Tag: rilis

  • Digoyang Data Ini, Nilai Bitcoin Kini Tembus Lebih dari Rp 1,6 M


    Jakarta

    Harga Bitcoin (BTC) melonjak signifikan setelah rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat untuk Desember 2024. Inflasi tahunan tercatat di angka 2,9%, sesuai dengan ekspektasi pasar. Seiring dengan hal itu, nilai Bitcoin terdongkrak hingga melampaui US$ 102.000 atau setara dengan Rp 1,6 miliar lebih.

    Kenaikan ini juga diikuti oleh aset kripto lainnya saat pengumuman CPI, seperti Ethereum (ETH) yang mencapai Rp 54 juta, XRP di Rp 50.000, SOL di Rp 3,2 juta, dan XLM di Rp 7.000. Mayoritas aset kripto lainnya turut mengalami tren kenaikan yang makin memperkuat optimisme pasar.

    “Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di angka US$ 3,7 triliun, dengan total volume perdagangan mencapai US$ 183 miliar. Sebagai perbandingan, pada bulan sebelumnya, CPI tercatat sebesar 2,7%, di mana harga Bitcoin saat itu berada di kisaran US$ 90.000, naik dari sebelumnya US$ 87.000. Meski kenaikan CPI Desember sedikit lebih tinggi dari angka bulan lalu, hal ini tidak menunjukkan tanda-tanda inflasi yang memburuk,” CEO Indodax, Oscar Darmawan, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom pada Sabtu (18/1/2205).


    Sebagai catatan tambahan, CPI inti, yang tidak memperhitungkan harga makanan dan energi, hanya meningkat 0,2%. Angka ini lebih rendah dibandingkan perkiraan awal sebesar 0,3%. Data ini memberikan sinyal positif bahwa tekanan inflasi tetap terkendali.

    “Dengan inflasi yang moderat, ada potensi bagi Federal Reserve untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, yang bisa semakin mendorong sentimen positif di pasar keuangan,” ujar Oscar.

    Lebih lanjut Oscar bilang, optimisme ini juga tercermin dalam Fear and Greed Index pasar kripto, yang berada di angka 75 dari 100. Angka ini menunjukkan dominasi sentimen “greed” atau optimisme yang kuat di kalangan investor. Jika tren ini terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan Bitcoin akan terus melanjutkan level psikologis di atas US$ 102.000 dalam waktu dekat.

    Oscar menilai, lonjakan ini mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan investor terhadap Bitcoin sebagai aset lindung nilai.

    “Kita melihat pola yang sama: ketika inflasi mulai stabil dan kebijakan moneter cenderung melunak, Bitcoin mendapatkan momentum kenaikan. Dengan target inflasi The Fed berada di angka 2%, hampir tidak ada peluang pemotongan suku bunga di akhir bulan nanti.” katanya.

    Menurut Oscar, keputusan The Fed akan sangat berpengaruh terhadap pergerakan Bitcoin dan aset kripto lainnya. Ia bilang, pasar sangat sensitif terhadap kebijakan moneter.

    “Jika The Fed memberi sinyal akan menurunkan suku bunga, maka likuiditas akan meningkat, dan Bitcoin bisa menjadi salah satu aset yang paling diuntungkan,” jelasnya.

    Selain itu, data Producer Price Index (PPI) yang akan dirilis pada 24 Januari 2025 diharapkan memberikan sinyal tambahan terkait tekanan inflasi yang mulai mereda. Oscar menilai bahwa faktor ini akan memperkuat sentimen bullish bagi Bitcoin.

    “Investor institusional kini lebih percaya diri dalam memasukkan Bitcoin ke dalam portofolio mereka. Ketika inflasi dan kebijakan moneter mulai stabil, permintaan terhadap aset kripto cenderung meningkat,” tambahnya.

    Oscar menegaskan bahwa regulasi global juga menjadi faktor penting dalam pergerakan Bitcoin. “Dengan semakin banyaknya negara yang mulai menerima Bitcoin sebagai instrumen investasi sah, kita melihat peningkatan adopsi dari institusi besar. Hal ini bisa menjadi pendorong utama bagi harga Bitcoin dalam jangka panjang.” kata Oscar.

    Meski optimis, Oscar juga mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati terhadap volatilitas pasar. Ia bilang, Bitcoin memiliki fundamental yang kuat, tetapi investor tetap harus memperhitungkan faktor eksternal seperti kebijakan ekonomi global dan pergerakan pasar tradisional.

    “Saya percaya bahwa 2025 akan menjadi tahun penting bagi Bitcoin dan ekosistem crypto secara keseluruhan. Dengan kombinasi regulasi yang lebih jelas, adopsi institusional, dan momentum pasar, kita bisa melihat Bitcoin mencapai level yang lebih tinggi. Namun, seperti biasa, investor harus tetap melakukan riset mendalam dan memahami risiko yang ada,” tutup Oscar.

    (eds/eds)



    Sumber : finance.detik.com

  • KVB Resmi Rilis di RI, Sediakan Pengalaman Trading yang Teregulasi & Mulus


    Jakarta

    KVB Indonesia, broker yang telah diakui dan teregulasi dengan bangga mengumumkan peluncuran resminya di Indonesia. Ekspansi ini menandai pencapaian penting dalam misi perusahaan untuk menyediakan solusi trading yang inovatif, aman, dan ramah pengguna bagi trader serta investor di salah satu pasar keuangan dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

    Sebagai broker yang sepenuhnya teregulasi, KVB memastikan kepatuhan terhadap regulasi keuangan, menawarkan lingkungan trading yang transparan dan aman bagi para trader yang ingin berinvestasi dalam forex, komoditas, dan CFD. Dengan komitmen kuat terhadap inovasi dan kepuasan klien, KVB bertujuan untuk menyederhanakan pengalaman trading bagi pemula maupun trader berpengalaman di Indonesia.

    Broker Terpercaya & Teregulasi di Indonesia


    Masuknya KVB ke pasar Indonesia terjadi pada saat para trader mencari platform yang lebih andal dan transparan. Dengan keahlian global dan kepatuhan terhadap regulasi, KVB menawarkan pengalaman trading yang aman dan mulus, memperkuat posisinya sebagai broker terpercaya bagi investor di Indonesia.

    Memperkenalkan Aplikasi Trading KVB & Client Portal

    Untuk memenuhi kebutuhan trader modern, KVB menghadirkan aplikasi trading all-in-one yang dirancang untuk kenyamanan dan efisiensi. Platform ini menawarkan:

    – Akses ke lebih dari 70 pasangan forex, komoditas, dan CFD saham

    – Eksekusi order instan dengan latensi ultra-rendah

    – Opsi pembayaran lokal untuk deposit dan withdraw yang mudah

    – Analisis trading dan wawasan pasar secara real-time

    Portal Klien KVB yang intuitif semakin meningkatkan pengalaman trading, memungkinkan pengguna untuk mengelola akun mereka, mengakses alat trading eksklusif, serta mendapatkan pembaruan pasar tepat waktu.

    Keunggulan KVB Indonesia: Trading Cepat, Aman, dan Andal

    KVB Indonesia menawarkan berbagai keunggulan bagi para trader. Proses deposit dan withdraw yang cepat memungkinkan transaksi maksimum dalam 10 menit. Dengan alat dan layanan komprehensif, trader dapat mengakses analisis pasar canggih serta berita real-time untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.

    Keamanan dana terjamin karena disimpan secara terpisah dan diawasi oleh BAPPEBTI. Sebagai broker terpercaya dan berlisensi, KVB Indonesia beroperasi di bawah regulasi BAPPEBTI serta merupakan anggota BBJ/JFX dan KBI, menjamin kredibilitas dan keandalan layanan.

    Didukung oleh platform trading canggih seperti MetaTrader 5, ActsTrade, dan KVB App, KVB Indonesia memastikan pengalaman trading yang optimal dan efisien.

    Dengan komitmen terhadap transparansi, kepatuhan, dan teknologi trading yang inovatif, KVB melayani klien di berbagai pasar, menghadirkan pengalaman trading yang mulus melalui platform canggih dan pendekatan yang berorientasi pada pelanggan.

    Simak juga Video: IHSG Dibuka Anjlok 9,19%, Langsung Trading Halt

    (ega/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Pasar Ambil Untung, Sinyal Bullish Bitcoin Jadi Buntung


    Jakarta

    Aset keuangan kripto, Bitcoin (BTC) menghadapi sejumlah tantangan untuk membalikkan kondisi bearish, kendati sinyal bullish tampak pada perdagangan hari ini, Jumat (8/8/2025). Pasalnya, BTC tengah mengalami aksi profit taking atau ambil untung yang dilakukan investor jangka panjang.

    Berdasarkan data CoinShare, terjadi arus keluar pertama dalam 15 minggu terakhir dengan nilai US$ 223 juta dari produk investasi aset digital. Aksi profit taking ini terjadi menyusul pertemuan FOMC yang bernada hawkish dan rilis data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan.

    Mengutip data perdagangan Coinmarketcap, BTC tercatat menguat 1,75% pada perdagangan 24 jam terakhir. Kemudian menguat 1,31% selama sepekan dengan harga sebesar US$ 116.856 atau sekitar Rp 1,90 miliar (asumsi kurs Rp 16.294).


    Angka tersebut tercatat jauh lebih menguat dibanding perdagangan di hari sebelumnya, di mana harga BTC tercatat sebesar US$ 114.721 atau sekitar Rp 1,87 miliar. Meski begitu, perdagangan kripto secara umum disebut masih akan menghadapi tantangan.

    “Momentum pemulihan Bitcoin terhenti karena banyaknya sinyal bearish yang muncul di pasar on-chain dan derivatif,” tulis analisis Coinmarketcap dalam laman resminya, Jumat (8/8/2025).

    Penguatan BTC hari ini juga diikuti mata uang kripto lainnya. Ethereum (ETH) misalnya, menguat 5,89% 24 jam terakhir, kemudian menguat 5,38% ke harga US$ 3.889 atau sekitar Rp 63,37 juta.

    Kemudian untuk mata uang BNB tercatat menguat 1,59% sepanjang perdagangan 24 jam. Akan tetapi, BNB melemah 0,76% sepekan terakhir. BNB berada di harga US$ 782,52 atau sekitar Rp 12,75 juta.

    Sementara untuk Solana (SOL) berada di harga US$ 174,45 atau sekitar Rp 2,84 juta. SOL menguat 3,90% sepanjang 24 jam terakhir, dan melanjutkan tren penguatan sepekan terakhir 2,60%.

    Sedangkan untuk mata uang XRP tercatat melonjak signifikan sebesar 10,99% selama 24 jam dan 10,84% sepekan terakhir. Dengan koreksi tersebut, harga XRP saat ini berada di posisi US$ 3,31.

    Di sisi lain, harga stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC) cenderung variatif pada perdagangan hari ini. USDC melemah 0,01% sepekan terakhir, sedangkan USDT menguat 0,03% sepekan terakhir. Masing-masing stablecoin asal Amerika Serikat (AS) itu berada di harga US$ 0,99 dan US$ 1.

    Lihat juga Video: Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Ramalan Harga Kripto: Bullish Gagal Total?


    Jakarta

    Aset keuangan digital kripto diramal sulit kembali ke tren bullish atau kenaikan harga, kendati sinyal penguatan mulai tampak. Sebab saat ini, dinamika pasar kripto sedang mengalami aksi profit taking.

    Berdasarkan data CoinShare, terjadi arus keluar pertama dalam 15 minggu terakhir dengan nilai US$ 223 juta dari produk investasi aset digital. Aksi profit taking ini terjadi menyusul pertemuan FOMC yang bernada hawkish dan rilis data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan.

    Dalam kondisi ini, Bitcoin (BTC) menjadi koin yang paling terdampak. Berdasarkan data perdagangan Coinmarketcap Jumat kemarin, BTC tercatat menguat 1,75% pada perdagangan 24 jam terakhir. Kemudian menguat 1,31% selama sepekan dengan harga sebesar US$ 116.856 atau sekitar Rp 1,90 miliar (asumsi kurs Rp 16.294).


    Angka tersebut tercatat jauh lebih menguat dibanding perdagangan di hari sebelumnya, di mana harga BTC tercatat sebesar US$ 114.721 atau sekitar Rp 1,87 miliar. Meski begitu, perdagangan kripto secara umum disebut masih akan menghadapi tantangan.

    “Momentum pemulihan Bitcoin terhenti karena banyaknya sinyal bearish yang muncul di pasar on-chain dan derivatif,” tulis analisis Coinmarketcap dalam laman resminya, Jumat kemarin.

    Sementara di Indonesia sendiri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat adanya penurunan transaksi kripto yang signifikan secara bulanan (month-to-month/mtm). Transaksi mata uang digital ini tercatat sebesar Rp 32,31 triliun pada Juni 2025, turun 34,83% dari Rp 49,57 triliun di bulan Mei.

    Chairman Indodax, Oscar Darmawan, menjelaskan penurunan transaksi kripto merupakan hal yang normal terjadi dalam dinamika pasar. Ia menyebut, pelemahan jumlah transaksi itu juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor global dan domestik.

    “Penurunan nilai transaksi kripto dari Rp 49,57 triliun di bulan Mei menjadi Rp 32,31 triliun di bulan Juni 2025 memang mencerminkan adanya siklus normal dalam dinamika pasar kripto,” terang Oscar saat dihubungi detikcom.

    Secara global, terang Oscar, dinamika pasar pada bulan Juni sempat mengalami fase konsolidasi usai bullish rally dari pertama kali konfirmasi kenaikan pada bulan April. Dalam kondisi tersebut, banyak investor yang ambil untung atau profit taking.

    “Beberapa investor cenderung melakukan profit-taking, sehingga volume transaksi menurun,” terangnya.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Cs Naik Lagi, Cek Sentimennya


    Jakarta

    Mata uang kripto kembali naik pada perdagangan Rabu (13/8). Pergerakan harga ini didorong kuat oleh kenaikan dua jenis koin, yakni Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

    Mengutip data perdagangan Coinmarketcap pukul 15.27 WIB, harga BTC berada di posisi US$ 119.755 atau sekitar Rp 1,93 miliar (asumsi kurs Rp 16.187). Harga tersebut melambung seiring menguatnya BTC di perdagangan 24 jam terakhir sebesar 0,73%. BTC juga menguat 4,95% pada perdagangan sepekan terakhir.

    Angka tersebut turun jika dibandingkan harga pada perdagangan Senin (11/8), di mana BTC mencatat harga hingga US$ 122.190 atau sekitar Rp 1,97 miliar. Namun sepanjang hari ini, BTC kembali menguat menyusul rilis data ekonomi makro Amerika Serikat (AS), di mana inflasi tercatat melandai ke 2,7% pada bulan Juli 2025.


    Di sisi lain, peluang pemotongan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada bulan September berada di angka 82,5% menurut CME FedWatch. Angka tersebut turun sedikit dari 86% pada hari Senin setelah rilis inflasi.

    “Suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan aset berisiko seperti kripto karena investor mencari hasil yang lebih tinggi di luar sekuritas pendapatan tetap tradisional. Angka inflasi yang lebih rendah memberikan amunisi bagi para pesimis Fed yang mendorong pelonggaran kebijakan moneter dalam pertemuan mendatang,” tulis analisa Coinmarketcap, dikutip dari laman resminya, Rabu (13/8/2025).

    Kenaikan harga juga dialami Ethereum (ETH) yang menguat 7,46% di perdagangan 24 jam terakhir. Kemudian untuk sepekan terakhir, ETH menguat 27,38%. Kenaikan tersebut berhasil mengerek harga ETH ke level US$ 4.622 atau sekitar Rp 74,76 juta.

    Mata uang dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua itu naik dari harga perdagangan Senin, yakni US$ 4.236 atau sekitar Rp 68,97 juta. Tren penguatan dua raksasa koin ini pun mendorong mata uang kripto lainnya.

    BNB misalnya, menguat 5,03% sepanjang 24 jam terakhir. Sementara sepekan terakhir, BNB menguat 10,98%. Alhasil, harga BNB berada di posisi US$ 847,58 atau sekitar Rp 13,70 juta.

    Sementara untuk mata uang Solana (SOL), berada di level US$ 191,76 atau sekitar Rp 3,10 juta. Harga koin SOL naik menyusul penguatan sepanjang 24 jam terakhir sebesar 12,52% dan 20,65% sepanjang sepekan terakhir.

    Kemudian untuk XRP tercatat merah kendati menguat di perdagangan 24 jam terakhir sebesar 3,93%. Sementara untuk sepekan terakhir menguat sebesar 10,88% ke harga US$ 3,25.

    Sedangkan untuk stablecoin keluaran Amerika Serikat (AS), yakni USDT tercatat menguat sebesar 0,02% sepekan terakhir ke harga US$ 0,99. Kemudian untuk USDC terkoreksi tipis 0,01% di harga US$ 0,99.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Sempat Tembus US$ 97.000, Ini Pemicunya


    Jakarta

    Harga Bitcoin (BTC) menguat dan sempat menembus level US$ 97.000 atau sekitar Rp 1,63 miliar (kurs Rp 16.800) pada Kamis (15/1). Apa pemicunya?

    Meskipun pada akhirnya BTC terkoreksi tipis ke level US$ 95.000-96.000 setelah rilis data inflasi Amerika Serikat Desember 2025 yang cenderung sesuai dengan ekspektasi pasar.

    Berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS), inflasi AS tercatat naik 0,3% secara bulanan dan 2,7% secara tahunan, sementara inflasi inti (core inflanon rate) tetap terkendali di level 0,2% m/m dan 2,6% yy. Kenaikan inflasi tersebut terutama didorong oleh sektor perumahan (shelter) yang naik 0,4% m/m.


    Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menilai stabilnya inflasi tersebut memberi ruang bagi pasar kripto untuk bergerak lebih leluasa setelah periode konsolidasi yang cukup panjang.

    “Angka inflasi Desember 2025 masih sejalan dengan ekspektasi, sehingga pasar relatif lebih tenang alam kondisi seperti ini, investor global biasanya mulai kembali melirik aset berisiko, termasuk kripto, karena ketidakpastian kebijakan moneter menurun dan likuiditas global berpotensi tetap terjaga,” ujar Antony dalam keterangan tertulis, Jumat (16/1/2026).

    Antony menjelaskan, selain faktor makro, penguatan Bitcoin juga terjadi di tengah aksi pembelian oleh institusi besar. Strategy Inc. mengumumkan penambahan kepemilikan Bitcoin senilai lebih dari US$ 1 miliar di awal 2026, yang menjadi pembelian terbesarnya sejak pertengahan 2025.

    Langkah tersebut memperkuat posisinya sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar dan turut memberi dorongan sentimen pasar, meskipun permintaan ritel global masih cenderung terbatas.

    Menurut Antony, konsistensi akumulasi oleh institusi besar memperkuat pandangan bahwa Bitcoin semakin dipandang sebagai aset dengan fundamental yang kuat.

    “Institusi tidak masuk karena momentum sesaat Akumulasi yang dilakukan secara berkelanjutan mencerminkan keyakinan jangka panjang terhadap Bitcoin, terlepas dari volatilitas jangka pendek yang masih terjadi,” ujarnya.

    (hrp/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Terkuak Biang Kerok Harga Bitcoin Anjlok


    Jakarta

    Harga Bitcoin (BTC) kembali anjlok. Berdasarkan data pasar pada Kamis (19/2), Bitcoin terkoreksi -1,25% ke kisaran US$ 66.450 atau setara Rp 1,12 miliar (asumsi kurs Rp 16.900).

    Harga Bitcoin yang anjlok ini menyusul rilis notulensi rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru yang menunjukkan adanya perbedaan pandangan para pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS).

    Sebagai informasi, notulensi FOMC terbaru menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan hampir sepakat untuk mempertahankan suku bunga di level saat ini. Namun, pasar merespons negatif adanya perbedaan pandangan terkait langkah The Fed selanjutnya.


    Sejumlah pejabat membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap persisten. Sementara yang lain bersedia memangkasnya jika tekanan harga mereda.

    “Koreksi harga yang terjadi pasca rilis FOMC ini adalah reaksi pasar yang sangat wajar dan bersifat sementara. Investor global saat ini hanya sedang melakukan penyesuaian terhadap timeline pemangkasan suku bunga The Fed,” ujar Vice President INDODAX Antony Kusuma dalam keterangan tertulis, Jumat (20/2/2026).

    Menurut Antony, meskipun Bitcoin saat ini berada di bawah level US$ 67.000, pergerakan ini masih berada dalam rentang konsolidasi yang sehat. Harga BTC di level US$64.000 menjadi titik support yang kuat, dan secara historis.

    “Fase konsolidasi seperti ini justru sering menjadi fondasi yang baik sebelum pasar kembali menguat,” tambah Antony.

    Antony menyoroti kaitan kondisi global ini dengan kebijakan moneter dalam negeri. Keputusan Bank Indonesia (BI) terkait BI Rate yang saat ini berada di 4,75-5,5% dinilai akan menentukan arah likuiditas investor domestik.

    Ia menilai langkah Bank Indonesia ke depan dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah tentu memberikan kepastian bagi perekonomian domestik. Di tengah dinamika suku bunga dan isu geopolitik global yang masih dinamis, Antony mengimbau investor kripto tidak perlu panik.

    “Justru, kondisi makroekonomi seperti ini kembali mengingatkan kita pada fungsi utama Bitcoin sebagai aset lindung nilai (hedge) jangka panjang yang tangguh. Kami melihat ini sebagai momentum yang baik bagi investor untuk merencanakan portofolio mereka secara lebih matang,” jelas Antony.

    (rea/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • Trail Run Sambil Menjaga Alam


    Bogor

    Ada banyak cara untuk menjaga kebersihan alam sambil berolahraga. Salah satunya lewat trail run bernama Hike & Clean, apa itu?

    Hike & Clean merupakan aksi sosial yang diadakan oleh produsen sepatu lokal, 910Nineten, di kawasan Leuwi Hejo, Gunung Pancar, Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/10/2025). Ini jadi cara mereka peduli dengan isu kerusakan ekosistem hutan yang terjadi di kawasan Gunung Gede Pangrango belum lama ini.

    Kegiatan Hike & Clean mengombinasikan pengalaman langsung menjajal performa sepatu di medan hiking sesungguhnya sambil melakukan aksi bersih-bersih lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan.


    Dalam kegiatan pembersihan sampah di area wisata, 910NineTen ikut mengenalkan produk sepatu hiking terbarunya Yuza Hikehero. Acara ini dihadiri oleh perwakilan media, komunitas outdoor, dan mitra bisnis.

    Melalui kegiatan ini, 910Nineten menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghadirkan produk berkualitas tinggi bagi para pecinta alam, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan menjaga kelestarian lingkungan. M

    “Kegiatan Hike & Clean ini merupakan kolaborasi alam dan inovasi dari kami, di mana 910Nineten memperkenalkan sepatu hiking Yuza Hikehero yang memiliki performa terbaik di kelasnya, sambil juga lewat aksi clean bersama-sama kami memberikan contoh, mengajak masyarakat Indonesia untuk bisa menikmati petualangan alam secara bertanggung jawab. Kami percaya bahwa performa terbaik juga harus sejalan dengan kepedulian terhadap bumi,” ujar Anastasia Irene selaku CEO 910Nineten Indonesia dalam rilis kepada detikSport.

    Dengan kegiatan ini, pihak 910Nineten berharap dapat menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk memilih sepatu hiking lokal berkualitas.

    Aktivitas ini merupakan uji coba nyata untuk membuktikan daya tahan, cengkeraman, dan kenyamanan sepatu hiking terbaru Yuza Hikehero di medan yang menantang, tanah basah, baru keras hingga rumput liar sambil secara aktif memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

    “Sepatu hiking Yuza Hikehero dirancang dengan teknologi terbaru yang memberikan stabilitas dan perlindungan maksimal, namun ringan di kaki. Melalui ‘Hike & Clean’ ini, kami berharap para rekan media dan partner dapat merasakan sendiri pengalaman mendaki yang optimal sekaligus berkontribusi nyata pada kebersihan alam Bogor,” tambah Irene lagi.

    Setelah menyelesaikan rute hiking sejauh 2 kilometer pada pukul 09:30 WIB, total sampah yang terkumpul dari kegiatan Clean-Up ditimbang. Aksi ini ditutup dengan sesi Awarding dan penyerahan simbolis sampah yang berhasil dikumpulkan kepada pengelola Leuwi Hejo.

    Trade Show 910Nineten, Kamis (23/10/2025) pagi WIB.Trade Show 910Nineten, Kamis (23/10/2025) pagi WIB. Foto: Resha Pratama/detikSport

    Sehari setelahnya, 910Nineten menggelar acara Trade Show Ekslusif di Gading Serpong, Tangerang, Kamis (23/10) untuk merilis koleksi Nocturnal, seperti Aurorun, All Terrain, dan Kaze DND, yang tersedia dalam jersey serta sepatu.

    Nocturnal adalah tema untuk koleksi pakaian olahraga terbaru dari 910Nineten yang fokus pada atlet yang rutin berlatih di waktu-waktu yang jarang terlihat, seperti tengah malam atau pagi buta. Mereka adalah orang-orang yang berlatih saat suasana masih tenang dan dunia sedang tidur.

    Trade Show 910Nineten, Kamis (23/10/2025) pagi WIB.Trade Show 910Nineten, Kamis (23/10/2025) pagi WIB. Foto: Resha Pratama/detikSport

    Desain pakaian ini menggunakan visual grafis yang terinspirasi dari peta panas (heatmap), dengan reflective accents yang memantulkan cahaya dan warna kontras yang bergerak dari gelap ke terang, menggambarkan energi yang terus menyala dari malam hingga fajar.

    Lewat acara ini, 910Nineten berkomitmen untuk terus menghadirkan produk berkualitas yang mendukung gaya hidup sehat dan bertanggung jawab.

    (mrp/yna)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Victoria Run 2025 Pindah ke GBK, Diikuti 8.000 Orang


    Jakarta

    Victoria Run kembali digelar tahun ini. Tapi ada yang berbeda karena ajang lari itu digelar di Gelora Bung Karno dan diikuti ribuan orang.

    Dalam dua tahun terakhir, Victory Run digelar di Kawasan Q-Big BSD, Tangerang Selatan, sebelum dipindah ke Kawasan GBK, Jakarta Pusat, Minggu (12/10/2025). Ada sekitar 8.000 peserta tahun ini.

    Pemindahan venue dilakukan untuk memberikan pengalaman berlari baru, sekaligus mendekatkan Bank Victoria dengan komunitas lari yang lebih luas di pusat kota Jakarta. GBK dipilih karena representatif sebagai simbol semangat olahraga nasional serta untuk mendukung skala acara yang semakin besar.


    Mengusung tagline “Start Your Victory”, Victoria Run 2025 menghadirkan tiga kategori lomba lari yakni 5K, 10K dan Half Marathon. Selain perlombaan utama, peserta juga dimanjakan dengan berbagai aktivitas hiburan seperti konser musik oleh Maliq & D’essentials, DJ performance oleh DJ Una, dan DJ Berlari Berdendang

    Flag off 10K begitu meriah lantaran dilakukan oleh Suzanna Tanojo selaku Owner Bank Victoria dan Achmad Friscantono selaku Dirut Bank Victoria. Acara ini juga dihadiri langsung Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

    Acara ditutup dengan pesan motivatif bagi seluruh peserta untuk “Finish Strong”, sebagai simbol bahwa setiap langkah kecil menuju garis akhir adalah bagian dari perjalanan besar menuju kemenangan sejati.

    “Melalui Victoria Run 2025, kami ingin membawa semangat kemenangan bukan hanya kecepatan mencapai di garis finish, tapi juga dari proses perjalanan perubahan dan inovasi yang senantiasa dilakukan dalam rangka memperkuat komitmen peningkatan kinerja dan layanan Bank Victoria hingga usia ke-31 serta seterusnya ke depan,” ujar kata Achmad dalam rilis kepada detikSport.

    “Perpindahan event Victoria Run 2025 ke GBK adalah langkah Bank untuk menghadirkan pengalaman yang lebih inklusif bagi seluruh peserta, sekaligus menunjukkan komitmen kami untuk terus berkembang bersama masyarakat,” sambungnya.

    Victoria Run, yang sudah digelar sejak 2022, punya misi mengidentikkan diri mereka sebagai ajang Half Marathon ke depannya. Tahun lalu, mereka sempat memperlombakan 30K sebagai perayaan hari jadi.

    “Tahun lalu ada kategori 30K karena memeriahkan HUT 30 Bank Victoria. Tapi tahun ini tidak ada 31K karena kami pelan-pelan ingin membuat image Half Marathon Victoria Run,” tutur SEVP of CMO Muhammad Rakhmadhani yang juga menjabat Event Director.

    (mrp/adp)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Runaddicts Ingin Jadi ‘Rumah’ yang Nyaman untuk Komunitas Lari


    Jakarta

    Olahraga lari sudah jadi gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini. Oleh karenanya, harus ada wadah untuk membuat lari menjadi lebih menarik.

    Adalah Runaddicts, sebuah platform digital terintegrasi yang fokus mendukung pelari dan komunitasnya. Runaddicts resmi diluncurkan, Senin (25/8/2025) di Plataran Hutan Kota Senayan, Jakarta Selatan

    Acara ini dihadiri pelari dari berbagai komunitas. Sejumlah tokoh dunia lari pun ikut ambil bagian, seperti Six Star WMM Finisher Novie Hernawati, Ultra Charity Runner Wahidatul Bakhri, Fitri Aditri selaku Business Development Manager, hingga Octaviano Pratama selaku CEO Bisa AI, dan Yusuf Zulfikar dari Klinik Fisioterapi Bebas Cedera.


    Novie melihat Runaddicts hadir dengan visi menjadi ekosistem digital lari terbesar di Indonesia.

    “Runaddicts menghubungkan pelari dengan event, komunitas, dan layanan pendukung. Mulai dari pemula hingga profesional, semua bisa terbantu dengan solusi terpadu ini,” ujar Novie dalam rilis kepada detikSport.

    Oleh karenanya, Runaddicts menyiapkan banyak fitur dalam aplikasi tersebut, seperti Race untuk event lari (fun run, marathon, hingga road to international race). Platform ini juga menjadi partner resmi Plataran Series yang akan digelar di enam venuet besar: Jakarta, Puncak, Borobudur, Bromo, Menjangan Bali, dan Makassar.

    RunaddictsRunaddicts, aplikasi baru untuk para pelari.(Foto: dok.Runaddicts)

    Bahkan Runaddicts juga menghadirkan pelatihan dan sertifikasi untuk pelatih, marshal, pacer, race director, hingga medical officer. Ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan membuka jalur karier baru di dunia lari.

    Sebagai penyedia teknologi, Bisa AI memastikan Runaddicts mudah diakses oleh siapapun. Platform ini nantinya akan memanfaatkan AI dan data analytics untuk memberikan rekomendasi training, event, hingga promo yang sesuai kebutuhan pelari.

    “Runaddicts dibuat oleh pelari untuk pelari. Aplikasinya akan terus berkembang seiring masukan komunitas,” ujar Octaviano.

    Kehadiran platform ini pun disambut positif komunitas lari. Kisra dari Indorunners mengaku terbantu dengan fitur Runaddicts.

    “Selama ini kalau mau ikut event atau latihan, harus browsing ke sana-sini. Sekarang semua lebih praktis lewat satu aplikasi,” katanya.

    Runaddicts bahkan menawarkan ruang untuk membangun identitas digital, mengelola kegiatan, hingga mempublikasikan event mereka. Komunitas bahkan bisa mendapat eksposur lewat Run TV dan media partner lainnya.

    Menariknya, bukan hanya komunitas lari yang bisa bergabung, tapi juga korporat, kampus, yayasan, atau individu yang ingin menggelar event lari juga bisa menggunakan platform ini.

    “Selama ini, pelari di luar Jakarta agak sulit mendapat akses. Dengan Runaddicts, semua jadi lebih dekat, termasuk tips lari, coaching clinic, hingga konsultasi dengan ahli gizi dan dokter olahraga,” ujar Lorensia dari Lampung Runners.

    Runaddicts juga menggandeng Klinik Bebas Cedera untuk memberikan layanan fisioterapi, pemulihan, hingga peningkatan performa pelari.

    (mrp/mrp)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh