Tag: pramuka

  • Bekas Tempat Eksekusi, Ini Pulau di Jakarta yang Paling Ditakuti



    Jakarta

    Satu-satunya bank terapung dunia, Teras BRI Kapal berlayar ke berbagai pulau di Nusantara. Mereka tentu punya pengalaman berbeda dari pekerja bank lainnya.

    Teras BRI Kapal ‘Bahtera Seva I’ melayani inklusi keuangan di Kepulauan Seribu. Setiap minggu, mulai Senin-Jumat, kapal ini bergantian ke lima pulau yaitu Pramuka, Panggang, Kelapa-Harapan, Tidung dan Untung Jawa.

    Setiap pulau memiliki cerita yang berbeda, termasuk kisah yang membuat bulu kuduk merinding, bahkan masa lalu kelam Indonesia. Saat berlayar ke Pulau Panggang bersama bank terapung BRI, detikTravel mendengar langsung tentang seramnya Pulau Karya.


    Pulau ini berada tepat di seberang dermaga Pulau Panggang. Saat Bahtera Seva I bersandar di dermaga, satu sisi kapal otomatis menghadap ke pulau itu. Jaraknya tak sampai satu kilo.

    Teras BRI KapalTeras BRI Kapal ‘Bahtera Seva I’ Foto: (bonauli/detikcom)

    Salah satu mantri BRI yang bernama Ryan (35) mendapat jadwal ke pulau itu. BRI memiliki dua tim yang bergantian untuk melayani ke Pulau Seribu, tim ini akan berganti setiap minggu.

    Ia bercerita bahwa pernah sekali waktu ia masih terjaga sampai pukul 01.30 WIB. Masih asyik dengan telepon genggamnya, sayup-sayup ia mendengar suara berupa ketokan di dinding kamar.

    Beberapa ketukan ia abaikan. Ia masih terpaku dengan layar handphone. Namun kali kedua, jantung Ryan seakan berhenti berdetak.

    “Kamar itukan posisinya menghadap ke laut Pulau Karya. Langsung tahu, nggak bener nih. Langsung tidur saat itu,” kenangnya sambil memeragakan di depan kru kapal.

    Yang lain ikut menimpali sambil tertawa, mereka belum pernah merasakan pengalaman yang horor, tapi sering mendengar cerita-cerita gaib dari warga Pulau Panggang.

    “Iya, tau pulau itu horor,” kata yang lain bersahutan.

    Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

    detikTravel bertanya langsung pada seorang warga asli Pulau Panggang, Sopyan Hadinata (38). Leluhurnya termasuk tokoh agama terpandang di pulau itu.

    Iyan (sapaan akrab) mengakui bahwa Pulau Karya memang angker. Sejak dulu, ia sudah mendengar cerita-cerita horor sampai jadi terbiasa dengan hal itu.

    “Dulu itu bilangnya tempat buat latihan menembak tentara. Jadi warga nggak boleh ke sana kalau ada latihan,” katanya memulai cerita.

    Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

    Sebelum jadi pulau khusus pemakaman (TPU) seperti sekarang ini, Pulau Karya hanyalah hutan belantara. Ada berbagai macam tumbuhan, buah-buahan dan tentu saja pantai yang indah sana.

    “Di era pemerintahan Soeharto itu, kalau ada tentara yang ke sana warga langsung tahu mau ada latihan menembak. Karena orang tua kita zaman dulu banyak juga yang jadi pahlawan, mereka bilang kita harus hormat sama tentara,” katanya.

    Mandat untuk menjauhi pulau saat ada tentara tidak pernah dilanggar oleh warga Pulau Panggang. Yang mereka tahu, suara tembakan selalu terdengar saat tentara tiba. ‘Oh sedang latihan’, pikiran itu akan otomatis muncul tanpa kecurigaan. Dua atau tiga kapal tentara muncul jika waktu ‘latihan’ tiba.

    Sampai kerusuhan tahun 1998 terjadi. ‘Latihan menembak’ semakin sering, barulah warga sadar apa arti letusan bedil, yaitu eksekusi. Lalu terbentuklah reformasi dan ‘latihan menembak’ tak pernah terjadi lagi.

    Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

    Iyan tidak ingat jelas kapan, tapi sekitar tahun 2000-an, pembangunan Pulau Karya dimulai. Warga bahu-membahu membantu pembangunan rumah dinas untuk pejabat dan unit lainnya seperti polres dan pemadam kebakaran.

    Saat menggali tanah, ditemukan puluhan tengkorak. Tak ada identitas, hanya tulang belulang. Masa lalu Pulau Karya terkuak, diceritakan turun-temurun sampai sekarang.

    “Orang sini udah nggak asing lagi sama cerita horor. Dulu polisi sering cerita digangguin kalau tidur. Tadinya tidur di dalem kantor, bangun-bangun udah ada di luar,” ungkapnya.

    Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

    Tak hanya polisi, narapidana yang dikirim ke Pulau Karya juga merasa sengsara. Kata Iyan, jumlah napi seringkali bertambah, mereka terus minta pindah karena diganggu oleh makhluk halus.

    “Pernah mereka lagi tidur, terus dinampakin ada jari-jari segede pisang ambon. Pokoknya digangguin terus sampai mereka bilang lebih mending di Cipinang daripada di sini,” jawabnya.

    Iyan sendiri pernah mengalaminya langsung. Bapak beranak empat itu ingat betul dirinya membawa lima teman kampus UNINDRA untuk kemping di Pulau Karya. Sebelum kemping, Iyan mengajak teman-temannya untuk ziarah, meminta izin untuk masuk ke pulau.

    Lelaki lulusan Teknik Informatika itu mengatakan ada sebuah aturan untuk bisa kemping di sana. Mereka tidak boleh berkata kasar dan berbuat mesum saat kemping. Teman-temannya mengiyakan.

    “Setelah puas main di pantai, mereka kecapean lalu tertidur di tenda,” katanya.

    Dua perempuan dan tiga pria tentu membuat kemah cukup sesak. Tak mau mengganggu temannya yang kelelahan, Iyan pun ngungsi ke rumah dinas pemadam kebakaran.

    Tak berapa lama angin kencang muncul, awan gelap seakan jadi pertanda akan hadirnya badai. Iyan khawatir akan teman-temannya. Dari ujung pulau ke ujung satunya, ia berlari untuk mendapati kawan-kawannya.

    “Saya kaget, kok mereka udah nunggu di dermaga. Pas saya tanya, mereka jawab ‘kan tadi kamu udah bangunin katanya suruh siap-siap’,” ucapnya.

    Dalam hati Iyan paham, yang tadi datang bukan dirinya. Namun makhluk gaib yang menyerupai dirinya. Tak ingin membuat temannya panik, ia kemudian membawa mereka pulang ke Pulau Panggang.

    “Di sini itu udah biasa, pokoknya kita hidup berdampingan dan tidak saling mengganggu, itu aja,” pungkasnya.

    Teras BRI Kapal terjadwal hadir di Pulau Panggang setiap Selasa. Pulau pemukiman dengan penduduk terpadat di Pulau Seribu itu memiliki jumlah penduduk 6.260 jiwa menurut sensus tahun 2017. Berbeda dengan pulau-pulau lainnya yang sangat erat dengan kegiatan pariwisata, Panggang murni pemukiman. Kebanyakan nasabah BRI yang melakukan transaksi di kapal terapung berupa setoran tabungan, peminjaman, pembuatan tabungan dan penarikan ATM.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Doa Upacara Hari Pramuka pada 14 Agustus 2023



    Jakarta

    Hari Pramuka di Indonesia diperingati setiap tanggal 14 Agustus. Untuk memperingatinya, biasanya digelar upacara bendera yang juga mencakup pembacaan teks doa upacara Hari Pramuka.

    Tahun ini, Gerakan Pramuka Indonesia memasuki usia yang ke-62 tahun. Adapun tema yang diusung tahun ini yaitu. “Sumber Daya Manusia yang Profesional dan Proporsional” yang menyatu dengan logo angka 62 dan tunas kelapa.

    Tema dan logo tersebut diharapkan dapat membangun citra positif Gerakan Pramuka ke depannya. Salah satunya dengan mempersiapkan dan melibatkan sumber daya manusia yang profesional dan proporsional.

    Pelaksanaan upacara Hari Pramuka diselenggarakan dengan khidmat sesuai susunan upacaranya. Adapun petunjuk pelaksanaan susunan upacara Hari Pramuka tercantum dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 178 Tahun 1979.


    Menurut susunan upacara tersebut, pembacaan doa dipimpin oleh pembina upacara. Tahapan doa dilakukan setelah sesi mengheningkan cipta.

    Adapun contoh bacaan doa upacara Hari Pramuka 2023 dapat dinukil dari contoh pembacaan teks doa yang pernah dibacakan pada upacara Hari Pramuka di SMK YPPP Wonomulyo melalui lamannya.

    Contoh Teks Doa Upacara Hari Pramuka 2023

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarakatuh,
    Lakalhamdu ya ma’bud hamdan yuafini ‘amahu wayukafi’u majidah

    Segala puji kami panjatkan kepada Allah, Dzat Yang Maha Abadi. Dzat yang telah menciptakan alam semesta, Dzat yang mengatur siang dan malam, Dzat yang telah memberikan kemerdekaan kepada bangsa ini.

    Sholawat teriring salam semoga senantiasa tercurah kepada baginda Rasulullah SAW dan kepada kita selaku umatnya hingga akhir zaman. Aamiin.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa,
    Di hari yang amat berbahagia bagi kami Anggota Gerakan Pramuka di seluruh Indonesia ini dan SMK YPPP Wonomulyo khususnya. Kami satukan rasa, satukan jiwa seraya meminta kepada-Mu, Dzat Yang Maha Mulia.

    Ya Rabb,
    Di yang penuh berkah ini. Kami seluruh Anggota Gerakan Pramuka SMK YPPP Wonomulyo
    menengadahkan kedua tangan memanjatkan doa.

    Ya Allah, Yang Maha Pengasih, Yang tentu tak pilih kasih,
    Karuniakan kasih sayang-Mu kepada kami melalui Gerakan Pramuka, jadikan ia sebagai sumber ilmu dan sumber pengalaman bagi kami.

    Ya Rabb, Tuhan Yang Maha Pemberi,
    Baguskanlah agama kami yang akan menjadi kehormatan bagi segala urusan kami. Berikan kami kebaikan di dunia sebagai tempat kami menjalani hidup. Berikan kami kebaikan di akhirat yang akan menjadi tempat kami kembali.

    Ya Allah,
    Jadikan hidup kami ini penuh manfaat seperti Pramuka yang telah banyak berbuat mendidik dan menjadikan generasi muda Indonesia menjadi generasi yang bermartabat.

    Ya Allah, Ya Ghaffar, Ya Hadi, Ya Ghaniy.
    Kami tahu, tidaklah Engkau sisakan sebuah dosa bagi kami kecuali Engkau memupusnya. Tidaklah Engkau sisakan kegelisahan pada hati kami melainkan Engkau memberi jalan keluarnya. Tidaklah Engkau berikan utang bagi bangsa kami melainkan Engkau melunasinya.

    Ya Allah, jadikanlah ia menjadi organisasi yang besar. Bukan hanya besar nama tapi besar pula
    kebaikannya bagi masyarakat, bangsa dan negara. Jangan Engkau tundukkan kami pada orang-orang atau pemimpin-pemimpin yang tidak menyayangi kami juga bangsa ini.

    Ya Allah, Yang mempunyai Keagungan dan Kemuliaan
    Jadikanlah Gerakan Pramuka Indonesia sebagai garda terdepan pelaku perubahan dalam pembentukan karakter kaum muda.

    Engkau Dzat Yang Maha Menerima dan Mengabulkan segala doa. Semoga Engkau menerima dan mengabulkan segala harap dan pinta kami, Ya Allah.

    Robbana aatina fiddunia hasanah, wafil akhiroti hasanah waqina adzaa bannar. Aamiin yaa rabbal’alamin.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com