Tag: program beasiswa lpdp

  • Daftar Beasiswa LPDP Kemenkeu RI yang Akan Dibuka 2025, Ada Banyak Pilihan


    Jakarta

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Kementerian Keuangan (LPDP Kemenkeu) sudah mulai membuka pendaftaran beasiswa sejak 17 Januari 2025 lalu. Saat ini, beasiswa yang dibuka adalah Beasiswa Umum, Afirmasi, dan Targeted yang dibuka hingga 17 Februari 2025.

    LPDP menyebut ada banyak gebrakan baru pada program beasiswa LPDP tahap 1 tahun ini.

    “Ada banyak gebrakan baru lhoo di Program Beasiswa LPDP Tahap 1 tahun ini, termasuk penyesuaian skema seleksi pada Beasiswa Targeted Prioritas yang dapat di-bundling pendaftarannya bersama program Beasiswa Umum/Targeted/Afirmasi untuk tujuan luar negeri,” tulis LPDP RI, dikutip dari Instagram resmi pada Rabu (22/1/2025).


    Program Beasiswa LPDP yang Akan Dibuka pada 2025

    Detikers yang ingin melamar beasiswa LPDP, kalian bisa cek pilihan beasiswa yang akan dibuka pada tahun ini, yaitu:

    1. Program Umum

    • Beasiswa Reguler
    • Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia
    • Beasiswa Parsial

    2. Program Afirmasi

    • Beasiswa Prasejahtera
    • Beasiswa Penyandang Disabilitas
    • Beasiswa Daerah Afirmasi
    • Beasiswa Putra Putri Papua

    3. Program Targeted

    • Beasiswa PNS/TNI/Polri
    • Beasiswa Kewirausahaan
    • Beasiswa Pendidikan Kader Ulama
    • Beasiswa Doktor Praktisi
    • Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis
    • Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi Nasional

    4. Program Targeted Beasiswa Bundling

    Program ini menawarkan 9 jenis beasiswa kemitraan LPDP dengan program/kampus spesifik pada beragam tema studi prioritas pembangunan. Program Targeted Beasiswa Bundling memiliki skema pendaftaran dengan menggabungkan program beasiswa targeted prioritas bersamaan dengan salah satu program beasiswa lainnya (umum/targeted/afirmasi) untuk tujuan luar negeri.

    Inilah pilihan skema pendaftaran Program Targeted Beasiswa Bundling:

    • LPDP-National University of Singapore (NUS) Program Master in Venture Creation (MSVC) ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-Nanyang Technological University (NTU) Program MBA ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-Nanyang Technological University (NTU) Program Doktor ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-NUS Business School Program Master ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-University of New South Wales (UNSW) Program Doktor ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-Campus France Program Master ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-Tsinghua University Program Master of Finance ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-University of Science and Technology (UST) Korea Program Master dan Doktor ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-University of Dundee Program Doktor ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri

    5. Program Double/Joint Degree

    • Beasiswa Reguler
    • Beasiswa Parsial
    • Beasiswa Prasejahtera
    • Beasiswa Penyandang Disabilitas
    • Beasiswa Daerah Afirmasi
    • Beasiswa Putra Putri Papua
    • Beasiswa PNS/TNI/Polri.

    (nah/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa 2026 Fokus di Bidang STEM & Prodi Tertentu



    Jakarta

    Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Mohammad Lukmanul membocorkan tentang skema pendanaan beasiswa 2026. Ia mengatakan beasiswa LPDP akan difokuskan untuk bidang tertentu.

    Hal ini juga termasuk penyediaan kuota dan penentuan perguruan tinggi. Daya tampung akan disesuaikan dengan kebutuhan bidang serta prodi.

    Lukmanul mengatakan pihaknya akan meminta hasil pemetaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam menyelaraskan kebutuhan beasiswa.


    “Jika Kemdiktisaintek melihat program beasiswa LPDP perlu difokuskan pada bidang tertentu yang perlu diakselerasi, kami mendukung. Penyesuaian mungkin dimulai tahun 2026,” kata Lukmanul saat ditemui di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (9/8/2025).

    Menurutnya, skema tersebut belum bisa direalisasikan tahun ini. Pasalnya, seleksi LPDP 2025 sudah berlangsung.

    “Tentu ini baru informasi yang kami dapat, mudah-mudahan ini akan bisa berjalan di tahun depan. Tidak di tahun ini, karena di tahun ini memang sudah berjalan seleksinya,” katanya.

    Pendaftar Bidang STEM Diprioritaskan

    Selain itu, ia juga mengatakan bidang yang difokuskan negara yakni science, technology, engineering, and mathematics (STEM). Meski demikian, pendaftar masih bisa bebas mendaftar tujuan perguruan tingginya.

    “Tidak serta merta diterapkan sistem kuota yang kaku. Tapi ada formula, orang yang lulus seleksi itu jumlahnya akan lebih besar STEM daripada yang non-STEM. Ada penilaian berbeda antara yang STEM dan non-STEM,” kata Lukmanul.

    “Pendaftar akan diarahkan untuk memilih bidang-bidang keahlian yang dibutuhkan negara,” tambahnya.

    Adapun bidang STEM yang jadi fokus riset dan pengembangan antara lain pangan, energi, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi dan industrialisasi, digitalisasi (termasuk AI dan semikonduktor), serta material dan manufaktur maju.

    Dalam penentuan bidang spesifik yang lebih jelas serta jurusan apa saja yang difokuskan, LPDP menyerahkannya kepada Kemendiktisaintek dan Kemenko PMK

    “Pak Brian (Mendiktisaintek) dan Pak Pratikno (Menko PMK), beliau akan menentukan sekolah mana yang akan menjadi destination dan bidang apa,” tutur Lukmanul.

    Lukmanul menjamin pengguliran dana LPDP untuk beasiswa akan terus berjalan. Sekalipun ada efisiensi, LPDP tetap membuka beasiswa karena adanya dana abadi.

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com