Tag: puspita

  • 10 Ikan Hias Aquarium Tercantik Air Tawar untuk Memperindah Ruangan


    Jakarta

    Telah lama ikan hias menjadi daya tarik utama bagi pecinta akuarium. Keindahan warna, bentuk tubuh, dan perilaku unik dari berbagai ikan tersebut bisa menciptakan pemandangan bawah air yang menarik.

    Dalam akuarium, ikan hias tak hanya sekedar menghuni, api juga dapat menambah estetika ruangan. Dari ikan yang berukuran kecil dengan aneka warna sampai dengan yang mempunyai bentuk sirip yang cantik, setiap ikan mempunyai pesonanya masing-masing.

    10 Ikan Hias Aquarium Tercantik

    Ikan hias aquarium tercantik di antaranya adalah ikan guppy, ikan cupang, dan ikan bidadari. Berikut informasi lengkapnya.


    1. Ikan Guppy

    Bisnis Ikan GuppyIkan Guppy (Kartika Bagus/detikcom)

    Guppy menjadi salah satu kan yang menghiasi akuarium selama lebih dari 100 tahun. Mengutip laman Aqueon, kini sudah banyak corak dan warna berbeda selama beberapa generasi.

    Sifatnya yang suka berteman dengan warna-warna cerahnya membuat ikan guppy banyak disukai. Ikan vivipar ini mudah dibiakkan dengan betinanya mampu melahirkan tiap 30 hari. Menurut jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, ikan guppy harus berada di air dengan pH 6-8 dan suhu 28-32°C agar tumbuh dengan baik.

    2. Ikan Cupang

    Ilustrasi jenis ikan cupang hias termahal.Ilustrasi jenis ikan cupang hias termahal. Foto: iStock

    Ikan cupang juga merupakan ikan warna-warni yang banyak disukai. Mengutip laman Aquarium co-op, spesies yang paling populernya adalah Betta splendens dengan aneka corak dan bentuk ekor yang beragam.

    Perlu diketahui, cupang memiliki sifat yang agresif. Sehingga tidak semua cupang bisa ‘berteman’ dengan ikan lainnya di akuarium. Jenis ikan ini cocok dipelihara di dalam akuarium dengan kualitas air yang bersih dan sehat dengan suhu 24-26°C

    3. Ikan Discus

    Karyawan Pabrik di Pasuruan Jadi Jutawan Jualan Ikan DiscusKaryawan Pabrik di Pasuruan Jadi Jutawan Jualan Ikan Discus Foto: Muhajir Arifin

    Discus merupakan salah satu ikan air tawar terindah yang dipelihara di akuarium bahkan dijuluki sebagai raja akuarium. Ada beberapa jenis dari ikan discus, yaitu brilliant turquoise, pigeon blood, sampai albino yellow.

    Ikan discus lebih menyukai suhu yang hangat antara 29-30°C untuk bisa tumbuh, dengan panjang tubuh mencapai 13-18 cm. Jika merawat ikan ini kuncinya adalah meningkatkan suhu air, menjaga aliran tetap bersih dan stabil, dan memberi makan yang baik.

    4. Ikan Bidadari

    Ikan bidadari atau manfish mempunyai bentuk tubuh yang unik, yaitu seperti layangan. Mengutip buku Budidaya Ikan Angelfish yang cantik oleh Ishan Latif, gerakan tubuhnya juga sangat tenang.

    Pada bagian bawah terdapat dua sirip kecil dan panjang melengkung ke ekor. Ikan cantik ini tidak suka menyerang ikan lainnya.

    5. Ikan Molly

    Potret ikan hias molly.Potret ikan hias molly. Foto: BACbKA/Wikimedia Commons

    Ikan molly sering disebut sebagai ikan balon karena perutnya yang menggelembung. Salah satu jenis ikan molly yang banyak dipelihara adalah molly hitam.

    Ikan jantannya memiliki sirip punggung seperti layar membuat spesies ini sangat populer selama bertahun-tahun. Ikan molly merupakan anggota genus yang sama dengan ikan guppy.

    6. Ikan Pelangi Boesemani

    Ikan PelangiIkan Pelangi Foto: USA Today

    Ikan pelangi adalah ikan berkelompok yang dikenal dengan warna-warnanya yang menakjubkan. Salah satu spesies yang paling terkenalnya adalah ikan pelangi boesemani.

    Tubuhnya berbentuk almond dengan warna biru berkilau di bagian depan dan oranye terang di bagian belakang. Ikan jantannya tumbuh hingga 10 cm dan pada usia dewasa bisa mencapai 1,2 m.

    7. Ikan Louhan

    Ikan Louhan yang Mahal DigorengIkan Louhan Foto: Wikipedia

    Ikan Louhan mempunyai ciri yang dominan, yaitu benjolan atau jenong di bagian kepala. Mengutip buku Cara Merawat Ikan Louhan yang Mudah dan Praktis oleh Majella Setyawan, warna ikan louhan beragam mulai dari merah, merah muda, oranye, bercak hitam, dan kombinasi lainnya.

    Bentuk badan ikan louhan agak bulat dengan ekor yang pendek. Siripnya agak melebar. Namun, semakin tua ikan louhan, siripnya akan berbentuk kuncup. Sementara itu, mulutnya identik monyong dan tebal.

    8. Ikan Cherry Barb

    Ikan cherry barb memiliki bentuk ukuran tubuh yang berkisar antara 10-12 cm. Menurut buku Ragam Desain Akuarium Penghias Interior Rumah oleh Ela Puspita, corak warnanya begitu cantik, yaitu kuning keemasan pada bagian atas dan kuning terang di bagian bawah. Ikan ini bisa hidup di akuarium dengan suhu 22-24°C, serta banyak tanaman air, kayu-kayuan, dan bebatuan di dalamnya.

    9. Barbus Tetrazona

    Berasal dari Sumatera, Barbus tetrazona seringkali disebut juga sebagai ikan Sumatera. Saat berada di alamnya, ikan ini hidup berkelompok hanya dengan sesama jenisnya.

    Corak pada barbus tetrazona begitu cantik. Mulai dari kepala sampai ujung ekornya dibalut dengan warna hitam berbentuk cincin. Jika ingin memeliharanya, ikan ini cocok dipelihara di dalam akuarium dengan suhu 20-26°C.

    10. Killifish

    Pada habitatnya, Killifish lebih suka hidup berkelompok daripada menediri. Jika ada di dalam air tawar, ikan ini lebih suka hidup di semak-semak rawa pohon bakau.

    Panjangnya sekitar 8-10 cm dengan warna dan corak kuning keemasan. Uniknya, bentuk sirip bagian tengahnya begitu panjang sampai ekor. Ikan ini bisa hidup dengan sehat di akuarium dengan kualitas air yang bersih, sehat, dengan pH normal, dan suhu 25°C.

    Buat detikers yang tertarik memelihara ikan hias aquarium tercantik ini, pastikan tersedia cukup ruang untuk menaruh aquarium dan perlengkapannya. Termasuk pakan ikan, vitamin, serta semua kebutuhan hewan peliharaan. Selain itu, pastikan mendapat cukup cahaya matahari dan tidak lembab.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 100 Brand Modest Lokal hingga Belgia Akan Hadir di Muslimah Creative Day

    Jakarta

    Perkembangan industri modest fashion yang semakin pesat, membuat sektor modest fashion menjadi potensi bisnis di Tanah Air. Melihat peluang tersebut, Muslimah Creative Day kembali digelar dengan menghadirkan sederet UMKM lokal.

    Berbeda dengan tahun sebelumnya, akan ada pre-event bertajuk Halal Creative Forum, satu hari menjelang acara Muslimah Creative Day. Halal Creative Forum menghadirkan talkshow dengan berbagai tema yang berkaitan dengan industri modest fashion.

    “Banyak brand yang terlahir dari kegiatan tersebut. Banyak brand dari daerah yang mencoba berjualan di kota besar. Ternyata penjualannya luar biasa dan memberikan rasa percaya diri. Ketika produknya berkualitas, punya sales yang baik di Jakarta,” ungkap Temi Sumarlin sebagai Founder & CEO Scarf Media menjelaskan Muslimah Creative Day saat konferensi pers, Kamis (25/7/2024) di GKM Green Tower Lt 20, Jakarta Selatan.


    Temi mengungkapkan tahun lalu ada 80 brand di Muslimah Creative Day. Kali ini ada sekitar 100 lebih brand modest fashion yang bergabung. Tak hanya dari Jabodetabek, ada tiga negara, Malaysia, Singapura dan Belgia ikut ambil bagian dalam Muslimah Creative Day.

    Brand lokal yang hadir di antaranya Benang Jarum, Nada Puspita, Vivi Zubedi, Ria Miranda, Zaskia Sungkar, Shi by Shireen Sungkar, Damakara, Nueta, Lozy Hijab, Haidee & Orlin, Dian Pelangi, Kain Sinapore, Celebi Belgua dan masih banyak lagi.

    Muslimah Creative Day akan digelar mulai dari 6-8 September 2024 di City Hall, Pondok Indah Mall 3. Temi berharap forum ini bisa menjadi rujukan strategis untuk pemerintah yang akan melanjutkan industri kreatif.

    “Halal Creative Forum bisa menghasilkan regulasi. Ada speaker dari Switzerland, CEO PT Testex. Ada juga Aalia Mia Head of modest Fashion Dinar Standar Dubai. Selain itu ada Didem Zeynep Celebi yaitu fashion designer dari Belgia,” kata Temi.

    “Kami ini ingin industri kreatif ini mayoritas muslim dan halal ini harus inklusif. Harapannya tentu tak hanya menjadi tempat diskusi dan bisa menjadi rujukan pemerintah,” tambahnya.

    Dinda dari Dian Pelangi mengucapkan tahun ini akan mengangkat koleksi dengan tema Harmony of Palembang. Dian Pelangi konsisten mengusung budaya Indonesia dalam setiap koleksinya.

    “Kita ingin koleksi Dian Pelangi bisa dipakai untuk semua kalangan. Kita mengangkat Palembang karena banyak sekali koleksi Dian Pelangi yang menggunakan songket dari Palembang dan Jawa,” ujarnya.

    Didem Zeynep Celebi desainer dari Belgia merasa senang bisa ikut ambil bagian di acara Muslimah Creative Day. “Saya bisa menambah jaringan di industri modest fashion di Indonesia. Menjadi bagian dari acara ini menurut saya kesempatan yang baik. Karena kita memounyai satu visi dan misi. Saya akan menjadi pembicara di acara Muslimah Creative Day. Di Belgia, industri modest juga sedang berkembang,” tutur Didem melalui webinar.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Indonesia Fashion Aesthetics 2025 Gandeng Itang Yunasz hingga Paula Verhoeven

    Jakarta

    Ajang brand fashion lokal pamer karya, Indonesia Fashion Aesthetics (IFA) 2025 digelar. Acara ini mempertemukan para pelaku usaha fashion dan kecantikan yang berperan dalam mengembangkan kedua industri tersebut di Indonesia.

    IFA 2025 diselenggarakan pada 10 Februari 2025 di Ballroom InterContinental Hotel Jakarta Pondok Indah. IFA 2025 yang bertajuk The Precious menghadirkan karya dari sejumlah desainer dan brand fashion ternama Tanah Air.

    Koleksi Itang Yunasz di Acara IFA 2025Koleksi Itang Yunasz di Acara IFA 2025 Foto: Dok. IFA

    Gelaran yang terdiri dari rangkaian fashion show ini dalam dua bagian. Fashion show sesi pertama menghadirkan koleksi dari Itang Yunasz, Gita Orlin x Leciel, Lia Afif, Fera Signature by Fera Ali, Unie by Reni Rahardian, Si.Se.Sa, dan MAZU Label.


    Pada fashion show sesi kedua menampilkan karya dari Denny Wirawan, ZETA Privè, HSE by Efnie, Arabelle Scarf, Kursien Karzai, Nada Puspita, Nabila Misha, Ayu Dyah Andari, AMAPOLA by Paula Verhoeven, dan Buttonscarves.

    “Dengan mempertimbangkan bahwa fashion dan kecantikan-estetika merupakan sektor yang saling terkait, IFA dihadirkan untuk memperkuat sinergi keduanya sebagai platform prestisius yang menjadi acuan utama bagi pelaku industri fashion dan kecantikan-estetika. Acara ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah untuk bertemu, berkolaborasi dan berinovasi, tetapi juga menjadi acuan bagi para penikmat fashion dan kecantikan-estetika kelas atas yang mengutamakan kualitas dan eksklusivitas,” papar Dian Komalasari selaku Founder Indonesia Fashion Aesthetics (IFA).

    IFA terbentuk atas inisiasi dari Dian Komalasary dan Elma Theana, dan menjadikan Itang Yunasz dan Okky Asokawati, sebagai penasehat. Kehadiran selebriti dan pemilik brand fashion, Marini Zumarnis dan drg. Devya semakin menguatkan IFA menjadi dikenal di kalangan masyarakat.

    Selain fashion show, IFA 2025 dimeriahkan pameran yang memperlihatkan keragaman produk fashion dan kecantikan-estetika. IFA bertujuan untuk memberikan apresiasi atas kinerja pelaku usaha bidang fashion dan kecantikan-estetika sebagai penggerak ekonomi di tanah air.

    IFA juga memberikan apresiasi kepada pelaku usaha fashion dan kecantikan-estetika yang berprestasi melalui penghargaan IFA AWARD 2025. Pemberian award yang ditujukan kepada desainer fashion, pengusaha di bidang mode, industri skincare, dan bidang kesehatan ini diharapkan dapat menjadi tolak ukur pencapaian pelaku industri tersebut yang terkait dengan wawasan intelektual dan integrasi moral, kompetensi yang dimiliki, serta kontribusi nyata yang dilakukan, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya.

    Para penerima IFA AWARD 2025 di antaranya desainer Denny Wirawan untuk kategori The Legend of Fashion Designer, Accessories Designer Rinaldy Yunardi untuk kategori The Most Leading Accessories Designer, dr. Sari Chairunnisa, Sp.DVE FINDSDV selaku Deputy CEO of ParagonCorp untuk kategori Traiblazer in Beauty Industry Award. Ada juga publik figur Ineke Koesherawati untuk kategori The Most Inspiring Hijab Artist dan pakar mode Caren Delano untuk kategori The Most Indonesian Fashion Stylist.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com