Tag: pramono anung

  • Dana KJMU Semester Ganjil 2025 Cair, Cek Besaran Bantuan dan Rekeningmu Sekarang!


    Jakarta

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan bantuan dana Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Semester 1 Tahun 2025 sudah dicairkan. Pencairan dana bantuan periode Januari-Juni ini dilakukan secara bertahap sejak Selasa, 27 Mei 2025 lalu.

    Seperti yang diketahui, KJMU adalah program bantuan pendidikan tinggi bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu dan berdomisili serta lahir di Jakarta. Bantuan ini diberikan untuk mahasiswa yang tengah menempuh jenjang pendidikan D3, D4, dan S1.

    Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jakarta menyebutkan sebanyak 16.970 mahasiswa menerima bantuan KJMU semester 1 2025.


    Pencarian dana dilakukan melalui rekening Bank DKI masing-masing. Lalu berapa besaran yang akan diterima mahasiswa?

    Dikutip dari laman Instagram UPT P4OP Disdik Jakarta, Kamis (29/5/2025) berikut informasinya.

    Besaran Dana KJMU Tahap 1 Tahun 2025

    Gubernur Jakarta Pramono Anung, menyebutkan mahasiswa penerima KJMU akan mendapat bantuan total sebesar Rp 9 juta/semester. Jumlah ini sudah termasuk uang saku untuk mahasiswa sebesar Rp 750 ribu/bulan.

    Bantuan yang ditransfer langsung ke rekening Bank DKI penerima hanyalah uang saku saja. Sedangkan uang kuliah akan ditransfer langsung Pemprov Jakarta ke kampus masing-masing.

    “Hal itu dilakukan agar mahasiswa fokus belajar dan menyelesaikan kuliahnya tanpa perlu memikirkan persoalan biaya kuliah,” kata Pemprov Jakarta pada keterangan postingan.

    Dana KJMU yang diterima mahasiswa bisa digunakan untuk:

    • Biaya penyelenggaraan pendidikan, dikelola oleh PTN atau PTS mahasiswa bersangkutan
    • Biaya pendukung personal sebagai bantuan biaya hidup, melingkupi:
    • Biaya buku
    • Makanan bergizi
    • Transportasi
    • Perlengkapan atau peralatan dan biaya pendukung personal lainnya.

    Cara Cek Pencairan Dana KJMU Tahap 1 2025

    Untuk bisa menerima bantuan dana, mahasiswa penerima baru harus menyelesaikan rangkaian pembukaan rekening. Tahapan yang harus dilalui adalah:

    • Datang ke Bank DKI untuk membuka rekening
    • Cetak buku tabungan dan ATM
    • Penyerahan buku tabungan dan ATM
    • Pemindahbukuan dana ke rekening penerima.

    Setelah rekening aktif, mahasiswa bisa langsung mendatangi teller untuk memastikan dana bantuan sudah masuk ke rekeningnya atau belum. Pengecekan juga bisa dilakukan melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

    Penerima cukup datang ke ATM Bank DKI atau ATM bank bersama lainnya yang terdekat dengan wilayahmu, masukkan kartu ATM dan pin, lalu lakukan pengecekan informasi saldo rekening.

    Jika dana sudah masuk, detikers juga bisa langsung mengambil uang secara tunai. Meski begitu untuk menjadi catatan, pencairan KJMU dilakukan secara bertahap. Sehingga masih ada kemungkinan peserta belum menerima dana secara langsung pada 27 Mei 2025 kemarin.

    Itulah informasi tentang pencairan dana KJMU tahap 1 2025. Bila kamu salah satu penerima bantuan KJMU, jangan lupa cek rekeningmu ya!

    (det/nah)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Beasiswa KJMU Kini Bisa untuk Mahasiswa S1-S3 di Semua Universitas



    Jakarta

    Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Pramono Anung mengumumkan beberapa ketentuan baru untuk program beasiswa Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Apa saja itu?

    Ia mengatakan mulai tahun ini beasiswa KJMU berlaku juga untuk mahasiswa S2 dan S3. Sebelumnya, beasiswa ini hanya diperuntukkan mahasiswa S1.

    “Perbedaannya dengan KJMU yang dulu, itu hanya sampai S1. Namun, sekarang kami perluas hingga S2 dan S3 untuk mahasiswa yang IPK-nya bagus. Kenapa itu dilakukan? Untuk memutus apa yang disebut dengan garis ketidakberuntungan,” ujar Pramono dilansir website resmi Provinsi DKI Jakarta, Rabu (28/5/2025).


    Tak hanya itu, beasiswa KJMU sekarang bisa dicoba mahasiswa yang berasal dari semua universitas. Pada tahun lalu dan ke belakang, KJMU hanya berlaku untuk kampus berakreditasi A.

    “Selain itu, yang membedakan KJMU saat ini dengan yang sebelumnya, yaitu KJMU bisa untuk semua universitas dengan akreditasi apapun baik A/B/C, tidak hanya yang akreditasinya A saja,” lanjutnya.

    Besar Bantuan Rp 9 Juta per Semester

    Adapun besar nominal bantuan KJMU tidak berubah yakni Rp 9 juta per semester. Untuk uang saku bulanan, mahasiswa akan menerima Rp 750 per bulan.

    Pramono mengatakan uang tersebut akan langsung ditransfer ke pihak kampus. Sehingga mahasiswa tak repot mengurus dan bisa fokus belajar dan menyelesaikan perkuliahan.

    Disampaikan juga oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, kuota beasiswa KJMU saat ini sebanyak 16.979 mahasiswa. Sebanyak 14.745 mahasiswa sudah menerima manfaatnya.

    Sementara 2.129 orang lainnya masih dalam tahap penyaluran ke rekening dan cetak kartu ATM. Ia pun menegaskan tidak ada pungutan biaya dalam proses seleksinya.

    “Kami tegaskan, seluruh proses pendaftaran KJMU tidak dipungut biaya apapun,” ujar Nahdiana.

    Syarat Penerima Beasiswa KJMU

    Syarat umum penerima KJMU adalah mahasiswa yang ber-KTP alamat wilayah Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, peserta harus berasal dari keluarga tidak mampu dinyatakan surat keterangan tidak mampu/miskin dari RT.

    Lalu, mahasiswa bukan penerima beasiswa yang bersumber dari APBD Jakarta atau APBN. Belum ada syarat khusus untuk jenjang S1, S2 maupun S3 sehingga informasinya harus terus dipantau lewat website dan media sosial resmi Pemprov DKI Jakarta.

    Dalam memudahkan penerima, Pemprov DKI juga telah membuka poskp KJMU di seluruh kecamatan yang ada di wilayah Jakarta. Informasi posko tersebut bisa dilihat di jakita.jakarta.go,id.

    (cyu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Pramono Jamin KJP Plus-KJMU Pelajar yang Ikut Demo Takkan Dicabut, Asal Tertib



    Jakarta

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan mencabut bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus atau Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) siswa dan mahasiswa yang ikut menyuarakan aspirasi atau demonstrasi.

    “Enggak benar (dicabut). Jadi Pemerintah Jakarta tidak akan mencabut KJP maupun KJMU,” kata Pramono dikutip dari laman Pemprov DKI Jakarta, Rabu (3/9/2025).

    Pramono mengatakan pencabutan KJP Plus atau KJMU adalah kewenangan sepenuhnya Pemprov DKI. Selama mahasiswa berunjuk rasa secara tertib, ia tidak akan mencabutnya.


    “Karena untuk KJP dan KJMU memang itu kewenangannya Pemerintah Jakarta dan terutama Gubernur. Saya sudah memutuskan tidak ada yang dicabut,” ujar Pramono.

    KJP Plus dan KJMU Bisa Dicabut Jika…

    Namun, sebelumnya Kepala Dinas Pendiidkan (Kadisik) DKI Jakarta Nahdiana menyebut KJP Plus dan KJMU bisa saja dicabut jika siswa atau mahasiswa terbukti melakukan tindakan pidana selama demo.

    Pencabutan dilakukan setelah penerima terbukti bersalah sesuai hasil proses hukum. Adapun praktik anarkis yang dimaksud Nahdiana contohnya adalah perusakan atau sejenisnya.

    “Tentu saja kita tidak akan gegabah, kami akan menunggu sampai proses hukumnya berkekuatan tetap. Oleh karena itu, sekali lagi saya imbau kepada para pelajar dan mahasiswa untuk bertindak sesuai dalam koridor hukum yang berlaku,” katanya.

    Pemprov DKI Beri Ruang Pendapat bagi Pelajar

    Nahdiana juga telah menyampaikan bahwa pihaknya akan senantiasa memberikan ruang bagi pelajar untuk menyampaikan pendapat. Hal itu sebagai bagian dari hak konstitusional setiap warga, termasuk siswa.

    Akan tetapi, ia menegaskan bahwa kasus tawuran bukanlah bentuk menyampaikan pendapat. Sehingga ia mengingatkan pelajar untuk menyampaikan pendapat secara tertib.

    “Tugas kita adalah membekali mereka agar mampu menyampaikan aspirasi dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab,” ucapnya.

    Nahdiana mengimbau orang tua untuk memantau aktivitas anaknya. Meski gelombang demonstrasi sudah mulai mereda, tetapi masih ada beberapa oknum yang terlihat memicu kerusuhan.

    “Kami mengajak semua pihak, baik sekolah, orang tua, maupun masyarakat, untuk bersama-sama membimbing dan mendampingi anak-anak kita agar mereka bisa menyalurkan pendapat secara konstruktif,” katanya.

    (cyu/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Pemprov Jakarta Godok Beasiswa Kuliah ke LN seperti LPDP, Target 100 Mahasiswa



    Jakarta

    Gubernur Jakarta, Pramono Anung ungkap tengah menggodok sebuah program bantuan kuliah seperti beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Beasiswa ini akan memungkinkan putra-putri Jakarta berkuliah di luar negeri.

    “Saya lagi mempersiapkan Jakarta akan memberikan seperti LPDP, mahasiswa Jakarta boleh sekolah di luar negeri atas tanggung jawab pemerintah Jakarta,” ujar Pramono dikutip dari postingan media sosial Instagram resminya, Minggu (14/9/2025).

    Bagi Pramono, pendidikan adalah jendela untuk membaca dunia, membuka wawasan, dan memperluas mimpi. Dengan kebijakan beasiswa ini, putra-putri Jakarta diharapkan mendapat kesempatan belajar yang lebih luas, sehingga kualitas hidupnya meningkat.


    “Bukan hanya sekedar literasi atau membaca, tetapi yang penting adalah proses interaksi supaya wawasannya harus bisa melihat persoalan dunia dan itu saya yakin akan memberikan langkah yang baik bagi anak-anak kita semuanya,” ungkap Pramono.

    “Sejatinya, investasi terbesar sebuah kota adalah pada manusianya,” imbuhnya.

    Target 100 Mahasiswa

    Pada kesempatan berbeda, Pramono kembali menyebutkan akan meluncurkan program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) dengan skema seperti LPDP. Program ini akan berjalan tahun 2026 dengan kuota awal 100 mahasiswa.

    “Jadi saya akan mempersiapkan, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa mulai. Kalau bisa 100 aja mahasiswa yang kita berikan LPDP, dengan pola Jakarta ya, yang bisa sekolah ke luar negeri,” tuturnya melansir detikNews.

    Program ini akan difokuskan bagi mahasiswa Jakarta yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Terutama bagi mereka yang tidak beruntung secara ekonomi.

    “Saya yakin akan jadi modal yang baik untuk anak-anak Jakarta, terutama bagi yang tidak beruntung, karena itu saya ingin diberikan bagi yang tidak beruntung,” katanya.

    Melalui program ini, Pramono berharap SDM Jakarta bisa meningkat dan sang anak bisa membuka wawasan dalam keluarganya.

    “Selain memotong garis ketidakberuntungan, mempersiapkan SDM yang lebih baik, kemudian juga membuka wawasan bagi anak-anak itu dalam keluarganya. Jadi saya akan lakukan itu,” tandas Pramono.

    (det/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Jadwal KJP Try Out Khusus Siswa Jakarta, Begini Cara Cek Penerimanya



    Jakarta

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Try Out. Dengan beasiswa ini, para siswa kelas 3 SMA dapat mengikuti Try Out seleksi masuk perguruan tinggi secara gratis.

    Peluncuran itu diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada Selasa (21/10/2025).

    “Harapannya agar para siswa mendapatkan kesempatan yang adil dan setara, yang kemudian membuat mereka lebih percaya diri untuk bisa melanjutkan ke perguruan tinggi sesuai pilihannya masing-masing,” kata Pramono dalam detikNews, dikutip Kamis (23/10/2025).


    Melalui Try Out KJP, siswa diharapkan dapat mengukur kemampuan akademik dan merasakan simulasi ujian yang sesungguhnya. Progress try out dapat dipantau secara langsung sebagai bahan evaluasi siswa.

    Jadwal Try Out KJP

    Try Out KJP akan dimulai pada Oktober 2025 sampai Februari 2026. Materi yang diujikan sesuai dengan struktur tes seleksi masuk PTN yaitu Potensi Skolastik (TPS) dan Literasi yang dilakukan sebanyak lima kali.

    Try Out KJP perdana akan melibatkan 472 siswa Kelas XII yang merupakan penerima KJP Plus dari enam SMA Negeri. Program ini akan diperluas hingga 40 SMA Negeri lain di Jakarta Timur dengan total peserta 3.304 siswa.

    “Jakarta Timur ini sebagai inisiator, sebagai pemula. Mudah-mudahan program ini berkelanjutan dan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan swasta yang dilakukan secara creative financing,” ungkap Pramono.

    Sebanyak 20 siswa terbaik akan mendapat bimbingan intensif dari tim guru.

    Cara Cek Penetapan KJP via Jakarta Edu

    Untuk mengecek apakah kamu merupakan penerima KJP Try Out, siswa bisa mengecek status penetapan secara online melalui layanan Jakarta Edu. Berikut langkahnya:

    1. Buka laman https://edu.jakarta.go.id/kjp/cek_bansos_disdik/#form
    2. Pilih jenis bantuan (KJP, BPMS, KJMU)
    3. Masukkan NIK dan pilih tahapan
    4. Lalu, klik “Cek NIK”
    5. Setelah itu akan muncul status penetapan bansos

    Itulah jadwal KJP Try Out khusus siswa Jakarta. Apakah kamu termasuk penerima KJP Try Out ini, detikers?

    (nir/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Pramono Anung Hadiri Turnamen Padel di Jaksel, Dukung Kegiatan Positif


    Jakarta

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri DYA Padel Tournament di Jakarta Selatan, Sabtu (1/11/2025). Ia mendukung penuh kegiatan positif masyarakat.

    Turnamen di Mr. Padel, Cipete, Jaksel, diikuti 68 peserta dari berbagai komunitas padel di Jakarta dan sekitarnya. Ketua penyelenggara DYA Padel Tournament Lidya Praditta mengatakan bahwa turnamen ini merupakan inisiatif dari komunitas padel yang ia bentuk.

    “Ini first time turnamen saya. DYA itu nama saya. Separuh peserta dari komunitas saya. Separuh lagi dari teman-teman yang biasa ikut turnamen,” kata Lidya saat ditemui di lokasi acara.


    “Begitu poster (turnamen) keluar, dua hari langsung full. Waiting list-nya sampai ratusan orang,” ujarnya menambahkan.

    Turnamen kali ini hanya membuka satu kategori: Mix double. Lidya berencana menambah kategori pada turnamen berikutnya.

    Rencananya, Januari atau Februari ia ingin membuka turnamen lagi di beberapa kategori. Lidya menyebut olahraga padel kini makin diminati masyarakat. Ia pun tak risau dengan kabar bahwa di beberapa negara, seperti Swedia, sejumlah lapangan padel mulai tutup karena penurunan minat, Lidya mengaku tidak khawatir.

    “Di Indonesia hype-nya sempat turun. Tapi sekarang ramai lagi. Sebab, padel ini olahraga sosial. Sekarang anak-anak kecil sudah mulai private padel. Kalau diteruskan, bagus banget untuk regenerasi atlet,” ujarnya.

    Sementara Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi antusiasme komunitas padel di Jakarta.

    “Saya tahu sekarang ini padel benar-benar hype-nya luar biasa. Seluruh komunitas kalau belum menyentuh raket padel itu belum menjadi anak Jakarta. Terutama anak Jakarta Selatan,” ucap Pramono.

    “Saya surprise melihat lokasinya seperti ini. Saya yakin turnamen ini akan memperkuat komunitas padel di Jakarta. Dan, semoga ini bukan sekadar tempat kumpul main padel. Yang paling penting, komunitas seperti ini harus membantu menghidupkan UMKM di sekitar. Itu akan memberikan dampak positif,” kata dia.

    Pramono Anung, padelFoto: Muhammad Robbani/detikSport

    Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari turut menghadiri turnamen ini. Ia bersama Pramono Anung sempat mencicipi bermain padel sebentar.

    “Turnamen ini kan bagian dari aktivitas olahraga masyarakat. Saya sampaikan karena hari ini padel belum menjadi olahraga yang direkognesi oleh Olimpiade, (3:59) tapi saya yakin dalam waktu dekat karena padel ini merupakan salah satu olahraga yang paling cepat di dunia, sama seperti e-sport,” ucap Raja Sapta.

    (mro/aff)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Victoria Run 2025 Pindah ke GBK, Diikuti 8.000 Orang


    Jakarta

    Victoria Run kembali digelar tahun ini. Tapi ada yang berbeda karena ajang lari itu digelar di Gelora Bung Karno dan diikuti ribuan orang.

    Dalam dua tahun terakhir, Victory Run digelar di Kawasan Q-Big BSD, Tangerang Selatan, sebelum dipindah ke Kawasan GBK, Jakarta Pusat, Minggu (12/10/2025). Ada sekitar 8.000 peserta tahun ini.

    Pemindahan venue dilakukan untuk memberikan pengalaman berlari baru, sekaligus mendekatkan Bank Victoria dengan komunitas lari yang lebih luas di pusat kota Jakarta. GBK dipilih karena representatif sebagai simbol semangat olahraga nasional serta untuk mendukung skala acara yang semakin besar.


    Mengusung tagline “Start Your Victory”, Victoria Run 2025 menghadirkan tiga kategori lomba lari yakni 5K, 10K dan Half Marathon. Selain perlombaan utama, peserta juga dimanjakan dengan berbagai aktivitas hiburan seperti konser musik oleh Maliq & D’essentials, DJ performance oleh DJ Una, dan DJ Berlari Berdendang

    Flag off 10K begitu meriah lantaran dilakukan oleh Suzanna Tanojo selaku Owner Bank Victoria dan Achmad Friscantono selaku Dirut Bank Victoria. Acara ini juga dihadiri langsung Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

    Acara ditutup dengan pesan motivatif bagi seluruh peserta untuk “Finish Strong”, sebagai simbol bahwa setiap langkah kecil menuju garis akhir adalah bagian dari perjalanan besar menuju kemenangan sejati.

    “Melalui Victoria Run 2025, kami ingin membawa semangat kemenangan bukan hanya kecepatan mencapai di garis finish, tapi juga dari proses perjalanan perubahan dan inovasi yang senantiasa dilakukan dalam rangka memperkuat komitmen peningkatan kinerja dan layanan Bank Victoria hingga usia ke-31 serta seterusnya ke depan,” ujar kata Achmad dalam rilis kepada detikSport.

    “Perpindahan event Victoria Run 2025 ke GBK adalah langkah Bank untuk menghadirkan pengalaman yang lebih inklusif bagi seluruh peserta, sekaligus menunjukkan komitmen kami untuk terus berkembang bersama masyarakat,” sambungnya.

    Victoria Run, yang sudah digelar sejak 2022, punya misi mengidentikkan diri mereka sebagai ajang Half Marathon ke depannya. Tahun lalu, mereka sempat memperlombakan 30K sebagai perayaan hari jadi.

    “Tahun lalu ada kategori 30K karena memeriahkan HUT 30 Bank Victoria. Tapi tahun ini tidak ada 31K karena kami pelan-pelan ingin membuat image Half Marathon Victoria Run,” tutur SEVP of CMO Muhammad Rakhmadhani yang juga menjabat Event Director.

    (mrp/adp)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • BNI dan ITB Gelar Community Run Jelang wondr ITB Ultra Marathon 2025


    Jakarta

    PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Community Run sebagai rangkaian pra-event menuju ajang utama wondr ITB Ultra Marathon 2025.

    Kegiatan ini digelar di kawasan Car Free Day Sudirman, Jakarta, bertujuan untuk memperkuat antusiasme publik sekaligus memperluas dampak sosial dari event olahraga tahunan tersebut.

    Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan Community Run menjadi sarana efektif untuk meningkatkan awareness publik terhadap wondr ITB Ultra Marathon 2025 yang mengusung tema Stronger Unity in Diversity.


    “Selain menumbuhkan semangat kebersamaan lewat olahraga, event ini juga menjadi momentum penting untuk penggalangan Dana Lestari ITB, program donasi berkelanjutan yang dimanfaatkan untuk mendukung riset dan inovasi, pemberian beasiswa, pengembangan SDM, infrastruktur pendidikan, serta peningkatan reputasi global ITB,” ujar Putrama, dalam keterangan tertulis, Minggu (24/8/2025).

    Ajang ini menghadirkan dua kategori lari santai, yakni jarak 2,8 km untuk pelari difabel serta 7,7 km yang terbuka untuk komunitas lari dan masyarakat umum. Sekitar 100 peserta turut serta, terdiri dari alumni ITB, komunitas lari hingga mitra strategis BNI dan ITB.

    Apresiasi juga datang dari Gubernur DKI Jakarta sekaligus Alumni ITB Pramono Anung. Ia menilai wondr ITB Ultra Marathon mencerminkan sinergi panjang antara BNI dan ITB yang telah terjalin sejak 1968.

    Untuk wondr ITB ultra marathon sendiri BNI telah berpartisipasi sejak pertama kali dimulainya event lari tersebut di tahun 2017.

    “Saya sangat senang dengan terselenggaranya acara ini. Tanpa banyak yang tahu, saya termasuk yang selalu mengikuti perkembangan ultra marathon ini,” ungkap Pramono.

    “Minimal, kerja sama ITB dan BNI, saya yang memulai pada waktu itu,” sambungnya.

    Sebagai bagian dari rangkaian acara, BNI juga menyerahkan mock up Kartu Debit Alumni Co-Branding BNI ITB yang diserahkan langsung oleh Dirut BNI Putrama Wahju Setyawan kepada Pramono, disaksikan oleh Komisaris Utama BNI Omar Sjawaldy Anwar.

    Dengan rangkaian kegiatan tersebut, BNI dan ITB berharap wondr ITB Ultra Marathon 2025 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga wadah memperkuat kebersamaan, menjunjung sportivitas, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

    Sebagai informasi, prosesi flag-off dimulai di Grha BNI Sudirman dan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara, Ketua Ikatan Alumni ITB Agustin Peranginangin, Komisaris Utama BNI Omar Sjawaldy Anwar, Wakil Komisaris Utama BNI Tedi Bharata, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar, dan Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho.

    (akn/akn)



    Sumber : sport.detik.com

  • 9 Taman yang Tersebar di Jakarta, Bisa Buat Piknik sampai Olahraga


    Jakarta

    Siapa bilang Jakarta hanya penuh dengan kemacetan dan gedung-gedung tinggi? Di antara padatnya aktivitas kota, Jakarta punya banyak taman yang bisa jadi tempat istirahat sejenak dari kesibukan.

    Entah untuk sekadar duduk santai di bawah pohon rindang, piknik bersama keluarga, atau berolahraga di pagi dan sore hari, taman-taman ini siap menyambut siapa saja yang ingin menikmati udara segar di tengah kota.

    9 Taman yang Tersebar di Jakarta

    Sebagai kota metropolitan, Jakarta tentu membutuhkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berfungsi sebagai ‘paru-paru’ kota, sekaligus ruang untuk beraktivitas masyarakat. Disadur dari laman resmi Provinsi DKI Jakarta, pemerintah menghadirkan berbagai ruang terbuka seperti Taman Kota, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), dan Hutan Kota.


    Taman Kota menjadi salah satu ruang publik yang dibangun secara masif oleh Pemprov DKI Jakarta. Taman ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu Taman Maju Bersama (TMB) dan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

    TMB merupakan bagian dari pengembangan RPTRA yang sudah ada sebelumnya. Sementara itu, RTPRA dirancang sebagai taman atau area terbuka yang dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari permainan anak, kamera pengawas (CCTV), hingga ruangan pendukung seperti perpustakaan, PKK Mart, ruang laktasi, dan area komunitas lainnya.

    Berikut beberapa taman terbaik yang tersebar di Jakarta, bisa jadi tempat wisata menghabiskan waktu akhir pekanmu untuk piknik, sampai olahraga:

    1. Taman Suropati (Menteng, Jakarta Pusat)

    Taman Suropati, Menteng, JakartaFoto: Natasha Kayla Ananta/detikcom

    Taman Suropati berlokasi di Jl Taman Suropati No.5, RT 5/RW 5, Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Taman ini sudah lama menjadi salah satu ruang hijau favorit warga Jakarta. Lokasinya yang strategis di tengah kota membuat taman ini mudah dijangkau.

    Suasana yang teduh berkat deretan pepohonan besar, area jogging track, bangku taman, dan kehadiran komunitas yang sering berkumpul, membuat Taman Suropati cocok untuk sekadar piknik santai atau berolahraga ringan di pagi dan sore hari.

    Dengan fasilitas yang lengkap, Taman Suropati adalah salah satu taman yang sangat direkomendasikan di Jakarta. Selain suasana yang nyaman, taman ini punya fasilitas internet gratis, banyak spot kuliner, dan buka 24 jam.

    2. Taman Menteng (Menteng, Jakarta Pusat)

    Taman Menteng, Jakarta PusatFoto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom

    Tak jauh dari Taman Suropati, ada Taman Menteng yang tak kalah menarik. Taman Menteng berlokasi di Jl HOS. Cokroaminoto, RT.3/RW.5, Menteng, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat.

    Taman Menteng merupakan ruang terbuka hijau yang sebelum diubah menjadi taman, area ini sebelumnya adalah lokasi Stadion Menteng. Taman ini berdiri di atas lahan seluas 2,9 hektar dan dihiasi oleh beragam jenis tanaman, setidaknya ada sekitar 30 spesies yang tumbuh.

    Taman Menteng juga dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari area olahraga, jogging track, lapangan basket, hingga rumah kaca yang kerap dijadikan tempat pameran seni. Salah satu keunikan taman ini adalah adanya 44 sumur resapan yang berfungsi untuk membantu menyerap air hujan ke dalam tanah.

    3. Taman Tabebuya (Jagakarsa, Jakarta Selatan)

    Taman Tabebuya di JakselFoto: Fitraya Ramadhanny

    Taman Tabebuya merupakan salah satu taman yang wajib untuk dikunjungi karena di momen-momen tertentu, bisa muncul pohon tabebuya yang cantik. Pohon tersebut jika tengah berbunga memiliki beragam keindahan warna seperti merah, merah muda, hingga kuning.

    Taman ini terletak di Jalan Moh. Kahfi No. 1 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan dengan luas 9.626 meter persegi. Area rerumputan yang cukup luas di sana digunakan masyarakat sebagai tempat untuk piknik dan bersantai.

    Taman ini punya danau buatan dan jalur pejalan kaki yang asri, sangat cocok untuk piknik santai atau sekadar berfoto-foto dengan latar pohon tabebuya yang bermekaran di musim tertentu.

    4. Taman Langsat (Kebayoran Baru, Jakarta Selatan)

    Taman Langsat di Jalan Barito, Jaksel, bakal dibuka 24 jam. Yuk lihat kondisi terkini taman yang menawarkan suasana asri tersebut.Foto: Pradita Utama

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggulirkan wacana empat taman yang direncanakan beroperasi 24 jam. Di antaranya Taman Langsat, Taman Ayodya, Taman Lapangan Banteng, Taman Menteng, dan Taman Literasi Martha Tiahahu.

    Taman Langsat menjadi salah satu yang letaknya berdekatan dengan Sekretariat ASEAN bakal jadi ikon baru ruang terbuka ibu kota. Lokasinya ada di Jl Barito, RT.1/RW.1, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan.

    Taman Langsat kerap menjadi daya tarik bagi warga Jakarta berkat area lahannya yang luas serta nuansa hijau yang sejuk dan rindang. Berbagai kegiatan sering dilakukan di taman ini, mulai dari berolahraga, berkumpul sambil menikmati hidangan, hingga sekadar bersantai dan meresapi suasana tenang di sekitarnya.

    Taman yang bakal dibuka 24 jam ini memiliki luas 3,6 hektare, dilengkapi dengan fasilitas jogging track sepanjang 750 meter, lapangan tenis, area koleksi tanaman dan pembibitan pohon palem raja, kolam teratai dan sungai buatan, arena bermain anak (ayunan & perosotan), danau mungil dengan taman teratai, toilet umum, mushola, dan area parkir.

    Taman Langsat cocok untuk yang ingin lari pagi, yoga, atau sekadar duduk menikmati suasana hijau. Jalur setapak yang luas memudahkan pengunjung berolahraga atau membawa anak-anak berjalan-jalan santai.

    5. Taman Ayodia (Barito, Jakarta Selatan)

    Taman ini terletak di Jl Lamandau III No.RT.4, RT.4/RW.7, Kramat Pela, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan dengan luas sekitar 8.000 meter persegi. Taman ini memiliki sebuah kolam di bagian tengah, lengkap dengan air mancur yang menyala setiap dua jam sekali.

    Area di sekitar kolam sering dimanfaatkan oleh anak-anak untuk memberi makan ikan. Berbeda dengan taman lain yang biasanya dipadati pengunjung di pagi dan sore hari, Taman Ayodia justru mulai ramai saat sore menjelang malam.

    Meski jam operasional resminya dimulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB, tak jarang pengunjung betah bersantai hingga pukul 21.00 WIB. Tak heran jika taman ini menjadi salah satu taman yang diwacanakan akan beroperasi 24 jam.

    Salah satu alasan taman ini cukup diminati adalah lokasinya yang berdekatan dengan pusat keramaian dan tempat nongkrong anak muda. Tersedianya banyak bangku membuat taman ini nyaman untuk bersantai, bahkan beberapa pengunjung memilih duduk di area rerumputan atau di tepi beton di pinggiran kolam.

    Meski tak dilengkapi wahana bermain anak, taman ini menyediakan beberapa fasilitas kebugaran. Selain itu, Taman Ayodia juga menjadi tempat yang pas untuk berolahraga, baik pagi maupun sore, karena tersedia alat-alat kebugaran dan jalur jogging yang bisa digunakan untuk berjalan santai.

    6. Taman Lapangan Banteng (Jakarta Pusat)

    Para pegiat literasi dari komunitas 'Kumpul Baca' membaca buku bersama di taman kota Lapangan Banteng, Jakarta. Kegiatan ini untuk menumbuhkan minat baca.Para pegiat literasi dari komunitas ‘Kumpul Baca’ membaca buku bersama di taman kota Lapangan Banteng, Jakarta. Kegiatan ini untuk menumbuhkan minat baca. Foto: Ari Saputra

    Lapangan Banteng berlokasi di kawasan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Dirangkum dari laporan detikTravel dan laman resmi DPRD DKI Jakarta, alun-alun bersejarah ini punya Monumen Pembebasan Irian Barat, yang dibangun pada tahun 1963.

    Di sisi utara lapangan, tersedia fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola dan lintasan atletik. Sedangkan di bagian selatan, pengunjung bisa menikmati taman yang dilengkapi kolam setengah lingkaran, air mancur dengan pertunjukan cahaya, serta area teater terbuka.

    Lapangan Banteng juga dikelilingi oleh sejumlah bangunan penting, antara lain bekas Istana Daendels atau yang dikenal sebagai Witte Huis (Gedung Putih) yang kini menjadi kantor Kementerian Keuangan RI di sisi timur. Di bagian utara berdiri Kantor Pos Pusat Jakarta, sementara Katedral Jakarta dan Masjid Istiqlal berada di sudut barat laut.

    Di sudut barat daya terdapat gedung Kementerian Agama RI, dan sisi selatannya diisi oleh Hotel Borobudur. Akses menuju taman ini juga sangat mudah, karena bisa dijangkau dengan berbagai moda transportasi umum, mulai dari bus TransJakarta, Stasiun KRL Juanda, hingga MRT dari arah Bundaran HI.

    7. Taman Literasi Martha Tiahahu (Melawai, Jakarta Selatan)

    Taman Literasi Martha Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan (Jaksel), Minggu (2/2/2025).Taman Literasi Martha Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan (Jaksel), Minggu (2/2/2025). Foto: (Adrial Akbar/detikcom)

    Taman ini terletak di Jl Sisingamangaraja, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Taman Literasi terletak di kawasan Blok M, yang selalu ramai dengan pengunjung karena banyaknya tempat kuliner yang sedang viral.

    Di sini, kamu dapat membaca buku atau mengerjakan tugas di perpustakaan yang ada. Bisa juga sekadar duduk di pinggir kolam atau area atasnya sambil nongkrong bersama teman serta menikmati night vibesnya yang ramai.

    Ada banyak tenant makanan dan minuman hingga photobooth yang dapat dijajal di sini. Kolam Taman Literasi menjadi daya tarik bagi anak-anak.

    8. Taman Leuser (Jakarta Selatan)

    Taman Leuser berada di Jl Lauser No.4 8, RT.8/RW.4, Gunung, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan. Taman ini memiliki luas sekitar 12.000 m² dan menawarkan berbagai fasilitas, seperti jogging track, area bermain anak, serta taman dengan berbagai jenis tanaman.

    9. Taman Cattleya (Tanjung Duren, Jakarta Barat)

    Salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta terletak di kawasan Tomang. Ruang terbuka hijau itu bernama Taman Cattleya.Foto: Rifkianto Nugroho

    Lokasinya berada di Jalan Letjen S. Parman, RT.15/RW.1, Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Taman yang satu ini berada tak jauh dari jalur tol Jakarta-Merak.

    Meski lokasinya dekat dengan jalan besar, begitu melewati gerbang masuk, suasana asri dan ruang terbuka yang luas langsung terasa. Area dalam taman ini cukup nyaman bagi siapa pun yang ingin berolahraga, terutama jogging, karena tersedia jalur jogging yang dikelilingi oleh pepohonan rindang sehingga pengunjung bisa berlari dengan aman dan teduh.

    Taman ini dirancang dengan pembagian area yang jelas, mulai dari zona khusus jogging, area untuk bersantai, hingga tempat bermain bagi anak-anak. Fasilitas di taman ini juga cukup lengkap, tersedia lahan parkir untuk sepeda, motor, maupun mobil, sehingga pengunjung tak perlu khawatir soal tempat parkir.

    Bagi yang datang menggunakan transportasi umum, taman ini mudah diakses dan jaraknya cukup dekat dari beberapa titik pemberhentian. Hanya sekitar tujuh menit berjalan kaki dari halte TransJakarta Kota Bambu Arah Utara, atau sekitar 14 menit berjalan kaki dari Wisma Rimadi Kemanggisan yang dilintasi JakLingko.

    Itulah beberapa taman menarik yang bisa ditemukan di Jakarta. Jadi, kalau ingin cari tempat santai atau olahraga tanpa keluar biaya, taman-taman ini bisa jadi pilihan.

    (aau/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Daftar Perpustakaan di Jakarta, Bakal Buka Sampai Malam


    Jakarta

    Perpustakaan di Jakarta buka sampai malam mendapat sorotan masyarakat. Kebijakan ini disambut hangat warga, yang berharap punya tempat healing baru usai bekerja.

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya mengatakan, perpustakaan akan buka hingga pukul 23.00 WIB. Jadwal buka ini lebih panjang dari sebelumnya, yang hanya tersedia hingga pukul 17.00 WIB.

    Daftar Perpustakaan di Jakarta

    Dikutip dari situs Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jakarta, tersedia ratusan perpustakaan di wilayah ini. Sebagian besar dikelola sekolah, petugas ruang publik, atau fasilitas umum lain.


    Sementara beberapa perpustakaan lain dikelola langsung pemerintah provinsi dan suku dinas. Berikut daftarnya dikutip dari media sosial dan situs perpustakaan terkait

    1. Perpustakaan Umum Kota Administrasi Jakarta Selatan

    Jadwal buka:

    • Senin-Jumat: 09.00-17.00
    • Sabtu-Minggu: 09.00-15.00.

    Alamat:

    • Jl. Gandaria Tengah V/3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    2. Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin

    Jadwal buka:

    • Senin-Kamis: 09.00-17.00
    • Jumat: 09.00-20.00 dengan jadwal check-in tutup sementara jam 11.30-13.00
    • Sabtu-Minggu: 09.00-22.00.

    Alamat:

    • Taman Ismail Marzuki (TIM) Jl. Cikini Raya Nomor 73, RT 08/RW 02, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat.

    3. Perpustakaan Jakarta Pusat

    Jadwal buka:

    • Senin-Jumat: 09.00-17.00.

    Alamat:

    • Jl. Tanah Abang I Nomor 1, RT 11/RW 08, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

    4. Perpustakaan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara

    Jadwal buka:

    • Senin-Jumat: 09.00-17.00
    • Sabtu-Minggu: 09.00-14.30.

    Alamat:

    • Jl. Raya Gereja Tugu Nomor 21, RT 07/RW 06, Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

    5. Perpustakaan Umum Kota Administrasi Jakarta Barat

    Jadwal buka:

    • Senin-Jumat: 09.00-17.00
    • Sabtu-Minggu: 09.00-14.30.

    Alamat:

    • Jl. Tanjung Duren Barat Nomor 36, Jakarta Barat.

    6. Perpustakaan Jakarta Timur

    Jadwal buka:

    • Senin-Jumat: 09.00-17.00
    • Sabtu-Minggu: 09.00-14.30.

    Alamat:

    • Jl. Jatinegara Timur IV Komplek Pendidikan Rawa Bunga, Jakarta Timur.

    7. Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta

    Jadwal buka:

    Alamat:

    • JL. Perintis Kemerdekaan Nomor 1, Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur.

    Terkait jadwal buka perpustakaan di Jakarta sampai malam, travelers bisa update informasi terbaru di media sosial atau situs layanan terkait. Termasuk ketersediaan semua fasilitas di perpustakaan tersebut.

    Selain menjadi tempat refreshing, layanan perpustakaan sampai malam diharapkan bisa memberi lebih banyak akses pendidikan. Khususnya siswa yang perlu buku, internet, dan sumber pustaka lainnya.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com