Tag: rekomendasi makanan

  • Crunchy Gurih! Ini 7 Salt Bread di Jakarta Incaran Foodies


    Jakarta

    Popularitas salt bread di Jakarta masih berada di posisi atas. Kafe hingga bakery kekinian banyak menawarkan kreasi salt bread. Menu ini patut dicoba penggemar roti!

    Salt bread merupakan kreasi roti yang populer di Korea dan Jepang. Berupa roti dengan cita rasa asin gurih yang terbuat dari adonan yang digiling tipis kemudian dioles mentega dan digulung berbentuk bulat panjang.

    Bagian atas atau bawah roti ditaburi garam kasar atau sea salt. Bagian dalam rotinya berongga membentuk lingkaran. Ketika digigit sedikit liat teksturnya dan terasa renyah.


    Salt bread kini banyak dikreasikan dengan berbagai pilihan varian. Di antaranya diberi isian keju, truffle egg, garlic, triple cheese, hingga cokelat.

    Berikut 7 rekomendasi salt bread yang enak di Jakarta

    1. Little Salt Bread

    Little Salt BreadLittle Salt Bread Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Little Salt Bread bisa disebut sebagai pelopor viralnya kreasi salt bread di Jakarta. Sampai saat ini, bakery yang berlokasi di area Pasaraya Blok M ini masih hits.

    Little Salt Bread menawarkan salt bread berbagai varian, mulai dari isian egg truffle, keju, nori miso, dan lainnya. Harga roti di sini mulai dari Rp 12.000 saja.

    Makan roti di Little Salt Bread enaknya ditemani dengan Iced Sweet Japanese Coffee with Cream dan Honeycomb Milk Tea. Kafe bergaya vintage dengan sentuhan industrial ini masih diantre pelanggan ketika akhir pekan.

    2. Chulos Bakehouse

    Chulos BakehouseChulos Bakehouse Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bakery berkonsep ala Korea ini menawarkan salt bread enak. Adalah Chulos Bakehouse yang membuka gerainya di kawasan Jelambar, Jakarta Barat.

    Bakery ini bisa dikatakan autentik Korea, karena sang pemilik adalah orang Korea asli yang berprofesi sebagai chef. Namanya Kang Min Ki yang juga seorang edukator di sekolah baking online bernama Bake Lab.

    Varian salt bread di sini beragam, mulai dari yang plain, triple cheese, cokelat, garlic, hingga onion. Harganya mulai dari Rp 14.000 per buahnya.

    3. Daribu Jakarta

    Daribu Jakarta, bakery sekaligus kafe ala Korea yang punya sajian salt bread populerDaribu Jakarta, bakery sekaligus kafe ala Korea yang punya sajian salt bread populer Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Daribu Jakarta merupakan bakery sekaligus kafe yang berlokasi dalam area Kamaja, Kyai Maja, Jakarta Selatan. Pemiliknya adalah orang Korea asli yang menu andalannya berupa salt bread.

    Antrean mengular langsung terlihat di area depan bakery sejak jam operasional dibuka pada pukul 10.00 WIB. Pelanggan ada yang mengantre untuk makan di tempat maupun takeaway.

    Berbagai variasi salt bread bisa ditemui di Daribu Jakarta. detikFood telah mencobanya dan menurut kami paling nikmat varian milk dan garlic cheese. Harganya mulai dari Rp 38.000 per buah.

    4. Hey Kuro

    Hey Kuro juga menjadi salah satu bakery di Jakarta yang menawarkan salt bread ala Korea. Gerai tetapnya berada di PIK Broadway. Mereka juga sering melakukan pop-up, untuk bulan ini ada di eMayzin Fest dan Chillax Sudirman.

    Pilihan menu salt bread dari Hey Kuro ini cukup beragam. Di antaranya ada yang plain, Cream Cheese, Truffle Mushroom, Honey Cheese, Mochi Castella Cream, dan lainnya.

    Untuk ukurannya, salt bread di sini juga terbilang kecil dengan bagian dalamnya berongga. Harganya mulai dari Rp 21.000.

    5. Bread Culture

    Bread Culture merupakan bakery bergaya Korea yang dapat ditemui di kawasan Jakarta Barat. Tepatnya berlokasi di Jalan Kembangan Utama H8 No. 1 B, Kembangan Utara. Ternyata, bakery ini juga ada di kawasan ASHTA District 8.

    Pilihan roti di sini sangat beragam, salt bread yang menjadi favoritnya. Pilihannya ada Blueberry Cheese Crumble, BBQ Smoked Wagyu, Garlic, hingga Truffle Mushroom. Harganya sekitar Rp 30.000-an.

    6. Nool Strala

    Nool Strala banyak menawarkan pastry, terutama croissant. Namun, mereka juga menawarkan ragam roti lain seperti salt bread dengan berbagai macam varian.

    Nool Strala bisa ditemui di kawasan Dharmawangsa, selain itu hadir juga di kawasan Gading Serpong. Tempatnya lebih besar dan pilihan rotinya lebih bervariasi.

    Beberapa varian salt bread ditawarkan oleh Nool Strala. Kami berhasil mendapatkan 3 varian salt bread, yaitu Plain, Mozzarella, dan Aren. Harganya mulai dari Rp 15.000 – Rp 25.000.

    7. Fleur by Raja

    Fleur by Raja, saltbread di JakselFleur by Raja, saltbread di Jaksel Foto: Instagram

    Satu lagi kafe baru di Jakarta yang menawarkan menu salt bread sebagai andalan mereka. Aadalah Fleur by Raja yang berlokasi di Ruko Wisma Iskandarsyah Blok A7, Jakarta Selatan.

    Fleur by Raja menawarkan beberapa variasi salt bread. Di antaranya ada original, cheddar chive, truffle, garlic rosemary, dan salmon tobiko mentai. Harganya mulai dari Rp 15.000-an per buah.

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Bikin Kenyang! 5 Nasi Liwet Lauk Ayam dan Ikan Goreng di Jakarta


    Jakarta

    Nasi liwet bisa menjadi pilihan menu makan siang yang lezat dan mengenyangkan. Di Jakarta, nasi liwet bisa ditemukan di berbagai tempat dengan lauk beragam.

    Nasi liwet merupakan nasi gurih khas Jawa Barat. Berupa nasi yang dimasak dengan berbagai bumbu rempah, seperti bawang merah, bawang putih, lengkuas, daun salam, daun jeruk, dan sereh.

    Selain itu, nasi liwet biasanya disajikan dengan petai dan ikan teri atau ikan asin. Nasi liwet juga kerap disajikan dalam konsep makan botram khas orang Sunda, yaitu kegiatan makan bersama biasanya menggunakan alas daun pisang.


    Penyajian nasi liwet di restoran Sunda biasanya menggunakan kastrol yang porsinya cocok untuk makan 3-4 orang. Beberapa tempat makan lain juga ada yang menyajikannya per porsi. Tinggal tambahkan lauk favorit, seperti ayam atau ikan goreng, sambal, dan lalapan.

    Berikut 5 rekomendasi nasi liwet enak di Jakarta:

    1. Warung Teteh Nasi Liwet

    rekomendasi nasi liwet di Jakartarekomendasi nasi liwet di Jakarta Foto: Google Review/Instagram

    Di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ada tempat makan nasi liwet populer. Namanya Warung Teteh yang bisa dikunjungi atau pesan untuk makan siang.

    Ciri khas nasi liwet yang ditawarkan Warung Teteh ini tetap gurih meski tak menggunakan santan. Aroma rempahnya juga pekat terasa. Menu nasi liwet ditawarkan per porsi atau per paket.

    Nasi liwet per porsi dibanderol harga mulai dari Rp 35.000 – Rp 60.000, tergantung lauknya. Untuk paket gelar daun ada tersedia menu Paket Daun 1 hingga Daun 4 dengan harga Rp 120.000 – Rp 180.000.

    2. Pondok Sunda Prasmanan Cikajang

    Rumah makan khas Sunda yang enak di Jakarta Selatan ini bernama Pondok Sunda Prasmanan Cikajang atau RM Cikajang Prasmanan. Lokasinya ada di kawasan Cikajang, Jakarta Selatan.

    Begitu memasuki rumah makan ini, pelanggan akan langsung disambut puluhan menu menggugah selera. Di antaranya ada menu ayam goreng, ikan goreng, empal, ikan pesmol, dan lainnya.

    Di sini tersedia beberapa pilihan nasi, salah satunya yang laris adalah nasi liwet. Padukan juga dengan lauk dan sambal favorit. Menu yang ditawarkan mulai dari Rp 12.000-an atau bisa juga memesan menu paket bancakan seharga Rp 20.000-an per porsi.

    3. Warung Sunda E’Ceu Kokom

    Warung Sunda E'Ceu KokomWarung Sunda E’Ceu Kokom Foto: Google Review/Salsa Alifah Fandinah

    Di kawasan Bendungan Hilir yang terkenal dengan kulinernya juga terdapat warung Sunda enak berkonsep prasmanan. Namanya Warung Sunda E’Ceu Kokom yang juga menyajikan menu nasi liwet enak.

    Di tempat ini bisa menikmati sajian nasi liwet dengan konsep botram, cocok dikunjungi bersama rekan kerja. Lauk nasi liwet yang ditawarkan ada ayam kampung goreng, paru goreng, gurame goreng, hingga aneka pepes. Harganya dibanderol sekitar Rp 10.000 – Rp 30.000-an.

    4. Saung Sunda Kang Udin

    Saung Sunda Kang Udin juga bisa dikunjungi kalau ingin menikamti nasi liwet yang gurihnya nampol. Lokasinya ada di Jalan Lapangan Tembak No. 26, Jakarta Timur.

    Paket nasi liwet di restoran ini tersedia per paket dengan harga Rp 60.000-an. Isinya berupa nasi liwet dengan lauk ayam goreng, serta tahu dan tempe goreng. Sudah komplet dan tentunya mengenyangkan!

    5. Nasi Liwet Pawon

    Nasi Liwet PawonNasi Liwet Pawon Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ada tempat makan nasi liwet terkenal. Banyak yang mengunjungi warung sederhana ini untuk pesan ataupun makan di tempat.

    Nasi liwetnya harum semerbak karena banyak menggunakan serai dan daun salam, tapi tak begitu gurih. Bisa dipadukan dengan aneka lauk sedap, seperti ayam goreng, ikan goreng, tempe mendoan, hingga kulit goreng.

    Seporsinya juga terjangkau, mulai dari Rp 15.000 – Rp 20.000. Sajiannya sudah lengkap 1 paket dengan tambahan irisan tempe goreng, lalapan, sambal 2 macam, ikan asin, dan tempe mendoan.

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Kuliner Legendaris di Jatinegara Ini Mantap Rasanya, Ada yang Sejak 1948!


    Jakarta

    Meski jarang tersorot, kuliner legendaris di kawasan Jatinegara tidak pernah kehilangan pelanggan setianya. Dari bakery jadul sampai ayam goreng klasik bisa ditemukan di sini.

    Jatinegara dikenal sebagai salah satu kawasan kuliner paling tua dan sibuk di Jakarta Timur. Di balik deretan pasar, gang sempit, dan kawasan pemukiman yang padat, di sini hadir berbagai makanan legendaris yang telah bertahan puluhan tahun.

    Beberapa di antaranya bahkan sudah berdiri sejak era 1940-an dan 1950-an, tetap setia dengan racikan turun-temurun yang tak berubah.


    Dari jajanan pasar yang dijual di gang kecil, olahan sate kambing yang enak, hingga jajanan kaki lima yang antreannya tak pernah surut.

    Berikut 7 rekomendasi tempat makan legendaris di Jatinegara yang bertahan sejak puluhan tahun lalu:

    1. Ayam Goreng Ibu Haji

    10 Kuliner Legendaris di Jatinegara, Ada Combro hingga Soto BetawiAyam Goreng Bu Haji, Kuliner Legendaris di Jatinegara. Foto: Site Culinary/Visual

    Ayam Goreng Ibu Haji menjadi salah satu kuliner paling legendaris di Jatinegara, karena restoran ini sudah berdiri sejak 1948. Meski sempat terbakar pada 1998, kedai ini tetap bertahan dan menjaga cita rasa yang sama. Menu yang ditawarkan sederhana, hanya ayam goreng bumbu kuning dan sayur asem, namun justru kesederhanaan itulah yang membuat banyak pelanggan kembali.

    Potongan ayam kampung berukuran besar dimasak dengan bumbu ungkep kuning cerah yang meresap sampai ke dalam. Rasa gurih ayam semakin nikmat saat dicocol sambal ulek merah dan disantap bersama sayur asem segar.

    Selain ayam goreng, tersedia empal goreng dengan serundeng yang tak kalah populer. Harga seporsi ayam kampung masih terjangkau, sekitar Rp 25.000.

    2. Siomay Wawa

    10 Kuliner Legendaris di Jatinegara, Ada Combro hingga Soto BetawiSiomay Wawa. Foto: Site Culinary/Visual

    Siomay Wawa menjadi jajanan favorit di Jatinegara sejak era 1990-an. Berlokasi di dalam Gang Banten, Pasar Jatinegara, siomay ini kembali viral setelah banyak diulas di media sosial.

    Untuk adonan siomay ini terbuat dari campuran ayam dan udang yang bentuknya sekilas menyerupai dimsum, tapi tetap disebut siomay karena proses dan penyajiannya.

    Selain siomay di sini juga menjual ngohiong yang padat dan lembut. Karena tingginya permintaan, pembeli kini harus memesan minimal satu hari sebelumnya. Harga siomay per porsi berada di kisaran Rp 30.000 dengan jam operasional pukul 05.00-17.00.

    Aromanya yang khas dan teksturnya yang kenyal membuat Siomay Wawa tetap menjadi pilihan banyak warga sekitar yang mencari jajanan jadul yang enak.

    3. Combro Bu Aminah

    Gurih Renyah Combro di Dalam Gang Tai Jatinegara yang LegendarisGurih Renyah Combro di Dalam Gang Tai Jatinegara yang Legendaris Foto: detikFood

    Combro Bu Aminah atau Terminal Combro, kini menjadi buruan para pencinta jajanan tradisional di Jatinegara. Berlokasi di Gang Tai, kios ini sudah berdiri sejak 1980-an dan semakin populer setelah banyak diliput media serta food vlogger.

    Ciri khasnya ada pada adonan singkong padat yang diisi oncom berbumbu gurih pedas. Sensasi cabai rawit di dalamnya memberi kejutan yang membuat banyak pelanggan ketagihan. Meski lokasinya tersembunyi, pembeli terus berdatangan hingga kini harus memesan H-1 agar kebagian.

    Selain combro, tersedia juga misro, getuk, ongol-ongol, dan roti goreng dengan harga sekitar Rp 3.500. Rasanya yang autentik membuat jajanan sederhana ini tetap bertahan di tengah maraknya kuliner modern. Banyak warga datang karena rasa yang dianggap tidak berubah sejak dulu.

    4. Toko Roti Gelora

    Nostalgia Jajan Roti Jadul di Toko Roti Gelora yang Berusia 73 TahunNostalgia Jajan Roti Jadul di Toko Roti Gelora yang Berusia 73 Tahun Foto: detikFood

    Toko Roti Gelora merupakan salah satu jejak kejayaan bakery lawas era 1980-an yang masih bertahan hingga kini. Berada di dalam gang padat pemukiman Bali Mester, letaknya memang tidak mencolok sehingga pengunjung harus jeli mencari. Namun lokasi tersembunyi ini tidak mengurangi popularitasnya, terutama setelah viral di media sosial.

    Toko yang sudah berdiri lebih dari 75 tahun ini tetap mempertahankan racikan roti khas dengan kualitas yang konsisten. Menu utamanya adalah roti tawar, disusul roti manis, roti gandum, roti sobek, dan roti pisang. Selain roti, tersedia butter cookies dengan berbagai rasa, seperti Vanilla Ring, Danish, dan Speculaas.

    Usaha ini kini dikelola oleh Pak Ridwan, generasi kedua pemilik Roti Gelora. Harga rotinya masih terjangkau mulai dari Rp 15.000.

    5. Siomay Super Pak Aceng

    5 Siomay Enak dan Legendaris di Jatinegara yang Wajib Dicoba!Siomay Enak dan Legendaris di Jatinegara yang Wajib Dicoba! Foto: Site Culinary

    Siomay Super Pak Aceng di Cipinang Raya menjadi salah satu jajanan yang selalu diminati pembeli. Dijual sejak 1980-an, siomay ini terkenal karena mampu menjual ribuan butir hanya dalam waktu kurang dari 2 jam. Ukuran siomaynya besar, mirip dengan siomay premium di restoran.

    Menunya lengkap, mulai dari kentang, pare, siomay tahu goreng dan putih, hingga kol gulung lembut. Setiap potongan disajikan dengan siraman bumbu kacang, perasan jeruk nipis, dan kecap manis. Harga per biji hanya Rp 4.000.

    Tekstur siomaynya kenyal, terutama siomay telur yang menjadi favorit pelanggan. Aroma bumbu kacangnya yang wangi membuat banyak orang rela antre panjang. Kelezatannya membuat jajanan kaki lima ini tetap bertahan di tengah persaingan kuliner modern.

    6. Sate Kambing H. Giyo

    Sate Kambing H. Giyo sudah menjadi ikon kuliner di kawasan Jatinegara sejak 1985. Beroperasi dengan gaya Solo, sate ini terkenal karena potongan dagingnya yang besar namun tetap empuk. Daging kambing dipanggang dengan olesan kecap dan rempah khas sehingga menghasilkan aroma sedap dan rasa manis gurih. Sensasi daging yang lembut menjadikan sate ini favorit banyak pelanggan setia.

    Selain sate, tersedia juga tongseng kambing dengan kuah kental, sop kambing, serta tengkleng yang kaya rempah. Harga satu porsi sate berkisar Rp 55.000.

    Tempat makan sate ini selalu ramai oleh pengunjung yang datang untuk menikmati olahan kambing yang tidak berbau prengus. Kedai ini menjadi salah satu tempat makan wajib saat berkunjung ke Jatinegara.

    7. Soto Sapi Ni’mat

    Kelezatan Soto Betawi Legendaris di Jatinegara Berusia 73 TahunKelezatan Soto Betawi Legendaris di Jatinegara Berusia 73 Tahun Foto: detikFood

    Soto Sapi Ni’mat Betawi yang berdiri sejak 1952 menjadi salah satu soto paling legendaris di Jatinegara. Warung sederhana ini konsisten menyajikan satu menu yaitu soto Betawi berkuah santan murni tanpa susu, menggunakan santan dari kelapa pilihan, dan racikan rempah turun-temurun.

    Daging sapi, kikil, dan tulang muda dimasak dua kali agar empuk, lalu disajikan bersama sambal rawit dan acar. Seporsi soto dihargai Rp 26.000, atau Rp 32.000 jika termasuk nasi. Meskipun tempatnya sederhana, warung ini mampu menghabiskan 15-25 kilogram daging per hari.

    Tidak tersedia di aplikasi ojek online, pengunjung harus datang langsung untuk menikmati soto legendaris ini. Aroma gurih kuah santannya membuat banyak pelanggan kembali.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Kuliner Legendaris di Jatinegara Ini Mantap Rasanya, Ada yang Sejak 1948!


    Jakarta

    Meski jarang tersorot, kuliner legendaris di kawasan Jatinegara tidak pernah kehilangan pelanggan setianya. Dari bakery jadul sampai ayam goreng klasik bisa ditemukan di sini.

    Jatinegara dikenal sebagai salah satu kawasan kuliner paling tua dan sibuk di Jakarta Timur. Di balik deretan pasar, gang sempit, dan kawasan pemukiman yang padat, di sini hadir berbagai makanan legendaris yang telah bertahan puluhan tahun.

    Beberapa di antaranya bahkan sudah berdiri sejak era 1940-an dan 1950-an, tetap setia dengan racikan turun-temurun yang tak berubah.


    Dari jajanan pasar yang dijual di gang kecil, olahan sate kambing yang enak, hingga jajanan kaki lima yang antreannya tak pernah surut.

    Berikut 7 rekomendasi tempat makan legendaris di Jatinegara yang bertahan sejak puluhan tahun lalu:

    1. Ayam Goreng Ibu Haji

    10 Kuliner Legendaris di Jatinegara, Ada Combro hingga Soto BetawiAyam Goreng Bu Haji, Kuliner Legendaris di Jatinegara. Foto: Site Culinary/Visual

    Ayam Goreng Ibu Haji menjadi salah satu kuliner paling legendaris di Jatinegara, karena restoran ini sudah berdiri sejak 1948. Meski sempat terbakar pada 1998, kedai ini tetap bertahan dan menjaga cita rasa yang sama. Menu yang ditawarkan sederhana, hanya ayam goreng bumbu kuning dan sayur asem, namun justru kesederhanaan itulah yang membuat banyak pelanggan kembali.

    Potongan ayam kampung berukuran besar dimasak dengan bumbu ungkep kuning cerah yang meresap sampai ke dalam. Rasa gurih ayam semakin nikmat saat dicocol sambal ulek merah dan disantap bersama sayur asem segar.

    Selain ayam goreng, tersedia empal goreng dengan serundeng yang tak kalah populer. Harga seporsi ayam kampung masih terjangkau, sekitar Rp 25.000.

    2. Siomay Wawa

    10 Kuliner Legendaris di Jatinegara, Ada Combro hingga Soto BetawiSiomay Wawa. Foto: Site Culinary/Visual

    Siomay Wawa menjadi jajanan favorit di Jatinegara sejak era 1990-an. Berlokasi di dalam Gang Banten, Pasar Jatinegara, siomay ini kembali viral setelah banyak diulas di media sosial.

    Untuk adonan siomay ini terbuat dari campuran ayam dan udang yang bentuknya sekilas menyerupai dimsum, tapi tetap disebut siomay karena proses dan penyajiannya.

    Selain siomay di sini juga menjual ngohiong yang padat dan lembut. Karena tingginya permintaan, pembeli kini harus memesan minimal satu hari sebelumnya. Harga siomay per porsi berada di kisaran Rp 30.000 dengan jam operasional pukul 05.00-17.00.

    Aromanya yang khas dan teksturnya yang kenyal membuat Siomay Wawa tetap menjadi pilihan banyak warga sekitar yang mencari jajanan jadul yang enak.

    3. Combro Bu Aminah

    Gurih Renyah Combro di Dalam Gang Tai Jatinegara yang LegendarisGurih Renyah Combro di Dalam Gang Tai Jatinegara yang Legendaris Foto: detikFood

    Combro Bu Aminah atau Terminal Combro, kini menjadi buruan para pencinta jajanan tradisional di Jatinegara. Berlokasi di Gang Tai, kios ini sudah berdiri sejak 1980-an dan semakin populer setelah banyak diliput media serta food vlogger.

    Ciri khasnya ada pada adonan singkong padat yang diisi oncom berbumbu gurih pedas. Sensasi cabai rawit di dalamnya memberi kejutan yang membuat banyak pelanggan ketagihan. Meski lokasinya tersembunyi, pembeli terus berdatangan hingga kini harus memesan H-1 agar kebagian.

    Selain combro, tersedia juga misro, getuk, ongol-ongol, dan roti goreng dengan harga sekitar Rp 3.500. Rasanya yang autentik membuat jajanan sederhana ini tetap bertahan di tengah maraknya kuliner modern. Banyak warga datang karena rasa yang dianggap tidak berubah sejak dulu.

    4. Toko Roti Gelora

    Nostalgia Jajan Roti Jadul di Toko Roti Gelora yang Berusia 73 TahunNostalgia Jajan Roti Jadul di Toko Roti Gelora yang Berusia 73 Tahun Foto: detikFood

    Toko Roti Gelora merupakan salah satu jejak kejayaan bakery lawas era 1980-an yang masih bertahan hingga kini. Berada di dalam gang padat pemukiman Bali Mester, letaknya memang tidak mencolok sehingga pengunjung harus jeli mencari. Namun lokasi tersembunyi ini tidak mengurangi popularitasnya, terutama setelah viral di media sosial.

    Toko yang sudah berdiri lebih dari 75 tahun ini tetap mempertahankan racikan roti khas dengan kualitas yang konsisten. Menu utamanya adalah roti tawar, disusul roti manis, roti gandum, roti sobek, dan roti pisang. Selain roti, tersedia butter cookies dengan berbagai rasa, seperti Vanilla Ring, Danish, dan Speculaas.

    Usaha ini kini dikelola oleh Pak Ridwan, generasi kedua pemilik Roti Gelora. Harga rotinya masih terjangkau mulai dari Rp 15.000.

    5. Siomay Super Pak Aceng

    5 Siomay Enak dan Legendaris di Jatinegara yang Wajib Dicoba!Siomay Enak dan Legendaris di Jatinegara yang Wajib Dicoba! Foto: Site Culinary

    Siomay Super Pak Aceng di Cipinang Raya menjadi salah satu jajanan yang selalu diminati pembeli. Dijual sejak 1980-an, siomay ini terkenal karena mampu menjual ribuan butir hanya dalam waktu kurang dari 2 jam. Ukuran siomaynya besar, mirip dengan siomay premium di restoran.

    Menunya lengkap, mulai dari kentang, pare, siomay tahu goreng dan putih, hingga kol gulung lembut. Setiap potongan disajikan dengan siraman bumbu kacang, perasan jeruk nipis, dan kecap manis. Harga per biji hanya Rp 4.000.

    Tekstur siomaynya kenyal, terutama siomay telur yang menjadi favorit pelanggan. Aroma bumbu kacangnya yang wangi membuat banyak orang rela antre panjang. Kelezatannya membuat jajanan kaki lima ini tetap bertahan di tengah persaingan kuliner modern.

    6. Sate Kambing H. Giyo

    Sate Kambing H. Giyo sudah menjadi ikon kuliner di kawasan Jatinegara sejak 1985. Beroperasi dengan gaya Solo, sate ini terkenal karena potongan dagingnya yang besar namun tetap empuk. Daging kambing dipanggang dengan olesan kecap dan rempah khas sehingga menghasilkan aroma sedap dan rasa manis gurih. Sensasi daging yang lembut menjadikan sate ini favorit banyak pelanggan setia.

    Selain sate, tersedia juga tongseng kambing dengan kuah kental, sop kambing, serta tengkleng yang kaya rempah. Harga satu porsi sate berkisar Rp 55.000.

    Tempat makan sate ini selalu ramai oleh pengunjung yang datang untuk menikmati olahan kambing yang tidak berbau prengus. Kedai ini menjadi salah satu tempat makan wajib saat berkunjung ke Jatinegara.

    7. Soto Sapi Ni’mat

    Kelezatan Soto Betawi Legendaris di Jatinegara Berusia 73 TahunKelezatan Soto Betawi Legendaris di Jatinegara Berusia 73 Tahun Foto: detikFood

    Soto Sapi Ni’mat Betawi yang berdiri sejak 1952 menjadi salah satu soto paling legendaris di Jatinegara. Warung sederhana ini konsisten menyajikan satu menu yaitu soto Betawi berkuah santan murni tanpa susu, menggunakan santan dari kelapa pilihan, dan racikan rempah turun-temurun.

    Daging sapi, kikil, dan tulang muda dimasak dua kali agar empuk, lalu disajikan bersama sambal rawit dan acar. Seporsi soto dihargai Rp 26.000, atau Rp 32.000 jika termasuk nasi. Meskipun tempatnya sederhana, warung ini mampu menghabiskan 15-25 kilogram daging per hari.

    Tidak tersedia di aplikasi ojek online, pengunjung harus datang langsung untuk menikmati soto legendaris ini. Aroma gurih kuah santannya membuat banyak pelanggan kembali.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Intermittent Fasting ala Rina Nose Biar Tetap Kurus, Ternyata Sesimpel Ini


    Jakarta

    Tubuh ramping dan sehat yang dimiliki Rina Nose tentu menjadi dambaan banyak wanita. Demi mendapatkan bentuk tubuh ramping itu, selebritis kenamaan Indonesia tersebut mengaku menjalani metode intermittent fasting atau diet dengan jam makan tertentu.

    Rina Nose mengaku tidak memiliki pantangan makanan pada metode diet intermittent fasting-nya. Hanya saja, dirinya disiplin untuk makan hanya antara pukul satu siang hingga tujuh malam.

    Di luar jam tersebut, Rina mengatakan hanya menjaga tubuhnya tetap terhidrasi dengan baik dengan minum air putih.


    “Pokoknya makan tiap hari dimulai dari jam satu sampai jam tujuh. Nggak (makan) apapun (juga). Kalau nasi masih, sayur, makanan yang kayak gini kan dimasak semua,” ucap Rina Nose dikutip dari detikHot, Rabu (19/11/2024).

    Rina Nose mengatakan dirinya rutin mengonsumsi makanan tinggi protein untuk membantunya merasa kenyang lebih lama.

    Rekomendasi Makanan untuk Intermittent Fasting

    Demi memaksimalkan potensi manfaat kesehatan dari metode diet ini, penting untuk mengonsumsi makanan dan minuman utuh yang bergizi selama periode makan.

    Dikutip dari Healthline, mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi membantu melengkapi diet dan mendukung berat badan yang sehat. Cobalah untuk menyeimbangkan setiap waktu makan dengan berbagai macam makanan utuh seperti:

    • Buah-buahan: apel, pisang, beri, jeruk, persik, pir, dan tomat
    • Sayuran: brokoli, kubis brussel, kembang kol, mentimun, sayuran berdaun hijau.
    • Biji-bijian utuh: jelai, soba, quinoa, beras, gandum.
    • Lemak sehat: minyak zaitun dan alpukat
    • Sumber protein: telur, ikan, kacang-kacangan, daging, unggas, kacang-kacangan, biji-bijian.

    Minuman bebas kalori seperti air putih dan teh serta kopi tanpa gula, bahkan saat berpuasa, juga membantu mengendalikan nafsu makan sekaligus menjaga tubuh tetap terhidrasi.

    Sebaiknya batasi makanan olahan seperti makanan ringan kemasan, makanan yang digoreng, minuman manis, dan sebagian besar makanan beku. Pasalnya, makanan jenis ini akan mengurangi efek positif dari diet yang telah dilakukan.

    NEXT: Manfaat Intermittent Fasting

    Dokter gizi dr Raissa E Djuanda SpGK mengatakan melalui beberapa penelitian, metode diet ini dapat memberikan banyak manfaat kesehatan. Seperti membantu menurunkan berat badan, hingga mencegah penyakit diabetes tipe 2.

    “Intermittent fasting juga dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Itu juga membantu merangsang autophagy yang membantu membersihkan sel-sel rusak,” kata dr Raissa ketika dihubungi detikcom, Selasa (19/11/2024).

    Idealnya menurut dr Raissa, satu porsi makanan berisi 55-65 persen berisi karbohidrat (termasuk sayur), 20-30 persen lemak, dan 15-35 persen protein.

    Ia menyebut masyarakat juga bisa mengikuti pedoman ‘Isi Piringku’ dari Kementerian Kesehatan yaitu 50 persen buah dan sayur (sayur 2/3 dan buah 1/3) dan 50 persen berisi karbohidrat dan protein (2/3 karbohidrat dan 1/3 protein).

    dr Raissa menegaskan meskipun metode diet ini terbilang cukup efektif, namun tidak semua orang dapat mencobanya. Saat dilakukan secara tidak tepat, intermittent fasting bisa saja memunculkan risiko penurunan energi, pusing, hingga muncul masalah pencernaan.

    Beberapa orang yang tidak cocok dengan metode intermittent fasting seperti ibu hamil dan menyusui, anak-anak, dan orang-orang dengan kondisi medis tertentu.

    (dpy/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • YouTuber Ini Pangkas BB 27 Kg dalam 6 Bulan, Sukses Diet Berkat ChatGPT


    Jakarta

    Seorang YouTuber pria dengan nama saluran ‘My Life by AI’ membagikan perjalanan dietnya. Menariknya, YouTuber ini membuat rencana diet dengan bantuan ChatGPT atau Artificial Intelligence (AI).

    Dikutip dari Times of India, dalam sebuah video yang diunggah pada 12 Juli 2025, ia mengungkapkan bagaimana meminta ChatGPT menjadi asisten pribadi untuk membantunya menurunkan berat badan 27 kilogram (sekitar 60 pon) dalam enam bulan.

    ‘Pelatih’ AI ini ia beri nama Arthur. YouTuber tersebut memberikan perintah kepada Arthur untuk membuatkan program diet, mulai dari apa yang harus dimakan, olahraga apa yang membantu, hingga evaluasi harian.


    Dengan menggunakan ChatGPT, YouTuber ini mulai menghindari camilan-camilan dengan makanan utuh yang sehat, seperti sarapan dengan telur orak-arik dan roti panggang.

    Makan siang dengan nasi dan kacang refried. Makan malam dengan ayam panggang, ubi jalar, paprika panggang, zucchini, diakhiri dengan greek yogurt.

    “Tujuannya bukan untuk menjadi sempurna. Tujuannya adalah untuk konsisten,” ujar YouTuber tersebut.

    Menurut sang YouTuber, Arthur dinilai sangat membantu dalam mempertahankan konsistensi dietnya. Baik itu mencatat hasil olahraga harian sampai rekomendasi makanan.

    Dengan bantuan AI, YouTuber tersebut mengaku mengalami perubahan positif seperti peningkatan energi, suasana hati, dan fokus. Arthur dapat memberinya ruang untuk lebih kreatif dan tangguh.

    “Membiarkan AI mengendalikan hidup saya, tidak membuat saya sempurna. Tapi AI membuat saya konsisten (dalam diet),” katanya.

    (dpy/naf)



    Sumber : health.detik.com