Tag: ramadhan 2024

  • Persiapan Sambut Malam Lailatul Qadar



    Jakarta

    Lailatul Qadar adalah malam penuh keistimewaan bagi umat Islam. Kedatangannya selalu dinantikan setiap bulan Ramadan.

    Tidak ada yang tahu kapan pastinya malam Lailatul Qadar. Namun, Lailatul Qadar diyakini datang pada sepuluh malam terakhir, tepatnya di malam-malam ganjil Ramadan sesuai sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:

    “Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.” (HR Bukhari)


    Untuk itu, Prof Nasaruddin Umar melalui detikKultum detikcom yang tayang Selasa (26/3/2024) mengimbau kaum muslimin agar memperbanyak ibadah dan doa sambil menanti malam Lailatul Qadar.

    “Malam Lailatul Qadar ini bahkan bukan hanya pahala yang berlipat ganda. Doa apapun yang kita minta insyaallah akan dijabah oleh Allah SWT. Pada saat kita nanti menanti malam Lailatul Qadar banyaklah berdoa,” terang Imam Besar Masjid Istiqlal itu.

    Prof Nasaruddin Umar juga mengingatkan agar doa yang dipanjatkan bukan atas dasar hawa nafsu, melainkan berkah. Sebab, berkah menjadi yang paling utama.

    “Berkah yang paling penting. Berkah lebih penting daripada yang paling banyak, yang besar atau yang tinggi. Apa artinya banyak, tinggi dan besar kalau nggak berkah,” lanjutnya.

    Lebih lanjut Prof Nasaruddin Umar menerangkan, pada malam Lailatul Qadar kualitas ibadah kaum muslimin setara dengan seribu bulan. Oleh karena itu, perbanyaklah zikir, tadarus, dan salat.

    Menurutnya, malam Lailatul Qadar harus dijemput dengan persiapan diri dan mental yang matang.

    “Saya sungguh sangat yakin, barangsiapa yang mendapatkan Lailatul Qadar itu nanti akan mendapatkan perubahan berarti dalam hidupnya,” terang Prof Nasaruddin Umar.

    Selengkapnya detikKultum Nasaruddin Umar bisa saksikan DI SINI. Jangan lewatkan detikKultum Nasaruddin Umar ini yang tayang setiap hari selama Ramadan pukul 04.20 WIB.

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Gapai Ketenangan Jiwa dengan Salat dan Wudhu



    Jakarta

    Surah-surah dalam Al-Qur’an membawa pesan yang bermanfaat bagi kehidupan umat Islam. Tak terkecuali berisi firman Allah SWT yang dapat menenangkan jiwa.

    Melalui detikKultum detikcom yang tayang Rabu (27/3/2024), Prof Nasaruddin Umar menyampaikan hal serupa. Dalam salah satu ayat Al-Qur’an, Allah SWT berfirman bahwa salah satu cara untuk menenangkan jiwa ialah dengan salat.

    Sebagaimana firman-Nya dalam surah Ar Rad ayat 28,


    ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

    Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram.”

    “Kalau kita ingin merasakan ketenangan jiwa, maka tidak ada cara lain yang paling pantas untuk kita lakukan sebagai umat yang paling beriman khususnya umat islam (yaitu) kita melakukan salat,” ujar Imam Besar Masjid Istiqlal itu.

    Ketika seorang muslim menjalani kehidupan dengan teori-teori Al-Qur’an maka ia menutup pintu iblis. Prof Nasaruddin Umar mengatakan, rasa gundah dan gelisah merupakan salah satu provokasi iblis.

    Begitu pula dengan wudhu. Sebelum salat, umat Islam dianjurkan untuk membasuh bagian-bagian tubuh tertentu yang mana sama artinya dengan bersuci.

    Dalam ilmu kesehatan, wudhu terbukti mampu menenangkan jiwa karena memberikan kesegaran yang berhubungan dengan sistem saraf manusia.

    Terkait wudhu ini disebutkan dalam sejumlah ayat Al-Qur’an, salah satunya surah Al Maidah ayat 6.

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

    Artinya:” Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”

    Selengkapnya detikKultum Nasaruddin Umar bisa saksikan DI SINI. Jangan lewatkan detikKultum Nasaruddin Umar ini yang tayang setiap hari selama Ramadan pukul 04.20 WIB.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa agar Bertemu Bulan Ramadhan dan Artinya Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Doa bertemu bulan Ramadhan bisa dibaca sebagai cara menyambut bulan suci bagi kaum muslimin. Dalam waktu kurang dari sebulan, umat Islam akan berjumpa dengan bulan Ramadhan.

    Ramadhan identik dengan perintah puasa yang wajib dijalankan oleh kaum muslimin. Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 183,

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

    Mengutip buku Step by Step Puasa Ramadhan bagi Orang Sibuk tulisan Gus Arifin, Ramadhan menjadi momentum mengasah jiwa untuk berpuasa dan melakukan amal kebajikan lainnya. Karenanya, Ramadhan harus disambut dengan suka cita.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Sungguh telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kepada kamu sekalian untuk berpuasa. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka dan pintu neraka Jahannam dikunci, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Maka siapa yang tidak berusaha untuk mendapatkan kebaikannya, maka luputlah semua kebaikannya.” (Muttafaq ‘Alaih).

    Doa Bertemu Bulan Ramadhan: Arab, Latin dan Arti

    Berikut sejumlah doa bertemu bulan Ramadhan yang dikutip dari buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah susunan Abdullah Zaedan dan buku Doa dalam Al-Qur’an dan Sunnah karya M Quraish Shihab.

    1. Doa Bertemu Bulan Ramadhan Versi Pertama

    اللَّهُمَّ أَهْلُهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَ الْإِيْمَانِ وَ السَّلَامِ وَ الْإِسْلَامِ وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَ ارْضَى رَبِّي وَ رَبُّكَ اللَّهُ

    Arab latin: Allahumma ahluh ‘alaynâ bil al-yumn wa al-îmân wa as-salâm wa al-islâm wa at-tawfiq limâ tuhibbu wa irdhâ Rabbi wa Rabbuk Allah.

    Artinya: “Ya Allah hadirkanlah kepada kami bulan (Ramadhan) ini dengan keberkatan dan keimanan dan dengan damai dan Islam, serta bimbingan dan keberhasilan melakukan apa yang Engkau senangi. Tuhanku dan Tuhanmu (wahai bulan) adalah Allah.” (HR Tirmidzi)

    2. Doa Bertemu Bulan Ramadhan Versi Kedua

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. اللَّهُمَّ صَلَّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ. اللَّهُمَّ إِنَّهُ قَدْ دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ اللَّهُمَّ رَبَّ شَهْرِ رَمَضَانَ الَّذِي أَنْزَلْتَ فِيهِ الْقُرْآنَ وَجَعَلْتَهُ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ اللَّهُمَّ فَبَارِكْ لَنَا شَهْرَ رَمَضَانَ وَ أَعِنَّا عَلَى صِيَامِهِ وَصَلَوَاتِهِ وَتَقَبَّلْهُ مِنَّا

    Arab latin: Bismillabir-rahmanir-rahim (i). Allahumma shalli ‘ala Muhammadin wa âli Muhammad. Allahumma innabu qad dakhala syahru ramadhan(a). Allahumma rabba syahri ramadhânal-ladzi anzalta fibil-qur’ân(a). Wa ja’altabu bayyinatin minal-buda wal-furqan (i). Allahumma fabárik lanâ fî syahra ramadhâna wa a’innâ ‘alâ shiyâmihi wa shalawatibi wa tagabbalbu minna

    Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, sampaikan sholawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah, sungguh bulan Ramadhan telah tiba. Ya Allah, Tuhan Pemilik bulan Ramadhan, yang di dalamnya Engkau turunkan Alquran. Dan menjadikannya sebagai penjelas antara petunjuk dan pembeda. Ya Allah, berkatilah kami di bulan Ramadhan, bantulah kami dalam menunaikan puasanya dan salat serta terimalah amalan-amalan kami di dalamnya.”

    3. Doa Bertemu Bulan Ramadhan Versi Ketiga

    اللَّهم سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا

    Arab latin: Allaahumma sallimnii li-ramadhaana, wa sallim lii rama- dhaana, wa tasallamhu minnii mutaqabbalaa

    Artinya: “Ya Allah, sampaikan aku dengan selamat ke Ramadhan, sampaikan Ramadhan kepadaku, dan terimalah amalku di bulan Ramadhan.”

    4. Doa Bertemu Bulan Ramadhan Versi Keempat

    اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيْمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

    Arab latin: Allaahumma ahlilhu ‘alainaa bil-yumni wal-iimaani was sa- laamati wal-islaami rabbii wa rabbukallaah

    Artinya: “Ya Allah, terbitkanlah bulan tersebut kepada kami dengan berkah, iman, keselamatan, serta Islam. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.” (HR Tirmidzi & Ahmad)

    5. Doa Bertemu Bulan Ramadhan Versi Kelima

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ قَدْ حَلَّ بِنَا فَأَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِأَمْنٍ وَأَمَانٍ وَصِحَّةٍ مِنَ السَّقَمِ وَبِالْفَرَاغِ مِنَ الشُّغْلِ وَأَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ حَتَّى يَنْقَضِيْ عَنَّا وَغَفَرْتَ لَنَا وَرَضِيْتَ عَنَّا

    اللَّهُمَّ هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ قَدْ حَصَّ فَسَلِّمْهُ لَنَا وَسَلِّمْنَا لَهُ فِي سُرُوْرٍ مِنْكَ وَعَافِيَةٍ. اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا صِيَامَهُ وَقِيَامَهُ وَبِقَبُوْلٍ مِنْكَ وَامْتِثَالِ أَمْرِكَ وَاجْتِنَابِ نَهْيِكَ. اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْكَسَلَ وَالْفَتْرَةَ وَالسَّئَامَةَ وَارْزُقْنَا فِيْهِ الْخَيْرَ وَالْجَدَّ وَالِاجْتِهَادَ وَالْآجْرَ وَالْقُوَّةَ وَالنَّشَاطَ كَمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى

    Arab latin: Bismillahirrahmanirrahim. Allaahumma haadza syahru rama- dhaana qad halla binaa fa adkhilhu ‘alainaa bi-amnin wa amaanin wa sihhatin minas saqami wa bil-faraaghi minas syughli wa a’inna ‘alash shiyaami wal qiyaami wa qiraa-atil qur’aani hattaa yanqadhii ‘annaa wa ghafarta lanaa wa radhiita ‘anna

    Allaahumma haadza syahru ramadhaana qad hashsha fa- sallimhu lanaa fii suruurin minka wa ‘aafiyatin. Allaahummar zuqnaa shiyaamahu wa qiyaamahu wa bi-qabuulin minka wam-titsaali amrika waj-tinaabi nahyika. Allaahummarfa’ ‘annal kasala wal fatrata was sa-aamata war zuqna fiihil khaira wal jadda wal ijtihaada wal ajra wal quwwata wan nasyaatha kamaa tuhibbu wa tardhaa

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ya Allah, bulan ini adalah bulan Ramadhan, sungguh ia (Ramadhan) telah tiba dalam kehidupan kami, maka masukkanlah ia (Ramadhan) dalam kehidupan kami dengan penuh ketenteraman, keamanan, dan kesehatan dari penyakit serta kesempatan yang jauh dari kesibukan. Bantulah kami untuk melakukan puasa dan ibadah di malam harinya, dan membaca Al-Qur’an hingga Ramadhan berlalu dari kehidupan kami, berilah kami ampunan dan keridhaan.

    Ya Allah, bulan ini adalah bulan Ramadhan, sungguh ia (Ramadhan) telah tiba waktunya, maka sampaikanlah ia bagi kehidupan kami dan sampaikanlah kami kepada Ramadhan dalam keadaan bahagia dan sehat sentosa. Ya Allah, berilah kami rezeki berupa kemampuan untuk berpuasa dan beribadah dan pengabulan puasa dari-Mu, melaksanakan perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu. Ya Allah, hilangkanlah dari diri kami rasa malas untuk berpuasa, ketidakberdayaan, rasa bosan, berilah kami rezeki di bulan Ramadhan berupa kebaikan, kesungguhan, keseriusan, pahala, kekuatan, semangat sebagaimana yang Kau cintai dan Kau ridhai.”

    Itulah beberapa doa bertemu bulan Ramadhan untuk menyambut bulan suci. Jangan lupa diamalkan, ya!

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Bulan Syaban untuk Meminta Umur Sampai pada Ramadhan


    Jakarta

    Bulan Syaban adalah salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriah karena berdekatan dengan bulan suci Ramadhan. Rasulullah SAW bahkan pernah mengajarkan doa bulan Syaban menjelang Ramadhan sebagai amalan untuk menyambutnya.

    Kemuliaan tentang bulan Syaban ini dijelaskan Rasulullah SAW dalam haditsnya. Rasulullah SAW bersabda,

    ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ


    Artinya: “Bulan Syaban–bulan antara Rajab dan Ramadhan–adalah bulan di saat manusia lalai. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR Nasa’i)

    Di samping itu, sejumlah hadits menjelaskan, bulan Syaban adalah waktu yang mulia untuk berpuasa sunnah menjelang Ramadhan. Keterangan ini didasarkan dari Anas ibn Malik saat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang puasa yang paling utama. Rasulullah SAW kemudian menjawab, “Puasa Syaban sebagai penghormatan untuk menyambut puasa Ramadhan.” (HR Tirmidzi)

    Untuk itu, alangkah baiknya bila muslim dapat menyambut bulan Syaban dengan membaca doa seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Dari riwayat Anas bin Malik RA, berikut bacaan doanya.

    Doa Bulan Syaban Menjelang Ramadhan

    أللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَان

    Bacaan latin: Allahumma barik lana fi rajaba wa sya’bana wa balighna ramadhana

    Artinya: “Ya Allah, berkahilah umur kami di bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikanlah (umur) kami hingga bulan Ramadhan.”

    Bacaan doa di bulan Syaban diambil dari dalam hadist termaktub dalam Kitab Mishkat Al Masabih oleh al-Imam al-Baghawi terjemahan Yunus Ali Al-Muhdhor. Berikut haditsnya,

    عَنْ أَنَسٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ قَالَ: «اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ» قَالَ: وَكَانَ يَقُولُ: «لَيْلَةُ الْجُمُعَةِ لَيْلَةٌ أَغَرُّ وَيَوْمُ الْجُمُعَةِ يَوْمٌ أَزْهَرُ»

    Artinya: Anas mengatakan saat Rajab datang Rasulullah SAW berkata, “Ya Allah SWT berkahilan kami di Rajab dan Syaban serta bawalah kami hingga Ramadhan.” Dia juga mengutip Rasulullah SAW saat mengatakan, “Kamis malam adalah saat yang sangat terang dan Jumat adalah hari yang bersinar.”

    Sheikh Ibnu Rajab berpendapat riwayat ini menganjurkan muslim untuk memohon panjang umur dengan niat untuk menambah kebaikan dan beramal saleh di masa mendatang.

    Dikutip dari buku Ringkasan Shahih Muslim susunan Zaki Al-din ‘abd Al-azhim Al-mundziri, selain memanjatkan doa, bulan Syaban juga dapat diisi dengan mengqadha puasa Ramadhan sebelumnya yang ditinggalkan karena uzur tertentu. Istri Rasulullah SAW, Aisyah RA, bahkan diketahui pernah mengganti puasa pada bulan Syaban.

    Berikut bunyi haditsnya dari riwayat Abu Salamah RA dalam Kitab Puasa,

    سَمِعْتُ عَائِشَةَ رضي اللهُ عَنْهَا تَقُولُ : كَانَ يَكُونُ عَلَى الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا اسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَهُ إِلَّا فِي شَعْبَانَ ، الشَّغُلُ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Artinya: Saya mendengar Aisyah berkata, “Puasa wajib yang saya tinggalkan pada bulan Ramadhan pernah tidak bisa saya ganti, kecuali pada bulan Syaban karena sibuk melayani Rasulullah SAW.” (HR Muslim)

    Hari-hari terakhir Sya’ban 1445 H bertepatan dengan 10-11 Maret 2024 (29-30 Sya’ban) sebagaimana dikutip dari Kalender Hijriah Indonesia 2024 susunan Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag. Hal ini dapat dijadikan acuan sebagai batas waktu untuk melunasi utang puasa Ramadhan.

    (rah/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Menjelang Ramadhan yang Bisa Diamalkan Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu umat Islam. Berbagai hal dilakukan kaum muslim untuk menyambut bulan tersebut, salah satunya membaca doa menjelang Ramadhan.

    Dari berbagai riwayat, Rasulullah SAW biasa membaca doa menjelang bulan Ramadhan. Berikut beberapa doa menjelang Ramadhan sebagaimana disebutkan dalam hadits.

    Doa Menjelang Ramadhan

    أللهمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا


    Allahumma salimnii li ramadlaana wa sallim ramadlaana lii wa tasallamhu minnî mutaqabbalan

    Artinya: “Ya Allah, selamatkanlah aku untuk bulan Ramadhan dan selamatkanlah bulan Ramadhan untukku, serta selamatkanlah Ramadhan dariku demi amal ibadah yang diterima.” (HR Thabrani)

    Dikutip dari buku Misteri Bulan Ramadhan karya Yusuf Burhanudin, doa tersebut sebagai permohonan agar bulan Ramadhan menjadi suci dan jauh dari perilaku kotor. Doa tersebut juga mengandung lima permohonan.

    Pertama, memohon kepada Allah SWT agar senantiasa diberi kesehatan sehingga bisa menyambut bulan Ramadhan dengan stamina fisik prima.

    Kedua, memohon kepada Allah SWT agar dijauhkan dari segala penyakit jasmani dan rohani sehingga bisa menyambut Ramadhan dengan sempurna.

    Ketiga, memohon kepada Allah SWT agar bulan Ramadhan dijauhkan dari segala bencana.

    Keempat, memohon kepada Allah SWT agar bulan Ramadhan tetap terjaga kesucian dan keberkahannya.

    Kelima, memohon kepada Allah SWT agar seluruh jerih payah amal perbuatan selama bulan Ramadhan senantiasa diterima.

    Berikutnya, dikutip dari buku Apakah Amalan Kita Diterima Allah SWT karya Alexander Zulkarnaen, terdapat pula doa menjelang Ramadhan yang diriwayatkan dari At-Tirmdzi dan Ad-Darimi. Berikut bacaannya,

    اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

    Allahumma ahillahu ‘alaina bil yumni wal imani was salamati wal islam. Rabbi wa rabbukallah

    Artinya, “Ya Allah, mohon hadirkan awal Ramadhan untuk kami dengan penuh ketenangan dan penuh keimanan, dan dengan penuh keselamatan dan dalam keislaman, dengan taufik agar kami melakukan yang disukai dan diridhai oleh Rabbku dan Rabbmu, yaitu Allah.”

    Doa Melihat Hilal

    Dikutip dari buku Risalah Shaum karya Wawam Shofwan Sholehuddin, hadits mengenai doa yang diucapkan oleh Rasulullah SAW ketika melihat hilal ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi yang meriwayatkannya dari Thalah RA. Namun, doa ini tidak dikhususkan ketika melihat hilal bulan Ramadhan, tapi bisa juga dibaca saat melihat bulan baru pada bulan selain Ramadhan.

    اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ، وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

    Allahumma ahillahu ‘alaina bil amni, wal imani, was salamati, wal islami. Rabbi wa rabbukallahu

    Artinya: “Rasulullah SAW apabila melihat hilal, beliau berdoa, ‘Ya Allah, hilalkanlah ia atas kami dengan nasib baik, iman, keselamatan, dan Islam. Tuhanku dan Tuhanmu Allah’.”

    Doa Dipertemukan dengan Ramadhan

    Umat Islam juga bisa membaca doa agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Dikutip dari buku Dakwah Kreatif karya Udji Aisyah, doa ini bisa dibaca pada bulan Rajab atau dua bulan sebelum bulan Ramadhan hingga bulan Syaban atau satu bulan sebelum bulan Ramadhan. Berikut bacaan doanya.

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

    Allahumma baarik lanaa fii Rajab wa Sya’ban wa ballighnaa Ramadhan

    Artinya: “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban dan pertemukanlah kami di bulan Ramadhan.” (HR Ahmad)

    Doa tersebut termuat dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik R, ia berkata bahwa Rasulullah SAW jika masuk bulan Rajab, dia berkata: “Allahumma baarik lanaa fii Rajab wa Sya’ban wa ballighnaa Ramadhan.” (Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban dan pertemukanlah kami di bulan Ramadhan).” (HR Ahmad)

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Allahumma Sallimni Ila Ramadhan dan Kumpulan Doa Jelang Ramadhan


    Jakarta

    Sebentar lagi, umat Islam akan menyambut bulan Ramadhan. Salah satu amalan yang bisa dilakukan jelang Ramadhan adalah membaca doa, salah satunya doa berlafaz allahumma sallimni ila ramadhan.

    Mengutip dari buku Al-Baqiyatus Shalihat oleh Sheikh Rabi’ Abdurrauf Az-Zawawi yang diterjemahkan oleh H. Masturi Irham, bulan Ramadhan juga disebut dalam hadits sebagai bulan penuh berkah. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda,

    “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh keberkahan. Allah SWT telah mewajibkan kepada kalian berpuasa di dalamnya, di bulan itu pintu-pintu langit akan dibuka dan pintu-pintu neraka akan ditutup, di bulan itu setan-setan akan diikat, di bulan itu ada malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa terhalang mendapatkan kebaikannya maka sungguh ia telah terhalang.” (HR An Nasa’i)


    Keutamaan bulan Ramadhan selanjutnya disebutkan dalam hadits yang berasal dari Abu Hurairah RA,

    إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ ، وَفُتِحَتْ أَبُوَابُ الجَّنَةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ

    Artinya: “Ketika datang (bulan) Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Ketetapan awal Ramadhan 2024 untuk pemerintah masih menunggu sidang isbat dari Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, sedangkan PP Muhammadiyah telah memutuskan 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada Senin, 11 Maret 2024.

    Arti Doa Allahumma Sallimni Ila Ramadhan

    Allahumma sallimni ila ramadhan adalah salah satu potongan doa menyambut bulan suci Ramadhan. Dikutip dari Misteri Bulan Ramadhan karya Yusuf Burhanudin, berikut bacaan doa selengkapnya.

    أللهمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا

    Allahumma salimnî li ramadlâna wa sallim ramadlâna lî wa tasallamhu minnî mutaqabbalan

    Artinya: “Ya Allah, selamatkanlah aku untuk bulan Ramadhan dan selamatkanlah bulan Ramadhan untukku, serta selamatkanlah Ramadhan dariku demi amal ibadah yang diterima.” (HR Thabrani)

    Doa ini sebagai permohonan agar Ramadhan menjadi suci dari perilaku kotor dan meminta keselamatan pada bulan Ramadhan. Ada pula, bacaan doa dengan permintaan serupa sebagai berikut,

    اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِيْ إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـيْ رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِيْ مُتَقَبَّلاً

    Allahumma sallimni ila ramadhana wa sallim li ramadhana wa tasallamhu minni mutaqabbalan

    Artinya: “Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadan dan antarkanlah Ramadan kepadaku dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadan.”

    Kumpulan Doa Jelang Bulan Ramadhan

    1. Doa Menyambut Ramadhan

    Dikutip dari Apakah Amalan Kita Diterima Allah SWT karya Alexander Zulkarnaen, ada beberapa doa lain yang bisa diamalkan saat memasuki bulan Ramadhan. Salah satunya diriwayatkan dari At-Tirmidzi dan Ad-Darimi,

    اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

    Allahumma ahillahu ‘alaina bil yumni wal imani was salamati wal islam. Rabbi wa rabbukallah

    Artinya: “Ya Allah, mohon hadirkan awal Ramadhan untuk kami dengan penuh ketenangan dan penuh keimanan, dan dengan penuh keselamatan dan dalam keislaman, dengan taufik agar kami melakukan yang disukai dan diridhai oleh Rabbku dan Rabbmu, yaitu Allah.”

    2. Doa Melihat Hilal

    Thalhah bin Ubaidillah dalam Musnad Ad-Darimi dan kitab Imam Tirmidzi yang diterjemahkan oleh Kasimun meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW mengucapkan doa berikut apabila melihat hilal.

    اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

    Allahumma ahillahu ‘alaina bil yumni wal imani was salamati wal islam. Rabbi wa rabbukallah.

    Artinya: “Ya Allah, hilalkanlah bulan ini pada kami dengan membawa berkah, iman, keselamatan, dan Islam. Rabbku dan Rabbmu adalah Allah.”

    Ibnu Umar dalam kitab Musnad Imam Darimi yang diterjemahkan oleh Kasimun juga menceritakan bahwa Rasulullah SAW apabila melihat hilal mengucapkan doa berikut,

    اللَّهُ أَكْبَرُاللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ

    Allahu akbar, allahumma ahillahu ‘alaina bil amni wal imaani, wassalaamati wal islaami, wattaufiiqi limaa tuhibbu wa tardha, rabbunaa wa rabbukallahu.

    Artinya: “Allah Maha Besar, Ya Allah hilalkanlah bulan ini kepada kami dengan membawa keamanan, iman, keselamatan, dan Islam, serta taufiq kepada apa yang Engkau cintai dan Engkau ridai. Rabb kami dan Rabbmu (wahai bulan), adalah Allah.”

    3. Doa pada Bulan Rajab dan Syaban

    Dikutip dari Dakwah Kreatif karya Udji Aisyah, pada bulan Rajab hingga menjelang bulan Ramadhan, umat Islam dapat membaca doa berikut.

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

    Allahumma baarik lanaa fii Rajab wa Sya’ban wa ballighnaa Ramadhan

    Artinya: “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban dan berkahilah kami di bulan Ramadhan.” (HR Ahmad)

    Itulah beberapa doa yang bisa dibaca menjelang bulan Ramadhan. Semoga bermanfaat.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Pilihan di Bulan Ramadan yang Penuh Berkah


    Jakarta

    Umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan selama bulan Ramadan karena keutamaan yang terkandung di dalamnya. Salah satunya dengan membaca doa pilihan di bulan Ramadan.

    Ulama Syafi’iyyah Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqh Sunnah-nya yang diterjemahkan Abu Aulia dan Abu Syauqina menyebutkan sejumlah hadits tentang keutamaan bulan Ramadan dan beramal pada bulan tersebut. Dikatakan, Abu Hurairah RA meriwayatkan ketika bulan Ramadan telah tiba, Rasulullah SAW bersabda,

    قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرٌ مُبَارَكٌ، افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِينُ، فِيْهِ لَيْلَةً خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ


    Artinya: “Bulan yang penuh berkah telah datang kepada kalian. Allah telah mewajibkan puasa di bulan itu kepada kalian. Di dalamnya, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya, ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Siapa yang tidak mendapat kebaikannya, ia benar-benar tidak mendapat kebaikan.” (HR an-Nasa’i dalam Sunan Nasa’i, Baihaqi dalam Sunan Baihaqi, dan Ahmad dalam Musnad Ahmad)

    Salah satu amalan yang bisa dilakukan untuk meraih keberkahan bulan Ramadan adalah memanjatkan doa. Berikut kumpulan doa pilihan bulan Ramadan diambil dari kitab Al Adzkar karya Imam an-Nawawi yang diterjemahka Ulin Nuha.

    Doa Pilihan di Bulan Ramadan

    Doa Melihat Hilal (Bulan Sabit)

    Diriwayatkan dalam Musnad ad-Darimy dari kitab At-Tirmidzi, Thalhah Ubaidillah RA berkata, “Sesungguhnya jika Rasulullah SAW melihat hilal beliau mengucap,

    اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

    Allahumma ahillahu ‘alaina bil yumni wal imani was salamati wal islam. Rabbi wa rabbukallah

    Artinya: “Ya Allah, hilalkanlah bulan ini pada kami dengan membawa berkah, iman, keselamatan, dan Islam. Rabbku dan Rabbmu adalah Allah.”

    Doa Berbuka Puasa

    Diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud, dari Ibnu Umar RA dia berkata, “Jika Rasulullah SAW berbuka beliau mengucap,

    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

    Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah

    Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat nadi, serta telah tetap pahala jika Allah menghendaki.”

    Doa Berbuka Bersama

    Diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dan lainnya dengan sanad shahih, dari Anas bin Malik RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW menemui Sa’ad bin Ubaddah RA. Lalu Sa’ad menghidangkan roti dan mentega kepada beliau dan beliau memakannya. Setelah itu, Rasulullah SAW bersabda,

    أَفْطَرَ عندَكُمُ الصَّالِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ المَلائِكَةُ

    Afthara ‘indakumush shaaimuuna wa akala tha’aamakumul abraaru washallat ‘alaikumul malaaikatu

    Artinya: “Orang-orang yang berpuasa telah berbuka di rumah kalian dan orang-orang baik telah mengkonsumsi makanan kalian, dan malaikat pun mendoakan kalian.”

    Doa Malam Lailatulqadar

    Diriwayatkan dalam Sunan At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah, dari Sayyidah Aisyah RA ia mengatakan, Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui datangnya Lailatulqadar, apa yang harus kuucapkan?” Beliau menjawab,

    اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

    Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan suka mengampuni. Karena itu, ampunilah aku.”

    Doa Salat Tarawih

    اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالإيْمَانِ كَامِلِيْن وَلِلفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنِ وَلِلصَّلاةِ حَافِظِيْنِ وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْن وَلَمِا عِنْدَكَ طَالِبِيْنِ وَلِعَفْوكَ رَاجِيْنِ وَبِالْهُدَي مُتَمَسِّكِين وَعَن اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنِ وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْن وَفِي الآخِرَةِ رَاغِيين وبالقضَاءِ رَاضِينِ وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنِ وَعَلي البَلَاءِ صَابِريْن وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صلى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنِ وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنِ وَإِلَى الجَنَّةِ دَاخِلِيْن وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنِ وَعَلَى سَرِيْرِ الكَرَامَةِ قَاعِدِيْنِ وَمِنْ حُوْرٍ عِينٍ مُتَزَوِّحِينِ وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاج مُتَلبِّسِيْن وَمِنْ طَعَامِ الجَنَّةِ آكِلِينِ وَمِنْ لَّبَن وَعَسَلٍ مُصَفًّى شاريين بأكْوَابٍ وَأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ مَعَ الَّذِي أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّين وَالصَّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِوَالصَّالِحِيْن وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيْقًا ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بالله عَلِيْمًا اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي لَيْلَةِ هَذا الشَّهْرِ الشَّرِيفَةِ المُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ المَقْبُوْلِيْن وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينِ

    Allâhummaj’al bil îmâni kâmilîn wa lilfarâidhi muaddîn wa lishshalâti hâfidzîn wa lizzakâti fâ’ilîn wa limâ ‘indaka thâlibîn wa li’afwika râjîn wa bil hudâ mutamassikîn wa ‘anillaghwi muʼridhîn wa fid-dunyâ zâhidîn wa fîl âkhirati râghibîn wa bil gadhâ’i râdhîn wa lin-na’mâ’i syâkirîn wa ‘alâl balâ’i shâbirîn wa tahta liwâ’i sayyidinâ Muhammadin shallallahu ‘alayhi wa sallama yawmal qiyâmati sâirin wa ilâlhawdhi wâridîn wa ilâl-jannati dâkhilîn wa minan-nâri nâjîn wa ‘alâ sarîr al-karâmati qâ’idîn wan hûrin “în mutazawwijîn wa min sundusin wastabraqin wa dîbâjin mutalabbisin wa min tha’âmil jannati âkilîn wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn bi akwâbin wa abârîqa wa kaʼsin min maʼîn ma’alladzî an’amta ‘alayhim minannabiyyîn wash-shiddîqîn wasy-syuhâdâ’ wash-shâlihîn wa hasuna ulâ’ika rafîqan dzâlikal fadhlu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîma. Allâhummaj’alnâ fî laylati hâdzasyahr syarîfatil mubârakati min al-syu’âdâ’il maqbûlîn wa lâ taj’alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma’în birahmatika ya ar-hamar-râhimîn

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami manusia yang senantiasa menyempurnakan iman kami, melaksanakan perintah menjalankan kewajiban-Mu, menjalankan salat, menunaikan zakat, memohon serta mengharap ampunan-Mu, yang berpegang teguh kepada petunjuk (yang Kau berikan), meninggalkan kemungkaran, hidup dengan sederhana di dunia, mengharap surga di akhirat, berpasrah pada takdir, bersyukur pada nikmat dan bersabar atas cobaan di bawah bendera syariat Muhammad SAW pada hari kiamat. Dari ajarannya kami datang, ke surga kami menuju, dan juga kami selamat dari api neraka. Kami duduk di atas kain sutra kemuliaan, kami menikahi bidadari yang cantik dan jelita. Kami memakai pakaian yang terbuat dari permadani, sutra, dan perhiasan mewah lainnya. Kami makan dari masakan yang telah tersedia di surga. Kami meminum madu dan susu dengan menggunakan gelas mewah bersama para nabi, orang jujur, syuhada, orang saleh, dan mereka akan menjadi teman setia di surga kelak. Demikianlah keutamaan dari Allah. Allah Maha Mengetahui atas segala yang dilakukan oleh hamba-Nya. Ya Rabb, jadikan kami pada malam yang mulia dan penuh berkah ini sebagai orang-orang yang senantiasa bahagia dan engkau ampuni. Serta janganlah masukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa bersedih dan tertolak. Kami senantiasa bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabat-sahabatnya secara keseluruhan dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang dari yang penyayang.”

    Doa Salat Witir

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

    Allahumma inni a’udzu bi ridhooka min sakhotik wa bi mu’afaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak bisa menyebut semua pujian kepada-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Berbuka Puasa Ramadan Sendiri dan Bersama


    Jakarta

    Waktu buka puasa memiliki sejumlah keutamaan dan termasuk sunah nabi. Rasulullah SAW dalam sejumlah hadits dikatakan membaca doa berbuka puasa Ramadan.

    Dalam kitab Fiqh Ibadah karya Hasan Ayub yang diterjemahkan Abdurrahim terdapat hadits yang menerangkan keutamaan waktu berbuka puasa. Diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda,

    ثَلَاثَةٌ لا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوم يَرْفَعُهَا اللهُ فَوْقَ الْغَمَامِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ وَعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ


    Artinya: “Tiga (orang) yang doanya tidak tertolak: orang puasa hingga berbuka, imam yang adil dan doa orang yang teraniaya, Allah mengangkatnya di atas awan dan pintu-pintu langit dibukakan kemudian Rabb berfirman, ‘Demi keperkasaan-Ku, Aku akan menolongmu meski setelah sekian lama’.” (HR Ahmad, Tirmidzi dan dihasankan, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam kitab shahih-nya)

    Dr. H. Miftah Faridl di dalam buku Puasa Ibadah Kaya Makna karya Budi Handrianto, mengingatkan muslim agar tidak lupa berdoa ketika berbuka puasa sebagai rasa syukur atas kenikmatan yang Allah SWT telah berikan.

    Doa Berbuka Berpuasa di Bulan Ramadan

    Mengutip buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki karya KH. Sulaeman bin Muhammad Bahri, doa berbuka puasa di bulan Ramadhan sebagai berikut. Doa ini juga terdapat dalam kitab al-Adzkar karya Imam an-Nawawi yang diterjemahkan Ulin Nuha.

    Doa Berbuka Puasa Ramadan Sendiri

    ذَهَبَ الظُّلْماً وَابْتَلتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتِ الْأَحْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى

    Dzahabazhzhamaa’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatil ajru insyaa allaahu ta’aalaa.

    Artinya: “Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insya Allah.”

    Doa Berbuka Puasa Ramadan Bersama

    أَفْطَرَ عندَكُمُ الصَّالِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ المَلائِكَةُ

    Afthara ‘indakumush shaaimuuna wa akala tha’aamakumul abraaru washallat ‘alaikumul malaaikatu.

    Artinya: “Berbukalah orang-orang yang berpuasa di tempat saudara ini dan makanlah makanan yang disuguhkan oleh orang-orang yang berbakti, dan para malaikat mendoakan saudara agar mendapat rahmat.”

    Mengutip buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah karya Muhammad Abduh Tuasikal, untuk berbuka puasa disunahkan dengan kurma atau dengan sesuatu yang manis, seperti pisang, madu, atau yang lainnya, jika tidak ada maka cukuplah dengan air putih.

    Nabi SAW biasa berbuka puasa sebelum menunaikan salat Maghrib dan bukan menunggu hingga salat Maghrib selesai dikerjakan. Sebagaimana Anas bin Malik RA berkata, “Rasulullah SAW biasanya berbuka dengan ruthob (kurma basah) sebelum menunaikan salat. Jika tidak ada ruthob, maka beliau berbuka dengan tamer (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Buka Puasa Ramadan Selain Allahumma Lakasumtu Sesuai Sunah


    Jakarta

    Doa buka puasa dengan lafaz awal allahumma lakasumtu adalah bacaan yang populer di kalangan muslim Indonesia. Namun, masih ada sejumlah doa lain yang bisa dibaca sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.

    Anjuran membaca doa buka puasa bersandar pada sejumlah hadits. Salah satunya hadits yang berisi keutamaan waktu berbuka puasa. Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash RA. Ia mengatakan pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya, bagi orang yang berpuasa, pada saat berbuka ada doa yang tidak ditolak.” (HR Ibnu Majah)

    Abdullah bin ‘Amr RA sendiri biasa mengumpulkan anak-anaknya ketika akan berbuka puasa dan mengajaknya berdoa kepada Allah SWT, sebagaimana diceritakan Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi dalam Fi Rihabis Sunnah yang diterjemahkan Muhamad Yasir. Imam Baihaqi dalam kitab Syu’ab Al-Iman turut mengeluarkan riwayat mengenai hal ini.


    Doa Abdullah bin ‘Amr RA ini disebutkan dalam sejumlah kitab hadits dan dinukil oleh para ulama. Salah satunya dalam kitab Ash-Shiyam karya Ibnu Majah. Doa ini juga dinukil Raghib As-Sirjani dalam Ihya 345 Sunnah Nabawiyah, Wasa’il wa thuruq wa Amaliyah yang diterjemahkan Andi Muhamad Syahrir.

    Bacaan Doa Buka Puasa Ramadan

    Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar yang diterjemahkan Ulin Nuha menyebutkan sejumlah riwayat tentang bacaan doa buka puasa yang dipanjatkan Rasulullah SAW. Berikut di antaranya.

    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

    Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.

    Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah.” (HR Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud)

    Dalam Sunan Abu Dawud juga terdapat hadits dari Muadz bin Zuhrah yang mengatakan bahwa jika telah berbuka puasa, Nabi SAW membaca doa buka puasa berikut ini:

    اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

    Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rezekika afthartu

    Artinya: “Ya Allah, untukmu aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka.”

    Dalam kitab Ibnu Sunni juga terdapat bacaan doa buka puasa. Doa ini berasal dari riwayat Ibnu Abbas RA, berikut bacaannya:

    اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Allaahumma laka shumnaa wa ‘ala rezekika aftharnaa fataqabbal minnaa innak antas samii’ul ‘aliim

    Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu kami berpuasa dan atas rezeki-Mu kami telah berbuka, maka terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    Ada juga bacaan doa yang dipanjatkan beberapa menit menjelang buka puasa. Doa ini biasanya dipanjatkan pada waktu mustajab. Berikut bacaannya:

    اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْئٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

    Allahumma inni as’aluka birahmatika allati wasi’at kulla sya’i an taghfira lii

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu agar Engkau mengampuni aku.” (HR Ibnu Majah. Al-Bushiri mengatakan sanadnya shahih. Ibnu Asakir meng-hasankan hadits ini dalam Mu’jam Asy-Syuyukh)

    Doa buka puasa Ramadan tersebut dibaca ketika masuk waktu buka puasa. detikers bisa melihat jadwal buka puasa Ramadan 2024 lengkap semua wilayah di Indonesia melalui laman detikHikmah atau klik di sini Jadwal Buka Puasa.

    Jadwal Buka Puasa Hari Ini

    Wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Selasa (12/3/2024), akan memasuki waktu buka puasa pada pukul 18:10 WIB. Berikut jadwal salat selengkapnya.

    • Imsak: 04:33
    • Subuh: 04:43
    • Dzuhur: 12:06
    • Ashar: 15:11
    • Maghrib: 18:10 (Waktu buka puasa)
    • Isya: 19:19

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Hadits tentang Puasa Ramadan yang Penuh Keutamaan


    Jakarta

    Puasa tidak hanya dijelaskan dalam Al-Qur’an, melainkan juga dalam sejumlah hadits. Hadits tentang puasa ini menjelaskan berbagai keutamaan yang diperoleh seorang hamba.

    Mengutip buku Memantaskan Menyambut Bulan Ramadhan oleh Abu Maryam Kautsar Amru, hukum puasa Ramadan adalah wajib. Kewajiban ini berlaku bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan yang telah memenuhi syarat dan tidak memiliki halangan.

    Dalam Al-Qur’an, perintah puasa tertuang dalam surah Al Baqarah ayat 183:


    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

    Lantas, hadits seperti apa yang membahas tentang puasa?

    6 Hadits tentang Puasa

    1. Hadits tentang Puasa sebagai Kewajiban

    Abu Hurairah RA meriwayatkan ketika bulan Ramadan telah tiba, Rasulullah SAW bersabda,

    قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرٌ مُبَارَكٌ، افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِينُ، فِيْهِ لَيْلَةً خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

    Artinya: “Bulan yang penuh berkah telah datang kepada kalian. Allah telah mewajibkan puasa di bulan itu kepada kalian. Di dalamnya, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya, ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Siapa yang tidak mendapat kebaikannya, ia benar-benar tidak mendapat kebaikan.” (HR an-Nasa’i dalam Sunan Nasa’i, Baihaqi dalam Sunan Baihaqi, dan Ahmad dalam Musnad Ahmad)

    2. Hadits tentang Puasa Dapat Mengampuni Dosa-dosa yang Lalu

    Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda,

    “Siapa berpuasa di bulan Ramadan dengan dilandasi iman dan ikhlas mengharap ridha Allah, maka diampuni dosanya yang lalu.” (HR Al-Bukhari)

    3. Hadits tentang Puasa akan Dibalas Langsung oleh Allah SWT

    Hadits tentang keutamaan puasa lainnya dibalas langsung oleh Allah SWT. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

    “Setiap amal ibnu Adam (manusia) dilipatgandakan, kebaikan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat; Allah SWT berfirman: kecuali puasa, sesungguhnya puasa milik-Ku, dan Aku akan membalasnya. Ia (orang puasa) meninggalkan syahwat dan makan karena-Ku.” (HR Muslim)

    4. Hadits tentang Doa Orang Berpuasa Menjadi Mustajab

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,

    “Ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir, dan doa orang yang teraniaya.” (HR Baihaqi)

    5. Hadits tentang Puasa Ramadan Menjadi Penebus Dosa

    Keutamaan puasa Ramadan sebagaimana disebutkan dalam hadits lainnya yaitu sebagai penebus dosa sampai datangnya Ramadan berikutnya, berikut bunyi haditsnya,

    “Jarak antara salat lima waktu, salat Jumat dengan Jumat berikutnya dan puasa Ramadan dengan Ramadan berikutnya merupakan penebus dosa-dosa yang ada di antaranya, apabila tidak melakukan dosa besar.” (HR Muslim)

    6. Hadits tentang Orang yang Berpuasa Masuk Surga dari Pintu Rayyan

    Dijelaskan pada laman Kementerian Agama (Kemenag), keutamaan puasa yang lain yaitu masuk surga melalui pintu Rayyan. Dari Sahl bin Sa’ad RA, Rasulullah SAW bersabda,

    “Sesungguhnya di dalam surga itu ada sebuah pintu yang disebut pintu Rayyan. Artinya: puas dan kenyang minum. Dari pintu ini masuklah semua orang yang berpuasa besok pada hari kiamat. Tidak ada seorang yang selain orang-orang yang berpuasa itu yang dapat masuk dari pintu itu. Dikatakanlah: “Manakah orang-orang yang berpuasa,” Mereka itu lalu berdiri, lalu tidak seorang pun yang dapat masuk dari pintu Rayyan tadi selain orang-orang yang berpuasa. Jikalau mereka telah masuk seluruhnya, lalu pintu itu pun ditutup, sehingga tidak seorangpun lagi yang dapat memasukinya.” (Muttafaq ‘alaih).

    Itulah sejumlah hadits tentang puasa. detikers bisa mengakses fitur Pendamping Ibadah yang ada di detikHikmah untuk memperbanyak amal dan pengetahuan selama Ramadan.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com