Tag: program doktor

  • Beasiswa PMDSU Dibuka, Kuliah S2 Plus S3 4 Tahun



    Jakarta

    Beasiswa Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Batch 9 dibuka Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Penerima beasiswa angkatan ke-9 dapat menjalani kuliah jenjang magister dan doktor terintegrasi dalam 4 tahun di kampus dalam negeri maupun joint degree untuk kuliah di dalam serta luar negeri.

    Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdiktisaintek Khairul Munadi mengatakan program Beasiswa PMDSU dirancang untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM perguruan tinggi, memperkuat kapasitas kelembagaan, dan menguatkan kapasitas jejaring penelitian nasional dan internasional.

    “Baru 25 persen dosen kita yang sudah menempuh jenjang doktoral sehingga butuh percepatan seperti program PMDSU ini,” kata Khairul di Grha Kemdiktisaintek, Senayan, Jakarta, Senin (25/6/2025).


    Jadi Dosen hingga Praktisi Industri

    Khairul menekankan, lulusan PMDSU tidak hanya diharapkan untu menjadi dosen. Mereka diproyeksikan dapat menjadi dosen, peneliti, perekayasa, maupun praktisi industri nasional dan internasional yang berkontribusi mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Berdasarkan data Kemdiktisaintek, ada 1.563 mahasiswa penerima Beasiswa PMDSU dari 18.419 peminat sejak 2013. Sebanyak 57,7 persen alumni menjadi dosen PTN dan PTS; 22,48 persen menjadi peneliti, dan 19,75 persen menjadi praktisi industri, perekayasa, dan guru.

    Jadwal Beasiswa PMDSU 2025

    Pendaftaran Beasiswa PMDSU Batch 9 2025 dibuka mulai 26 Mei 2025 secara online. Para pendaftar terpilih diharapkan serah terima beasiswa per September 2025. Berikut jadwal selengkapnya:

    • Pendaftaran: 26 Mei-26 Juni 2025
    • Seleksi, pleno, dan penetapan Beasiswa PMDSU: 31 Juli 2025
    • Pengumuman penerima beasiswa: Agustus-September 2025
    • Penyaluran dana beasiswa PMDSU: Oktober 2026

    Informasi pendaftaran lebih lanjut dapat diakses di https://www.pmdsu.id/, akun Instagram @pmdsu, dan kanal media sosial Kemdiktisaintek.

    (twu/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Beasiswa PMDSU Dibuka, Kuliah S2 Plus S3 4 Tahun



    Jakarta

    Beasiswa Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Batch 9 dibuka Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Penerima beasiswa angkatan ke-9 dapat menjalani kuliah jenjang magister dan doktor terintegrasi dalam 4 tahun di kampus dalam negeri maupun joint degree untuk kuliah di dalam serta luar negeri.

    Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdiktisaintek Khairul Munadi mengatakan program Beasiswa PMDSU dirancang untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM perguruan tinggi, memperkuat kapasitas kelembagaan, dan menguatkan kapasitas jejaring penelitian nasional dan internasional.

    “Baru 25 persen dosen kita yang sudah menempuh jenjang doktoral sehingga butuh percepatan seperti program PMDSU ini,” kata Khairul di Grha Kemdiktisaintek, Senayan, Jakarta, Senin (25/6/2025).


    Jadi Dosen hingga Praktisi Industri

    Khairul menekankan, lulusan PMDSU tidak hanya diharapkan untu menjadi dosen. Mereka diproyeksikan dapat menjadi dosen, peneliti, perekayasa, maupun praktisi industri nasional dan internasional yang berkontribusi mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Berdasarkan data Kemdiktisaintek, ada 1.563 mahasiswa penerima Beasiswa PMDSU dari 18.419 peminat sejak 2013. Sebanyak 57,7 persen alumni menjadi dosen PTN dan PTS; 22,48 persen menjadi peneliti, dan 19,75 persen menjadi praktisi industri, perekayasa, dan guru.

    Jadwal Beasiswa PMDSU 2025

    Pendaftaran Beasiswa PMDSU Batch 9 2025 dibuka mulai 26 Mei 2025 secara online. Para pendaftar terpilih diharapkan serah terima beasiswa per September 2025. Berikut jadwal selengkapnya:

    • Pendaftaran: 26 Mei-26 Juni 2025
    • Seleksi, pleno, dan penetapan Beasiswa PMDSU: 31 Juli 2025
    • Pengumuman penerima beasiswa: Agustus-September 2025
    • Penyaluran dana beasiswa PMDSU: Oktober 2026

    Informasi pendaftaran lebih lanjut dapat diakses di https://www.pmdsu.id/, akun Instagram @pmdsu, dan kanal media sosial Kemdiktisaintek.

    (twu/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • 74,95% Dosen RI Belum S3, Kemdikti Luncurkan Beasiswa Doktor untuk Dosen 2025


    Jakarta

    Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) 2025 dibuka Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Periode pendaftaran berlangsung mulai Senin, 2 Juni 2025 sampai 14 Juni mendatang.

    Beasiswa PDDI adalah beasiswa doktor bagi dosen pada perguruan tinggi dalam koordinasi Kemdiktisaintek. Pendanaan beasiswa bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan pada DIPA Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek.

    Menteri Diktisaintek Brian Yuliarto mengatakan beasiswa ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kapasitas dosen dengan menempuh program doktor. Ia menjelaskan sekitar 74,95 persen dosen di Indonesia belum berkualifikasi pendidikan doktor.


    Brian mengatakan peningkatan kualifikasi dosen turut mendukung naik pangkat dan mendukung kesejahteraan dosen. Untuk itu, ia menyatakan, pihaknya kini juga tengah mengupayakan beasiswa doktor bagi dosen dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan beasiswa dari riset, khususnya pada topik prioritas pemerintah.

    “Barangkali tahun depan dana penelitian langsung kita blok untuk S3,” ucapnya di peluncuran Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia 2025 di Grha Kemdiktisaintek, Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta, Senin (2/6/2025).

    Beasiswa Doktor untuk Dosen 2025

    Beasiswa doktor untuk dosen Kemdiktisaintek 2025 ini dibuka bagi dosen yang telah diterima pada perguruan tinggi di dalam negeri sesuai skema beasiswa pada prodi yang telah ditetapkan PPPAPT. Usia maksimalnya yakni 51 tahun bagi program doktor 3 tahun dan 2 tahun bagi program doktor 4 tahun.

    Bagi pendaftar program joint degree atau dual degree, maka dosen bersangkutan disyaratkan menyertakan perjanjian kerja sama atau nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) program tersebut. Opsi pola pada program doktor 4 tahun yaitu 2 tahun di dalam negeri dan 2 tahun terakhir di luar negeri (2+2) atau 3 tahun di dalam negeri dan 1 tahun terakhir di perguruan tinggi luar negeri (3+1).

    Pendaftaran beasiswa doktor untuk dosen 2025 dari Kemdiktisaintek ini dibuka secara daring di laman https://beasiswa.kemdikbud.go.id.

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Bantuan Riset hingga Rp 2 M, MoRA The Air Fund 2025 Segera Dibuka


    Jakarta

    Kementerian Agama (Kemenag) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali membuka pendaftaran program bantuan riset kolaboratif MoRA The Air Fund 2025. Pendaftaran akan dibuka mulai 13 Oktober 2025.

    Informasi ini disampaikan oleh Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Setjen Kemenag, Ruchman Basori, dalam kegiatan Sosialisasi Program Penelitian Kolaboratif MoRA The Air Fund 2025 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat (3/10/2025) lalu.

    “Riset berdampak sangat penting agar kehadiran periset PTKIN dirasakan kehadirannya oleh masyarakat dan juga menjadi penyelesai akan masalah-masalah kebangsaan dan kemasyarakatan,” kata Ruchman, dikutip dari laman Kemenag, Selasa (7/10/2025).


    4 Fokus Riset dengan Dana hingga Rp 2 M

    Program MoRA The Air Fund menyoroti empat fokus bidang riset yaitu sosial humaniora, ekonomi, lingkungan, dan sains teknologi.

    Setiap penerima akan disiapkan dana dihingga Rp500 juta per proposal. Adapun untuk bidang sains dan teknologi, anggaran bisa mencapai maksimal Rp 2 miliar.

    Sejak 2024, total anggaran bantuan riset ini mencapai Rp 50 miliar per tahun.

    Ruchman mengatakan, bantuan ini ditujukan untuk membantu para dosen dalam melakukan riset yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

    Syarat Mengajukan MoRA The Air Fund 2025

    Untuk menjadi periset utama MoRA The Air Fund, dosen harus memenuhi sejumlah kriteria, di antaranya:

    Syarat Dosen PTK

    • Warga Negara Indonesia (WNI)
    • Berasal dari perguruan tinggi keagamaan (PTK) atau fakultas agama Islam di bawah binaan Kemenag
    • Memiliki rekam jejak akademik baik
    • Lulusan program doktor (S3) dengan jabatan minimal Lektor
    • Memiliki Sinta Score Overall minimal 100
    • Berkolaborasi dengan periset dari perguruan tinggi dalam atau luar negeri yang masuk 500 besar dunia versi QS World University Rankings
    • Hanya dapat mengusulkan satu proposal riset.

    Syarat Dosen Ma’had Aly

    • Warga Negara Indonesia (WNI)
    • Memiliki rekam jejak akademik baik
    • Lulusan program magister (S2)
    • Memiliki karya akademik sesuai bidang keilmuan Melampirkan surat keputusan pengangkatan
    • Melampirkan surat rekomendasi dari Mudir Ma’had Aly

    Jika detikers tertarik daftar, informasi selengkapnya bisa dilihat di https://risprolpdp.kemenkeu.go.id/. Selamat mencoba!

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com