Tag: rasulullah saw

  • Cerita Haru 3 Pemenang Emeron Hijab Hunt 2024 Beribadah di Masjid Nabawi

    Madinah

    Tiga pemenang Emeron Hijab Hunt 2024, juara pertama Nakeisha Syifa, juara kedua Shasyelfa Setyaning Haryoseno dan juara ketiga Palupi Krakatao mendapatkan hadiah umrah gratis dari GIS Travel.

    Ketiga pemenang mulai berangkat umrah pada 25 September hingga 3 Oktober 2024. Destinasi pertama yang mereka kunjungi adalah Masjid Nabawi di kota Madinah.

    Ketiga pemenang mengungkapkan rasa haru dan bahagianya ketika memijakkan kaki di masjid kedua yang dibangun dalam sejarah Islam dan menjadi masjid terbesar kedua di dunia tersebut. Nakeisha Syifa mengungkapkan mendapatkan banyak pengalaman baru selama berada di Madinah.


    “Mulai dari refill air zam-zam sepuasnya, bisa ibadah di dalam Masjid Nabawi, sampai bisa nangis di Raudhah. Benar-benar dibuat speechless saat masuk ke area Nabawi, perasaan campur aduk senang, sedih, bahkan masih nggak menyangka karena bisa dipanggil secepat ini ke rumah Allah,” ungkap Nakeisha Syifa.

    Remaja yang berusia 16 tahun itu menuturkan tak bisa menyembunyikan rasa harunya ketika masuk ke Raudhah, yang merupakan tempat mulia saat Rasulullah membacakan Wahyu dan mengajarkan Al-Islam di depan para sahabat terdekatnya.

    “Kemarin saat mau masuk ke Raudhah aku diselak banyak orang, karena aku mundur untuk bantu nenek-nenek yang nggak bisa lari, di dalam hati berusaha ikhlas,” ucap Nakeisha.

    Nakeisha mendampingi nenek tersebut sampai berada di shaf kelima saat di Raudhah. “Setelah nenek itu aman posisinya tiba-tiba out of nowhere kak Gres (tim Wolipop) yang menarik tangan aku sampai ke shaf ketiga yang mana itu dekat sama mimbar rasul,” ujarnya haru.

    Raudhah disebut sebagai taman surga. Nakeisha tak menyangka usai membantu nenek tersebut bisa langsung mendapatkan shaf yang tak jauh dari tiang Aisyah.

    “Kayak ngena banget karena aku lagi berusaha untuk ikhlas menolong nenek itu karena iba beliau di dorong-dorong. Walau akhirnya aku nggak bisa dapat shaf depan. Tapi di situ juga langsung Allah balas dengan aku tiba-tiba di tarik ke shaf paling depan,” lanjutnya.

    Shasyelfa Setyaning Haryoseno mengaku takjub dengan keindahan kota Madinah. “Saat tiba di Madinah, aku seneng dan bersyukur banget, walaupun ternyata udaranya panas tapi tertutup dengan pemandangannya yang masya Allah indah banget,” sebut Shasyelfa.

    Dara berusia 15 tahun ini merasa ketenangan ketika masuk ke dalam Raudhah. “Aku berdoa banyak hal yang insya Allah dijabah, setelah beres rasanya langsung tenang banget. Benar-benar suatu pengalaman yang berharga buat aku,” kata Shasyelfa.

    Begitu juga yang dirasakan oleh Palupi Krakatao yang tak henti mengucapkan rasa syukur dan bahagianya ketika tiba di Madinah. Palupi menuturkan ini pertama kalinya ia berada di rumah Rasulullah SAW.

    “Aku merinding bahagia dan nggak sabar mau melaksanakan rangkaian ibadah. Sampai di sini membuat aku merasa lebih damai, tenang dan ngerasa dipeluk sama doa-doa baik semua orang yang mendukung aku,” jelas Palupi.

    Ibu satu orang anak ini berharap kelak bisa menunaikan ibadah umrah bersama keluarga. Palupi memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan beribadah di Masjid Nabawi.

    “Di Madinah tempat favorit aku adalah Masjid Nabawi, sebisa mungkin melaksanakan salat wajib mau pun sunah di masjid karena kesempatan ini tidak setiap kali bisa aku rasakan. Biasanya aku nggak cengeng tapi sampai di sini rasanya tak terhitung air mata yang sudah jatuh, haru, syukur, semua jadi satu,” tutur Palupi.

    “Semoga perjalanan ibadah kali ini, menjadikan aku pribadi yang jauh lebih baik lagi dan makin dekat sama Allah,” pungkasnya.

    Setelah mengunjungi Raudhah, para pemenang berkeliling kota Madinah untuk mengetahui beragam informasi tentang perjalanan Islam bersama GIS Travel.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Bolehkah Sahur Dulu Baru Mandi Wajib Setelah Haid?

    Arina Yulistara – wolipop

    Sabtu, 08 Mar 2025 03:00 WIB





    Anda menyukai artikel ini

    Jakarta

    Sering bertanya-tanya, bolehkah sahur dulu baru mandi wajib? Mari cari tahu jawabannya di sini.

    Salah satu persiapan penting sebelum berpuasa selama Ramadhan adalah makan sahur. Sahur dianjurkan karena mengandung banyak keberkahan.

    Meski demikian, ada kondisi tertentu yang mungkin membuatmu ragu, seperti ketika masih dalam keadaan junub atau memiliki hadas besar sebelum sahur. Apakah tetap boleh makan sahur sebelum mandi wajib? Bagaimana pengaruhnya terhadap keabsahan puasa?


    Dalam ajaran Islam, kesucian sangat ditekankan dalam setiap aspek kehidupan, terutama dalam beribadah. Mandi wajib menjadi salah satu cara untuk mensucikan diri dari hadas besar, termasuk setelah berhubungan suami-istri, mimpi basah, haid, atau nifas.

    Beberapa dari kamu mungkin pernah mengalami situasi di mana tidak sempat mandi sebelum sahur dan harus menunda hingga setelah waktu Subuh tiba. Hal ini kemudian kerap menimbulkan pertanyaan, bolehkah sahur dulu baru mandi wajib?

    Mari simak penjelasan berdasarkan hadis dan pendapat para ulama mengenai pertanyaan, bolehkah sahur dulu baru mandi wajib?

    Apakah Sahur Dulu Baru Mandi Wajib Diperbolehkan?

    mandi wajib ramadhanmandi wajib ramadhan Foto: Getty Images/iStockphoto/Ekaterina79

    Berdasarkan situs Kementerian Agama, jawabannya boleh. Kamu tetap diperbolehkan makan sahur meskipun dalam keadaan junub dan belum mandi wajib.

    Ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan Aisyah RA dan Ummu Salamah RA:

    “Rasulullah SAW pernah memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub karena berjima’. Kemudian beliau mandi dan tetap berpuasa.” (HR. Bukhari & Muslim)

    Hadis ini menunjukkan bahwa keadaan junub tidak membatalkan puasa. Artinya, kamu yang sahur dalam keadaan belum mandi wajib tetap sah puasanya selama tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

    Pandangan Ulama tentang Mandi Wajib Setelah Sahur

    Halaman 2 dari 3

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”2″ dtr-id=”7812536″ dtr-ttl=”Bolehkah Sahur Dulu Baru Mandi Wajib Setelah Haid?”>

    Pandangan Ulama tentang Mandi Wajib Setelah Sahur

    Niat Mandi Wajib Perempuan

    Foto: Getty Images/iStockphoto/Rachaphak

    Mengenai hal ini, Muh. Hambali dalam bukunya yang berjudul Panduan Muslim Kaffah Sehari-Hari dari Kandungan hingga Kematian menyatakan bahwa mayoritas ulama, yakni keempat mazhab, Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali, sepakat bahwa puasa seseorang tetap sah puasanya meskipun ia memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub.

    Meski puasa tetap sah namun ia tetap wajib menyegerakan mandi junub agar bisa menunaikan salat Subuh tepat waktu. Hal ini disebukan dalam sebuah hadis yang berbunyi;

    “Orang yang berpuasa boleh menunda mandi junub hingga waktu setelah fajar terbit. Tetapi, lebih utama adalah ia menyegerakan mandi wajib sebelum terbit fajar atau sebelum subuh.” (Syeikh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki dalam Ibanatul Ahkam)

    Hukum Puasa Bagi yang Sahur Dulu Baru Mandi Wajib

    Halaman 3 dari 3

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”3″ dtr-id=”7812536″ dtr-ttl=”Bolehkah Sahur Dulu Baru Mandi Wajib Setelah Haid?”>

    Hukum Puasa Bagi yang Sahur Dulu Baru Mandi Wajib

    shower with flowing water and steam, closeup view

    Foto: Getty Images/iStockphoto/Rachaphak

    Menurut para ulama, puasa tetap sah meskipun kamu belum mandi wajib sebelum Subuh. Hal ini didasarkan pada beberapa poin berikut:

    1. Syarat puasa tidak perlu suci dari hadas besar

    Dalam Islam, syarat sah puasa adalah niat dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Kesucian dari hadas besar bukan syarat sah puasa, melainkan menjadi syarat sah salat.

    2. Sesuai hadis

    Ini sesuai hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA dan Ummu Salamah RA menunjukkan bahwa Rasulullah SAW sendiri pernah memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub. Kemudian mandi wajib setelahnya dan tetap berpuasa.

    3. Tidak ada larangan dalam Al Quran

    Tidak ada dalil yang melarang kamu berpuasa dalam keadaan junub. Oleh sebab itu, menunda mandi wajib hingga setelah Subuh tidak membatalkan puasa. Namun sengaja menunda mandi hingga lewat waktu salat Subuh tidak diperbolehkan dan berdosa.

    Jadi, berdasarkan dalil dan pandangan ulama, jawaban dari pertanyaan bolehkah sahur dulu baru mandi wajib? Jawabannya boleh.

    Meski belum mandi wajib, puasanya tetap sah. Namun kamu harus segera mandi setelah masuk waktu Subuh agar dapat melaksanakan salat Subuh. Oleh karena itu, jika memungkinkan, sebaiknya mandi wajib sebelum sahur agar lebih tenang.

    (eny/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 7 Amalan Wanita Haid di Bulan Ramadan

    Jakarta

    Wanita haid tidak bisa salat dan berpuasa di bulan Ramadhan. Lalu amalan apa saja yang bisa dilakukan wanita haid saat Ramadhan? Mari bahas di sini yuk.

    Setiap perempuan mengalami masa haid sebagai bagian alami dari siklus tubuhnya. Dalam Islam, kondisi ini telah disebut sebagai adza, yaitu sesuatu yang menimbulkan rasa sakit namun bukan penyakit.


    Selama periode haid atau biasa disebut menstruasi, perempuan diberikan keringanan dari kewajiban salat dan puasa. Bahkan tak diperbolehkan menyentuh mushaf Al-Qur’an secara fisik.

    Meski demikian, bulan Ramadhan tetap menjadi momen istimewa bagi setiap Muslim, termasuk wanita haid. Apa ya amalan wanita haid dibulan Ramadhan?

    Tenang saja, kamu masih memiliki banyak kesempatan untuk meraih pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berbagai amalan lain yang diperbolehkan. Mengutip buku berjudul Ibadah Penuh Berkah Ketika Haid dan Nifas serta buku Do’a dan Amalan Istimewa Ketika Datang Bulan karya Himatu Mardiah Rosana, berikut deretan amalan yang bisa dilakukan oleh wanita haid selama bulan suci Ramadhan.

    Amalan Wanita Haid di Bulan Ramadhan:

    1. Bersedekah

    Ilustrasi sedekahIlustrasi sedekah Foto: Getty Images/Rani Nurlaela Desandi

    Sedekah merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki nilai pahala besar, terutama dibulan Ramadhan. Wanita haid tetap bisa mengamalkan kebaikan ini dengan berbagi kepada sesama, baik dalam bentuk uang, makanan, maupun bantuan tenaga.

    Rasulullah SAW bahkan menganjurkan umatnya untuk memperbanyak sedekah karena dapat menjadi penebus dosa serta sarana mendapatkan keberkahan dalam hidup. Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW bersabda;

    “Wahai kaum wanita! Bersedakahlah kamu dan perbanyaklah istighfar. Karena aku melihat kaum wanitalah yang paling banyak menjadi penghuni neraka.” (HR. Muslim)

    2. Berbuat Kebaikan Menjauhi Maksiat

    Hari Hijab Sedunia 2023 jatuh pada 1 Februari. Hari Hijab Sedunia diperingati sebagai bentuk penghormatan dan kampanye solidaritas kepada wanita Muslim.Ilustrasi wanita muslimah. Foto: Getty Images/iStockphoto/coffeekai

    Meskipun tidak bisa menjalankan ibadah salat atau puasa, amalan wanita haid lainnya di bulan Ramadhan bisa dengan berbuat kebaikan dan menjauhi maksiat. Kamu bisa mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan serta mengingatkan mereka agar menjauhi kemungkaran.

    Hal itu termasuk bentuk ibadah yang dianjurkan dalam Islam. Kamu juga bisa melakukannya dengan mengingatkan keluarga untuk menunaikan salat, membangunkan sahur, atau mendorong orang sekitar memperbanyak sedekah.

    3. Berzikir dan Berdoa

    Beautiful Asian young Muslim woman sit on the floor in her house and praying for a holy god - Allah in Islam believe.Ilustrasi wanita berdoa. Foto: Getty Images/golfcphoto

    Meskipun tidak diperbolehkan melaksanakan salat, wanita haid tetap bisa mengisi waktunya dengan memperbanyak zikir dan doa. Rasulullah SAW mengajarkan berbagai macam zikir yang bisa diamalkan kapan saja. Salah satu contoh dzikir yang dimaksud, antara lain;

    “Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallahil azhim.”

    Selain itu, memperbanyak istighfar juga dianjurkan sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT. Salah satu amalan wanita haid dibulan Ramadhan ini bisa dimanfaatkan pada waktu-waktu mustajab, seperti menjelang berbuka puasa atau sepertiga malam, untuk berdoa memohon kebaikan dunia dan akhirat.

    4. Memberikan Makanan kepada Orang yang Berbuka Puasa

    Salah satu amalan wanita haid yang sangat dianjurkan adalah memberikan makanan kepada orang yang sedang berpuasa. Hal tersebut tertuang dalam hadits yang diriwayatkan dari Zaid bin Khalid Al-Juhani, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda;

    “Barang siapa yang memberi makan orang yang berbuka, dia mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.” (HR At-Tirmidzi)

    Makanan yang diberikan tidak harus berupa hidangan mewah. Bahkan sebutir kurma atau segelas air putih sudah cukup untuk mendapatkan pahala ini.



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Arti Jazakallah Khairan Ucapan Terima Kasih dalam Bahasa Arab

    Jakarta

    Jazakallahu khairan merupakan ucapan terima kasih dalam bahasa Arab yang biasa digunakan dalam konteks Islam. Lalu, apa arti jazakallah khairan?

    Di sebagian besar budaya, merupakan kebiasaan untuk mengungkapkan rasa terima kasih dengan cara tertentu. Mengucapkan terima kasih menjadi etika dasar yang disampaikan sebagai bentuk nikmat atau syukur yang telah diberikan orang lain.

    Memberikan respons yang tulus dan berterima kasih atas tindakan atau perkataan seseorang sering kali menjadi ‘perekat’ yang menjaga keutuhan hubungan. Ucapan terima kasih juga menunjukkan rasa hormat dan apresiasi.


    Kata-kata terima kasih memiliki kekuatan besar jika digunakan dengan tulus dan sering. Sebagai umat muslim ada beberapa ucapan terima kasih islami.Salah satu ungkapan yang sering digunakan adalah jazakallah khairan.

    Ungkapan jazakallah khairan memiliki makna yang lebih dalam dibanding sekadar ucapan terima kasih biasa. Bukan sekadar bentuk sopan santun, tetapi juga mengandung doa dan harapan baik bagi orang yang menerimanya.

    Arti Jazakallah Khairan

    Jazakallahu khairan dalam huruf Arab :
    جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا
    Artinya :
    Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.

    Jazakallahu khairan merupakan ucapan terima kasih Islami yang disebutkan dalam sebuah riwayat yang berasal dari Usamah bin Zaid RA. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    من صُنِعَ إليه مَعْرُوفٌ فقال لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ الله خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ في الثَّنَاءِ

    Artinya:
    “Barangsiapa yang diperlakukan baik, lalu ia mengatakan kepada pelakunya, ‘Jazakallahu khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan)’ maka sungguh ia telah sangat menyanjungmu.” (HR Tirmidzi)

    Cara Mengucapkan Jazakallah Khairan

    Seseorang juga bisa mengucapkan terima kasih dalam bahasa Arab dengan “Jazakallah khairan katsiran” artinya “semoga Allah membalasmu dengan kebaikan yang banyak”. Variasi kalimatnya pun berbeda di mana “Jazakillah khairan katsiran” diucapkan untuk satu orang perempuan. Sementara itu “Jazakumullah khairan katsiran” diucapkan untuk lebih dari satu orang (kalian)

    Balasan Jazakallah Khairan

    Jika seseorang mengucapkan Jazakallah Khairan (جزاك اللهُ خيرًا), yang berarti “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan,” maka jawaban yang tepat adalah “Wa iyyak” (وإياك) yang berarti “Dan kepadamu juga.”

    Selain itu, beberapa jawaban jazakallah khairan lain yang bisa digunakan:

    – Wa iyyaka (وإياك) untuk laki-laki atau Wa iyyaki (وإياكِ) untuk perempuan. Artinya: Dan semoga Allah membalasmu dengan kebaikan juga.
    – Wa iyyakum (وإياكم) jika ditujukan kepada banyak orang. Artinya: Dan semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan juga.
    – Ameen wa iyyak. Artinya: Aamiin, dan kepadamu juga.

    Itulah arti jazakallah khairan yang merupakan ucapan terima kasih dalam bahasa Arab. Sebagai umat Muslim, membiasakan diri dengan ungkapan yang mengandung doa seperti ini dapat menjadi salah satu cara untuk mempererat hubungan dan menunjukkan kepedulian terhadap sesama.

    (eny/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Tak Ada yang Tahu Siapa Pendirinya



    Lombok Timur

    Ada sebuah masjid tua di Lombok Timur yang punya misteri. Tidak ada orang yang tahu siapa pendiri masjid tersebut. Kok bisa?

    Masjid Songak merupakan situs budaya di Desa Songak, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Warga menyebutkan sebagai masjid bengan (tua).

    Sebutan itu bukan tanpa alasan. Sebab, Masjid Tua Songak telah berdiri sejak lama. Bahkan, masjid itu telah ada sebelum masyarakat di Desa Songak bermukim.


    Walhasil, tidak satu pun masyarakat desa setempat yang mengetahui waktu pendirian masjid tersebut.

    “Pada dasarnya semua orang di Desa Songak ini tidak tahu persis kapan didirikan masjid ini,” ungkap Murdiyah, salah satu tokoh lembaga adat di Desa Songak, ketika ditemui di pelataran Masjid Tua Songak, Minggu (23/3/2023).

    Sampai saat ini, belum ada bukti maupun catatan sejarah mengenai waktu dan tokoh yang mendirikan Masjid Tua Songak. Maka dari itu, waktu pendirian dan sosok yang membangun masjid itu belum terungkap.

    Saat ditemukan, di dalam masjid hanya terdapat beberapa benda, seperti tombak dan juga gulungan berisi teks khotbah. Berbagai benda yang dianggap bersejarah itu hingga kini masih disimpan di Masjid Tua Songak.

    Namun, menurut Murdiyah, beberapa sumber dari hasil penelitian para akademisi mengungkapkan keberadaan masjid tersebut telah ditemukan 30 tahun sebelum Gunung Samalas meletus. Menurut catatan sejarah, Gunung Samalas meletus pada tahun 1.258 Masehi.

    Murdiyah juga menuturkan asal muasal keberadaan Desa Songak. Salah satu desa di Pulau Lombok ini pertama kali ditempati seorang tokoh bernama Guru Kodan yang berasal dari Jurang Koak.

    “Konon Guru Kodan ini asalnya dari Desa Leaq atau dikenal dengan Desa Pamatan, beliau dan pengikutnya awalnya dahulu mengungsi ke Jurang Koak karena letusan Gunung Samalas,” tutur Murdiyah.

    Guru Kodan dan pengikutnya mendatangi Desa Songak dan menemukan Masjid Kuno Songak. Sejak saat itulah Guru Kodan dan pengikutnya menetap di desa tersebut.

    Masjid Sudah Direnov Berulang Kali

    Masjid Tua Songak sudah dilakukan beberapa kali direnovasi. Tujuannya supaya bisa dimanfaatkan untuk beribadah oleh masyarakat desa setempat.

    Pantauan detikBali, beberapa struktur bangunan sudah dilakukan perbaikan, seperti lantai masjid yang dipasangi keramik dan bagian atap dari ilalang sudah dilakukan peremajaan. Bangunan masjid juga mengalami perluasan di area teras agar bisa menampung jemaah lebih banyak.

    “Ada sebuah kaidah Nahdlatul Ulama yang mengatakan peliharalah apa adanya dan manfaatkanlah sebagaimana fungsinya, jadi ini yang kami pegang selama ini,” terang Murdiyah.

    Situs Budaya Masjid Tua Songak di Desa Songak, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, NTB, tampak dari halaman depan, Minggu (23/3/2025). (Sanusi Ardi W/detikBali)Situs Budaya Masjid Tua Songak di Desa Songak, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, NTB (Sanusi Ardi W/detikBali)

    Berdasarkan kaidah itu, tutur Murdiyah, masyarakat Desa Songak melakukan pemeliharaan bangunan masjid dan menggunakan sebagaimana fungsinya, yakni sebagai fasilitas untuk beribadah. “Jadi ini tujuan kami merehabnya supaya bisa digunakan untuk beribadah,” ungkapnya.

    Meski berulang kali direhabilitasi, beberapa keaslian bentuk bangunan masih dipertahankan. Salah satunya empat tiang yang menjadi penyangga di dalam areal masjid. Luas masjid juga masih dipertahankan sampai sekarang, yakni 9×9 meter persegi.

    “Itu kami tidak boleh ubah. Sampai sekarang ukurannya tetap sama, yaitu 9×9 meter. Kalau di bagian atap itu sudah diperbaiki 15 tahun sekali. Begitu juga dengan lantainya, kami pasang keramik supaya masyarakat nyaman beribadah,” ungkap Murdiyah.

    3 Ritual Adat di Masjid Tua Songak

    Terdapat tiga ritual khusus di Masjid Tua Songak, yaitu Ritual Bubur Beaq yang dilaksanakan pada Muharram, Bubur Puteq pada Safar, dan Maulid Adat pada Rabiul Awal. Bubur Puteq dilaksanakan seperti ritual batiniah, yaitu zikir dan doa.

    Sementara Bubur Beaq adalah ritual khusus bagi orang-orang yang lahir pada Safar. “Mereka ke sini biasanya mengambil air untuk diminum setelah zikir dan doa supaya sifat-sifat buruk pada dirinya bisa hilang,” jelas Murdiyah.

    Kemudian, Mulud Adat dilakukan pada 12 Rabiul Awal, tepat saat kelahiran Rasulullah SAW. Sesuai keyakinan masyarakat setempat, orang-orang beramai-ramai untuk membuat Minyak Songak, obat yang terkenal manjur di Lombok.

    Proses pembuatannya dilakukan secara tradisional dan dikerjakan selama satu malam suntuk sebelum matahari terbit.

    “Setelah Minyak Songak ini selesai dibuat oleh masyarakat di tempatnya masing-masing, barulah keesokan harinya mereka membawanya ke masjid untuk dibacakan doa dan zikir oleh para tokoh adat dan tokoh agama,” tutur Murdiyah.

    Tak hanya minyak, masyarakat Desa Songak yang memiliki senjata pusaka juga dibawa ke masjid untuk dimandikan air kembang atau yang disebut ‘wukuf’.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikBali.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kisah Orang yang Terakhir Keluar dari Neraka Lalu Masuk Surga



    Jakarta

    Rasulullah SAW pernah menceritakan sebuah kisah yang sampai membuat beliau tertawa hingga tampak gigi gerahamnya. Kisah ini tentang orang terakhir yang keluar dari neraka dan terakhir masuk surga.

    Diceritakan dalam kitab An-Nihayah karya Ibnu Katsir dari riwayat Imam Muslim, pada hari kiamat, didatangkan seorang laki-laki lalu ditanya seluruh perbuatannya semasa di dunia. Laki-laki itu hanya bisa mengiyakan, tanpa memungkirinya, sementara dia sangat takut dosa-dosa besarnya akan diperlihatkan kepadanya.

    Namun, ternyata setiap keburukannya telah diganti dengan satu kebaikan. Laki-laki itu lalu berkata, “Ya Tuhanku, aku dulu telah melakukan beberapa hal, tapi tidak aku lihat di sini.”


    Abu Dzar yang meriwayatkan hadits tersebut mengatakan melihat Rasulullah SAW tertawa sampai kelihatan gigi gerahamnya saat menceritakan kisah laki-laki itu.

    Kisah ini turut diceritakan dalam riwayat Ath-Tabarani dari Abu Umamah. Dikatakan, seorang laki-laki menggelepar-gelepar di atas Shirath seperti anak yang dipukuli bapaknya. Dia ingin lari tetapi amalnya membuatnya tak bisa berkutik. Dia lantas memohon, “Ya Tuhanku, sampaikan hamba ke surga, dan selamatkan hamba dari neraka.”

    Allah SWT mengilhamkan kepadanya, “Hai hamba-Ku, jika Aku menyelamatkanmu dari neraka dan memasukanmu ke surga, apakah kamu akan mengaku di hadapan-Ku akan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahanmu?”

    Orang itu mengatakan akan mengakui dosa-dosa dan kesalahannya jika diselamatkan dari neraka. Dia kemudian bisa melintasi Shirath, tapi dalam hatinya berkata, “Kalau aku mengaku kepada-Nya akan dosa-dosaku dan kesalahan-kesalahanku, niscaya Dia mengembalikan aku ke neraka.”

    Ketika Allah SWT memintanya mengakui dosa-dosanya, orang itu malah membantah dengan mengatakan masih punya jasa-jasa besar. Singkat cerita, Allah SWT kemudian memperlihatkan saksi-saksi atas apa yang diperbuatnya selama di dunia. Kulit pun berbicara.

    Allah SWT mengilhamkan kepadanya, “Hai hamba-Ku, Aku lebih tahu mengenai itu daripada kamu. Akulah di hadapan-Ku dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan, niscaya Aku ampuni kamu atas semua itu, dan Aku masukkan kamu ke surga.”

    Orang itu pun mengakui dosa-dosanya dan Allah SWT memasukannya ke surga.

    Kata Abu Umamah, Rasulullah SAW tertawa sampai kelihatan gigi gerahamnya seraya bersabda, “Orang ini adalah penghuni surga yang paling rendah derajatnya. Maka, apalagi orang lebih tinggi derajatnya.”

    Imam Ahmad dalam Musnad-nya juga meriwayatkan kisah orang yang dikeluarkan dari neraka. Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda,

    يَخْرُجُ أَرْبَعَةٌ مِنَ النَّارِ قَالَ أَبُو عِمْرَانَ أَرْبَعَةٌ قَالَ ثَابِتٌ رَجُلان فَيُعْرَضُونَ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ثُمَّ يُؤْمَرُ بِهِمَا إِلَى النَّارِ قَالَ فَيَلْتَفِتُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ أَي رَبِّ قَدْ كُنْتُ أَرْجُو إِذَا أَخْرَجْتَنِي مِنْهَا أَنْ لَا تُعِيدَنِي فِيهَا فَيُنْحِيهِ اللَّهُ مِنْهَا.

    Artinya: “Ada empat orang dikeluarkan dari neraka -Abu Imran mengatakan empat orang, sedang Tsabit mengatakan dua orang-lalu dihadapkan kepada Allah, kemudian keempat orang itu -atau kedua orang itu- disuruh dikembalikan ke neraka. Maka salah seorang dari mereka menoleh seraya berkata, “Ya Tuhan-ku, sungguh, tadinya aku berharap, apabila Engkau telah mengeluarkan aku dari neraka, bahwa Engkau tidak akan mengembalikan aku lagi ke sana.” Maka Allah pun melepaskan dari neraka. “

    Wallahu a’lam.

    (kri/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Waktu Sekarang Terasa Lebih Cepat? Begini Menurut Islam


    Jakarta

    Apakah detikers merasa waktu sekarang berjalan lebih cepat? Hari-hari berlalu, bulan berganti, dan tak lama lagi 2025 akan berakhir. Ternyata, fenomena ini telah disebutkan dalam hadits.

    Fenomena waktu terasa cepat belakangan ini terjadi seiring bertambahnya usia. Adapun, menurut Islam, fenomena ini tertulis dalam hadits-hadits akhir zaman.


    Hari Terasa Cepat Tanda Kiamat

    Ulama hadits dan tafsir, Imam Ibnu Katsir, dalam kitab An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim memaparkan sebuah hadits yang menyebut waktu terasa cepat termasuk tanda kiamat. Hal ini terjadi lantaran dicabutnya keberkahan waktu.

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sampai waktu saling berdekatan; satu tahun laksana sebulan, satu bulan bagaikan satu Jumat, satu Jumat seperti satu hari, satu hari laksana satu jam, dan satu jam bagaikan terbakarnya sapu lidi.” (HR Ahmad. Menurut Suhail isnad hadits ini sesuai syarat Muslim)

    Hadits serupa terdapat dalam Kasyf al-Minan fi ‘Alamat as-Sa’ah wa al-Malahim wa al-Fitan karya Mahmud Rajab Hamady terjemahan Ibnu Tirmidzi. Dikatakan, di antara tanda kiamat adalah waktu yang kurang berkah, menurunnya kuantitas kebaikan, dan marak terjadi pembunuhan.

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

    إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ وَيَنْقُصَ الْعَمَلُ تَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيُلْقَى الشُّحُ وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ

    Artinya: “Di antara tanda hari kiamat: waktu berjalan terasa cepat, ilmu berkurang, bencana merajalela, kebakhilan banyak terjadi, dan banyak terjadi pembunuhan.” (HR Bukhari)

    Maksud hadits tersebut, kata Mahmud Rajab Hamady, adalah waktu yang terasa singkat: detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, siang, dan malam. Hadits tersebut juga bisa bermakna cepatnya kejahatan, kerusakan, dan sedikit orang yang menyebarkan agama sehingga tidak ada lagi orang yang beramar ma’ruf nahi munkar.

    “Dengan kata lain ialah dicabutnya berkah dari segala sesuatu,” jelas Mahmud Rajab Hamady, penulis buku Tanda-Tanda Kiamat.

    Waktu yang terasa cepat menjadi salah satu tanda kiamat juga disebut dalam riwayat At-Tirmidzi, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi hingga waktu terasa berjalan cepat; setahun seperti sebulan, sebulan seperti sepekan, sepekan seperti sehari, dan sehari seperti sesaat, seperti cepatnya pelepah kurma yang kering terbakar.’

    Ahli hadits dari mazhab Syafi’i, Ibnu Hajar, mengatakan waktu yang demikian telah terjadi pada masanya, hari-hari berlalu, belum pernah dirasakan sebelumnya.

    “Kandungan hadits ini telah terjadi pada masa kami di mana kami merasakan cepatnya hari-hari berlalu yang tidak kami rasakan pada masa sebelum ini. Bisa juga maksud hadits di atas adalah dicabutnya berkah dari segala sesuatu dari waktu seseorang,” kata dia.

    Sementara itu, Imam an-Nawawi mengatakan, “Yang dimaksud dengan dicabutnya keberkahan waktu ialah, seumpama untuk satu pekerjaan yang sama dulu dapat selesai dalam waktu satu jam, sekarang diselesaikan dalam waktu sehari.”

    Wallahu a’lam.

    (kri/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Panas Dunia Karena Hembusan Neraka? Begini Penjelasan Ulama



    Jakarta

    Ketika suhu udara terasa sangat menyengat, banyak orang bertanya: “Apakah panas dunia ini disebabkan oleh hembusan neraka?”

    Pertanyaan tersebut bukan tanpa dasar. Dalam beberapa hadits, Rasulullah SAW pernah menyebutkan bahwa panas yang dirasakan di dunia merupakan bagian dari hembusan api neraka Jahannam.


    Dikutip dari buku Dahsyatnya Neraka: Pedihnya Azab Neraka dan Keadaan Calon Penghuninya karya Syaiful Bachir Az-Zidani, hadits yang menjadi dasar keyakinan ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim. Rasulullah SAW bersabda,

    “Neraka mengadu kepada Allah SWT, ia berkata: ‘Wahai Tuhanku, sebagian diriku memakan sebagian yang lain.’ Maka Allah mengizinkannya untuk bernafas dua kali, yaitu sekali di musim dingin dan sekali di musim panas. Maka itulah sebabnya kamu merasakan hawa yang paling dingin dan hawa yang paling panas.” (HR. Al-Bukhari, Muslim)

    Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda,

    “Panasnya api kalian (Bani Adam) yang digunakan di dunia untuk membakar merupakan sebagian dari tujuh puluh bagia panasnya api neraka Jahanam.” Para sahabat bertanya, ‘Demi Allah, apakah itu cukup wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Belum, sesungguhnya panasnya sebagian yang satu melebihi sebagian yang lainnya sebanyak enam puluh sembilan kali lipat.” (HR Bukhari dan Muslim).

    Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan, “Hadis ini menunjukkan bahwa panas yang sangat di dunia ini dan dingin yang sangat juga, keduanya berasal dari hembusan neraka. Hal itu merupakan sesuatu yang Allah jadikan sebagai sebab dan hikmah atas izin-Nya.”

    Artinya, Allah SWT menciptakan sebab tertentu di dunia yang membuat sebagian hawa panas dan dingin ekstrem menjadi pengingat bagi manusia tentang siksa neraka.

    Ka’ab al-Akhbar, “Demi Dzat yang jiwa Ka’ab ada di tangan-Nya, seandainya neraka Jahannam dibuka seukuran hidung lembu di bumi sebelah timur, dan ada seseorang di belahan bumi bagian barat pasti otaknya akan meleleh karena tidak mampu menahan panas yang amat dahsyat. Wahai manusia apakah kalian merasa tentram dengan ini? Ataukah kalian mampu bersabar terhadapnya? Wahai, Anak Adam, berbuat taat kepada Allah SWT lebih ringan bagi kalian, daripada menanggung siksa ini, maka taatlah kalian semua kepada-Nya.”

    Pandangan Ulama tentang Panas Dunia Hembusan Neraka

    1. Imam Qurthubi

    Imam Qurthubi berkata, “Adapun sumber panas yang kita ketahui di dunia sekarang ini adalah matahari dan api. Akan tetapi, itu hanya merupakan bayangan dari api neraka yang sesungguhnya. Seandainya, seseorang berada di tempat atau berada dekat jaraknya dengan matahari terbit, maka akan terasa amat panas yang dapat melelehkan kepala bagi orang tersebut. Namun, itu hanya sebutir kecil atau dibukakan salah satu pintu neraka itu.”

    Dalam Tafsir Al-Qurthubi disebutkan:

    “Allah menjadikan panas dunia sebagai peringatan kecil dari panasnya neraka. Sehingga ketika manusia merasakan panas, mereka teringat betapa lebih dahsyat panas di akhirat.”

    2. Ibnu Hajar Al-‘Asqalani

    Dalam Fathul Bari, beliau berkata, “Nafas neraka yang dimaksud adalah sesuatu yang Allah jadikan sebagai sebab munculnya panas dan dingin yang ekstrem di dunia. Tidak harus dipahami bahwa neraka benar-benar menghembuskan ke bumi.”

    3. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

    Ulama kontemporer ini menjelaskan, “Hadis tersebut menunjukkan bahwa hawa panas dan dingin yang sangat di dunia adalah pengaruh dari izin Allah kepada neraka untuk ‘bernafas’. Namun ini tidak berarti secara fisik neraka meniupkan udara ke dunia, melainkan sebagai sebab dan peringatan dari Allah.” (Syarah Riyadhus Shalihin, Jilid 3, hal. 354)

    Dalil Al-Qur’an tentang Hubungan Dunia dan Neraka

    Al-Qur’an tidak menyebut secara eksplisit bahwa panas di bumi berasal dari neraka. Namun, beberapa ayat menegaskan bahwa semua fenomena alam, termasuk panas, hujan, dan dingin adalah ciptaan dan kendali Allah SWT.

    Dalam surah An-Nahl ayat 81, Allah SWT berfirman,

    وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّمَّا خَلَقَ ظِلَالًا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ الْجِبَالِ أَكْنَانًا وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيلَ تَقِيكُمُ الْحَرَّ وَسَرَابِيلَ تَقِيكُم بَأْسَكُمْ

    Artinya: “Dan Allah menjadikan bagi kamu tempat berteduh dari apa yang Dia ciptakan, dan Dia menjadikan bagimu tempat berlindung di gunung-gunung, dan menjadikan pakaian untuk melindungi kamu dari panas dan pakaian (baju besi) untuk melindungimu dari peperangan.”

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Islam Larang Semir Rambut Warna Hitam, Begini Jika Telanjur


    Jakarta

    Menyemir rambut diperbolehkan dalam Islam asal tidak berwarna hitam. Sebab, Rasulullah SAW melarang warna tersebut.

    Larangan menyemir rambut dengan warna hitam berlaku bagi laki-laki dan perempuan, baik untuk rambut jenggot maupun kepala. Dalam sebuah hadits yang terdapat dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi dikatakan,

    عَنْ جَابِرٍ قَالَ : أُتِيَ بِأَبِي قُحَافَةَ وَالِدِ أَبِي بَكْرِ الصِّدِّيقِ مَا ، يَومَ فَتْحِ مَكَّةَ وَرَأْسُهُ وَلِحْيَتُهُ كَالثَّغَامَةِ بَيَاضًا . فَقَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ ﷺ : غَيِّرُوا هَذَا وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ . رواه مسلم


    Artinya: “Dari Jabir RA, dia berkata: Pada hari penaklukkan Kota Makkah Abu Quhafah dibawa ke hadapan Rasulullah SAW dengan rambut dan jenggotnya yang memutih seperti pohon tsaghamah (pohon yang daun dan buahnya putih). Maka Rasulullah SAW bersabda, “Rubahlah (warna celupan ini) dan jauhilah warna hitam.” (HR Muslim)

    Dalam riwayat lain dikatakan,

    اذْهَبُوا بِهِ إِلَى بَعْضٍ نِسَائِهِ فَلْتُغَيِّرْهُ وَجَنِّبُوهُ السَّوَادَ

    Artinya: “Ajaklah dia kepada istri-istrinya agar mereka mengubah warna rambutnya tetapi jauhilah warna hitam.” (HR Muslim)

    Menurut penjelasan dalam Ensiklopedia Fikih Indonesia susunan Ahmad Sarwat, ulama Hanabilah, Malikiyah, dan Hanafiyah mengatakan mengecat rambut dengan warna hitam dimakruhkan kecuali bagi orang yang akan berperang karena ada ijma mengenai kebolehannya. Sementara ulama dari mazhab asy-Syafi’iyah menyatakannya haram kecuali bagi yang akan berperang.

    Pendapat tersebut bersandar pada sabda Rasulullah SAW, “Akan ada pada akhir zaman orang-orang yang akan mengecat rambut merek dengan warna hitam, mereka tidak akan mencium bau surga.” (HR Abu Daud, An-Nasa’i, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim)

    Warna yang Dianjurkan untuk Menyemir Rambut

    Menyemir rambut, termasuk untuk menutupi uban, boleh pakai warna selain hitam. Dianjurkan dengan warna kuning atau merah, sebagaimana penjelasan Imam an-Nawawi dalam Syarah Riyadhus Shalihin.

    “Dianjurkan menyemir uban dengan pacar dan selainnya, baik uban pada jenggot atau selainnya,” jelas Imam an-Nawawi seperti diterjemahkan Misbah.

    Adapun, bahan yang baik untuk menyemir rambut yang beruban adalah inai dan katam, sebagaimana diriwayatkan Abu Dzar RA, dari Rasulullah SAW,

    إِنَّ أَحْسَنَ مَا غَيَّرْتُمْ بِهِ الشَّيْبُ الْحِنَّاءُ وَالْكَتَمُ.

    Artinya: “Sungguh, sesuatu yang paling baik untuk mengubah warna uban adalah inai dan katam.” (HR Tirmidzi, Nasa`i, dan Ibnu Majah)

    Bagaimana Jika Telanjur Menyemir Hitam?

    Menurut Pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, apabila sudah telanjur menyemir rambut dengan warna hitam, cukup biarkan sampai warna rambut kembali seperti semula, dan bertobat tidak mengulanginya.

    “Kalau sudah terlanjur ya biarkan saja sampai rambut kan berganti nanti. Taubat itu sudah selesai ‘insyaallah saya tidak akan melakukan lagi’. Selesai, bertobat, dan berakhir, akan berganti dengan rambut yang asli,” kata Buya Yahya saat menjawab pertanyaan yang diunggah di YouTube Al-Bahjah TV. detikcom telah mendapat izin untuk mengutip tayangan dalam channel tersebut.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Ucapan Islami untuk Pernikahan, Cocok Dikirim Lewat Chat atau Kartu Ucapan


    Jakarta

    Pernikahan menjadi sesuatu yang sakral sekaligus jalan mewujudkan tujuan inisiasi dari syariat Islam untuk menjaga nasab. Anjuran menikah tercantum dalam hadits Rasulullah SAW yang berasal dari Abdullah bin Mas’ud RA.

    “Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang sudah mampu menanggung nafkah, hendaknya dia menikah. Karena menikah lebih mampu menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Sementara siapa saja yang tidak mampu, maka hendaknya ia berpuasa. Karena puasa bisa menjadi tameng syahwat baginya.” (HR Bukhari & Muslim)


    Dinukil dari buku Fiqh Keluarga Terlengkap oleh Rizem Aizid, pernikahan menjadi ibadah yang mulia. Banyak dalil yang membahas tentang pernikahan dalam Al-Qur’an, salah satunya pada surah An Nur ayat 32.

    وَأَنكِحُوا۟ ٱلْأَيَٰمَىٰ مِنكُمْ وَٱلصَّٰلِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا۟ فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

    Artinya: “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui,”

    Ketika ada yang menikah, muslim bisa menyampaikan doa dan dukungan lewat ucapan islami. Berikut beberapa ucapan selamat menikah islami yang indah dan penuh makna yang bisa dikirim lewat chat atau kartu ucapan.

    50 Ucapan Islami untuk Pernikahan Muslim

    1. Selamat menempuh hidup baru. Barakallahu laka wa baraka ‘alaika
    2. Selamat menikah! Semoga Allah menyempurnakan kebahagiaan kalian dengan keberkahan-Nya
    3. Doaku menyertai kalian. Semoga Allah memberikan keturunan yang sholeh dan sholehah
    4. Selamat menikah, sahabat tercinta. Doaku menyertai agar Allah memberkahi setiap langkah kalian bersama
    5. Semoga Allah SWT mengaruniakan keturunan yang sholeh dan sholehah, serta berkah dalam segala aspek kehidupan kalian
    6. Selamat menempuh bahtera rumah tangga. Semoga angin keberkahan selalu mengiringi perjalanan kalian
    7. Barakallahu laka wa baraka ‘alaika. Semoga Allah senantiasa melimpahkan kebahagiaan dan keberkahan dalam rumah tanggamu
    8. Barakallahu lakum! Semoga cinta dan kasih sayang selalu menyertai pernikahan kalian
    9. Sahabatku, selamat menempuh hidup baru. Semoga Allah menjadikan rumah tanggamu sakinah, mawaddah, wa rahmah
    10. Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fi khair. Semoga Allah memberkahimu dan memberkahi pernikahanmu serta mengumpulkan kalian dalam kebaikan
    11. Barakallah, sahabatku. Semoga pernikahan ini membawa banyak keberkahan dan kebahagiaan
    12. Selamat menempuh hidup baru! Semoga Allah selalu menyatukan hati kalian dalam iman dan takwa
    13. Selamat menikah! Semoga Allah menyempurnakan kebahagiaan kalian dengan keberkahan-Nya
    14. Selamat menempuh hidup baru. Semoga Allah SWT memberkahi kalian dalam suka maupun duka.
    15. Semoga pernikahan ini menjadi awal kebahagiaan dunia akhirat dan senantiasa diberkahi oleh Allah
    16. Selamat menikah! Semoga cinta ini menjadi berkah di dunia dan akhirat.
    17. Teman, doa terbaik untukmu. Semoga cinta kalian selalu tumbuh dan diridhai Allah SWT
    18. Selamat menempuh hidup baru! Semoga menjadi pasangan yang saling melengkapi dalam kebaikan
    19. Semoga Allah memberikan keturunan yang sholeh dan sholehah, serta memudahkan segala urusan kalian
    20. Semoga rumah tangga kalian selalu diliputi keberkahan dan kebahagiaan. Selamat menikah!
    21. Setiap doa kalian kini akan berpadu. Semoga Allah SWT selalu menjaga cinta kalian hingga surga
    22. Selamat menikah, sahabat! Doaku untuk kebahagiaan dan cinta yang abadi dalam pernikahan kalian
    23. Barakallahu lakum, sahabatku. Semoga Allah memberkahi perjalanan hidup kalian berdua
    24. Sahabat, semoga pernikahan ini menjadi permulaan yang indah dan berkah dalam hidup kalian
    25. Selamat menikah, sahabatku! Semoga Allah SWT selalu menjaga dan mempersatukan hati kalian dalam kebahagiaan
    26. Selamat menempuh hidup baru! Semoga Allah SWT menjadikan kalian pasangan yang saling melengkapi
    27. Semoga cinta kalian selalu tumbuh dalam iman dan takwa. Selamat menikah, sahabatku!
    28. Sahabat, selamat memulai kehidupan baru! Semoga pernikahan ini menjadi ibadah terindah bagi kalian
    29. Selamat menikah! Semoga Allah menjadikan kalian pasangan yang selalu saling menguatkan dalam kebaikan.
    30. Selamat menikah! Semoga Allah mengaruniakan keturunan yang sholeh dan sholehah serta keluarga yang bahagia
    31. Pernikahan adalah penyatuan dua hati dalam janji suci. Semoga Allah selalu menjaga kesetiaan dan cinta kalian berdua
    32. Seperti hujan yang membawa berkah, semoga pernikahan ini membawa kebahagiaan yang tiada akhir
    33. Seiring dengan janji yang terucap, semoga setiap langkah dalam pernikahan kalian diridhai Allah SWT
    34. Cinta sejati adalah cinta yang mendekatkan kepada Allah. Selamat menikah, semoga keberkahan selalu menyertai
    35. Bunga cinta kalian telah mekar dalam ikatan halal. Semoga mewangi sepanjang hidup dengan keberkahan-Nya
    36. Pernikahan adalah awal dari kisah indah menuju surga. Semoga Allah selalu melimpahkan kebahagiaan untuk kalian
    37. Bersama dalam doa, menyatukan hati dalam ketaatan. Semoga Allah menjaga kalian hingga akhir hayat
    38. Selamat atas pernikahannya! Semoga Allah selalu menyertai kalian dalam membangun keluarga yang diridhai-Nya
    39. Kalian bersatu dalam cinta karena Allah, semoga selalu tumbuh dalam ketaatan dan kebahagiaan
    40. Pernikahan ini adalah janji suci. Semoga Allah selalu memberkahi dan melindungi cinta kalian
    41. Selamat menikah! Semoga Allah senantiasa melimpahkan kebahagiaan dan keberkahan di keluarga baru kalian
    42. Semoga menjadi pasangan yang saling melengkapi dalam kebaikan. Selamat menempuh hidup baru!
    43. Selamat menempuh kehidupan baru! Semoga Allah SWT menjadikan keluarga ini sakinah, mawaddah, wa rahmah
    44. Semoga rumah tangga ini selalu dipenuhi ketenangan dan keberkahan. Selamat menikah!
    45. Selamat menikah, saudaraku. Semoga cinta ini membawa berkah dan ridha-Nya
    46. Selamat menikah! Semoga Allah menyatukan hati kalian dalam cinta yang diridhai-Nya
    47. Keluarga baru, kehidupan baru, semoga penuh dengan berkah, kebahagiaan, dan keberlimpahan rezeki
    48. Selamat menempuh hidup baru! Semoga Allah menjadikan kalian pasangan yang selalu bersama dalam kebaikan dan ketakwaan
    49. Barakallahu lakuma, semoga Allah selalu melindungi pernikahan ini dan memberikan keberkahan hingga akhir hayat
    50. Selamat menikah! Semoga Allah memberikan kalian kebahagiaan di dunia dan akhirat.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com