Tag: radiator

  • 5 Jenis Pipa Air dan Fungsinya yang Harus Kamu Tahu


    Jakarta

    Pipa air menjadi komponen penting dalam infrastruktur air bersih dan sistem penyediaan air. Memahami berbagai jenis pipa air yang tersedia dan fungsinya sangat penting untuk memastikan sistem perpipaan berjalan dengan efektif.

    Tanpa pipa air, sistem penyediaan air yang efisien akan sulit terwujud. Namun penting untuk diingat bahwa tidak semua pipa air diciptakan sama, setiap jenis pipa memiliki karakteristik dan fungsinya sendiri.

    Melansir The Spruce, Selasa (1/10/2024), berikut ini beberapa jenis pipa air dan fungsinya yang perlu kamu tahu.


    Pipa PEX

    Pipa PEX (Cross-linked Polyethylene) adalah pipa plastik tahan lama yang digunakan untuk memasok air. Pipa ini cukup kaku untuk menahan tekanan pasokan air tetapi cukup fleksibel untuk dipasang di seluruh dinding, langit-langit, dan ruang bawah tanah.

    Pipa PEX umumnya tersedia dalam diameter 1/2 inci dan 3/4 inci, tetapi dapat ditemukan juga dalam diameter hingga 3 inci. Pipa PEX mudah dipotong dan disambung, biasanya pipa ini diberi kode warna merah

    Biasanya pipa ini digunakan sebagai saluran distribusi air panas dan dingin di dalam rumah. Gunakan juga PEX untuk perpipaan dan distribusi hidrolik, seperti untuk radiator.

    Pipa PVC

    Pipa PVC (Polyvinyl Chloride) adalah bahan pipa plastik putih yang umum digunakan untuk saluran pembuangan. Pipa ini populer karena lebih ringan dan lebih mudah digunakan daripada pipa baja galvanis.

    Pipa PVC cukup mudah dipasang dan hanya memerlukan gergaji besi dan kotak potong. Pipa jenis ini tidak cocok untuk aplikasi bertekanan tinggi.

    Pipa Tembaga

    Pipa tembaga pada dasarnya terbuat dari tembaga murni, terbukti dari tampilannya yang berwarna merah kecoklatan mengkilap. Pipa tembaga sering digunakan untuk seluruh pasokan air di dalam rumah.

    Ppia tembaga bernilai karena tidak menimbulkan risiko kesehatan, tidak seperti bahan pipa lainnya. Pipa tembaga biasanya digunakan untuk wastafel, pancuran, bak mandi, dan perlengkapan lainnya.

    Pipa ABS

    Pipa ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene) terbuat dari resin termoplastik dan sangat mirip dengan pipa PVC, kecuali warnanya hitam dan sedikit lebih lunak. Pipa ini biasa digunakan sebagai saluran ventilasi dan pembuangan.

    Pipa ini cukup tahan lama, meskipun paparan sinar matahari dapat merusaknya dan merupakan pilihan yang hemat biaya.

    Pipa Baja Galvanis

    Pipa baja galvanis adalah pipa baja yang kaku dan tahan korosi yang telah digunakan selama puluhan tahun untuk drainase, pasokan air, pasokan gas, dan beberapa keperluan lainnya.

    Pipa ini jarang digunakan dan tidak digunakan untuk pasokan air dalam proyek konstruksi atau renovasi baru. Meskipun memiliki daya tahan yang baik, pemasangannya juga mahal.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui Fungsi Air Radiator Mobil dan Cara Kerjanya


    Jakarta

    Ada banyak komponen yang terdapat pada mobil, salah satunya adalah radiator. Sedikit informasi, radiator berfungsi sebagai sistem pendingin pada mesin mobil.

    Ketika mobil dihidupkan, maka suhu mesin lama-lama akan meningkat. Untuk mencegah overheat, maka radiator punya peran besar untuk mendinginkan mesin.

    Agar radiator dapat berfungsi secara optimal, maka dibutuhkan komponen lain yaitu coolant atau air radiator. Lantas, apa fungsi dari air radiator mobil? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Fungsi Air Radiator

    Dilansir laman Auto2000, air radiator berfungsi untuk membuang panas yang terdapat pada dinding silinder. Sebab, radiator memiliki peran penting dalam meredam udara panas yang dihasilkan oleh silinder mesin saat proses pembakaran terjadi.

    Maka dari itu, coolant yang dipakai pada radiator mobil wajib memiliki kualitas yang baik. Hal ini agar air radiator bisa tahan terhadap suhu panas yang tinggi.

    Cara Kerja Radiator Mobil

    Cara kerja radiator mobil dimulai dari mengalirnya air (coolant) bersuhu netral ke saluran yang mengelilingi mesin untuk menyerap panas. Saat mengalir, air akan menyerap dan membawa suhu panas untuk kemudian dibawa kembali menuju radiator.

    Setibanya di radiator, air yang membawa suhu panas akan masuk ke upper tank. Di bagian ini, proses pendinginan akan terjadi. Setelah itu, coolant akan diteruskan untuk masuk menuju radiator core yang berfungsi membuang suhu panas ke udara.

    Untuk mempercepat proses pembuangan suhu panas, radiator core akan dibantu oleh kipas radiator dalam menyerap udara. Hal ini agar terjadi aliran di antara sirip-sirip udara pada radiator core.

    Ketika suhu panas sudah dipindahkan seluruhnya ke udara dan air kembali dingin, maka coolant akan dialirkan lagi mengitari mesin untuk menyerap panas.

    Jenis-jenis Air Radiator

    Perlu diketahui, ada tiga jenis air radiator yang umum digunakan oleh pabrikan untuk kendaraannya. Ketiga jenis air radiator ini juga punya fungsi yang berbeda-beda.

    Apa saja jenis-jenis air radiator tersebut? Simak di bawah ini:

    1. Inorganic Additive Technology (IAT)

    IAT merupakan jenis air radiator yang umumnya dipakai oleh mobil keluaran lama. Masa pakainya bisa mencapai 2 tahun atau maksimal 38.000 kilometer.

    2. Organic Acid Technology (OAT)

    OAT merupakan jenis air radiator yang masa penggantiannya jauh lebih lama, yakni bisa dilakukan setiap lima tahun sekali atau maksimal 80.000 kilometer.

    3. Hybrid Organic Acid Technology (HOAT)

    HOAT merupakan air radiator jenis terbaru yang dikembangkan dari coolant OAT. Dengan begitu, masa pakai dan waktu penggantiannya tidak jauh berbeda.

    Apakah Aman Isi Air Radiator dengan Air Biasa?

    Masih banyak pengendara mobil yang menggunakan air biasa untuk mengisi radiator ketimbang memakai coolant. Lantas, apakah aman?

    Ternyata, air radiator tak cukup apabila diisi dengan air biasa saja. Bahkan, sebaiknya pemilik kendaraan menghindari penggunaan air biasa untuk radiator mobil.

    “Kalau bisa dihindari. Untuk mobil-mobil sekarang, karena mereka punya mesin berkinerja tinggi, kompresi tinggi maka dianjurkan menggunakan coolant, bukan air biasa,” kata Wahono dari bengkel resmi Auto2000 BSD beberapa waktu lalu.

    Menurutnya, radiator lebih baik diisi dengan coolant atau cairan khusus untuk radiator. Sebab, ada sejumlah zat kimia yang terkandung di dalam cairan khusus radiator, sehingga dapat membantu kinerja radiator lebih optimal.

    “Adanya zat anti panas yaitu glycol pada radiator coolant Toyota yang membuatnya tidak bisa digantikan oleh air kran. Zat tersebut bekerja dengan menaikkan titik didih cairan radiator. Selain itu juga membantu menyerap panas dari mesin,” jelas Wahono.

    Demikian pembahasan mengenai fungsi air radiator dan cara kerjanya. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com