Tag: reksa dana

  • Investasi Modal Kecil untuk Pemula di Tahun 2021

    Di luar sana masih banyak asumsi bahwa untuk berinvestasi membutuhkan modal yang besar. Padahal ada beberapa jenis investasi yang bisa dimulai dengan modal kecil untuk pemula. Lantas, apa saja investasi modal kecil bagi pemula di 2021? Yuk, kita bahas!

    Hal yang Harus Diperhatikan Investor Pemula

    Sebelum memasuki dunia investasi, diperlukan persiapan dan pemahaman yang matang. Di antaranya ada 3 hal yang harus diperhatikan untuk para investor pemula, yaitu:

     

     

    Menggunakan uang dingin untuk berinvestasi adalah satu hal yang wajib diketahui calon investor. Uang dingin sendiri adalah uang yang tidak akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau tidak digunakan dalam waktu dekat.

    Mengapa harus menggunakan uang dingin?

    Perlu diketahui bahwasannya investasi dengan modal kecil sekalipun memiliki risiko kerugian. Ketika suatu saat terjadi kerugian dan Anda menggunakan uang dingin, maka hal tersebut tidak akan mengganggu kondisi finansial utama Anda.

     

     

    Banyak investor yang ingin meraup keuntungan sebanyak-banyaknya dan memilih investasi secara asal tanpa pertimbangan yang matang. Padahal investasi sendiri membutuhkan pemahaman matang, serta waktu dan proses yang tidak sebentar, lho!

    Selain itu pemahaman mengenai analisis fundamental dan teknikal juga bisa dipelajari agar bisa memilih instrumen investasi dengan rasional.

     

     

    Pernah melihat postingan sosial media orang-orang yang sahamnya sedang subur dan Anda tergiur untuk membelinya? Eits, sebaiknya tahan dulu, ya! Karena dalam berinvestasi, Anda tidak boleh menelan informasi mentah-mentah. Anda harus bisa memutuskannya dengan pertimbangan yang matang dan membutuhkan analisis lebih lanjut. 

    Pilihan Investasi Modal Kecil di 2021

    Berikut beberapa pilihan investasi modal kecil yang bisa Anda coba di 2021 ini:

     

     

    Salah satu cara berinvestasi emas adalah dengan membeli emas batangan kemudian menyimpannya sebagai aset. Ukurannya pun beragam, ada 0,5 gram, 1 gram, 2 gram, hingga 1000 gram. Dari segi harga, harga termurah emas batangan untuk ukuran 0,5 gram berada di Rp 512,000 (13/04/2021).

    Jika Anda berinvestasi dengan emas, maka keuntungan yang didapat berasal dari harga emas yang cenderung mengalami kenaikan secara konsisten setiap tahunnya. 

     

     

    Reksa dana memang dikenal sebagai instrumen investasi yang ramah untuk para investor pemula, karena bisa dimulai dengan modal Rp 100,000! 

    Kok bisa? Emang gimana cara kerjanya?

    Reksa dana sendiri adalah wadah untuk menghimpun dana investor yang nantinya akan dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke berbagai instrumen, seperti saham, obligasi, pasar uang, dan lain-lain.

    Selain itu reksa dana termasuk investasi dengan risiko rendah, sehingga cocok untuk para investor pemula.

     

     

    Siapa bilang untuk berinvestasi dengan aset kripto membutuhkan modal besar? Sebagai contoh, bitcoin per 13 April 2021 berada di harga Rp 900 juta untuk setiap 1 kepingnya, akan tetapi bitcoin bisa dibeli dalam pecahan kecil yang disebut dengan Satoshi. 

    1 Satoshi sama dengan 0.00000001 BTC. Bila dikonversikan ke dalam rupiah, maka 1 Satoshi sekitar Rp 9,131 saja! Jadi, para investor pemula sekalipun bisa banget mulai berinvestasi dengan bitcoin. Terpenting, jangan lupa untuk mengedukasi diri sebelum memulai investasi, ya!

    Deposit Hanya Rp. 50,000 di Tokocrypto!

    Yes, hanya dengan minimum deposit Rp. 50,000 saja, Anda bisa mulai berinvestasi berbagai aset kripto termasuk BTC di Tokocrypto! Selain itu, Tokocrypto juga menerima deposit dari transfer bank dan tidak dikenakan biaya alias gratis, jadi cocok banget untuk investor pemula!

    Toko Token (TKO)

    Selain investasi modal kecil dengan bitcoin, ada salah satu koin yang baru saja diluncurkan awal April 2021 kemarin, yaitu TKO. TKO adalah proyek aset kripto lokal pertama di Indonesia yang menghadirkan model token hybrid unik dengan utilitas Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi).

    Kehadiran TKO disambut meriah oleh para investor dan trader yang ditunjukkan melalui kolom komentar instagram TKO. Dengan semangat dan kerja keras antara Tokocrypto dan Binance yang memastikan TKO didukung oleh ahli finansial dan blockchain, mereka percaya TKO akan meroket suatu hari nanti.

    Antusiasme masyarakat dalam menyambut TKO juga terlihat dari peningkatan harga TKO yang melesat hingga 3000% saat listing pertama kali di Tokocrypto. Saat ini TKO sendiri berada di level harga Rp 33,918.43 pada Selasa (13/04) pukul 16.12. 

    Gimana? Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang TKO? Simak informasi terbaru kami di instagram TKO dan dapatkan TKO sekarang!, ya! Salam to the Moon!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Simak Perbedaan Reksa dana dan Crypto Sebelum Investasi

    Kini sangat mudah menemui berbagai instrumen investasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan tiap investor. Beberapa dari kita pasti sudah tak asing dengan investasi reksa dana, atau yang tengah banter terdengar saat ini yaitu investasi crypto. Tentunya kedua instrumen investasi ini sama-sama menawarkan cuan untuk para investornya. Namun, jika berbicara ketidaksamaannya, apa saja sih yang menjadi perbedaan antara reksa dana dan crypto? Nah, agar lebih jelas, yuk, simak artikel ini!

    Kenalan dengan Investasi Reksa Dana

    Instrumen investasi reksa dana memang sudah jauh ada sebelum crypto atau aset crypto hadir. Di Indonesia sendiri, reksa dana dikenal sejak tahun 1995 dan berkembang pesat di tahun 1996. 

    Reksa dana adalah produk investasi berbentuk kumpulan dana yang kemudian dikelola sebagai modal investasi untuk diinvestasikan ke dalam berbagai jenis produk keuangan seperti saham, obligasi, serta instrumen investasi lainnya. Nah, nantinya dana tersebut dikelola oleh manajer investasi yang dipilih oleh nasabah sendiri. 

    Kenalan dengan Investasi Crypto

    Investasi aset crypto sendiri diperkenalkan pertama kali di dunia yakni pada tahun 2009. Aset crypto ini lahir dari canggihnya teknologi. Bagaimana tidak? Aset crypto adalah mata uang digital yang berjalan di sistemnya sendiri yang disebut kriptografi. Dengan begitu, aset crypto hampir tidak mungkin bisa dipalsukan. 

    Walaupun aset crypto bisa dibilang lebih muda dibanding instrumen investasi lainnya, ia sudah mampu menarik perhatian investor baru, terutama millennials. Hal ini terjadi bukan tanpa alasan. Ketika pandemi COVID-19 berlangsung di awal tahun 2020, harga salah satu aset crypto yakni bitcoin mampu stabil, bahkan cenderung naik, padahal di instrumen investasi lainnya meluncur drastis. Dengan begitu, mereka percaya bahwa aset crypto juga merupakan salah satu instrumen investasi yang safe haven.

    Perbedaan Reksa Dana dan Crypto

    Setelah berkenalan dengan kedua instrumen investasi tersebut, berikut kami hadirkan perbedaan reksa dana dan crypto yang bisa Anda ketahui:

    Jika dilihat berdasarkan instrumennya, jelas keduanya memiliki perbedaan. Terdapat beberapa instrumen investasi pada reksa dana, seperti: deposito berjangka, sertifikat deposito, sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan Sertifikat Berharga Pasar Uang (SBPU). Sedangkan pada aset crypto, Anda bisa menemui berbagai pilihan instrumen investasi seperti bitcoin, ethereum, litecoin, dogecoin dan masih banyak lagi. 

    Seperti yang sudah disebutkan di atas, reksa dana dikelola oleh manajer investasi terpilih. Nah, manajer investasi ini adalah sebuah manajemen atau lembaga profesional yang tugasnya mengelola kegiatan investasi Anda. Nantinya, sebelum Anda memulai investasi, manajer investasi akan membuat prospektus, yang didalamnya akan dijelaskan berbagai hal penting seperti kebijakan investasi, maupun legalitas dari pihak-pihak tertentu (seperti bank, kustodian, akuntan, dan kantor hukum).

    Sedangkan pada aset crypto, semua keputusan dalam mengelola investasi ada di tangan investor sepenuhnya. Semua aktivitas jual beli aset dilakukan pada sebuah platform bernama exchange. Penyimpanan aset crypto sendiri pun dilakukan di wallet yang disediakan oleh exchange, sehingga dari proses pendaftaran hingga transaksi jual beli semua kendali ada di tangan Anda. 

    Reksa dana memiliki waktu transaksi yang terbatas karena mengikuti jam dan hari Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni di hari Senin sampai Jumat. Untuk waktu pemesanan, pembelian, maupun penjualan dibatasi oleh waktu yang sudah ditentukan atau istilahnya cut off time. Cut off time untuk transaksinya sendiri adalah sampai dengan pukul 13.00 WIB setiap hari bursa. 

    Berbeda dengan reksa dana, pada aset crypto, waktu transaksi yang ada sangatlah fleksibel. Anda bisa melakukan transaksi jual beli selama 24 jam di setiap harinya tanpa memandang hari libur. 

    Kini Anda sudah tak perlu bingung lagi dengan perbedaan reksa dana dan crypto. Bagi Anda yang sudah memutuskan untuk berinvestasi aset crypto, yuk daftarkan diri Anda di Tokocrypto! Kunjungi www.tokocrypto.com segera untuk belajar, jual, beli, dan investasi aset crypto dengan mudah dan aman!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Jenis Investasi Jangka Pendek yang Cocok untuk Pemula

    Investasi yang dikenal saat ini bukan hanya untuk jangka panjang saja. Ada pula jenis investasi jangka pendek yang bisa disesuaikan tujuannya untuk memenuhi kebutuhan dengan jangka waktu yang lebih pendek. Waktu untuk mendapat keuntungan yang lebih singkat serta risiko yang lebih minim membuat jenis investasi ini banyak dipilih oleh orang. 

    Lebih lengkapnya, baca terus artikel ini, yuk!

    Apa itu Investasi Jangka Pendek?

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, investasi jangka pendek adalah produk investasi di mana investornya menyetorkan sejumlah dana untuk dikelola dalam jangka waktu yang singkat. Sehingga dana dan potensi keuntungan yang ada dapat dicairkan dalam waktu yang pendek. Biasanya, orang-orang mencairkannya menjadi dana tunai dalam waktu 3 hingga 12 bulan.

    Tujuan Investasi Jangka Pendek

    Sama dengan halnya investasi jangka panjang, tentunya investasi jenis ini memiliki tujuannya tersendiri. Berikut kami hadirkan apa saja yang menjadi tujuannya:

    1. Belajar Investasi

    Kendati waktu yang dibutuhkan untuk melakukan investasi ini lebih singkat, maka cara ini bisa Anda ambil untuk belajar investasi apabila baru pertama kali ingin berinvestasi. 

    Yaps, investasi jangka pendek akan melatih Anda untuk menyisihkan uang di tiap bulannya. Dengan begitu, lama kelamaan Anda akan terbiasa dan akhirnya mampu untuk berinvestasi jangka panjang.

    2. Punya Goals atau Wishlist Tertentu

    Selain itu, investasi jangka pendek dapat Anda tempuh ketika memiliki goals atau wishlist tertentu. Misalnya jika Anda ingin membeli smartphone atau berlibur. Dengan ‘menabungkan’ uang Anda di instrumen investasi, tentunya Anda akan mendapatkan keuntungan dari portofolio yang ada.

    Cara ini lebih menguntungkan jika dibanding dengan menabung di rekening biasa dan kesempatan Anda untuk mengambil uang secara tiba-tiba dapat dihindari.

    Baca juga: Harus Tahu! Ini Dia Perbedaan Menabung dan Investasi

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Ilustrasi tips investasi aset kripto agar selalu cuan.

    3 Jenis Investasi Jangka Pendek

    1. Deposito

    Instrumen investasi jangka pendek ini memang sudah dikenal dan banyak digunakan orang-orang sejak dahulu. Deposito adalah produk tabungan di bank dengan menyetorkan dan mencairkan sejumlah dana dalam waktu yang singkat. Nah, untuk jangka waktu pencairan dananya sendiri dilakukan dengan kesepakatan antara pihak bank dan nasabah. Bisa dalam 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun. 

    Alasan kenapa instrumen investasi ini tepat untuk pemula adalah cenderung stabil dan beresiko rendah. Namun, memang karena hal itulah yang membuat bunga yang didapat akan sedikit. 

    2. P2P Lending

    P2P Lending atau Peer to Peer Lending bisa disebut juga Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI). P2P Lending ini merupakan platform investasi yang mempertemukan orang yang membutuhkan pinjaman dan dengan orang yang ingin meminjamkan dana berbasis teknologi informasi

    Waktu periode investasinya dapat dipilih oleh investor. Mulai dari 6 bulan, 1 tahun, hingga 2 tahun. Nah, untuk keuntungannya sendiri didapat dari suku bunga pinjaman. 

    Kehadiran P2P Lending ini memang semakin berkembang pesat di beberapa tahun belakangan ini. Namun, untuk lebih aman, pastikan Anda memilih perusahaan fintech P2P Lending yang sudah diawasi oleh OJK langsung, ya!

    cara kerja reksa dana salah satu jenis investasi jangka pendek

    Baca juga: Tips Kelola Gaji untuk Investasi Kripto #SiapLebihCuan Bareng Tokocrypto dan GoPay

    3. Reksa dana 

    Reksa dana merupakan instrumen investasi yang memiliki mekanisme di mana dana dari investor akan dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi (MI) untuk memperoleh keuntungan. Jenis-jenis dari reksa dana pun bermacam-macam dan bisa dipilih sesuai dengan tingkat risikonya, mulai dari tingkat risiko yang rendah, menengah, dan tinggi. 

    Adapun jenisnya antara lain: reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, dan reksa dana campuran. Nah, jenis reksa dana pasar uang merupakan pilihan investasi jangka pendek sebab periode waktunya hanya satu tahun dan tingkat risikonya rendah. 

    Jadi, apakah Anda sudah menentukan jenis investasi jangka pendek yang akan dipilih? Nah, bagi Anda yang ingin menabung aset kripto dan mengetahui seluk beluknya, yuk, kunjungi website  Tokocrypto! Oh iya, untuk informasi yang lebih up to date, Anda bisa bergabung di komunitas resmi Tokocrypto juga, lho!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pantang Menyerah! Ini Cara Realisasikan Merdeka Finansial di Masa Tua


    Jakarta

    Mempersiapkan masa tua sebaik mungkin menjadi hal yang perlu dilakukan setiap orang. Bahkan persiapan itu perlu dilakukan sedini mungkin. Ada berbagai persiapan yang bisa dilakukan, salah satunya terkait dengan finansial.

    Hal itu karena penurunan produktivitas yang kerap terjadi di masa tua. Supaya masa tua tidak terbebankan oleh finansial, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan seperti memanfaatkan instrumen investasi.

    Nah berikut adalah instrumen investasi yang bisa dimanfaatkan untuk merealisasikan merdeka finansial.


    1. Emas

    Emas masih dianggap sebagai salah satu aset yang menguntungkan, mengingat nilainya cenderung terus naik tanpa terpengaruh inflasi. Nyatanya, menabung emas memang bisa didapatkan dengan mudah dan murah. Apalagi seiring berkembangnya zaman, sekarang menabung emas juga bisa dalam versi digital.

    2. Saham

    Jika ingin berinvestasi dan tak takut risiko, pasar saham bisa jadi pilihan. Kuncinya, ketika berinvestasi membeli saham tertentu, jangan sampai asal-asalan ikut apa kata influencer.

    Sebaiknya pelajari terlebih dahulu sebelum membeli. Pastikan dana yang dimiliki diinvestasikan pada perusahaan yang menjanjikan.

    3. Obligasi

    Obligasi atau surat utang merupakan salah satu pilihan investasi populer karena sifatnya yang bisa diprediksi, dan melengkapi reksa dana sebagai pilihan diversifikasi.

    Instrumen ini bisa jadi pilihan untuk mendapat pemasukan rutin berupa bunga berkala dari hasil membeli obligasi, baik yang dikeluarkan pemerintah maupun perusahaan. Instrumen ini cocok untuk investasi jangka menengah-panjang, dengan tingkat risiko cukup minim, tapi imbal hasilnya lebih tinggi dari deposito.

    4. SBN

    Surat Berharga Negara (SBN) merupakan jenis investasi yang dirancang oleh pemerintah untuk para pemula. Dengan berinvestasi di SBN, investor membeli surat utang yang diterbitkan oleh negara dengan imbal hasil menarik, biasanya lebih dari 6%.

    SBN mencakup beberapa instrumen investasi, seperti SBR (Saving Bond Ritel), ORI (Obligasi Negara Ritel) yang merupakan surat utang khusus bagi investor ritel, serta sukuk tabungan yang berbentuk Surat Berharga Syariah Negara. Investasi di SBN dapat dimulai dengan modal minimal Rp 1 juta, dengan jangka waktu investasi berkisar antara 6 hingga 12 bulan.

    Supaya investasi lebih cuan, dompet digital DANA menghadirkan promo menarik untuk para pengguna yang ingin berinvestasi di berbagai instrumen investasi tersebut. Salah satu promonya yakni diskon sampai dengan Rp 80 ribu untuk transaksi 1 Agustus-31 Agustus 2025.

    Tidak hanya itu, DANA juga menghadirkan beragam promo untuk setiap instrumen investasi tersebut. Berikut adalah daftar promonya:

    – Beli eMAS di DANA dapat Voucher eMAS sampai dengan Rp 80 ribu untuk pembelian kedua.

    – Investasi Reksa Dana di DANA diskon sampai dengan Rp 80 ribu.

    – Isi Saldo DANA+ diskon sampai dengan Rp 80 ribu.

    – Investasi e-SBN di DANA cashback sampai dengan Rp 80 ribu.

    – Investasi obligasi di DANA cashback sampai dengan Rp 80 ribu.

    – Beli asuransi Xtra Protection di DANA diskon sampai dengan 80%. Asuransi ini pas untuk lindungi semua aset investasi.

    Dengan kombinasi fitur-fitur yang user-friendly dan sistem keamanan yang ketat, DANA tidak hanya menawarkan kemudahan dalam transaksi, tetapi juga memberikan rasa aman yang lebih baik dibandingkan aplikasi dompet digital lainnya. Yuk, segera ‘amankan’ masa depanmu bersama DANA, sekarang juga!

    Lihat juga Video: Merdeka Finansial Dengan Investasi Reksadana

    (hnu/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Belum Terlambat! Ini Cara Ampuh Cegah Hidup ‘Kere’ di Masa Tua


    Jakarta

    Masa tua sering identik dengan penurunan produktivitas, sementara kebutuhan hidup terus berjalan. Karena itu, menyiapkan strategi keuangan sejak dini jadi kunci agar tetap tenang dan mandiri di usia tua.

    Salah satu yang bisa dilakukan adalah berinvestasi. Ada banyak instrumen investasi yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan profil risiko, mulai dari emas, reksa dana, obligasi, hingga Surat Berharga Negara (SBN). Dengan pemilihan jenis investasi yang tepat, masa depan finansial Anda bisa lebih terjamin.

    1. Emas


    Emas dikenal sebagai aset yang relatif stabil dan tahan terhadap inflasi. Saat terjadi gejolak ekonomi, logam mulia ini justru sering mengalami kenaikan harga karena dianggap sebagai aset lindung nilai. Hal ini membuat emas tetap relevan untuk investasi jangka panjang.

    Kini, investasi emas pun semakin mudah dijangkau. Selain membeli emas fisik, masyarakat juga bisa berinvestasi lewat tabungan emas maupun emas digital dengan harga yang bisa disesuaikan dengan kemampuan. Fleksibilitas ini menjadikan emas sebagai pilihan populer di kalangan investor.

    2. Reksa Dana

    Reksa dana merupakan instrumen investasi yang praktis dan cocok untuk pemula karena dikelola oleh manajer investasi. Investor cukup menanamkan modal, sementara pengelolaan portofolio akan dilakukan oleh pihak profesional. Modal awal yang dibutuhkan pun relatif kecil, mulai dari Rp100 ribu saja.

    Instrumen ini hadir dalam berbagai jenis, mulai dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, hingga syariah. Dengan variasi tersebut, investor dapat memilih produk yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangannya.

    3. Obligasi

    Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan pemerintah maupun perusahaan dengan imbal hasil berupa kupon. Investor akan menerima bunga secara rutin hingga jatuh tempo, sehingga instrumen ini menarik bagi mereka yang mencari pendapatan stabil. Risikonya pun lebih rendah dibandingkan saham.

    Jenis obligasi juga cukup beragam, mulai dari kupon tetap, kupon variabel, hingga zero coupon. Pemerintah bahkan menawarkan produk ritel seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI) yang bisa dibeli masyarakat. Dengan karakteristik tersebut, obligasi menjadi alternatif bagi investor yang ingin keuntungan lebih tinggi dibanding tabungan biasa atau deposito.

    4. SBN

    Surat Berharga Negara (SBN) adalah instrumen investasi yang diterbitkan pemerintah untuk membiayai APBN dan pembangunan nasional. Produk ini mencakup Surat Utang Negara (SUN) serta Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk. Dengan modal mulai Rp1 juta, masyarakat sudah bisa berpartisipasi dalam pembelian seri ritel.

    Keunggulan SBN sendiri terletak pada keamanannya karena pembayaran pokok dan imbal hasil dijamin negara. Tingkat imbalannya juga kompetitif dengan pembayaran rutin setiap bulan. Selain memberi keuntungan, membeli SBN berarti ikut mendukung pembangunan Indonesia.

    Supaya investasi makin cuan, dompet digital DANA menghadirkan promo menarik sepanjang 1-31 Agustus 2025. Ada diskon hingga Rp 80 ribu untuk transaksi emas, reksa dana, obligasi, e-SBN, dan isi saldo DANA+. Tak ketinggalan, ada juga diskon 80% untuk asuransi Xtra Protection yang bisa melindungi seluruh aset investasi.

    Berikut daftar promonya:

    • Beli emas di DANA dapat voucher eMAS sampai Rp80 ribu untuk pembelian kedua.

    • Investasi Reksa Dana di DANA diskon sampai Rp80 ribu.

    • Isi Saldo DANA+ diskon sampai Rp80 ribu.

    • Investasi e-SBN di DANA cashback sampai Rp80 ribu.

    • Investasi obligasi di DANA cashback sampai Rp80 ribu.

    • Beli asuransi Xtra Protection di DANA diskon sampai 80%.

    Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, manfaatkan promo investasi di DANA sekarang juga dan bikin rencana keuanganmu lebih siap untuk masa depan.

    Tonton juga video “Reksadana Jadi Opsi Terbaik Untuk Investor Pemula Di Kondisi Market Saat Ini” di sini:

    (prf/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Biaya Pendidikan Makin Tinggi, Orang Tua Perlu Siapkan Hal Ini


    Jakarta

    Biaya pendidikan menjadi biaya terbesar kedua setelah biaya kesehatan yang memiliki kenaikan cukup tinggi setiap tahunnya. Untuk itu, orang tua perlu menyiapkan biaya pendidikan sedini mungkin, salah satunya dengan cara berinvestasi.

    Direktur PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) Danica Adhitama mengatakan merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), uang pangkal sekolah swasta rata-rata naik sebesar 10-15% setiap tahun, sementara inflasi pendidikan nasional mencapai 2,83%. Alhasil, dana pendidikan jadi salah satu tujuan keuangan yang krusial dan perlu direncanakan sedini mungkin.

    Danica menyebut pada realitasnya, memang biaya pendidikan selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya, sehingga para orang tua membutuhkan strategi khusus dalam mempersiapkan dana pendidikan. Salah satu pilihan paling rasional adalah mempersiapkan skema investasi yang tepat sejak dini.


    “Berbagai pilihan investasi yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh orang tua dalam mempersiapkan dana Pendidikan. Orang tua perlu cermat dalam memilih Instrumen keuangan dengan risiko yang terukur dan imbal hasil yang stabil. Salah satu alternatif yang bisa dipertimbangkan adalah investasi pada reksa dana, yang menawarkan fleksibilitas jangka waktu investasi sesuai kebutuhan, serta manajemen risiko yang terkelola dengan baik oleh Manajer Investasi” kata Danica dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (19/7/2024).

    Dia menjelaskan investasi pendidikan merupakan langkah strategis di mana penting untuk melakukan penyesuaian produk, jumlah dana dan tujuan pendidikan di masa depan. Untuk mengatasi tingkat kenaikan biaya pendidikan, para orang tua perlu secara teratur menyisihkan dana investasinya dalam jangka waktu tertentu, misalnya dengan mengalokasikan sebagian pendapatan setiap bulan.

    Menurutnya, orang tua dapat memastikan memiliki dana yang cukup untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka dengan tenang dan efisien. Reksa dana adalah salah satu alternatif investasi yang ideal untuk mempersiapkan dana pendidikan. Hal ini karena reksa dana menawarkan berbagai jenis dengan karakteristik berbeda yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan investor.

    Meski begitu, berinvestasi di reksa dana juga tak bisa lepas dari faktor risiko. Banyak hal yang perlu diperhitungkan untuk meminimalisir risiko di setiap instrumen investasi.

    “Maka dari itu, peran manajer investasi menjadi penting. Berbekal pengalaman dan sumber daya manusia yang mumpuni di bidang investasi, manajer investasi dapat membantu investor mengelola portofolionya. Dan tak lupa, terpenting adalah diversifikasi investasi juga perlu dilakukan oleh investor untuk meminimalisir potensi penurunan nilai investasinya,” terangnya.

    Berikut pilihan reksa dana yang dapat dipertimbangkan dalam mempersiapkan dana pendidikan, di antaranya:

    1. Reksa Dana Pasar Uang

    Reksa dana pasar uang cocok untuk investor yang menginginkan investasi dengan risiko rendah. Meskipun memiliki rata-rata imbal hasil historis relatif lebih rendah dibanding jenis reksa dana yang lain, yaitu dengan potensi return sebesar 5- 6%. Namun, tingkat risiko dan jangka waktu yang relatif lebih pendek. Reksa dana ini cocok untuk mempertahankan nilai investasi dari gerusan inflasi.

    2. Reksa Dana Pendapatan Tetap

    Reksa dana jenis ini menawarkan expected return relative sedikit lebih tinggi dibanding reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap memiliki return di kisaran 7-10%. Tingkat return ini terbilang cukup aman karena lebih tinggi dari tingkat inflasi pada umumnya.

    Pada reksa dana pendapatan tetap, investor akan mendapatkan keuntungan dari investasi yang ditempatkan dalam bentuk surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau korporat. Meski lebih aman dan relatif lebih stabil, investor disarankan untuk menempatkan dananya dalam jangka waktu lebih dari dua tahun untuk meminimalisir risiko fluktuasi pasar.

    3. Reksa Dana Campuran

    Reksa dana ini dianggap cocok untuk investor yang memiliki profil risiko moderat dan memiliki tujuan jangka menengah panjang (3-5 tahun atau lebih). Reksa dana campuran adalah investasi yang menempatkan dana kelolaannya di berbagai macam efek, antara lain ekuitas (saham), surat utang (obligasi), dan pasar uang (deposito).

    Penempatan dana di efek yang bervariasi ini membuat investor lebih fleksibel, terdiversifikasi optimal, dan risikonya lebih rendah dibandingkan reksa dana saham. Reksa dana ini cocok dilakukan dengan jangka waktu panjang karena menawarkan estimasi tingkat pengembalian hingga 10% setiap tahunnya.

    4. Reksa Dana Saham

    Jenis reksa dana ini cocok untuk profil investor yang agresif karena menawarkan potensi tingkat pengembalian keuntungan yang lebih tinggi dibanding reksa dana jenis lainnya. Namun sesuai dengan pepatah, high risk high return, reksa dana ini memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi pula dibanding reksa dana jenis lain.

    Hal ini lebih dikarenakan dana investasi akan dialokasikan pada pasar saham yang terkenal lebih fluktuatif dan sensitif terhadap sentimen. Untuk memaksimalkan tingkat keuntungan, banyak pihak menyarankan untuk melakukan investasi di reksadana ini dalam jangka waktu panjang.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com