Tag: ripple

  • Ternyata Ini Pemicu XRP Naik 50% Lebih dalam Satu Hari!

    Ripple (XRP) baru saja mengalami apresiasi yang cukup signifikan yang mendorong harganya naik hingga lebih dari 50% hanya dalam satu hari.

    Banyak pihak yang terkejut dengan apresiasi ini karena terjadi secara dadakan. Namun, ternyata terdapat beberapa pemicu dibalik tingginya apresiasi ini.

    Rencana Inklusivitas Ekosistem Keuangan XRP

    Rencana dorongan baru untuk inklusivitas keuangan global nampaknya menjadi pemicu apresiasi pertama untuk XRP.

    Hanya dalam satu hari, XRP berhasil naik lebih dari 50%, membentuk pergerakan positif keluar dari depresiasi sejak November 2020.

    Lonjakan volume transaksi pertama terjadi setelah adanya publikasi resmi dari Ripple mengenai situs berjudul “Creating a More Financially Inclusive and Sustainable Future”.

    Situs tersebut memiliki arti menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan untuk masa depan.

    Baca juga: Ripple Ekspansi ke Asia Tenggara, Membeli 40% Perusahaan Ini

    Tertulis bahwa situs membahas rencana proyek tersebut yang bertujuan untuk membentuk kesetaraan kesempatan dalam perekonomian.

    Terdapat beberapa rekan kerja sama seperti perusahaan berbasis keuangan dan teknologi, universitas, perusahaan non-pemerintah (NGO), yayasan, dan wirausahawan sosial.

    Akuisisi Platform Pembayaran

    Lonjakan volume transaksi kedua terjadi setelah adanya kabar mengenai akuisisi platform pembayaran lintas negara oleh Ripple.

    Pemicu tersebut terlihat memberikan dampaknya pada 5 April 2021, dengan adanya pengumuman melalui Twitter resmi Ripple.

    Dengan adanya kedua pengumuman tersebut, XRP telah naik sekitar 257% sejak 4 April 2021 dalam volume perdagangan.

    Di waktu yang sama, harga XRP telah naik sekitar 64,86%, membentuk pemulihan keluar dari pergerakan depresiasi sejak November 2020.

    prediksi xrp
    XRP Keluar dari Depresiasi November 2020

    Ripple juga memiliki potensi kabar positif lain dengan rumor sidang dengan Securities and Exchange Commission (SEC) akan mencapai keputusan.

    Terdapat rumor bahwa akan ada keputusan resmi terhadap kasus sidang Ripple dan SEC pada Hari Rabu, 7 April 2021, namun belum ada kabar resmi.

    Baca Juga: April Bullish! Review Pergerakan Harga Bitcoin, BNB, dan DOT

    Selain itu, terdapat rumor yang beredar bahwa Coinbase akan mendaftarkan kembali (listing) XRP pada bursanya.

    Hingga saat ini belum ada kabar resmi mengenai kedua hal tersebut, tetapi melihat dukungan dari investor dan juga pemilik Token XRP, pergerakan ke depannya masih relatif kuat.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ada apa dengan Ripple XRP?

    Kinerja koin asli Ripple, XRP nampak melemah di pasar. Namu ternyata, data dari platform informasi Santiment menunjukkan hal yang berbeda yaitu pertumbuhan whale XRP meningkat pesat. Setidaknya peningkatan terjadi di antara whale dengan 100.000 sampai 10.000.000 XRP.

    Melansir zycrypto, whale dengan 100.000 menjadi 1.000.000, ini meningkat 19,7 persen dari 14.525 menjadi 17.387 whale sehingga menjadi kategori whale dengan kenaikan tertinggi. Whale yang memegang 10.000.000 atau lebih XRP meningkat 10,4 persen dari 280 menjadi 309.

    Sementara mereka yang memegang 1.000.000 menjadi 10.000.000 koin tercatat peningkatan sekitar 2,2 persen, dari 1.307 menjadi 1.336 whale.

    Sejak XRP tembus ATH pada Januari 2018 seharga $ 3,53, harganya terus menurun hingga hanya diperdagangkan senilai $ 0,274. Penurunan XRP terlepas dari kinerja altcoin lainnya seperti LINK yang mampu menjadi cryptocurrency terbaik.

    Hal itu juga terlepas dari pertumbuhan Theter USDT yang stagnan hingga mampu meraih posisi ke-3 terbesar berdasarkan kapitalisasi pasarnya.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Naik, Kenapa Harga Koin Lain Turun?

    Dengan meningkatnya jumlah whale pada XRP, menunjukkan kepercayaan investor pada koin ini sekaligus menunjukkan masa depan yang cerah untuk XRP.

    Komunitas XRP atau yang dikenal sebagai XRP army merupakan komunitas crypto terkuat di dunia. Komunitas ini sudah bertahan lama, dan mereka percaya bahwa XRP akan mampu tembus harga $ 589.

    Optimisme komunitas XRP menuai kritik, tapi adopsi harga secara masal adalah hal penting untuk mendorong tren harga naik. Semakin banyak whale yang terus menumpuk koin, maka harganya akan mengikuti. Meski pun, tidak tahu pasti kapan ini akan terjadi di XRP.

    Pasar sempat mengalami kemunduran dengan Bitcoin yang mundur kembali ke $ 13.000, tapi Bitcoin telah bangkit dan begitu juga dengan XRP.

    Melihat perkembangan Bitcoin, banyak ahli pasar yang percaya bahwa XRP juga akan mengikuti perkembangan kemudian. Meski tidak tahu kapan ini akan terjadi, tapi XRP merupakan altcoin yang siap tampil saat terjadi ledakan di pasar.

    Baca Juga: Bank DBS Singapura Hadirkan Layanan Aset Digital

    sumber.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sayap Ripple di Asia Pasifik Tak Terpengaruh Kasus dengan SEC

    Brad Garlinghouse, CEO Ripple Labs mengaku perluasan sayap perusahaannya di Asia Pasifik tidak terpengaruh kasus dengan SEC di Amerika Serikat.

    Ripple belum mengalami dampak apa pun dalam bisnisnya di Asia Pasifik setelah dituntut oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), kata Garlinghouse, Jumat (5/3/2021), dilansir dari Reuters.

    Pada akhir Desember 2020, SEC menuntut Ripple di pengadilan, terkait aset kripto XRP. Ripple dianggap melanggar aturan sekuritas. Menurut SEC, XRP tergolong penawaran sekuritas (kontrak investasi terhadap publik) senilai US$1,3 miliar.

    Kabar buruk itu, memaksa sejumlah bursa aset kripto di Amerikat Serikat dan di sejumlah negara lain, menangguhkan perdagangan XRP, sembari menantikan kepastian hukumnya.

    Baca Juga:  Coingate tangguhkan perdagangan xrp mulai 15 januari

    Maklumlah, XRP tergolong aset kripto “amat penting” karena berkapitalisasi pasar sangat tinggi, masuk 10 besar versi Coinmarketcap.com.

    “Tuntutan itu telah menghambat aktivitas di Amerika Serikat, tetapi tidak benar-benar memengaruhi apa yang terjadi pada kami di Asia Pasifik,” kata Garlinghouse.

    Katanya, Ripple dapat terus mengembangkan bisnis di Asia, khususnya di Jepang, karena kami memiliki kejelasan peraturan di pasar tersebut.

     

    Ia menambahkan, dia tidak mengetahui adanya bursa di luar Amerika Serikat yang telah menghentikan perdagangan XRP.

     

    “XRP diperdagangkan di lebih dari 200 bursa di seluruh dunia. Sebenarnya hanya tiga atau empat bursa di Amerika Serikat yang menghentikan perdagangan, ”ujarnya.

    Garlinghouse adalah salah satu dari dua eksekutif perusahaan yang dituduh oleh SEC pada Desember 2020, secara pribadi mendapatkan sekitar US$600 juta dari hasil penjualan XRP.

    Baca Juga: Soros dan Morgan Stanley Semakin Kepincut Bitcoin

    Gary Gensler, yang dicalonkan oleh Presiden Joe Biden untuk memimpin SEC, mengatakan dalam sidang di Kongres beberapa waktu lalu, untuk memberikan panduan dan kejelasan soal pasar aset kripto di negeri itu.

    Meskipun Bitcoin dianggap sebagai komoditas oleh regulator keuangan AS, sebagian besar aset kripto lainnya belum diklasifikasikan sebagai komoditas atau sekuritas.

    Ini adalah dampak dari ketidakjelasan peraturan, mengingat aset ini adalah kelas aset baru yang belum ada sebelumnya.

    Ripple sendiri telah menandatangani lebih dari 15 kontrak baru dengan sejumlah bank secara global sejak SEC mengajukan gugatannya, kata Garlinghouse, menambahkan bahwa ia percaya kurangnya kejelasan di Amerika Serikat telah menjadi “penghalang” untuk inovasi.

    “Kami melihat aktivitas likuiditas XRP tumbuh di luar Amerika Serikat dan terus tumbuh di Asia, tentunya di Jepang,” ujarnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Memberi Sinyal yang Bullish Meskipun Kinerja Lambat

    Pasar cryptocurrency telah berkinerja sanga baik dalam beberapa hari, tetapi XRP tidak mampu menyamai kenaikan signifikan yang terlihat oleh Bitcoin, Ethereum, dan banyak altcoin besar lainnya.

    Trend ini tampak jelas karena token ini hanya diperdagangkan secara marginal sementara Ethereum telah melonjak lebih dari 4% dan Bitcoin melonjak lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir.

    Terlepas dari kelemahan jangka pendek ini, analis mencatat bahwa token Ripple ini dapat diposisikan dengan baik untuk melihat kenaikan penting di hari-hari mendatang, yang mungkin memungkinkannya untuk naik menuju level Resistance kunci berikutnya di sekitar Rp 3.300.

    Pada saat pers, XRP diperdagangkan secara nominal dikisaran level Rp 2.980, ada kenaikan 0.4% dalam 24 jam.

    Dalam seminggu terakhir, crypto tersebut telah mampu menunjukkan beberapa tanda kekuatan karena naik dari Rp 2.820 ke level tertinggi yang ditetapkan sebelumnya hari ini. Jika dibandingkan dengan Bitcoin, XRP naik dikisaran 5% dan BTC naik hampir 9%.

    Token Ripple ini juga tertinggal di belakang banyak rekan-rekan lainnya, termasuk Ethereum, yang telah melihat kenaikan penting selama seminggu terakhir – mendorong dari level terendah Rp 2.6 juta ke level tertinggi Rp 3 juta-an pada hari ini.

    Kinerja XRP yang kurang baik dari pasar crypto adalah hal yang normak, karena pecinta crypto, secara konsisten, melihat aksi harga yang kurang bergairah dalm 3 tahun terakhir. Terlebih lagi, banyak yang mengatakan harga XRP diatur oleh pihak-pihak berkepentingan.

    BigCheds, analis crypto dengan 77.5k followers, men-tweet bahwa grafik hariannya terlihat “sedih dan kesepian.”

    Terlepas dari kinerjanya yang lamban, analis populer lainnya mencatat dalam cuitanya bahwa ia yakin XRP bisa menjadi Altcoin terbaik yang siap untuk melonjak dalam waktu dekat, menetapkan target naik sekitar 15% pada $ 0,22.

    “Selalu merasa aneh untuk mengatakan ini tetapi dari sebagian besar grafik yang saya lihat sekarang, XRP mencari dalam bentuk terbaik untuk Reversal bagi saya. 15% – pindah ke 0,22 tidak terasa terlalu keterlaluan.”

    Walaupun, tidak naik secara signifikan, harga crypto yang ini sangat stabil jika dibandingkan dengan BTC. Kenaikan harga akan terjadi jika BTC naik dan ada berita positif tentang XRP.

    sumber

     





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Biar Sehat, Ripple Buy Back XRP Setara Rp464 Miliar

    Alasannya sih, agar pasar aset kripto XRP menjadi sehat. Oleh sebab itu Ripple pun lakukan langkah buy back XRP senilai US$46 juta (setara Rp464 miliar).

    Aksi buy back itu adalah kali pertama terjadi, digelar pada kuartal ketiga tahun 2020 ini, walaupun Ripple sendiri sudah memiliki hampir separuh dari pasokan beredar XRP.

    Ripple mengatakan, pembelian itu dilakukan agar pasar menjadi sehat. Seperti pasar saham, aksi buy back mengacu pada penciptaan minat terhadap XRP dan dengan demikian diharapkan bisa menaikkan harganya, karena pasokan di pasar menjadi berkurang.

    Terpantau di pasar saat ini, harga XRP naik 3,55 persen dalam 24 jam terakhir, di kisaran Rp3.690. Dalam rentang 3 bulan pasar XRP masih melemah, dari Rp4.100 per 10 Agustus 2020.

    Baca Juga: PewDiePie Promosikan Game Crypto serupa Pokemon-Go

    Kondisi itu jauh lebih lumayan dialami rivalnya di 10 besar aset kripto berkapitalisasi pasar besar versi Coinmarketcap, seperti Ether (ETH), Bitcoin Cash (BCH), Binance Coin (BNB) dan Litecoin (LTC).

    ripple buy back xrp

     

    ripple buy back xrp

    Seorang juru bicara Ripple mengatakan kepada The Block bahwa perusahaan dapat terus membeli XRP untuk juga mendukung produknya yang baru diluncurkan, Line of Credit, yang memungkinkan pelanggan On-Demand Liquidity (ODL) untuk membeli XRP secara kredit dari Ripple. Solusi ODL memanfaatkan XRP untuk transfer dana.

    “Dalam jangka panjang, Ripple sedang membangun kapabilitas ODL baru untuk secara dinamis mendapatkan sumber likuiditas XRP dari pasar terbuka, tidak hanya Ripple,” kata juru bicara tersebut.

    Penjualan di kuartal III Ripple juga terkait dengan solusi ODL-nya. “Penjualan terkait ODL termasuk penjualan XRP untuk mendukung ODL (termasuk Line of Credit) dan infrastruktur utama,” kata juru bicara tersebut.

    Ripple menjual XRP senilai US$35,84 juta kepada pelanggan ODL di kuartal III secara bersih, dibandingkan dengan XRP senilai US$32,55 juta untuk mengarahkan institusi di kuartal II . Tidak ada penjualan terprogram, yaitu, penjualan XRP ke bursa aset kripto, di kuartal III .

    Sebelumnya dikabarkan, bahwa Ripple telah membuka kantor pusat regional baru di Dubai International Financial Center, yang memiliki sistem hukum dan kerangka peraturan independennya sendiri.

    Baca Juga: DFX Resmi Luncurkan Sistem Pengawasan Bursa Aset Kripto

    Ripple juga sedang mempertimbangkan memindahkan markasnya dari Amerika Serikat, karena merasa iklim aset kripto di Negeri Paman Sam kurang mendukung perkembangan bisnisnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ripple Mendekati Posisi Terendah

    Jelajahcoin.com – Harga XRP mendekati level terendah selama tiga tahun, melayang di sekitar level $0,15. Minggu lalu, XRP turun ke level $0,114, kinerja yang kurang dari cryptocurrency terhadap Bitcoin dan USD datang karena selera untuk aset berisiko tinggi semakin menurun.

    Sejak bull market tahun 2017, XRP telah berjuang untuk mempertahankan momentum yang kuat untuk tidak mencapai level terendah. Meskipun kemitraan profil tinggi dengan lembaga keuangan utama di SBI Holdings dan Moneygram. Sejak melampaui level resistance $1 pada bulan April 2018, XRP tidak pernah lagi mendekati pengujian ulang ini.

    Mencatat lima posisi terendah lebih rendah berturut-turut pada kerangka waktu yang lebih besar selama tiga tahun terakhir. Pada bulan April 2018, September 2018, Juni 2019, dan Februari 2020, XRP masing-masing menolak $1.0, $0.77, $0.5, dan $0.35. Yang mengarah ke pasar beruang yang diperpanjang.

    Statistik XRP/USD selama 3 Tahun

    Secara teoritis, XRP seharusnya mengungguli cryptocurrency utama pada tahun 2020 setelah penurunan penjualan cryptocurrency oleh Ripple. Sebuah perusahaan yang mengembangkan infrastruktur untuk ekosistem. Pada kuartal keempat 2019, Ripple secara substansial menurunkan penjualan XRP ke institusi dan distribusi cryptocurrency ke bursa. Di blog-nya, perusahaan mencatat:

    “Kuartal terakhir, total penjualan XRP adalah $13,08 juta (USD) vs $ 66,24 juta pada kuartal sebelumnya. Selain itu, Ripple melanjutkan jeda penjualan terprogram, dengan fokus semata-mata pada penjualan over-the-counter (OTC) kami dengan beberapa mitra strategis. Yang membangun utilitas XRP dan likuiditas di kawasan strategis termasuk EMEA dan Asia.”

    Penurunan penjualan XRP kemungkinan mengurangi tekanan jual di pasar pertukaran cryptocurrency. Yang secara teori, seharusnya menjadi faktor untuk pemulihan. Meskipun penjualan XRP lebih rendah, cryptocurrency merasa sulit untuk keluar dari level resistensi yang berarti dalam beberapa bulan terakhir.

    Ketika pandemi coronavirus menghilangkan selera untuk aset berisiko tinggi termasuk saham tunggal dan cryptocurrency. Koreksi curam cryptocurrency semakin intensif. Ketika harga Bitcoin turun ke level $3.600 dalam penurunan harga yang diikat karena kasasi likuidasi di semua bursa, harga XRP turun ke level $0,114.

    Apakah ada harapan untuk pemulihan XRP?

    Tren harga XRP saat ini mirip dengan yang terjadi pada awal 2017, sebelum bull cryptocurrency yang melihat harga Bitcoin melonjak hingga $20.000 dan $23.000 di bursa di Korea Selatan.

    Agar XRP dapat melihat pemulihan yang kuat ke tertinggi sebelumnya dalam jangka menengah. Perlu melihat kenaikan Desember 2017-esque untuk menembus level resistance di $0.35, $0.5, $0.77, dan $1. Pada lanskap makro ini di mana penjualan institusional dari semua jenis aset meningkat pesat setiap hari.

    Cryptocurrency utama termasuk XRP tidak mungkin pulih sampai pasar saham A.S. dan ekuitas global pulih. Dengan kebijakan fiskal dan paket stimulus skala besar yang tidak dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar saham, pasar cryptocurrency diperkirakan akan mandek selama beberapa bulan ke depan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Penjualan Ripple (XRP) Turun Tajam

    Jelajahcoin.com – Perusahaan fintech yang berafiliasi dengan XRP, Ripple, sekali lagi mengurangi penjualan dari kepemilikan besar-besaran token XRP mereka. Kali ini mencapai penjualan kuartalan terendah yang pernah ada.

    Menurut laporan baru mereka, kuartal pertama tahun ini melihat penjualan XRP oleh Ripple sebesar $1,75 juta. Angka baru datang setelah perusahaan melaporkan token penjualan sebesar $13 juta pada kuartal keempat 2019. Yang merupakan pengurangan 80% dari kuartal sebelumnya.

    Pada Q1 2020, “Ripple melanjutkan jeda penjualan terprogram, dengan hanya berfokus pada penjualan over-the-counter (OTC) untuk membangun utilitas XRP dan likuiditas di wilayah strategis termasuk [Eropa, Timur Tengah dan Afrika] dan Asia,” kata perusahaan.

    Baca Juga: XRP Mendekati Posisi Level Terendah Selama 3 Tahun

    Tidak jelas apakah penjualan OTC ini termasuk token XRP yang didiskontokan yang telah diakui perusahaan kepada beberapa klien institusi.

    Seperti yang diberitakan, Ripple telah bekerja untuk mengurangi penjualan XRP mereka selama beberapa kuartal terakhir. Namun, mengingat pengakuan sebelumnya dari CEO Ripple Brad Garlinghouse bahwa perusahaannya “tidak akan menguntungkan” tanpa menjual XRP.

    Baca Juga: Menakar Dominasi Bitcoin dan Menebak Tibanya Altseason

    Mungkin ada batasan berapa banyak Ripple, yang memperoleh pendanaan USD 200 juta pada Desember lalu, mampu mengurangi penjualannya . Juga dalam laporan triwulanan, Ripple mengatakan bahwa penggunaan dunia nyata meningkat untuk layanan Likuiditas Berdasarkan Permintaan (ODL) yang menggunakan XRP untuk memfasilitasi transaksi lintas batas.

    Menurut perusahaan, nilai dolar AS yang dirahasiakan bertransaksi dengan cara ini meningkat lebih dari 294% pada kuartal pertama dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Sebagian berkat kemitraan baru dengan perusahaan pengiriman uang yang berbasis di Inggris Azimo.

    Hari ini, XRP diperdagangkan sebagian besar sejalan dengan pasar crypto yang lebih luas. Naik 2% selama 24 jam terakhir ke harga USD 0,223 pada waktu pers. Ini dibandingkan dengan keuntungan 1% untuk bitcoin (BTC) dan 2% untuk ethereum (ETH) selama periode waktu yang sama.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ACI Worldwide Bermitra dengan Mastercard Untuk Mengembangkan Solusi Pembayaran Real-Time untuk Bank Sentral

    ACI Worldwide, salah satu dari mitra Ripple, telah mengumumkan kolaborasi strategis yang luas dengan perusahaan layanan keuangan terkemuka Mastercard pada tanggal 29 September lalu.

    Sebagai bagian dari kemitraan, ACI Worldwide dan Mastercard akan menciptakan solusi pembayaran real-time untuk bank sentral dan peserta pasar lainnya.

    ACI dan Mastercard telah bekerja sama untuk menciptakan berbagai solusi pembayaran real-time secara global. Untuk tahap awal, kedua perusahaan akan memodernisasi pembayaran untuk bank sentral, lembaga keuangan, penyedia pembayaran, dan perusahaan lain yang berfokus pada pembayaran real-time.

    Diharapkan, kerjasama ACI dan Mastercard akan menggabungkan infrastruktur, teknologi, dan pengalaman mereka untuk membangun solusi pembayaran “tak tertandingi” yang ditandai dengan opsi penerapan yang fleksibel, pendekatan ISO20022 yang pertama, layanan digital, dan modifikasi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal.

    Baca Juga: Apakah Kita Siap Untuk Pialang Terdesentralisasi?

    Berbicara tentang tujuan bermitra dengan Mastercard pada penawaran baru, Chief Strategy and Transformation Officer, ACI, Craig Saks mengatakan:

    “Mastercard dan ACI memiliki rekam jejak yang luas dan saling melengkapi tentang keberhasilan pembayaran real-time – mendorong kliring infrastruktur pusat global dan skema penyelesaian, dan kemitraan ini menciptakan rangkaian kemampuan waktu nyata yang paling kuat dan lengkap di pasar saat ini. Perusahaan kami adalah pemimpin dalam pembayaran waktu nyata dan menyelaraskan solusi ujung-ke-ujung akan memberikan manfaat besar tidak hanya bagi bank dan infrastruktur pusat tetapi juga bagi pedagang, penagih, fintech, dan perantara – dan pelanggan mereka – juga.”

    Memberikan pemikirannya tentang bekerja dengan ACI, Paul Stoddart, Presiden Platform Pembayaran Baru di Mastercard mengungkapkan:

    “Dengan lebih banyak negara dan wilayah yang memulai modernisasi sistem pembayaran mereka untuk memanfaatkan teknologi waktu nyata dan permintaan pelanggan, peluang pasar menjadi signifikan. Bekerja sama dengan ACI, kami akan mengeksplorasi berbagai peluang untuk mempercepat pengembangan dan penggunaan platform pembayaran waktu nyata dan multi-saluran, mendorong pilihan dan inovasi bagi peserta pasar dan pelanggan akhir.”

    Jika kerjasama ini berjalan dengan baik, maka harga XRP bisa melejit tinggi. Namun, untuk saat ini, harga XRP masih ranging, di Rp 3.500- Rp 3.600.

    Baca Juga: Wow! Penjelajahan Luar Angkasa Kelak Ditenagai Blockchain

    Support kuat yang telah menjadi resistance masih di Rp 4.000-an untuk sepanjang masa.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kelanjutan dan Prediksi Dampak Hasil Sidang Ripple dan SEC

    Terdapat kabar terbaru lagi mengenai sidang Ripple (XRP) dengan Securities and Exchange Commission (SEC).

    Setelah sebelumnya dikabarkan telah mendapatkan akses untuk mencari data dari rekan luar negeri Ripple, saat ini SEC mulai terhambat lagi.

    Kelanjutan Sidang Ripple dengan SEC

    Hambatan bagi pihak SEC ini datang dari hakim yang nampaknya membatasi SEC dalam haknya untuk mencari data terkait kasus penjualan XRP.

    Sebelumnya SEC telah melakukan pengajuan permohonan pencarian data lebih dalam terhadap Ripple.

    Permohonan tersebut untuk dapat melihat percakapan yang telah terjadi antara pengacara Ripple dengan Ripple.

    Permintaan tersebut ditolak oleh hakim, sehingga SEC tidak dapat mencari data atau “menggeledah” Ripple lebih dalam lagi.

    Hal tersebut menjadi hambatan untuk SEC mencari bukti lanjutan untuk membuktikan bahwa Ripple adalah pihak yang salah.

    Memang perlu diakui juga bahwa permintaan SEC tersebut cukup melewati batas, mengingat percakapan tersebut adalah percakapan dan strategi pribadi Ripple.

    Hal ini dinilai kurang etis jika satu pihak dalam kasus sidang melihat strategi pribadi lawannya karena itu merupakan hak dari pihak Ripple.

    Perlu diketahui bahwa sebelumnya SEC sudah mendapatkan hak untuk “menggeledah” beberapa rekan Ripple dari luar negeri.

    Melihat permintaan untuk melihat lebih dalam lagi, nampaknya dapat dikatakan bahwa SEC mulai kehabisan langkah untuk membuktikan Ripple sebagai pihak yang salah.

    Baca Juga: Bitcoin Masih Ngambang, Cardano (ADA) Sentuh Profit Area

    Ripple Terlihat Unggul

    Selain penolakan tersebut, saat ini terdapat satu perdebatan yang terjadi, dimana saat ini Ripple yang menyerang SEC.

    Ripple menyatakan bahwa SEC juga bersalah sejak awal kasus ini akibat mereka terlambat untuk menegur atau menuntut Ripple terhadap penjualan XRP.

    Seharusnya SEC menegur saat penjualan tersebut terjadi, namun kenyataannya penuntutan terjadi 8 Tahun kemudian, di 2020, setelah XRP mengalami apresiasi yang signifikan.

    Hal tersebut juga disetujui oleh hakim pengadilan, Sarah Netburn, yang menyatakan bahwa SEC terlambat 8 Tahun untuk melakukan penuntutan.

    Baca Juga: Mengenal Ripple Lebih Dekat.

    Hakim juga melanjutkan bahwa kesalahan seharusnya berada di SEC yang gagal untuk menyediakan informasi kepada Ripple mengenai regulasi yang tepat untuk XRP dianggap sebagai crypto.

    Namun untuk saat ini hakim masih belum membuat keputusan apa pun mengenai siapa pihak yang bersalah dan masih akan memberi waktu untuk kedua pihak melakukan pembelaan.

    Jika kita melihat dari kabar ini nampaknya Ripple saat ini masih berada di pihak yang unggul, melihat kondisi di sekitarnya dan pandangan hakim terhadap kasus saat ini.

    Prediksi Dampak Hasil

    Sejak awal memang Ripple tidak ingin menyelesaikan kasus dengan jalur “damai” karena mereka ingin membela hak crypto di Amerika.

    Sehingga kemungkinan besar jika kasus ini telah berakhir dan Ripple memenangkan kasusnya, kejayaan tidak hanya akan dirasakan oleh Ripple tapi untuk seluruh pasar crypto.

    Untuk Ripple sendiri nampaknya jika kasus telah dimenangkan, adopsinya nampak terlihat akan lebih luas.

    Hal ini tercermin dari Ripple yang walau masih menghadapi kasus juga masih tetap mengalami peningkatan adopsi, sehingga dapat membuka jalan untuk adopsi lebih luas ketika tidak lagi terikat kasus.

    Saat ini Ripple juga terlihat fokus untuk membuat jaringan ledger untuk mewadahi Central Bank Digital Currency (CBDC) atau Mata Uang Digital Bank Sentral.

    Adopsi ini cukup mungkin akibat Ripple yang masih memiliki sifat sentralisasi sehingga nampaknya dapat menarik perhatian bank sentral.

    Beberapa bursa juga terlihat akan mendaftarkan kembali XRP untuk diperdagangkan.

    Salah satu bursa terlihat telah mempimpin dengan mendaftarkan XRP kembali untuk diperdagangkan yaitu platform Gemini.

    Oleh karena itu, nampaknya saat ini sentimen positif terhadap XRP terlihat cukup banyak, tapi memang semua masih bergantung pada hasil sidang.

    Namun perlu diketahui juga bahwa XRP adalah salah satu crypto yang masih memiliki sifat sentralisasi yang tinggi.

    Hal tersebut juga terlihat dari alokasi XRP dimana 80% dikendalikan dan disimpan oleh perusahaan yang membuatnya rentan terhadap manipulasi.

    Kerawanan ini juga terlihat dengan mudahnya perpindahan XRP dalam jumlah banyak terjadi oleh Ripple, dimana kemarin menjadi contohnya.

    Kabar baiknya semua XRP tersebut terlihat dikunci dan tidak dijual oleh Ripple, sehingga bukan menandakan manipulasi.

    Namun pergerakan dana ini mengingatkan kembali betapa besarnya pengaruh Ripple terhadap pergerakan XRP, yang dapat dijadikan pertimbangan.

    Tapi Ripple sendiri memiliki teknologi yang cukup efisien dan juga ramah lingkungan sehingga dari sisi teknologi XRP layak jadi unggulan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Trend Analysis Mingguan : Bitcoin, Ethereum & Ripple

    BITCOIN

    Harga Bitcoin mengalami pergerakan yang cukup fluktuatif di akhir pekan lalu. Setelah kehilangan dukungan $ 6.000, Bitcoin terjun ke level dukungan yang disebutkan berikutnya, dan sejak itu, melihat kembalinya yang layak ke area harga dari mana terjunnya dimulai. Untuk menyimpulkan ini, itu adalah perjalanan liar kembali ke tujuan yang sama.

    Mengikuti analisis harga terbaru itu, kami menyebutkan bahwa ‘terendah baru’ di bawah $6K akan segera hadir. Akhir pekan ini melihat BTC mencatat $ 5850 sebagai terendah mingguan baru saat ini, dan itu bukan kebetulan.

    Area $ 5900 memegang dukungan kuat karena itu juga tingkat retracement Fibonacci 38,2% dari dump besar 12 Maret. Melihat grafik harian berikut, dua tingkat Fib utama – 38,2% (~ $ 5900) dan 61,8% (~ $ 7168) bermain dengan baik sebagai level support / resistance.

    Secara general, anjuran mingguan untuk BTC ada di posisi sell.

    BTC/USD:
    Support: $6550
    Resistance: $6000

    ETHEREUM

    Menjelang sisi positifnya, level pertama resistance berada di $ 135. Ini segera diikuti oleh resistance di batas atas di $140. Di atas ini, resistensi terletak di $ 146, $ 155, dan $ 165 (bearish .382 Fib Retracement).

    Dari bawah, level pertama dukungan terletak pada $ 130. Di bawah ini, batas bawah segitiga diharapkan memberikan dukungan yang kuat. Di bawah segitiga, dukungan terletak di $ 125, $ 120, $ 110, dan $ 105.

    RSI naik kembali ke level 50 tetapi masih melayang di bawahnya untuk menunjukkan kenaikkan masih belum mengambil kendali dari momentum pasar. Penembusan di atas tidak diragukan lagi akan membantu ETH mulai naik di atas pola konsolidasi ini.

    Secara general, anjuran mingguan untuk ETH ada di posisi sell.

    ETH/USD:
    Support: $130, $123, $120.
    Resistance: $135, $140, $150.

    RIPPLE



    Sumber : news.tokocrypto.com