Tag: restoran jawa

  • Baru di Blok M! Depot Sameen Suguhkan Ayam Opor-Kopi Santan Khas Blora


    Jakarta

    Bicara soal kuliner Blok M memang nggak ada habisnya. Tak hanya cafe-cafe hits dan kekinian saja, di Blok M kamu juga bisa menemukan restoran khas Nusantara dari tanah Jawa dengan suasana yang nyaman.

    Depot Sameen salah satunya. Lokasinya pun cukup strategis, terletak di Wisma Iskandarsyah Raya Blok B.8, Melawai, Jakarta Selatan. Mengusung konsep rumah makan dengan nuansa tradisional, Depot Sameen menampilkan dekorasi khas yang bisa membawa pengunjung merasakan suasana tempo dulu. Kursi, meja hingga makan di bawah temaram lampu gantung khas Jawa membawa Anda larut mencoba masakan autentik dari Jawa Tengah.

    Tidak hanya itu saja, pelayanan yang ramah dan sigap dari para karyawan yang menggunakan pakaian adat serba hitam dengan pengikat kepada (Odeng) menambah daya tarik dari Depot Sameen.


    Pemilik Depot Sameen Eko Yuliarto Prabowo menjelaskan pihaknya memperhatikan segala aspek, dengan harapan Depot Sameen bisa menjadi istimewa di hati para penikmat kuliner Nusantara.

    Lebih lanjut Eko mengatakan pemilihan nama Sameen karena terinspirasi dari nama local hero asal Blora, Jawa Tengah pada masa penjajahan Belanda yakni Samin Surosentiko atau karib disapa Mbah Samin. Karena itu, beberapa menu andalan berasal dari daerah tersebut seperti Opor Ayam dan Rawon.

    Menurut Eko, yang membedakan antara Rawon asal Blora dengan Jawa Timur yakni, penambahan santan yang membuat lebih gurih dan daun melinjo yang menambah cita rasa di lidah. Selain itu ada Sate dan Tongseng Kambing serta Nasi Pecel Pincuk. Sementara untuk hidangan minuman yang menjadi andalan Depot Sameen adalah kopi santan dan juga jus honeydew kombinasi nanas, bayam dan madu.

    “Kami juga mengangkat cita rasa Blora tentunya sebagai salah satu kekayaan Nusantara yang coba kita explore,” kata Eko dalam keterangan tertulis, Jumat (21/2/2025).

    Dia menyebut hidangan Nusantara harus dikenalkan kepada anak muda, terutama di tengah kencangnya gempuran kebudayaan dan makanan dari luar.

    “Kita coba menyajikan masakan tradisional tapi industrial gitu jadi bisa diterima oleh generasi-generasi saat ini,” ucapnya.

    Kembali kepada mengusung konsep tradisional, Depot Sameen mengedepankan kenyamanan untuk para pengunjung. Untuk lantai 1 didesain untuk mengobati kerinduan akan rumah.

    “Lebih mengedepankan tradisi ya tradisi lebih tradisional lah dengan lampu-lampu gantung ornamen Jawa karena kan Blora ya dari Jawa Tengah. Jadi kami di sini tidak ada yang namanya media TV yang sifatnya mengalihkan perhatian jadi pure di sini tempat untuk bercengkrama merasakan vibe-nya Jawa gitu ya berasa pulang kampung ya,” terangnya.

    Cita rasa dan kenyamanan pengunjung menurut Eko adalah nomor satu. Untuk itu di lantai 1, tidak menyediakan televisi. Jadi pengunjung hanya untuk menikmati hidangan. Sementara di lantai 2, lebih khusus diperuntukkan untuk generasi millenial dan Gen Z yang lebih cenderung makan sambil nongkrong-nongkrong. Pihaknya juga menyediakan media interaktif seperti televisi dan musik.

    Sedangkan di lantai 3 tersedia ruangan yang cocok sebagai tempat rapat dan pertemuan. Di sela-sela itu, mereka juga bisa melepas penat. Pasalnya, Depot Sameen juga menyediakan media untuk berkaraoke.

    Bagi Anda yang ingin menikmati hidangan khas Depot Sameen, namun tidak sempat datang langsung, Depot Sameen juga menyediakan layanan pesan antar. Anda bisa memesan tanpa perlu keluar rumah atau kantor.

    Depot Sameen adalah tempat yang tepat untuk Anda nikmati. Hidangan utama, cemilan dan minuman tersedia dengan harga yang terjangkau.

    (akn/ega)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Restoran Jawa Autentik di Jakarta yang Bikin Rindu Kampung Halaman


    Jakarta

    Beberapa restoran Jawa di Jakarta ini cocok jadi pilihan tempat nostalgia menikmati makanan tradisional. Menunya ada ayam ingkung hingga garang asem yang autentik.

    Di Jakarta ada beberapa restoran yang menyajikan menu khas Jawa dengan nuansa tradisional. Menu yang ditawarkan beragam dibuat dengan resep autentik.

    Contohnya ayam ingkung yang gurih sampai garang asem bambu yang segar. Bumbunya meresap, teksturnya pas, bikin lidah ingin terus ‘nguyem’.


    Selain makanan, suasana restoran juga jadi daya tarik. Banyak restoran yang yang mengusung konsep joglo atau dekorasi tradisional Jawa. Cocok untuk santai sambil nostalgia dan foto-foto cantik.

    Berikut ini 5 restoran Jawa yang menunya autentik di Jakarta:

    1. Garden by The Joglo

    Restoran Jawa di JakartaGarden by The Joglo Foto: Instagram/@gardenbythejoglo

    Tersembunyi di kawasan Taman Permata Buana, Jakarta Barat, Garden by The Joglo mengusung batik arsitektur rumah joglo tradisional yang berpadu dengan nuansa hijau dan nyaman.

    Suasana hangat dan tanaman rimbun memberi vibe santai, cocok untuk lepas sejenak dari hiruk-pikuk kota. Menu andalannya Nasi Pecel Joglo seharga Rp 45.000.

    Nasinya disajikan dengan sayuran segar dan bumbu pecel yang manis-gurih. Selain itu, ada pilihan lain seperti Bakmi Ayam yang lembut dan kenyal.

    Garden by The Joglo
    Jalan Pulau Pramuka Taman Permata Buana blok Q6, Kembangan Utara, Kec. Kembangan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
    Jam buka: 07.00-22.00

    2. Ayam Kelopoe

    Restoran Jawa di JakartaAyam Kelopoe Foto: Instagram/@ayamkelopoe

    Ayam Kelopoe hadir sebagai restoran ayam kekinian yang berlokasi di kawasan Gading Serpong. Restoran yang baru buka ini memiliki suasana modern dengan sentuhan kasual.

    Menu unggulan mereka adalah potongan ayam goreng dengan sambal khas yang pedas-gurih dan krispi di luar tapi lembut di dalam. Rasa ayamnya terasa seimbang antara bumbu dan sambal.

    Apalagi ditambah serundeng yang harum. Enak dimakan pakai nasi liwet yang berempah, gurih, dan disajikan dengan pete yang renyah dan segar.

    Ayam Kelopoe
    Jalan Boulevard Raya, Gading Serpong, Kelapa Dua, Tangerang Regency, Banten
    Telepon: 0877-2610-2024
    Jam buka: 11.00-23.00

    3. Teras Budhe

    Restoran Jawa di JakartaTeras Budhe Foto: Instagram/@teras.budhe

    Teras Budhe menawarkan pengalaman makan rumahan khas Jawa dengan sentuhan elegan. Berlokasi di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, tempat ini mengusung nuansa hijau dan dekorasi tradisional yang menenangkan.

    Menu andalannya Garang Asem Ayam Kampung dengan kuah bening asam segar dan aroma rempah ringan. Ada juga Nasi Gandul dengan daging empuk dan kuah gurih manis yang kaya rasa.

    Harga makanan di sini mulai sekitar Rp 50.000-an dengan porsi yang cukup besar untuk berbagi. Suasana hangat dan pelayanan ramah bikin pengalaman makan di Teras Budhe terasa seperti di rumah sendiri.

    Teras Budhe
    Jalan Panglima Polim V No.15, Melawai, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12160
    Telepon: (021) 27096632
    Jam buka: 08.00-22.00

    4. Roemah Kraton

    Roemah Kraton membawa suasana rumah makan Jawa-tradisional di tengah kota, dengan sentuhan ornamen keraton yang hangat dan inklusif. Lokasinya ada di Tebet, Jakarta Selatan.

    Salah satu menu yang jadi andalan adalah Ayam Kremes Kraton dan Ayam Kalasan. Keduanya disajikan bersama nasi dan sayur asem. Tekstur ayamnya krispi dan bumbunya meresap.

    Harga per porsinya sekitar Rp 37.000. Selain itu, tersedia ikan nila goreng dan bebek kremes untuk yang sedang tak ingin makan olahan ayam.

    Roemah Kraton
    Jalan Tebet Barat Dalam Raya No.34, RT.14/RW.3, Kuningan, Tebet Bar., Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12810
    Telepon: 0896-5492-7495
    Jam buka: 11.00-21.30

    5. Kandang Ingkung

    Setelah sukses di Yogyakarta, Kandang Ingkung membuka cabangnya di Jakarta. Restoran ini menghadirkan suasana ala desa Jawa tengah di tengah kawasan perkotaan.

    Restorannya berbentuk bangunan joglo dan area outdoor yang rimbun pepohonan. Menu unggulannya Ayam Ingkung, ayam kampung yang diungkep rempah hingga meresap.

    Rasanya gurih, lembut, dan aroma rempahnya khas. Garang Asem Bambu yang dibuat dengan proses panggang bambu menambah aroma unik. Harganya sekitar Rp 50.000-an per porsi.

    Kandang Ingkung
    Jalan TB Simatupang No.Kav. 1B, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
    Telepon: 0812-9951-9072
    Jam buka: 10.00-21.00

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ada Garang Asem dan Jangan Lombok Nikmat di Resto ala Jawa


    Jakarta

    Di Kebayoran Lama ada restoran Jawa dengan suasana tradisional yang kental. Meskipun menunya didominasi masakan Jawa, tapi ada juga menu Nusantara lain yang bisa dicoba.

    Di Jakarta, beberapa restoran menghadirkan nuansa tradisional ala Jawa. Bangunannya didominasi kayu dengan ornamen-ornamen khas yang memunculkan suasakan khas kampung halaman nan nyaman.


    Salah satunya, Pawon Sambal Kenthir yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Selain dekorasi yang memberikan suasana nyaman, restoran ini juga punya menu beragam.

    Pawon Sambal KenthirBegini bagian depan restoran Pawon Sambal Kenthir yang berlokasi di Kebayoran Lama. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Pilihan makanannya mulai dari masakan khas Jawa, seperti garang asem, sampai makanan khas Papua, seperti papeda juga bisa ditemui di sini.

    Restoran ini pun bisa menjadi alternatif sebagai tempat buka puasa bersama. Areanya cukup luas dan menu makanannya juga memuaskan. Fasilitasnya juga lengkap, mulai dari parkiran luas, toilet, musholla, sampai playground juga ada.

    Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
    Nama Tempat Makan Pawon Sambal Kenthir
    Alamat Jl. Raya Kebayoran Lama No. 3, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
    Instagram @pawonsambalkenthir
    Jam Operasional Senin-Minggu 07.00 – 23.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 50.000 – 100.000 / orang
    Tipe Kuliner Kuliner nusantara
    Fasilitas
    • Musholla
    • Ruangan indoor
    • Ada meja kursi biasa dan lesehan
    • Toilet
    • Playground
    • Tempat parkir luas

    1. Restoran bertema Jawa dengan menu Nusantara

    Pawon Sambal KenthirBegini suasana di dalam restoran Pawon Sambal Kenthir. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Dari nama ‘Pawon Sambal Kenthir’ mungkin restoran yang baru buka sekitar 1 tahun ini terdengar seperti restoran Jawa. Ditambah arsitektur Jawa yang khas, dengan sentuhan warna cokelat dan kayu.

    Restoran yang punya suasana sejuk dengan pencahayaan ‘remang-remang’ ini juga membuat kamu serasa makan di Jawa. Namun, restoran ini tidak sekadar menawarkan menu khas Jawa.

    Pawon Sambal KenthirSuasana hingga arsitekturnya mirp seperti restoran ala Jawa. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Menu Nusantara lainnya datang dari Manado sampai Papua. Variasi rasa masakan yang ditawarkan juga lebih kompleks. Ada masakan Jawa yang manis ringan, Manado yang pedas gurih, sampai Papua yang asam segar.

    Menurut salah satu pegawai, pemilik restoran ini berasal dari Papua. Tidak heran jika ditengah-tengah masakan Jawa, Sunda dan Manado, ada juga menu makanan Papua yang sangat jarang ditemui di banyak restoran bergaya Nusantara.

    2. Garang Asem Dalem Bambu yang segar

    Pawon Sambal KenthirMenu yang tidak boleh dilewatkan yaitu Garang Asemnya. Ada pilihan ayam dan daging. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kalau datang ke restoran ini kamu tentu perlu mencoba sejumlah menu khas Jawa. Garang Asem jadi salah satu yang tidak boleh dilewatkan.

    Kami memesan seporsi Garang Asem Ayam (Rp 79.000). Sebenarnya bisa pilih mau ayam atau daging. Ayamnya pun bisa dimasak satu ekor maupun 1/2 ekor.

    Garang asem ayam kampung disajikan dalam wadah berbentuk potongan setengah bambu dengan pelapis daun pisang.

    Seporsinya terdiri dari beberapa potongan ayam kampung, potongan belimbing wuluh, cabe, hingga sereh. Disiram dengan kuah santan yang gurih.

    Secara keseluruhan, rasanya perpaduan antara asam, gurih, pedas. Namun, lebih didominasi rasa asam dari belimbing wuluhnya.

    Gurih santannya juga terasa, tetapi rasa pedasnya tidak begitu kuat. Pedasnya baru terasa ketika kamu menggigit potongan cabenya.

    Cita rasa ayamnya sendiri dominan seperti bumbu santan. Potongannya memang kecil-kecil, tetapi dagingnya empuk dan cukup mudah dipotong.

    Disarankan makan saat masih hangat agar lebih nikmat. Porsi yang cukup besar ini bisa dinikmati untuk 2 sampai 3 orang.

    Cita rasa Jangan Lombok hingga Nasi khas Manado bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Jangan lombok ala Jawa yang manis ringan

    Pawon Sambal KenthirJangan Lombok Ndesonya juga tidak kalah nikmat. Bisa dinikmati begitu saja dengan nasi hangat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Jangan Lombok juga tidak boleh dilewatkan jika kamu makan di restoran ala Jawa. Terdiri dari bahan-bahan sederhana, tetapi rasanya menggungah selera.

    Kalau tidak begitu suka sayuran hijau, hidangan Jangan Lombok ini menjadi pengganti yang pas.

    Semangkuk (Rp 35.000) terdiri dari potongan tempe, krecek, dan pete. Disiram dengan kuah santan dan disajikan dalam wadah mangkuk dari tanah liat.

    Rasa gurih santannya tidak begitu kuat. Kuahnya cenderung lebih manis dan ada jejak rasa pete yang menempel di kuah. Kreceknya pun lembut, tidak alot, dan tidak bau.

    Tempenya juga dimasak dengan sempurna. Dimakan begitu saja dengan nasi putih hangat juga sudah nikmat.

    4. Nasi Bakar Cakalang dan Nasi Khas Manado yang tak kalah enak

    Pawon Sambal KenthirKalau mau menu nasi, bisa pesan seporsi Nasi Bakar Cakalang seperti ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain menu Jawa yang manis gurih, kamu juga bisa menemukan menu khas Manado yang didominasi rasa gurih pedas.

    Menu yang sayang dilewatkan yaitu Nasi Bakar Cakalang (Rp 40.000) dan Paket Nasi Manado (Rp 85.000).

    Nasi Bakar Cakalangnya tidak disajikan begitu saja, tetapi dilengkapi dengan lalapan dan sambal tambahan. Seporsi nasi bakarnya terdiri dari suwiran ikan cakalang yang sudah dimasak dengan irisan cabe.

    Rasa nasi bakar cakalangnya gurih pedas dan sentuhan aroma smokey yang nikmat. Secara keseluruhan, nasi bakar cakalangnya sudah cukup pedas. Jika kurang pedas, kamu bisa menambah sambalnya lagi.

    Pawon Sambal KenthirPilihan menu nasi lainnya ada Nasi khas Manado yang sepiring dilengkapi beberapa lauk pauk. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Untuk pilihan nasi yang lebih mengenyangkan, bisa pesan Nasi Khas Manado. Sepiringnya terdiri dari nasi putih, cakalang cabe rica, ayam bumbu woku, tumis kangkung,bunga pepaya, sampai sambal dabu-dabu.

    Porsi setiap lauknya pas, tidak terlalu sedikit ataupun berlebihan. Kurang lebih ikan cakalangnya mirip seperti yang ada di nasi bakar. Namun, suwirannya lebih halus dan rasanya lebih pedas.

    Bumbu wokunya menyerap sampai ke dalam daging. Cita rasanya perpaduan antara gurih pedas, dan ada aroma harum.Bunga papayanya juga nikmat karena tidak pahit. Namun, tumis kangkungnya tidak begitu spesial.

    5. Colenak Ice Cream sebagai penutup

    Pawon Sambal KenthirJangan lupa cicipi colenak ice cream sebagai hidangan penutup. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Pawon Sambal Kenthir juga punya beberapa pilihan dessert. Kami memesan Colenak Ice Cream (Rp 20.000) yang tampilannya begitu menarik.

    Colenak atau ‘dicocol enak’ ini diketahui berasal dari Jawa Barat. Umumnya terbuat dari tape singkong yang dibakar, lalu dihidangkan dengan saus lelehan dari gula merah campur kelapa.

    Namun kreasi colenak di Pawon Sambal Kenthir berbeda. Tape singkongnya dilapisi dengan kulit lumpia, kemudian digoreng. Tampilannya jadi lebih modern.

    Colenak Ice Cream dilengkapi saus cokelat, taburan gula halus, dan topping strawberry. Es krimnya pun disajikan dalam wadah terpisah.

    Tape singkongnya punya tekstur kulit yang renyah tetapi dalamnya lembut. Rasa tape singkongnya cukup mendominasi. Cara makannya dicocol ke es krim kelapa agar semakin enak.

    Meskipun rasa tape singkong agak kuat, tetapi diimbangi dengan rasa manis yang pas dari saus cokelat dan taburan gula halusnya.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ada Nasi Rames Aneka Lauk ala Jawa di Bekasi


    Jakarta

    Di tengah padatnya kota Bekasi, ternyata ada restoran bergaya Jawa yang punya suasana nyaman. Menu andalannya nasi rames dengan belasan lauk komplet!

    Semakin banyak tempat makan baru bermunculan di Bekasi. Mulai dari restoran kekinian, kafe, hingga restoran tradisional bergaya Jawa juga bisa ditemui di kota Patriot ini.

    Salah satu rumah makan dengan konsep prasmanan ala Jawa di Bekasi yaitu Warung Joglo Si Embah. Restorannya berbentuk joglo besar dan luas, cocok dijadikan tempat buka puasa bersama keluarga.


    Makan di sini pasti makin puas karena menu-menu makanan yang ditawarkan bergaya prasmanan. Menunya lengkap mulai dari sayuran, sate-satean, sampai gorengan.

    Harga menu-menunya juga masih sangat terjangkau, dibanderol mulai dari Rp 5 ribuan saja.

    Tidak heran restorannya selalu ramai pengunjung dari pagi sampai sore. Bahkan, pada jam-jam makan siang kamu perlu siap-siap antre panjang untuk ambil makanan prasmanannya.

    DetikFood menyambangi Warung Joglo Si Embah untuk menikmati langsung suasana dan menu makanan di restoran ini. Begini pengalaman kami!

    Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
    Nama Tempat Makan Warung Joglo si Embah
    Alamat Jl. Raya Kranggan, Jatisampurna, Bekasi
    No Telp 085216556967
    Jam Operasional 12.00 – 22.00 WIB (Selama bulan puasa)
    Estimasi Harga Rp 5.000 – Rp 20.000
    Tipe Kuliner Kuliner Jawa
    Fasilitas
    • Toilet
    • Musholla
    • Parkiran
    • Area semi outdoor

    1. Menu prasmanan dengan belasan lauk

    Warung Joglo Si EmbahWarung Joglo Si Embah menawarkan belasan menu yang bisa dipilih sesuai keinginan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Makan di warung Joglo Si Embah dijamin puas karena kamu bisa mengambil porsi nasi hingga aneka lauk sendiri di meja prasmanan.

    DetikFood menyambangi restoran ini pada jam makan siang. Kami sampai dari sekitar pukul 13.32 WIB. Dari parkirannya saja sudah terlihat jika restoran ini sangat ramai.

    Begitu masuk, terlihat area joglo yang sangat luas dan semi outdoor. Banyak meja dan kursi yang tersedia di sana. Sayangnya, karena sangat ramai, kami pun sulit menemukan meja dan kursi kosong.

    Butuh waktu sekitar 30 menit sampai kami menemukan meja dan kursi yang kosong. Setelah menemukan meja, barulah kami mengantre di barisan khusus untuk mengambil menu makan prasmanan.

    Warung Joglo Si EmbahBegini kondisi restorannya saat jam-jam makan siang. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Saat kami baru sampai memang banyak lauk yang sudah habis. Beruntungnya kami mencari meja dan kursi kosong terlebih dahulu. Sehingga, pas antre untuk ambil makanan, stok lauknya komplet kembali.

    Terdapat belasan lauk tersedia di meja prasmanan. Pilihannya komplet. Bahkan, sayur lodeh saja ada banyak variasinya, mulai dari Lodeh Tahu, Lodeh Daun Ketela, sampai Lodeh Terong.

    Ada juga juga sayur asem, Tempe Bacem, Telur Dadar, Pindang Goreng, Ayam Goreng, Ayam Cabe, Ikan Asin, sampai Pecel Peyek.

    Harga menu-menunya bervariasi, mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 9 ribu.

    Setelah mengambil nasi ramesan ini, kamu bisa langsung pergi ke kasir dan langsung dinikmati.

    2. Ada menu rawon, soto, sampai bakso

    Warung Joglo Si EmbahWarung Joglo Si Embah juga menawarkan menu soto. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain menu nasi rames, sebenarnya pelanggan juga bisa menikmati menu lainnya, seperti rawon, soto dan bakso.

    Untuk rawon dan soto, pelanggan bisa mengambil di meja yang sama seperti meja nasi. Mangkuk rawon dan soto seharusnya sudah disiapkan lengkap dengan pelengkap dan segala isinya.

    Namun, jika situasinya sangat ramai, pelanggan perlu menunggu isian soto dan baksonya disiapkan terlebih dahulu oleh pelayan.

    Rawon, soto dan bakso ini juga tidak setiap saat tersedia. Sehingga, pastikan dulu ke pelayan apakah stoknya masih ada atau tidak.

    3. Nasi rames lauk komplet Rp 20.000an

    Warung Joglo Si EmbahIni piring menu pertama yang kami coba. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    DetikFood mencoba beberapa lauk yang menarik.

    Untuk piring pertama terdiri dari nasi, tahu bacem, bakwan jagung, ayam balado, sambal dan kerupuk. Dilengkapi juga dengan sayur lodeh tahu di mangkuk terpisah. Kurang lebih total harga piring pertama sekitar Rp 30.000.

    Sedangkan piring kedua terdiri dari nasi, telur balado, ayam goreng, bakwan jagung, sambal, dan sayur lodeh daun ketela. Sepiringnya kurang lebih Rp 29.000.

    Untuk kedua sayur lodeh ini sebenarnya punya rasa yang tidak jauh berbeda. Namun, sayur lodeh daun ketela punya tekstur kuah yang lebih bersantan daripada sayur lodeh tahu.

    Warung Joglo Si EmbahSedangkan, ini piring kedua yang kami ambil dari meja prasmanannya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Sayur lodeh tahu juga lebih gurih santan dibandingkan sayur daun ketela yang lebih manis. Untuk menu tahu bacemnya punya rasa yang tidak begitu manis.

    Ayam goreng dan ayam baladonya punya potongan yang sangat kecil. Menurut kami kurang sepadan dengan harganya.

    Bumbunya juga tidak begitu meresap sampai ke dalam. Karena kami dapat lauk yang sudah dingin, sehingga rasanya kurang nikmat.

    Namun, bakwan jagungnya tidak boleh dilewatkan. Ukurannya memang tidak begitu besar, tetapi cukup tebal. Rasa gurihnya seimbang dengan rasa manis dari jagungnya. Meskipun sudah agak dingin, tetapi masih renyah dan kenyal saat dimakan.

    4. Soto ayam dan bakso yang gurih segar

    Kami juga mencicipi soto ayam hingga bakso di sini. Saat kami datang, mangkuk sotonya belum siap, sehingga kami perlu menunggu.

    Semangkuk Soto Rp 9.000 ini memang sangat sederhana. Isinya hanya soun, sayur kol, potongan tomat, dan suwiran ayam. Disiram dengan kuah soto kuning yang rasanya gurih ringan.

    Jika mau terasa lebih sedap, lebih baik tambah kecap dan sambal.

    Warung Joglo Si EmbahBakso prasmanan juga bisa ditemui di Warung Joglo Si Embah. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bakso prasmanannya juga bisa diambil di gerobak atau meja berbeda.

    Butuh waktu tiga kali sampai kami mendapat semangkuk bakso ini. Sebab, pertama kuah kaldu mereka habis, kedua baksonya habis.

    Saat balik untuk ketiga kalinya, barulah kami dapat semangkuk bakso ini. Kamu bisa memilih sendiri jumlah bakso yang diinginkan. Bisa juga memilih pelengkap soun dan condiments lain.

    Kami mengambil enam buah bakso dengan harga total Rp 18.000. Kami tidak kebagian soun, sehingga semangkuknya hanya berisi potongan kol dan enam buah bakso.

    Baksonya sendiri kenyal tetapi tidak terasa atau tercium aroma daging, lebih dominan kenyal aci. Kuahnya bening tidak begitu berkaldu dan berminyak, tetapi sayangnya terlalu asin.

    5. Gorengan pakai antrean

    Warung Joglo Si EmbahPerlu antre untuk mendapat gorengan di restoran ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Makan di rumah makan Jawa tidak lengkap tanpa menikmati gorengan. Gorengan di tempat ini hanya bisa dipesan lewat kasir. Pelanggan bisa memesan, membayar, dan menunggu saja di meja masing-masig

    Namun, tidak semua pelanggan bisa memesan gorengan. Permintaan tinggi membuat restoran ini perlu membuka sistem antrean juga untuk gorengan.

    Jika antrean yang ditulis sudah banyak, mereka tidak akan menerima pesanan. Oleh karena itu, kami pun perlu menunggu sampai situasi restoran sepi.

    Datang dari siang, kami baru dapat gorengan pada pukul 14.30. Gorengannya bisa pilih mau pisang saja atau tambah tempe.

    Kami memilih campur antara pisang dan tempe gembus. Harganya Rp 15.000.

    Meskipun sudah bayar dan namanya masuk antrean, kami perlu menunggu lagi. Sekitar pukul 15.00 barulah gorengan kami datang.

    Memang kondisinya masih panas. Masing-masing piring terdiri dari 3 potongan pisang goreng dan 3 buah tempe gembus.

    Namun, rasa gorengannya tidak begitu spesial. Pisangnya kurang manis, lebih cenderung sepet. Tempenya juga lebih dominan adonan tepung.

    Sepertinya akan lebih nikmat jika gorengan ini dimakan bersama nasi, daripada dijadikan camilan sendiri.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Spesial! Ayam Ingkung Kuah Santan di Resto Ndeso


    Jakarta

    Kenikmatan ayam ingkung khas Jawa hadir di restoran ini. Dimasak dengan teknik slow cooking, menciptakan tekstur lembut dengan rasa gurih berempah yang menggugah selera!

    Kebanyakan restoran Jawa di Jakarta dan sekitarnya hanya menawarkan menu-menu umum, seperti gudeg, nasi gandul, nasi krawu, atau bakmi Jawa. Namun, tidak dengan restoran ini yang menawarkan ayam ingkung.

    Ayam ingkung merupakan sajian ayam khas Jawa yang dimasak dengan rempah spesial.


    Kandang IngkungKandang Ingkung restoran Jawa di Bekasi yang punya menu spesial Ayam Ingkung. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Memiliki arti ‘mengayomi’, diambil dari kata ‘jinakung’ dan ‘manekung’ yang dalam bahasa Jawa kuno berarti memanjatkan doa. Oleh karena itu, hidangan ini umumya disajikan dalam acara tasyakuran hingga pesta pernikahan.

    Namun, tidak sebatas di acara tertentu saja, tetapi menu ini juga bisa dinikmati oleh masyarakat umum. Kamu bisa merasakan kenikmatan olahan ayam ini di restoran Kandang Ingkung Resto & Kopi yang ada di Mutiara Gading City, Bekasi.

    Restoran Jawa ini bisa jadi pilihan jika ingin menikmati masakan khas Jawa dengan pengalaman bersantap di alam terbuka.

    Sejumlah olahan ayam ingkung tersedia di tempat ini, hingga menu masakan Jawa tradisional lainnya, seperti garang asem bambu dan batok ayam petai Cina.

    Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
    Nama Tempat Makan Kandang Ingkung Resto & Kopi Jogja Cabang MGC Bekasi
    Alamat Jl. Mutiara Gading City, Kedungjaya, Kec. Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 14560
    No Telp 0812-3222-1566
    Jam Operasional Setiap hari pukul 10.00 – 20.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 9.000 – Rp 171.000
    Tipe Kuliner Makanan tradisional Jawa
    Fasilitas
    • Tempat parkir luas
    • Area makan indoor dan outdoor
    • Musholla
    • Toilet

    1. Restoran ‘hidden gem’ suasana pedesaan

    Kandang Ingkung: Spesial! Ayam Ingkung Kuah Santan di Resto NdesoBegini suasana Kandang Ingkung yang punya konsep ala pedessaan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Awal mulanya Kandang Ingkung Resto & Kopi hanya ada di Jogja. Seiring berjalannya waktu, mereka melebarkan sayap ke sekitar Jakarta, termasuk Bekasi.

    Kandang Ingkung hadir menawarkan konsep restoran tradisional Jawa dengan suasana tenang ala pedesaan.

    Memang ada di dalam perumahan bergengsi Mutiara Gading City, tetapi letaknya cukup tersembunyi. Pengunjung harus melewati jalan kecil dengan suasana seperti di tengah hutan untuk menemukan restoran ini.

    Meskipun perjalan cukup panjang, tetapi dijamin tidak akan menyesal. Pengunjung bakal disambut suasana restoran yang asri dan tenang karena berada jauh dari pusat keramaian.

    Kandang Ingkung: Spesial! Ayam Ingkung Kuah Santan di Resto NdesoArea lesehan di dalam resto Kandang Ingkung. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Restorannya juga dibangun dalam satu kawasan luas dengan beberapa pilihan area makan. Bisa makan di area indoor bangunan rumah Joglo atau menikmati suasana asri di area saung dan lesehan.

    Sejumlah ornamen khas Jawa hadir mendukung konsep restoran ini. Mulai dari bangunan joglo dengan limasan kayu yang khas sampai gerobak andong.

    Area dapur khusus menggoreng dan garang asem bambu dibiarkan terbuka (open kitchen), sehingga pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan makanan tersebut.

    2. Spesial ayam ingkung dan masakan Jawa lain

    Kandang IngkungHidangan ayam ingkung dan menu Jawa lainnya bisa ditemui di tempat inii. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Ayam ingkung tersedia dalam pilihan yang digoreng atau dimasak dengan kuah santan kental.

    Teknik masak ‘slow cook’ membuat ayam diungkep bumbu khas selama kurang lebih 4-6 jam. Menciptakan tekstur ayam lembut dengan bumbu meresap sampai ke dalam.

    Selain ayam ingkung original dan goreng, restoran ini juga menawarkan menu Ingkung Ayam Bakar Oseng Sereh, Ingkung Ayam Bakar Kraton, Batok Ayam Petai Cina, sampai Garang Asem Bambu.

    Gorengan juga tersedia, seperti Tempe Mendoan, Bakwan Jagung, Singkong Keju, Tahu Goreng, sampai Pisang Goreng Kepok Kuning.

    Harga menu makanannya dibanderol mulai dari Rp 9 ribu sampai Rp 171 ribu untuk ayam ingkung spesial paket 4 orang.

    Kenikmatan ayam ingkung hingga garang asem bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Sedapnya ayam ingkung yang gurih berempah

    Kandang Ingkung: Spesial! Ayam Ingkung Kuah Santan di Resto NdesoBegini tampilan ayam ingkung yang ditawarkan restoran tersebut. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Jika pesan ayam ingkung di sini, bisa pilih ayam utuh yang dapat dinikmati untuk empat orang atau per potong. Boleh juga pilih ayam ingkung original dengan kuah santan kental atau ayam ingkung goreng.

    Kedua pilihan paket ini sama-sama dilengkapi nasi (bisa pilih nasi putih atau nasi gurih), oseng sayur jantung pisang, oseng daun pepaya, mentimun, sambal, hingga peyek bayam.

    DetikFood mencoba dua potong ayam ingkung original dan goreng (Rp 45.000), dilengkapi nasi gurih. Komposisi lauk di dalam satu porsinya sama, hanya olahan ayamnya yang berbeda.

    Wah! Tampilan menunya amat menggugah selera. Disajikan di tampah bambu bulat beralaskan daun pisang, dengan setiap komponen tersusun rapi mengelilingi tampah.

    Kedua potongan ayam yang disajikan adalah bagian paha. Meskipun menggunakan ayam kampung, tetapi proses masak yang lama membuat tekstur daging ayamnya sangat lembut. Sampai-sampai bisa dinikmati hanya dengan sendok garpu, tanpa perlu bantuan tangan langsung. Daging ayamnya juga tebal dan banyak.

    Ayam ingkung original disajikan dengan siraman kuah santan kental yang melimpah. Bumbunya menyerap sampai ke dalam dengan rasa gurih berempah yang didominasi rasa rempah kemiri dan ketumbar. Adapun sedikit sentuhan rasa pedas di akhir. Menurut kami, rasa bumbunya juga agak mirip bumbu botok.

    Rasanya semakin nikmat jika makannya dibarengi nasi gurih, oseng sayurannya, dan sambal korek yang cukup pedas. Perpaduan ini menciptakan citarasa gurih, pedas, dan manis yang seimbang. Jangan lupakan peyek bayamnya supaya ada tambahan tekstur renyah.

    Kandang IngkungKalau ini tampilan ayam ingkung goreng yang ditawarkan Kandang Ingkung. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kalau tidak begitu suka bumbu bersantan, bisa pesan ayam ingkung goreng. Bagian luar ayamnya memang terlihat kering, tetapi ternyata bagian dalamnya masih sangat lembut dan juicy.

    Bumbu ayam gorengnya punya sentuhan rasa rempah lengkuas dan ketumbar yang ringan. Didominasi rasa gurih, tetapi ada sedikit sentuhan manis di akhir. Sangat cocok dinikmati dengan sambal korek bawangnya yang pedas.

    Untuk hidangan ayam goreng, sebenarnya disajikan juga bumbu santan ingkungnya secara terpisah. Namun, menurut kami rasanya agak kurang cocok jika dipadukan dengan ayam goreng ini.

    Nasi gurih yang ada sentuhan aroma daun pisang juga menjadi pilihan pas karena menambah citarasa hidangan ini.

    4. Garang asem bambu layak dicoba

    Kandang Ingkung: Spesial! Ayam Ingkung Kuah Santan di Resto NdesoJangn lewatkan hidangan garang asem yang tidak kalah enak. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Jangan lewatkan garang asem bambu yang tidak kalah enak. Disajikan dalam satu ruas bambu dengan panjang sekitar 50-60 cm.

    Proses masak garang asem juga masih tradisional. Bambu yang dibakar dengan kayu ini menciptakan aroma dan rasa asap sedap yang menyerap ke dalam ayam.

    Garang asem terdiri dari 6-8 potongan kecil ayam, dilengkapi belimbing wuluh dan tomat merah utuh, potongan lengkuas, disiram kuah garang asem yang bening.

    Seperti ayam ingkungnya, ayam di dalam garang asem ini juga punya tekstur daging empuk. Kuahnya lebih didominasi rasa asam kuat karena belimbing wuluh dan tomat merah yang melimpah. Meskipun asamnya kuat, tetapi tetap sedap dan menyegarkan. Adapun sedikut sentuhan rasa pedas ringan yang tercap di ujung lidah.

    Dengan harga Rp 102.000, garang asem ini punya porsi besar, bisa dinikmati 3-4 orang.

    5. Tempe mendoan hingga es dawet segar

    Kandang IngkungKalau mau gorengan, bisa memesan tempe mendoan ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Tempe mendoan dan pisang yang digoreng dadakan juga bisa dicoba. Dalam satu porsi (Rp 17.500), ada empat potong tempe mendoan dan pisang goreng.

    Tempe mendoan dilengkapi sambal kecap. Tempenya agak hambar, tetapi bisa diakali dengan dicocol ke sambal kecapnya yang memberikan sentuhan rasa pedas, manis, gurih yang nikmat.

    Kandang Ingkung: Spesial! Ayam Ingkung Kuah Santan di Resto NdesoAdapun menu es dawet yang manis menyegarkan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Tipe pisang gorengnya juga bukan yang digoreng renyah sampai garing, tetapi adonannya agak basah. Rasanya manis, dengan sentuhan sedikit asam dari pisangnya.

    Sebagai penghilang dahaga, bisa menikmati segelas Es Dawet Pelangi (Rp 17.000) dengan rasa manis yang cukup kuat dari gula merahnya. Dawetnya punya tekstur kenyal lembut dan mudah dikunyah.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com