Tag: rempah-rempah

  • 4 Trik Harumkan Ruangan Pakai Bahan Alami


    Jakarta

    Bau di ruangan tanpa sadar mengganggu penghuni rumah. Biasanya, bau ruangan disebabkan oleh debu, kotoran, sampah, sisa makanan, pakaian kotor, dan sebagainya meskipun ruangan sudah dibersihkan.

    Biasanya bau akan hilang dengan cepat jika menggunakan pengharum ruangan. Ada yang bentuknya semprotan, lilin aroma terapi, hingga bentuk padat seperti kamper.

    Namun, biasanya pengharum ruangan mengandung bahan kimia yang bisa berbahaya bagi penghuni rumah khususnya anak kecil atau bayi. Untuk itu, solusi yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan bahan alami yang aman sebagai pengharum ruangan.


    Mengutip dari buku Rumah Bersih Alami Tips Perawatan Rumah dan Pribadi yang Hemat dan Ramah Lingkungan karya Hanna Natalisa, berikut ini beberapa bahan alami yang berfungsi sebagai pengharum ruangan.

    1. Baking Soda

    Baking soda bisa digunakan sebagai pengharum ruangan dengan meletakkannya pada wadah terbuka dan simpan di ruangan yang rentan bau.

    2. Essential Oil

    Essential oil atau minyak esensial merupakan minyak yang terbuat dari bagian tumbuhan, seperti daun, bunga, atau kayunya. Penggunaannya bisa dicampur dengan baking soda kemudian disemprot ke seluruh ruangan. Jika hanya ada essential oil, maka rebus 10-15 tetes dengan air di panci. Ketika sudah panas, maka akan menghasilkan wangi yang memenuhi seluruh ruangan.

    3. Rempah-rempah

    Bahan-bahan seperti kayu manis, kulit jeruk, daun pandan, buah apel, hingga batang serai dapat digunakan sebagai pengharum ruangan. Caranya adalah dengan merebus dan harumnya akan keluar.

    4. Bunga

    Bunga yang baru dipetik dapat menghasilkan wangi yang segar, misalnya melati. Simpan segenggam melati dalam mangkuk dan letakkan di pojok ruangan. Bunga lain yang bisa dijadikan pengharum ruangan sekaligus hiasan adalah bunga sedap malam. Masukkan beberapa batang bunga sedap malam ke dalam vas yang sudah berisi air. Wangi bunga bisa bertahan seharian. Selain melati, bunga lain adalah mawar dan kenanga.

    Itulah 4 trik untuk mengharumkan ruangan pakai bahan alami. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jelajah Rempah, Ekoturisme Keren dari Desa Sumberurip di Blitar



    Blitar

    Rempah lebih dikenal sebagai komoditas yang dihasilkan wilayah Indonesia bagian timur. Namun di Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar ini, traveler bisa mengenal lebih dekat beragam tanaman rempah yang melimpah, sebagai pohon kopi sebagai budidaya utama.

    Berbeda dengan destinasi wisata kopi di daerah lain, kekayaan rempah yang dihamparkan desa di lereng Gunung Kawi sisi barat ini cukup mengejutkan. Pasalnya, potensi unik ini belum pernah dimunculkan sebelumnya.

    Apalagi semua jenis rempah tumbuh begitu subur di dataran dengan ketinggian sekitar 700 MDPL ini, seperti Kapulaga (Elettaria cardamomum), Merica (Pepper nigrum), Pala (Myristica fragrans) dan Vanili (Vanilia planifola).


    Untuk menuju ke desa ini, traveler dari luar kota bisa turun di Stasiun Kota Blitar. Kemudian bisa menyewa kendaraan online menuju ke arah Wlingi yang berjarak sekitar 22 KM ke arah timur.

    Perjalanan berlanjut ke arah Utara sekitar 15 KM dengan jalanan aspal yang meliuk dan melewati hutan jati. Lanskap Gunung Kelud dan Butak tampak jelas jika cuaca cerah. Hawa sejuk mulai terasa ketika memasuki Desa Sumberurip dengan hamparan hijau dedaunan dan suara burung yang nyaring bernyanyi.

    Ekotourism Desa Sumberurip BlitarEkotourism Desa Sumberurip Blitar Foto: Erliana Riady/detikcom

    Dengan mengusung konsep ekoturisme, warga lokal berkomitmen tidak akan menambah atau mengubah semua yang dibentangkan semesta, sesuai dengan keasliannya.

    Lokasi ini juga masuk klasifikasi wisata dengan minat khusus, bukan mass tourism dengan banyak pengunjung. Cocok banget bagi traveler yang benar-benar ingin menikmati masa libur menyatu dengan alam yang tenang.

    Traveler akan menemukan banyak pengalaman empirik, seperti menyentuh dan memetik langsung beragam rempah tersebut dari pohonnya. Sesuatu benda yang selama ini hanya tampak di meja dapur, bentuk tumbuhannya akan dihadapkan langsung di depan kita!

    Bahkan, traveler bisa mengetahui bagaimana proses rempah itu diolah hingga siap menjadi bumbu dapur. Apalagi, jika waktu kunjungan bertepatan dengan masa panen rempah, suasana kesibukan warga lokal akan terekam dengan indah dalam balutan tradisi gotong royong yang masih melekat kuat disini.

    “Saya gak nyangka, kalau pohon Kapulaga itu ternyata buahnya di bawah semacam umbi. Selama ini saya pikir menggelantung di dahan tumbuhan seperti merica. Panili juga, ternyata pohonnya merambat dan gak tinggi. Ini pengalaman baru yang sangat menarik,” aku Mart, owner Sabatokaliwuan provider adventure dari Yogyakarta, Jumat (4/10/2024).

    Menurut Mart, destinasi wisata ekoturisme seperti yang disuguhkan Desa Sumberurip ini sedang menjadi tren baru dalam dunia pariwisata. Para traveler peminat khusus, terutama wisatawan mancanegara, kerapkali membidik tujuan wisata mereka ke lokasi seperti ini agar dapat berbaur dengan warga dengan semua kearifan lokal budayanya.

    Beberapa kolega Mart di Eropa mengaku tertarik begitu diperkenalkan dengan destinasi wisata kebun kopi yang terintegrasi dengan tumbuhan rempah ini.

    Jelajah rempah dimulai dari titik kumpul di rumah warga. Sebagai welcome drink, traveler disuguhi beragam minuman rempah hangat sesuai pilihan dan jajanan tradisional sebagai camilan.

    Perjalanan dimulai dengan treking ringan (soft trekking) menyusuri perkampungan menuju lahan kopi yang ditanam berdampingan dengan tumbuhan rempah.

    Karena topografi lahan berada di wilayah perbukitan, maka hawa sejuk dan lanskap sawah terasering akan menjadi bonus pemandangan menuju lokasi lahan. Jalan tanah setapak sangat cocok untuk traveler yang merindukan suasana tenang pedesaan.

    Ekotourism Desa Sumberurip BlitarEkotourism Desa Sumberurip Blitar Foto: Erliana Riady/detikcom

    Roni Yudiono, pemilik lahan seluas 50 are ini siap memberikan pengalaman baru. Mulai membedakan pohon dan biji kopi Robusta, Arabika dan Liberoid. Kemudian mengenalkan beragam tumbuhan rempah yang menjadi tanaman sela lahan kopi tersebut.

    “Tanaman rempah ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Tapi baru massif dibudidayakan sebagai tanaman sela kopi sejak COVID-19 melanda. Banyak orang mencari alternatif pengobatan herbal dan itu mengangkat harga jual rempah. Jadi kami disini juga mulai menanam bersama-sama, karena dulu rempah itu gak punya nilai jual,” tutur pria berusia 32 tahun ini.

    Menurut Roni, aktifitas di lahan makin beragam ketika musim petik rempah dilakukan warga. Untuk Merica, musim panen akan tiba sekitar bulan September-Oktober. Kapulaga, musim panen biasanya dilakukan saat musim hujan.

    Vanili, musim panennya jatuh di bulan Maret-April. Sedangkan jahe dan cengkeh, panen bisa dilakukan mulai September hingga akhir tahun. Untuk Pala, bisa dipetik setiap saat asalkan cuaca normal.

    Durasi dua jam, dirasa cukup untuk traking pendek. Jalan pulang akan berbeda dengan jalur yang dilalui saat berangkat. Traveler akan menjumpai aktifitas warga desa dan berbaur bersama mereka dengan segala kesederhanaan dan keramah-tamahannya.

    Sampai di titik kumpul, makan siang dengan menu khas tradisional Desa Sumberurip siap menambah energi yang tersisa. Dan pulangnya, free gift dan sourvernir rempah dengan kemasan yang manis, bisa dibawa pulang sebagai buah tangan yang penuh kenangan.

    “Bagi traveler yang berminat menikmati jelajah rempah di sini, registrasi kami satu pintu melalui IG@javasumbercoffe.inc. Karena potensi wisata ini terintegrasi dengan semua potensi di desa kami. Trip kami buka setiap hari dengan minimal 4 orang, kecuali Jumat libur karena jam efektifnya pendek,” pungkasnya.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pasar Ini Pernah Jadi Pusat Perdagangan Rempah-rempah di Zaman Belanda



    Surabaya

    Di Surabaya, ada sebuah pasar yang dahulu pernah menjadi pusat perdagangan rempah-rempah pada zaman kolonial Belanda. Pasar manakah itu?

    Pasar Pabean di Surabaya ternyata masuk ke dalam kategori pasar tua dan memiliki sejarah yang panjang. Pasar itu didirikan sejak tahun 1849 silam.

    Di ezaman itu, Belanda menggunakan Pasar Pabean sebagai pusat rempah-rempah. Pasar Pabean sendiri terletak di Jalan Songoyudan, Pabean Cantian, Surabaya, Jawa Timur.


    Dulunya kawasan itu merupakan kawasan Pecinan, bersebelahan dengan Jalan KH Mas Mansyur (dulu dikenal sebagai Kampementstraat), sebuah area yang dihuni oleh komunitas Arab.

    Hingga kini, Pasar Pabean tetap menjadi ikon pasar ikan terbesar di Jawa Timur, berkat sejarahnya yang strategis dekat dengan Pelabuhan Rakyat (Pelra) Kalimas di kawasan Tanjung Perak.

    Sejarawan Komunitas Begandring Soerabaia, Kuncarsono Prasetyo mengatakan bahwa Pasar Pabean dulu dijadikan sebagai Pusat Rempah-Rempah. Bahkan, telah dijadikan pusat rempah rempah sebelum Belanda datang ke tanah air.

    “Sejak kolonial, Eropa sebelum Belanda. Kalau catatan orang Eropa datang itu tahun 1511. Karena Pabean dulunya pelabuhan, kemudian ada pasar ada gudang sehingga dijadikan pusat rempah-rempah di Pasar tersebut,” kata Kuncar, Kamis, (24/10).

    Menurut Kuncar, wilayah Pabean yang dekat dengan pelabuhan memiliki lokasi strategis, sehingga koloni Eropa membangun pos perdagangan di area itu. Hingga kini, Pasar Pabean masih eksis dijadikan tempat/gudang untuk menyimpan rempah-rempah tersebut.

    pasar pabeanPasar Pabean Foto: Firtian Ramadhani

    “Ada ketumbar, kayu manis, lada, asem dan kemiri. Sebenarnya, peralihan pertama dari rempah kemudian ke produk hasil perkebunan seperti kopi, kacang. Sehingga, di sekitar area Pasar sempat ada pabrik kopi, salah satunya pabrik kopi Kapal Api lahir di situ,” terangnya.

    Kuncar menegaskan pascakemerdekaan, Pasar Pabean telah beralih menjadi pasar yang menjual bawang merah dan bawang putih. Akan tetapi, karena lokasi Pasar Pabean yang tidak muat, pada akhirnya transaksi juga dilakukan di sekitar pasar.

    “Telah beralih itu setahu saya pascakemerdekaan, menjadi sepenuhnya pasar bawang merah, bawang putih. Nah, karena lokasi Pasar Pabean tidak muat, penjualan akhirnya dilakukan juga di sekitar pasar,” urainya.

    Selain menjual bawang, Pasar Pabean tetap digunakan sebagai pasar untuk penjualan rempah-rempah. Meskipun telah beralih usai Pasar Pabean tidak dikuasai oleh Koloni Eropa, warga tetap saja menjual rempah-rempah yang telah ada sejak dulu.

    “Penjualan di sekitar pasar ada di Jalan Panggung itu banyak, yang eceran itu kan kelihatan. Jadi meski telah beralih, rempah-rempah tetap dijual di sana. Lokasi penyimpanan rempah-rempah dan kopi ada di dalam Pasar itu kan ada gudang, rempah-rempah dan kopi disimpan di situ,” tandas dia.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Daftar 5 Bumbu Dapur yang Bantu Turunkan Berat Badan, Mudah Ditemukan

    Jakarta

    Proses menurunkan berat badan tidak hanya dengan cara membatasi asupan makanan saja, namun juga dapat dibantu dengan menambahkan nutrisi tertentu, salah satunya dengan rempah-rempah.

    Sebuah penelitian menunjukkan mengonsumsi rempah dapat mendukung proses penurunan berat badan. Rempah-rempah tersebut bekerja dengan cara meningkatkan metabolisme dan mengurangi nafsu makan. Meskipun banyak faktor yang memegaruhi proses menurunkan berat badan, namun dengan mengonsumsi rempah dapat memberikan hasil yang ekstra.

    Dikutip dari Health, berikut adalah daftarnya sederet bumbu dapur yang dapat memabantu proses penurunan berat badan.

    1. Lada Hitam

    Lada hitam mengandung piperin, sebuah senyawa yang memberi efek rasa yang kuat dan dipercaya memberikan berbagai manfaat kesehatan, termasuk membantu menurunkan berat badan. Piperin dapat meningkatkan metabolisme selama berolahraga, dengan cara mengatur metabolisme karbohidrat dan lemak.


    Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa piperin oral dengan dosis 27 miligram per kilogram berat badan dapat membantu penurunan berat badan yang signifikan seiring dengan berjalannya waktu.

    2. Kunyit

    Kunyit merupakan rempah yang mengandung senyawa yang bernama kurkumin. Senyawa bioaktif kunyit juga dapat mendukung proses penurunan berat badan dengan cara meningkatkan sensitivitas insulin.

    Tidak ada dosis mengonsumsi kunyit yang baku untuk menurunkan berat badan. Alternatif pilihan dalam mengonsumsi kunyit dapat dilakukan dengan menambahkannya di atas sayuran panggang atau mencampurkannya ke dalam smoothie dan teh.

    3. Kayu Manis

    Kayu manis dapat meningkatkan metabolisme dan meningkatkan kadar leptin, yang bertanggung jawab untuk mengatur nafsu makan. Tak hanya itu saja, kayu manis juga dapat mendukung penurunan berat badan melalui pengaruhnya terhadap sensitivitas insulin.

    Menurut penelitian, kayu manis dapat menjadi asupan pelengkap dalam proses menurunkan berat badan dengan dosis minimal 3 gram per hari.

    4. Kapulaga

    Kapulaga mengandung senyawa fitokimia dan minyak atsiri yang dapat mendukung dalam proses menurunkan berat badan melalui berbagai mekanisme. Rempah ini juga dapat berkontribusi pada penurunan massa lemak tubuh, dengan cara mengatur nafsu makan.

    Banyak penelitian telah memberikan dosis sebanyak 3 gram kapulaga setiap hari kepada kelompok eksperimen mereka, dan telah melihat hasil yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

    5. Jahe

    Jahe telah digunakan selama bertahun-tahun, dan apabila disertakan dalam diet seimbang, mengonsumsi jahe dapat membantu untuk menurunkan berat badan.

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi 2 gram bubuk jahe setiap hari dapat mengalami penurunan berat badan dengan penurunan BMI (body mass index) yang signifikan.

    (kna/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Kopi Susu Bisa Diracik dengan Tips Ini Agar Lebih Menyehatkan


    Jakarta

    Kopi susu termasuk minuman yang banyak dipilih. Kalau ingin meracik yang sehat, racik kopi susu dengan tips berikut ini.

    Kopi susu dikenal sebagai minuman populer di Indonesia. Diketahui banyak sekali tempat ngopi di Indonesia yang menawarkan racikan kopi susu dengan berbagai varian, seperti kopi susu gula aren.

    Dilansir dari Essa News (27/11), racikan kopi susu terdiri atas tambahan susu, sirup aneka rasa, dan es batu. Namun, beberapa bahan tambahan ini dapat membahayakan kesehatan, karena kandungan gula dan kalorinya cukup tinggi.


    Beberapa ahli gizi mengklaim bahwa susu rendah lemak cocok ditambahkan pada racikan kopi yang sehat. Penggunaan susu rendah lemak ini tak hanya meningkatkan rasa, tapi memberi manfaat sehat untuk tubuh.

    Pakai Susu Nabati

    5 Manfaat Konsumsi Susu Almond, Susu Nabati yang Kaya NutrisiSusu Almon Getty Images/Kritchai Chaibangyang

    Kini sedang tren meracik kopi susu dengan susu nabati. Jika membandingkan dengan susu sapi biasa, susu nabati dikenal lebih rendah kalori. Contohnya pada susu oat, susu almond, dan lainnya.

    Kopi susu yang diracik dengan susu nabati juga tak hanya sehat, tapi dapat mengurangi rasa pahitnya. Asalkan kandungan gula pada susu nabati juga dalam batas normal.

    Hindari Susu Bubuk atau Krim Bubuk

    Penggunaan susu bubuk atau krim bubuk juga perlu diperhatikan jika ingin meracik yang sehat. Karena kedua bahan tersebut mengandung gula yang cukup tinggi.

    Bahkan, satu sendok teh susu atau krim bubuk saja dapat meningkatkan kadar glukosa secara signifikan. Dalam 1 sendok teh susu bubuk (2,6 gram) saja mengandung 1 gram gula.

    Penggunaan pemanis dan pengganti gula lainnya pada racikan kopi susu dapat meningkatkan risiko diabetes tipe-2. Jadi, sebaiknya menggunakan pengganti yang alami dan manis seperti erythritol, stevia, atau xylitol, meskipun dalam jumlah sedang.

    Tambahkan Rempah

    Bahan tambahan lain yang bisa menyehatkan racikan kopi susu adalah penggunaan rempah-rempah. Di antaranya menambahkan kapulaga dan kayu manis.

    Tambahan rempah-rempah ini membuat racikan kopi susu kaya zat antioksidan. Kandungan ini bisa meningkatkan imunitas tubuh. Selain itu aroma kopi susu jadi lebih harum.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Agar Tetap Wangi, Hindari 5 Makanan yang Bikin Bau Badan Tak Sedap


    Jakarta

    Meski terdengar sepele, bau badan yang tak sedap sebenarnya menjadi penanda kondisi tubuh dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Seperti asupan makanan sehari-hari.

    Selain bawang putih, sejumlah makanan tertentu dapat mempengaruhi aroma tubuh secara signifikan. Efeknya bisa dirasakan lewat bau napas, keringat, bahkan gas yang dikeluarkan tubuh. Dalam beberapa kasus, aroma yang muncul bisa terasa menyengat meski pola makan sudah sehat.

    Para ahli menyebut bahwa cara tubuh memproses makanan cukup unik dan berbeda. Selain itu bakteri pada kulit, serta kondisi metabolisme turut menentukan aroma tubuh seseorang.


    Menariknya aroma tak sedap akibat makanan bisa dikurangi, bahkan dicegah lewat pemilihan makanan yang tepat dan gaya hidup yang lebih seimbang. Dilansir dari NY Post (18/07/2025), berikut 5 makanan yang bisa memicu aroma tubuh tak sedap dan cara mencegahnya:

    1. Ikan

    Fresh FishIkan segar. Foto: iStock

    Hampir semua orang familiar dengan aroma khas ikan yang amis dan menyengat. Namun dalam kasus tertentu, mengonsumsi ikan juga bisa membuat tubuh mengeluarkan aroma serupa. Menurut Cleveland Clinic, dalam situasi yang sangat langka, tubuh dapat mengubah senyawa kolin yang berasal dari makanan laut menjadi trimetilamin yaitu senyawa berbau amis.

    Senyawa ini kemudian tersebar ke seluruh tubuh dan keluar melalui napas serta keringat dari kulit. Kondisi ini dikenal dengan nama trimethylaminuria dan penderita juga bisa mengeluarkan bau amis setelah mengonsumsi makanan lain seperti kacang-kacangan, brokoli, kembang kol, kacang tanah dan produk kedelai.

    Namun Cleveland Clinic menegaskan bahwa kondisi ini sangat langka dan hanya mempengaruhi beberapa ratus orang di seluruh dunia, sehingga sebagian besar orang tetap bisa makan ikan tanpa khawatir.

    2. Sayuran

    Sayuran memang dikenal sebagai pilihan makanan sehat, tetapi beberapa jenis sayuran tertentu bisa memicu aroma tubuh menjadi tidak sedap.

    Sayuran cruciferous seperti brokoli, kol, kembang kol dan kubis brussel dapat menghasilkan asam sulfat saat dicerna tubuh. Senyawa ini kemudian berinteraksi dengan keringat, napas, dan gas dalam tubuh sehingga menghasilkan bau yang menyengat.

    Tapi ini bukan alasan untuk tidak menyantap sayuran sama sekali. Memasaknya dengan cara direbus membantu mengurangi efek bau tak sedap tersebut.

    3. Rempah-rempah

    Jinten HitamJinten Hitam Foto: shutterstock

    “Makanan pedas tertentu juga bisa meningkatkan bau badan karena kandungan senyawa sulfur dan metabolit khusus yang dikandungnya,” jelas Palinski-Wade ahli gizi asal New Jersey, Amerika Serikat. Ketika senyawa tersebut dilepaskan, mereka akan berinteraksi dengan bakteri kulit dan menimbulkan aroma khas yang kerap dianggap tak sedap.

    Cleveland Clinic juga menyebutkan bahwa rempah-rempah seperti kari dan jinten memiliki senyawa volatil yang dapat diserap aliran darah dan dikeluarkan lewat kelenjar keringat, sehingga menciptakan aroma menyengat yang mudah dikenali.

    4. Daging Merah

    Palinski-Wade menyebutkan bahwa mengonsumsi daging merah dalam jumlah besar juga bisa berdampak pada bau tubuh. Meskipun protein dari daging merah tidak berbau saat keluar melalui keringat, interaksi dengan bakteri kulit bisa menghasilkan aroma yang lebih kuat dan menyengat.

    Hal ini juga dibenarkan oleh temuan dari penelitian yang dilakukan Chemical Senses tahun 2006, sampel keringat wanita vegetarian lebih memiliki aroma yang segar dibandingkan mereka yang makan daging merah. Hal ini dipengaruhi karena daging merah sulit dicerna sehingga meninggalkan residu di saluran pencernaan.

    5. Makanan untuk Menetralkan Bau Badan

    matcha dan green tea green tea Foto: Getty Images/victoriya89

    Tidak semua orang mengalami efek yang sama setelah mengonsumsi makanan tertentu. Faktor genetik turut menentukan jenis dan intensitas aroma tubuh yang dihasilkan. Namun perubahan pola makan bisa membantu mengurangi atau mencegah bau badan.

    “Bau tubuh dapat dikurangi dengan mengurangi makanan tinggi sulfur, mengurangi konsumsi daging merah atau makanan pedas berlebihan serta meningkatkan asupan air, buah-buahan, dan sayuran,” saran Palinski-Wade.

    Ia juga menyarankan untuk mengonsumsi makanan seperti apel, sayuran berdaun hijau, yoghurt, dan teh hijau yang diyakini dapat menetralkan senyawa penyebab bau dan mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam saluran pencernaan.

    Selain dari pola makan, cara terbaik untuk menjaga aroma tubuh tetap segar adalah dengan menjaga kebersihan. Mandi secara teratur menggunakan sabun antibakteri dan mengenakan pakaian berbahan ringan dan menyerap keringat juga sangat disarankan.

    (sob/dfl)



    Sumber : food.detik.com