Tag: proof of reserve

  • Tokocrypto Tetap Komitmen Transparansi Kunci Kuatkan Industri Kripto

    Peristiwa yang terjadi pada salah satu platform crypto exchange global belakangan ini memberikan sebuah pelajaran untuk kuatkan industri kripto secara keseluruhan. Transparansi dan perlindungan investor menjadi hal utama.

    Sebagai salah satu crypto exchange yang terdaftar resmi di Bappebti, Tokocrypto selalu mengedepankan transparansi, keamanan, dan kenyamanan nasabah. Perusahaan selalu bertanggung jawab serta mengutamakan kebutuhan nasabah untuk membangun, mengembangkan, dan kuatkan ekosistem industri perdagangan aset kripto.

    “Transparansi atas dana pengguna adalah hal yang sangat penting. Hal ini memberikan kepercayaan kepada nasabah bahwa exchange tidak menyalahgunakan dana mereka. Oleh karena itu, kami sedang fokus melakukan audit all assets untuk proof of reserve di platform Tokocrypto. Tahapan ini masih berjalan guna memberikan laporan lebih detail. Jika sudah lengkap dan tersedia akan dibagikan ke publik,” kata CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai.

    Proses Proof of Reserves

    Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.
    Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Bappebti Hentikan Perdagangan Kripto FTX Token (FTT) di Indonesia

    Sejak awal didirikan Tokocrypto telah berkomitmen melakukan audit berupa laporan bukti cadangan dana setiap kuartal dan semester, sehingga nasabah dapat melihat data aset kripto memiliki mereka dengan nilai ratio yang sehat dengan minimum 1:1 atau 100%.

    Tokocrypto sudah pun menjalankan proof of reserves untuk stablecoin BIDR yang diaudit bekerja sama dengan Kantor Akuntan Publik (KAP) independen dilakukan setiap semester sejak tahun 2020. Data tersebut bisa diakses melalui https://tokocrypto.com/report.

    “BIDR merupakan stablecoin yang dipatok ke dalam Rupiah (IDR). BIDR akan tersedia untuk pembelian langsung dan penukaran dengan harga 1 BIDR setara dengan 1 Rupiah. Untuk menjaga kestabilannya, BIDR didukung 1:1 oleh Rupiah di rekening bank terpisah di Indonesia. BIDR akan diaudit setiap bulan oleh perusahaan audit. Laporan audit akan dipublikasikan di Tokocrypto untuk referensi bagi pengguna BIDR,” jelas Kai.

    Penghentian FTX Token

    Terkait FTX Token (FTT), sejalan dengan keputusan Bappebti, Tokocrypto telah memutuskan untuk menghapus dan menghentikan perdagangan pada semua pasangan perdagangan untuk token tersebut mulai 30 November 2022 pukul 23.59 WIB.

    Semua pesanan perdagangan FTT akan dihapus secara otomatis setelah perdagangan berhenti di setiap pasangan perdagangan masing-masing, FTT/BNB, FTT/BTC, dan FTT/USDT pada tanggal 15 November 2022 pukul 11:30 WIB. Kemudian, pasangan FTT/BUSD pada 30 November 2022 pukul 23.59 WIB.

    Tokocrypto akan menghapus dan menghentikan perdagangan FTT (FTX Token) pada tanggal 30 November 2022 pukul 23.59 WIB. Foto: Tokocrypto.
    Tokocrypto akan menghapus dan menghentikan perdagangan FTT (FTX Token) pada tanggal 30 November 2022 pukul 23.59 WIB. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Elon Musk Beri Pandangan Soal Masa Depan Aset Kripto

    Tokocrypto tetap akan menyimpan FTT milik nasabah, namun tidak dapat untuk diperdagangkan di platform Tokocrypto setelah 30 November 2022 23:59 WIB. Oleh karena itu, disarankan untuk segera melakukan pemindahan aset kripto tersebut ke wallet pribadi nasabah.

    Penuhi Standar

    Kai menegaskan saat ini tidak terjadi kenaikan permintaan penarikan dana atau withdrawal di platform Tokocrypto. Nasabah yang masih menyimpan token kripto sudah mulai mengalihkan dananya.

    “Tokocrypto secara berkala meninjau setiap aset kripto yang diperjualbelikan untuk memastikan bahwa aset tersebut terus memenuhi standar. Ketika suatu aset kripto tidak lagi memenuhi standar kami atau terdapat perubahan pada industri, akan dilakukan peninjauan yang lebih mendalam dan berpotensi menghapusnya. Cara ini adalah untuk melindungi semua nasabah dengan baik,” pungkas Kai.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lebih Tepat! Apa Itu Proof of Reserves dengan Merkle Tree & zk-SNARKs?

    Proof of Reserves (PoR) sangat penting bagi bursa kripto karena membantu meningkatkan kepercayaan pengguna, mengurangi risiko kecurangan, dan memastikan transparansi serta keamanan dalam penyimpanan aset kripto. Sebagai investor atau trader, tentu ingin dana investasi kripto tersimpan aman, transparan, dan mendapatkan pengelolaan yang baik.

    Kasus runtuhnya salah satu bursa kripto, FTX mendorong pentingnya Proof of Reserves atau bisa disebut dana cadangan dalam industri aset digital. PoR dapat menciptakan transparansi dan meningkatkan keamanan dana nasabah dalam platform bursa kripto. Ibaratnya, bank memiliki laporan keuangan, sementara crypto exchange memiliki PoR untuk memastikan cadangan aset mereka.

    Bagi pemula di dunia kripto, mungkin sulit memahami istilah PoR, di samping karena merupakan hal baru dan ini bersifat teknis. Artikel ini akan membahas tentang cara bagaimana memastikan Proof of Reserves di bursa kripto dan metode yang digunakan untuk meningkatkan akurasi, seperti penggunaan Merkle Tree dan zk-SNARKs.

    Apa Itu Proof of Reserves?

    Ilustrasi Proof of Reserve (PoR). Sumber: LeewayHertz.
    Ilustrasi Proof of Reserves (PoR). Sumber: LeewayHertz.

    Baca juga: Token Bitcoin BRC-20 Mendekati Kapitalisasi Pasar US$ 1 Miliar

    Proof of Reserves adalah mekanisme verifikasi yang memungkinkan audit atas cadangan aset kripto yang dimiliki oleh bursa atau penyedia layanan keuangan lainnya. Tujuan dari PoR adalah untuk memastikan transparansi, keamanan, dan kepercayaan dalam penyimpanan aset kripto.

    Dalam konteks bursa kripto, Proof of Reserves digunakan untuk menunjukkan bahwa bursa tersebut benar-benar memiliki cadangan aset kripto yang cukup untuk memenuhi klaim mereka dan memastikan bahwa dana pengguna aman. Mekanisme ini membantu mengurangi risiko kecurangan, manipulasi, atau insolvensi bursa yang dapat menyebabkan kerugian bagi pengguna.

    Untuk melaksanakan PoR, bursa atau penyedia layanan keuangan akan melakukan audit secara berkala atas cadangan aset kripto yang mereka miliki. Audit ini biasanya melibatkan pihak ketiga yang independen untuk memastikan integritas dan keakuratan hasil audit. Salah satu metode yang sering digunakan dalam Proof of Reserves adalah melalui penggunaan Merkle Tree, yang memungkinkan verifikasi cadangan aset secara efisien dan aman.

    Proof of Reserves penting bagi industri kripto, karena meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap bursa atau penyedia layanan keuangan, memastikan keamanan dana pengguna, dan membantu mematuhi peraturan yang lebih ketat seiring berkembangnya industri ini.

    Apa Itu Merkle Tree?

    Ilustrasi Merkle Tree. Sumber: Binance.

    Salah satu cara untuk mengimplementasikan Proof of Reserves adalah dengan menggunakan Merkle Tree. Dalam hal ini, Merkle Tree digunakan untuk membuktikan bahwa aset yang diklaim oleh bursa atau penyedia layanan memang ada dalam jumlah yang sesuai. Setiap simpul dalam Merkle Tree akan mencerminkan saldo akun pengguna dan hash dari saldo tersebut. Seluruh saldo kemudian digabungkan dalam Merkle Root yang dapat diverifikasi oleh auditor atau pengguna.

    Merkle Tree adalah struktur data yang dikenal sebagai pohon hash dalam dunia kriptografi. Pohon ini diciptakan oleh Ralph Merkle pada tahun 1979 dan digunakan untuk memverifikasi dan mengamankan data secara efisien. Merkle Tree terdiri dari simpul (nodes), yang masing-masing berisi hash dari data. Hash ini kemudian digabungkan dengan hash dari simpul lainnya untuk membentuk hash baru, yang kemudian digabungkan lagi hingga mencapai simpul paling atas yang disebut Merkle Root.

    Merkle Tree diaplikasikan dalam berbagai teknologi, termasuk blockchain. Dalam konteks blockchain, Merkle Tree digunakan untuk mengamankan transaksi yang ada dalam blok dengan mengurangi ukuran data yang perlu disimpan. Hal ini memungkinkan penambang untuk mengurangi waktu yang diperlukan untuk memverifikasi transaksi dan mengurangi ukuran blockchain itu sendiri.

    Apa Itu zk-SNARKs?

    Ilustrasi zk-SNARKs. Sumber: DCVX Blockchain Development.
    Ilustrasi zk-SNARKs. Sumber: DCVX Blockchain Development.

    Baca juga: Investor Kripto Indonesia Capai 17,14 Juta hingga Q1 2023, Transaksi?

    zk-SNARKs (Zero-Knowledge Succinct Non-Interactive Argument of Knowledge) adalah metode kriptografi yang memungkinkan satu pihak (pembuktian/prover) untuk membuktikan kepada pihak lain (verifikasi/verifier) bahwa mereka memiliki pengetahuan tentang suatu informasi atau pernyataan tertentu, tanpa perlu mengungkapkan informasi tersebut secara langsung. Ini merupakan bentuk bukti nol pengetahuan (zero-knowledge proof) yang ringkas dan tidak interaktif.

    Konsep zero-knowledge proof ini sangat berguna dalam berbagai aplikasi privasi dan keamanan, termasuk dalam teknologi blockchain. Beberapa keunggulan zk-SNARKs adalah:

    • Privasi: Dengan menggunakan zk-SNARKs, transaksi dapat diverifikasi tanpa mengungkapkan informasi yang sensitif, seperti identitas pengirim, penerima, atau jumlah yang ditransfer. Hal ini memungkinkan penciptaan sistem keuangan yang lebih privat dan aman.
    • Efisiensi: Bukti yang dihasilkan oleh zk-SNARKs sangat ringkas dan mudah untuk diverifikasi. Hal ini mengurangi beban komputasi pada sistem dan meningkatkan efisiensi dalam validasi transaksi.
    • Skalabilitas: Karena zk-SNARKs memungkinkan verifikasi transaksi yang lebih cepat dan ringkas, mereka dapat membantu meningkatkan skalabilitas sistem blockchain dan mengatasi masalah kemacetan transaksi yang sering terjadi pada jaringan seperti Bitcoin dan Ethereum.

    Dengan menggabungkan Proof of Reserves dan zk-SNARKs, bursa atau penyedia layanan keuangan dapat melakukan audit cadangan aset mereka dengan cara yang aman dan efisien, tanpa mengungkapkan informasi yang sensitif kepada pihak ketiga atau publik. Selain meningkatkan transparansi dan kepercayaan pengguna, penggunaan zk-SNARKs dalam PoR juga membantu menjaga privasi pengguna dan memastikan bahwa data mereka tetap aman selama proses audit.

    Meskipun penggunaan PoR dengan zk-SNARKs belum umum diadopsi, kombinasi kedua teknologi ini menawarkan solusi yang menarik untuk meningkatkan keamanan, transparansi, dan privasi dalam industri kripto.

    Kesimpulan

    Penggunaan Proof of Reserves dengan Merkle Tree dan zk-SNARKs adalah hal yang positif, karena kedua teknologi ini menawarkan solusi yang efektif dan efisien untuk meningkatkan transparansi, keamanan, dan privasi dalam industri kripto.

    PoR dengan Merkle Tree membantu memastikan bahwa bursa atau penyedia layanan keuangan memiliki cadangan aset yang sesuai dengan klaim mereka. Dengan menggunakan Merkle Tree, proses audit dan verifikasi cadangan aset menjadi lebih cepat dan hemat sumber daya, serta meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap bursa atau penyedia layanan.

    Sementara itu, zk-SNARKs menawarkan solusi privasi yang kuat untuk transaksi kripto. Dengan menggabungkan zero-knowledge proof yang ringkas dan tidak interaktif, zk-SNARKs memungkinkan pembuktian pengetahuan tanpa mengungkapkan informasi yang sensitif. Ini sangat berguna dalam konteks transaksi kripto, di mana anonimitas dan privasi sangat penting.

    Menggabungkan Proof of Reserves dengan Merkle Tree dan zk-SNARKs dapat menciptakan ekosistem yang lebih transparan, aman, dan privat dalam industri kripto. Dengan gabungan ini, bursa kripto yang menerapkannya ingin membuktikan dukungan 1:1 dari saldo pelanggan tanpa pengidentifikasian, namun tetap transparan. Selain itu, teknologi zk-SNARKs membuat pemalsuan data menjadi lebih tidak mungkin.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cuma 3% dari Total Cadangan Kripto


    Jakarta

    Platform perdagangan kripto, Indodax buka suara terkait kerugian yang dialami sekitar Rp 300 miliar akibat serangan siber. Dampak finansial terkait kejadian itu disebut hanya sekitar 3% dari total cadangan aset kripto INDODAX.

    “Meskipun mengalami kerugian sekitar Rp 300 miliar akibat serangan siber, dampak finansial tersebut hanya sekitar 3% dari total cadangan aset kripto INDODAX,” kata CEO INDODAX, Oscar Darmawan dalam keterangan tertulis, Minggu (29/9/2024).

    Dengan lebih dari 6,8 juta pengguna, INDODAX mengklaim memiliki cadangan aset kripto senilai Rp 11,5 triliun, termasuk di dalamnya 4.806,34 Bitcoin senilai Rp 4,288 triliun, 36.915,47 Ethereum senilai Rp 1,334 triliun, serta berbagai aset kripto lainnya senilai sekitar Rp 5,907 triliun.


    Pasca insiden peretasan, INDODAX mengklaim telah berhasil memulihkan kepercayaan pengguna dengan total volume transaksi hingga lebih dari Rp 2,3 trilliun selama periode 14-25 September 2024. Hal ini menunjukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap platform INDODAX masih tinggi pasca insiden.

    Komitmen INDODAX terhadap transparansi dan keterbukaan dinilai menjadi salah satu faktor kunci yang membantu pemulihan kepercayaan pengguna.

    “Transparansi merupakan pondasi penting dalam membangun dan menjaga kepercayaan publik. Dengan publikasi Proof of Reserve, kami memberikan kepastian kepada para pengguna bahwa mereka dapat memantau keamanan aset mereka kapan pun. Ini adalah wujud nyata tanggung jawab kami kepada para member,” ujar Oscar.

    Oscar juga menambahkan bahwa selama dua tahun terakhir, INDODAX telah berupaya mengajak exchange kripto lainnya untuk mengadopsi langkah serupa.

    “Kami telah mendorong industri kripto di Indonesia untuk lebih terbuka dan transparan. Meskipun hingga saat ini belum ada yang mengikuti, kami percaya bahwa transparansi akan menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem kripto yang aman dan terpercaya di masa mendatang,” jelasnya.

    Angga Andinata, seorang analis kripto dan edukator Crypto & Web 3, turut memberikan apresiasi terhadap langkah yang diambil oleh INDODAX. “Proof of Reserve yang diterapkan oleh INDODAX tidak hanya dalam bentuk laporan, tetapi juga terintegrasi secara real-time, yang memungkinkan publik untuk memverifikasi data cadangan secara langsung. Langkah ini menjadi contoh yang patut diikuti oleh bursa kripto lainnya di Indonesia,” ungkapnya.

    Sedangkan dalam konteks regulasi yang akan datang, Angga juga menyoroti bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nantinya berencana untuk mengawasi lebih ketat aset kripto di Indonesia, di mana cadangan aset kripto akan disimpan oleh perusahaan kustodian.

    “Saya berharap nantinya perusahaan kustodian juga dapat mempublikasikan cadangan mereka secara transparan untuk menjaga kepercayaan pengguna,” tambah Angga.

    Dengan adanya langkah transparansi ini, INDODAX berharap dapat menetapkan standar baru di industri kripto Indonesia maupun global. “Kami berharap lebih banyak bursa yang mengikuti jejak kami untuk menciptakan ekosistem kripto yang lebih aman, transparan, dan terpercaya,” tutup Oscar.

    (aid/das)



    Sumber : finance.detik.com

  • Terungkap! Dalang Peretasan Indodax dari Korea Utara


    Jakarta

    Platform pertukaran mata uang kripto, INDODAX menyampaikan kabar terkini soal insiden peretasan yang terjadi tanggal 11 September 2024. Perusahaan menduga hal itu dilakukan hacker dari Korea Utara.

    Namun, CEO INDODAX, Oscar Darmawan menyebut pemulihan berhasil dilakukan sekitar 80 jam. Menurutnya insiden keamanan serupa bisa terjadi di exchange manapun di seluruh dunia.

    “Kami telah menerapkan berbagai langkah mitigasi yang komprehensif untuk memastikan bahwa platform kami tidak hanya kembali seperti semula, tetapi juga lebih aman dari sebelumnya. Insiden ini justru memastikan keamaan INDODAX semakin diperkuat,” jelas Oscar dalam keterangan tertulis, Kamis (19/9/2024).

    Menurutnya, setelah INDODAX selesai melakukan pemulihan tidak ada tanda kepanikan di kalangan pengguna. INDODAX tetap stabil, baik dari segi operasional maupun likuiditas, menunjukkan kepercayaan yang kuat dari para pengguna.


    Fakta bahwa volume perdagangan tetap konsisten dan bahkan meningkat menunjukkan bahwa tidak ada penarikan dana besar-besaran. Ia menyebut kondisi stabil ini mencerminkan kepercayaan para member atas ketahanan platform INDODAX dalam menghadapi tantangan.

    Selain itu, pasca insiden untuk memastikan perlindungan kepada masyarakat, hingga saat ini INDODAX sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Bappebti, OJK, BSSN serta Cyber Mabes Bareskrim untuk memastikan pihak regulator terus mendapatkan update tentang insiden ini.

    INDODAX juga menghimbau seluruh pengguna untuk tetap waspada dan proaktif dalam menjaga keamanan akun, termasuk dengan mengaktifkan fitur keamanan tambahan. Misalnya verifikasi dua langkah (2FA), menjaga kerahasiaan informasi pribadi, dan mengganti kata sandi secara berkala.

    “Kami menyadari betapa pentingnya transparansi dalam membangun kepercayaan. Dengan cadangan aset kripto kami yang melebihi 100% dari total saldo pengguna, kami ingin memastikan bahwa semua pengguna dapat memiliki keyakinan penuh bahwa dana mereka aman. Kami tidak hanya menjaga keamanan aset tetapi juga berkomitmen pada keterbukaan informasi yang lengkap,” tambah dia.

    INDODAX telah mempublikasikan Proof of Reserve yang jumlahnya melebihi 100% dari total saldo pengguna. Saat ini, cadangan aset INDODAX meliputi 4.806,34 Bitcoin senilai Rp 4,288 triliun, 36.915,47 Ethereum senilai Rp 1,334 triliun, serta aset kripto lainnya senilai Rp 5,907 triliun, dengan total mencapai Rp 11,529 triliun.

    Volume perdagangan INDODAX menunjukkan angka positif sejak proses maintenance selesai (14-17 September 2024) dan mencapai Rp 547 Miliar.

    (ily/das)



    Sumber : finance.detik.com