Tag: rebung

  • Mengenal Nagari Kapau, Kampung yang Menjadi Asal-usul Nasi Kapau


    Jakarta

    Bagi travelers pecinta kuliner, tentu sudah tidak asing dengan nasi kapau. Makanan yang satu ini memiliki cita rasa yang lezat di mulut. Maka tak heran kalau banyak pecinta nasi kapau dari berbagai daerah di Tanah Air.

    Jika kamu warga Jakarta, kalian bisa mencoba nasi kapau autentik yang terletak di kawasan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat. Bertepatan di samping fly over, berjejer penjual nasi kapau yang menyuguhkan puluhan lauk yang menggugah selera.

    Namun, banyak yang mengira kalau nasi kapau berasal dari Padang. Sebab, nasi kapau ataupun nasi padang memang sama-sama dari Sumatera Barat.


    Namun, nasi kapau sendiri berasal dari sebuah kampung kecil bernama Nagari Kapau. Penasaran dengan kampung yang menjadi asal-usul nasi kapau? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Mengenal Nagari Kapau, Asal Mula Hadirnya Nasi Kapau

    Nagari Kapau merupakan sebuah kampung kecil yang terletak di Kecamatan Tilatang, Kamang, Kabupaten Agam, Bukittinggi. Jaraknya sekitar 4 kilometer dari ibu kota kecamatan dan 74 kilometer dari ibu kota kabupaten.

    Sebenarnya, tak ada yang begitu spesial dari kampung ini. Lanskap alam yang indah dan hijau menjadi pemandangan umum seperti nagari-nagari atau kampung lainnya di Tanah Minang. Hal ini wajar karena sebagian besar lanskap kampung ini adalah sawah.

    Gerbang penanda masuk Nagari KapauNagari Kapau merupakan sebuah kampung kecil yang terletak di Kecamatan Tilatang, Kamang, Kabupaten Agam, Bukittinggi. (detikTravel)

    Luas Nagari Kapau tercatat 5,54 kilometer persegi atau 5,78 persen dari luas wilayah Kecamatan Tilatang Kamang. Mengutip e-jurnal Kecamatan Tilatang Kamang dalam Angka oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Agam, jumlah penduduk nagari yang terdiri dari 12 jorong (kampung) tercatat sebanyak 3.129 jiwa pada 2019.

    Sebagian besar penduduk Nagari Kapau berprofesi sebagai petani. Namun, ada juga yang menjadi pedagang, terutama penjual makanan. Akan tetapi jumlahnya terbilang sedikit.

    Meski tak banyak masyarakat yang berprofesi sebagai penjual makanan, tetapi makanan yang paling terkenal dari nagari tersebut adalah nasi kapaunya. Hebatnya, nasi kapau justru tersebar hingga ke berbagai daerah di Tanah Air karena terkenal akan kelezatannya.

    Penggunaan nama nasi kapau dipakai oleh para pedagang generasi pertama. Hal ini dilakukan untuk membedakan nasi mereka dengan nasi padang lainnya. Kemudian, nama tersebut terus dipakai oleh setiap pedagang yang benar-benar berasal dari Kapau atau memiliki hubungan kekerabatan dengan Nagari Kapau.

    Meski terkenal hingga ke pelosok daerah, tetapi penjual nasi kapau di Nagari Kapau sendiri sangat sedikit, hanya ada tujuh tempat makan. Itu pun dengan tampilan rumah makan yang sederhana.

    Ciri Khas dari Nasi Kapau

    Salah satu menu andalan dari nasi kapau adalah gulai kapaunya yang begitu menggoyang lidah. Namun, nasi kapau tak langsung terkenal di masyarakat karena berkembang secara bertahap.

    Pada akhir 1960-an, gulai kapau mulai dijajakan ke kampung-kampung atau diletakkan dalam periuk di atas senggan rotan yang dijunjung di kepala. Sejatinya, keunikan dari nasi kapau adalah penampilan makanannya yang berbeda dari hidangan lainnya.

    Nasi Kapau Ni Er di Los Lambuang BukittinggiSalah satu menu andalan dari nasi kapau adalah gulai kapaunya yang begitu menggoyang lidah. (Yenny Mustika Sari/detikcom)

    Tak seperti di restoran, setiap lauk atau gulai nasi kapau akan ditempatkan dalam panci besar yang bersusun-susun tinggi ke atas, lalu diletakkan di antara bangku tempat para pembeli makan dengan si penjual.

    Untuk menyendok atau mengambil gulai juga unik karena menggunakan sendok dari batok kelapa bertangkai panjang. Soalnya, di antara susunan panci-panci gulai tersebut ada yang terlalu jauh jika dijangkau tangan tanpa alat bantu.

    Hebatnya, penyajian nasi kapau saat ini tidak ada perbedaan dari zaman dahulu. Puluhan lauk akan ditaruh di wadah, lalu disusun bertingkat dengan posisi penjual yang lebih tinggi dari pembeli.

    “Kemudian masyarakat makan berguyub bersama. Pedagang dan penikmat makanan juga saling berinteraksi,” kata sejarawan kuliner Indonesia, Fadly Rahman beberapa waktu lalu.

    Fadly mengungkapkan, nasi kapau diyakini sudah ada sejak abad ke-19, tepatnya saat zaman kolonial Belanda. Jejaknya lalu beriringan dengan tradisi merantau dan berdagang di kalangan masyarakat Minang. Kala itu, para wanita yang ditinggal suaminya merantau, mendirikan usaha rumah makan.

    Mereka menawarkan nasi dan aneka lauk khas Minang, tetapi ada beberapa jenis lauk yang hanya ada di Kapau, seperti gulai kapau dan tambusu. Selain dijual di wilayah Kapau, para wanita ini juga membuka warung cukup jauh dari wilayah asalnya. Fadly menyebut ada banyak warung nasi kapau yang berdiri di Pasar Payakumbuh pada 1911.

    Mengenai ciri khas tampilan nasi kapau yang disusun bertingkat, travelers bisa melihatnya di kedai-kedai nasi kapau di Pasar Lereng Kota Bukittinggi, jaraknya sekitar 8 kilometer dari Nagari Kapau. Tempat itu dikenal dengan nama Los Lambuang dan disebut-sebut sebagai surganya nasi kapau di Bukittingi.

    Mengutip arsip berita detikFood, kata Los Lambuang diibaratkan sebagai food court di dalam sebuah mall. Jika diartikan ke bahasa Indonesia, kata ‘Los’ berarti lorong dan ‘Lambuang’ berarti lambung.

    Salah satu kedai nasi kapau yang cukup terkenal di sana adalah Kedai Nasi Kapau Uni Lis. Ia telah berjualan nasi kapau sejak tiga generasi. Penikmat nasi kapau buatan Uni Lis kebanyakan juga datang dari para pesohor ternama di Tanah Air.

    “Yang paling khas itu ya tambunsu. Tidak semua penjual nasi di Sumatra Barat yang ada tambunsunya. Hanya ada di nasi kapau,” ujar Nurfida, salah satu karyawan Kedai Nasi Kapau Uni Lis.

    Perbedaan Nasi Kapau dengan Nasi Padang

    Beberapa orang menganggap nasi kapau dan nasi padang adalah hal yang sama. Sebab, cita rasa dari kedua makanan tersebut mirip-mirip sehingga dianggap sama saja.

    Padahal, nama nasi padang biasa digunakan oleh pemilik rumah makan yang umumnya dari Sumatera Barat, terutama dari kota Padang. Sementara itu, nasi kapau memang digunakan oleh penjual makanan dari daerah Nagari Kapau.

    Pedagang menyiapkan nasi kapau pesanan pengunjung di Los Lambuang Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (18/6/2023). Kawasan Los Lambuang yang merupakan lokasi wisata kuliner di kota Jam Gadang itu ditetapkan pemerintah daerah setempat sebagai zona dengan kuliner yang memenuhi kriteria halal, aman, dan sehat. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/YUBeragam menu di nasi kapau (Iggoy el Fitra/Antara)

    Jika travelers berjalan-jalan ke Los Lambuang di Bukittinggi, kamu akan menemukan banyak penjual lapau nasi kapau yang punya keunikan tersendiri. Keunikan yang pertama adalah pada nama nasi kapaunya, yakni hampir seluruh penjual nasi kapau selalu menggunakan nama ‘Uni’ untuk menamai lapaunya.

    “Hampir seluruhnya pakai nama Uni. Ada Uni Pit, Uni Lis dan lain sebagainya,” ujar Pakar Kuliner Minang, Reno Andam Suri.

    Lalu, keunikan lainnya juga terdapat pada warna lapau. Reno mengatakan lapau nasi kapau di Los Lambuang semuanya berwarna biru. Sebab, biru adalah warna kebanggaan masyarakat Bukittinggi.

    Kemudian, terdapat aturan tidak tertulis mengenai penggunaan label ‘Kapau’ pada nama lapau di Los Lambuang. Jadi, hanya pedagang yang berasal dari Nagari Kapau yang boleh menamai lapaunya dengan label ‘Kapau’.

    Nasi Kapau Ni Er di Los Lambuang BukittinggiSedap…. (Yenny Mustika Sari/detikcom)

    Ingin mencoba nasi kapau, tapi bingung saat memilih lauknya? Pastikan travelers memesan gulai kapau yang sangat khas dengan warna kunyitnya. Rasanya gurih dan lumayan pedas dapat menambah kenikmatan saat makan.

    Sayur gulai sendiri terdiri dari potongan nangka muda, rebung, kol, pakis, kacang panjang, dan jengkol. Semuanya berada dalam kuah yang tidak terlalu kental.

    Menu wajib lainnya dari nasi kapau adalah gulai tunjang atau kikil, serta usus yang merupakan campuran telur dan tahu yang dilumatkan. Selain itu, ada masakan lain yang juga menggugah selera, seperti dendeng balado, ayam gulai, hingga ayam rendang.

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • 3 Resep Rebung Berbumbu Pedas Gurih Untuk Lauk Makan Siang

    Jakarta

    Musim rebung sudah tiba. Olah pucuk bambu yang renyah manis menjadi lauk enak. Ditumis dengan ayam dan paprika, atau dibuat sambal goreng yang pedas.

    Rebung tergolong sayuran musiman di musim hujan. Pucuk bambu ini bisa direbus lalu diolah jadi beragam hidangan. Harus dipilih pucuk bambu muda dari rebung kuning yang renyah manis.

    Paling mudah diiris tipis atau kecil lalu ditumis. Bisa dipadukan dengan paprika yang renyah atau ditumis dengan ayam cincang, cabe merah dan hijau. Rasanya jadi gurih pedas dan cocok untuk lauk makan siang.


    Jika suka pedas, bisa memasak rebung dengan bumbu cabe dan kuah santan. Dipadukan dengan ayam rasanya pedas sedap. Olahan rebung ini bisa jadi pilihan lauk makan siang atau bekal. Berikut ini resep-resepnya.

    1. Resep Tumis Rebung dan Paprika

    Rebung muda yang renyah segar makin enak ditumis dengan paprika rasanya sedikit pedas dan sedap.

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    30 menit mudah 6
    Daerah Asal Masakan : Indonesia
    Kategori Masakan : sayur

    Bahan Bahan

    • 250 g rebung rebus
    • 3 sdm minyak sayur
    • 2 siung bawang putih, cincang halus
    • 100 g daging paha ayam, potong kecil
    • 1 buah paprika hiaju, iris memanjang
    • 2 sdm saus tiram
    • 1 sdm kecap asin
    • 1 sdm kaldu jamur
    • 1/2 sdt merica bubuk
    • 1/2 sdt garam
    • 100 ml air

    Cara Memasak:

    1. Iris rebung kecil memanjang sebesar batang korek api. Sisihkan.
    2. Panaskan minyak, tumis bawang putih hingga wangi.
    3. Masukkan ayam, aduk hingga kaku berubah warna.
    4. Tambahkan rebung dan paprika, aduk hingga layu.
    5. Bumbui dengan saus tiram, kecap, merica, kaldu jamur dan garam.
    6. Tuangi air, aduk-aduk hingga tercampur rata.
    7. Setelah bumbu meresap, angkat dan sajikan hangat.

    2. Resep Tumis Rebung dan Ayam

    Resep Tumis Rebung dan AyamResep Tumis Rebung dan Ayam Foto: iStockphoto

    Lauk tumisan rebung ini gampang dibuat. Dipadukan dengan ayam dan cabe iris, rasa tumisan jadi pedas gurih enak.

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    30 menit mudah 6
    Daerah Asal Masakan : Jawa
    Kategori Masakan : sayur

    Bahan Bahan

    • 250 g rebung muda
    • 4 sdm minyak sayur
    • 1/4 butir bawang bombay, iris kasar
    • 2 siung bawang putih, cincang halus
    • 100 g daging ayam, iris tipis
    • 1 batang daun bawang, iris kasar
    • 1 buah cabe merah besar, iris halus
    • 1 buah cabe hijau besar, iris halus
    • 2 sdm saus tiram
    • 1 sdm kecap manis
    • 1/2 sdt merica bubuk
    • 1 sdm kaldu jamur
    • 1 sdt garam
    • 150 ml air

    Cara Memasak:

    1. Rebus rebung muda dalam air secukupnya hingga lunak dan tidak tajam aromanya. Angkat lalu tiriskan.
    2. Iris rebung tipis lebar dan sisihkan.
    3. Panaskan minyak, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga layu dan harum.
    4. Masukkan irisan ayam, aduk hingga kaku.
    5. Tambahkan daun bawang, cab emerah dan cabe hijau, aduk hingga layu.
    6. Bumbui dengan saus toram, kecap manis, kaldu jamur, merica dan garam. Aduk hingga mendidih.
    7. Tuangi air, masak hingga bumbu meresap dan kuah susut.
    8. Angkat dan sajikan hangat.

    3. Resep Sambal Goreng Rebung dan Ayam

    Resep Sambal Goreng Ayam dan RebungResep Sambal Goreng Ayam dan Rebung Foto: iStok

    Sayur rebung ini diberi bumbu cabe dan kuah santan serta rempah segar. Gurih pedas rasanya

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    60 menit mudah 6
    Daerah Asal Masakan : Jawa
    Kategori Masakan : sayur

    Bahan Bahan

    • 3 sdm minyak sayur
    • 2 cm lengkuas
    • 2 lembar daun salam
    • 150 g daging ayam, potong-potong
    • 250 g rebung rebus, iris kecil panjang
    • 1 buah cabe merah besar, iris serong
    • 1.5 liter santan segar
    • 1 sdm cabe merah bubuk
    • 2 sdm ebi, rendam, tumbuk
    • 1 sdm kaldu jamur
    • 1 sdt gula pasir
    • Bumbu halus:
    • 3 buah cabe merah besar, buang bijinya
    • 5 buah cabe merah keriting
    • 5 siung bawang putih
    • 3 butir bawang merah
    • 1 sdt terasi
    • 2 sdt garam
    • Taburan:
    • bawang merah goreng

    Cara Memasak:

    1. Tumis Bumbu Halus hingga wangi dan matang.
    2. Tambahkan daun salam, lengkuas dan daging ayam, aduk hingga daging ayam kaku.
    3. Masukkan cabe merah, ebi tumbuk, aduk hingga harum lalu angkat.
    4. Masukkan ke dalam panci.Tuangi santan, didihkan dengan api kecil.
    5. Masukkan irisan rebung, gula dan kaldu jamur, didihkan hingga ayam matang. Matikan api.
    6. Sajikan dengan taburan bawang merah goreng.

    Simak Video “SIAL InterFOOD 2025 Menjadi Wadah Inovasi dan Kolaborasi Industri Pangan Asia Tenggara
    [Gambas:Video 20detik]
    (odi/odi)



    Sumber : food.detik.com