Tag: resep warisan

  • Mie TekTek hingga Iga Balado Sedap di Resto Nuansa Jawa


    Jakarta

    Restoran bernuansa kampung Jawa ini cocok jadi tujuan berbuka puasa. Selain nyaman, menu masakannya juga menarik karena dibuat menggunakan resep warisan keluarga.

    Berbuka puasa dengan keluarga atau kerabat dekat memang selalu menjadi agenda yang dinanti-nanti. Momen tersebut semakin berkesan jika berlangsung di restoran nyaman dengan suguhan makanan yang rasanya pas di lidah.

    Salah satu restoran yang bisa disambangi yaitu restoran di Jagakarsa, Warisan By Lordji.


    Mengusung konsep Jawa yang kental, restoran sejak November 2022 ini menawarkan suasana nyaman untuk kumpul bersama.

    Warisan By LordjiWarisan By Lordji mengusung konsep Jawa yang kental. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Ditambah, menu makanan yang ditawarkan juga menarik. Pilihannya mulai dari olahan daging, ayam, ikan, nasi, hingga mie. Dimasak dengan suka hati menggunakan resep warisan keluarga.

    Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
    Nama Tempat Makan Warisan By Lordji
    Alamat Jl. Sadar Raya No.21B, RT.8/RW.2, Ciganjur, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12630
    No Telp / instagram 0819-3600-1611 / @warisanbylordji
    Jam Operasional Buka setiap hari selama bulan Ramadan pukul 15.00 – 22.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 12.000 – Rp 95.000
    Tipe Kuliner Kuliner Nusantara
    Fasilitas
    • Area parkir luas
    • Area makan luas, indoor dan outdoor
    • Toilet
    • Musala

    1. Nuansa Jawa yang kental

    Warisan By LordjiSuasana Jawa yang kental bisa dirasakan di restoran ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Pemilik restoran Warisan by Lordji orang asli Jawa. Tidak heran jika restorannya punya suasana Jawa yang kental. Bangunannya berupa joglo megah dan luas. Pintu masuknya memakai gapura gobyok ala Jawa.

    Di sini terdapat area santap indoor dan semi outdoor. Saung-saung joglo yang lebih kecil juga tersedia di bagian belakang. Dekat dengan halaman luas yang ditumbuhi rumput hijau.

    Suasananya semakin nyaman dan sejuk karena ada beberapa pohon dan tanaman mengelilingi restoran ini. Restorannya juga tampak lebih syahdu dengan pencahayaan lampu remang-remang.

    Warisan By LordjiWarisan By Lordji juga punya joglo dan halaman luas di bagian belakang restoran. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Interior restorannya juga sangat diperhatikan, karena didominasi oleh penggunaan kayu tua untuk meja, kursi, dan gobyok.

    Makan di restoran ini juga membuat pelanggan serasa balik ke tempo dulu karena di setiap sudutnya didekorasi barang antik dan klasik, seperti lukisan, radio, motor, dan mobil klasik.

    2. Mie TekTek Rebus Jawa jadi favorit

    Warisan By LordjiMenu Mie TekTek ala Jawa ini menjadi salah satu yang favorit. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain konsep dan suasana restoran yang nyaman, menu makanan di restoran ini tidak kalah menarik perhatian. Tidak fokus terhadap masakan Jawa saja, tetapi restoran ini juga menghadirkan menu Nusantara lainnya.

    Menu-menu yang hadir juga dibuat menggunakan resep warisan keluarga. Salah satu menu favoritnya, Mie TekTek Rebus Jawa (Rp 30.000).

    Mie kuah ini disajikan dalam mangkuk cekung dengan tampilan menggugah selera. Terdiri dari mie telur keriting dengan tambahan topping bakso, telur, kol, dan sawi. Mie lalu disiram kuah cair berwarna oranye kecokelatan.

    Tekstur mie yang kenyal mulur berpadu dengan kuah berbumbu medok berhasil membuat kami ketagihan.

    Rasa kuahnya gurih manis perpaduan antara bawang putih yang agak dominan dan kecap. Tercecap juga sensasi pedas lada di lidah dan sedikit rasa pedas saus sambal.

    Porsi mienya mengenyangkan, ditambah topping bakso, telur, dan sayurannya juga disajikan dalam jumlah yang royal. Meskipun sederhana, tetapi rasanya nikmat di lidah.

    Kenikmatan iga balado hingga dori saus warisan dapat dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Iga Balado Warisan yang lembut berbumbu sedap

    Warisan By LordjiMenu iga balado yang dimasak dengan resep warisan ini juga bisa dicoba. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Menu iga Balado Warisan (Rp 85.000) juga menjadi salah satu yang paling direkomendasikan. Sepiringnya terdiri dari nasi putih, dua potongan iga berbumbu, dan kangkung rebus.

    Ukuran iganya memang tidak begitu besar, tetapi komposisi dagingnya lebih banyak dibandingkan lemak dan tulangnya.

    Tekstur daging iganya juga sangat empuk sehingga mudah dilepas dari tulang. Meskipun dinamakan iga balado, tetapi bumbunya tidak seperti balado khas Minang yang terdiri dari tumisan cabe halus dengan bawang-bawang dan rempah.

    Bumbu balado di sini teksturnya kental seperti saus olesan, dengan beberapa gerusan cabai merah. Cita rasanya juga lebih dominan manis, seperti manis madu berpadu dengan saus sambal. Barulah ada sensasi rasa pedas cabai di ujung lidah.

    Pelengkap kangkung rebus terasa hambar, tetapi cocok dipadukan dengan iganya yang sudah dominan berbumbu.

    4. Dori Saus Warisan yang tidak kalah nikmat

    Warisan By LordjiSelain mie dan iga, bisa coba olahan ikan dori satu ini yang juga dilumuri saus sedap. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kalau tidak mau olahan daging, kamu bisa pesan olahan ikan yang juga nikmat.

    Salah satunya Dori Saus Warisan (Rp 45.000). Terdiri dari nasi putih, beberapa potongan ikan dori goreng tepung dengan lumuran saus, irisan mentimun, dan tomat sebagai garnish-nya.

    Potongan ikan dori goreng tepungnya memang kecil-kecil tetapi cukup banyak, sehingga bikin kenyang. Terlebih dimakan bersama dengan nasi putihnya.

    Ikan dorinya digoreng dengan tingkat kematangan pas karena tepungnya krispi, tetapi tidak sampai terlalu kering. Bagian fillet ikannya masih lembut, lembab, dan tidak beraroma amis.

    Rasa ikan dori goreng tepungnya sendiri sudah gurih. Dilumuri saus kental berwarna kecokelatan dengan irisan cabai rawit.

    Tampilan sausnya memang mirip seperti saus balado untuk menu iga, tetapi rasanya ternyata berbeda.

    Saus dori ini menurut kami jauh lebih pedas daripada saus balado. Tidak tercecap rasa manis, hanya pedas gurih.

    Rasa pedasnya lebih dominan karena memang terdiri dari irisan cabai rawit yang melimpah. Rasa pedasnya perpaduan antara pedas cabe rawit dan sedikit tambahan lada.

    Masih banyak menu lain yang bisa dicoba di sini, mulai dari Ayam Bakar Jawa, Nasi Goreng Sambal Matah, Sop Buntut, sampai camilan Risol dan Pempek.

    Warisan by Lordji berlokasi di Jl. Sadar Raya No.21B, RT.8/RW.2, Ciganjur, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan. Buka setiap hari, tetapi selama bulan Ramadan buka mulai pukul 15.00 – 22.00 WIB.

    Jika ingin buka puasa di sini lebih baik melakukan reservasi terlebih dahulu lewat nomor +62 819-3600-1611.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Garing dan Lembut Sate Buntel Resep Warisan 3 Generasi


    Jakarta

    Dikelola oleh generasi ke-3, sate buntel di tempat ini menggunakan resep warisan. Satenya padat daging dengan balutan lemak tipis tanpa bau prengus.

    Sate buntel merupakan makanan khas Solo yang terbuat dari daging kambing. Sate ini berbeda dengan sate kambing pada umumnya karena dagingnya digiling dan dibalut lapisan lemak tipis.

    Menemukan sate buntel di Jakarta mungkin agak sulit, tetapi di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan ada warung sate buntel yang legendaris.


    Warung bernama Sate Buntel Khas Solo tersebut menjadi favorit dan langganan para karyawan kantoran. Rasanya yang autentik diracik menggunakan resep warisan.

    Detail Informasi Sate Buntel Khas Solo
    Nama Tempat Makan Sate Buntel Khas Solo
    Alamat Jl. Prof. DR. Satrio No.16B, RT.4/RW.4, Kuningan, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940
    No Telp
    Jam Operasional 11.00-20.00
    Estimasi Harga Mulai dari Rp 30.000-an
    Tipe Kuliner Sate kambing khas Solo
    Fasilitas

    1. Dikelola oleh generasi ke-3

    Sate Buntel khas SoloSate Buntel khas Solo dikelola oleh generasi ke-3 Foto: detikcom/Riska Fitria

    Putri, selaku pemilik warung sate buntel mengatakan bahwa usahanya ini sudah berjalan sekitar 30 tahun. Kini, warungnya dikelola oleh generasi ke-3.

    Putri dan suaminya menggunakan resep warisan turun temurun hingga membuat racikan sate buntelnya autentik dan konsisten rasanya. Sate buntel menjadi menu yang paling dicari.

    “Kalau per tusuk, sehari itu bisa habis 40-50 tusuk. Kadang kalau lagi ramai bisa 55 tusuk, paling cepat habis sate buntelnya,” ujar Putri kepada detikcom (27/05/25).

    2. Dibakar pakai api arang

    Sate Buntel khas SoloSate Buntel khas Solo dibakar pakai arang dan anglo. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Selain resep warisan, proses pembuatan sate buntelnya yang masih tradisional ini menjadi daya tarik tersendiri. Sate buntelnya dibakar menggunakan arang yang ditaruh dalam anglo atau tungku.

    Cara tradisional tersebut memberikan aroma dan rasa smokey yang khas. Sate buntel di sini berisi full daging tanpa tambahan apapun. Lalu, dibalut dengan lemak tipis.

    Selain itu, sate buntelnya dibumbui dua kali. Pertama, setelah digiling dagingnya dimarinasi dengan 9 jenis rempah untuk menghilangkan bau prengus.

    “Pakai 9 rempah, ada ketumbar, jinten, bawang, dan lainnya. Itu supaya daging kambingnya gak bau prengus,” tutur Putri lebih lanjut.

    Keistimewaan sate buntel ada di halaman berikutnya.

    3. Sate buntel yang lembut maknyus

    Sate Buntel khas SoloSate buntel dengan isian 2 tusuk dibanderol Rp 60.000. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Setelah dimarinasi, lalu daging kambingnya dibalut dengan lemak tipis dan ditusuk dengan tusuk bambu. Karena ukurannya yang besar sampai menggunakan 3 tusukan bambu.

    Saat dibakar, satenya dicelup dengan bumbu yang sama. Seporsi dengan isian 2 tusuk dibanderol sekitar Rp 60.000. Satenya disajikan dengan tomat, kol, dan sambal kecap.

    Selain itu, satenya juga ditaburi dengan lada bubuk. Sate buntelnya terasa garing dan renyah di bagian luar ketika digigit tetapi juga terasa lembut.

    Pemberian bumbu sebanyak dua kali benar-benar menghilangkan aroma prengus. Tercecap rasa ketumbar yang gurih wangi. Rasa perpaduan gurih dan manis dari campuran bumbu kecapnya.

    4. Tongseng buntel berkuah kental

    Sate Buntel khas SoloTongseng berisi sate buntel. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Selain disajikan sebagai sate, buntel kambing di sini juga ada yang dihidangkan sebagai tongseng. Tongseng buntel di sini dibanderol Rp 35.000.

    Tongsengnya berisi dengan beberapa potong daging kambing, kol, tomat, dan buntel kambing. Kemudian diguyur dengan kuah yang diracik dengan santan dan rempah.

    Kuahnya agak pekat, rasanya gurih dan sedikit manis sehingga rasanya seimbang. Lagi-lagi, rasa ketumbarnya cukup mendominasi dan aroma serai yang samar.

    Potongan daging kambingnya empuk, sementara sate buntel yang disajikan di dalamnya lebih garing daripada yang disajikan sebagai sate.

    5. Nasi goreng kambing yang smokey

    Sate Buntel khas SoloNasi goreng kambing. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Menu Nasi Goreng Kambing di sini juga tak kalah jadi favorit. Seporsinya dibanderol sekitar Rp 33.000. Nasi gorengnya diracik dengan bumbu Jawa yang dominan manis.

    Namun, rasanya tetap seimbang dengan campuran daging kambing yang gurih dan smokey. Nasi gorengnya agak berminyak disajikan dengan tomat dan kol iris.

    Nasi gorengnya terasa bawang putih yang cukup kuat, tetapi aromanya tidak mengganggu. Selain itu, warung ini juga menawarkan menu serba kambing lainnya.

    Mulai dari sate kambing, gulai kambing, hingga tengkleng. Dalam sehari, warung ini bisa menghabiskan daging kambing sebanyak 5-7 kilogram.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com