Tag: ppi dunia

  • 4 Tips Persiapan Kuliah di Luar Negeri Ala PPI Dunia, Catat Nih!



    Jakarta

    Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia tak berhenti memberikan kontribusi pada dunia pendidikan dengan memberi semangat dan inspirasi bagi anak muda untuk bisa berkuliah di luar negeri. Salah satunya lewat gerakan “Gerakan Pelajar Indonesia Mendunia” atau GPIM.

    GPIM merupakan sebuah acara talkshow dan workshop yang digelar oleh PPI Dunia di Auditorium Perpusnas RI, Jakarta Pusat pada Sabtu (6/1/2023). Acara ini bertujuan untuk mengenalkan pendidikan di luar negeri kepada anak muda yang tertarik menempuh study abroad.

    Acara bertema “Wawasan Luas, Jiwa Global, Prestasi Dunia” ini pun mengundang beberapa narasumber inspiratif yang merupakan alumni kampus luar negeri dan anggota PPI Dunia yang telah sukses mendulang karier di Indonesia.


    Mereka adalah Gresika Bunga (Auditor Kemenkeu), Hendarsyah Aditya (Chairmanpemimpin.id), dan Agam Bayu Suryanto (Kepala Divisi Kerja Sama dan Pengembangan Beasiswa LPDP).

    Kepada para peserta yang hadir, mereka memberikan beberapa tips untuk persiapan menempuh kuliah di luar negeri. Apa saja tipsnya? Simak yuk!

    Tips Persiapan Kuliah di Luar Negeri Ala PPI Dunia

    1. Ubah Cara Berpikir

    Selama mengenyam pendidikan di luar negeri tentunya detikers akan bertemu dengan berbagai budaya dan kondisi berbeda. Dalam hal ini, maka diperlukan cara pandang dan berpikir yang siap menerima perbedaan-perbedaan itu.

    Menurut Hendarsyah, mahasiswa harus bisa mengambil langkah strategis untuk mengoptimalkan kemampuan dalam menyerap wawasan lebih luas lagi.

    “Bagi saya saat ini penting ya secara strategi mengambil wawasan-wawasan secara global yang kita manfaatkan secara optimal untuk menambah potensi yang kita miliki,” katanya.

    Hal itu juga disepakati oleh Gresika. Menurutnya thinking view merupakan cara seseorang berpikir ke depan misalnya tentang rencana calon mahasiswa lulus seperti apa bukan lagi saat ia masuk kuliah.

    “Saat kita lulus 4-5 tahun lagi misalnya, kita bersaingnya sudah dengan artificial intelligent (AI)” ungkapnya.

    2. Belajar Berkoneksi

    Gresika mengingatkan calon penerima beasiswa luar negeri untuk belajar berkoneksi mulai dari sekarang. Ia juga menyarankan untuk bergabung dengan PPI di negaranya masing-masing selama menempuh pendidikan di luar negeri.

    “Wajib banget yang namanya bisa berjejaring PPI Dunia, PPI Australia, atau PPI sesuai negaranya,” katanya.

    “Jadi sekarang eranya kolaborasi. jadi teman-teman ayo. yang namanya kita mau cepat jalan sendiri, tapi kalau bersama itu bisa jauh,” sambungnya.

    3. Menguasai Bahasa Inggris

    Bagi detikers yang ingin berkuliah di Eropa, Amerika, dan lainnya, bahasa Inggris tentunya menjadi modal utama. Agam menyebut bahasa Inggris saat ini sudah banyak menjadi syarat masuk perguruan tinggi di dalam negeri juga.

    “Kita harus menguasai bahasa internasional, bahasa Inggris. Bukan berarti kita tidak mencintai bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia tetap kita junjung, tetapi bahasa Inggris perlu kita kuasai bahkan kuliah di perguruan tinggi dalam negeri,” ujar Agam.

    4. Membangun Eksposur

    Gresika berpendapat bahwa dalam melakukan pendekatan terhadap karier yang diimpikan, seseorang perlu mengenal eksposur terkait impian tersebut. Hal ini berlaku juga bagi seseorang yang ingin berkuliah di luar negeri.

    Agar semakin termotivasi, maka detikers bisa mencoba membangun eksposur dalam berbahasa Inggris. Dengan rajin berbicara dan mengaplikasikan bahasa Inggris, maka eksposur dan motivasi kuliah di luar negeri akan semakin terasa.

    “Bahkan pelajaran bahasa Inggris itu kita kadang dari TK itu kita udah international school, hingga SMA juga. Tapi pas kuliah di luar negeri kok ada waktu satu dua bulan kita agak catch up lagi. Karena bahasa itu its all about exposure,” katanya.

    (cyu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / nathan dumlao
  • Lewat Gerakan Pelajar Indonesia, PPI Dunia Kenalkan Ragam Beasiswa Luar Negeri



    Jakarta

    Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia bersama Omega Education Grup berkolaborasi menggelar acara “Gerakan Pelajar Indonesia Mendunia” di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat pada Sabtu (6/1/2023).

    Koordinator PPI Dunia, Hamzah Assuudy Lubis mengatakan acara tersebut merupakan bentuk kontribusi dari PPI Dunia dalam mengajak putra-putri terbaik di Indonesia untuk semangat memajukan Indonesia Emas 2045 lewat berdiaspora dan bersekolah di luar negeri.

    “Seirama dengan tema yang kami angkat ‘Wawasan Luas, Jiwa Global, Prestasi Dunia’ ini menunjukkan dengan jelas tekad kuat PPI Dunia untuk menjadi pelopor dalam mencetak manusia-manusia Indonesia yang tangguh serta mampu menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang meraih kesuksesan di tingkat internasional dan cinta tanah air,” katanya.


    Rangkaian acara diisi dengan sesi talkshow seputar beasiswa hingga cerita dari para alumni kampus luar negeri yang kini telah mencapai karier impian. Selain itu, para peserta yang hadir diberikan workshop untuk menyiapkan diri sebelum berkuliah di luar negeri.

    “Harapannya dengan teman-teman hadir di acara ini bisa menjadi semangat bagi teman-teman ketika nanti sudah belajar di luar negeri. Ketika teman-teman sudah belajar di luar negeri, itu teman-teman akan juga bisa mempunyai prospek,” kata Hamzah.

    Ragam Beasiswa Dalam dan Luar Negeri

    Pada kesempatan yang sama hadir pula Kepala Balai Pembiayaan Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Anton Rahmadi.

    Kepada para peserta, Anton membeberkan bahwa beasiswa ke luar negeri tak hanya dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) saja, tetapi ada beberapa lainnya misalnya Beasiswa Indonesia Maju (BIM).

    “Filosofi dari Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) itu untuk memenuhi amanat dari Peraturan Presiden khususnya dalam pembangunan jangka menengah,” jelasnya.

    Ia mengatakan penggelontoran beasiswa dari Kemendikbudristek telah menjadi agenda penting dalam pemenuhan doktor dan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di Indonesia.

    “Yang pertama adalah pemenuhan kualifikasi doktor di perguruan tinggi yang ditargetkan 20%. Kemudian yang kedua adalah pembangunan sumber daya manusia yang berkualifikasi dan berdaya saing internasional,” jelasnya.

    Beasiswa BPI sendiri didanai oleh LPDP dan APBN. Anton mengungkap hingga saat ini, sudah ada 19,5 juta mahasiswa yang menerima beasiswa dari Kemendikbudristek.

    Adapun beberapa jenis beasiswa lain dari Kemendikbud antara lain:

    • Beasiswa Indonesia Maju (BIM)
    • Calon Dosen Perguruan Tinggi (S2)
    • Calon Guru SMK S1
    • Dosen LPTK/Pendidikan Profesi Guru
    • Dosen Pendidikan Tinggi – Join & Double Degree (S3)
    • Dosen Pendidikan Tinggi Akademik dan Vokasi (S3)
    • Pelaku Budaya S1-S3
    • Pendidik dan Tenaga Kependidikan S2 dan S3

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com