Tag: purbaya

  • Anak Purbaya Soroti Pentingnya Keamanan Aset Kripto, Apa yang Perlu Investor Tahu?

    Anak Menteri Purbaya, Yudo Sadewa kembali membuat menjadi sorotan komunitas kripto setelah menyoroti tentang penarikan aset milik nasabah dari exchange lokal melalui Instagram pribadinya.

    Yudo Sadewa sendiri diketahui adalah seorang investor kripto yang sukses. Kekayaannya sebagian besar berasal dari investasi di aset kripto, termasuk meme coin, dan ia sering berbagi pengalaman melalui Instagram, dan TikTok pribadi miliknya. Sebagai anak dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, pernyataannya sering menjadi perdebatan, meskipun ia menegaskan bahwa pandangannya bersifat pribadi.

    Yudo sadewa membagikan pentingnya self-custody melalui tiktok pribadinya @yudosadewa.

    Tentu, alasan anak Metri Purbaya ini bukan hanya karena iseng belaka, melainkan menekankan tentang pentingnya konsep self-custody dalam pengelolaan aset kripto. Menurutnya, “exchange sebaiknya hanya digunakan sebagai tempat jual beli, bukan untuk menyimpan aset.” selain itu ia juga menyampaikan bahwa sebagian besar aset kriptonya disimpan di cold wallet untuk meminimalisir risiko peretasan.

    Lalu apa saja yang perlu investor tahu mengenai pentingnya keamanan aset kripto? Simak lebih lengkap yuk!

    Mengenal Self-Custody, Konsep yang Digaungkan Anak Menteri Purbaya

    Self-custody adalah konsep penyimpanan aset kripto di mana kamu menyimpan sendiri aset kripto yang kamu miliki, beserta private-key dari dompet aset kripto tersebut.

    Yudo Sadewa menyoroti prinsip dasar “Not your keys, not your coins” yang artinya, jika kunci private-key dari aset kripto pribadi kamu masih berada di tangan exchange, aset tersebut bukan sepenuhnya milik kamu, karena tidak benar-benar dalam “genggaman” kamu saat itu juga.

    Biasanya aset kripto self-custody disimpan di dompet dalam bentuk fisik (cold wallet) maupun dompet kripto digital (hot wallet). Sehingga jika kamu menggunakan metode ini, maka kepemilikan aset benar-benar berada di tangan kamu, karena akses dan otorisasi transaksi hanya bisa dilakukan dengan private-key kamu kamu pegang sendiri–dan tidak bisa diretas, kecuali private-key tersebut dimiliki oleh orang lain.

    Baca juga: Dana Nasabah Crypto Aman atau Tidak? Ini Penjelasan Regulasi di Indonesia

    Kenapa Menyimpan Aset Kripto di Exchange Bukan Self-Custody?

    Menyimpan aset kripto di exchange bukanlah self-custody, sebab ketika kamu menyimpan kripto di exchange, kamu sebenarnya mempercayakan penyimpanan dan pengelolaan aset kepada platform tersebut–meskipun sebenarnya, di Indonesia sendiri, exchange resmi seperti Tokocrypto diwajibkan menyimpan aset nasabah di kustodian yang telah berizin OJK paling sedikit 70% dari aset nasabah.

    Baca juga: Dana Nasabah Crypto Disimpan di Mana? Skema Penyimpanan di Exchange Lokal

    Tips untuk Kamu yang Ingin Lakukan Self-Custody

    Tokocrypto sangat mendukung penuh kendali pengguna atas private-keys nasabah—maka dari itu proses penarikan di Tokocrypto dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Berikut beberapa tips bagi kamu yang ingin melakukan self-custody:

    • Gunakan cold wallet (misalnya Ledger atau Trezor) untuk aset jangka panjang.
    • Selalu backup 12-24 kata seed phrase atau private-key di tempat aman, seperti safe deposit box–jangan disimpan secara digital untuk meminimalisir risiko peretasan.
    • Simpan sebagian kecil di hot wallet untuk jaga-jaga jika kamu ingin melakukan penjualan atau trading dalam jangka pendek.
    • Jangan bagikan seed phrase atau private-key kepada siapapun.
    • Ikuti tutorial tarik aset kripto ke wallet untuk self-custody di sini.

    Bagi kamu yang memilih untuk tetap menyimpan di exchange resmi, seperti Tokocrypto–berikut beberapa tips agar meminimalisir risiko yang tidak diinginkan:

    • Aktifkan metode autentikasi dua faktor (2FA).
    • Hindari menggunakan password yang sama dengan akun lain.
    • Jangan klik tautan mencurigakan, dan pastikan selalu mengakses website atau aplikasi resmi Tokocrypto.
    • Pastikan software, termasuk sistem operasi, aplikasi, dan antivirus, selalu diperbarui ke versi terbaru.
    • Hindari membagikan kode OTP atau data login ke siapa pun.
    • Aktifkan kode anti-phising.

    Baca juga: Perlindungan Dana Nasabah Crypto di Indonesia: Apa Peran Regulator?

    Pastikan kamu memilih exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto, agar kamu bisa menikmati proses penarikan dana yang aman, transparan, dan cepat.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber: TikTok @yudosadewa



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Koperasi Merah Putih Bakal Pakai Sistem Fintech


    Jakarta

    Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menerapkan sistem financial technology (fintech). Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan sistem ini berbeda dengan koperasi simpan pinjam (KSP).

    Menurut Ferry, koperasi simpan pinjam ditunjukkan untuk pinjaman yang lebih konsumtif. Dengan sistem fintech ini, Ferry menerangkan untuk pembiayaan sektor yang produktif.

    “Sebenarnya kita akan kembangkan, kelihatannya bukan simpan pinjam tapi nanti perkreditan. Jadi kalau simpan pinjam itu lebih konsumtif, tapi kalau perkreditan ini kita akan pembiayaan ke sektor yang produktif di desa itu,” kata Ferry saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (18/9/2025).


    Dalam paparan rapat kerja bersama Komisi VI DPR pada 8 September 2025, Kementerian Koperasi menayangkan video terkait digitalisasi Kopdeskel Merah Putih, anggota koperasi dapat menikmati berbagai layanan, mulai dari pembayaran tagihan, menabung, meminjam dana, mengakses e-bank, hingga layanan pembayaran online.

    Selain itu, sistem fintech koperasi ini juga memudahkan kinerja operasional koperasi dan sesuai dengan regulasi Kementerian Koperasi untuk Kopdeskel Merah Putih. Koperasi juga akan mampu menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT), pendanaan usaha, subsistem keuangan, hingga kredit usaha kecil. Semua aktivitas ini akan tercatat secara digital sehingga memudahkan pengurus koperasi dan memperkuat akuntabilitas.

    Eks Menkop Budi Arie Setiadi mengatakan sistem fintech ini akan digunakan untuk menabung, menyalurkan pinjaman, hingga permodalan. Istilah fintech ini, Budi Arie menyebut agar dikenal lebih netral.

    “Jadi fintech itu apa? Semuanya kan, buat tabungan, buat pinjaman, buat permodalan, dan sebagainya. Kita pake istilah fintech karena lebih netral ya, kalau pake istilah yang lain saya takut image-nya lebih negatif gitu,” kata Budi Arie saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, (18/9/2025).

    Simak juga Video: Menkop Ferry Bakal Bahas Anggaran Kopdes Merah Putih ke Menkeu Purbaya

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Prabowo Minta Rp 13 T Uang Sitaan Korupsi CPO buat LPDP, Begini Kata Menkeu-Wamendikti


    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto mengatakan akan menambah dana beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Suntikan dana tambahan tersebut disebut akan berasal dari sisa efisiensi hingga uang pengembalian kasus korupsi ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya senilai Rp 13 triliun.

    “LPDP akan saya tambahkan uang-uang dari sisa efisiensi penghematan, uang-uang yang kita dapat dari koruptor-koruptor itu sebagian besar kita investasi di LPDP. Mungkin yang (Rp) 13 triliun disumbangkan atau diambil oleh Jaksa Agung, hari ini diserahkan Menteri Keuangan,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Senin (20/10/2025).

    “Menteri Keuangan, sebagian bisa kita taruh di LPDP untuk masa depan ya,” lanjutnya.


    Jawaban Menteri Keuangan

    Purbaya pada hari yang sama menyampaikan permintaan Prabowo sudah dicatat, tetapi belum ada diskusi rinci soal itu.

    “Saya belum ada diskusi detailnya. Tapi kan diminta ditambahkan dari LPDP,” jelasnya di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta Pusat.

    Ia mengatakan Kemenkeu sudah tidak bisa menganggarkan tambahan LPDP tahun ini, tetapi mungkin dapat dilakukan tahun depan.

    “Kalau tahun depan bisa, kalau sekarang nggak bisa,” kata Menkeu, dikutip dari detikFinance.

    Kemdiktisaintek Akan Tindak Lanjuti

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) akan menindaklanjuti arahan Prabowo terkait hal ini. Wamendiktisaintek Stella Christie menyebut pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan LPDP.

    “Ya tindak lanjutnya kita akan langsung memetakan bersama dengan LPDP. Karena memang kami selama ini juga bekerja sama tadi misalnya yang saya bilang bahwa dana riset di bawah Bapak Presiden ini bertambah 218 persen itu salah satunya adalah sumbangan terbesar dari LPDP,” ungkap Stella di kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta pada Senin (20/10/2025), seperti dilansir oleh detikNews.

    Menurut Stella, kementeriannya akan memetakan alokasi anggaran beasiswa tersebut bersama LPDP. Ia menuturkan Presiden mempunyai perhatian besar terhadap pengembangan SDM di bidang sains dan teknologi.

    Stella menjabarkan LPDP memiliki dana abadi untuk pendidikan, pendidikan tinggi, dan penelitian. Jadi anggaran akan langsung dipetakan sesuai arahan Prabowo yang menginginkan SDM unggul di bidang sains, teknologi, maupun bidang lain yang sangat dibutuhkan negara.

    Ia turut menggarisbawahi beasiswa pendidikan tinggi tidak hanya untuk mahasiswa, tetapi juga para dosen. Kemdiktisaintek juga akan memanfaatkan dana tambahan LPDP untuk mendukung riset di universitas-universitas.

    “Misalnya tadi kalau misalnya di bidang teknologi masih kurang, kita bisa membangun beasiswa. Beasiswa ini juga ditujukan bukan saja bagi mahasiswa S1 tapi juga bagi para dosen-dosen kita untuk meningkatkan kompetensi mereka. Lalu juga kita bisa menggunakan dana tadi yang diberikan kepada LPDP karena ada juga dana abadi penelitian di bawah LPDP yang yield-nya itu dipakai oleh Kemendikti Saintek disalurkan langsung ke universitas,” beber Stella.

    Untuk riset, Stella mengatakan pihaknya akan memetakan riset apa yang dibutuhkan negara secara strategis. Riset ketahanan pangan, ketahanan energi akan ditingkatkan dan sudah terjadi di Kemdiktisaintek.

    (nah/pal)



    Sumber : www.detik.com