Tag: ptkin

  • Kemendiktisaintek Upayakan Tambahan Kuota KIP-Kuliah, Tapi …..



    Jakarta

    Pihak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI tengah mengupayakan peningkatan kuota KIP-Kuliah. Hal ini diungkapkan oleh Plt Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Tjitjik Srie Tjahjandarie dalam peluncuran Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2025.

    Tjitjik turut menyinggung, meski Mendikbudristek sebelumnya, Nadiem Anwar Makarim telah membatalkan soal kenaikan uang kuliah tunggal (UKT), bukan berarti biaya penyelenggaraan pendidikan turun.

    “Tahun 2024 ini kan sudah terbit kebijakan dari menteri bahwa tidak boleh ada kenaikan UKT. Nah, tidak boleh ada kenaikan UKT itu bukan berarti bahwa biaya penyelenggaraan pendidikan atau biaya kuliah tunggalnya itu turun karena sebenarnya kita ingin mempertahankan standar layanan untuk pendidikan,” ujar Tjitjik.


    Walau demikian, Tjitjik juga menyebut Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri atau BOPTN untuk 2025 relatif sama dengan 2024. Saat ini, pihak Kemendiktisaintek juga tengah mengusahakan penambahan kuota KIP Kuliah.

    “Oleh karena itu, salah satu strategi saat ini adalah kita sedang mengusahakan untuk peningkatan kuota atau jumlah KIP Kuliah untuk tahun 2025,” kata Tjitjik.

    “Ini mohon saja doanya upayanya seperti apa, tapi kembali ini juga sangat bergantung pada Kementerian Keuangan,” imbuhnya.

    Pendaftaran KIP Kuliah 2025 Hampir Sama dengan 2024

    Pada acara yang sama, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof Dr Ir Eduart Wolok, ST, MT menyampaikan pendaftaran KIP Kuliah untuk tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya.

    “Hampir tidak ada perubahan sebenarnya dengan proses yang sebelumnya,” kata Prof Eduart.

    Perlu dicatat, KIP Kuliah hanya berlaku untuk pemilihan prodi di PTN di bawah Kemendiktisaintek. Sedangkan untuk perguruan tinggi keislaman negeri atau PTKIN, ada kebijakan tersendiri.

    “Itu nanti teman-teman yang di PTKIN pasti sudah memiliki pola dan mekanisme tersendiri untuk KIP-K nya. Kalau yang kami atur secara langsung terkait dengan KIP-K di Kemdiktisaintek,” imbuh Prof Eduart.

    (nah/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! KIP Kuliah 2025 Hanya Bisa untuk Pilihan Prodi PTN Kemendiktisaintek


    Jakarta

    Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) kembali membuka kesempatan untuk siswa pelamar KIP Kuliah. Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof Dr Ir Eduart Wolok, ST, MT mengatakan pendaftaran KIP Kuliah untuk tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya.

    “Hampir tidak ada perubahan sebenarnya dengan proses yang sebelumnya,” ujar Prof Eduart dalam konferensi pers peluncuran SNPMB Tahun 2025 (11/12/2024).

    “Pendaftaran KIP Kuliah hanya berlaku untuk pilihan prodi di PTN Kemendiktisaintek. Informasi detail bisa dilihat di kip-kuliah.kemdikbud.go.id,” jelasnya dalam kesempatan yang sama.


    Namun, terpantau dalam situs resmi KIP Kuliah, saat ini belum ada informasi terbaru mengenai pendaftaran KIP Kuliah 2025.

    PTKIN Ada Kebijakan Tersendiri

    Menurut Prof Eduart, KIP Kuliah tidak untuk pendaftaran di perguruan tinggi keislaman negeri (PTKIN), dikarenakan ada kebijakan tersendiri.

    “Itu nanti teman-teman yang di PTKIN pasti sudah memiliki pola dan mekanisme tersendiri untuk KIP-K nya. kalau kami yang kami atur secara langsung terkait dengan KIP-K di Kemdiktisaintek,” imbuh Prof Eduart.

    Sementara itu, panitia telah meluncurkan SNPMB 2025 pada hari ini, Rabu (12/11/2024). Para peserta maupun sekolah juga dapat terus memantau perkembangan informasi melalui kanal-kanal resmi yang telah disediakan.

    Kanal Resmi Informasi SNPMB 2025

    • Laman resmi: https://snpmb.bppp.kemdikbud.go.id
    • E-mail: snpmb@bppp.kemdikbud.go.id
    • Help desk: https://hallo-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id
    • Telepon: 021-3104041
    • Call center: 08041450450
    • Lokasi: Gedung D lantai 1 Kemendiktisaintek, Jalan Pintu I Senayan, Jakarta Pusat 10270
    • Media sosial:

    – Instagram: @snpmb_id
    – YouTube: SNPMB ID
    – TikTok: @snpmb_id
    – X (Twitter): @snpmb_id
    – Facebook: SNPMB ID

    “Selain yang ini berarti bukan dari kami, Ibu-Bapak. Karena ternyata tren dari tahun ke tahun kan ada media, sering kali ada media duplikasi dan kadang informasinya justru informasi yang dalam tanda petik merugikan calon peserta,” kata Prof Eduart.

    “Sekali lagi inilah media sosial resmi dari SNPMB yang akan memberikan informasi terkait dengan pelaksanaan SNPMB 2025,” tegasnya.

    Prof Eduart menekankan semua siswa memiliki kesempatan yang sama. Ia berharap SNPMB 2025 berlangsung lancar, sukses, dan menghasilkan generasi muda calon pemimpin bangsa terbaik.

    (nah/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia Dibuka, Dibiayai Kuliah hingga Lulus!


    Jakarta

    Beasiswa Zakat Indonesia 2025 membuka pendaftaran untuk lulusan SMA/SMK/sederajat yang sudah diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi keagaam Islam negeri (PTKIN). Pendaftaran dibuka hingga 11 Juli 2025 melalui laman https://beasiswa.kemenag.go.id /.

    Diketahui Beasiswa Zakat Indonesia adalah program pemanfaatan zakat untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia mustahik (orang yang berhak). Beasiswa ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, tepatnya pada Pasal 27 ayat (1) dan (2).

    Ayat (1) berbunyi bila zakat dapat dipergunakan untuk usaha produktif dalam rangka penanganan fakir miskin dan kualitas umat. Sedangkan ayat (2) menyatakan peningkatan kualitas umat yang dimaksud mencapai bidang pendidikan.


    Berminat mendaftar? Dikutip dari postingan Instagram Literasi Zakat Wakaf, berikut informasinya.

    Target Penerima Beasiswa Zakat Indonesia

    1. Siswa/siswi lulusan SMA/SMK/MA/sederajat di bawah Kemendikdasmen atau Kemenag yang telah diterima di perguruan tinggi mitra Beasiswa Zakat Indonesia.

    2. Calon peserta diterima dalam rumpun ilmu:

    • Sains dan teknik
    • Kesehatan
    • Pertanian
    • Ekonomi
    • Hukum dan sosial
    • Pendidikan
    • Manajemen zakat dan wakaf.

    3. Diutamakan dari keluarga fakir, miskin, dan fi sabilillah.

    4. Berprestasi di bidang akademik, keagamaan, atau aktif dalam dakwah sosial.

    Syarat Calon Penerima Beasiswa Zakat Indonesia

    1. Mengisi data diri secara lengkap melalui aplikasi pendaftaran daring, termasuk unggah pasfoto 3×4 dengan latar belakang merah dan seluruh dokumen yang disyaratkan
    2. Muslim/muslimah
    3. Warga Negara Indonesia (WNI)
    4. Lulusan SMA/SMK/sederajat, termasuk satuan pendidikan berbasis pesantren atau pendidikan Islam lainnya
    5. Melampirkan fotokopi rapor 3 semester terakhir
    6. Telah lulus seleksi masuk perguruan tinggi tahun akademik 2025/2026
    7. Mendaftar pada program studi dan perguruan tinggi yang telah ditetapkan
    8. Menandatangani Surat Pernyataan Komitmen dan Pakta Integritas bermeterai Rp 10 ribu, yang mencakup:
      • Setia pada Pancasila, UUD 1945, dan NKRI.
      • Tidak terlibat aktivitas melanggar hukum, ideologi, radikal, hoaks, narkoba, maupun tindak pidana
      • Tidak menerima beasiswa lain (double funding)
      • Belum pernah menyelesaikan jenjang studi yang sama
      • Bersedia kuliah penuh waktu, tidak bekerja, tidak menikah, tidak pindah prodi/kampus, dan ikut pembinaan
      • Tidak sedang mendaftar sebagai ASN
      • Bersedia berkontribusi pasca studi
      • Memberikan data yang benar dan akurat
      • Komitmen membaca dan melaksanakan seluruh ketentuan beasiswa
    9. Memiliki surat rekomendasi dari kepala sekolah/tokoh agama/ormas Islam/PTN/PTKIN/BAZNAS/LAZ
    10. Melampirkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) atau slip gaji yang membuktikan tergolong asnaf fakir miskin
    11. Bukti prestasi akademik/non-akademik, khususnya dakwah keagamaan bagi asnaf fisabilillah, seperti:
      • Hafizh Quran 30 juz (dengan surat dari lembaga tahfizh yang diakui Kemenag)
      • Pembina dakwah/guru ngaji/aktivitas keagamaan lainnya
    12. Menulis personal statement/essay proyek perubahan (1.000-1.500 kata dengan bahasa Indonesia) yang memuat:
      • Gagasan inovatif untuk perubahan sosial di masyarakat melalui edukasi, teknologi, kewirausahaan sosial, atau ekonomi mikro
      • Proyek dapat individu atau kolaboratif, bertema: Inovasi Berdampak, Kolaborasi Berdampak, Pemberdayaan Berdampak, atau Kontribusi berdampak
      • Essay harus orisinil, solutif, dan berkelanjutan.

    Daftar PTN dan PTKIN Mitra Beasiswa Zakat Indonesia

    PTN

    • Universitas Indonesia
    • IPB University
    • Institut Teknologi Bandung (ITB)
    • Universitas Airlangga
    • Universitas Brawijaya
    • Universitas Hasanuddin
    • Universitas Pendidikan Indonesia
    • Universitas Padjadjaran
    • Universitas Gadjah Mada
    • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
    • Universitas Diponegoro

    PTKIN

    • UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
    • UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
    • UIN Walisongo Semarang
    • UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
    • UIN Sunan Ampel Surabaya
    • UIN Sunan Gunung Djati Bandung
    • UIN Imam Bonjol Padang
    • UIN Alauddin Makassar
    • UIN Prof KH Saifuddin Zuhri Purwokerto
    • UIN Raden Fatah Palembang

    Manfaat Beasiswa Zakat Indonesia

    • Biaya kuliah (UKT) selama 8 semester hingga lulus
    • Uang saku bulanan
    • Laptop
    • Tingkat keberangkatan dan kepulangan dari kampung halaman ke kampus
    • Pembinaan karakter, penanaman nilai, dan kontribusi pasca studi.

    Jadwal Seleksi Beasiswa Zakat Indonesia

    1. Pendaftaran: hingga 11 Juli 2025
    2. Seleksi administrasi: 16-22 Juli 2025
    3. Pengumuman hasil administrasi: 24 Juli 2025
    4. Seleksi wawancara: 28-31 Juli 2025
    5. Pengumuman kelulusan: 6 Agustus 2025
    6. Orientasi calon penerima beasiswa: 12 Agustus 2025

    Demikianlah informasi pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia 2025. Selamat mendaftar detikers!

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Gerakan Wakaf Pendidikan Islam, Strategi Kemandirian Madrasah dan Pesantren



    Jakarta

    Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Gerakan Wakaf Pendidikan Islam sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem wakaf di bidang pendidikan. Program ini diinisiasi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan berkolaborasi dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI).

    Tema yang diusung adalah “Menumbuhkembangkan Ekosistem Wakaf Pendidikan Islam untuk Indonesia”.


    Dilansir dari laman Kemenag, Minggu (17/8/2025) program ini dirancang sebagai strategi jangka panjang dalam membangun iklim filantropis Islam yang produktif, dengan tujuan mendukung keberlangsungan pendidikan serta mempersiapkan generasi bangsa yang unggul.

    Peluncuran program dilaksanakan di Jakarta pada Sabtu (16/8/2025) dan dihadiri langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Dalam sambutannya, Menag menekankan pentingnya semangat bersama untuk mengembangkan wakaf sebagai amal jariyah yang bermanfaat bagi umat.

    “Pada hari ini, mari kita me-launching anak kunci surga yang bernama wakaf ini dengan bersama-sama membaca surat Al-Fatihah,” ujar Menag ketika meluncurkan program Gerakan Wakaf Pendidikan Islam.

    Strategi Pemberdayaan Ekonomi Umat

    Gerakan Wakaf Pendidikan Islam merupakan bagian dari program Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam bidang pemberdayaan ekonomi umat.

    “Gerakan wakaf pendidikan Islam ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan kemandirian madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi keagamaan Islam,” ucap Menag Nasaruddin Umar.

    Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amin Suyitno, menyampaikan bahwa program ini telah masuk dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2025-2029 terkait pengembangan dana sosial keagamaan produktif. Selain itu, program ini juga mendukung Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 yang mendorong optimalisasi pengumpulan dana umat.

    “Peluang dan potensi wakaf kita lebih dari 180 Triliun disamping jika kita bicara soal zakat juga maka totalnya mencapai 327 Triliun.” ungkap Suyitno.

    Potensi Wakaf dan Sinergi Lembaga

    Ketua Badan Wakaf Indonesia sekaligus Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menguraikan potensi besar yang dimiliki Indonesia dalam pengelolaan wakaf.

    Menurutnya, Indonesia saat ini memiliki 484 badan wakaf dan 61 bank yang menghimpun wakaf uang. Hal ini merupakan modal besar yang perlu dikelola dengan baik.

    “Kita perlu mengajak mereka bersinergi dan berkolaborasi sekaligus mendorong mereka untuk mengajak masyarakat berwakaf,” ujar Kamaruddin.

    Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa berdasarkan data BWI terdapat 448 lembaga kenadziran yang aktif. Karena itu, ia mendorong Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) agar turut serta menjadi lembaga kenadziran.

    “Ada beberapa kendala dan kita sedang mencari solusinya, agar dalam waktu yang tidak terlalu lama Perguruan Tinggi Islam bisa menjadi nadzir wakaf uang langsung. Mudah-mudahan kita berhasil memproduktifkan aset wakaf kita yang jumlahnya sangat besar,” pungkas Kamaruddin.

    Acara peluncuran Gerakan Wakaf Pendidikan Islam dihadiri berbagai pihak, mulai dari pejabat eselon I, II, dan III Kementerian Agama, Sekretaris BWI beserta jajarannya, hingga para rektor PTKIN dari seluruh Indonesia. Guru-guru madrasah juga turut hadir baik secara langsung maupun daring.

    Gerakan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memanfaatkan potensi wakaf secara produktif, sehingga pendidikan Islam di Indonesia dapat mandiri, berdaya saing, dan memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa.

    (dvs/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kloter Pertama Haji 2025 Direncanakan Berangkat 2 Mei 2025



    Jakarta

    Jemaah haji asal Indonesia direncanakan akan mulai diberangkatkan pada 2 Mei 2025 untuk melaksanakan ibadah haji 1446 H/2025 M. Segala persiapan telah dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) melalui Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU).

    Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief menyampaikan jemaah haji Indonesia 1446 Hijriyah direncanakan sudah mulai masuk asrama haji pada 1 Mei 2025.

    Ia juga menjelaskan jemaah akan mulai diterbangkan ke Arab Saudi pada 2 Mei 2025. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional Kemenag tahun 2024 di Bogor.


    “Insyaallah, untuk pelaksanaan haji 1446 Hijriah akan diselenggarakan pada tahun 2025. Secara proses, jemaah akan mulai masuk asrama haji tanggal 1 Mei. Pada 2 Mei sudah ada (jemaah) yang terbang. Jadi, kita hitung mundur dari situ, dan tentu banyak hal yang harus kami persiapkan untuk saat ini,” ungkap Hilman sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenag, Minggu (17/11/2024).

    Kebijakan pada Pelaksanaan Haji 2025

    Dalam kesempatan ini, Hilman menekankan pentingnya persiapan yang matang, terutama untuk memenuhi kebutuhan jemaah selama di Arab Saudi. Salah satu kebijakan baru yang akan diimplementasikan adalah kewajiban menyediakan makanan setiap hari bagi jemaah selama berada di Tanah Suci.

    “Berbeda dengan kebijakan sebelumnya, saat ini DPR dengan kita (Kemenag) sepakat bahwa jemaah harus makan setiap harinya selama di Saudi. Kalau dulu itu ada enam hari tidak dikasih makan. Tapi, sekarang itu harus ada,” jelasnya.

    “Karena itulah, menjelang puncak haji, kita membutuhkan, hitungan kami, sekitar 5,4 juta makanan siap saji. Tahun lalu, baru ada 1,6 juta makanan siap saji yang bisa kita sediakan,” sebut Hilman.

    Selain logistik, Kemenag juga memperkuat aspek edukasi jemaah melalui manasik haji yang mendukung moderasi beragama. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan kerukunan internal, antar mazhab, dan antarumat beragama.

    “Memang fikih haji di sana bermacam-macam. Kita juga akan mengedukasi jemaah untuk bisa memahami situasi di sana,” terang Hilman.

    Hilman menyebutkan, telah ada 1.200 hingga 1.500 petugas haji yang akan bersiap melayani jemaah haji. Para petugas haji ini telah dilatih untuk memberikan edukasi kepada calon jemaah haji.

    “Kita sudah memiliki mungkin 1.200 atau 1.500 petugas pembimbing ibadah haji profesional bersertifikat yang dilatih di berbagai kabupaten/kota melalui PTKIN yang ada. Nah ini juga akan membantu dalam proses edukasi terhadap jemaah,” tuturnya.

    Turut hadir pula dalam rakernas Kemenag, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama, Romo Syafi’i, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH), Muhammad Irfan Yusuf, Wakil Kepala BPH Dahnil Anzar, dan seluruh jajaran pejabat eselon I dan II Kemenag.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com