Tag: rasulullah

  • Cara Ruqyah Rumah Agar Tidak Diganggu Jin dan Sihir


    Jakarta

    Ruqyah rumah dilakukan untuk mencegah atau menghilangkan gangguan jin maupun kekuatan sihir dari rumah kita. Rumah yang diganggu jin akan membuat penghuninya merasa tidak nyaman, bahkan mungkin sering mengalami hal-hal buruk.

    Ruqyah rumah bisa dilakukan sesuai dengan tuntunan Islam. Simak cara ruqyah rumah dengan Islami berikut ini, sesuai dengan penjelasan Ustadz Muhammad Zunaidi dalam program Khazanah dilihat dari channel YouTube KHAZANAH TRANS7 OFFICIAL.

    Kapan Dilakukan Ruqyah Rumah?

    Ustadz Muhammad Zunaidi menjelaskan ruqyah rumah harus dilakukan ketika diduga ada jin yang mengganggu di rumah kita. Jin menyebabkan ketidaknyamanan pada penghuninya.


    “Ada orang yang ketika di rumah itu mencekam, sering bertengkar dengan pasangannya, anak-anak ribut semua, nangis, pokoknya nggak ada kenyamanan. Tapi begitu keluar dari rumah rasanya nyaman, tenang, senang. Jadi ada gangguan yang letaknya tidak di tubuh orang, tetapi di rumah tersebut,” kata Ustadz Zunaidi.

    Ruqyah rumah juga bisa dilakukan ketika Anda sering melihat penampakan di sudut rumah, di ruang tertentu, atau di kamar-kamar tertentu. Selain itu, ruqyah dilakukan ketika diduga ada sihir yang ditempatkan di bagian rumah Anda. Sihir ini bisa membuat tubuh lemah, bahkan tak sadarkan diri.

    Namun ketika rumah Anda dirasa nyaman dan tidak ada masalah, Ustadz Zunaidi menyebut tidak perlu melakukan ruqyah rumah. Cukup dengan melakukan ibadah secara rutin.

    Cara Ruqyah Rumah

    Lantas bagaimana cara ruqyah rumah sesuai tuntunan Islam agar tidak diganggu jin dan sihir? Ada tiga cara yang bisa dilakukan.

    1. Membaca Al-Baqarah

    Cara pertama adalah dengan membacakan Al-Qur’an, khususnya surat Al-Baqarah secara lengkap di dalam rumah. Hal ini sesuai tuntunan Rasulullah untuk membacakan surat ini agar jin dan setan pergi dari rumah.

    Rasulullah bersabda: Jangan jadikan rumahmu kuburan. Sesungguhnya rumah yang (selalu) dibacakan di dalamnya Surah Al-Baqarah tidak akan dimasuki setan. (HR Muslim)

    “Dalam riwayat lain, jika kita bacakan Al-Baqarah, maka dalam tiga malam ke depan setan tidak akan sanggup tinggal di situ lagi. Kalau dibacakan siang hari, maka selama siang tiga hari ke depan setan tidak akan sanggup tinggal di situ. Jadi kita bacakan Al-Baqarah, tiga hari lagi dibacakan lagi,” kata Ustadz Zunaidi.

    2. Menyemprot Air

    Cara kedua adalah dengan menyemprotkan air yang sudah dibacakan ayat Al-Qur’an. Siapkan terlebih dahulu semprotan dan air. Detikers bisa menggunakan botol semprotan bekas hand sanitizer, pewangi baju, atau minyak wangi.

    Air bisa disemprotkan ke seluruh rumah atau bagian rumah tertentu yang dirasa tidak nyaman. Cara ruqyah rumah dengan cara ini adalah sebagai berikut:

    • Masukkan air dalam semprotan
    • Bacakan surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas
    • Setiap selesai satu bacaan surat, tiupkan pada air di dalam botol
    • Setelah selesai semua bacaan, semprotkan ke sekeliling rumah sambil membaca taawudz
    • Semprotkan ke sudut-sudut rumah, dari atas ke bawah.

    3. Menghilangkan Sumber Sihir

    Ruqyah rumah dilakukan dengan cara khusus jika terjadi akibat sihir. Sumber sihir harus dihilangkan agar rumah menjadi nyaman kembali.

    “Misalnya ada orang yang nggak suka, maka akan mengirimkan sihir. Dia akan letakkan buhul. Buhul itu ikatan yang di dalamnya terdapat program sihir. Biasanya diletakkan di satu bagian rumah kita. Ketika benda itu masih ada kekuatannya, masih ada energinya, tidak akan hilang walaupun sudah kita lakukan ibadah dan sebagainya. Kecuali pusat gangguan itu kita hilangkan,” kata Ustadz Zunaidi.

    Cara mendeteksi sumber sihir dan menghilangkannya adalah sebagai berikut:

    • Berwudhu
    • Keliling rumah pelan-pelan
    • Jika kita berdekatan dengan sumber sihir maka tiba-tiba akan terasa lemah, lemas, atau tidak sadarkan diri seperti kerasukan. Jika merasakan hal itu, maka letak buhul ada di situ
    • Bacakan Al-Baqarah di titik tersebut, atau bacakan ayat-ayat ruqyah di air kemudian semprotkan ke seluruh tempat di ruangan itu untuk menghilangkan sumber sihir.

    Efek Ruqyah Rumah

    Ada beberapa kemungkinan yang terjadi setelah dilakukan ruqyah rumah. Jika gangguannya ringan, rumah akan menjadi lebih nyaman. Tapi jika gangguannya berat, maka bisa muncul aroma bau gosong, hingga banyak binatang mati keesokan harinya, seperti kalajengking, kelabang, tikus, kecoak, dan cicak.

    Demikian tadi cara ruqyah rumah dengan Islami agar tidak diganggu jin. Jangan lupa untuk rajin beribadah di rumah agar jin tidak mau datang lagi. Wallahu a’lam.

    (row/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Agar Cepat Punya Rumah Menurut Ajaran Islam



    Jakarta

    Mempunyai rumah merupakan impian bagi banyak orang. Namun, harga rumah yang begitu mahal dan terus meningkat menjadikan cita-cita itu seakan terasa sulit dijangkau.

    Untuk mewujudkan impian tersebut, ada berbagai usaha yang bisa dilakukan. Mulai dari menabung buat biaya bangun rumah hingga menyicil beli rumah.

    Proses menabung, membangun, dan menyicil rumah bisa memakan waktu yang lama. Selain itu, kamu juga perlu banyak belajar dan memenuhi berbagai aspek hukum dan administrasi buat mempunyai rumah.


    Sembari menjalankan berbagai usaha untuk mempunyai rumah, kamu juga dapat memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebab, berdoa juga menjadi upaya agar memudahkan dan memberkahi proses membeli atau membangun rumah impian.

    Dalam ajaran Islam, berdoa kepada Allah SWT bisa menggunakan Bahasa Arab ataupun Bahasa Indonesia. Kamu bisa berdoa agar cepat memiliki rumah. Terdapat doa dalam Bahasa Arab yang bisa kamu lafalkan supaya segera punya rumah.

    Dilansir dari Laduni.id, doa ini diriwayatkan dari Habib Tohir Al-Kaff dalam sebuah mauidhoh. Doa ini disampaikan beliau dari Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid (Habib Sholeh Tanggul). Simak doanya berikuti ini.

    ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺭَﺏَّ ﺍﻟْﺒَﻴْﺖِ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺑِﺠَﺎﻩِ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺒَﻴْﺖِ ﺃَﻥْ ﺗُﻴَﺴِّﺮَ ﻟِﻲْ ﺧَﻴْﺮَ ﺑَﻴْﺖٍ ﺣَﺘَّﻰ ﻻَ ﻧَﻘُﻮْﻝَ ﻳَﺎ ﻟَﻴْﺖَ
    Allahhumma robbal baik Asaluka bijaahi ahlil bait An tuyassiro lii khoiro bait Hattaa laa Naquulu Yaa Laaiit

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Pemilik Baitullah. Aku memohon dengan wasilah Ahlil Bait Rasulullah agar Engkau mudahkan untukku sebaik-baiknya rumah sehingga kami tidak mengucap: Seandainya aku punya rumah.”

    Ucapkan doa ini setiap hari secara rutin dengan penuh pengharapan kepada Allah SWT agar mempercepat perjuangan kamu memiliki rumah. Selain berdoa, kamu juga perlu menunjang usahamu dengan melakukan amal kebaikan lainnya, misalkan bersedekah. Wallahu’alam.

    Itulah doa agar cepat mempunyai rumah menurut ajaran Islam. Dengan rutin berdoa sambil berusaha semaksimal mungkin, kamu insyaallah bisa mewujudkan impian memiliki rumah secepatnya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pagar Rumah Menurut Islam, Seberapa Tinggi yang Dianjurkan?



    Jakarta

    Pagar adalah struktur tegak yang dirancang sebagai pembatas atau pengaman yang biasanya ada di depan atau sekeliling rumah. Pagar sangat penting untuk meningkatkan keamanan rumah, baik penghuni maupun harta benda di dalamnya. Membangun pagar tidak bisa sembarangan dan Islam telah mengaturnya.

    Mengutip dari artikel ilmiah berjudul Islamic Values in The Design of Residential Internal Layout yang ditulis oleh Mohd Akil Muhamed Ali, Mohd Farhan Md Ariffin, Mohd Nazri Ahmad, dan Shafiza Safie, pagar rumah harus dibuat dari plester batu bata.

    Hal ini untuk memberikan privasi bagi penghuni rumah, terutama wanita. Biasanya wanita menjemur pakaian di halaman rumah, maka perlu privasi dengan membuat pagar yang aman dan tak terlihat.


    Selain itu, dalam artikel disebut bahwa tinggi pagar sebaiknya melebihi ketinggian mata. Tentu alasan yang sama, yaitu privasi. Dengan demikian, para wanita dapat dengan bebas mengerjakan pekerjaan rumah atau menjemur pakaian tanpa mengenakan jilbab.

    Namun, ketinggian pagar juga harus diperhatikan dan tidak boleh terlalu tinggi. Hal ini supaya hubungan dengan tetangga dapat terus terjalin. Mengutip dari artikel ilmiah berjudul ‘Of Fences and Neighbours: An Islamic Perspective on Interfaith Engagement For Peace’ oleh Ingrid Mattson, pagar rumah sebaiknya tidak boleh terlalu tinggi sampai menimbulkan bayangan sangat besar di halaman rumah tetangga.

    Bayangan tersebut dapat menghalangi cahaya matahari yang masuk ke kebun mereka. Hal ini merujuk pada hadits Rasulullah sebagai etika atau moral bagi umat muslim yang berbunyi la darara wa la dirar yanga artinya tidak diperbolehkan menyebabkan kerugian atau membalas kerugian.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Bertamu di Tiga Waktu Ini Menurut Islam



    Jakarta

    Bertamu artinya mengunjungi rumah orang lain. Biasanya, kita bertamu atau berkunjung dalam rangka mempererat tali silaturahmi kepada keluarga, kerabat, dan teman. Namun, ternyata dalam Islam ada waktu-waktu yang tidak diperbolehkan bagi seseorang untuk bertamu atau berkunjung ke rumah orang lain.

    Dirujuk pada artikel ilmiah berjudul “Privacy in Islam as a Guide to Housing Development” yang ditulis oleh Zahari Mahad Musa, Mohd Farid Ravi Abdullah, Abur Hamdi Usman, dan Azwar Iskandar, terdapat tiga waktu yang harus dihormati tamu kepada pemilik rumah, yaitu sebelum fajar (pagi hari), siang hari (biasanya waktu istirahat), dan setelah isya (waktu tidur).

    Ketiga waktu tersebut dimaksud semata-mata adalah upaya Islam melindungi privasi penghuni rumah. Alasan ini juga ada kaitannya dengan prinsip mengasingkan diri atau yang disebut uzlah. Arti kata uzlah adalah “meninggalkan” atau “mengasingkan diri”. Prinsip ini dilakukan para nabi dalam menghadapi masa-masa fitnah sebagai tempat berlindung dari saat-saat yang tidak menguntungkan.


    Hadis Nabi bersabda, “Tetaplah di rumahmu, kendalikan lidahmu, terimalah apa yang kamu setujui, tinggalkan apa yang tidak kamu setujui, perhatikanlah urusanmu, dan tinggalkanlah urusan orang banyak.” (HR. Abu Dawud, Kitab al-Malahim, Bab al-Amr wa al-Nahy, No. 4343).

    Selain itu, etika bertamu ke rumah orang lain adalah mengetuk pintu dan meminta izin. Berdasarkan pada jurnal yang berjudul “Etika Bertamu dan Menerima Tamu dalam Pesan Rasulullah: Studi Takhrij dan Syarah Hadis” dari Sulthon Al Hakim Noer Musthofa, Hidayatul Fikra, Dodo Widarda, dan Hasan Mudis, menyebutkan bahwa meminta salam dan meminta izin ini bertujuan untuk menjaga pandangan mata dari hal-hal yang tidak diinginkan serta menjaga perasaan tuan rumah dari rasa sungkan jika belum siap dikunjungi.

    Izin untuk masuk rumah diucapkan sebanyak tiga kali. Jika tuan rumah tidak mengizinkan, maka hendaknya tidak memaksakan. Namun, tuan rumah juga tidak dapat bebas mengusir, tetap harus menjaga perasaan orang yang bertamu. Sebab, Islam merupakan agama yang memandang bahwa setiap muslim hendaknya memuliakan tamu yang datang karena dapat tercermin tingginya akhlak seseorang.

    Hadis Rasulullah juga menjelaskan bahwa orang-orang yang beriman adalah mereka yang memuliakan tamu dan menjamunya siang malam. Jika tamu menginap lebih dari tiga hari maka sudah termasuk sedekah bagi si tuan rumah.

    “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya dan menjamunya siang dan malam, dan bertamu itu tiga hari, lebih dari itu adalah sedekah baginya, tidak halal bagi tamu tinggal (bermalam) hingga (ahli bait) mengeluarkannya.” (HR Imam Bukhari No. 5670).

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 50 Quotes Menyambut Ramadhan yang Menyejukkan Hati

    Jakarta

    Ramadhan tinggal menghitung hari. Mari sambut bulan suci tahun ini dengan ragam quotes Ramadhan yang bisa menjadi pengingat serta menyejukkan hati.

    Ramadhan selalu datang sebagai bulan penuh keberkahan yang dinanti-nantikan umat Muslim di seluruh dunia. Bulan suci ini bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, melainkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak ibadah, serta meningkatkan kesabaran dan keikhlasan.


    Saat menyambut Ramadhan, hati kita perlu dipersiapkan dengan penuh kegembiraan dan ketulusan agar setiap ibadah yang dilakukan memiliki makna lebih mendalam. Salah satu cara untuk memotivasi diri dalam menyambut Ramadhan dengan merenungkan kata-kata bijak dari para ulama, sahabat Rasulullah, hingga tokoh-tokoh Islam ternama.

    Quotes tentang Ramadhan tidak hanya mengingatkan kita akan makna puasa tapi juga memberikan inspirasi untuk menjalani bulan suci umat Islam dengan lebih baik. Quotes Ramadhan yang menyejukkan hati juga bisa menjadi penyemangat dalam memperbanyak amal kebaikan, baik dalam beribadah, bersedekah, maupun berbuat baik kepada sesama.

    Berikut ragam quotes menyambut Ramadhan yang penuh makna dan motivasi:

    Gambar Ucapan Marhaban Ya RamadhanGambar Ucapan Marhaban Ya Ramadhan Foto: Dok. iStock, Canva

    Quotes Ramadhan yang Bisa Jadi Motivasi

    1. “Ramadhan adalah bulan penuh cahaya, di mana setiap doa adalah harapan, dan setiap ibadah adalah kebahagiaan.”

    2. “Seperti bulan yang menerangi malam, Ramadhan hadir untuk menerangi hati yang rindu akan kedamaian.”

    3. “Puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga perjalanan menyucikan jiwa dan mendekatkan diri kepada-Nya.”

    4. “Ramadhan adalah saat terbaik untuk memperbaiki diri, memperbanyak syukur, dan memperkuat iman.”

    5. “Hati yang bersih dan sabar dalam Ramadhan akan memetik kebahagiaan yang hakiki.”

    6. “Ramadhan bukan sekadar ritual, tapi kesempatan untuk menjadi versi terbaik dari diri kita.”

    7. “Allah selalu bersama hamba-Nya yang bersungguh-sungguh mencari ridha-Nya, terlebih di bulan suci ini.”

    8. “Jika Ramadhan adalah taman, maka puasalah yang menyirami, ibadah adalah pupuknya, dan keikhlasan adalah sinar matahari yang membuatnya subur.”

    9. “Di bulan suci ini, biarkan doa menjadi penghubung antara kita dan Allah, serta kesabaran menjadi kunci menuju keberkahan.”

    10. “Ramadhan adalah undangan dari Allah untuk menyegarkan hati, membersihkan jiwa, dan meraih cinta-Nya.”

    11. “Hidup ini penuh ujian, tetapi Ramadhan mengajarkan bahwa kesabaran dan ketakwaan adalah jalan menuju kemenangan.”

    12. “Setiap hari di bulan Ramadhan adalah kesempatan baru untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki diri.”

    13. “Nikmatnya berbuka bukan hanya karena makanan, tetapi karena hati yang bersyukur dan penuh ketenangan.”

    14. “Ramadhan mengajarkan kita bahwa kebahagiaan sejati datang dari hati yang bersih, bukan dari dunia yang gemerlap.”

    15. “Ramadhan adalah bulan di mana rahmat Allah lebih dekat daripada sebelumnya, maka panjatkanlah doa-doa terbaikmu.”

    16. “Berpuasalah dengan hati, bukan hanya dengan tubuh. Karena lapar bisa lenyap saat berbuka, tetapi ketakwaan abadi dalam jiwa.”

    17. “Ramadhan bukan tentang seberapa banyak yang kita makan saat berbuka, tapi seberapa banyak yang kita beri dan syukuri.”

    18. “Ramadhan mengajarkan bahwa menahan diri dari yang halal saja kita mampu, maka menahan diri dari yang haram seharusnya lebih mudah.”

    19. “Jika dunia membuatmu lelah, maka Ramadhan adalah tempat istirahat terbaik untuk jiwa dan raga.”

    20. “Ramadhan bukan hanya bulan untuk berpuasa, tetapi juga bulan untuk mengasihi, berbagi, dan menyucikan hati.”



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 40 Ucapan Selamat Maulid Nabi Muhammad yang Penuh Doa

    Jakarta

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW jatuh pada 5 September 2025. Yuk kirimkan ucapan selamat Maulid Nabi Muhammad yang penuh doa ke kerabat dan teman-teman.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Tidak hanya sekadar perayaan kelahiran Rasulullah, Maulid Nabi juga menjadi ajang untuk merenungkan kembali ajaran dan keteladanan beliau yang penuh kasih sayang, kesabaran, serta kebijaksanaan.

    Di era modern ini, banyak orang yang menyampaikan rasa cinta kepada Nabi Muhammad melalui doa dan ucapan, baik secara langsung maupun lewat media sosial. Ucapan selamat Maulid Nabi Muhammad bukan sekadar kata-kata formal, melainkan ungkapan hati yang dipenuhi doa dan harapan agar kita semua senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT serta mendapatkan syafaat Rasulullah di akhirat kelak.


    Lewat rangkaian doa yang indah, umat Islam berusaha mempererat hubungan spiritual dengan Nabi sekaligus mengingatkan diri untuk meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari. Dimomen penuh berkah ini, banyak variasi ucapan Maulid Nabi yang bisa dibagikan, mulai dari yang singkat hingga yang panjang dan penuh doa.

    Baik untuk status WhatsApp, Instagram, maupun disampaikan secara langsung kepada keluarga dan sahabat, ucapan tersebut menjadi bentuk sederhana dari rasa cinta kepada Rasulullah. Berikut referensi ucapan selamat Maulid Nabi Muhammad yang penuh doa dan bisa menjadi inspirasi.

    Ucapan Selamat Maulid Nabi Muhammad

    1. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga kita selalu meneladani akhlaknya.

    2. Maulid Nabi, saat terbaik mengingat cinta Rasulullah. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2025!

    3. Selamat Maulid Nabi 1447 H, semoga syafaat Rasul selalu menyertai kita.

    4. Maulid Nabi adalah momentum untuk menebar kasih dan kedamaian.

    5. Selamat Maulid Nabi, mari ikuti jejak Rasulullah dalam kebaikan. Selamat Maulid Nabi 1447 H.

    6. Selamat Maulid Nabi 1447 H. Semoga peringatan Maulid Nabi membawa cahaya iman dalam hidup kita.

    7. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW, junjungan alam semesta.

    8. Dengan cinta Rasul, hidup jadi lebih indah. Selamat Maulid Nabi!

    9. Selamat Maulid Nabi, semoga akhlak mulia beliau menjadi pedoman hidup kita.

    10. Peringatan Maulid Nabi merupakan waktu terbaik meneladani kesabaran dan kasih sayang beliau. Selamat Maulid Nabi 1447 H.

    11. Selamat Maulid Nabi, mari tebarkan salam dan kebaikan.

    12. Maulid Nabi, mari perkuat iman dan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.

    13. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga kita tergolong umat yang dirindukan beliau.

    14. Maulid Nabi, mari hidupkan sunnah dalam keseharian.

    15. Selamat Maulid Nabi, semoga hati kita senantiasa dipenuhi cahaya iman.

    16. Momentum Maulid Nabi, mari perbanyak shalawat. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

    17. Selamat Maulid Nabi, semoga keberkahan selalu tercurah.

    18. Mari rayakan Maulid Nabi dengan doa, syukur, dan shalawat. Selamat Maulid Nabi 1447 H.

    19. Selamat Maulid Nabi, semoga cinta kita pada Rasul bertambah kuat.

    20. Maulid Nabi menjadi pengingat untuk terus menebar rahmat bagi semesta. Selamat Maulid Nabi 1447 H!



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 5 Kultum Hari Santri Nasional 2025: Dari Santri untuk Negeri


    Jakarta

    Setiap tanggal 22 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Santri Nasional sebagai momentum untuk mengenang perjuangan para santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Momen ini juga menjadi pengingat agar semangat perjuangan, keikhlasan, serta dedikasi santri terhadap ilmu dan tanah air terus hidup di hati generasi muda.

    Sebagaimana dijelaskan dalam buku Puisi adalah Senjata karya Gagak Lumayung, penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional dilakukan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015, yang ditandatangani pada 15 Oktober 2015. Peringatan ini menegaskan peran penting santri dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa.

    Dalam rangka memperingatinya, berbagai kegiatan digelar di pesantren dan masjid, salah satunya melalui tausiah atau kultum. Untuk itu, berikut beberapa contoh kultum Hari Santri Nasional yang dirangkum dari berbagai sumber.


    Kultum Hari Santri

    1. Kultum Hari Santri 1: Peran Santri untuk Indonesia Maju

    Bismillahirrahmanirrahim.
    Assalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh

    Alhamdulillah. Alhamdulillahilladzi kholaqol mauta wal hayata liyabluwakum ayyukum ahsanu amala. Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah.

    Allahumma shalli ala Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.

    Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, nikmat sehat, serta nikmat kesempatan sehingga saya dan kita semua bisa hadir dan menjemput momentum Hari Santri Nasional Tahun 2025.

    Sholawat berbingkai salam kita sampaikan kepada Nabi akhir Zaman, Sayyidina Muhammad SAW. Mudah-mudahan kita semua mendapat syafaat beliau di Hari Kiamat nanti.

    Hadirin yang berbahagia,

    Pada tahun 2025 ini kita sama-sama masih berjuang untuk menyehatkan diri, keluarga, madrasah dan lingkungan sekitar.

    Dan pada tahun ini pula kita kembali menjemput momentum Hari Santri Nasional seperti tahun-tahun sebelumnya.

    Walau demikian, tetap tidak apa-apa karena santri punya peran besar yaitu mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045.

    Masih cukup lama, ya? Namun cita-cita besar negeri ini harus kita rencanakan dan perjuangkan sedari jauh-jauh hari.

    Sejatinya santri mengambil peran besar untuk memajukan Bumi Pertiwi. Bukan sebagai “pasukan bersarung” yang menggaungkan resolusi jihad, tapi santri juga ikut berperan dalam menggapai Indonesia Maju.

    Jika dulu para santri ikut berkontribusi bersama bangsa ini dalam menumpas penjajah menggunakan senjata, maka sekarang kisahnya menjadi sangat berbeda.

    Santri hari ini adalah santri milenial, santri kreatif, serta santri yang percaya dengan kemampuan diri.

    Sudah bukan zamannya lagi jika ada santri yang tidak mengerti dengan teknologi, dan sudah bukan zamannya lagi jika santri tidak boleh berprestasi di bidang sains dan akademik lainnya.

    Untuk itulah, lembaga pesantren maupun madrasah diharapkan mau dan mampu terus mengembangkan kurikulum, kualitas pengajar, serta kualitas output santri agar di hari mendatang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

    Hadirin yang dirahmati Allah SWT;

    Ada jutaan santri di Indonesia yang saat ini sedang menempuh ilmu. Meski mengambil peran penting untuk menggapai cita-cita Indonesia emas tahun 2045, sebenarnya akhlak adalah poin utama yang paling penting.

    Kita sama-sama tahu bahwa tidak sedikit anak-anak muda yang mulai bobrok akhlaknya, mulai liar lidahnya dengan kata-kata kotor, serta mulai luntur perilaku hormatnya.

    Ilmu pengetahuan memang penting, kecerdasan juga penting, tapi tetap adab dan akhlak adalah yang nomor satu.

    Maka dari itu, marilah kita semangati para santri untuk istiqomah di jalan kebaikan. Motivasilah para santri di mana pun mereka berada untuk terus belajar, menebar kebaikan, jihad fisabilillah, serta terus memperbaiki diri menuju takwa.

    Hadirin yang dimuliakan Allah;

    Mari kita semangati santri, dan bangga menjadi santri. Saya akhiri dengan pantun:

    Di taman ada mawar berduri

    Di sebelahnya ada bungkus mie kari Aku bangga menjadi santri

    Karena santri adalah harapan negeri

    Akhiru kalam, Wassalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh.

    2. Kultum Hari Santri 2: Resolusi Jihad Para Pejuang

    Bismillahirrahmanirrahim.
    Assalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh

    Hari Santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober sebagai momentum untuk mengingat, mengenang, dan meneladani kaum santri yang telah berjuang menegakkan kemerdekaan Indonesia.

    Pada tanggal 22 Oktober 1945, KH. Hasyim Asy’ari mencetuskan Resolusi Jihad sebagai seruan kepada kaum muslimin untuk berjihad melawan sekutu. Sebagai santri masa kini, kita harus melanjutkan perjuangan para pendahulu. Namun bentuk perjuangannya tidak lagi dengan mengangkat senjata, melainkan dengan ilmu dan akhlak yang baik.

    Kita harus menjadi garda terdepan dalam menjaga moral bangsa, menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin, serta ikut serta dalam pembangunan nasional dengan kerja keras dan keikhlasan.

    Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11:

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

    Arab latin: Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā qīla lakum tafassaḥū fil-majālisi fafsaḥū yafsaḥillāhu lakum, wa iżā qīlansyuzū fansyuzū yarfa’illāhul-lażīna āmanū minkum, wal-lażīna ūtul-‘ilma darajāt(in), wallāhu bimā ta’malūna khabīr(un).

    Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, “Berdirilah,” (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

    Ayat ini mengingatkan kita bahwa ilmu adalah kunci utama untuk meningkatkan kualitas hidup, baik sebagai individu maupun sebagai bangsa.

    Kita harus menjadi pemimpin di tengah masyarakat, tidak hanya dalam hal agama, tetapi juga dalam bidang pendidikan, sosial, dan pembangunan ekonomi. Saat ini tantangan yang kita hadapi sangat berbeda. Kita harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

    Kita juga harus bisa menyaring mana budaya yang bisa diambil dan mana yang harus dihindari.

    Sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nahl ayat 125:

    اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

    Arab latin: Ud’u ilā sabīli rabbika bil-ḥikmati wal-mau’iẓatil-ḥasanati wa jādilhum bil-latī hiya aḥsan(u), inna rabbaka huwa a’lamu biman ḍalla ‘an sabīlihī wa huwa a’lamu bil-muhtadīn(a).

    Artinya: Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk.

    Allah mengajarkan kita untuk berdakwah dengan penuh hikmah dan kebijaksanaan, menggunakan pendekatan yang penuh rahmat, bukan dengan kekerasan.

    Sebagai santri, marilah kita terus belajar, mengamalkan ilmu, dan menjaga akhlak agar menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

    Mari kita maknai Hari Santri Nasional ini sebagai momentum untuk terus berjuang dalam kebaikan dan menjadi generasi yang mampu menjaga amanah para ulama.

    Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kekuatan, petunjuk, dan keberkahan dalam setiap langkah kita. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

    Sebelum saya akhiri kultum ini, izinkan saya membawakan sebuah pantun:

    Jalan-jalan ke Monumen Nasional,
    Pulangnya pasti membawa layang.

    Selamat Hari Santri Nasional,
    Mari berdoa demi para pejuang.

    Wabillahi taufiq wal hidayah,
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    3. Kultum Hari Santri 3: Jihad Santri Jayakan Negeri

    Bismillahirrahmanirrahim.

    Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat-Nya atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan kepada kita.

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Pertama-tama, saya ucapkan Selamat Hari Santri Nasional. Hari yang penuh makna ini kita rayakan dengan semangat dan kebanggaan atas peran besar santri dalam perjalanan bangsa.

    Tahun ini, tema Hari Santri adalah “Jihad Santri Jayakan Negeri.” Tema ini mengingatkan kita bahwa santri bukan hanya penuntut ilmu agama, tetapi juga pejuang dalam arti yang
    Luas, yakni pejuang ilmu, akhlak, dan kemajuan bangsa.

    Santri adalah sosok yang berkomitmen menuntut ilmu, menjaga moralitas, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Mereka menjadi benteng nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat sekaligus motor penggerak perubahan menuju kebaikan.

    Jihad santri bukanlah jihad dalam arti mengangkat senjata, melainkan perjuangan tanpa henti untuk membangun negeri melalui ilmu, kerja keras, dan pengabdian. Inilah jihad yang sesungguhnya yaitu jihad dengan pena, dengan ilmu, dan dengan akhlak mulia.

    Santri telah lama menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai luhur Islam, menanamkan semangat toleransi, dan memperkuat persatuan bangsa. Mereka adalah teladan dalam kesungguhan, keikhlasan, dan keteguhan hati.

    Melalui semangat jihad santri, kita dapat mewujudkan berbagai cita-cita luhur, di antaranya:
    Membangun sumber daya manusia unggul, dengan menanamkan ilmu, moralitas, dan kepemimpinan.
    Menumbuhkan sikap toleransi dan kerukunan, agar masyarakat tetap harmonis di tengah keberagaman.
    Mendorong kemajuan ekonomi dan inovasi, melalui karya dan kontribusi nyata di berbagai bidang.
    Memerangi ketidakadilan dan kemiskinan, dengan kepedulian sosial dan aksi kemanusiaan yang nyata.

    Hari Santri Nasional menjadi momen untuk menghargai jasa para santri yang telah berjuang dari masa ke masa, sejak zaman perjuangan kemerdekaan hingga era pembangunan saat ini.

    Mari kita jadikan semangat jihad santri sebagai inspirasi untuk terus berbuat baik, menebar manfaat, dan menjaga amanah para ulama dalam memajukan agama dan bangsa.

    Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan, kekuatan, dan kebijaksanaan kepada para santri di seluruh Indonesia, agar tetap istiqamah dalam perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam dan menyejahterakan negeri ini.

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    4. Kultum Hari Santri 4: Generasi Penerus Perjuangan Bangsa

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Semoga rahmat, berkah, dan kasih sayang Allah SWT senantiasa menyertai kita semua.
    Hari ini kita berkumpul sebagai umat Islam yang berpegang teguh pada tali Allah, untuk memperkuat perjalanan rohani dan memperdalam pemahaman kita tentang agama Islam.

    Melalui kesempatan ini, marilah kita menjadikan pertemuan ini sebagai ajang untuk mempererat hubungan dengan Allah SWT, memperdalam ilmu agama, dan menumbuhkan semangat perubahan ke arah yang lebih baik.

    Semoga apa yang kita pelajari hari ini menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, memperkuat iman, serta menginspirasi kita agar menjadi muslim yang bermanfaat bagi masyarakat.

    Sebelumnya, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat iman dan Islam yang masih kita rasakan hingga hari ini. Tak lupa, shalawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membimbing umat manusia dari zaman kegelapan menuju cahaya iman dan ilmu.

    Santri adalah generasi penerus yang tidak hanya menuntut ilmu agama, tetapi juga berperan sebagai pencipta dan pengabdi bagi kemajuan bangsa dengan napas nilai-nilai Islam. Kekuatan iman, ilmu, dan amal yang dimiliki santri menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban bangsa.

    Sebagai penerus perjuangan dan penjaga nilai-nilai keislaman, santri memiliki tanggung jawab moral yang besar. Mereka harus siap menghadapi tantangan zaman dengan kecerdasan, keterampilan, dan keteguhan iman.

    Santri juga dituntut untuk melek literasi, karena literasi merupakan senjata intelektual bagi santri untuk terus beradaptasi dan berkontribusi di tengah perubahan global yang cepat. Keberadaan santri di bumi pertiwi sangat vital dalam menciptakan arah perubahan yang membawa kemaslahatan.

    Di tengah arus globalisasi dan tantangan modern, santri hadir sebagai cerminan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin, yaitu Islam yang moderat, toleran, dan berlandaskan nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

    Peran santri dalam menjawab tantangan zaman membutuhkan keseimbangan antara iman, ilmu, dan amal. Melalui semangat ini, santri diharapkan mampu menjadi pelopor kebaikan yang menghidupkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.

    Untuk itu, santri harus terus beradaptasi, belajar, dan berkontribusi aktif demi terwujudnya bangsa yang berilmu, berakhlak, dan bermartabat.

    Demikianlah yang dapat saya sampaikan.
    Mohon maaf atas segala kekurangan.
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    5. Kultum Hari Santri 5: Santri Sebagai Teladan Akhlak

    Bismillahirrahmanirrahim.
    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Alhamdulillahilladzi kholaqol mauta wal hayata liyabluwakum ayyukum ahsanu amala.
    Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.
    Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad.

    Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan berbagai kenikmatan, terutama nikmat iman, Islam, dan kesehatan, sehingga kita dapat berkumpul dalam acara peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober ini dalam keadaan sehat walafiat.

    Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, yang kelak kita harapkan syafaatnya di Hari Akhir.

    Hadirin yang dirahmati Allah,

    Sejak ditetapkan pada tahun 2015, Hari Santri Nasional menjadi momen penting bagi umat Islam, khususnya bagi para santri di seluruh Indonesia. Santri adalah mereka yang menimba ilmu agama, biasanya tinggal di pondok pesantren, dan dibimbing oleh para ustaz serta kiai.

    Para santri dikenal dengan perilaku yang sopan, berakhlak baik, serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang diajarkan di pesantren. Karena itu, peringatan Hari Santri seharusnya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga jati diri sebagai santri yang berakhlak mulia.

    Di era modern ini, kita menghadapi banyak tantangan dan godaan, mulai dari gaya hidup, pergaulan, hingga hiburan yang dapat melemahkan akhlak generasi muda. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk menanamkan dan menjaga akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.

    Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an, surat Al-Qalam ayat 4:

    “Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) memiliki akhlak yang sangat agung.”

    Ayat ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah teladan terbaik dalam segala hal. Maka, sebagai umatnya, kita wajib meneladani perilaku dan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.

    Hadirin yang berbahagia,

    Semoga dengan peringatan Hari Santri Nasional ini, kita semua semakin termotivasi untuk memperbaiki akhlak, memperkuat iman, dan mengamalkan ilmu yang telah kita pelajari.
    Demikianlah kultum singkat pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat dan menjadi pengingat bagi kita semua.

    Akhirul kalam,
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    (inf/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengertian, Hukum dan Dampak Sosialnya



    Jakarta

    Pernikahan merupakan hal yang sangat sakral dalam kehidupan manusia. Para ulama fikih mendefinisikan pernikahan sebagai kepemilikan sesuatu melalui jalan yang disyariatkan dalam agama dengan tujuan menghalalkan hubungan antara laki-laki dan perempuan serta memelihara keturunan manusia.

    Dalam pernikahan di mata Islam, terdapat beberapa jenis, salah satunya adalah nikah tahlil. Lantas, apa itu nikah tahlil dan bagaimana hukumnya dalam Islam?


    Pengertian Nikah Tahlil

    Mengutip buku 150 Masalah Nikah dan Keluarga karya Miftah Faridl, nikah tahlil adalah pernikahan yang dilakukan oleh seorang laki-laki dengan seorang wanita yang telah bercerai untuk sementara waktu, kemudian diceraikan kembali. Tujuan dari pernikahan ini adalah agar wanita tersebut menjadi halal untuk dinikahi kembali oleh mantan suami pertamanya.

    Secara etimologi, kata tahlil berarti mencarikan jalan halal atau membuat sesuatu menjadi diperbolehkan. Oleh karena itu, nikah tahlil sering disebut juga dengan istilah nikah muhalil, yang mengandung makna mencari jalan agar mantan pasangan dapat kembali bersama secara sah.

    Dalam praktiknya, laki-laki yang melakukan nikah tahlil disebut muhalil, sedangkan wanita yang dicarikan jalan halal untuk kembali kepada mantan suaminya disebut muhallal. Istilah-istilah ini digunakan untuk membedakan peran masing-masing pihak dalam pelaksanaan nikah tahlil menurut pandangan fikih Islam.

    Hukum Nikah Tahlil di Kalangan Ulama

    Jumhur ulama, baik dari kalangan salaf maupun khalaf, sepakat bahwa nikah tahlil yang dilakukan dengan syarat atau kesepakatan sebelumnya adalah batal. Kesepakatan tersebut dianggap menyalahi tujuan pernikahan yang sesungguhnya, karena menjadikan akad nikah sebagai sarana rekayasa hukum, bukan sebagai ikatan yang sah dan tulus.

    Imam Malik berpendapat bahwa nikah muhallil yang dilakukan dengan syarat agar wanita bisa kembali kepada suami pertamanya harus difasakh atau dibatalkan. Menurut beliau, pernikahan seperti ini tidak memenuhi maqasid pernikahan dalam Islam yang menekankan keikhlasan dan keabadian hubungan suami istri.

    Sufyan Ats-Tsauri menyatakan bahwa jika seorang laki-laki menikahi wanita dengan niat tahlil, lalu di tengah jalan ia berniat mempertahankan pernikahan itu, maka ia harus menceraikannya dan melakukan akad baru. Pandangan ini menunjukkan bahwa pernikahan yang diawali dengan niat rekayasa hukum tidak dapat dianggap sah tanpa pembaruan akad yang tulus.

    Ibrahim An-Nakha’i berpendapat bahwa nikah tahlil tidak diperbolehkan, kecuali jika dilakukan karena keinginan yang tulus untuk berumah tangga. Apabila salah satu pihak, baik suami pertama, suami kedua, maupun pihak perempuan, memiliki niat untuk menghalalkan hubungan dengan suami pertama, maka pernikahan tersebut dianggap tidak sah.

    Imam Syafi’i juga menegaskan bahwa nikah tahlil batal apabila syaratnya disebutkan saat akad nikah berlangsung. Beliau mengqiyaskan praktik ini dengan nikah mut’ah, karena keduanya memiliki kesamaan dalam unsur sementara dan bertentangan dengan prinsip pernikahan yang langgeng dalam Islam.

    Menurut Mazhab Maliki dan Hanbali, nikah tahlil tetap haram dan batal meskipun tanpa adanya syarat yang diucapkan secara eksplisit. Selama niatnya hanya untuk menjadikan wanita tersebut halal bagi suami pertamanya, maka akad tersebut dianggap tidak sah dan tidak membuat wanita itu halal kembali bagi mantan suaminya.

    Dalil pengharaman nikah tahlil diperkuat dengan hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Uqbah bin Amir, bahwa Rasulullah bersabda,

    اال اخبركم بالتى المستعار؟ هو المحلل لعن هللا المحلل
    والمححلل له.

    Artinya: Maukah kalian aku beri tahu mengenai kemaluan kambing yang dipinjam? “Dia adalah yang melakukan nikah tahlil Allah melaknat orang yang menghalalkan dan orang yang dihalalkan.”

    Dampak Sosial Praktik Nikah Tahlil

    Dikutip dari jurnal Analisis Hukum Islam Terhadap Praktik Nikah Tahlil oleh Aulia Diningrum, dkk, berikut ini adalah dampak sosial dari praktik nikah tahlil dalam masyarakat.

    1. Merendahkan Martabat Pernikahan

    Nikah tahlil menjadikan pernikahan yang seharusnya sakral dan penuh nilai ibadah sebagai sarana rekayasa hukum semata. Hal ini bertentangan dengan tujuan pernikahan dalam Islam yang menekankan keharmonisan, cinta, dan ketenangan dalam rumah tangga.

    2. Melanggar Prinsip Keabsahan Pernikahan

    Praktik nikah tahlil dilakukan dengan niat yang tidak tulus dan bertentangan dengan hukum Islam. Akad yang didasarkan pada niat sementara atau rekayasa hukum menjadikan pernikahan tersebut batal dan tidak sah menurut syariat.

    3. Menyebabkan Eksploitasi terhadap Perempuan

    Dalam praktik nikah tahlil, perempuan sering menjadi pihak yang dirugikan karena dijadikan objek untuk menghalalkan hubungan dengan suami pertama. Hal ini menurunkan martabat perempuan dan bertentangan dengan prinsip keadilan serta perlindungan terhadap hak-hak wanita dalam Islam.

    (hnh/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 45 Caption dan Ucapan Hari Santri Nasional 2025


    Jakarta

    Sebentar lagi momen Hari Santri Nasional tiba yang diperingati setiap 22 Oktober. Peringatan ini ditetapkan sejak ditandatanganinya Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 oleh Presiden Joko Widodo.

    Sejak itu, Hari Santri diperingati setiap tahun, tidak hanya melalui acara formal atau seremonial, tetapi juga sering dimeriahkan di media sosial, misalnya lewat foto, twibbon, atau konten kreatif bertema Hari Santri.


    Caption dan Ucapan Hari Santri 2025

    Berikut ini beberapa contoh ucapan dan caption Hari Santri 2025 yang disusun oleh tim detikHikmah yang bisa digunakan sebagai inspirasi untuk media sosial, artikel, atau publikasi lainnya:

    1. Selamat Hari Santri Nasional! Teruslah mengabdikan diri bagi kemajuan bangsa dan tanamkan semangat setia pada agama serta negara.
    2. Ambil pelajaran dari setiap tantangan hidup agar tetap berusaha meraih masa depan yang lebih baik sambil selalu berdoa kepada Yang Maha Kuasa.
    3. Menjadi santri adalah cara untuk menapaki jalan menjadi manusia sejati dan meneladani akhlak Rasulullah.
    4. Peringatan Hari Santri 2025 mengingatkan kita bahwa belajar dan beribadah adalah fondasi utama kehidupan.
    5. Generasi muda hendaknya menjaga semangat menuntut ilmu serta beramal dengan tulus dan konsisten.
    6. Tidak ada batasan bagi apa yang bisa dicapai; santri telah menunjukkan bahwa ilmu membuka berbagai peluang sukses.
    7. Jadilah penerus yang berani menghadapi tantangan dan terus mengembangkan diri.
    8. Selamat Hari Santri Nasional 2025 untuk semua yang berjuang demi agama dan kebaikan bersama.
    9. Teruslah memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara melalui ilmu dan tindakan nyata.
    10. Hari ini menjadi pengingat peran luar biasa santri dalam membentuk karakter dan moral masyarakat.
    11. Dalam kesederhanaan pesantren, tersimpan ilmu yang besar dan ketakwaan yang mendalam.
    12. Semoga setiap perjalanan para santri dipenuhi kebahagiaan dan keberkahan.
    13. Hari ini kita merayakan peran penting santri dalam menjaga nilai-nilai agama dan mempertahankan kemerdekaan.
    14. Selamat Hari Santri Nasional 2025! Dalam perjalanan menuntut ilmu dan memperkuat ketakwaan, kalian menjadi teladan bagi banyak orang.
    15. Hari Santri Nasional 2025 mengingatkan kita bahwa santri memiliki andil besar dalam mempertahankan kemerdekaan dan menegakkan persatuan bangsa.
    16. Mari bersama para santri mendedikasikan tenaga dan pikiran untuk kemajuan Indonesia tercinta.
    17. Santri adalah bintang yang bersinar dalam kegelapan, teruslah menebarkan kebaikan dan inspirasi.
    18. Seperti kata KH A Mustofa Bisri, santri bukan hanya yang mondok, tapi siapa pun yang berakhlak seperti santri, dialah santri sejati.
    19. Dalam kesederhanaan pesantren tersimpan harta ilmu yang berharga; semoga ilmu kalian terus berkembang dan memberi manfaat.
    20. Semoga setiap langkah para santri membawa kebaikan bagi diri, keluarga, dan bangsa, semoga mereka senantiasa istiqamah, tangguh dalam iman, dan berperan aktif menjaga persatuan serta kesatuan Indonesia.
    21. Selamat Hari Santri! Terus asah kemampuan diri agar bisa memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
    22. Santri adalah sosok yang belajar dengan sabar, tangguh menghadapi tantangan, dan tetap rendah hati.
    23. Hari ini, kita rayakan perjuangan santri yang selalu menempatkan ilmu dan akhlak sebagai prioritas.
    24. Semangat menuntut ilmu harus terus dipelihara agar menghasilkan perubahan positif bagi masyarakat.
    25. Santri masa kini mampu menyeimbangkan pengetahuan agama dan kemampuan sosial secara harmonis.
    26. Selamat Hari Santri Nasional! Mari saling mendukung teman-teman yang sedang menapaki jalan ilmu.
    27. Pendidikan pesantren membentuk pribadi yang disiplin, peduli, dan bertanggung jawab. Selamat Hari Santri!
    28. Santri belajar tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk kebaikan orang lain di sekitarnya. Selamat Hari Santri 2025!
    29. Hari Santri 2025 menjadi pengingat agar setiap usaha menuntut ilmu dilakukan dengan tekun dan ikhlas.
    30. Santri yang tangguh menghadapi masalah dengan bijak dan tetap fokus pada tujuan hidup.
    31. Selamat Hari Santri! Jangan berhenti mencoba hal-hal baru selama tetap berpegang pada prinsip yang benar.
    32. Kebaikan kecil yang dilakukan santri setiap hari akan membawa dampak besar bagi masyarakat.
    33. Santri yang sukses adalah mereka yang terus belajar, bersabar, dan mau berbagi pengetahuan.
    34. Hari Santri mengajarkan kita pentingnya memanfaatkan waktu secara produktif.
    35. Santri mampu menjadi teladan melalui perbuatan nyata, bukan hanya kata-kata.
    36. Selamat Hari Santri Nasional 2025! Semoga ilmu yang dipelajari selalu membimbing dalam kehidupan.
    37. Santri sejati menunjukkan rasa empati, kesabaran, dan kerja sama dalam setiap kegiatan.
    38. Pendidikan pesantren menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian sosial sejak dini.
    39. Hari ini adalah momen untuk mengapresiasi ketekunan dan usaha para santri dalam menuntut ilmu.
    40. Santri yang baik terus mengembangkan diri agar mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan agama.
    41. Selamat Hari Santri! Gunakan kesempatan belajar untuk menumbuhkan kreativitas dan ide-ide baru yang bermanfaat bagi banyak orang.
    42. Santri yang bijaksana mampu mengambil keputusan dengan penuh pertimbangan dan tanggung jawab.
    43. Di Hari Santri Nasional, mari kita hargai setiap proses belajar, sekecil apa pun, karena itu membentuk pribadi yang matang.
    44. Santri yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial membawa perubahan nyata di lingkungan sekitarnya.
    45. Selamat Hari Santri Nasional! Semoga setiap langkah menuntut ilmu membawa keberkahan dan inspirasi bagi generasi mendatang.

    (inf/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Hal yang Membatalkan Keislaman


    Jakarta

    Islam adalah agama yang sempurna, mencakup seluruh aspek kehidupan manusia dengan petunjuk yang jelas dan mulia. Menjadi seorang Muslim merupakan kenikmatan yang tiada tara karena iman kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya adalah sebaik-baik anugerah.

    Namun, keislaman seseorang juga bisa sirna apabila melakukan hal-hal yang menyimpang dari ajaran Islam. Lantas, apa sajakah 10 hal yang bisa membatalkan keislaman dan menjadikan seseorang keluar dari agama yang suci ini?

    10 Hal yang Membatalkan Keislaman Seseorang

    Dalam buku Memurnikan Laa Ilahailallah yang ditulis oleh Muhammad Saiq dan rekan-rekannya, disebutkan bahwa terdapat sepuluh perbuatan yang dapat menyebabkan seseorang keluar dari Islam.


    1. Syirik

    Syirik merupakan perbuatan yang sangat tercela, yaitu ketika seseorang mempersekutukan Allah SWT dengan sesuatu yang lain. Siapa yang melakukan penyembahan, doa, atau ibadah kepada selain Allah maka dosanya tidak akan diampuni.

    Dalam Surat An-Nisa ayat 116, Allah berfirman:

    اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا ۢ بَعِيْدًا ۝١١٦

    Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah tersesat jauh.

    2. Menjadikan Sesuatu sebagai Perantara antara Dirinya dan Allah

    Walaupun tidak menyembah secara langsung, menggunakan benda atau makhluk lain sebagai perantara dalam beribadah kepada Allah termasuk bentuk kesyirikan. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, hal itu dapat menyebabkan batalnya keislaman seseorang.

    3. Tidak Menganggap Musyrik Orang yang Berbuat Syirik

    Perbuatan semacam ini jelas termasuk kekufuran. Sebab, dalam persoalan agama, segala sesuatu yang batil wajib diluruskan, dan seorang Muslim tidak diperbolehkan membiarkan atau membenarkan ajaran mereka.

    4. Lebih Mendahulukan Hukum Thogut daripada Hukum Allah

    Orang yang lebih meyakini dan mengutamakan hukum thogut dibandingkan syariat Allah dan Rasul-Nya bisa terjerumus pada pembatal keislaman. Karena sikap itu menunjukkan lemahnya keimanan dan keraguan terhadap kebenaran ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah.

    5. Membenci Sunnah Rasul

    Perkara satu ini termasuk kafir secara ijma’. Dalam surat Muhammad ayat 28, Allah Swt berfirman:

    ذٰلِكَ بِاَنَّهُمُ اتَّبَعُوْا مَآ اَسْخَطَ اللّٰهَ وَكَرِهُوْا رِضْوَانَهٗ فَاَحْبَطَ اَعْمَالَهُمْࣖ ۝٢٨

    Artinya: Yang demikian itu (terjadi) karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan membenci (apa yang menimbulkan) keridaan-Nya. Oleh karena itu, Dia menghapus (pahala) amal-amal mereka.

    6. Mengejek Agama Islam

    Pembahasan mengenai hal ini bisa menjadi sangat luas. Ini dapat mencakup ketentuan pahala, dosa, maupun hukumnya. Allah Swt berfirman dalam surat At-Taubah ayat 65-66:

    وَلَىِٕنْ سَاَلْتَهُمْ لَيَقُوْلُنَّ اِنَّمَا كُنَّا نَخُوْضُ وَنَلْعَبُۗ قُلْ اَبِاللّٰهِ وَاٰيٰتِهٖ وَرَسُوْلِهٖ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِءُوْنَ ۝٦٥

    Artinya: Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, mereka pasti akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah, “Apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”

    لَا تَعْتَذِرُوْا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ اِيْمَانِكُمْۗ اِنْ نَّعْفُ عَنْ طَاۤىِٕفَةٍ مِّنْكُمْ نُعَذِّبْ طَاۤىِٕفَةً ۢ بِاَنَّهُمْ كَانُوْا مُجْرِمِيْنَࣖ ۝٦٦

    Artinya: Tidak perlu kamu membuat-buat alasan karena kamu telah kufur sesudah beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah bertobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain), karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berbuat dosa.

    7. Mempelajari Sihir

    Sihir juga merupakan hal yang dilarang di dalam Islam. Allah Swt berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 102:

    وَاتَّبَعُوْا مَا تَتْلُوا الشَّيٰطِيْنُ عَلٰى مُلْكِ سُلَيْمٰنَۚ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمٰنُ وَلٰكِنَّ الشَّيٰطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَآ اُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوْتَ وَمَارُوْتَۗ وَمَا يُعَلِّمٰنِ مِنْ اَحَدٍ حَتّٰى يَقُوْلَآ اِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْۗ فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهٖ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهٖۗ وَمَا هُمْ بِضَاۤرِّيْنَ بِهٖ مِنْ اَحَدٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِۗ وَيَتَعَلَّمُوْنَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْۗ وَلَقَدْ عَلِمُوْا لَمَنِ اشْتَرٰىهُ مَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍۗ وَلَبِئْسَ مَاشَرَوْا بِهٖٓ اَنْفُسَهُمْۗ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ ۝١٠٢

    Artinya: Mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa Kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kufur, tetapi setan-setan itulah yang kufur. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia, yaitu Harut dan Marut. Padahal, keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanyalah fitnah (cobaan bagimu) oleh sebab itu janganlah kufur!” Maka, mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan (sihir)-nya, kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Sungguh, mereka benar-benar sudah mengetahui bahwa siapa yang membeli (menggunakan sihir) itu niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Sungguh, buruk sekali perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir jika mereka mengetahui(-nya).

    8. Membantu Orang Musyrik yang Memusuhi Islam

    Seseorang yang justru membantu orang lain yang musyrik dan mendungungnya juga perlu berhati-hati dengan keislamannya. Allah Swt berfirman dalam Al-Maidah ayat 51:

    ۞ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُوْدَ وَالنَّصٰرٰٓى اَوْلِيَاۤءَۘ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاِنَّهٗ مِنْهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ ۝٥١

    Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(-mu). Sebagian mereka menjadi teman setia bagi sebagian yang lain. Siapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

    9. Tidak mengikuti syariat Nabi Muhammad SAW

    Nabi Muhammad SAW diutus untuk menjadi penerang bagi kita umat Islam. Namun, siapa yang tidak mengikuti syariat Nabi Muhammad juga dipertanyakan keislamannya. Allah Swt berfirman dalam surat Ali Imran ayat 85:

    وَمَنْ يَّبْتَغِ غَيْرَ الْاِسْلَامِ دِيْنًا فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْهُۚ وَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ ۝٨٥

    Artinya: Siapa yang mencari agama selain Islam, sekali-kali (agamanya) tidak akan diterima darinya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.

    10. Berpaling dari agama Islam

    Orang yang demikian tidak ingin mempelajari atau mengamalkan ajaran Kitabullah dan Sunah Rasul-Nya. Allah Swt. berfirman dalam Surah As-Sajdah ayat 22:

    وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِاٰيٰتِ رَبِّهٖ ثُمَّ اَعْرَضَ عَنْهَاۗ اِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِيْنَ مُنْتَقِمُوْنَࣖ ۝٢٢

    Artinya: Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian dia berpaling darinya? Sesungguhnya Kami akan memberikan balasan kepada para pendosa.

    (hnh/erd)



    Sumber : www.detik.com