Tag: Resistance

  • Memasuki Tahun Kerbau, BTC Mampu Menembus Area Resistensi

    Harga Bitcoin (BTC) menembus rekor tertinggi pada hari Valentine kemarin. Bitcoin mencetak rekor terbaru dengan angka di atas $ 49,000. Ada 3 indikasi yang menyebabkan harga Bitcoin melonjak ke rekor terbarunya, yaitu; aliran masuk stablecoin yang tinggi, Resistensi $ 38,000 breakout bersih, dan fase konsolidasi yang berkepanjangan.

    Berikut beberapa analisa yang dihimpun trader analyst Tokocrypto : 

    Arus masuk Stablecoin yang tinggi

    Selama beberapa hari terakhir, meskipun Bitcoin konsolidasi di bawah $ 38.000, analis on-chain

    menunjukkan peningkatan terus menerus dalam aliran masuk stablecoin. Menurut data dari CryptoQuant, platform analitik data, Rasio Pasokan Stablecoin (SSR) naik secara signifikan saat reli dari level pertengahan $30.000. Indikator SSR menunjukkan rasio kapitalisasi pasar Bitcoin relatif terhadap kapitalisasi pasar gabungan stablecoin. Ketika harga Bitcoin naik seiring dengan rasio SSR, maka besar kemungkinan Bitcoin di dorong kembali oleh modal yang tersisihkan untuk masuk kembali ke pasar. Hal ini juga didukung pada fakta bahwa reli tidak hanya didorong oleh pasar berjangka yang over-leverage. Faktanya, permintaan asli dari pasar lah yang memimpin tren ini naik. Di atas rasio stablecoin yang tinggi, analis juga menunjukkan penurunan tekanan jual yang datang dari para traders. Kombinasi dari tekanan jual yang lebih rendah dari para traders dan peningkatan aliran masuk stablecoin ke bursa mengkatalis reli Bitcoin yang sedang berlangsung.

    Berita Terkait: Inilah Keuntungan Investasi Bitcoin di 2021!

    Resisten $38.000 breakout dengan sempurna

    Bitcoin berkonsolidasi di bawah area resistensi $38.000 untuk waktu yang lama. Hal ini menyebabkan risiko siklus bull Bitcoin jangka pendek. Ketika harga Bitcoin berada di bawah area resistensi untuk waktu yang lama, hal itu meningkatkan kemungkinan likuiditas BTC turun ke area yang lebih rendah. Hal ini merupakan sebagian alasan mengapa Bitcoin secara teratur turun menjadi sekitar $44.000 sebelum reli impuls akhirnya di atas $38.000.

    Konsolidasi panjang bermanfaat untuk penembusan harga baru BTC

    Periode konsolidasi yang relatif lama biasanya mengarah pada dua skenario: breakdown parah atau breakout besar. Jika Bitcoin memulai reli tanpa fundamental yang kuat, ada kemungkinan lebih besar konsolidasinya mengarah pada koreksi yang dalam. Tetapi, dalam kasus Bitcoin dalam tiga hari terakhir ini, fase konsolidasi di bawah $ 38.000 didukung oleh arus masuk stablecoin yang meningkat, premium Coinbase yang tinggi, dan volume perdagangan yang umumnya tinggi di pasar spot dan futures. Oleh karena itu, meskipun pasar berjangka tetap memiliki cakupan yang tinggi dan ramai, BTC mampu menembus area resistensi meskipun ada resiko tekanan.

    Bukan hanya para pasangan saja yang merayakan hari Valentine kemarin, namun nampaknya hari Valentine juga membawa momentum yang besar untuk Bitcoin, terlebih ternyata Bitcoin yang lahir di tahun 2009, di tahun kerbau.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Psikologi Garis Support dan Resistance

    Garis support dan garis resistance tentu bukanlah “garis ajaib” yang bisa menyebabkan harga bergerak naik ataupun turun, melainkan merupakan cerminan psikologi dari para pelaku pasar itu sendiri. Pelaku pasar terbagi menjadi tiga kategori, yaitu: orang yang membeli, orang yang menjual, dan orang yang tidak melakukan apa-apa.

    Bila harga suatu aset terkoreksi atau turun ke level tertentu dan kemudian berbalik naik dari level tersebut, orang-orang yang sempat membeli akan merasa senang dan sekaligus ada penyesalan “kenapa sebelumnya tidak membeli dalam jumlah yang lebih banyak”. Orang-orang yang belum sempat membeli juga penuh penyesalan karena “tidak sempat” membeli sebelumnya. Sementara itu, orang-orang yang menjual juga memiliki perasaan tersebut. Mereka merasa telah melakukan “kesalahan”-sebab harga aset miliknya yang sudah telanjur dijual tadi, sekarang harganya naik terus. Mereka adalah orang-orang yang masuk dalam kategori tamak (greed).

    Ada satu kelompok lagi yang sekarang dalam posisi “salah arah” atau sedang mengalami kerugian. Mereka adalah orang-orang yang melakukan short-sell*. Semakin naik harga saham tersebut, tentu semakin besar kerugian yang akan diderita. Mereka diliputi oleh perasaan takut (fear) dan sekarang sedang menunggu kesempatan untuk buy-to-cover* atas short-sell yang mereka lakukan. Orang-orang tersebut sangat berharap agar harga segera turun kembali ke level tadi atau titik impas mereka (break even point) sehingga bisa balik modal.

    Hal yang sama juga berlaku terhadap garis resistance, di mana pada saat itu bulls yang diliputi perasaan takut (fear) dan bears diliputi rasa tamak (greed). Semuanya siap menjual pada kesempatan selanjutnya!

    Perasaan para pelaku pasar yang dipenuhi oleh fear dan greed inilah yang selalu mendorong setiap aksi jual maupun aksi beli di pasar, membentuk supply dan demand. Semakin tinggi volatilitas suatu market, maka semakin tinggi kadar fear dan greed yang meliputinya. Semakin kuat perasaan tersebut maka semakin kuat pula level support ataupun resistance yang akan terbentuk jika pergerakan harga kemudian berbalik ke level tadi, dorongan beli atau jual itu akan menyebabkan harga mental kembali. Semakin banyak transaksi atau volume yang terjadi pada garis support dan resistance itu, menunjukkan komitmen para pelaku pasar yang semakin tinggi-maka semakin kuat pula garis tersebut.

    Selain itu, frekuensi harga aset “bermain” di support maupun resistance juga ikut menentukan kekuatannya. Semakin sering “tersentuh”, berarti level terscbut semakin teruji atau semakin kuat. Di samping itu, faktor waktu juga ikut menentukan. Contohnya support atau resistance lima bulan dikatakan lebih kuat daripada support atau resistance lima hari.

    Hal ini merupakan gambaran bagaimana dampak psikologi manusia dalam membentuk supply dan demand yang kemudian memengaruhi harga saham. Para technicalist mempelajari suatu charts untuk membaca apa yang sebenarnya sedang terjadi di pasar-membandingkannya dengan masa lalu dan mengidentifikasi pola-pola yang sering terulang akibat reaksi dilakukan para pelaku pasar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berikut Cara Menggunakan Fibonacci Retracement Dengan Benar

    Hadirnya teknik analisa trading digunakan para trader untuk memprediksi kondisi harga pasar di waktu mendatang, sehingga para trader tidak perlu menebak harga secara gamblang lagi. Ada salah satu teknik analisa yang sangat populer, yaitu fibonacci retracement. Lantas, bagaimana cara menggunakan fibonacci retracement? Yuk, kita bahas!

    Mengenal Fibonacci

    Fibonacci pertama kali dikembangkan oleh Leonardo da Pisa, seorang matematikawan asal Italia. Fibonacci adalah deretan angka sederhana yang susunan angkanya terdiri dari penjumlahan dua angka sebelumnya  (0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21,…dst). 

    Rumus yang digunakan pada deret fibonacci adalah  Un = Un-2 + Un-1. Di mana suku ke-n merupakan penjumlahan dari dua suku sebelumnya.

    Apa itu Fibonacci Retracement?

    Konsep fibonacci tidak hanya digunakan dalam dunia matematika, tetapi juga digunakan dalam dunia trading, salah satunya adalah fibonacci retracement. Fibonacci retracement merupakan alat analisis yang hadir dari pengembangan rasio antar angka dari bilangan fibonacci.

    Bisa dibilang fibonacci retracement bukan indikator yang dapat langsung digunakan, melainkan bersifat sebagai alat analisa, di mana pemasangan pada chart-nya memerlukan pengukuran dan analisa tersendiri. 

    Analisa tersebut juga bisa berbeda-beda bagi setiap trader, karena trader sendiri yang menentukan titik swing harga yang dijadikan patokan untuk menarik garis-garis fibonacci.

    Kegunaan Fibonacci Retracement

    Fibonacci retracement memiliki beberapa kegunaan. Antara lain untuk menentukan sejauh mana target profit yang akan trader dapatkan dalam sebuah tren. Tidak hanya itu, analisa teknik ini juga berfungsi untuk menentukan level koreksi dari tren. 

    Ketika trader bisa membaca kondisi level koreksi pada suatu waktu, maka trader bisa memprediksi ke arah mana harga akan bergerak.

    Istilah Dalam Fibonacci Retracement

    Sebelum mengetahui bagaimana cara menggunakan fibonacci retracement, terdapat beberapa istilah yang harus Anda ketahui, diantaranya adalah: 

    Titik terendah yang dicapai sebelum harga kembali bergerak naik.

    Titik tertinggi yang dicapai sebelum harga bergerak turun.

    Keadaan candlestick yang paling tinggi bila dibandingkan dengan candlestick lain yang ada di sisi kanan dan kirinya.

    Keadaan candlestick yang paling rendah bila dibandingkan dengan candlestick lain yang ada di sisi kanan dan kirinya.

    Suatu kondisi di mana harga suatu komoditi cenderung naik jika ditarik dari titik terendahnya. Komoditi dapat dikatakan mengalami uptrend apabila memiliki deretan puncak dan lembah dengan tren naik.

    Jadi, apabila hanya terdapat satu pincak dan satu lembah, kondisi tersebut bukan termasuk ke dalam uptrend, karena minimal harus terdapat dua puncak dan dua lembah yang bergerak semakin tinggi.

    Downtrend adalah kondisi di mana harga komoditi cenderung mengalami penurunan. Komoditi dikatakan mengalami downtrend bila memiliki sederetan puncak dan lembah dengan tren menurun. Serta memiliki minimal dua puncak dan dua lembah yang bergerak semakin rendah.

    Cara Menggunakan Fibonacci Dengan Benar

    Fibonacci retracement cocok digunakan saat pasar sedang mengalami trending. Konsep dasar fibonacci retracement sendiri adalah mencari sinyal untuk “buy di area support dan sell di area resistance. Konsep tersebut dapat dieksekusi dengan mencari swing high dan swing low dengan area fibonacci retracement yang digunakan adalah 38.2 hingga 61.8.

    Ketika pasar sedang mengalami uptrend, Anda bisa menarik garis fibonacci retracement  dari swing low ke swing high. Sementara itu, ketika pasar mengalami downtrend, garis fibonacci retracement  ditarik dari swing high ke swing low.. 

    Dalam prakteknya, para trader kerap bingung untuk menentukan swing high atau swing low mana yang harus digunakan. Nah, ternyata hal ini lumrah, lho. Ini dikarenakan, setiap trader memiliki persepsi dan analisa tersendiri. 

    Terlebih tidak ada swing high dan swing low yang salah, karena pada umumnya bisa digunakan sebagai tumpuan untuk menarik garis fibonacci retracement. Lalu, penerapan fibonacci retracement bisa dikatakan valid atau tidak apabila harga telah bergerak dan menghasilkan suatu kondisi.

    Mulai Trading di Tokocrypto!

    Sebagai exchange pertama di Indonesia yang telah mendapat izin dari BAPPEBTI, Tokocrypto siap menemani pengalaman trading dan investasi Anda! Dengan user interface yang cocok bagi pemula, Anda tak perlu lagi bingung dengan konsep trading serta investasi aset kripto.

    Jangan lewatkan info terbaru dari Tokocrypto dan pantengin terus instagram Tokocrypto, ya!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hal Penting Sebelum Melakukan Swing Trading dengan XTRA Trade Limit Ajaib


    Jakarta

    Hadirnya berbagai aplikasi investasi saham seperti Ajaib semakin memudahkan trader untuk melakukan aktivitas trading secara langsung melalui aplikasi dan memperbesar potensi profit dengan XTRA Trade Limit.

    XTRA Trade Limit adalah fitur unggulan Ajaib yang memberikan tambahan buying power hingga 6x lebih banyak dari total dana yang dimiliki. Adanya fitur ini akan memberikan fleksibilitas pada trader untuk lebih leluasa membeli saham dalam jumlah lebih banyak.

    Sehingga trader bisa segera memanfaatkan momentum pasar untuk memperbesar potensi profit.


    Berbeda dari fitur XTRA Day Trading, XTRA Trade Limit memungkinkan trader beli saham dengan tambahan buying power hingga 6x untuk transaksi di lebih dari 140 saham pilihan. Selain itu, periode hold saham yang dibeli dengan XTRA Trade Limit juga lebih lama, yaitu hingga 4 hari atau lebih.

    Fasilitas XTRA Trade Limit mempunyai batas waktu pengembalian kewajiban hingga 2 hari bursa setelah transaksi dilakukan. Trader akan dikenakan Biaya Trade Limit serta suspend buy pada hari ke 3 bursa (T+3) dan jual otomatis pada hari ke 4 bursa (T+4) jika belum memenuhi kewajiban.

    “Fitur XTRA Trade Limit ini cocok untuk swing trader karena fitur ini memaksimalkan profit melalui tambahan modal dengan jatuh tempo yang lebih lama. Swing trader dapat memanfaatkan momentum reboundnya IHSG untuk time frame trading lebih panjang,” ujar Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, dalam keterangan tertulis, Jumat (26/7/2024).

    Menurut Ratih, ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari fitur XTRA Trade Limit ini, yaitu:

    ● Potensi profit lebih besar dengan adanya XTRA buying power, sehingga trader bisa beli saham lebih banyak. Semakin banyak jumlah saham yang dimiliki, semakin besar pula potensi profit yang bisa Anda raih. Namun, tentu potensi risikonya juga lebih besar.

    ● Cepat memanfaatkan momentum pasar, trader bisa langsung melakukan pembelian saham saat momentum pasar sedang tepat meskipun dengan modal terbatas.

    ● Periode trading lebih lama, saham yang dibeli dengan XTRA Trade Limit dapat di-hold hingga 4 hari atau lebih.
    Sebelum memulai aktivitas trading untuk mendapatkan potensi profit, Ratih memberikan beberapa tips agar swing trading dengan XTRA Trade Limit semakin profit.

    1. Analisis Trend

    Analisis Trend merupakan yang utama dalam teknikal. Saham dengan major trend bullish akan memiliki potensi kenaikan yang lebih besar.
    Gunakan indikator Moving Average (MA) 100 untuk melihat trend jangka panjang. Setelah itu, trader dapat memanfaatkan koreksi minor untuk beli di area support menggunakan MA 20 dan MA 5.

    2. Identifikasi Chart Pattern

    Swing trader dapat memanfaatkan sinyal akumulasi dalam fase reversal jangka menengah menggunakan pola teknikal, seperti double sottom, inverse head and shoulder dan rounding bottom. Selain itu, pola candlestick juga dapat digunakan untuk melihat pola reversal yang lebih pendek.

    3. Manajemen Risiko

    Tentukan batas stop-loss dan take-profit sebelum melakukan trading. Ini membantu memaksimalkan potensi profit yang lebih besar dan juga memitigasi risiko kerugian.
    Level support dapat membantu trader menentukan titik stop loss, sedangkan level resistance digunakan untuk merealisasikan profit.

    Untuk informasi lebih lanjut terkait fitur XTRA Trade Limit, kunjungi website ajaib.co.id dan instagram @ajaib_investasi.

    Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

    (ncm/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Bitcoin Mendekati All Time High, Pakar Sebut Ini Faktor Penyebabnya


    Jakarta

    Menjelang penutupan bulan Oktober 2024, bitcoin (BTC) melanjutkan kenaikannya, mendekati level all-time high di sekitar US$73.750. Pada hari ini, harga BTC mencapai US$72.785 sebelum sedikit turun dan bertengger di angka US$72.290 pada pukul 08.00 WIB.

    Bahkan dalam 24 jam terakhir, bitcoin mengalami penguatan sebesar 2,80% dan naik 7,5% dalam seminggu terakhir. Secara Year to Date (YTD) kenaikan bitcoin tercatat sekitar 66%.

    Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha mengatakan momentum penguatan ini muncul di tengah optimisme pasar menjelang pemilihan umum di Amerika Serikat pada 5 November mendatang. Diperkirakan Pemilu Amerika Serikat akan berdampak pada kebijakan ekonomi dan sektor keuangan AS, termasuk pasar kripto.


    Kenaikan ini juga dapat dikaitkan dengan sentimen ‘risk-on’ di tengah ekspektasi bahwa suku bunga The Fed mungkin akan kembali memotong suku bunganya sebesar 25 bps pada FOMC 7 November, yang memberikan ruang bagi Bitcoin untuk terus bergerak naik.

    “Dari perspektif teknikal, Bitcoin telah berhasil breakout dari resistance trendline descending broadening wedge pattern hingga sempat mencapai US$72.785. Saat ini, terdapat potensi pelemahan terlebih dahulu yang dapat membawa BTC untuk menguji ulang area resistance trendline sebelumnya, yang kini juga menjadi area support di level US$ 69.000. Jika berhasil rebound maka besar peluang BTC untuk mencetak new All Time High dalam beberapa hari kedepan,” kata Panji dalam keterangan tertulis, Rabu (30/10/2024).

    Dia mengatakan dalam beberapa bulan terakhir, produk ETF ini berhasil menarik miliaran dolar ke pasar kripto, terutama setelah penundaan persetujuan di awal tahun.

    “ETF kripto memberikan cara baru bagi investor institusi untuk masuk ke pasar kripto yang sebelumnya dianggap terlalu berisiko,” ujar Panji.

    Hingga kini, momentum positifETFbitcoin spot masih berlanjut terbukti bahwa adanyainflow sebesar US$479 juta pada perdagangan Senin (28/10/2024). Hal itu melanjutkan tren positif minggu lalu dengan lonjakan arus masuk hingga US$997 juta dalam periode perdagangan 21-25 Oktober 2024, dikutip dariSoSo Value.

    Bitcoin mencapai rekor tertinggi baru di angka US$73,737 pada bulan Maret tepat dua bulan setelah ETF ini diluncurkan. Namun, aset ini mengalami tekanan pasca ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian mengenai suku bunga yang masih tinggi. Namun, keputusan bank sentral untuk menurunkan suku bunga bulan lalu kembali meningkatkan minat investor pada aset berisiko seperti bitcoin.

    Dia pun optimistis hal itu bisa membuat bitcoin dan altcoin akan naik signifikan dalam beberapa waktu ke depan.

    “Lingkungan suku bunga rendah memungkinkan investasi berisiko seperti kripto lebih menarik karena biaya pinjaman yang lebih rendah,” jelasnya.

    Altseason 2024: Momentum bagi Altcoin?

    Tidak hanya bitcoin yang mengalami kenaikan, altcoin diprediksi akan kembali bersinar layaknya altcoin season di tahun 2021 di mana ketika itu DeFi dan NFT menjadi sorotan. Saat ini, dominasi bitcoin (BTC.D) di pasar kripto telah mencapai angka 59,52%, mendekati 60%, angka tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

    Namun, kondisi ini juga membuka spekulasi mengenai datangnya ‘altseason’ atau periode di mana altcoin seperti Ethereum dan Solana cenderung mencatatkan performa yang lebih baik dibandingkan bitcoin.

    “Pola ini sering kali terjadi setelah Bitcoin mencapai puncaknya, di mana investor mulai beralih ke aset kripto lain atau altcoin,” ungkapnya.

    Pola teknikal rising wedge wedge yang terlihat dalam BTC.D menandakan potensi koreksi BTC.D yang bisa membuka jalan bagi altseason.

    “Jika dominasi Bitcoin menurun, ini bisa menjadi sinyal awal altseason, di mana altcoin memiliki peluang untuk tumbuh dengan cepat,” lanjut Panji.

    Beberapa altcoin utama seperti Ethereum, Solana, hingga meme coin dapat menjadi pilihan menarik bagi trader.

    BTC Siap Cetak Rekor Tertinggi Baru?

    Dia mengatakan dengan dukungan ETF dan tren peningkatan minat investor institusi membuat bitcoin berada di jalur untuk mencapai rekor tertinggi baru. Potensi untuk menembus level rekor baru tentu ada, terutama jika bitcoin berhasil bertahan di atas level US$70,000.

    “Namun, investor juga harus berhati-hati terhadap potensi koreksi yang bisa terjadi kapan saja, terutama di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. Dengan demikian, kombinasi antara faktor teknikal dan sentimen pasar menjelang pemilu akan menjadi penentu apakah bitcoin mampu bertahan atau bahkan mencetak rekor baru dalam waktu dekat,” tutupnya.

    Lihat Video: Elon Musk Dinyatakan Tak Bersalah Atas Tudingan Manipulasi Dogecoin

    [Gambas:Video 20detik]

    (anl/ega)



    Sumber : finance.detik.com