Tag: portofolio

  • Tutorial Mudah Buat Jurnal Investasi & Trading + Template Google Sheets Gratis!

    Investasi dan trading bukan hanya soal membeli dan menjual. Kunci sukses jangka panjang terletak pada bagaimana kamu mengevaluasi dan belajar dari setiap transaksi yang dilakukan. Di sinilah peran penting jurnal investasi dan trading

    Dalam artikel ini, kamu akan belajar cara membuat jurnal investasi dan trading crypto menggunakan Google Sheet, lengkap dengan template gratis untuk memudahkan proses pencatatan dan melacak portofolio investasi di Google Sheet atau Excel secara mudah.

    Apa Itu Jurnal Investasi dan Trading?

    Jurnal investasi dan trading adalah catatan terstruktur yang mencatat setiap transaksi yang kamu lakukan di pasar keuangan. Tujuannya adalah membantu kamu:

    • Melacak performa investasi dan trading.
    • Meninjau portofolio investasi dengan mudah.
    • Mengidentifikasi pola kebiasaan baik atau kesalahan.

    Dengan jurnal, kamu bisa lebih objektif dalam menilai strategi dan hasil yang sudah dicapai.

    Mengapa Jurnal Trading Penting?

    Mencatat setiap transaksi bukan hanya soal dokumentasi, tapi bagian dari strategi pengembangan diri sebagai trader/investor.

    • Memantau Performa: Melihat sejauh mana strategi yang diterapkan efektif.
    • Mengidentifikasi Pola: Mengenali kebiasaan trading/investasi yang membawa hasil baik maupun buruk.
    • Membantu Pengambilan Keputusan: Data historis membantu membuat keputusan lebih rasional dan terukur.

    Persiapan Membuat Jurnal Investasi dan Trading Crypto di Google Sheet

    Sebelum memulai, pastikan:

    • Memiliki akun Google untuk mengakses Google Sheet.
    • Menyiapkan struktur dasar jurnal (bisa mulai dari template kosong).
    • Memahami fitur dasar Google Sheet seperti rumus SUM, IF, dan pengaturan format sel.

    Dengan langkah ini, kamu siap membuat template investasi crypto di Google Sheet dan memulai pencatatan.

    Langkah-Langkah Membuat Jurnal Investasi & Trading di Google Sheet

    Buat File Baru

    Buka https://docs.google.com/spreadsheets/ → klik pada “Memulai spreadsheet baru”

    Agar harga kripto yang kamu masukan mengikuti harga pasar secara otomatis, ikut langkah di bawah ini:

    Cara Menambahkan Tracking Harga Crypto Realtime di Sheet

    Buka halaman platform untuk tracking harga seperti Coin Market Cap atau Coin Gecko, salin URL website contoh: https://coinmarketcap.com/currencies/bitcoin/ lalu simpan pada kolom sheet yang tidak terlihat. 

    Selanjutnya, copy XML dengan klik kanan dan pilih “inspect element” → klik harga aset → klik bagian yang highlight pada tab elements → klik kanan “copy” →  “Copy full XPath”.

    Simpan “Copy full XPath” tadi di sebelah kolom sheet yang berisi alamat website tadi.

    Contoh:

    Gambar contoh penempatan URL dan XML.

    Tentukan Struktur Pencatatan 

    Contoh kolom yang bisa kamu masukkan:

    Gambar contoh struktur pencatatan.

    Rumus yang Dibutuhkan

    Selanjutnya kamu bisa menambahkan nama aset dan memasukan rumus-rumus berikut:

    • Harga (Update Harga Otomatis):  =IMPORTXML(ISI URL,ISI XML)
    • Total Investasi Awal: =(Harga Beli*Total Aset)
    • Total Nilai Aset: =(Total Aset*Harga)
    • % Untung/Rugi: =(Harga-Harga Beli) / (Harga Beli)
    • $ Untung/Rugi: =(Total Aset*Harga) – (Total Investasi Awal)
    • % Untung/Rugi Terealisasi: =(Harga Jual-Harga Beli) / (Harga Beli)
    • $ Untung/Rugi Terealisasi: =(Harga Jual*Total Penjualan) – (Total Penjualan*Harga Beli)
    Gambar peringatan akses.

    Penting: Agar Google Sheet bisa update harga secara otomatis, jangan lupa izinkan akses data seperti di atas.

    Masukan Rumus ke Dalam Struktur Pencatatan

    Setelah kamu menentukan kolom, saatnya menambahkan rumus untuk mempermudah perhitungan otomatis. Misalnya, untuk menghitung keuntungan atau kerugian: =(Harga-Harga Beli) / (Harga Beli) dan buat format ke dalam bentuk %.

    Contoh: =(F3-C3)/(C3)

    Rumus ini akan otomatis menunjukkan profit atau loss. Kamu juga bisa menambahkan rumus lain seperti persentase keuntungan, rata-rata harga beli, dan sebagainya dari rumus yang diberikan di atas untuk memperkaya data yang kamu miliki.

    Berikan Warna Kolom Otomatis, Hijau untuk Profit dan Merah untuk Rugi

    Untuk memberikan warna kolom secara otomatis seperti hijau untuk profit dan merah untuk rugi ikut beberapa langkah berikut:

    Gambar cara membuat otomatisasi warna untuk untung atau rugi.

    Hijau untuk untung: Klik kanan pada kolom → “Lihat tindakan sel lainnya” → “Tambah aturan lain” → “Formal sel jika..” → “Lebih besar dari” → isi dengan “0” → ubah warna menjadi hijau.

    Merah untuk rugi: Klik kanan pada kolom → “Lihat tindakan sel lainnya” → “Tambah aturan lain” → “Formal sel jika..” → “Lebih kecil dari” → isi dengan “0” → ubah warna menjadi merah.

    Setelah berhasil kamu bisa melakukan drag ke sel atau kolom yang kamu inginkan untuk memberi efek yang sama.

    Contoh Format dan Template Jurnal Crypto Portofolio Tracking di Google Sheet

    Tampilan template jurnal investasi dan trading untuk tracking portofolio melalui Google Sheet.

    Berikut contoh template yang bisa kamu akses untuk tracking portofolio crypto melalui Google Sheet: Download Template Jurnal Investasi untuk Tracking Portofolio Crypto Gratis!

    Cara download: Klik menu “File” “Download” “Microsoft Excel (.xlsx)

    Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu kini memiliki jurnal investasi dan trading crypto yang rapi serta mudah digunakan melalui Google Sheet. Dengan pencatatan yang sistematis, kamu bisa melacak portofolio, mengevaluasi strategi, dan mengambil keputusan investasi dengan lebih percaya diri.

    Untuk pengalaman yang lebih praktis, kamu bisa memanfaatkan Tokocrypto. Tokocrypto menyediakan fitur unggulan seperti tracking portofolio, perhitungan P&L otomatis, dan rata-rata harga beli, yang membantu pengelolaan investasi secara lebih profesional dan aman.

    Yuk, mulai cari aset crypto favorit kamu sekarang dengan deposit cuman mulai dari Rp20.000!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • OJK Ungkap Kondisi Terkini Pembubaran TaniFund


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, PT Tani Fund Madani Indonesia (TaniFund) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk memutuskan pembubaran platform peer to peer lending (P2P) itu.

    Untuk diketahui, TaniFund telah dicabut izin usahanya oleh OJK pada Mei 2024 lalu. Pencabutan itu merupakan buntut dari masalah gagal bayar kepada para investor yang merupakan petani.

    “Perusahaan telah menyelenggarakan RUPS untuk memutuskan pembubaran dan menunjuk 4 (empat) orang sebagai Tim Likuidasi,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya, Agusman, dalam keterangan tertulis, Rabu (2/10/2024).


    Agusman mengatakan hasil RUPS itu telah menunjuk empat orang sebagai Tim Likuidasi. Tim Likuidasi diharapkan akan bekerja sesuai dengan rencana, adil, dan objektif.

    “Tim Likuidasi tersebut sudah dapat menjalankan tugasnya sesuai rencana kerja dan diharapkan dapat bertindak adil, objektif, serta independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

    Sebelumnya, OJK memang telah meminta TaniFund segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk memutuskan pembubaran platform peer to peer lending (P2P) itu.

    Dalam catatan detikcom, OJK telah mencabut izin usaha TaniFund pada Mei 2024 lalu. Dengan begitu, penyedia pinjaman online (pinjol) untuk para petani itu sudah tidak boleh memberikan layanan pendanaan lagi di RI.

    Pencabutan izin usaha TaniFund berawal saat perusahaan itu tersandung masalah gagal bayar kepada para investor beberapa tahun yang lalu. Kala itu pinjol para petani ini gagal melakukan pembayaran kepada 130 investor.

    Kabar TaniFund gagal bayar 130 investor ini sudah tercium sejak akhir 2022 lalu. Dari 130 investor itu uang yang diinvestasikan mencapai Rp 14 miliar. Awalnya para investor ini masih menerima imbal hasil dan portofolio yang sesuai. Namun pada 2021 mulai terjadi beberapa masalah.

    Simak: OJK Blokir 6.000 Akun yang Terlibat Judi Online

    [Gambas:Video 20detik]

    (ada/rrd)



    Sumber : finance.detik.com