Tag: Properti

  • Menguak Lokasi Toko Kaset di Film Galih dan Ratna Tahun 2017, di Mana Sih?



    Jakarta

    Film Galih dan Ratna sangat populer sehingga di-remake lagi tahun 2017. Di film itu, ada sebuah bangunan toko kaset yang sangat ikonik. Di mana lokasinya?

    Bangunan bersejarah sering kali menjadi saksi perjalanan waktu yang penuh cerita, baik dari segi arsitektur maupun sejarah sosial. Seringkali bangunan bersejarah ini nongol sebagai latar di film nasional.

    Seperti di film Galih dan Ratna produksi tahun 2017. Film besutan sutradara Lucky Kuswandi ini mengambil latar lokasi di sebuah bangunan sejarah milik Tio Tek Hong berlokasi di Pasar Baru, Jakarta Pusat.


    Salah satu bangunan di Jakarta yang memiliki sejarah panjang adalah bangunan milik Tio Tek Hong, seorang pengusaha Tionghoa yang membuka toko kelontong, rekaman gramofon, piringan hitam, perlengkapan berburu, dan juga beliau membuka percetakan kartu pos.

    Toko Kaset di Film Galih dan Ratna 2017Toko Kaset di Film Galih dan Ratna 2017 (Tangkapan Layar)

    Bangunan yang memiliki nilai sejarah tinggi ini ternyata pernah digunakan sebagai lokasi syuting film “Galih dan Ratna” pada tahun 2017.

    “Ada satu yang menarik gedung ini kalau sekarang jadi restoran, sebenarnya gedungnya pak Tio Tek Hong gedung sebelum di cet warna merah putih, diambil dari satu film yang dirilis tahun 2017 yang merupakan remake dari film paling populer tahun 70an yaitu Galih dan Ratna,” kata Farid Mardhiyanto, Co-Founder Jakarta Good Guide kepada detikTravel beberapa waktu lalu.

    Toko Kaset di Film Galih dan Ratna 2017Gedung yang jadi latar toko kaset di Film Galih dan Ratna tahun 2017 Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

    Film “Galih dan Ratna” (2017), mengisahkan hubungan cinta antara dua karakter utama, Galih dan Ratna. Dalam film ini, Salah satu lokasi ikonik adalah “Nada musik” tempat dimana Galih menjaga toko kaset warisan dari ayahnya.

    Gedung ini menjadi titik temu yang krusial bagi hubungan mereka, menghubungkan mereka melalui kecintaan yang sama terhadap musik.

    Gedung Tio Tek Hong yang Penuh Cerita

    Tio Tek Hong dikenal sebagai salah satu sultan pasar baru dalam perkembangan Jakarta pada tahun 1902. Bangunan bergaya Belanda ini terletak di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat yang pada masanya menjadi pusat perdagangan.

    Keunikan arsitektur bangunan ini terletak pada detail ornamen yang memadukan dengan gaya kolonial Belanda. Meskipun bangunan ini sudah tua, bangunan tersebut masih berdiri kokoh dan memancarkan pesonanya.

    “Tio Tek Hong ini kemudian juga dia berbisnis senjata jual beli senjata ketika perang dunia pokoknya terakhir selesai, bisnisnya masih bertahan. Namun sayangnya, bisnis Tio Tek Hong ini mulai menurun ketika terjadinya depresi besar dari Amerika terus ke Eropa, Belanda kena termasuk akhirnya koloni nya Hindia Belanda juga kena. Makin lama makin turun, tokonya dijual dan akhirnya kemudian berpindah tangan,” tutur Farid.

    Meski banyak orang yang mungkin tidak menyadari nilai sejarah bangunan tersebut, kehadirannya dalam film Galih dan Ratna secara tidak langsung mengangkat kembali kisah dan peran penting terhadap pengusaha Tio Tek Hong dalam sejarah Jakarta.

    Dari pantauan detikTravel di lokasi, bangunan berarsitektur serba merah dengan dua lantai ini tampak ramai oleh pengunjung, karena ditempati oleh berbagai pedagang yang berjualan, menciptakan suasana hidup di setiap sudut dan pohon-pohon hijau.

    Warna merah yang mendominasi, berpadu dengan sisa warna cat asli bangunan, memperkaya estetika visual. Film Galih dan Ratna yang didominasi nuansa biru, kontras warna tersebut memberikan kesan yang ceria dan dinamis.

    Toko Kaset di Film Galih dan Ratna 2017Toko Kaset di Film Galih dan Ratna 2017 Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

    Di toko milik Galih, yang menjadi latar penting dalam film Galih dan Ratna itu terdapat koleksi kaset-kaset mixtape legendaris dari zaman dahulu yang tidak hanya menambah keaslian suasana, tetapi juga mendukung properti film dengan memperkaya elemen nostalgia,

    Gedung ini mencerminkan kecintaan kedua karakter utama terhadap musik, menghadirkan harmoni unik antara masa lalu dan masa kini, serta mencerminkan kehidupan yang terus berdenyut di tengah lingkungan bersejarah yang terawat dengan baik.

    Gedung ini pun mengingatkan akan pentingnya melestarikan warisan bangunan bersejarah. Namun, bahwa jalan ini sebenarnya bukan Jalan Pasar Baru depan toko buku Gramedia yang kita kenal sekarang.

    Toko ini bukan toko pertamanya, melainkan salah satu dari sekian banyak usaha yang dimilikinya, mengingat reputasinya sebagai seorang pengusaha sukses yang memiliki banyak toko di berbagai lokasi di Pasar Baru pada masa kolonial, mencerminkan luasnya jangkauan bisnis dan pengaruh beliau pada masa itu.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Apakah Financial Freedom Cuma Sekadar Mimpi buat Pekerja?


    Jakarta

    Untuk mencapai kebebasan secara finansial, bagi sebagian orang dirasa hampir tidak mungkin. Ditambah, jika gajinya tidak berbanding jauh dengan upah minimum regional (UMR). Namun, perencana keuangan justru menyatakan bukan tidak mungkin untuk bisa mencapai kebebasan finansia di masa pensiun, meskipun gaji tak terpaut jauh dari UMR.

    Perencana Keuangan Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari, bilang bahwa berapapun besaran gaji kita, bisa jadi langkah buat mencapai kebebasan finansial yang kita inginkan. Hal ini lantaran kebebasan finansial atau financial freedom sangat berbeda buat tiap-tiap orang.

    “Financial freedom sangat berbeda untuk setiap orang, baik dalam jumlah Rupiah maupun kebebasan finansial yang mereka inginkan. Kalau kita menilainya secara finansial atau secara uang, maka tidak akan pernah ada batasan limit di langit ‘kan, ya,” ucapnya kepada detikcom.


    Menurut Tejasari, bagi setiap orang, kebebasan finansial sebenarnya bahkan bisa sangat sederhana. Tejasari bilang, berapapun gajinya, kebebasan finansial bisa digapai asalkan punya perencanaan dan komitmen yang baik.

    “Bagi setiap orang, sebenarnya kebebasan finansial bisa sangat sederhana sekali. Jadi, berapapun gajinya, asal kita bertekad membuat rencana dan mengejarnya, pasti akan bisa,” tambah Tejasari.

    Tejasari menyampaikan beberapa tips yang bisa diterapkan buat songsong masa pensiun dengan tenang. Salah satunya, dengan menyisihkan 20% dari nominal gaji untuk diinvestasikan yang sesuai dengan profil risiko kita.

    “Sisihkan di awal gajian 20% dari penghasilan kita, dan tempatkan di produk investasi yang sesuai dengan profil risiko kita. Kalau Rp 1 juta (20% dari gaji UMR Jakarta yang di kisaran Rp 5 juta), 30 tahun, target return 6% per tahun, maka future value-nya sekitar Rp 1 miliar,” terangnya.

    Tejasari mengelaborasi lebih lanjut, jika kita bisa meningkatkan profil risiko investasi kita, maka nominal Rp 1 juta untuk jangka waktu investasi 30 tahun dengan target return 10% per tahun, maka future value-nya menjadi Rp 2,2 miliar.

    “Lakukan secara konsisten setiap bulan pastinya, langsung saat kita menerima gaji dan ditempatkan di produk investasi yang legalitasnya jelas dan aman. Berikutnya, tentukan aset aktif apa yang kita ingin capai dalam financial freedom kita,” beber Tejasari.

    Aset aktif yang dimaksud Tejasari bisa berupa aset properti, surat berharga, atau pun bisnis. Tejasari bilang, dari aset aktif yang dipilih juga akan memberikan penghasilan secara rutin di masa pensiun.

    “Berikutnya, buat juga dana darurat dan bijak dalam mengambil utang. Pilih hanya utang produktif, jangan gunakan utang konsumtif. Karena, financial freedom dapat kita capai apabila kita memiliki dana darurat yang cukup, dan tentunya tanpa utang,” tandasnya.

    Sebagai informasi, beberapa waktu lalu HSBC Indonesia mengungkapkan riset soal nasabah tajir di Indonesia menganggap dana sebesar US$ 340.000 atau Rp 5,5 miliar (1 US$ = Rp 16.231) menjadi jumlah ideal untuk memasuki masa pensiun. Dana ini hanya cukup untuk keperluan sehari-hari.

    (hns/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • 10 Konglomerat Muslim di Dunia yang Hartanya Selangit


    Jakarta

    Kekayaan dan kesuksesan sering kali lahir dari kerja keras, inovasi, dan kemampuan memanfaatkan peluang. Di dunia Islam, banyak tokoh sukses yang menorehkan prestasi luar biasa dalam dunia bisnis, teknologi, dan investasi.

    Beberapa dari mereka bahkan masuk dalam daftar orang terkaya di dunia versi Forbes. Dari Afrika hingga Asia, berikut 10 konglomerat Muslim terkaya di dunia yang kekayaannya mencapai ratusan triliun rupiah berdasarkan laporan dari Peace Magazine, Munsif Daily, dan Forbes.

    10 Muslim Terkaya di Dunia

    1. Aliko Dangote (Nigeria)

    Kekayaan: USD 23,8 Miliar (± Rp 389 triliun)

    Sebagai orang terkaya di Afrika, Aliko Dangote mendirikan dan memimpin Dangote Cement, produsen semen terbesar di benua tersebut. Perusahaannya memiliki kapasitas produksi mencapai 48,6 juta metrik ton per tahun dan beroperasi di 10 negara.


    Ia menjadi miliarder pertama di Nigeria pada 2007. Saat ini, ia menempati posisi ke-83 dalam daftar orang terkaya dunia versi Forbes.

    2. Suleiman Kerimov – Rusia

    Kekayaan: USD 16,4 Miliar (± Rp 268,6 triliun)

    Kerimov adalah investor top asal Rusia yang terlibat dalam sektor pertambangan dan energi. Ia memiliki saham besar di Polyus, produsen emas terbesar di Rusia. Serta berinvestasi di Gazprom, Morgan Stanley, dan Deutsche Bank, menurut Forbes.

    3. Shahid Khan – Pakistan/AS

    Kekayaan: USD 13,1 Miliar (± Rp 214 triliun)

    Shahid Khan adalah pemilik Flex-N-Gate, pemasok suku cadang otomotif global, dan tim NFL Jacksonville Jaguars. Berbasis di Amerika Serikat, Khan memiliki 76 pabrik dan mempekerjakan lebih dari 27.000 orang di seluruh dunia.

    Menurut Forbes, Shahid Khan kini menjadi orang terkaya ke 173 di dunia.

    4. Azim Premji – India

    Kekayaan: USD 11,8 Miliar (± Rp 193,2 triliun)

    Dikenal sebagai “Warren Buffett dari India”, Azim Premji merupakan pendiri dan pemilik Wipro Limited, perusahaan teknologi informasi global. Ia juga dikenal sebagai filantropis dermawan yang telah menyumbangkan sebagian besar kekayaannya untuk kegiatan amal.

    Menurut Forbes, Azim menjadi orang terkaya ke 204 di dunia. Munsif Daily mengatakan, ia telah menyumbangkan sebagian besar hartanya untuk kegiatan amal.

    5. Hussain Sajwani – Uni Emirat Arab

    Kekayaan: USD 10,2 Miliar (± Rp 167 triliun)

    Pendiri Damac Properties, Hussain Sajwani sukses membangun proyek real estat mewah di kawasan UEA dan Timur Tengah. Ia termasuk dalam jajaran elite bisnis properti internasional dengan berbagai proyek eksklusif.

    Sajwani adalah orang ke 258 terkaya di dunia yang meraup keuntungan lewat apartemen mewah dan pembangunan komersial yang dilakukannya.

    6. Nassef Sawiris – Mesir

    Kekayaan: USD 9,4 Miliar (± Rp 153,9 triliun)

    Nassef Sawiris merupakan pemimpin Orascom Construction Industries dan CEO OCI NV. Ia memiliki saham di perusahaan besar seperti Adidas dan Madison Square Garden Sports.

    Sawiris pun menjadi salah satu investor paling berpengaruh dari Mesir. Ia berada diurutan ke 295 orang terkaya di dunia.

    7. Iskander Makhmudov – Rusia/Uzbekistan

    Kekayaan: USD 7,3 Miliar (± Rp 119,5 triliun)

    Iskander Makhmudov adalah tokoh penting di industri pertambangan dan logam Rusia. Melalui perusahaannya, Ural Mining and Metallurgical Company, ia menguasai pasar tembaga dan logam non-ferrous di wilayah Eurasia.

    Makhmudov merupakan orang asli Uzbekistan.

    8. M.A Yusuff Ali – India/UEA

    Kekayaan: USD 5,5 Miliar (± Rp 90 triliun)

    Yusuff Ali adalah CEO LuLu Group International, pemilik lebih dari 240 hipermarket dan pusat perbelanjaan di Timur Tengah dan Asia. Selain itu, ia memiliki saham di Bandara Internasional Cochin dan hotel-hotel mewah di Inggris.

    9. Murat Ulker – Turki

    Kekayaan: USD 5,5 Miliar (± Rp 90 triliun)

    Ulker mengendalikan Yildiz Holding, produsen makanan dan minuman terbesar di Turki. Ia juga pemilik merek terkenal seperti Ulker dan Godiva. Bisnisnya berkembang pesat hingga membuka lebih dari 2.000 kafe Godiva di seluruh dunia.

    10. Timur Kulibayev – Kazakhstan

    Kekayaan: USD 5,3 Miliar (± Rp 86,8 triliun)

    Sebagai menantu mantan Presiden Kazakhstan, Kulibayev memperoleh kekayaannya melalui sektor energi. Ia memiliki KazMunayGas, perusahaan minyak nasional Kazakhstan, dan menjadi salah satu tokoh kunci dalam industri energi negara tersebut.

    Para konglomerat Muslim ini tidak hanya menunjukkan kekayaan yang luar biasa, tetapi juga pengaruh besar di sektor industri global. Mereka adalah contoh nyata bahwa dengan visi, ketekunan, dan kerja keras, umat Islam dapat meraih posisi tertinggi dalam dunia bisnis internasional.

    Dari Afrika, Asia hingga Timur Tengah, kontribusi mereka menjadi bukti nyata bahwa dunia Islam memiliki tokoh-tokoh inspiratif yang mendunia.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Saudi Rilis Aturan Properti, WNA Muslim Bisa Beli Lahan di Makkah-Madinah



    Jakarta

    Arab Saudi merilis undang-undang baru yang mengatur kepemilikan properti bagi warga negara asing (WNA) di wilayahnya. Aturan ini menandai perombakan besar-besaran Kerajaan terkait kepemilikan properti pihak asing.

    Dilansir dari Saudi Gazette, Kamis (31/7/2025), undang-undang baru telah mendapat persetujuan Kabinet awal bulan ini. Undang-undang tersebut dirilis surat kabar resmi Umm Al-Qura pada Jumat lalu dan berlaku 180 hari sejak diterbitkan. Aturan baru ini menggantikan undang-undang sebelumnya terkait kepemilikan properti berdasarkan Keputusan Kerajaan No. M/15 Tahun 2000.

    Sistem baru mengizinkan warga negara non-Saudi, termasuk individu, perusahaan, dan entitas nirlaba, memiliki hak kepemilikan properti atau hak terkait lainnya di zona geografis yang ditentukan Kabinet. Hak ini mencakup hak guna pakai, hak sewa, dan hak properti lainnya yang tetap mengacu pada pembatasan lokasi, jenis properti, dan penggunaan.

    Meski aturan baru ini memberikan angin segar bagi pihak asing, kepemilikan properti di Makkah dan Madinah tetap dilarang kecuali bagi orang Islam. Adapun perusahaan non-tercatat dengan pemegang saham asing serta dana investasi dan entitas tujuan khusus lisensi akan diizinkan memiliki properti di seluruh Kerajaan, termasuk di Makkah dan Madinah dengan syarat untuk mendukung operasional atau perumahan karyawan.

    Berdasarkan undang-undang baru ini, hak milik properti hanya berlaku setelah terdaftar secara resmi di sistem real estate nasional. Ada biaya transfer hingga 5 persen untuk transaksi ini.

    Arab Saudi juga memberlakukan sanksi bagi yang melakukan pelanggaran seperti pemalsuan dokumen dan penjualan paksa properti. Sanksi berupa denda hingga SR10 juta.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com