Tag: prancis

  • El Real Menang tapi Belum Menjanjikan


    Madrid

    Kylian Mbappe senang Real Madrid membuka Liga Spanyol 2025/2026 dengan menang melawan Osasuna.Namun, ia menilai El Real bisa lebih baik lagi usai tampil tak menjanjikan.

    Madrid menang 1-0 atas Osasuna di Santiago Bernabeu pada laga pekan pertama LaLiga 2025/2026, Rabu (20/8/2025). Gol tunggal kemenangan El Real diciptakan oleh penalti Kylian Mbappe pada menit ke-51.

    Meski menang, performa Madrid tak cukup meyakinkan di laga ini. Terutama lini depan yang tampil tak cukup efektif. Padahal Madrid tampil sangat dominan.


    Los Blancos mencatatkan penguasaan bola sebesar 71 persen dibanding Osasuna yang hanya 29 persen. Madrid juga mampu bikin 18 tembakan dengan lima mengarah ke gawang.

    Namun, Madrid hanya bisa mencetak satu gol. Itu pun dari titik putih bukan dari permainan terbuka.

    Mbappe mengakui bahwa Madrid sempat kesulitan terutama di babak pertama. Situasi membaik setelah Madrid mencetak gol di awal babak kedua.

    Pemain asal Prancis ini mengaku senang dengan kemenangan atas Osasuna. Namun, ia menilai performa Madrid harusnya bisa lebih baik lagi.

    “Di babak pertama, kami tidak punya banyak ruang dan mencoba bermain menyerang. Kemudian, kami punya lebih banyak peluang. Kami mencetak gol di awal babak kedua dan lebih menguasai permainan. Kami ingin mencetak gol kedua, tetapi itu tidak terjadi. Kami senang dengan kemenangan ini. Kami positif, tetapi kami akan berusaha lebih keras lagi,” ujar Mbappe dikutip dari situs Madrid.

    (pur/rin)



    Sumber : sport.detik.com

  • Makin Keruh! Ter Stegen Larang Dokter Barcelona Datangi Rumahnya


    Barcelona

    Marc-Andre ter Stegen dihukum Barcelona gara-gara perkara laporan medisnya. Kiper asal Jerman itu kini melarang dokter klub mendatangi rumahnya.

    Ter Stegen baru saja menjalani operasi punggung. Kondisi kiper berusia 33 tahun itu membuka peluang Barcelona mendaftarkan pemain baru lainnya musim panas ini.

    Ter Stegen sempat mengaku bakal absen sekitar 3 bulan saja. Sementara Barcelona butuh minimal sang pemain absen sekitar 4 bulan. Tujuannya adalah agar LaLiga memberi keringanan kepada klub untuk mendaftarkan pemain lain lewat 50 persen slot gaji Ter Stegen yang absen selama itu.


    Masalahnya, Ter Stegen kemudian menolak berbagi data medis dengan LaLiga. Otoritas Liga Spanyol lantas memberi tahu Barcelona, yang direspons klub dengan menjatuhi sanksi kepada si kiper dengan mencabut ban kaptennya.

    Menurut Diario Sport, Marc-Andre ter Stegen bukannya melemah malah makin keras. Eks pemain Borussia Moenchengladbach itu melarang dokter Barcelona mendatangi rumahnya!

    Saat ini, Ter Stegen menjalani pemulihan di rumahnya, usai menjalani operasi di Bordeaux, Prancis. Ia melarang dokter Barcelona mengunjunginya.

    Situasi itu membuat konflik Ter Stegen dan Barcelona makin pelik. Bagi klub, hal ini jelas bakal mengganggu registrasi pemain barunya, seperti kiper baru Joan Garcia dan penyerang Marcus Rashford.

    Ter Stegen membela Barcelona sejak 2014. Ia membantu raksasa Catalan meraih 17 trofi, termasuk 6 titel LaLiga dan sekali Liga Champions.

    Kontrak Marc-Andre ter Stegen baru akan habis pada 2028. Sejauh ini, Barcelona dikabarkan memang berusaha melepasnya, termasuk dengan mendatangkan Joan Garcia dari Espanyol.

    (yna/pur)



    Sumber : sport.detik.com

  • Endrick Warisi Nomor 9 Madrid, Garcia Pakai Nomor 16


    Jakarta

    Perdebatan mengenai siapa yang mengenakan nomor punggung 9 di Real Madrid sudah selesai. Endrick akan memakai nomor tersebut di musim 2025-26, sedangkan Gonzalo Garcia akan diberi nomor 16.

    Hal itu diumumkan Madrid pada Sabtu (9/8/2025) WIB di media sosial. Los Blancos mengunggah foto jersey tim dengan nomor punggung masing-masing pemain. Endrick yang musim lalu memakai nomor 16 kini menjadi nomor 9, sedangkan nomor lamanya dipakai Garcia.

    Situs resmi Madrid juga telah mencantumkan nomor baru kedua pemain tersebut di foto skuad. Nomor 9 pada musim lalu dipakai Kylian Mbappe, namun striker Prancis itu beralih ke nomor 10 usai Luka Modric hengkang ke AC Milan.


    Sebelumnya, sempat muncul rumor bahwa Garcia yang akan ditunjuk memakai nomor 9 menyusul performa ciamik di Piala Dunia Antarklub 2025, saat mencetak empat gol dan membawa Madrid ke semifinal. Namun akhirnya tetap Endrick yang mendapatkannya.

    Faktor ‘senioritas’ diyakini turut menjadi faktor. Endrick, yang berusia 19 tahun, sudah masuk tim utama sejak musim lalu, sedangkan Garcia (21 tahun) banyak berkutat di tim Castilla.

    Meski begitu, keputusan ini tak mengubah keyakinan Madrid terhadap Garcia. Pemberian nomor 16 padanya menjadi pengesahan secara simbolis dirinya dipromosikan ke tim utama Madrid. Sebelumnya ia memakai nomor 30. Tak hanya itu, ia juga diberi perpanjangan kontrak hingga 2030.

    (adp/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Prancis Akan Akui Negara Palestina, Saudi-Yordania Puji Macron



    Jakarta

    Presiden Prancis Emmanuel Macron memutuskan negaranya akan mengakui kemerdekaan Palestina. Langkah bersejarah ini menuai pujian dari Arab Saudi dan Yordania.

    Dilansir detikNews, Macron mengumumkan rencana tersebut pada Kamis (24/7/2025) waktu setempat. Prancis akan mengakui negara Palestina di Majelis Umum Perserikatan Banga-Bangsa (PBB) pada September mendatang.

    “Sesuai dengan komitmen historisnya untuk perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah, saya telah memutuskan bahwa Prancis akan mengakui Negara Palestina. Saya akan membuat pengumuman resmi di Majelis Umum PBB pada bulan September,” tulis kepala negara Prancis tersebut di media sosial X dan Instagram.


    Keputusan Macron itu menuai pujian dari Arab Saudi. Kerajaan menegaskan konsensus internasional tentang hak Palestina untuk mendirikan negara merdeka.

    “Kerajaan memuji keputusan bersejarah ini, yang menegaskan kembali konsensus komunitas internasional tentang hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara merdeka mereka di perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” kata Kementerian Luar Negeri Saudi dalam pernyataan, dilansir dari Al Arabiya, Jumat (25/7/2025).

    “Kerajaan menggarisbawahi pentingnya upaya berkelanjutan oleh negara-negara untuk menerapkan resolusi internasional dan menegakkan hukum internasional,” imbuh pernyataan itu.

    Arab Saudi juga menyerukan semua negara yang belum mengakui kemerdekaan Palestina untuk mengambil langkah positif seperti yang dilakukan Prancis. Pihaknya juga minta negara-negara lain untuk mendukung perdamaian dan hak-hak sah rakyat Palestina.

    Selain Arab Saudi, Yordania juga mengapresiasi keputusan Macron. “Ini adalah langkah ke arah yang benar menuju terwujudnya solusi dua negara dan berakhirnya pendudukan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, Sufian Qudah, dalam sebuah pernyataan.

    Status kenegaraan Palestina kini telah mendapat pengakuan oleh 142 negara, termasuk Prancis yang tengah berencana mengumumkan pada September. Sementara Israel dan Amerika Serikat sangat menentang pengakuan tersebut.

    Berita selengkapnya baca di sini.

    (kri/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Dukungan Arab Saudi dan Prancis untuk Palestina di Tengah Krisis Kemanusiaan Gaza



    Jakarta

    Presiden Palestina Mahmoud Abbas berterima kasih kepada Arab Saudi atas upayanya dalam berkontribusi pada komitmen bersejarah Prancis untuk mengakui Palestina sebagai sebuah negara.

    Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan hal tersebut pada hari Kamis (24/7/2025). “Solusi ini adalah satu-satunya jalan yang dapat memenuhi aspirasi sah Israel dan Palestina. Solusi ini harus segera diwujudkan,” kata Macron dalam suratnya kepada Abbas.

    “Prospek solusi yang dinegosiasikan untuk konflik di Timur Tengah tampaknya semakin jauh. Saya tidak bisa pasrah,” tambahnya.


    Dilansir dalam Arab News pada Sabtu (26/7/2025), Pemimpin Palestina tersebut mengatakan bahwa langkah Prancis tersebut merupakan kemenangan bagi rakyatnya dan ia mendesak negara-negara lain untuk mengambil sikap serupa guna mendukung solusi dua negara untuk konflik yang telah berlangsung puluhan tahun.

    Kerajaan Arab Saudi telah lama mendukung negara Palestina dan telah berulang kali mengutuk perlakuan Israel terhadap warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat.

    Krisis Pangan di Gaza

    Keadaan Gaza kian memburuk. Badan bantuan Pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa sepertiga warga Gaza “tidak makan selama berhari-hari” saat kelaparan menyelimuti daerah kantong Palestina yang dilanda perang sejak Oktober 2023 lalu.

    Dilansir AFP pada Sabtu (26/7/2025), badan bantuan pangan PBB Program Pangan Dunia (WFP) menyebutkan bahwa hampir satu dari tiga orang tidak makan selama berhari-hari. Malnutrisi meningkat dengan 90.000 perempuan dan anak-anak sangat membutuhkan perawatan.

    Disebutkan oleh WFP bahwa sekitar 470.000 orang di Jalur Gaza diperkirakan akan menghadapi “bencana kelaparan” atau “catastrophic hunger” — kategori paling parah dalam klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu PBB — antara Mei dan September tahun ini.

    “Bantuan pangan adalah satu-satunya cara bagi masyarakat untuk mengakses makanan karena harga pangan sedang melambung tinggi,” kata WFP dalam pernyataannya.

    “Banyak orang sekarat karena kurangnya bantuan kemanusiaan,” imbuh pernyataan WFP tersebut.

    Dilansir dari CNN, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi kelaparan yang memburuk di Gaza. Ia mengatakan situasi di Gaza bukan sekadar krisis kemanusiaan, tetapi krisis moral yang mengguncang hati nurani dunia.

    Dalam pernyataan terbarunya, Guterres mengungkap betapa parahnya kelaparan yang melanda wilayah itu. Ia menceritakan bahwa anak-anak di Gaza kini berbicara soal keinginan pergi ke surga, karena mereka percaya setidaknya “ada makanan di sana.”

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kian Banyak Bangsa Eropa Akui Negara Palestina, Setelah Prancis Kini Inggris



    Jakarta

    Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan Inggris siap mengakui negara Palestina. Langkah ini menanggapi meningkatnya kemarahan publik atas krisis kelaparan di Gaza.

    Dilansir Reuters, Starmer menyatakan hal itu pada Selasa (29/7/2025), sehari setelah pembicaraan di Skotlandia dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump sendiri keberatan dengan rencana Inggris tersebut.


    Inggris berencana mengakui kemerdekaan Palestina di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September mendatang. Starmer mengatakan pihaknya akan merealisasikan pernyataan itu kecuali Israel mengambil tindakan untuk mengizinkan lebih banyak bantuan ke Gaza, tak ada aneksasi Tepi Barat, dan berkomitmen pada solusi dua negara.

    “Rakyat Palestina telah menanggung penderitaan mengerikan,” ujar Starmer dilansir Reuters.

    “Sekarang, di Gaza, karena kegagalan bantuan yang dahsyat, kami melihat kelaparan, anak-anak yang terlalu lemah untuk berdiri, gambaran yang akan terus kami ingat seumur hidup. Penderitaan ini harus diakhiri,” tegasnya.

    Kementerian Luar Negeri Israel turut menanggapi pernyataan Inggris. Dalam sebuah unggahan di X, pihaknya menyebut langkah Inggris merupakan “hadiah bagi Hamas” dan akan merugikan upaya gencatan senjata.

    Langkah Inggris untuk mengakui negara Palestina di PBB akan menjadi kekuatan tambahan bagi Barat. Menyusul pengumuman yang sebelumnya disampaikan Prancis pada pekan lalu.

    Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan negaranya akan mengakui kemerdekaan Palestina.

    “Sesuai dengan komitmen historisnya untuk perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah, saya telah memutuskan bahwa Prancis akan mengakui Negara Palestina. Saya akan membuat pengumuman resmi di Majelis Umum PBB pada bulan September,” tulis kepala negara Prancis tersebut di media sosial X dan Instagram.

    Keputusan tersebut mendapat pujian dari Arab Saudi. Kerajaan juga menyerukan negara-negara lain untuk melakukan langkah positif seperti yang dilakukan Prancis.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Daftar Negara yang Kini Akui Palestina sebagai Negara



    Jakarta

    Status kenegaraan Palestina kian mendapat pengakuan dari banyak negara. Terbaru, dua kekuatan dari Eropa masuk dalam daftar.

    Berdasarkan data yang dilansir Al Jazeera dari Kementerian Luar Negeri Palestina dan agensi berita, per 10 April 2025, negara Palestina diakui sebagai negara berdaulat oleh 147 negara atau sekitar 75 persen dari anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Negara Palestina juga mendapat pengakuan dari Takhta Suci, badan pemerintahan Gereja Katolik dan Kota Vatikan, yang memegang status pengamat PBB.


    Pekan lalu, Presiden Prancis Emmanuel Macron memutuskan akan mengakui negara Palestina di Majelis Umum PBB pada September mendatang. Prancis, kata Macron, berkomitmen terhadap perdamaian di Timur Tengah.

    “Sesuai dengan komitmen historisnya untuk perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah, saya telah memutuskan bahwa Prancis akan mengakui Negara Palestina. Saya akan membuat pengumuman resmi di Majelis Umum PBB pada bulan September,” tulis kepala negara Prancis tersebut di media sosial X dan Instagram.

    Menyusul Prancis, Inggris juga menyatakan siap mengakui negara Palestina di Majelis Umum PBB pada September nanti. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan langkah tersebut sebagai tanggapan meningkatnya kemarahan publik atas krisis kelaparan yang melanda Gaza.

    Dilansir Reuters, Rabu (30/7/2025), Inggris akan mengakui negara Palestina kecuali Israel mengambil tindakan segera untuk mengizinkan lebih banyak bantuan masuk Gaza, tidak ada aneksasi Tepi Barat, dan berkomitmen pada solusi dua negara.

    Dengan kekuatan Barat ini, total negara yang mengakui Palestina menjadi 149 negara. Status kenegaraan Palestina pertama kali diakui pada 1988 oleh Iran, tepatnya pada 4 Februari. Kemudian disusul oleh sejumlah negara pada November di tahun yang sama.

    Berikut daftar selengkapnya.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Saudi, Qatar dan Mesir Serukan agar Hamas Melucuti Senjata untuk Akhiri Perang Gaza



    Jakarta

    Negara-negara Arab termasuk Qatar, Arab Saudi dan Mesir meminta Hamas untuk menyerahkan senjata dan mengakhiri kekuasaan di Gaza, Palestina. Seruan ini dilakukan untuk mengakhiri perang dengan cara menghidupkan solusi dua negara bagi Israel dan Palestina.

    Melansir dari Arab News pada Rabu (30/7/2025), 17 negara ditambah Uni Eropa dan Liga Arab menyepakati deklarasi yang menjadi bagian dari dokumen tujuh halaman dalam konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Deklarasi berfokus pada penghidupan kembali solusi dua negara.


    “Dalam konteks mengakhiri perang di Gaza, Hamas harus mengakhiri kekuasaannya di Gaza dan menyerahkan persenjataannya kepada Otoritas Palestina, dengan keterlibatan dan dukungan internasional, sejalan dengan tujuan Negara Palestina yang berdaulat dan merdeka,” bunyi pernyataan dalam deklarasi tersebut.

    Deklarasi ini menyusul seruan delegasi Palestina di PBB agar Israel dan Hamas meninggalkan Gaza yang memungkinkan otoritas Palestina mengelola wilayah pesisir tersebut. Negara Prancis yang menjadi tuan rumah konferensi bersama Arab Saudi itu menyebut deklarasi tersebut bersejarah dan belum pernah terjadi sebelumnya.

    “Untuk pertama kalinya, negara-negara Arab dan Timur Tengah mengecam Hamas, mengecam serangan 7 Oktober, menyerukan pelucutan senjata Hamas, menolak keikutsertaannya dalam pemerintahan Palestina, serta menyatakan niat untuk menormalisasi hubungan dengan Israel di masa depan,” ungkap Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot.

    Deklarasi diteken bersama oleh Prancis, Inggris, dan Kanada di antara negara-negara Barat lainnya. Mereka juga menyerukan kemungkinan pengerahan pasukan asing untuk menstabilkan Gaza setelah berakhirnya peperangan. Meski demikian, Israel dan sekutunya Amerika Serikat tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Daftar 147 Negara yang Mengakui Negara Palestina, Lengkap Waktu Pengakuannya



    Jakarta

    Negara Palestina telah mendapat pengakuan lebih dari 140 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Terbaru, Prancis berencana mengumumkan di Majelis Umum PBB pada September mendatang.

    Inggris juga akan menyusul jika Israel tak penuhi syarat: mengambil tindakan untuk mengizinkan lebih banyak bantuan ke Gaza, tak ada aneksasi Tepi Barat, dan berkomitmen pada solusi dua negara.


    (kri/erd)


    Sumber : www.detik.com