. Perbanyak Doa kepada Allah SWT dan Tingkatkan Ketakwaan

    Langkah lain yang dapat dilakukan muslim untuk bertobat adalah memperbanyak doa kepada Allah SWT. Upayakan kedekatan dengan Sang Khalik dan yakin bahwa Dia selalu ada di mana pun dan kapan pun, sehingga menumbuhkan rasa takut untuk mengulangi dosa karena Allah SWT selalu mengawasi.

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ilmuwan Teliti Efek Pornografi pada Otak Pria, Begini Temuannya


    Jakarta

    Penelitian baru yang diterbitkan dalam Human Brain Mapping menunjukkan bahwa gambar-gambar porno lebih memicu pusat penghargaan di otak dibandingkan prospek mendapatkan uang atau bermain game pada pria dewasa yang sehat.

    Dikutip dari NYPOst, studi ini mengeksplorasi bagaimana otak manusia dikondisikan untuk menerima rangsangan terkait internet, khususnya pornografi, perjudian, dan video game bahkan dalam konteks yang sehat dan non-patologis.

    Eksperimen tersebut melibatkan 31 partisipan pria berusia 19 hingga 38 tahun dengan kondisi sehat. Setiap peserta kemudian diminta untuk memilih rangsangan yang mereka sukai: gambar pornografi, tangkapan layar video game, dan gambar uang sebesar 50 sen. Faktor personalisasi ini memastikan rangsangan benar-benar bermanfaat bagi setiap peserta.


    Penelitian sudut pandang lain menyelidiki bagaimana otak merespons rangsangan netral ketika dikaitkan dengan hasil yang bermanfaat. Untuk melakukan hal ini, setiap gambar yang diberi hadiah juga dipasangkan dengan bentuk geometris di tengah barisan, sedangkan bentuk keempat dipasangkan tanpa hadiah sama sekali.

    Para peneliti mengumpulkan data dari pemindaian MRI, tes konduktivitas kulit – yang mengukur gairah fisiologis – dan penilaian subjektif dari peserta.

    Dalam semua uji coba, bentuk geometris yang terkait dengan salah satu dari tiga gambar yang bermanfaat dinilai lebih menyenangkan dan menggairahkan dibandingkan bentuk yang tidak bermanfaat, dengan gambar pornografi muncul di urutan teratas. Khususnya, bentuk-bentuk yang terkait dengan pornografi ini mendorong jalur pemrosesan hadiah di otak lebih cepat daripada bermain game dan uang.

    Temuan ini menunjukkan bahwa pornografi – dan, mungkin lebih jauh lagi, seks – terasa lebih bermanfaat dibandingkan game atau uang, dan dengan demikian mungkin dianggap lebih membuat ketagihan dibandingkan kecanduan game atau perjudian.

    Penelitian sebelumnya setuju dengan hasil tersebut, menunjukkan pornografi lebih membangkitkan gairah dan efektif dibandingkan beberapa aktivitas adiktif lainnya.

    Dengan memahami mekanisme saraf di balik pemrosesan penghargaan di otak, penelitian semacam itu adalah kunci untuk menemukan dan mengembangkan terapi baru untuk pengobatan kecanduan.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy