Tag: protein tinggi

  • 6 Pilihan Ikan yang Mengandung Protein Tinggi, Cocok untuk Diet

    Jakarta

    Protein merupakan salah satu nutrisi yang berperan penting dalam penurunan berat badan. Zat ini memiliki sejumlah fungsi yang bisa mendukung penurunan berat badan, mulai dari memberi energi saat sedang diet, meningkatkan rasa kenyang, menekan nafsu makan, serta membantu mempertahankan massa otot.

    Nutrisi makro ini bisa didapat dari berbagai macam makanan, salah satunya ikan. Selain punya kandungan protein tinggi, daging ikan umumnya mengandung lemak yang lebih sedikit dibandingkan daging merah.

    Meski kebanyakan ikan mengandung protein, ada beberapa jenis ikan yang kandungan proteinnya lebih tinggi dari yang lain. Apa saja jenis ikan yang mengandung protein tinggi itu? Berikut daftarnya.


    1. Ikan Teri

    Siapa sangka, ikan berukuran cilik ini ternyata termasuk jenis ikan yang mengandung protein tinggi. Dikutip dari laman Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), 100 gram ikan teri mentah mengandung sekitar 20 gram protein.

    Selain itu, ikan teri juga kaya akan zat besi, kalsium, kalium, zinc, selenium, dan vitamin D.

    2. Ikan Tuna

    Tuna adalah salah satu jenis ikan yang dikenal kaya akan protein. Dalam 100 gram ikan tuna (skipjack), terdapat sekitar 28 gram protein.

    Tuna juga mengandung sejumlah kalium, zat besi, kalsium, magnesium, vitamin C, B6, dan B12.

    3. Ikan Sarden

    Ikan yang banyak tersedia dalam bentuk kalengan ini juga termasuk jenis ikan yang mengandung protein tinggi. Menurut Data Komposisi Pangan Indonesia, 100 gram ikan sarden segar mengandung sekitar 19,9 gram protein.

    Sarden juga kaya akan vitamin A, mineral, dan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan.

    4. Ikan Kakap

    Ikan kakap juga menjadi pilihan yang ideal untuk orang yang ingin menurunkan berat badan. Pasalnya, 100 gram ikan kakap mengandung sekitar 20 gram protein.

    Ikan kakap juga mengandung kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1, dan C.

    5. Ikan Patin

    Ikan asli perairan Indonesia ini juga merupakan salah satu jenis ikan yang mengandung protein tinggi. Dalam 100 gram ikan patin, terdapat sekitar 17 gram protein.

    Ikan ini juga tinggi akan kalsium, zat besi, beta karoten, dan vitamin B3.

    6. Ikan Lele

    Kabar baik untuk pencinta ikan lele. Pasalnya, ikan ini termasuk ikan yang tinggi akan protein. Dikutip dari Healthline, 100 gram ikan lele segar mengandung sekitar 18 gram protein. Hal ini menjadikan ikan lele sebagai salah satu sumber protein yang ideal untuk menurunkan berat badan.

    Tak hanya itu, ikan lele juga kaya akan vitamin B12, asam lemak omega-3, asam lemak omega-6, fosfor, kalium, dan selenium.

    (ath/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Eksperimen Hanya Makan 150 Telur Selama 5 Hari, Begini Hasilnya


    Jakarta

    YouTuber Amerika menjalani eksperimen diet ekstrem dengan hanya makan 150 butir telur dalam lima hari. Ia membagikan hasilnya lewat video di YouTube.

    Konten kreator asal Oklahoma City, Joshua Allard, menjadi sorotan publik setelah membagikan eksperimen ekstremnya makan 150 butir telur dalam lima hari. Pria 25 tahun ini dikenal dengan konten-kontennya yang membahas penampilan di media sosial.

    Melansir DailyMailUK (24/06), ia mengaku hanya mengonsumsi telur rebus tanpa tambahan makanan atau suplemen lainnya selama lima hari penuh. Tantangan ini ia dokumentasikan dalam sebuah video YouTube yang diunggah pada 16 Juni.


    Allard mengatur pola makan menjadi lima kali sehari, setiap kali makan ia menghabiskan enam butir telur rebus utuh. Dalam lima hari, ia berhasil menghabiskan 15 lusin telur yang dibelinya seharga USD 36,45 (Rp 600.000).

    Eksperimen Hanya Makan 150 Telur Selama 5 Hari, Begini HasilnyaKonten kreator asal Oklahoma City, Joshua Allard, menjadi sorotan publik setelah membagikan eksperimen ekstremnya makan 150 butir telur . Foto: YouTube/Joshua Allard

    Meski eksperimennya ini terdengar berat, ia justru menyebut dirinya kesulitan menahan diri untuk tidak makan lebih dari 30 butir per hari. Menurutnya, rasa ingin terus makan telur terasa seperti kecanduan, sebuah reaksi alami yang diduga berasal dari defisit kalori yang signifikan, meski ia juga meragukan bahwa itu satu-satunya penyebab ia ketagihan makan telur.

    Hasil dari tantangan ini cukup mengejutkan. Allard mengaku tubuhnya menjadi sangat ramping dalam waktu singkat. Ia tidak mengonsumsi kreatin, suplemen vitamin D3 maupun K, dan benar-benar mengandalkan telur sebagai satu-satunya sumber energi.

    Ia menjelaskan bahwa dirinya merasa sangat lelah di malam hari, namun kualitas tidur meningkat drastis dan tingkat stres menurun tajam. Ia bahkan membandingkan kondisinya dengan seekor beruang yang bersiap untuk hibernasi, karena pola makan tinggi lemak, protein sedang, dan tanpa karbohidrat.

    Meskipun tidak lagi mengonsumsi 30 butir telur per hari, Allard menyebut dirinya tetap penggemar berat telur. Ia menilai telur sebagai makanan super yang kaya akan lemak sehat, protein tinggi, dan asam amino.

    Kandungan nutrisi tersebut berperan penting dalam memperbaiki jaringan tubuh seperti otot, kulit, dan rambut, serta mendukung fungsi kekebalan tubuh.

    Eksperimen Hanya Makan 150 Telur Selama 5 Hari, Begini HasilnyaHasil YouTuber Amerika, Eksperimen Hanya Makan 150 Telur Selama 5 Hari. Foto: YouTube/Joshua Allard

    Namun, ia tidak menyarankan orang lain mengikuti pola makan ekstrem ini. Sebagai alternatif, ia merekomendasikan konsumsi enam butir telur di pagi hari dan empat di malam hari untuk mendukung energi harian. Kekurangan terbesar dari tantangan ini menurutnya adalah tidak mendapat asupan kreatin alami, zat yang penting bagi energi otot dan kesehatan otak.

    Oleh karena itu, ia menyarankan untuk tetap mengonsumsi sumber kreatin seperti ikan, daging merah. Serta pilihan makanan non-hewani seperti strawberry dan ubi jalar bagi yang tidak mengonsumsi daging.

    Menanggapi eksperimen ini, Profesor Tom Sanders, pakar nutrisi dari King’s College London, menjelaskan bahwa konsumsi 30 telur per hari akan memberikan sekitar 2.000 kalori, 195 gram protein, dan 135 gram lemak serta 35 gram di antaranya merupakan lemak jenuh.

    Selain itu jumlah kolesterol yang dikonsumsi bisa mencapai 10 gram. Meskipun kolesterol dari makanan biasanya tidak berbahaya bagi kebanyakan orang, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL yang berisiko memicu penyakit jantung, terutama pada individu dengan varian genetik tertentu.

    (sob/dfl)



    Sumber : food.detik.com