Tag: Price

  • Setoran Pajak Kripto Tembus Rp 1,61 T dari 2022


    Jakarta

    Penerimaan negara dari aset kripto mencapai Rp 1,61 triliun hingga Agustus 2025. Angka ini menunjukkan tren kenaikan yang sangat baik sejak regulasi pajak kripto diberlakukan pada 2022.

    Penerimaan tersebut berasal dari Rp 246,45 miliar pada 2022, Rp 220,83 miliar pada 2023, Rp 620,4 miliar pada 2024, dan Rp 522,82 miliar selama delapan bulan pertama 2025. Adapun total penerimaan terdiri dari Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar Rp 770,42 miliar serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam negeri sebesar Rp 840,08 miliar.

    Penerimaan negara itu dinilai sebagai cerminan tingkat adopsi masyarakat yang semakin luas terhadap industri kripto.


    Vice President Indodax Antony Kusuma mengatakan, ketika regulasi pajak selaras dengan karakteristik aset digital, dampaknya bukan hanya pada meningkatnya kepercayaan investor, tetapi juga pada pertumbuhan volume transaksi yang lebih sehat dan transparan di bursa lokal. Ia menekankan penerimaan pajak kripto harus dilihat sebagai indikator legitimasi industri kripto.

    “Semakin tinggi kontribusinya ke kas negara, semakin jelas bahwa investasi kripto bukan lagi sekadar tren, melainkan bagian resmi dari sistem keuangan digital Indonesia. Regulasi yang konsisten akan menjadikan Indonesia salah satu pusat perdagangan aset digital terbesar di kawasan,” katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (5/10/2025).

    “Bagi kami, pajak kripto adalah jembatan yang mempertemukan kepentingan negara dan industri. Selama sinergi ini terjaga, kontribusi kripto terhadap perekonomian Indonesia akan semakin besar,” tambahnya.

    Seiring dengan meningkatnya kontribusi pajak kripto, pasar global juga menunjukkan dinamika positif. Harga Bitcoin (BTC) menembus US$ 120 ribu atau sekitar Rp 2 miliar menurut data CoinMarketCap dan TradingView.

    Lonjakan ini didorong oleh volume perdagangan ETF Bitcoin spot yang mencapai US$ 5 miliar dalam sehari serta arus masuk institusional senilai US$ 676 juta, dengan BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT) menyerap US$ 405 juta dan Fidelity menambah 1.570 BTC senilai US$ 179 juta.

    Secara teknikal, Bitcoin kini memasuki fase price discovery dengan potensi kenaikan menuju US$ 128.000-US$ 135.000 (Rp2,1-Rp2,3 miliar). Meski demikian, analis mengingatkan adanya zona support penting di US$ 110.000-US$ 112.000 (Rp 1,8 miliar).

    Kombinasi antara penerimaan pajak kripto nasional yang solid dan tren kenaikan harga Bitcoin global menegaskan bahwa industri kripto kini memainkan peran strategis, baik dalam menopang fiskal negara, memberikan potensi investasi yang baik, dan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi digital dunia.

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Inflasi AS Jinak Bikin Bitcoin Ngacir Dekati Harga Rp 1,69 Miliar


    Jakarta

    Harga Bitcoin (BTC) bergerak menguat pada perdagangan sepekan terakhir. Pada Kamis (14/1) kemarin, harga BTC diketahui sempat menembus US$ 96.232 atau sekitar Rp 1,62 miliar (asumsi kurs Rp 16.909). Pergerakan harga BTC ini kuat ditopang sentimen data inflasi Amerika Serikat (AS) yang dianggap moderat.

    Kemudian berdasarkan data perdagangan CoinMarketCap hari ini, Minggu (18/1), harga BTC tetap menguat sepekan terakhir meski secara harga terkoreksi sebesar 4,88% ke level US$ 95.020 atau sekitar Rp 1,60 miliar pukul 14.57 WIB. Selain BTC, token Ethereum (ETH) juga ikut menguat 6,92 ke level US$ 3.305 atau sekitar Rp 55,88 juta.

    Pergerakan harga ini disebut terjadi menyusul pengumuman posisi Indeks Harga Konsumen (CPI) AS bulan Desember, yang menunjukkan inflasi inti lebih terkendali. Capaian ini memperkuat ekspektasi pasar, yang memprediksi langkah The Fed menahan suku bunga dalam waktu dekat.


    Adapun CPI AS tercatat naik 0,3% secara bulanan dan 2,7% secara tahunan. Sementara untuk inflasi inti AS hanya naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan. Kondisi ini diyakini berdampak positif bagi aset berisiko seperti kripto.

    Sementara dari sisi industri, regulasi aset kripto di AS juga turut mendorong pergerakan harga menyusul draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Digital Asset Market CLARITY Act. Aturan ini memperjelas klasifikasi aset kripto sebagai sekuritas atau komoditas, sekaligus memberikan kewenangan lebih luas kepada Commodity Futures Trading Commission (CFTC) untuk mengawasi pasar spot kripto.

    “Pasar melihat adanya sinyal yang semakin jelas bahwa tekanan kebijakan moneter mulai mereda, sementara regulasi kripto di AS bergerak ke arah yang lebih konstruktif. Kepastian regulasi adalah faktor krusial bagi masuknya modal institusional, dan ini yang saat ini mulai diantisipasi oleh pasar,” ungkap Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (18/1/2026).

    Peluang Harga Bitcoin Ngacir ke US$ 100.000

    Secara teknikal, terang Fyqieh, BTC telah keluar dari fase konsolidasi sejak akhir 2025. Menurutnya, harga BTC masih berpeluang menguat ke level US$ 100.000 atau sekitar Rp 1,69 miliar sepanjang dapat bertahan di atas level support pada US$ 94.000.

    Pasalnya, arus dana institusional masih berpeluang menjadi salah satu sentimen positif pergerakan harga BTC ke depan. Saat ini, arus dana institusi di ETF Bitcoin spot AS tercatat lebih dari US$ 750 juta dalam satu hari, tertinggi sejak Oktober 2025.

    “Penembusan area US$ 94.000 yang kini menjadi support kuat menunjukkan dominasi pembeli semakin solid. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas level tersebut, peluang untuk menguji kembali area psikologis US$ 100.000 tetap terbuka,” jelas Fyqieh.

    Jika BTC mampu menembus dan bertahan stabil di atas US$ 100.000, Fyqieh menilai level psikologis tersebut berpotensi berubah menjadi pijakan baru. Dalam skenario ini, peluang terjadinya percepatan price discovery atau penemuan harga menuju area yang lebih tinggi terbuka lebih lebar.

    Namun jika harga BTC cenderung melemah di bawah US$ 100.000, ia menyebut pelaku pasar masuk menyesuaikan diri terhadap peningkatan likuiditas dan aksi ambil untung. Karenanya, ia mengingatkan agar investor bisa lebih peka terhadap volatilitas pasar.

    “Karena itu, dalam jangka pendek investor perlu mengantisipasi volatilitas yang lebih tinggi, pergerakan yang sensitif terhadap berita, serta tarik-menarik harga di sekitar US$ 100.000 sampai permintaan benar-benar melampaui tekanan jual atau pasar membutuhkan waktu untuk membangun momentum,” pungkasnya.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Tarif Listrik Juli-September 2024 Tetap, Beli Token Rp 200.000 Dapat Berapa kWh?



    Jakarta

    Pemerintah melalui Kementerian ESDM memutuskan untuk tidak menaikkan tarif listrik periode Juli-September 2024. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jisman P. Hutajulu mengungkapkan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga daya saing industri serta menjaga tingkat inflasi.

    Sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 jo. Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2023, penyesuaian tarif tenaga listrik bagi 13 golongan pelanggan nonsubsidi dapat dilakukan setiap 3 bulan mengacu pada perubahan terhadap realisasi parameter ekonomi makro, yakni kurs, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, serta Harga Batubara Acuan (HBA).

    Parameter ekonomi makro yang digunakan untuk Triwulan III Tahun 2024 adalah realisasi pada bulan Februari, Maret, dan April Tahun 2024, yaitu kurs sebesar Rp15.822,65/USD, ICP sebesar 83,83 USD/barrel, inflasi sebesar 0,38%, dan HBA sebesar 70 USD/ton sesuai kebijakan DMO Batubara.


    “Berdasarkan empat parameter (kurs, ICP, inflasi dan HBA) seharusnya penyesuaian tarif tenaga listrik atau tariff adjustment bagi 13 golongan pelanggan mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Namun untuk menjaga daya saing dan mengendalikan inflasi, Pemerintah memutuskan tarif listrik tetap atau tidak naik,” ujar Jisman dalam keterangannya, dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM, Senin (1/7/2024).

    Tak hanya itu, tarif tenaga listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi juga tidak mengalami perubahan dan tetap diberikan subsidi listrik. Termasuk di dalamnya pelanggan sosial, rumah tangga miskin, industri kecil, dan pelanggan yang peruntukan listriknya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

    Daftar Tarif listrik Juli-September 2024

    1. Golongan R-1/TR daya 900 VA, seharga Rp 1.352,00 per kWh.

    2. Golongan R-1/TR daya 1.300 VA, seharga Rp 1.444,70 per kWh.

    3. Golongan R-1/TR daya 2.200 VA, seharga Rp 1.444,70 per kWh.

    4. Golongan R-2/TR daya 3.500 – 5.500 VA, seharga Rp 1.699,53 per kWh.

    5. Golongan R-3/TR daya 6.600 VA ke atas, seharga Rp 1.699,53 per kWh.

    6. Golongan B-2/TR daya 6.600 VA – 200 kVA, seharga Rp 1.444,70 per kWh.

    7. Golongan B-3/TM daya di atas 200 kVA, seharga Rp 1.114,74 per kWh.

    8. Golongan I-3/TM daya di atas 200 kVA, seharga Rp 1.114,74 per kWh.

    9. Golongan I-4/TT daya 30.000 kVA ke atas, seharga Rp 996,74 per kWh.

    10. Golongan P-1/TR daya 6.600 VA – 200 kVA, seharga Rp 1.699,53 per kWh.

    11. Golongan P-2/TM daya di atas 200 kVA, seharga Rp 1.522,88 per kWh.

    12. Golongan P-3/TR untuk penerangan jalan umum, seharga Rp 1.699,53 per kWh.

    13. Golongan L/TR, TM, TT, seharga Rp 1.644 per kWh.

    Nah, bagi kamu yang ingin membeli token listrik atau menggunakan listrik pra-bayar bisa banget untuk mengecek besaran kWh yang didapatkan. Sebab, besaran yang didapatkan tidak sama dengan apa yang dibayarkan.

    Misalnya, saat membeli token listrik Rp 200.000, token yang didapat tidak sampai Rp 200.000. Hal ini terjadi karena pengisian token listrik pra-bayar dikonversikan dalam bentuk kilowatt hour (kWh) sesuai tarif listrik yang berlaku, bukan dalam nominal Rupiah.

    Tak hanya itu, pada saat pengisian token listrik juga terdapat biaya lain sehingga memotong sedikit jumlah kWh yang didapat. Dilansir dari situs resmi PLN, biaya tersebut adalah Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang sudah diatur oleh masing-masing pemerintah daerah. Adapun, tarif PPJ antara 3-10%.

    Lantas, bagaimana penghitungan kWh yang didapat dari nominal token listrik yang dibeli?

    Simulasi Penghitungan kWh yang Didapat dari Pembelian Token Listrik

    Sebagai contoh, pelanggan membeli token listrik Rp 200.000 di wilayah Jakarta untuk rumah dengan daya listrik 1.300 VA. Apabila PPJ Jakarta adalah 3%, maka penghitungannya sebagai berikut.

    Harga token = Rp 200.000
    PPJ 3% = Rp 200.000 x 3% = Rp 6.000
    Tarif dasar listrik = Rp 1.444,70 per kWh

    Maka besaran token yang didapat:
    (Rp 300.000 – Rp 9.000) : Rp 1.444,70 = 132,2 kWh

    Jadi, dengan pembelian token Rp 200.000 untuk golongan 1.300 VA non-subsidi di Jakarta, daya listrik yang didapatkan sebesar 132,2 kWh.

    Apabila pembelian token listrik melalui bank, harga tersebut belum termasuk biaya admin bank untuk setiap transaksi.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • View Buperta Cibubur, Ada Danau untuk Spot Foto Ciamik


    Jakarta

    Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Wiladatika, Cibubur, tak hanya menjadi tempat camping yang sejuk dan menyenangkan. Area hijau ini juga menawarkan banyak spot foto menarik.

    Dengan semua fasilitas ini, Buperta Cibubur bisa menjadi alternatif tempat wisata bersama teman dan keluarga. Sebagai informasi, saat ini Buperta Cibubur berada di bawah naungan Kwarnas dan bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat hingga Angkatan Udara.

    View Buperta Cibubur

    Buperta Cibubur punya beberapa view yang cantik untuk sekedar healing sejenak. Ada danau, area hijau, dan hutan pinus yang teduh.


    1. Danau

    Danau bupertaDanau buperta Foto: (Google street view)

    Wisatawan yang masuk ke kawasan Buperta Cibubur akan menemukan area danau. Sambil bersantai, wisatawan dapat duduk-duduk melihat pemandangan danau yang menenangkan. Danau Buperta Cibubur kerap disebut sebagai Danau Jambore atau Situ Baru.

    2. Area Hijau

    Buperta CibuburBuperta Cibubur Foto: (Buperta Cibubur/instagram)

    Buperta menawarkan kawasan yang memiliki banyak pepohonan yang tinggi. Sehingga pemandangan hijaunya rumput dan pepohonan ini bisa memanjakan mata.

    Pada pagi hari, kawasan Buperta Cibubur biasa digunakan untuk jogging. Jadi, aktivitas jogging tentu akan semakin asyik ditemani pemandangan hijau.

    3. Hutan Pinus

    Buperta CibuburBuperta Cibubur Foto: (Buperta Cibubur/instagram)

    Menurut journal IPB, Buperta Cibubur juga mempunyai kawasan hutan pinus. Sehingga, kamu bisa menikmati pemandangan pepohonan pinus sambil menikmati suasananya yang sejuk.

    Fasilitas Buperta Cibubur

    Untuk kegiatan kepramukaan atau gathering, Buperta Cibubur menyediakan fasilitas penyewaan kamar, aula, perlengkapan kemah, serta kawasan olahraga. Berikut informasinya.

    1. Kamar/Wisma

    Bumi Perkemahan Cibubur mempunyai beberapa kamar atau wisma untuk disewakan. Dilengkapi dengan AC, kamarnya mempunyai 2-8 tempat tidur. Harganya mulai dari Rp 400.000

    2. Aula

    Terdapat 11 aula untuk melaksanakan kegiatan kepramukaan, ada yang ber AC dan non AC. Kapasitasnya mencakup 60-100 orang, tergantung jenis aula yang dipilih. Harganya mulai dari Rp 2.000.000.

    3. Perlengkapan Kemah

    Selain menyewakan tempat, Buperta Cibubur juga menawarkan perlengkapan kemah. Ada pendopo dengan kapasitas 100 orang, pondok pembina, kayu bakar, meja lapangan tiang bendera, sound system, stop kontan, hingga alat penerangan.

    Untuk tendanya, tersedia berbagai ukuran dan jenis. Mulai dari tenda plampang, carnavil 3mx5m, carnavil 5mx5m, cafe, dome, sampai yang berukuran besar dengan kapasitas 30 orang. Harga tenda besarnya yaitu Rp 420.000.

    4. Kawasan Olahraga

    Buperta Cibubur juga menyediakan fasilitas kawasan olahraga yang bisa disewa. Ada lapangan utama, lapangan sultan, lapangan parkir graha, dan jalan protokol. Biaya penyewaannya mulai dari Rp 600.000.

    Lokasi Buperta Cibubur

    Buperta Cibubur berlokasi di Jalan Pakuan No.5, Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur. Waktu tempuhnya sekitar 25 menit dari Jakarta.

    Harga Tiket Buperta Cibubur

    Sebelum datang ke Buperta Cibubur, ketahui harga tiketnya, mulai dari perorangan, parkir, dan sewa lokasi. Berikut daftar harga tiket Buperta Cibubur 2024 berdasarkan price list yang dibagikan admin instagram Buperta Cibubur:

    Harga Tiket Masuk

    • Pramuka: Rp 5.000
    • Umum: Rp. 10.000
    • Olahraga (Sabtu-Minggu hingga pukul 08.00 WIB): Rp 5.000

    Parkir:

    • Mobil: Rp 15.000
    • Motor: Rp 10.000
    • Bus/Truk: Rp 20.000
    • Sepeda: Rp 5.000

    Sewa Lokasi

    • Umum per orang/hari: Rp 15.000, hari kedua dan seterusnya: Rp 10.000
    • Pelajar/Pramuka per orang/hari: Rp 10.000, hari kedua dan seterusnya: Rp 8.000

    Jam Operasional

    Setelah mengetahui fasilitas, harga tiket masuk, dan lokasinya, ketahui juga jam operasional Buperta Cibubur. Berikut ketentuan jam operasional Buperta Cibubur:

    • Kunjungan/kegiatan sehari: Mulai pukul 08.00-17.00 WIB
    • Penyewaan kamar: Check in pukul 12.00 WIB, check out pukul 13.00 WIB
    • Penyewaan aula: Check in pukul 08.00, check out pukul 17.00 WIB.

    Itulah beberapa informasi mengenai Buperta Cibubur. Bagi kamu yang mau mengunjungi tempat ini, baik sekedar datang ataupun berkemah, jangan lupa update terlebih dahulu harga tiket dan jam operasionalnya. Kamu bisa menghubungi 081939302477 untuk info lebih lanjut.

    (elk/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • 7 Spot Wajib Dikunjungi di Little India, Komunitas India di Jakarta


    Jakarta

    Traveler sudah tahu belum, kalau di Jakarta ada kawasan yang dijuluki dengan Little India. Little India terletak di Kawasan jantung Jakarta, tempat ini menyimpan jejak sejarah komunitas keturunan India yang menjadi cermin kehidupan multi budaya di Jakarta. Komunitas India hadir di Jakarta sejak abad ke 18, mereka datang sebagai pedagang, lalu mendirikan sekolah, tempat ibadah, bank, restoran, dan toko-toko pakaian khas India.

    Kawasan ini berada di Pasar Baru, Jakarta Pusat atau dekat dengan Stasiun Juanda Jakarta, sebelah kiri dari pintu keluar Stasiun Juanda traveler akan menemukan gapura yang bertuliskan ‘Welcome To Little India’ dengan motif bunga warna warni. Ada berbagai macam spot unik yang wajib traveler kunjungi di Little India. Tapi tenang, traveler nggak perlu khawatir capek, karena spot tersebut saling berdekatan, searah, dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

    7 Spot Menarik di Little India Jakarta

    detikTravel sempat berkunjung ke kawasan Little India di Pasar Beru, Jakarta di akhir Oktober 2025, berikut laporannya:


    1. Sekolah Mahatma Gandhi

    Little India, Pasar Baru, JakartaLittle India, Pasar Baru, Jakarta Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Letaknya di Jalan Pasar Baru Selatan nomor 10. Nama sekolah diambil dari nama tokoh kemanusiaan asal India, Mahatma Gandhi. Tempat ini menjadi salah satu sekolah internasional tertua di Indonesia, sudah berdiri dari tahun 1950.

    Dilansir dari laman resminya, Sekolah Mahatma Gandhi terdiri atas Taman Kanak-kanak (TK), SD, SMP, hingga SMA. Sekolah Mahatma Gandhi berada di dua tempat berbeda, yaitu sekolah pertama di Kemayoran, dan sekolah kedua di Pasar Baru. Dulunya, sekolah ini hanya menerima siswa internasional dari negara lain yang berada di Indonesia.

    2. State Bank of India (SBI)

    Little India, Pasar Baru, JakartaLittle India, Pasar Baru, Jakarta Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Letaknya di Jalan Pasar Baru Selatan nomor 19. Traveler hanya perlu berjalan sedikit saja dari sekolah Mahatma Gandhi, lalu akan menemukan bank ini. Bank SBI Indonesia berdiri sejak 1970 dengan mayoritas sahamnya dimiliki SBI.

    Bank ini tidak hanya memenuhi kebutuhan nasabah, tapi juga jadi penghubung hubungan perdagangan dan investasi India dengan Indonesia. Dikutip dari laman resminya, Bank SBI Indonesia memiliki 7 kantor cabang dan 4 kantor cabang pembantu yang tersebar di 5 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Medan.

    3. SAI Study Group

    Little India, Pasar Baru, JakartaLittle India, Pasar Baru, Jakarta Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Terletak di Jalan Pasar Baru Selatan nomor 26, SAI Study Group adalah sebuah tempat untuk mempelajari, menghayati, dan mengamalkan ajaran Sai Baba. Sathya Sai Baba adalah seorang tokoh spiritual asal India Selatan yang mengabdikan hidupnya untuk kemanusiaan. Sebagian warga India meyakini, Sai Baba adalah manusia setengah dewa. Di tempat ini ada klinik pengobatannya juga.

    4. Sikh Temple Pasar Baru

    Little India, Pasar Baru, JakartaLittle India, Pasar Baru, Jakarta Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Lanjut jalan kaki sekitar 200 meter dari SAI Study Group, traveler akan melihat Sikh Temple yang terletak di Jalan Pasar Baru Timur nomor 10. Dikutip dari Jakarta Tourism, Sikh Temple telah berdiri sejak 1956 yang didirikan oleh Pritam Sikh dan keluarganya yang berasal dari India, dan menganut agama Sikh.

    Sebelum masuk ke Gurdwara, traveler wajib melepas alas kaki, dan menutup kepala baik wanita maupun pria, tenang traveler! karena kain penutup kepala sudah disediakan kain penutup kepala yang bisa traveler pinjam di Sikh Temple ini. Di dalamnya beralaskan karpet dan ada Darbar Sahib atau tempat meletakan kitab suci dilengkapi dengan kubah.

    5. Tharoomal Detaram (T&D)

    Little India, Pasar Baru, JakartaLittle India, Pasar Baru, Jakarta Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Nggak afdol kalau traveler ke Little India belum mampir ke toko untuk mencoba baju sari khas India yang letaknya di Jalan Pasar Baru nomor 96. Toko ini menyediakan berbagai baju India ala Bollywood dan aksesoris lainnya, seperti gelang, sarara, palazzo, salwarset, lengga, kurtis, dupattas, dan anarkali. Pemilik toko ini juga orang India traveler. Traveler bisa menawar harga barang pilihan di sini.

    “Toko ini heritage shop, kita menjual berbagai macam pakaian bollywood bukan hanya pakaian saja melainkan ada aksesoris. Waktu saya datang langsung dari India ke sini (Indonesia) pada 1932, lalu senang di Indonesia karena budaya dan masyarakatnya yang ramah. Toko ini sudah lama, saya generasi keempat,” kata Lakhmi Mahtani, pemilik Tharoomal Detaram.

    6. Martabak HAR

    Little India, Pasar Baru, JakartaLittle India, Pasar Baru, Jakarta Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Letaknya di Jalan Samanhudi nomor 79, martabak ini bisa jadi cemilan penutup wisata di Little India. Ada beberapa pilihan menu martabak, dua diantaranya ada martabak HAR telur dengan harga Rp 26 ribu, dan martabak HAR bebek dengan Harga Rp 36 ribu. Pemiliknya berasal dari India Bernama Haji Abdul Razak, kemudian disingkat jadi HAR sebagai nama resto. Dia adalah saudagar asli India yang merantau ke Palembang tahun 1947, dia menggabungkan roti India dengan isian telur dan kuah kari yang popular di Palembang, lalu jadilah kuliner khas Martabak HAR.

    7. Toko Populer

    Little India, Pasar Baru, JakartaLittle India, Pasar Baru, Jakarta Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Toko populer Pasar Baru merupakan rumah dari Tio Tek Hong yang berdiri sejak 1902. Toko ini menjual alat musik, swalayan, dan toko terlengkap pada zamannya. Tio Tek Hong menjadikan tokonya sebagai department store pertama di Indonesia. Di Toko Populer, Tio Tek Hong menetapkan sistem harga tetap.

    “Bahkan Tio Tek Hong menjadikan rumahnya menjadi departemen store pertama di Indonesia, cikal bakalnya di sini. Di antara toko lain yang masih menggunakan tawar menawar, nah dia doang yang mulai ngasih harganya itu harga tetap atau fix price cuma ini,” Kata Muti, pemandu wisata Pasar Baru kepada detikTravel.

    Dulu dinamakan toko populer karena cukup terkenal pada zamannya, namun sekarang toko ini masih menjadi toko namun menjual berbagai tas saja. Buat yang penasaran sama komunitas India di Jakarta, cuzz langsung masukin wisata Little India Pasar Baru ke list wisata traveler ya!

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com