Tag: restoran keluarga legendaris

  • Warung Asli Batusangkar Ini Punya Ikan Bilis dan Sambalado Tanak Jengkol


    Jakarta

    Di antara kuliner viral di Blok M, ternyata ada warung nasi Padang ‘hidden gem’. Menawarkan berbagai lauk autentik khas daerah Batusangkar.

    Belakangan ini Blok M, Jakarta Selatan menjadi sentra kuliner kekinian. Berbagai jenis jajanan pun bermunculan satu per satu dan selalu ramai diantre pelanggan.

    Mulai dari donat, es krim, roti, cheese cake, dan masih banyak lagi. Namun, tahukah kamu bahwa di antara jajanan viral tersebut terselip warung nasi Padang yang autentik rasanya.


    Namanya adalah RM Sumanik Batusangkar yang bertempat di Pujasera Blok M Square blok G. Sesuai dengan namanya, pemilik warung nasi Padang itu berasal dari Desa Sumanik, Batusangkar, Sumatera Barat.

    1. Puluhan lauk setiap hari

    RM Sumanik BatusangkarRM Sumanik Batusangkar punya puluhan lauk setiap hari. Foto: detikcom/Riska Fitria

    RM Sumanik Batusangkar ini merupakan milik wanita yang akrab disapa Uni Eni. Namun, sang anak yang bernama Hajrina Janati juga turut membantu setiap hari.

    Hajrina Janati atau yang akrab sebagai Uni Rina mengatakan bahwa warung makannya sudah berdiri sejak tahun 90-an. Sejak awal buka, warungnya sudah bertempat di Blok M.

    Uni Rina menyebutkan bahwa ada puluhan lauk yang tersedia setiap hari di warung makannya. Beberapa di antaranya merupakan lauk khas desa asalnya, Sumanik.

    2. Belut dan ikan bilis goreng dari sungai

    RM Sumanik BatusangkarRM Sumanik Batusangkar punya menu ikan belut. Foto: detikcom/Riska Fitria

    “Lauk khas desa Sumanik itu ya tunjang, ikan bilis, ikan asap, belut goreng itu khasnya. Sambalado tulang itu benar dari Batusangkar, tapi kita gak menyediakan,” tutur Uni Rina.

    Lebih lanjut, Uni Rina mengatakan bahwa ikan bilis tak pernah terlewatkan di warung nasi Padang yang berasal dari Batusangkar. Biasanya ikan bilis diambil dari sungai Singkarak.

    “Ikan bilis itu selalu ada pasti, kalau di desa kita biasanya diambil dari danau Singkarak. Ikannya kecil-kecil terus digoreng kering aja udah enak,” tuturnya.

    Kelezatan RM Sumanik Batusangkar ada di halaman selanjutnya.

    3. Dilengkapi karapuak cagau

    RM Sumanik BatusangkarSeporsi nasi Padang di RM Sumanik Batusangkar dilengkapi dengan karapuak cagau. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Dalam seporsi nasi Padang di sini dilengkapi dengan daun singkong rebus, sambal merah, bumbu rendang, dan karupuak cagau. Karupuak cagau adalah keripik singkong.

    “Kalau di desa kita sebutnya karupuak cagau atau kalau di sini keripik singkong. Keripik singkongnya digoreng dipakein samba merah, udah enak jadi pendamping,” tutur Uni Rina.

    4. Pakai lauk tunjang yang kenyal

    RM Sumanik BatusangkarRM Sumanik Batusangkar menawarkan menu tunjang. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Untuk lauk utama yang jadi andalan adalah tunjang (Rp 30.000). Tunjangnya memiliki ukuran yang besar. Teksturnya kenyal, lembut, dan tidak amis.

    Disajikan dengan kuah gulai yang medok bumbunya. Teksturnya tidak begitu kental, tetapi rasa bumbunya medok. Atau bisa juga pakai belut goreng (Rp 25.000).

    Belutnya kecil-kecil dan digoreng kering, sehingga teksturnya renyah. Rasanya gurih, enak dipadukan dengan sambal merah yang harum dan sedikit pedas.

    Ada juga ikan asap (Rp 25.000) yang tak kalah lezat. Ikan asap tersebut menggunakan jenis ikan baun yang diambil dari rawa-rawa. Aromanya smokey, gurih dan teksturnya renyah.

    5. Sambalado tanak jengkol jadi menu wajib

    RM Sumanik BatusangkarRM Sumanik Batusangkar tersedia sambalado tanak jengkol. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Selain ikan bilis, warung nasi Padang dari daerah Batusangkar juga tak pernah terlewatkan dengan sambalado tanah jengkolnya.

    Sesuai namanya, ini merupakan jengkol yang dimasak pakai sambalado. Menurut Uni Rina, sambalado tanak jengkol ini selalu dicari pelanggannya.

    Jengkolnya empuk dan tidak berbau. Rasanya seperti kentang dan pedas dengan paduan sambalado yang berminyak.

    RM Sumanik Batusangkar ini buka setiap hari Senin-Sabtu, mulai dari pukul 10:00-18:00. Disarankan untuk datang awal waktu agar tidak kehabisan lauk favorit.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996


    Bandung

    Kota Bandung juga punya banyak tempat makan bakso populer. Salah satunya ada kedai bakso viral yang jadi langganan artis hingga food vlogger.

    Mencari tempat makan bakso yang enak di kota Bandung, tidak sulit. Beragam kuliner bakso dari harga kaki lima sampai bintang lima bisa ditemukan di kota ini.

    Salah satu tempat makan bakso yang sering dijadikan destinasi wisata kuliner di Bandung ada kedai Bakso Tjap Haji. Kedai bakso ini berlokasi di Jalan Burangrang dan baksonya sendiri sudah diproduksi sejak tahun 1996.


    Bakso Tjap Haji turut dikenal dengan variasi bakso, mie ayam sampai tetelan dan koyor yang jadi topping favorit di sini. Menjadi viral setelah dikunjungi mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan sejumlah selebriti.

    Berikut beberapa menu yang menarik dicoba di Bakso Tjap Haji.

    Detail Informasi Bakso Tjap Haji
    Nama Tempat Makan Bakso Tjap Haji
    Alamat Jl. Burangrang No.21, Malabar, Bandung.
    No Telp (022) 87329000
    Jam Operasional 10.00 – 21.00
    Estimasi Harga Rp 30.000 – Rp 100.000
    Tipe Kuliner Bakso
    Fasilitas

    1. Bakso Legendaris dari 1996

    Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1966Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996 Foto: detikFood

    Kedai bakso ini pertama kali dibuka pada pertengahan tahun 2022 lalu. Sang pemilik, Pak Haji Dede dulunya hanya memproduksi bakso saja untuk dipasok di sekitar Jawa Barat sampai Jawa Tengah.

    Usaha bakso ini sudah ada sejak tahun 1996 dengan nama Bakso Tjap Haji. Pada tahun 2022 akhirnya mereka memutuskan untuk membuka kedai bakso dengan konsep yang berbeda.

    Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1966Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996 Foto: detikFood

    Di sini pegunjung akan melihat langsung proses pembuatan bakso, dengan variasi topping, isian sampai jenis bakso yang dipajang di lemari kaca. Lengkap dengan pilihan kuah kaldunya.

    2. Bakso Spesial Tjap Haji

    Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1966Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996 Foto: detikFood

    Kedai bakso yang sudah bersertifikasi halal ini memajang banyak foto selebriti hingga food vlogger yang pernah makan di kedainya. Mulai dari Yuki Kato, Rachel Vennya, Siti Badriah sampai Cakra Khan.

    Untuk menu andalannya ada Paket Bakso Spesial 1 (Rp 50.000). Isinya lengkap ada bakso telur, bakso urat, bakso cincang, bakso halus kecil, pangsit goreng dan pilihan mie atau bihun. Tipe kuahnya bening dengan aroma kaldu sapi yang cukup kuat.

    Menu ini bisa menjadi jawaban bagi yang penasaran ingin mencicipi aneka jenis bakso di Bakso Tjap Haji. Ukuran baksonya lumayan besar dan mengenyangkan, seperti bakso telur yang menggunakan telur ayam utuh.

    Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1966Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996 Foto: detikFood

    Kemudian ada bakso uratnya yang memiliki tekstur kasar dan rasa dagingnya lebih gurih, kemudian bakso cincang yang dominan manis gurih. Dipadukan dengan kuah kaldunya yang bening ringan rasanya semakin mantap.

    Oh ya, di setiap meja tersedia minyak bawang putih, cuka, sambal rawit merah, jeruk limau dan tak ketinggalan kecap hingga saus produksi Tjap Haji. Pengunjung bisa meracik bakso mereka sesuai selera.

    Menu lainnya di Bakso Tjap Haji ada di Halaman Berikutnya!

    3. Mie Ayam Spesial

    Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1966Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996 Foto: detikFood

    Selain menu baksonya yang jadi juara di sini, menu Mie Ayam Spesial (Rp 40.000) tak kalah favorit. Seporsi mie ayamdisajikan dengan suwiran daging ayam bumbu kecap, bakso halus tiga butir, kulit ayam dan pangsit goreng sebagai pelengkapnya.

    Tipe mie yang digunakan mirip seperti mie karet, hanya saja lebih pipih dan tidak sebesar mie karet. Mie diracik dengan kecap asin dan kecap manis serta kuah terpisah, gagrak mie yang satu ini mengikuti mie yamin ala Bandung yang manis gurih.

    Namun, rasa manis gurih dari racikan mie bisa diseimbangkan dengan tambahan sambals hingga kriuk renyah dari kulit ayam goreng yang asin.

    4. Topping Tetelan dan Koyor

    Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1966Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996 Foto: detikFood

    Tak lengkap rasanya makan di Bakso Tjap Haji tapi tidak memesan menu pendampingnya. Oseng tetelan (Rp 12.000) dan oseng koyor (Rp 10.000), jadi topping favorit di sini. Oseng dan tetelan bisa dioseng dengan rasa manis, pedas, gurih sesuai selera.

    Disajikan di piring terpisah, tetelan dan koyor yang dioseng berhasil memberikan rasa baru saat disantap dengan bakso dan mie ayam. Oh ya, menu oseng tetelan dan koyor ini juga bisa disantap dengan nasi putih.

    Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1966Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996 Foto: detikFood

    Jangan lupa pesan Bakso Goreng (Rp 15.000), seporsi dapat tiga biji bakso sedang yang digoreng dadakan. Lengkap dengan saus pedas manis yang jadi cocolannya.

    Selain menu-menu di atas ada banyak menu lainnya di Bakso Tjap Haji, misalnya topping lidah sapi, daging iris, tulang sumsum, buntut kulit sampai ceker dengan harga terjangkau dari Rp 10.000 saja.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • RM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang China


    Jakarta

    Sudah ada sejak tahun 1969, RM Pondok Djaja disebut sebagai rumah makan Padang tertua di Jakarta. Menunya merupakan gabungan kuliner Minang dan China.

    Di kawasan Gambir, tepatnya di Jl. KH. Hasyim Ashari, Jakarta Pusat,ada rumah makan keluarga legendaris yang masih mempertahankan menu aslinya sejak 1969.

    Dengan papan nama restoran menggunakan ejaan zaman dulu, RM Pondok Djaja kini menjadi salah satu rumah makan Padang tertua di Jakarta. Berbeda dengan rumah makan Padang pada umumnya, Pondok Djaja memiliki menu atau masakan yang menggabungkan antara kuliner Minang dan China.


    Tempat makannya yang sederhana dan klasik, serta pilihan makanan yang beragam, membuat RM Pondok Djaja jadi pilihan tempat makan keluarga favorit di Jakarta.

    Berikut kisah hingga aneka menu yang menjadi andalan RM Pondok Djaja.

    1. Sudah Ada Sejak 1969

    RM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang ChinaRM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang China Foto: detikFood

    Menurut Pak Djunaidi, generasi kedua dari pemilik RM Pondok Djaja, menceritakan bahwa mendiang kedua orangtuanya yang membuka rumah makan ini di tahun 1969.

    “Pondok Djaja ini dulu didirikan oleh kedua orangtua saya, saat itu umur saya masih 4-5 tahun ya. Pertama kali lokasinya itu di Jalan Krekor Bunder, Pasar Baru. Terus kami sempat pindah ke Jl. Hayam Wuruk, tak jauh dari sini. Kemudian kurang lebih sekitar 12 tahun lalu kami pindah ke lokasi ketiga di sini,” ungkap Pak Djunaidi ke detikFood (09/10).

    Menu makanan di Pondok Djaja menggabungkan kuliner peranakan Minang dan China.

    RM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang ChinaPak Djunaidi, pemilik dari generasi kedua Pondok Djaja Foto: detikFood

    “Saya dan keluarga memang keturunan (Tionghoa/ China). Tapi orangtua dan kami itu lahir serta besar di Padang, dulu ibu saya sering masak dan mulai membuat masakan yang bisa dibilang Minang dengan sentuhan kuliner China,” lanjut Pak Djunaidi yang merupakan, anakbungsu dari empat bersaudara.

    2. Menu Makanan Legendaris di Pondok Djaja

    RM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang ChinaRM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang China Foto: detikFood

    Dulu setiap menu makanan disajikan di atas meja layaknya restoran Padang lainnya. Tapi semenjak COVID-19, Pak Djunaidi dan keluarga memutuskan untuk tidak menyajikan makanan lagi. Jadi pengunjung yang ingin makan di sana, bisa langsung memilih menu makanan lewat display makanan yang tersedia di konter.

    “Kalau menu makanannya itu variatif, setiap harinya kita menyajikan kurang lebih sekitar 30 jenis masakan. Itu semua pakai resep keluarga turun temurun sampai sekarang. Saya dan kakak-kakak saya juga belajar masak itu otodidak, karena dari kecil sudah bantu kedua orangtua untuk masak dan menyiapkan makanan di Pondok Djaja,” lanjutnya.

    RM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang ChinaRM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang China Foto: detikFood

    Salah satu menu yang menjadi ikon di Pondok Djaja ada ayam goreng kampungnya yang garing. Kemudian ada Ikan Tauco dan Tahu Tauco yang memakai gagrak Minang China, tak ketinggalan Rendang hingga Ayam Gulai, Gulai Otak, Dendeng,dan masih banyak lagi.

    Menu Legendaris Lainnya di Pondok Djaja Ada di Halaman Selanjutnya!

    3. Ayam Goreng Legendaris Andalan

    RM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang ChinaRM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang China Foto: detikFood

    Di Pondok Djaja, menu yang paling cepat habis adalah ayam goreng. Menggunakan ayam kampung dan racikan bumbu spesial khas Pondok Djaja. Menu yang satu ini menjadi rebutan karena rasanya yang gurih dan bikin nagih.

    “Di Pondok Djaja itu memang yang paling populer ayam gorengnya. Kita pakai ayam kampung, potongannya kecil tapi dagingnya itu gurih sekali. Kalau dari segi bumbu atau metode pembuatan, saya rasa tidak ada bedanya dengan ayam goreng lain,” sambung Pak Djunaidi.

    RM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang ChinaRM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang China Foto: detikFood

    Harga ayam goreng kampung di sini Rp 28.000 per potong. Ayam digoreng dadakan ketika ada yang pesan. Berbeda dengan ayam goreng kampung gaya Jawa yang sedikit basah, kalau ayam goreng ini bagian luarnya garing dan sama sekali tidak berminyak.

    Tekstur daging ayamnya tetap empuk dan tak alot. Cita rasa gurih dan sedap dari ayam goreng ini mengingatkan dengan rasa ayam goreng ala Kanton, yang gurih asin.

    “Karena ukuran ayamnya yang tak besar, pelanggan di sini sekali makan bisa sampai 10 potong. Ada juga yang pesan sampai puluhan potong untuk dibawa pulang,” lanjut Pak Djunaidi.

    4. Rendang hingga Tahu Tauco

    RM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang ChinaRM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang China Foto: detikFood

    Selain ayam gorengnya, Pondok Djaja terkenal dengan menu lainnya seperti Rendang (Rp 30.000) dan Tahu Tauco (Rp 10.000). Untuk rendangnya, warnanya lebih hitam pekat karena menggunakan gagrak rendang darek.

    “Kalau kebanyakan rendang di RM Padang lainnya kemungkinan masih kalio ya bentuknya. Tapi kalau di sini itu kita masak dan proses sampai benar-benar hitam. Tekstur dagingnya itu lembut sekali, jadi dipotong pakai sendok pun langsung lepas,” tutur Pak Djunaidi.

    Sementara menu Tahu Tauconya, menandakan pertemuan kuliner Minang dan China. Tauco merupakan bahan makanan yang terbuat dari fermentasi kacang kedelai dan sering diolah jadi masakan China peranakan.

    RM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang ChinaRM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang China Foto: detikFood

    “Menu seperti Tahu Tauco dan Ikan Tauco ini yang membedakan Pondok Djaja dengan RM Padang lainnya. Banyak pelanggan yang datang ke sini dari mereka masih kecil, kemudian mereka sudah besar, sudah bawa anak sendiri masih makan di sini. Jadi memang ini rumah makan yang sering dikunjungi keluarga,” pungkas Pak Djunaidi.

    Setiap harinya Pondok Djaja buka dari jam 11.00 – 16.00. Tapi kalau mau cicip menu ayam gorengnya, disarankan datangsebelum jam satu siang agar tidak kehabisan.

    Oh ya, di sini hanya bisa menerima pembayaran tunai saja ya. Yuk mampir!

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Restoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh Kenangan


    Jakarta

    Jadi tempat makan sekaligus pertemuan banyak keluarga, restoran Paramount di Jakarta Pusat menjadi tempat makan legendaris dengan sejuta kenangan.

    Menelusuri kawasan Cikini hingga Gondangdia di Jakarta Pusat, ada banyak tempat makan legendaris yang sudah berdiri lebih dari setengah abad. Mereka masih mempertahankan menu makanan ikonik hingga tempat makan klasik yang kerap dijadikan tempat nostalgia.

    Salah satunya Restoran Paramount yang berlokasi di JL. RP. Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat. Resto ini menjadi tempat makan favorit banyak keluarga dari tahun 1970-an sampai sekarang.


    Bahkan saking legendarisnya, restoran ini direkomendasikan di situs Jakarta Tourism sebagai tempat makan yang wajib dikunjungi saat di Jakarta.

    Berikut sejarah hingga menu-menu ikonik di Restoran Paramount.

    1. Restoran Keluarga Legendaris

    Restoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh KenanganRestoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh Kenangan Foto: detikFood

    Memasuki restoran ini, setiap pengunjung seakan diajak nostalgia ke masa lalu. Karena semua interior, meja makan sampai suasananya masih mempertahankan keasliannya dari tahun 1970-an. Setiap pegawainya menggunakan jas hingga kemeja rapih dengan troli pengantar makanan, yang sudah jarang ditemukan di restoran modern.

    “Saya bekerja di restoran ini sudah sejak awal tempat ini berdiri. Dari usia saya masih 24 tahun sampai sekarang sudah masuk 70 tahun,” jelas Sunarman, selaku supervisor di Restoran Paramount yang merupakan pegawai paling lama bekerja di sini.

    Restoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh KenanganRestoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh Kenangan Foto: detikFood

    Kini restoran tersebut dikelola oleh generasi kedua, dengan resep dan menu makanan yang tak berubah. Mereka masih konsisten menyajikan menu hidangan Chinese khas Kanton yang ikonik.

    2. 300 Menu Makanan di Resto Paramount

    Restoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh KenanganRestoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh Kenangan Foto: detikFood

    Selama puluhan tahun bekerja di Resto Paramount, Sunarman mengetahui sejarah panjang dari berdirinya restoran tersebut sampai sekarang. Ia menjelaskan ada lebih dari 300 menu makanan Kanton yang disajikan di sini. Semua informasi menunya masih menggunakan desain zaman dulu dengan harga yang ditulis menggunakan pensil.

    Restoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh KenanganRestoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh Kenangan Foto: detikFood

    “Karena ini memang dari awal konsepnya restoran keluarga, jadi makanannya pun porsinya untuk makan bersama. Ada satu menu yang pasti selalu dipesan oleh setiap pengunjung di Paramount, yaitu Lumpia Udang Paramount,” lanjut Sunarman.

    Selain Lumpia Udang (Rp 147.500), menu yang tak kalah populer di Paramount ada Fuyunghai Daging Kepiting (Rp 85.000) dan Has Sapi Panggang (Rp 125.000).

    3. Cita Rasa Makanan Tak Pernah Berubah

    Restoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh KenanganLumpia Paramount. Foto: detikFood

    Menggunakan resep keluarga yang diwariskan secara turun temurun, semua menu makanan di sini dibuat secara fresh dengan bahan berkualitas. Tentunya menggunakan pakem bumbu dan teknik masak ala Kanton.

    Seperti menu Lumpia Paramount, menggunakan daging udang segar murni tanpa campuran. Lumpia yang sudah digoreng disajikan dengan saus cocol asam manis yang menambah kelezatan hidangan ini.

    Restoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh KenanganFuyunghai Kepiting Paramount. Foto: detikFood

    Begitu juga dengan menu Fuyunghai Kepiting yang tidak menggunakan campuran tepung terigu. Jadi teksturnya lebih lembut karena isinya hanya telur, irisan daun bawang dan daging kepiting yang royal dan gurih.

    Terakhir menu Has Sapi Panggang bisa juga disebut sebagai bistik sapi. Menu ini disajikan lengkap dengan sayuran rebus dan kentang goreng jadul, rasanya manis gurih paduan saus tiram dan kecap asin khas makanan Kanton. Beda dengan rasa bistik sapi gaya Jawa. Semua porsinya cukup royal untuk keluarga.

    Kisah Menarik Seputar Restoran Paramount Ada di Halaman Selanjutnya!

    4. Langganan Presiden hingga Menteri

    Restoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh KenanganMenu Has Panggang Paramount Foto: detikFood

    Selama puluhan tahun berdiri, Restoran Paramount jelas jadi tempat makan langganan banyak tokoh penting. Salah satunya di era masa kepemimpinan mendiang Presiden RI ke-2 Soeharto. Sunarman mengingat ia pernah dua kali menyiapkan katering di Istana Negara untuk salah satu acara jamuan makan Presiden Soeharto.

    “Makanan yang dipesan Pak Soeharto itu ya beberapa menu andalan di Paramount. Seperti lumpia udangnya, ada juga burung dara, fuyunghai dan lainya. Namun Pak Soeharto memang tidak pernah makan langsung di sini,” ungkap Sunarman.

    Selain mendiang Presiden Soeharto, ada lagi presiden lainnya yang pernah mencicipi hidangan Paramount.

    “Selain itu ada Ibu Presiden Megawati, dulu itu pesanan katering ke rumahnya. Ia pesan beberapa menu makanan yang populer di Paramount. Kalau di era sekarang, ada Menteri Perumahan dan Kawas Pemukiman, yaitu Maraurar Sirait yang cukup sering makan langsung di sini,” pungkas Sunarman.

    5. Tempat Makan Keluarga Sejuta Kenangan

    Restoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh KenanganSunarman, Supervisor di Restoran Paramount. Foto: detikFood

    Selain banyaknya tokoh penting yang jadi pelanggan setia di Restoran Paramount, Sunarman mengingat ada banyak pelanggannya yang datang silih berganti.

    “Karena saya yang paling lama kerja di sini, jadi saya tahu mana saja pelanggan yang datang. Pelanggan juga sudah kenal sama saya. Ada yang dulunya masih kecil sudah makan di sini sama orangtuanya, sekarang malah makan di sini sudah bawa cucunya. Banyak juga pelanggan yang sudah tiada,” tutupnya.

    Kini Restoran Paramount tetap eksis dan memiliki pelanggannya sendiri, meski dihimpit banyaknya restoran dan kafe modern yang ada di sepanjang kawasan Cikini.

    Restoran Paramount
    JL. RP. Soeroso No.35.
    Menteng, Jakarta Pusat.
    Jam Buka: Makan siang (10.00 – 14.30) dan jam makan malam (16.30 – 22.00)
    Telp: (021) 31923111

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com