Tag: proof of reserves

  • Proof of Reserves (PoR) INDODAX Tembus Rp18 Triliun: Apakah Ini Sinyal Bull Market?

    Jakarta, 6 Januari 2026 – INDODAX mengumumkan bahwa Proof of Reserves (PoR) INDODAX telah menembus USD 1 miliar atau Rp18 Triliun, berdasarkan data yang ditampilkan pada fitur Proof of Reserves di CoinMarketCap. Pencapaian ini menegaskan komitmen INDODAX untuk menjaga cadangan aset 1:1 serta mendorong transparansi yang dapat diverifikasi publik melalui data on-chain.

    “Walaupun tidak diwajibkan pemerintah, INDODAX berinisiatif mempublikasikan PoR sebagai bentuk transparansi. Informasi cadangan dan alamat dompet terkait dapat ditelusuri melalui blockchain, sehingga publik bisa melakukan verifikasi secara mandiri,” ujar William Sutanto, CEO INDODAX.

    PoR: Transparansi yang Bisa Diverifikasi

    Proof of Reserves (PoR) adalah metode verifikasi kriptografis yang digunakan platform aset kripto untuk menunjukkan bahwa perusahaan memiliki cadangan aset sesuai yang dilaporkan. Tujuannya adalah memperkuat kepercayaan publik bahwa dana pengguna dapat dipenuhi saat dibutuhkan, terutama pada periode pasar yang bergejolak.

    CoinMarketCap menampilkan fitur Proof of Reserves untuk membantu pengguna melihat informasi transparansi cadangan sejumlah exchange, termasuk keterlacakan alamat dompet publik serta pembaruan data yang relevan.

    INDODAX juga mengimbau pengguna untuk tetap menerapkan langkah keamanan terbaik, antara lain:

    • Gunakan autentikasi berlapis Multi Factor Authentication (MFA) dan pastikan perangkat dalam kondisi aman.
    • Waspada phishing dan social engineering.

    “Transparansi platform itu penting, tetapi edukasi keamanan pengguna juga sama pentingnya. Kami terus mendorong penggunaan keamanan berlapis dan praktik terbaik dalam menjaga akun serta perangkat,” tambah William.

    Apakah Ini Tanda-Tanda Bull Market?

    Naiknya Proof of Reserves (PoR) umumnya mencerminkan dua hal yang sering terjadi pada fase pasar yang membaik. Pertama, ketika harga aset kripto naik, nilai cadangan yang tercatat dalam USD ikut meningkat. Kedua, ketika arus masuk dana (inflow) dan aktivitas transaksi naik, cadangan yang tersimpan di platform juga cenderung bertambah. Dengan kata lain, PoR yang meningkat dapat sejalan dengan menguatnya harga dan bertambahnya partisipasi pasar.

    Selain itu, sentimen publik terhadap kripto secara umum terlihat membaik. Ini biasanya ditandai oleh peningkatan minat investor, naiknya volume transaksi, dan bertambahnya arus masuk dana ke aset digital, baik dari pengguna ritel maupun pelaku pasar yang lebih besar.

    Pergerakan ini juga tidak lepas dari sentimen global, termasuk peristiwa geopolitik besar yang dapat mengubah arah pasar dalam waktu singkat. Misalnya, pada periode pemberitaan mengenai operasi AS terkait Venezuela, sejumlah pelaku pasar mencermati reaksi lintas aset. Di saat yang sama, Bitcoin dilaporkan sempat menguat ke level tertinggi dalam beberapa pekan (sekitar USD 93–94 ribu pada hari itu). Dinamika seperti ini menunjukkan bahwa kripto kerap bergerak dipengaruhi kombinasi faktor: likuiditas, risk appetite, dan headline global.

    Meski demikian, penting ditegaskan: kenaikan jangka pendek belum otomatis berarti bull market berkelanjutan. Pasar kripto tetap dipengaruhi faktor makro, kondisi likuiditas, regulasi, serta perkembangan risiko global yang dapat berubah cepat.

    ***

    Tentang INDODAX

    INDODAX merupakan perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital atau Crypto Exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan Blockchain di Indonesia yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 9,5 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 450+ aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

    Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital Aset Kripto (AKD AK) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada tahun 2019, yaitu 9001:-2015 & 27001:2013.

    Sejak berdiri sebelas tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi melalui kanal edukasi yang dapat diakses secara gratis, yakni INDODAX Academy, investor kripto dapat secara bebas mengakses dan mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

    Media Sosial INDODAX dapat ditemukan melalui website:

    Telegram                               : https://t.me/indodaxroom

    Instagram                              : https://www.instagram.com/indodax

    Tiktok                                     : https://www.tiktok.com/@indodax

    Twitter                                    : https://twitter.com/indodax

    Youtube                                  : https://www.youtube.com/c/indodax

    Facebook                               : https://www.facebook.com/indodax

    INDODAXAcademy            : https://indodax.com/academy

    INDODAXPress Release    : https://blog.indodax.com/newsroom-press-release

     





    Sumber : blog.indodax.com

  • Tokocrypto Rilis Proof of Reserves Kuatkan Komitmen Transparansi

    Tokocrypto, salah satu pedagang aset kripto terkemuka di Indonesia, terus meningkatkan komitmennya terhadap keamanan dan transparansi dengan merilis Proof of Reserves yang diaudit secara akurat. Perusahaan menyadari pentingnya kepercayaan pengguna dalam menghadapi industri yang dinamis dan berkembang pesat seperti aset kripto.

    Untuk memastikan keamanan dan transparansi, Tokocrypto merilis Proof of Reserves (PoR) atau Bukti Cadangan dengan mengimplementasikan audit Merkle Tree dan zk-SNARKs (Zero-Knowledge Succinct Non-Interactive Argument of Knowledge) agar lebih akurat dan mengutamakan privasi. Kebijakan merilis PoR ini membuktikan dan memverifikasi bahwa Tokocrypto memiliki dana yang mencukupi untuk menutupi semua aset pengguna secara secara utuh (1:1), serta memiliki cadangan tambahan. Tokocrypto menggunakan layanan dompet Binance, dan pengguna dapat menggunakan Tokocrypto Merkle Leaf untuk memverifikasi dana.

    Untuk menunjukkan Tokocrypto memiliki semua aset pengguna secara 1:1, perusahaan telah mengembangkan dan menerapkan Merkle tree yang memungkinkan pengguna untuk memverifikasi aset mereka di platform. Tujuannya adalah memungkinkan setiap pengguna untuk memverifikasi kepemilikan aset mereka menggunakan ID hash/catatan Merkle yang mereka buat sendiri. Dengan cara ini, pengguna dapat memastikan bahwa dana mereka disimpan secara utuh 1:1 dan dapat diverifikasi oleh auditor pihak ketiga.

    Lebih Akurat dan Junjung Tinggi Privasi

    Ilustrasi aplikasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.
    Ilustrasi aplikasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Tokocrypto Tetap Komitmen Transparansi Kunci Kuatkan Industri Kripto

    Tokocrypto juga menggunakan zk-SNARKs, agar bisa membuktikan bahwa semua set saldo leaf node dari Merkle Tree, yakni saldo akun pengguna berkontribusi pada total saldo aset pengguna yang diungkapkan oleh perusahaan. Setiap pengguna dapat dengan mudah mengakses leaf node yang telah diintegrasikan ke dalam proses tersebut. Proses ini memastikan bahwa:

    • Saldo aset pengguna termasuk dalam perhitungan jumlah total saldo bersih pengguna di Tokocrypto.
    • Jumlah total saldo bersih pengguna lebih besar atau sama dengan nol.
    • Perubahan root Merkle Tree sah (yaitu, tidak menggunakan informasi yang dipalsukan) setelah memperbarui informasi pengguna ke hash node leaf.

    Dengan menggabungkan Proof of Reserves dan zk-SNARKs, Tokocrypto dapat melakukan audit cadangan aset dengan cara yang aman dan efisien, tanpa mengungkapkan informasi yang sensitif kepada pihak ketiga atau publik. Harap diperhatikan bahwa kepemilikan aset perusahaan Tokocrypto dicatat dalam akun terpisah dan tidak menjadi bagian dari perhitungan Proof of Reserves.

    Untuk melihat data Proof of Reserves yang dirilis Tokocrypto yang mengimplementasikan Merkle Tree dan zk-SNARKs bisa langsung mengunjungi link https://www.tokocrypto.com/en/proof-of-reserves. Bagi yang ingin melakukan verifikasi bisa mengikuti tutorial yang ada pada link ini.

    Tokocrypto juga menjalankan Proof of Reserves untuk stablecoin BIDR yang diaudit bekerja sama dengan Kantor Akuntan Publik (KAP) independen yang dilakukan setiap semester sejak tahun 2020. Data tersebut bisa diakses melalui https://tokocrypto.com/report.

    Komitmen Tokocrypto

    Selain Proof of Reserves, untuk memastikan keamanan dan transparansi, Tokocrypto telah mengambil beberapa langkah penting dalam operasional perusahaan. Berikut ini adalah beberapa tindakan yang diambil oleh Tokocrypto untuk menunjukkan komitmennya:

    Sistem Keamanan Tingkat Tinggi

    Tokocrypto mengimplementasikan sistem keamanan multi-layer untuk melindungi data dan transaksi pengguna. Sistem ini mencakup enkripsi data, proteksi API, dan penggunaan teknologi keamanan canggih seperti sistem deteksi intrusi dan firewall.

    Ilustrasi Tokocrypto
    Ilustrasi Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Aktivitas Trading Investor Kripto Meningkat Selama Ramadhan 1444 H

    Sertifikasi ISO 27017 dan ISO 27001

    Tokocrypto telah berhasil meraih sertifikasi ISO 27017 dan ISO 27001, yang merupakan standar internasional untuk manajemen keamanan informasi. Dengan sertifikasi ini, menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan sistem manajemen keamanan informasi yang komprehensif dan efektif.

    Transparansi Pasar

    Tokocrypto berkomitmen untuk menyediakan informasi yang akurat dan transparan tentang pasar aset kripto. Pengguna dapat mengakses data historis dan real-time tentang harga aset kripto, volume perdagangan, dan informasi lainnya melalui platform.

    Edukasi Pengguna

    Tokocrypto juga berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman pengguna tentang aset kripto dan risiko yang terkait dengannya. Perusahaan ini menyediakan sumber daya pendidikan melalui blog, webinar, dan materi edukasi lainnya untuk membantu pengguna membuat keputusan yang lebih baik dalam berinvestasi aset kripto.

    Dukungan Pelanggan yang Responsif

    Tokocrypto menyediakan dukungan pelanggan yang cepat dan responsif untuk membantu pengguna mengatasi masalah yang mungkin mereka alami. Tim Customer Support terlatih untuk membantu pengguna dalam berbagai situasi, mulai dari masalah teknis hingga pertanyaan seputar aset kripto.

    Dengan langkah-langkah ini, Tokocrypto menunjukkan komitmen seriusnya untuk menjaga keamanan dan transparansi dalam layanan aset kripto yang ditawarkan. Perusahaan berdedikasi untuk terus mengembangkan dan memperkuat sistem keamanan dan transparansi mereka, sehingga pengguna dapat memiliki kepercayaan penuh.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Asal Mula Proof of Reserves (PoR) Dunia Kripto Ternyata Gara-Gara Ini!

    Proof of Reserves (PoR) telah menjadi salah satu inovasi krusial di dunia kripto, yang tidak hanya meningkatkan transparansi tapi juga melindungi investor dari risiko kebangkrutan exchange

    Dalam artikel ini, akan mengulas asal mula PoR, mulai dari akar masalahnya hingga kasus terbaru yang membuat PoR jadi standar baru di dunia kripto–mulai dari krisis Mt. Gox, hingga kejatuhan FTX.

    Munculnya Ide Proof of Reserves

    Industri kripto dimulai dengan janji desentralisasi dan kebebasan dari institusi tradisional, tapi realitasnya sering kali melibatkan exchange terpusat yang menyimpan aset pengguna. Pada awal 2010-an, exchange seperti Mt. Gox mendominasi pasar Bitcoin, tapi pada 2014, platform ini kolaps karena kehilangan sekitar 850.000 BTC akibat hack dan manajemen buruk.

    Kejadian ini membuat banyak investor kripto sadar, mengenai kurangnya bukti bahwa exchange benar-benar memegang aset yang diklaim ada dan aman di kantong mereka–sehingga mendorong lahirnya diskusi perihal transparansi.

    Paper yang berjudul Beware the Middleman: Empirical Analysis of Bitcoin-Exchange Risk  jadi salah satu dokumen pertama yang membahas Proof of Reserves (PoR) sebagai mekanisme transparansi di dunia kripto–fokusnya untuk membandingkan cadangan aset (assets) dengan liabilitas pengguna (liabilities) dengan kriptografis, sehingga exchange bisa membuktikan solvabilitas mereka.

    Baca juga: Perlindungan Dana Nasabah Crypto di Indonesia: Apa Peran Regulator?

    Penerapan Proof of Reserves Pertama

    Tahun 2014 menjadi momen bersejarah ketika Kraken, salah satu exchange kripto tertua, menjadi yang pertama menerapkan PoR secara praktis. 

    Audit dilakukan oleh Stefan Thomas menggunakan variasi metode Merkle Tree yang diusulkan oleh Greg Maxwell. Metode ini memungkinkan verifikasi individu tanpa memindahkan dana, sehingga mengurangi risiko. 

    Hasilnya, Kraken membuktikan bahwa cadangan Bitcoin mereka melebihi liabilitas pengguna, yang menjadi standar baru untuk transparansi.

    Alasan Kenapa Proof of Reserves Jadi Standar Exchange

    Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.
    Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.

    Proof of Reserves (PoR) benar-benar menjadi standar exchange di seluruh dunia setelah kolapsnya FTX pada 2022, di mana exchange FTX ternyata diam-diam menggunakan dana nasabah untuk menutup kerugian Alameda Research, membiayai investasi berisiko, membeli properti mewah di Bahama, serta donasi politik.

    Akibat penyalahgunaan ini, FTX mengalami kerugian miliaran dolar, banyak aset pengguna yang hilang dan FTX dinyatakan bangkrut. Founder FTX, Sam Bankman-Fried (SBF), pun dipenjara 25 tahun di Amerika Serikat setelah dinyatakan bersalah atas tujuh tuduhan penipuan dan konspirasi terkait runtuhnya FTX.

    Belajar dari pengalaman tersebut, Binance di bawah kepemimpinan CZ (Changpeng Zhao) mendorong seluruh exchange untuk mulai mengadopsi Proof of Reserves (PoR) berbasis Merkle Tree. Inovasi pun terus berkembang, termasuk penerapan zero-knowledge proofs (ZK proofs) yang menjaga privasi sekaligus memastikan bukti solvabilitas tanpa harus membuka detail penuh.

    Exchange lokal resmi seperti Tokocrypto pun sudah lama menerbitkan Proof of Reserves (PoR) miliknya yang bisa diakses langsung oleh publik. Tokocrypto menerapkan verifikasi berbasis Merkle Tree dan zk-SNARKs untuk memastikan audit cadangan aset lebih akurat sekaligus menjaga privasi.

    Menurut CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, fitur PoR yang dimiliki oleh Tokocrypto memungkinkan pengguna untuk melakukan self-verification untuk memastikan saldo mereka tercatat dalam perhitungan, dengan prinsip cakupan aset 1:1.

    Baca juga: Tokocrypto Publikasikan Proof of Reserves, Aset Pengguna Tumbuh 2x

    Apa Manfaat dari Proof of Reserves?

    • Tata Kelola yang Baik: Menunjukkan bahwa exchange memiliki tata kelola yang rapi dan transparan.
    • Mencegah Penyelewengan Dana: Membuat praktik fractional reserves (menyimpan cadangan kurang dari kewajiban) hampir mustahil disembunyikan. Ini melindungi industri dari skandal seperti FTX.
    • Sinyal Kepercayaan Publik: Memberikan bukti langsung kepada nasabah bahwa dana mereka benar-benar ada, bukan sekadar klaim.

    Jika kamu ingin mulai berinvestasi atau trading aset kripto, pastikan kamu memilih exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku dan dilengkapi dengan Proof of Reserves (PoR) seperti Tokocrypto. 

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!

    Bagaimana Cara Melihat Proof of Reserves?

    Data PoR dapat diakses secara terbuka melalui laman resmi https://www.tokocrypto.com/id/proof-of-reserves, kamu juga bisa kunjungi laman Tutorial Cara Cek Proof Of Reserves Tokocrypto atau untuk tutorial lebih lengkap cara melakukan verifikasi data Merkle Tree simak video berikut:


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Publikasikan Proof of Reserves, Aset Pengguna Tumbuh 2x

    Tokocrypto memperkuat upaya membangun kepercayaan pengguna dengan menerapkan Proof of Reserves (PoR) atau Bukti Cadangan. Mekanisme verifikasi ini memungkinkan publik dan pengguna meninjau ketersediaan aset secara transparan dan terukur.

    CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan transparansi menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan pengguna, terutama di tengah dinamika industri kripto yang terus berkembang. “Di tengah kembali munculnya kekhawatiran publik soal keamanan aset nasabah di industri, Tokocrypto memastikan dana pengguna dikelola secara bertanggung jawab dan dapat diverifikasi. Proof of Reserves kami adalah bentuk komitmen transparansi agar pengguna bisa melihat dan mengecek bahwa aset mereka tersedia secara utuh,” ujar Calvin.

    Tokocrypto, salah satu pedagang aset kripto yang berlisensi OJK di Indonesia, telah merilis Proof of Reserves sejak tahun 2023. Sejak pertama kali diperkenalkan, nilai aset pengguna yang tercatat dalam sistem PoR mengalami pertumbuhan signifikan. Per 1 Januari 2026, total aset pengguna yang terverifikasi dalam Proof of Reserves Tokocrypto mencapai sekitar US$345.379.785, atau tumbuh hampir dua kali lipat dibandingkan periode awal peluncuran.

    Aset Pengguna Tumbuh Dua Kali Lipat

    CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. Sumber: Tokocrypto.
    CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. Sumber: Tokocrypto.

    Calvin menilai pertumbuhan ini juga mencerminkan minat investasi aset kripto pengguna yang tetap tinggi. “Pertumbuhan nilai aset pengguna dalam PoR hingga sekitar US$345 juta per 1 Januari 2026 menunjukkan minat investasi kripto pengguna yang tetap tinggi. Kami melihat potensi pertumbuhan ini masih bisa berlanjut seiring meningkatnya partisipasi investor dan semakin matangnya ekosistem aset kripto di Indonesia,” kata Calvin.

    Aset-aset utama yang tercatat dalam Proof of Reserves berasal dari token berkapitalisasi besar yang telah mapan secara global dan termasuk yang paling aktif diperdagangkan, baik di pasar global maupun di Indonesia. Per 1 Januari 2026, aset tersebut mencakup Bitcoin (BTC) sebesar 1.246,79999263 BTC, Ethereum (ETH) sebesar 10.005,61888101 ETH, BNB sebesar 12.272,89562512 BNB, serta Tether (USDT) sebesar 75.520.184,47678899 USDT.

    Dalam implementasinya, Tokocrypto mengadopsi teknologi Merkle Tree dan zk-SNARKs (Zero-Knowledge Succinct Non-Interactive Argument of Knowledge) untuk memastikan proses verifikasi yang akurat sekaligus menjaga privasi data pengguna. Melalui sistem Merkle Tree, setiap pengguna dapat melakukan verifikasi mandiri (self-verification) untuk memastikan bahwa saldo mereka benar-benar tercatat sebagai bagian dari total kewajiban Tokocrypto. Sementara itu, teknologi zk-SNARKs digunakan untuk membuktikan bahwa total saldo pengguna yang dihitung setara atau lebih kecil dari total aset cadangan yang dimiliki perusahaan, tanpa membuka informasi sensitif ke publik.

    Utamakan Transparansi dan Keamanan

    Tokocrypto rilis Proof of Reserves kuatkan komitmen transparansi. Sumber: Tokocrypto.
    Tokocrypto rilis Proof of Reserves kuatkan komitmen transparansi. Sumber: Tokocrypto.

    “Kami menerapkan verifikasi berbasis Merkle Tree dan zk-SNARKs untuk memastikan audit cadangan aset lebih akurat sekaligus menjaga privasi. Pengguna juga bisa melakukan self-verification untuk memastikan saldo mereka tercatat dalam perhitungan, dengan prinsip cakupan aset 1:1,” tutur Calvin.

    Tokocrypto juga menegaskan bahwa seluruh aset perusahaan dicatat dalam akun terpisah dan tidak dimasukkan dalam perhitungan Proof of Reserves. Data PoR dapat diakses secara terbuka melalui laman resmi https://www.tokocrypto.com/id/proof-of-reserves, lengkap dengan panduan verifikasi bagi pengguna.

    Selain menerapkan PoR, Tokocrypto terus memperkuat ekosistem keamanan dan pelayanan kepada nasabah melalui berbagai langkah strategis. Perusahaan menerapkan sistem keamanan berlapis yang mencakup enkripsi data, proteksi API, serta teknologi deteksi intrusi dan firewall. Perusahaan juga telah mengantongi sertifikasi ISO 27001 dan ISO 27017 sebagai standar internasional dalam manajemen keamanan informasi dan layanan cloud.

    Melalui berbagai inisiatif ini, Tokocrypto menegaskan fokusnya pada transparansi, keamanan, serta peningkatan kualitas layanan, sejalan dengan upaya membangun industri aset kripto yang lebih sehat dan berkelanjutan di Indonesia.

    Baca juga: OJK Umumkan Exchange Kripto Berizin, Tokocrypto Termasuk di Dalamnya


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Laporan Ungkap Cadangan Aset Kripto Naik Signifikan


    Jakarta

    Platform pertukaran aset kripto global, OKX, merilis laporan Proof of Reserves (PoR) untuk Mei 2025. Dalam laporan ini tercatat total aset pengguna yang ada di platform mencapai lebih dari US$ 28 miliar, meningkat 21,33% dibandingkan bulan sebelumnya.

    Laporan ini juga menunjukkan bahwa seluruh aset utama pengguna dicadangkan lebih dari 100%. Rasio ini mengindikasikan bahwa OKX menyimpan aset lebih banyak di dompet publiknya dibandingkan total saldo pengguna di platform.

    Sebagai contoh, OKX menyimpan 130.832 BTC untuk menutupi 125.164 BTC milik pengguna, dan 1,909 juta ETH untuk menutupi saldo 1,87 juta ETH. Rasio cadangan serupa tercatat untuk USDT, USDC, XRP, Dogecoin, Solana, dan OKB, semuanya berada dalam kondisi fully backed.


    Ferry Setiawan, Senior Growth Manager OKX Wallet, menyampaikan bahwa publikasi laporan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjadikan keamanan dan kepercayaan sebagai fondasi utama.

    “Laporan Proof of Reserves ini merupakan wujud nyata dari komitmen kami terhadap transparansi dan kepercayaan komunitas. Di tengah meningkatnya adopsi aset kripto, sangat penting bagi pengguna untuk tahu bahwa dana mereka sepenuhnya tersedia dan aman,” ujarnya.

    Ferry juga menekankan pentingnya edukasi dan keterlibatan aktif dari pengguna.

    “Kami mendorong seluruh pengguna untuk tidak hanya percaya, tetapi memverifikasi sendiri. Dengan teknologi yang kami sediakan, semua orang bisa melakukan audit mandiri kapan pun mereka mau,” tambahnya.

    (igo/fdl)



    Sumber : finance.detik.com