Tag: review

  • Daftar Kripto yang Kehilangan ‘Hype’ di Tahun 2022

    Market kripto telah melewati masa yang sulit di tahun 2022. Sejumlah kripto telah kehilangan ‘hype’ yang sebelumnya di raih, sehingga alami penurunan harga. Apa saja?

    Banyak aset kripto yang menjadi ‘superstar’ dalam jangka waktu singkat antara tahun 2020 dan 2021, selama reli pasar bullish yang membuat Bitcoin mencapai level tertinggi sepanjang masa di US$ 69.044.

    Koin meme, altcoin, dan token DeFi baru bermunculan seperti jamur yang menciptakan basis penggemar mereka sendiri. Tahun 2021 menciptakan kripto ‘superstar’ dengan penggemar yang lebih besar yang mencapai puncak ketenaran.

    Namun, matahari harus terbenam setelah terbit. Seperti kata pepatah, “apa yang naik harus turun.” Kripto ‘superstar’ ini jauh lebih cepat dari yang dibayangkan sebelumnya. Laporan Watcher Guru menyoroti 3 kripto teratas yang kehilangan hype pada tahun 2022 dibandingkan dengan tahun 2021.

    Safemoon (SFM)

    Ilustrasi aset kripto Safemoon (SFM). Sumber: Safemoon.
    Ilustrasi aset kripto Safemoon (SFM). Sumber: Safemoon.

    Safemoon memiliki pasukan online sendiri pada tahun 2021. Setiap kritik terhadap token DeFi di media sosial dihadapkan pada kemarahan komunitas SFM. Token DeFi juga menjadi berita utama di sektor kripto pada tahun 2021 yang menunjukkan bahwa token ini akan tetap ada.

    Meskipun demikian, hal-hal berbeda untuk Safemoon di tahun 2022 karena bear market yang keras dan berkelanjutan. Token tersebut tampaknya telah kehilangan hype pada tahun 2022, karena dominasi komunitas telah menyusut seiring dengan harganya.

    Turun 93% dari level tertinggi sepanjang masa di US$ 0,00338272 adalah alasan mengapa gembar-gembor dan dominasi sosialnya menurun pada tahun 2022. kripto kehilangan hype pada tahun 2022 dan sekarang hanyalah token lain yang naik turun dalam indeks.

    Baca juga: Ethereum Shanghai Hard Fork Bakal Rilis Maret 2023, Apa Untungnya?

    Decentraland (MANA)

    Ilustrasi proyek kripto metaverse, Decentraland (MANA). Foto: Shuttrerstock.
    Ilustrasi proyek kripto metaverse, Decentraland (MANA). Foto: Shuttrerstock.

    Metaverse disebut-sebut sebagai ‘hal besar berikutnya’ untuk mengambil alih dunia dan Decentraland mendapatkan hasil maksimal darinya. Efek kripto menjadi besar dengan MANA mampu menciptakan basis penggemar yang besar untuk token tersebut. Influencer tanpa henti berbicara tentang Decentraland dan investor mendorong sensasinya ke ketinggian baru di media sosial.

    Datang tahun 2022, Decentraland tampaknya telah kehilangan hype dan gembar-gembornya karena bear market. Penurunan dramatis dari US$ 5,85 menjadi US$ 0,38 telah menghapus gembar-gembornya dan hype-nya gagal sepanjang tahun.

    Metaverse tidak lagi menggairahkan investor karena konsep tersebut menyebabkan kerugian miliaran bagi perusahaan terkemuka termasuk Meta yang didirikan oleh Mark Zuckerberg.

    Baca juga: Perbandingan Bitcoin, Emas dan Saham Tesla, Mana Lebih Unggul?

    Terra (LUNC)

    Ilustrasi aset kripto, Terra LUNA.
    Ilustrasi aset kripto, Terra LUNA.

    TerraUST dan Terra LUNA (sekarang LUNC) adalah pil paling pahit yang harus dicerna pada tahun 2022. Token kripto tersebut memiliki pasukan yang menguasai media sosial, tetapi sekarang hanyalah lelucon.

    LUNC menerima sambutan hangat pada tahun 2021 dan berdiri tegak di dalam daftar 10 kripto teratas. Token melakukan putaran balik penuh pada tahun 2022 dan jatuh dari kasih karunia untuk tidak lagi kembali ke dominasi.

    LUNC mungkin tidak akan pernah menerima hype yang dikumpulkannya sebelum crash dan ceritanya sekarang sudah selesai dan dibersihkan.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 11 Wisata Sekitar Candi Prambanan, Spot Berenang-Lihat City Light


    Jakarta

    Candi Prambanan termasuk objek wisata yang kerap dikunjungi bukan hanya oleh wisatawan lokal tetapi juga turis mancanegara. Lokasinya berada di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan berbatasan dengan Klaten di Jawa Tengah.

    Prambanan menjadi candi bercorak Hindu terbesar di Tanah Air dan diyakini dibangun sekitar abad ke-9. Meski termasuk wisata sejarah, berbagai pertunjukan seni dan acara seperti Sendratari Ramayana, konser musik, hingga event olahraga lari sering diadakan di kompleks Candi Prambanan.

    Selain itu, di sekitar Prambanan juga terdapat banyak destinasi wisata menarik yang sayang dilewati saat berkunjung ke sana. Apalagi kalau traveler berasal dari luar kota. Jadi, apa saja wisata yang ada di sekitar Candi Prambanan?


    Daftar Wisata Sekitar Candi Prambanan

    Merangkum dari Google Review, berikut deretan objek wisata di sekeliling Candi Prambanan yang patut didatangi:

    1. Keraton Ratu Boko

    Ratu BokoRatu Boko (Putu Intan/detikcom)
    • Lokasi: Jl. Raya Piyungan-Piyungan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DIY
    • Jam Buka: Setiap hari, 07.00 – 17.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 20.000-85.000

    Keraton Ratu Boko kerap disebut Candi Ratu Boko, padahal situs ini merupakan reruntuhan sebuah kerajaan. Menurut riwayat, situs ini adalah istana Ratu Boko, ayah Lara Jonggrang. Keraton Ratu Boko diperkirakan dibangun pada abad ke-8.

    Di sana terdapat kompleks Ratu Boko mencakup gerbang ikonik, teras, dan sisa-sisa bangunan istana. Selain itu terhampar taman luas yang memiliki panorama cantik.

    Kompleks Ratu Boko berada sekitar 3 km di selatan Candi Prambanan. Lokasinya dapat diakses melalui Jalan Laksda Adisucipto dan Jalan Raya Solo-Yogya ke arah timur. Di persimpangan Pasar Prambanan ambil Jalan Prambanan-Piyungan, sekitar 3 km dari sana akan ada penunjuk jalan ke Ratu Boko yang terletak di bukit sebelah kiri.

    2. Tebing Breksi

    Sandiaga awalnya meninjau lokasi di Tebing Breksi yang memajang beberapa produk UMKM dari BUMDes Sambi Mulyo.Tebing Breksi (Kemenparekraf)
    • Lokasi: Jl. Desa Lengkong, Sambirejo, Prambanan, Sleman, DIY
    • Jam Buka: Setiap hari, 08.00 – 21.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 10.000

    Tebing Breksi dulunya merupakan bekas pertambangan batu. Susunan batuan di sana telah terbentuk sejak jutaan tahun lalu. Selain dikembangkan menjadi tempat wisata, lokasi ini juga menjadi laboratorium alam untuk kepentingan pendidikan.

    Pagelaran seni hingga event musik kerap diselenggarakan di Tebing Breksi. Selain itu, traveler dapat menyaksikan pemandangan elok dari ketinggian seperti Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Candi Prambanan, dan Keraton Ratu Boko di arah utara serta Kota Jogja dan landasan pacu Bandara Adisucipto di arah barat.

    Dari Candi Prambanan, Tebing Breksi berjarak kisaran 6-7 km dengan waktu tempuh 15 menit.

    3. Waterpark Galuh Tirtonirmolo

    • Lokasi: Jl. Manisrenggo, Tlogo, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah
    • Jam Buka: Setiap hari, 07.00 – 17.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 20.000

    Di Waterpark Galuh Tirtonirmolo terdapat 12 kolam, mulai kolam renang dewasa dan anak hingga kolam kuda laut. Ada juga banyak papan seluncur dan air mancur. Selain itu, traveler dapat menemukan berbagai wahana seperti flying fox, bombom car, sampai kereta gantung.

    Lokasinya berjarak 1,5 km dari Candi Prambanan sehingga cukup dicapai dalam 5 menit menggunakan kendaraan.

    4. Candi Sewu

    Candi SewuCandi Sewu (Rudi Chandra/d’Traveler)
    • Lokasi: Jl. Raya Solo-Yogyakarta, Bugisan, Prambanan, Klaten, DIY
    • Jam Buka: Setiap hari, 08.00 – 17.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 20.000-40.000

    Kata ‘sewu’ dalam bahasa Jawa berarti seribu. Candi ini dikaitkan dengan legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Yang mana Bandung Bondowoso diminta membuat 1.000 candi dalam waktu semalam jika hendak menjadikan Roro Jonggrang sebagai istri.

    Meski begitu, traveler hanya akan menemukan sekitar 249 candi di kompleks candi bercorak Buddha yang telah ada sejak abad ke-8 ini. Kompleks Candi Sewu terletak sekitar 800 meter di utara Candi Prambanan dan bisa dicapai dalam waktu hanya beberapa menit.

    5. Bukit Bintang

    Bukit Bintang di YogyakartaView dari Bukit Bintang Yogyakarta (ivan satriyadi pratama/d’traveler)
    • Lokasi: Jl. Jogja-Wonosari, Patuk, Gunung Kidul, DIY
    • Jam Buka: Setiap Hari, 24 jam
    • Harga Tiket Masuk: Gratis

    Bukit Bintang termasuk spot nongkrong di Jogja yang terkenal dengan panoramanya. Dari ketinggian, traveler dapat menyaksikan citylight Yogyakarta yang cantik di malam hari. Di sekitar sini terdapat banyak kafe dan warung yang menjual aneka jajanan.

    • Pemandangan hijau dari atas di pagi hari juga tidak kalah cantik kok. Bahkan bisa melihat panorama Gunung Merapi dan Merbabu serta aktivitas pesawat di Bandara Adisucipto.Bukit Bintang berada 14 km dari Candi Prambanan dan bisa dicapai dalam waktu 23-25 menit.

    6. Blue Lagoon Jogja

    Pemandian dengan Air Berwarna Hijau Kebiruan di Blue Lagoon Jogja.Kolam alami Blue Lagoon Jogja dengan air jernih berwarna hijau kebiruan (Fida Afra’ Effendi/detikcom)
    • Lokasi: Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman, DIY
    • Jam Buka: Setiap Hari, 06.00 – 17.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 15.000

    Kalau ingin berenang juga bisa ke Blue Lagoon Jogja. Kolam di sini bersumber dari mata air alami sehingga airnya segar dan jernih plus bersih. Meski berada di dekat permukiman warga, lokasinya masih asri dan adem dengan dikelilingi pepohonan dan bebatuan.

    Dari Candi Prambanan, Blue Lagoon Jogja berjarak 11 km dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.

    7. Obelix Hills

    Obelix HillsObelix Hills (dok. Obelix Hills)
    • Lokasi: Dusun Klumprit, Wukirharjo, Prambanan, Sleman, DIY
    • Jam Buka: Setiap Hari, 10.00 – 21.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 25.000-30.000

    Sejumlah spot foto Instagramable dapat ditemukan di Obelix Hills, muulai ayunan langit, Eagle Nest, Sky Deck, hingga Pottery Cave. Lokasinya berada di ketinggian juga menawarkan pemandangan cantik Kota Jogja sekaligus sunsetnya.

    Ada resto outdoor dengan berbagai menu lezat di sini. Yang paling epic, panggung live musicnya membelakangi panorama sehingga traveler bisa menonton performance with the view. Obelix Hills berjarak kisaran 10 km dari Candi Prambanan dan dapat dicapai dalam waktu 25 menit.

    8. Candi Plaosan Lor

    Candi Plaosan Lor di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, KlatenCandi Plaosan Lor di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten (Achmad Hussein Syauqi/detikcom)
    • Lokasi: Jl. Candi Plaosan, Bugisan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah
    • Jam Buka: Setiap Hari, 07.30 – 16.30 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 2.000-10.000

    Situs candi ini terdiri dari dari Candi Plaosan Lor di utara dan Candi Plaosan Kidul di selatan serta mandapa atau bangunan yang digunakan untuk ritual. Jarak antar kedua candinya sekitar 200 meter dan di sekelilingnya terdapat 58 candi pendamping serta 194 stupa.

    Candi bercorak Buddha ini dibangun pada awal abad ke-9 dan berlokasi kurang lebih 3 km dari Candi Prambanan dengan waktu tempuh 5 menit.

    9. Waterboom Jogja

    Keseruan para pengunjung yang sedang berenang di Waterboom Jogjga.Waterboom Jogjga. (Instagram @waterboomjogja)
    • Lokasi: Jl. Jenengan Raya, Maguwoharjo, Depok, Sleman, DIY
    • Jam Buka: Setiap Hari, 09.00 – 16.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 85.000-90.000

    Traveler bisa pula berenang di Waterboom Jogja. Tempatnya luas dan dilengkapi 19 wahana seru yang dapat dijajal traveler. Tidak hanya kolam renang, terdapat taman dipenuhi pepohonan hijau dan thematic park di sini. Ada juga museum air “Water for Life” yang menyediakan informasi tentang air hingga manfaatnya.

    Dari Candi Prambanan, lokasinya berada sekitar 12-15 km dengan waktu tempuh kurang lebih 23-25 menit.

    10. Gerbang Banyu Langit

    • Lokasi: Jl. Bintaran Kulon, Srimulyo, Piyungan, Bantul, DIY
    • Jam Buka: 08.00 – 18.30 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Gratis

    Gerbang Banyu Langit menyuguhkan suasana pedesaan yang asri dikelilingi pepohonan dan arsitektur bambu. Di sini terdapat taman, food court, kolam renang, hingga penyewaan kano.

    Ada banyak spot foto ‘ndeso’ di sini, yang paling ikonik adalah gerbang bambunya yang menjulang tinggi. Dari Candi Prambanan, lokasinya berjarak 14 km dengan waktu tempuh 25 menit.

    11. HeHa SkyView

    Pemandangan dari Heha Skyview YogyakartaPemandangan dari Heha Skyview Yogyakarta (Pradikta Kusuma/d’traveler)
    • Lokasi: Jl. Dlingo-Patuk, Bukit, Patuk, Gunung Kidul, DIY
    • Jam Buka: 08.00 – 21.00 WIB
    • Harga Tiket Masuk: Rp 25.000

    Di HeHa SkyView, traveler juga dapat menyaksikan panorama Kota Jogja dari ketinggian. Kecantikan sunset dan city light Jogja dari sini tidak boleh dilewatkan. Dapat ditemukan pula spot foto Sky Glass dan Sky Balloon. Untuk anak-anak terdapat area panjang tebing aman yang bisa dicoba.

    Lokasi HeHa Skyview berada sekitar 15 km dari Candi Prambanan dengan waktu tempuh kisaran 30 menit.. Dari Tugu Jogja, letaknya sekitar 21 km dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam.

    (azn/row)



    Sumber : travel.detik.com