Banyak orang menjadi kaya karena koin ini. Bahkan, trader terkenal di Twitter, Josh Rager, mengatakan bahwa ada kemungkinan besar bahwa YFI bisa mencapai $30.000 atau lebih.
Disamping itu, dengan DeFi Boom, YFI bisa saja mencapai harga emas saat ini.
2. Chainlink (LINK)
Chainlink adalah jaringan oracle terdesentralisasi yang didirikan dengan tujuan tunggal menghubungkan smart contract dengan data dunia nyata. Tokennya, LINK, digunakan untuk membayar operator node yang menjaga integritas jaringan.
Menjadi token ERC-20, LINK berjalan di blockchainEthereum dan saat ini menjadi salah satu cryptos terkemuka karena lebih banyak orang terus mengambil bagian dalam potensi keuntungan fenomenal yang menjadi ciri token DeFi.
Harga Link naik 778% dalam satu tahun, menjadi Rp 230 ribuan.
Banyak analis mengatakan kalau token ini memiliki masa depan yang sangat cerah, bahkan akan mampu menandingi Bitcoin dalam hal pertumbuhan nilai.
3. Ethereum (ETH)
Berbicara DeFi, tentu tidak bisa jika tidak membawa Ethereum (ETH), yang menjadi dasar dari teknologi ini.
Semua token ERC-20 dibangun di atas blockchainnya dan lebih banyak lagi dibuat setiap hari. Beberapa perubahan telah diamati pada jaringan Ethereum karena proliferasi token DeFi. Ini termasuk peningkatan biaya gas karena aktivitas transaksi yang tinggi serta meningkatnya minat pada token asli, ETH.
Tezos saat ini adalah salah satu mata uang crypto favorit para trader. Ini karena kinerja harga baru-baru ini yang mungkin dipicu oleh aset DeFi.
Ini adalah proyek yang berfungsi sebagai platform untuk pembentukan proyek DeFi, sehingga jika DeFi bertumbuh (yang memang tengah sangat diminati dan bertumbuh positif), maka XTZ pun masih memiliki potensi masa depan yang sangat positif.
Semua altcoin tersebut bisa dibeli di Indodax, namun, anda harus melakukan pengecekan yang lebih lanjut.
Disclaimer: Artikel ini hanya sudut pandang dari penulis dan penulis bukan penasihat keuangan. Cryptoharian, affiliasi, penulis, karyawan, subkontraktor adalah investor dari waktu ke waktu dan mungkin tidak mempunyai cryptocurrency yang ditulis. Anda harus melakukan pengecekan yang lebih detil sebelum melakukan investasi di pasar Bitcoin atau cryptocurrency.
Beberapa hari terakhir, pasar terlihat dipenuhi volatilitas dari skema pump and dump. Pergerakan ini terjadi hampir di seluruh pasar keuangan dan pasar crypto menjadi salah satunya.
Namun, saat ini pasar crypto merupakan salah satu pasar yang mulai pulih akibat kondisi “hijau” atau apresiasi yang terlihat kembali akibat Bitcoin dan Ethereum.
Pasar Crypto Mulai Hijau
Kapitalisasi pasar crypto secara global telah naik 6,9% menurut data dari Nomics, dengan nilai $1,12 Triliun atau 15% dari kapitalisasi emas.
Harga Bitcoin terlihat naik sekitar 7% dalam 24 Jam bersamaan dengan volumenya yang naik 5% di kurun waktu yang sama.
Harga Ethereum juga terlihat naik sekitar 10% dalam 24 Jam yang membawanya ke atas $1.500 pertama kali dalam sejarah.
Apresiasi harga Ethereum dikabarkan terjadi akibat Sektor Decentralized Finance (DeFi) yang menggunakan jaringan Ethereum.
Saat ini, terdapat sekitar $30 Miliar dalam smart contracts yang terkunci di sektor DeFi. Angka tersebut merupakan peningkatan dua kali lipat sejak awal Januari 2021.
Apresiasi tersebut sebagian besar terjadi karena dukungan dari Aave, Compound, dan Maker yang secara keseluruhan memiliki $13 Miliar atau 43,3% dari keseluruhan smart contract terkunci di DeFi.
Wainman memprediksi bahwa Snowswap, Unistake, PancakeSwap, Bao Finance, Bridge Mutual, OptionRoom, dan Polkadot, memiliki potensi apresiasi tersebut.
Alasannya adalah akibat dari potensi yang masing-masing mata uang crypto tersebut miliki bersama dengan valuasinya yang masih rendah dan beberapa proyek yang akan datang. Ia menyatakan,
“Dengan adanya Oracle dari OptionRoom, terdapat prediksi pasar dan Polkadot di saat yang bersamaan. Potensinya sangat besar dan masih berada di kapitalisasi yang masih sangat kecil. Saat ini kapitalisasi pasarnya masih terdilusi dan masih memiliki beberapa proyek yang akan datang.”
Wainman juga menambahkan bahwa Ethereum berpotensi ikut dalam apresiasi 1.000 kali lipat ini. Hal ini disebabkan mayoritas DeFi berada di Jaringan Ethereum 2.0.
Selain itu Ethereum juga akan terdorong karena sisi fundamentalnya yang sudah mendorong harganya untuk menyentuh harga tertinggi baru.
Sisi fundamental tersebut termasuk sentimen dari Koin Non-Fungible dan Sektor DeFi, yang membuat saat ini Ethereum masih sangat rendah dari valuasi nyatanya.
Sepanjang tahun 2020 Bitcoin dan aset crypto lain terpantau meraih kenaikan harga yang cukup mengesankan, adopsi crypto pun semakin meningkat dengan banyaknya pemain institusi yang bergabung. Adanya deFi membuat banyak proyek crypto dengan berbagai solusi menarik muncul. Tahun 2020 bisa dibilang salah satu tahun terbaik bagi cryptocurrency. Lalu bagaimana cryptocurency di 2021 nanti?
Seperti yang diprediksi tahun lalu, 2020 adalah tahun untuk mata uang digital bank sentral (CBDC). Dengan 80% bank sentral aktif di CBDC dan tekanan tak terlihat dari Libra yang sekarang disebut sebagai Diem, yang diharapkan segera diluncurkan, dan diharapkan melihat banyak perkembangan baru di ruang ini.
Semua mata di tahun 2021 akan tertuju pada China karena terus bergerak maju dengan renminbi digitalnya (disebut DC / EP), yang membangun fondasi dalam hal masa depan uang. Dalam fase percontohan terakhirnya, lebih dari 2 miliar RMB bernilai (US$ 300 juta) ditransaksikan melalui 4 juta transaksi menggunakan RMB digital.
2. Lembaga Keuangan Tradisional Lirik Bitcoin
2020 adalah tahun yang luar biasa ketika menyangkut masuknya pemain institusional di ruang crypto. Contohnya seperti JPMorgan dan Standard Chartered. Diperkirakan ini akan meningkat pada tahun 2021 karena banyak bank mulai mempublikasikan paket crypto mereka contohny adalah DBS Singapura.
Meskipun bank investasi adalah pemain paling aktif sejauh ini, bank swasta juga menarik untuk diperhatikan. Kemungkinan akan ada bank swasta yang berpandangan ke depan untuk beradaptasi dan melihat kripto sebagai tawaran pembeda untuk menggaet lebih banyak klien.
3. Kejelasan pajak crypto
Menurut “Laporan Crypto Global PWC”, semakin banyak otoritas pajak di seluruh dunia yang menyediakan panduan pajak crypto yang eksplisit. Hal ini berdampak positif bagi industri karena kejelasan pajak penting untuk memberikan kenyamanan bagi investor institusi.
4. Crypto Unicorn Menjadi Crypto Octopus
Terlepas dari krisis ekonomi, tahun 2020 adalah tahun yang mengesankan untuk M&A crypto. Data menunjukkan nilai total crypto M&A dalam enam bulan pertama 2020 telah melampaui total dari 2019, dengan ukuran kesepakatan rata-rata meningkat dari $19,2 juta menjadi $45,9 juta.
Diprediksi akan ada peningkatan aktivitas M&A crypto di 2021, terutama dengan crypto unicorn yang semakin menjadi gurita crypto. Persentase aktivitas kesepakatan M&A crypto pun sejauh ini terus meningkat dan bergeser dari Amerika, dengan 57% transaksi terjadi di negara-negara Asia-Pasifik, dan di Eropa, Timur Tengah dan Afrika pada paruh pertama tahun ini, naik dari 51% pada 2019 dan 43% pada 2018.
5. Semua Kalangan Makin Mudah Beli Bitcoin
Meningkatnya minat terhadap Bitcoin baik dari kalangan individu dan investor ritel diperkirakan akan terus berlanjut tahun depan, kemudian semakin banyaknya bursa yang menyediakan layanan jual beli Bitcoin dengan deposit yang murah dan cepat pun akan sangat membantu bagi masyarakat untuk mulai beli Bitcoin. Dengan begitu maka tidak mengherankan jika masyarakat akan semakin mudah mendapatkan Bitcoin.
6. Dana lindung Nilai Tradisional Beralih ke Kripto
Pada tahun 2020, hedge fund yang besar, dari Guggenheim hingga Renaissance Technologies, secara serius mempertimbangkan untuk memasuki ruang cryptocurrency, sementara beberapa manajer hedge fund publik terkemuka, dari Paul Tudor Jones hingga Stanley Druckenmiller, menjadi berita utama dengan membicarakan bitcoin sebagai penyimpan nilai.
Dengan banyaknya pertukaran kripto yang teregulasi dan berfokus pada institusional yang sekarang dengan senang hati melayani dana tersebut, serta solusi pialang utama kripto. Maka dari itu diprediksi akan ada potensi ledakan dalam perdagangan kripto dengan dana lindung nilai tradisional pada tahun 2021.
7. Pertukaran Derivatif Crypto Tumbuh
Prediksi cryptocurrency 2021 lainnya adalah pertukaran derivatif akan menjadi area yang harus diperhatikan. Minat terbuka pada bitcoin berjangka di CME baru-baru ini mencapai rekor tertinggi dan akan menjadi barometer yang baik untuk minat investor di masa mendatang.
8. Industri Crypto Makin Profesional
Banyak pengusaha crypto generasi pertama berasal dari latar belakang teknologi. Tetapi sekarang, banyak perusahaan crypto yang membawa individu dengan latar belakang layanan keuangan institusional untuk menjalankan bisnis mereka, contoh terbaru dari perusahaan crypto seperti BitMEX hingga usaha baru seperti Diem.
Diharapkan tren ini meningkat pada tahun 2021 apalagi dengan pasar Crypto yang tidak pernah tidur, perusahaan beroperasi 24/7 dan industri berkembang berkali-kali lebih cepat daripada layanan keuangan tradisional, yang berarti para eksekutif yang terjun ke dunia crypto harus beroperasi luar zona nyaman mereka.
9. Peraturan Baru yang Mengarahkan DeFi
Pada tahun 2021, DeFi kemungkinan akan tumbuh lebih jauh. Meskipun kecil kemungkinan ada minat minat investor institusional di sektor ini, kelompok orang yang berdedikasi dari komunitas crypto yang bekerja di bidang yang menarik ini akan terus membuat terobosan.
10. Stablecoin Punya Peran Lebih Besar dalam Transaksi Lintas Batas
2020 adalah tahun rekor bagi stablecoin. Dengan aset yang tumbuh dari kurang dari $5 miliar di awal tahun menjadi lebih dari $25 miliar pada bulan Desember, momentum ini diharapkan akan berlanjut di tahun 2021. Data menunjukkan penggunaan stablecoin sudah meningkat di koridor tertentu, seperti antara Amerika Latin dan Asia Tenggara misalnya, di mana pedagang menggunakan stablecoin untuk menyelesaikan transaksi, sepenuhnya melewati jalur perbankan tradisional dalam prosesnya. Di tahun 2021, akan menarik untuk melihat apakah tren ini berlanjut.
Itu dia prediksi cryptocurrency di 2021 nanti, sekali lagi ini hanya merupakan prediksi dan bukan merupakan acuan utama. Apakah prediksi cryptocurency 2021 ini tepat? Kita masih harus menunggu waktu untuk menjawabnya.
Hadirnya teknik analisa trading digunakan para trader untuk memprediksi kondisi harga pasar di waktu mendatang, sehingga para trader tidak perlu menebak harga secara gamblang lagi. Ada salah satu teknik analisa yang sangat populer, yaitu fibonacci retracement. Lantas, bagaimana cara menggunakan fibonacci retracement? Yuk, kita bahas!
Mengenal Fibonacci
Fibonacci pertama kali dikembangkan oleh Leonardo da Pisa, seorang matematikawan asal Italia. Fibonacci adalah deretan angka sederhana yang susunan angkanya terdiri dari penjumlahan dua angka sebelumnya (0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21,…dst).
Rumus yang digunakan pada deret fibonacci adalah Un = Un-2 + Un-1. Di mana suku ke-n merupakan penjumlahan dari dua suku sebelumnya.
Apa itu Fibonacci Retracement?
Konsep fibonacci tidak hanya digunakan dalam dunia matematika, tetapi juga digunakan dalam dunia trading, salah satunya adalah fibonacci retracement. Fibonacci retracement merupakan alat analisis yang hadir dari pengembangan rasio antar angka dari bilangan fibonacci.
Bisa dibilang fibonacci retracement bukan indikator yang dapat langsung digunakan, melainkan bersifat sebagai alat analisa, di mana pemasangan pada chart-nya memerlukan pengukuran dan analisa tersendiri.
Analisa tersebut juga bisa berbeda-beda bagi setiap trader, karena trader sendiri yang menentukan titik swing harga yang dijadikan patokan untuk menarik garis-garis fibonacci.
Kegunaan Fibonacci Retracement
Fibonacci retracement memiliki beberapa kegunaan. Antara lain untuk menentukan sejauh mana target profit yang akan trader dapatkan dalam sebuah tren. Tidak hanya itu, analisa teknik ini juga berfungsi untuk menentukan level koreksi dari tren.
Ketika trader bisa membaca kondisi level koreksi pada suatu waktu, maka trader bisa memprediksi ke arah mana harga akan bergerak.
Istilah Dalam Fibonacci Retracement
Sebelum mengetahui bagaimana cara menggunakan fibonacci retracement, terdapat beberapa istilah yang harus Anda ketahui, diantaranya adalah:
Titik terendah yang dicapai sebelum harga kembali bergerak naik.
Titik tertinggi yang dicapai sebelum harga bergerak turun.
Keadaan candlestick yang paling tinggi bila dibandingkan dengan candlestick lain yang ada di sisi kanan dan kirinya.
Keadaan candlestick yang paling rendah bila dibandingkan dengan candlestick lain yang ada di sisi kanan dan kirinya.
Suatu kondisi di mana harga suatu komoditi cenderung naik jika ditarik dari titik terendahnya. Komoditi dapat dikatakan mengalami uptrend apabila memiliki deretan puncak dan lembah dengan tren naik.
Jadi, apabila hanya terdapat satu pincak dan satu lembah, kondisi tersebut bukan termasuk ke dalam uptrend, karena minimal harus terdapat dua puncak dan dua lembah yang bergerak semakin tinggi.
Downtrend adalah kondisi di mana harga komoditi cenderung mengalami penurunan. Komoditi dikatakan mengalami downtrend bila memiliki sederetan puncak dan lembah dengan tren menurun. Serta memiliki minimal dua puncak dan dua lembah yang bergerak semakin rendah.
Cara Menggunakan Fibonacci Dengan Benar
Fibonacci retracement cocok digunakan saat pasar sedang mengalami trending. Konsep dasar fibonacci retracement sendiri adalah mencari sinyal untuk “buy” di area support dan “sell” di area resistance. Konsep tersebut dapat dieksekusi dengan mencari swing high dan swing low dengan area fibonacci retracement yang digunakan adalah 38.2 hingga 61.8.
Ketika pasar sedang mengalami uptrend, Anda bisa menarik garis fibonacci retracement dari swing low ke swing high. Sementara itu, ketika pasar mengalami downtrend, garis fibonacci retracement ditarik dari swing high ke swing low..
Dalam prakteknya, para trader kerap bingung untuk menentukan swing high atau swing low mana yang harus digunakan. Nah, ternyata hal ini lumrah, lho. Ini dikarenakan, setiap trader memiliki persepsi dan analisa tersendiri.
Terlebih tidak ada swing high dan swing low yang salah, karena pada umumnya bisa digunakan sebagai tumpuan untuk menarik garis fibonacci retracement. Lalu, penerapan fibonacci retracement bisa dikatakan valid atau tidak apabila harga telah bergerak dan menghasilkan suatu kondisi.
Mulai Trading di Tokocrypto!
Sebagai exchange pertama di Indonesia yang telah mendapat izin dari BAPPEBTI, Tokocrypto siap menemani pengalaman trading dan investasi Anda! Dengan user interface yang cocok bagi pemula, Anda tak perlu lagi bingung dengan konsep trading serta investasi aset kripto.
Jangan lewatkan info terbaru dari Tokocrypto dan pantengin terus instagram Tokocrypto, ya!
Meski sempat mencatatkan tren positif, Ethereum akhirnya gagal mempertahankan tren bullish setelah menembus resistance $2800.
Akibatnya, harga token ETH turun tajam karena kondisi bearish, menyentuh angka di bawah $2500.
Namun, tren menurun ini menawarkan kesempatan kepada investor Ethereum untuk mengakumulasi token pada nilai yang lebih rendah.
Investor Ethereum Memanfaatkan Penurunan Harga
Menurut data dari Cost Basis Distribution (CBD), investor Ethereum menunjukkan kepercayaan pada token tersebut meskipun harganya turun.
Glassnode mengatakan ETH CBD menunjukkan akuisisi yang lebih stabil oleh investor untuk memanfaatkan keuntungan, meskipun kecil.
Banyak indikator basis biaya yang turun, yang menunjukkan bahwa sebenarnya investor masih diuntungkan dari fase penurunan harga Ethereum.
Data menunjukkan support kuat di $2.632 , di mana lebih dari 0,7 juta ETH telah terkumpul, dan resistance di $3.149 , dengan nilai akumulasi 1,22 juta ETH.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 28 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
Level support dan resistance ini sangat penting bagi stabilitas harga Ethereum, karena mengindikasikan di mana investor besar membeli dan menjual token tersebut.
Meskipun mengalami penurunan, momentum makroekonomi ETH tetap solid . Neraca bersih bursa menunjukkan pergeseran yang signifikan, dengan sekitar 178.500 token ditarik dari bursa dalam dua hari terakhir.
Pergeseran ini menunjukkan bahwa investor memindahkan aset mereka ke dompet dingin dengan tujuan menyimpannya untuk jangka panjang dan memperoleh keuntungan di masa mendatang.
Arus keluar telah mencapai $444 juta , menandakan keyakinan investor yang kuat terhadap pemulihan harga Ethereum di masa mendatang setelah fase penurunan berakhir.
Saat ini, token tersebut diperdagangkan pada harga $2406, sekaligus menandai adanya penurunan ETH sebesar 11% dalam 24 jam terakhir.
Penurunan tersebut mengikuti upaya untuk menembus di atas $2793, yang membuat ETH tetap dalam tren turun selama tiga bulan terakhir.
Namun, prediksi harga Ethereum di masa mendatang menunjukkan tanda-tanda kemungkinan pemulihan, meskipun masih di bawah $2500.
Skenario Alternatif untuk Ethereum
Jika harga Ethereum berhasil melampaui $2600, hal itu dapat memicu rebound dan mendorongnya ke atas $2793 , dengan kemungkinan mencapai $3000 lagi.
Namun sebaliknya, jika ETH gagal mencapai level $2654 dan terus bergerak dalam fase bearish, harganya bisa turun lebih jauh di bawah $2350.
Seandainya terjadi, akan ada kerugian lebih lanjut, sehingga membatalkan tren bullish yang telah ditunggu-tunggu oleh banyak investor.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Seorang pedagang Altcoin mengatakan grafik jangka panjang Ethereum terlihat “sangat bullish” dengan rasio risiko-imbalan yang sangat menguntungkan.
Ketika Bitcoin mendekati level terendahnya pada 3 Februari di angka $91.300, harga Ethereum tetap jauh di atas titik terendah bulanannya sebesar $2.080.
Dengan ekosistem tokenSolana yang menanggung beban tekanan bearish selama beberapa minggu terakhir, seorang analis percaya bahwa momentum bullish mungkin menguntungkan Ethereum setelah keadaan tenang, yang mengarah ke titik tertinggi baru sepanjang masa dalam beberapa bulan.
Risiko-Imbalan Ethereum sangat Menguntungkan
Doctor Profit, seorang analis kripto anonim, merilis laporan Ethereum terperinci yang disebarkan melalui media sosial X dengan mengutip beberapa pola, keadaan psikologis pasar, dan potensi pengembalian ETH selama beberapa bulan ke depan.
Berdasarkan indikator teknis yang akurat secara historis, analis tersebut mengatakan bahwa dia “sangat optimis” terhadap Altcoin tersebut karena ETH hanya 18% di atas level EMA 200 minggu.
Pedagang tersebut menjelaskan bahwa harga secara konsisten memantul dari indikator ini pada tahun 2020 dan menetapkan kisaran terendah selama pasar bearish tahun 2022.
“Risiko-imbalan di sini luar biasa! Potensi pergerakan menuju 8-10 ribu adalah sekitar 200%, sedangkan potensi kasus terburuk hanya 20%,” ujar sang analis, sebagaimana dikutip dari Coin Telegraph pada Rabu (26/2).
Selain indikator, analis juga memaparkan dua pengaturan kerangka waktu tinggi (HTF) yang mencakup saluran menaik beberapa tahun dan pola segitiga menaik.
Doctor Profit menguraikan bahwa sebagian besar likuiditas tetap berada di atas $4.000. Membentuk konfluensi bullish dengan pola-pola di atas, penanda pasar diharapkan mendorong Ether menuju kelompok likuiditas untuk membentuk penembusan.
Secara keseluruhan, meski kenaikannya tetap sekitar 200% dari harga saat ini, penurunannya paling banyak 20% dari harga saat ini.
Sementara itu, data dari Glassnode yang menunjuk pada distribusi basis biaya ETH, menunjukkan peningkatan aktivitas akumulasi investor di sekitar level support di $2.632, di mana 786.000 ETH telah dibeli.
Namun, penting juga untuk dicatat bahwa klaster akumulasi yang lebih tinggi hadir di $3.150 dengan 1,22 juta ETH.
Dengan menarik kesimpulan yang mungkin, sang analis mengatakan bahwa tren ini menunjukkan langkah investor melakukan aksi rata-rata penurunan, mengakumulasi ETH pada harga yang lebih rendah daripada keluar dari posisi sepenuhnya.
Akankah Ethereum Mengungguli Bitcoin Dalam Jangka Pendek?
Di sisi lain, peretasan Bybit baru-baru ini diperkirakan akan mengguncang struktur pasar ETH, tetapi Altcoin tersebut masih mampu bertahan di pasar.
Analis dengan alias rypto sun-moon, yang merupakan analis onchain terverifikasi di CryptoQuant, rasio beli-jual taker Ethereum meningkat, sementara BTC saat ini sedang menurun.
Rasio beli-jual taker menyoroti volume pesanan beli terhadap pesanan jual, dan metrik yang meningkat menunjukkan tekanan beli yang kuat.
Secara historis, perubahan dinamika seperti itu telah memungkinkan Ether memperoleh momentum bullish yang lebih besar terhadap Bitcoin dalam jangka pendek.
Dari sudut pandang teknis, Ether mungkin tampak sedikit lebih baik daripada Bitcoin. Namun, Ethereum masih turun 6% pada 24 Februari, penurunan harian terbesar sejak 2 Februari.
Dengan pola bearish engulfing yang terbentuk saat ini, Ethereum harus mempertahankan penutupan harian di atas $2.600. Jika tidak, sentimen pasar mungkin berubah menjadi bearish.
____________
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pernah mendengar Polymarket? Platform prediksi berbasis blockchain ini sempat mencuri perhatian dunia karena berhasil membaca arah kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024 lebih cepat dibanding banyak lembaga survei.
Kira-kira apa itu Polymarket dan bagaimana Polymarket bisa memberikan prediksi yang ‘tepat’ hingga bisa terintegrasi dengan Google? Simak lebih lengkap yuk!
Apa Itu Polymarket?
Polymarket adalah platform prediksi berbasis blockchain dalam jaringan Polygon (MATIC) yang diluncurkan pada tahun 2020 oleh seorang wirausahawan muda bernama Shayne Coplan.
Polymarket memungkinkan pengguna untuk membeli dan menjual prediksi yang naik atau turun seiring waktu, mirip seperti saham.
Contoh prediksi yang ada di Polymarket.
Misalnya, pengguna bisa membuka posisi pada pertanyaan seperti:
“Bagaimana Keputusan Suku Bunga The FED di Desember?”
Contoh plihan preksi yang ada di Polymarket.
Setelah itu pengguna diharuskan memilih apa keputusan the FED yang akan keluar nantinya, misal ketika pengguna memilih pemotongan suku bunga 50bps dan chance tersebut semakin tinggi seiring waktu, maka pengguna bisa menjual dengan harga tinggi, dan ketika benar-benar diumumkan dengan hasil demikian, maka pengguna dapat menikmati hasil dari multiplier tertentu.
Polymarket mendukung deposit menggunakan kartu debit dan kredit, serta jaringan blockchain besar, mulai dari Ethereum, Polygon, Base, Arbitrum, dan Solana.
Mengapa Polymarket Menarik?
Polymarket menjadi menarik karena dapat memberikan sentimen yang berdasarkan data kolektif. Sebab Polymarket secara tidak langsung melakukan survey sukarela akan topik tertentu, hasil dari pertanyaan-pertanyaan seputar prediksi tersebut dapat menjadi sebuah crowd wisdom atau pandangan kolektif.
Pandangan ini dinilai dapat mewakili opini dari ribuan pengguna yang bisa menghasilkan prediksi yang lebih akurat dibanding sekadar pendapat ahli tunggal atau hasil survei tradisional.
Karena mekanisme jual beli dari kontrak prediksi yang terbuka, setiap orang dapat membeli dan menjual kontrak prediksi sesuai keyakinan mereka terhadap suatu peristiwa.
Membuat harga kontrak yang terbentuk menjadi cerminan probabilitas kolektif, dan berfungsi sebagai “barometer publik” yang dinamis.
Contohnya seperti salah satu kasus yang masih hangat, yakni pemilihan Wali Kota New York.
Jauh sebelum Zohran Mamdani ditetapkan sebagai Wali Kota terpilih, sejak akhir Juni 2025 platform Polymarket sudah memprediksi bahwa Zohran Mamdani memiliki peluang terpilih sebesar 73% dan angka ini terus meningkat hingga momen pemilihan berakhir.
Prediksi Polymarket di pemilihan Wali Kota New York.
Pergeseran drastis dari probabilitas Cuomo ke Zohran yang terjadi di bulan Juni 2025, memberikan gambaran bagaimana perubahan opini publik dan berita politik yang beredar, dan langsung tercermin dalam grafik harga kontrak di Polymarket.
Apakah Polymarket Dapat Dipercaya?
Polymarket pada dasarnya adalah cerminan dari prediksi para penggunanya, bukan sebuah keniscayaan atau kepastian mutlak.
Setiap prediksi dari platform ini lahir dari opini kolektif ribuan trader yang mempertaruhkan uang mereka pada hasil suatu peristiwa. Artinya, angka probabilitas yang muncul hanyalah representasi dari sentimen publik saat itu, dan meskipun prediksi yang tercermin sering kali akurat, itu bukan jaminan bahwa hasilnya pasti terjadi.
Apakah Polymarket Legal?
Di Indonesia sendiri secara hukum, segala bentuk aktivitas yang menyerupai perjudian, termasuk pasar prediksi seperti Polymarket, dikategorikan sebagai ilegal atau dilarang.
Selain itu, bagi mayoritas muslim di Indonesia, aktivitas semacam ini juga termasuk dalam kategori halyangdiharamkan.
Jadi Polymarket sebaiknya dipandang hanya sebagai cerminan opini publik dan indikator sentimen kolektif, bukan sebagai sarana taruhan yang sah.
Integrasi Polymarket dengan Google: Apa Artinya?
Illustrasi Polymarket di Google Finance.
Baru-baru ini, Google mengumumkan bahwa layanan pencarian dan Google Finance akan mulai menampilkan data dari Polymarket (dan juga pesaingnya Kalshi).
Langkah ini menjadikan Google sebagai pintu utama menuju dunia “crowd-sourced finance”, di mana miliaran pengguna bisa melihat prediksi masa depan ekonomi, politik, hingga kripto—tanpa harus membuka situs lain.
Dampak bagi pengguna:
Akses lebih luas: Data yang sebelumnya hanya bisa dilihat di platform niche kini tersedia bagi miliaran pengguna Google di seluruh dunia.
Bukan hanya data, tapi juga forecast: Bukan hanya laporan keuangan atau harga saham, tapi “apa yang mungkin terjadi” kini muncul sebagai bagian dari hasil pencarian.
Perubahan cara mengambil keputusan: Pelaku bisnis, investor, maupun pengguna umum bisa menggunakan probabilitas ini sebagai pertimbangan — misalnya saat memprediksi tren ekonomi atau politik.
Polymarket menjadi salah satu bukti bahwa crowd wisdom dapat menjadi indikator yang patut diperhitungkan, karena setiap prediksi lahir dari opini kolektif—dan dengan integrasi Google, opini yang tertuang dalam bentuk grafik prediksi ini bukan tidak mungkin kedepannya dapat mempengaruhi pengguna dalam mengambil keputusan.
Namun, penting diingat bahwa semua probabilitas di Polymarket hanyalah cerminan opini publik, bukan kepastian mutlak! Bagi masyarakat Indonesia, aktivitas yang menyerupai perjudian tetap ilegal dan bagi umat Muslim termasuk kategori yang diharamkan, sehingga platform ini sebaiknya tidak terlibat langsung dengan aktivitas Polymarket dan cukup dipandang sebagai alat pembaca sentimen publik ya!
DISCLAIMER: Artikel ini hanya bersifat edukasi. Segala bentuk aktivitas yang menyerupai perjudian, termasuk Polymarket, ilegal di Indonesia dan haram bagi Muslim. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala bentuk penggunaan informasi untuk aktivitas yang menyerupai perjudian atau tindakan ilegal. Segala keputusan dan risiko sepenuhnya berada di tangan pembaca.
Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Nama Aster (ASTER) mulai ramai dibicarakan sejak kemunculannya pada 2025 sebagai salah satu proyek decentralized exchange (DEX) paling ambisius di dunia kripto. Dengan fitur-fitur inovatif seperti leverage hingga 1001×, hidden orders, dan sistem MEV-free trading, Aster berhasil menarik perhatian komunitas trader global.
Tak sedikit yang menyebutnya sebagai “Hyperliquid Killer”, bahkan beberapa analis menilai proyek ini bisa menjadi pesaing serius bagi DEX besar seperti dYdX dan GMX. Dengan potensi ruang untuk berkembang yang masih besar, karena masih dalam tahap awal, kira-kira bagaimana prediksi Aster di tahun 2025-2026 dan apa saja risikonya?
Sekilas Mengenai Aster
Aster adalah sebuah platform decentralized exchange (DEX) yang menggabungkan perdagangan spot dan perpetual futures hingga 1001x dalam satu platform on-chain yang sepenuhnya dilakukan tanpa custodian melalui smart contract.
Token Aster berfungsi sebagai mata uang kripto asli yang menggerakkan seluruh ekosistem Aster. Dengan total pasokan sebesar 8 miliar token, Aster memainkan berbagai peran penting di dalam platform seperti:
Sebagai token tata kelola (Governance): Dengan memiliki token Aster, pemegang token memiliki hak suara dalam pembaruan protokol, perubahan jaringan, dan keputusan strategis yang mempengaruhi masa depan platform.
Potongan biaya trading: Pengguna yang menyimpan dan menggunakan token Aster akan mendapatkan potongan biaya transaksi di pasar spot maupun perpetual.
Reward staking: Pengguna dapat melakukan staking Aster untuk mendapatkan imbalan sambil mendukung keamanan jaringan dan proses tata kelola.
Sejak debut tokennya pada September 2025, ASTER mengalami lonjakan harga signifikan di masa awal, terlebih dengan cuitan CZ di X (Twitter) yang mengundang hype komunitas, sebelum akhirnya terkoreksi sekitar -38% dan kembali naik ke level $1.9. Fenomena ini umum terjadi pada proyek baru—antusiasme pasar biasanya diikuti fase penyesuaian ketika hype mulai menurun.
Melihat pola yang terjadi pada Aster, Aster hanya turun sekitar -20% dari ATH (All Time High) ke harga hari ini, sehingga bisa dibilang cukup kuat jika dibandingkan pola token baru lain yang biasanya terkoreksi lebih dalam hingga 40-50%.
Pergerakan harga Plasma/USDT
Contohnya, Plasma—proyek yang launching tidak jauh berbeda bersama Aster, harga hari ini turun 48% dari ATH.
Data TVL Aster. Sumber:DefiLlama
Dari segi metriks lain, volume perdagangan Aster sempat menembus angka tinggi di BNB Chain dan Arbitrum, sementara nilai total aset terkunci (TVL) meningkat pesat berkat dukungan dari komunitas likuiditas. Hingga artikel ini ditulis, TVL Aster masih stabil di atas $2 miliar dan masih terus bertambah.
Prediksi Harga 2025–2026
Rata-rata proyeksi harga Aster (ASTER) untuk tahun 2025 diperkirakan berada di kisaran $1–$3, dengan skenario optimistis mencapai $4,35 apabila tren pasar kripto global kembali bullish.
Sementara untuk 2026, perkiraan harga meluas antara $1,03–$5,51, sangat bergantung pada keberhasilan ekspansi ekosistem Aster dan adopsi DeFi secara luas.
Dari sisi fundamental, TVL Aster nampak terus berkembang dengan data terkini TVL berada di angka $2,4 miliar.
Berikut perbandingan lengkap proyeksi harga Aster dari beberapa media:
Menyoroti fundamental kuat dengan TVL besar dan lebih dari 2 juta pengguna.
DigitalCoinPrice
2026
$4.26
$5.14
Tren naik berlanjut jangka menengah.
Menilai proyek bisa mempertahankan momentum dan adopsi DeFi.
PricePrediction.net
2026
$2.97
$3.62
Kenaikan berkelanjutan namun terkendali.
Proyeksi realistis dengan pertumbuhan organik.
CoinCodex
2026
$1.34
$5.51
Fluktuasi ekstrem dengan risiko tinggi.
Memberi rentang prediksi terluas di antara analis.
CoinPedia
2026
$1.037
$3.111
Potensi pertumbuhan stabil.
Memperkirakan integrasi broker SDK dan aplikasi pihak ketiga akan memperkuat likuiditas.
Faktor yang Mempengaruhi Harga
Ada beberapa faktor utama yang akan menentukan arah harga ASTER di dua tahun mendatang:
Kinerja Platform dan Volume: Jika trader aktif dan volume terus meningkat, harga Aster bisa juga meningkat karena memiliki mekanisme buyback dari revenue fee trading.
Kondisi Pasar Makro Kripto: Tren Bitcoin dan altcoin dominance akan sangat mempengaruhi pergerakan harga altcoin seperti ASTER.
Distribusi Token dan Vesting Investor Awal: Pantau terus proses pelepasan token, karena dapat menekan harga, terutama jika dalam jumlah besar.
Adopsi Fitur: Keberhasilan Aster dalam menjalankan roadmap yang sudah dibuat bisa menjadi berita optimis bagi para investor.
Meski proyeksi harga Aster (ASTER) untuk 2025–2026 terlihat menjanjikan, sejumlah analis dan pengamat pasar mulai menyoroti anomali volume perdagangan yang muncul di platform ini. Dalam beberapa pekan terakhir, volume perdagangan di Aster Perpetuals tercatat meniru pola volume Binance Perpetual (Binance Perp) hampir secara identik, terutama pada pasangan XRP/USDT.
We’ve been investigating aster volumes and recently their volumes have started mirroring binance perp volumes almost exactly
Chart on the left is XRPUSDT on aster, you can see the volume ratio vs binance is ~1
Isu ini menjadi pengingat penting bagi calon investor dan trader bahwa tingginya volume tidak selalu berarti aktivitas nyata. Jika volume Aster terbukti tidak organik, maka harga ASTER bisa sangat rentan terhadap koreksi mendadak ketika pasar mulai kehilangan kepercayaan.
Sebaliknya, bila Aster mampu membuktikan validitas datanya—misalnya dengan membuka akses order-level data—hal ini justru bisa memperkuat legitimasi proyek dan menepis dugaan manipulasi.
Untuk saat ini, pendekatan terbaik bagi investor adalah berhati-hati terhadap lonjakan volume yang tidak wajar, memantau pengumuman resmi Aster, dan menunggu hasil verifikasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan besar.
Menurut data TradingView, sinyal teknikal untuk ASTER/TetherUS Perpetual Contract menunjukkan kecenderungan Buy dengan dominasi indikator Moving Averages pada posisi Strong Buy.
Bagaimana Cara Membeli Aset Kripto ASTER?
Kamu bisa membeli Aster melalui bursa kripto seperti Tokocrypto dengan langkah-langkah yang sederhana seperti masuk ke akun Tokocrypto, mencari pasangan perdagangan ASTER/USDT, lalu menempatkan order pembelian sesuai kebutuhan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.