Tag: Riset

  • Informasi Terkini KIP Kuliah Usai Terdampak PDN, Mahasiswa Baru Wajib Cek!



    Jakarta

    Layanan bantuan pendidikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sempat terganggu usai peretasan Pusat Data Nasional (PDN). Dalam proses pemulihan layanan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan beberapa informasi terbaru yang wajib diikuti mahasiswa baru, mahasiswa on going, hingga perguruan tinggi.

    Melalui laman KIP Kuliah, Kemendikburistek salah satunya meminta mahasiswa baru untuk melakukan hal-hal berikut. Berikut informasinya sebagaimana diakses pada Rabu (24/7/2024).

    Informasi Terkini KIP Kuliah Usai Serangan PDN

    1. Laporkan Kampus yang Tidak Undur Tenggat Pembayaran Uang Kuliah

    Mahasiswa baru yang telah diterima melalui SNBP, SNBT, atau Jalur Mandiri perlu memperhatikan tenggat waktu pembayaran uang kuliah. Apabila perguruan tinggi tidak memundurkan tenggat waktu pembayaran uang kuliah hingga proses seleksi penerima KIP Kuliah selesai, maka mahasiswa wajib mengajukan laporan.


    Tenggat waktu pembayaran uang kuliah bagi pendaftar KIP Kuliah yang diterima melalui jalur SNBP dan SNBT akan ditunda sampai proses seleksi penerima KIP Kuliah selesai.

    “Jika perguruan tinggi tempat Anda mendaftar tidak memundurkan tenggat waktu pembayaran uang kuliah hingga proses seleksi penerima KIP Kuliah selesai, sesuai dengan himbauan Surat Sesjen Kemendikbudristek no. Manual.065/A.J5/LP.01.01/2024, dimohon mengajukan laporan ke: Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikbudristek melalui laman https://ult.kemdikbud.go.id/ atau pusat panggilan 177,” bunyi pengumuman Kemendikdbudristek di laman KIP Kuliah.

    2. Klaim & Unggah Ulang Akun KIP Kuliah

    Proses seleksi KIP Kuliah akan tetap berlangsung setelah layanan dipulihkan. Perguruan Tinggi akan memastikan agar tidak ada mahasiswa baru yang kehilangan hak untuk mengikuti seleksi penerima KIP Kuliah.

    Apabila mahasiswa sudah melakukan pendaftaran KIP Kuliah 2024 sebelum sistem mengalami kendala, mereka wajib melakukan re-claim (mengklaim ulang) akun KIP Kuliah masing-masing dengan mengakses sistem KIP Kuliah di (https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/). Kemudian, lakukan pengecekan ulang data yang tersimpan. Lalu, unggah ulang dokumen dan data dukung pendaftaran KIP Kuliah mulai tanggal 29 Juli 2024 sampai dengan 31 Agustus 2024.

    Beberapa waktu lalu, Indonesia menghadapi serangan siber dengan virus ransomware yang melumpuhkan PDN. Serangan ini berimbas pada 239 layanan instansi, termasuk layanan-layanan di Kemendikbudristek.

    Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikbudristek melalui postingan Instagram resminya @ult.kemdikbud menyatakan 47 domain layanan Kemendikbudristek terdampak gangguan PDN. Domain ini termasuk KIP Kuliah, Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), Beasiswa Pendidikan, dan pelayanan perizinan film belum bisa diakses.

    Dalam hal KIP Kuliah, peretasan ini mengakibatkan pendaftaran KIP Kuliah bagi mahasiswa baru sempat terhenti. Laman resmi KIP Kuliah juga tak bisa diakses dalam beberapa waktu.

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Klaim Ulang Akun KIP Kuliah 2024, Cuma sampai 31 Agustus!


    Jakarta

    Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengimbau agar calon mahasiswa atau mahasiswa baru yang mendaftar akun di SIM Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada Februari-Juni tidak lupa melakukan klaim ulang KIP Kuliah.

    Mereka yang harus melakukan reklaim atau klaim ulang adalah calon mahasiswa atau mahasiswa baru yang terkena dampak pemeliharaan sistem KIP Kuliah dan di periode tahun 2024.

    Cara Reklaim Akun KIP Kuliah

    Dikutip dari pedoman resmi reklaim KIP Kuliah, siswa perlu membuka laman https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/, kemudian klik menu “Akses Akun”.


    Nantinya akan ada infobox warna biru. Terdapat dua tipe kondisi calon mahasiswa atau mahasiswa baru untuk melakukan reklaim akun, yakni untuk siswa yang sudah lolos SNBP/SNBT 2024 dan untuk siswa lain yang sudah mendaftar pada Januari-Juni 2024.

    Cara Reklaim Akun untuk Siswa yang Lolos SNBP/SNBT 2024

    Mahasiswa baru yang dinyatakan lolos SNBP/SNBT perlu melakukan reklaim akun untuk memperoleh kode akses baru melalui e-mail yang digunakan saat SNBP/SNBT.

    Simak langkah-langkah reklaim akunnya:

    1. Pada halaman utama login, klik link arahan yang dimuat di infobox warna biru pada poin “Bagi siswa yang sudah lolos SNBP/SNBT”.
    2. Isi data berupa nomor induks siswa nasional (NISN), tanggal lahir, dan e-mail.
    3. Klik “Kirim Informasi Akun”
    4. Apabila data yang dimasukkan sudah benar dan sesuai, maka akan muncul sebuah notifikasi konfirmasi akun. Lakukan cek email konfirmasi di inbox hingga spam.

    Cara Reklaim Akun KIP Kuliah untuk Siswa yang Sudah Daftar pada Januari-Juni

    Reklaim ini dikhususkan bagi mahasiswa baru yang sudah mendaftar pada periode Januari-Juni 2024, tetapi terkena dampak PDNS2. Begini cara reklaim akun KIP Kuliah untuk kondisi ini:

    1. Pada halaman utama login, klik link arahan yang tercantum di infobox warna biru pada poin “Bagi siswa yang sudah mendaftar pada periode Januari-Juni 2024, silakan klaim akun”.
    2. Dalam halaman ini, isi data berupa nomor induk kependudukan (NIK), nomor induk siswa nasional (NISN), nomor pokok sekolah nasional (NPSN), tanggal lahir, dan nama ibu kandung untuk verifikasi.
    3. Klik “Verifikasi Data”
    4. Akan muncul hasil verifikasi untuk klaim akun. Informasi yang berhasil diverifikasi dan muncul adalah nama pemohon, asal sekolah, serta tanggal lahir.
    5. Masukkan e-mail yang aktif
    6. Apabila telah memasukkan e-mail yang aktif, klik tombol “Kirim Rincian Akun”
    7. Akan muncul notifikasi bahwa rincian akun sudah dikirim ke alamat e-mail yang sudah dicantumkan. Pastikan melihat e-mail konfirmasi pada e-mail yang terdaftar. Cek spam jika e-mail tidak masuk ke folder utama.
    8. Pastikan memeriksa seluruh rincian data dan lampiran dokumen. Apabila sudah lengkap dan sesuai, lanjutkan dengan klik “Masuk ke Akun”.

    Demikian cara reklaim atau klaim ulang akun KIP Kuliah. Lakukan sebelum tenggat waktu 31 Agustus 2024 ya!

    (nah/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Beasiswa Non Gelar Microcerdential STEM untuk Guru SD & SMP, Cek Syaratnya!



    Jakarta

    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan membuka pendaftaran beasiswa Microcredential bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Pendaftaran dibuka hingga 19 November 2024 melalui tautan https://s.id/MicroSTEM2024.

    Beasiswa kali ini mengambil tema “Climate Change and Environmental Sustainability” yang bekerja sama dengan Korea National University of Education. Program ini dirancang untuk mengembangkan kompetensi guru SD dan guru SMP dalam menangani isu-isu terkait perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan.

    Sehingga para guru mampu merancang pembelajaran yang baik di kelas terutama terkait penyebab dan konsekuensi perubahan iklim. Hal ini untuk mendorong perubahan sikap dan perilaku peserta didik guna mengurangi dampak perubahan iklim di masa depan.


    Target peserta beasiswa ini adalah guru SD kelas 4, 5, dan 6 serta guru SMP yang mengampu mata pelajaran IPA. Dikutip dari Portal Beasiswa GTK Kemendikbduristek, Jumat (11/10/2024) berikut syarat dan cara daftarnya.

    Syarat Daftar Beasiswa Non Gelar Microcerdential STEM

    Syarat Utama

    1. Mengisi formulite pendaftaran pada laman https://gtk.kemdikbud.go.id/microcredential
    2. Warga Negara Indonesia (WNI)
    3. Berusia paling tinggi 55 tahun per-31 Desember pada tahun pendaftaran
    4. Berstatus sebagai guru Aparatur Sipil Negara (ASN) atau guru tetap yayasan
    5. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)
    6. Memiliki kualifikasi akademik S1 dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,00 skala 4,00
    7. Memiliki pengalaman mengajar minimal 2 tahun berturut-turut di satuan pendidikan PAUD/SD/SMP/SMA/SMK Non Kejuruan/SLB
    8. Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku

    Syarat Dokumen

    • Hasil pindai Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    • Hasil pindai Surat Keputusan Pengangkatan guru ASN atau Surat Keputusan Pengangkatan guru tetap Yayasan
    • Hasil pindai NUPTK
    • Hasil pindai ijazah dan transkrip nilai yang telah dilegalisir
    • Hasil pindai surat tugas mengajar
    • Hasil pindah sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku dengan skor minimal TOEFL ITP 450/Duolingo 75/TOEFL IBT 45/IELTS 5.0/TOEIC 440/English Score 290
    • Hasil pindai Letter of Acceptance (LoA) setelah lulus seleksi
    • Hasil pindai surat pernyataan kesanggupan calon Peserta Penerima Program Pengembangan Kompetensi
    • Hasil pindai surat rekomendasi dari atasan
    • Hasil pindai esai/personal statement
    • Hasil pindai surat keterangan sehat

    Cara Daftar Beasiswa Non Gelar Microcerdential STEM

    1. Buka laman https://gtk.kemdikbud.go.id/microcredential atau https://s.id/MicroSTEM2024
    2. Pahamai syarat dan siapkan berkas persyaratan beasiswa
    3. Daftar beasiswa dan lengkapi profil di Portal Beasiswa GTK Kemendikbudristek
    4. Unggah dokumen sesuai syarat beasiswa yang dituju
    5. Tunggu verifikasi dan pengumuman penerima beasiswa.

    Pendaftaran dibuka hingga 19 November 2024. Informasi lebih lengkap dan format lampiran beasiswa bisa dilihat melalui tautan https://s.id/MicroSTEM2024. Selamat mendaftar detikers!

    (det/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Kominfo Buka Beasiswa Kelas Khusus S2, Cek Program yang Dibuka & Syaratnya!


    Jakarta

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) RI membuka dua beasiswa S2 dalam negeri. Ada program beasiswa kelas khusus magister multidisiplin smart system (SMART-X)-ITB dan beasiswa kelas khusus magister keamanan siber dan forensik digital Universitas Telkom.

    Pendaftaran gelombang pertama untuk beasiswa kelas khusus magister multidisiplin smart system (SMART-X)-ITB dibuka pada 7-21 Oktober 2024. Sementara, pendaftaran gelombang pertama untuk beasiswa kelas khusus magister keamanan siber dan forensik digital Universitas Telkom dibuka dari 7-31 Oktober 2024.

    Persyaratan Beasiswa

    Dikutip dari situs resmi Beasiswa Kominfo, berikut ini persyaratan beasiswa kelas khusus magister yang dibuka di ITB dan Universitas Telkom:


    • Warga Negara Indonesia (WNI)
    • Pernah/sedang bekerja dan mempunyai masa kerja minimum 2 tahun (kumulatif) ketika melamar (dengan dibuktikan melalui SK CPNS/PNS/dokumen serupa lainnya untuk PNS/TNI/POLRI atau surat keterangan kerja bagi pelamar umum
    • Tidak untuk pelamar yang berprofesi sebagai dosen
    • Termasuk golongan minimal IIIA (3A) bagi PNS
    • Berusia maksimal 42 tahun ketika mendaftarkan diri
    • Belum mempunyai gelar magister dan tidak tengah mengikuti program pendidikan magister
    • Lulusan S1/DIV dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,80 dari skala 4,00
    • Menyusun rencana tugas akhir yang relevan dengan pengembangan transformasi digital nasional (500 – 1000 kata)
    • Menyusun esai yang berisi personal statement dan rencana kontribusi pasca studi, khususnya kontribusi untuk pengembangan transformasi digital nasional (500 – 1000 kata)
    • Menyerahkan surat rekomendasi dari pimpinan/dosen pembimbing/atau tokoh lain yang mempunyai kredibilitas dan diterbitkan paling lama 1 (satu) tahun pada bulan yang sama dengan pendaftaran (template surat rekomendasi bisa diunduh pada tautan https://komin.fo/template_bk2024;)
    • Memperoleh surat izin dari pimpinan yang berwenang dari tempat bekerja untuk menjalani pendidikan
    • Diutamakan untuk yang sudah memiliki letter of acceptance (LoA) dari perguruan tinggi mitra Kominfo
    • Bagi lulusan perguruan tinggi luar negeri pada jenjang pendidikan sebelumnya, melampirkan:

    – Hasil penyetaraan ijazah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui https://piln.kemdikbud.go.id/ atau Kementerian Agama (Kemenag) melalui https://diktis.kemenag.go.id/penyetaraanijazah

    – Hasil konversi IPK dari Kemendikbudristek melalui https://piln.kemdikbud.go.id/ atau Kemenag melalui https://diktis.kemenag.go.id/penyetaraanijazah/

    – Tangkapan layar pengajuan penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK pada laman Kemendikbudristek atau Kemenag mengenai penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK bagi pendaftar yang hasil penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK-nya belum terbit.

    – Pelamar tetap harus memenuhi syarat mendaftar yang ditetapkan oleh mitra perguruan tinggi yang dipilih.

    Bagi detikers yang tertarik mendaftar beasiswa di atas, kalian dapat klik link berikut ini https://beasiswa.kominfo.go.id/.

    (nah/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Garuda ACE 2025 Dibuka, Mahasiswa Bakal Dibimbing Sampai Jago Riset



    Jakarta

    Program Beasiswa Garuda Academic of Excellence 2.0 (Garuda ACE) 2025 resmi dibuka. Mahasiswa bakal dapat pelatihan riset internasional selama 6 bulan.

    Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi meluncurkan Program Beasiswa Garuda ACE 2025 pada Senin(28/10/2024). Bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda, beasiswa ini ditujukan untuk membimbing generasi muda jenjang sarjana atau magister dalam pelatihan bahasa dan riset internasional.

    Adapun mahasiswa yang bisa mendaftar adalah mahasiswa jenjang sarjana tahun ketiga atau keempat serta mahasiswa magister tahun pertama. Program ditujukan untuk jurusan dari bidang ilmu dan teknik komputer, informasi dan data, dan bidang-bidang terkait. Ke depannya, program ini diharapkan dapat diperluas ke fokus bidang lainnya sesuai kebutuhan Pemerintah Indonesia.


    Jurusan Sasaran Beasiswa Garuda ACE 2025

    Informatika/teknik informatika/ilmu komputer
    Teknik komputer
    Teknik elektro/ilmu elektronika
    Sistem informasi
    Teknik telekomunikasi

    Periode Beasiswa Garuda ACE 2025

    Gelombang 1, Jalur 1: Pelatihan riset (Januari-Maret), lalu pelatihan bahasa (April-Juni)
    Gelombang 1, Jalur 2: Pelatihan bahasa (Jan-Mar), lalu pelatihan riset (April-Juni)
    Gelombang 2, Jalur 1: Pelatihan riset (Juli-September), lalu pelatihan bahasa (Oktober-Desember)
    Gelombang 2, Jalur 2: Pelatihan bahasa (Juli-September), lalu pelatihan riset (Oktober-Desember)

    Cakupan Pelatihan Beasiswa Garuda ACE 2025

    Jalur 1

    Jalur 1 dibuat untuk mahasiswa yang memiliki kemampuan komunikasi bahasa Inggris yang bagus. Oleh karena itu, mereka dapat langsung memulai pelatihan riset selama 3 bulan terlebih dahulu.

    Jalur 2

    Jalur 2 dibuat untuk mahasiswa yang memiliki keterampilan teknis yang bagus tetapi kurang memiliki kemampuan komunikasi bahasa Inggris. Pelatihan akan dimulai dengan pelatihan bahasa Inggris selama 3 bulan, diikuti dengan pelatihan penelitian selama 3 bulan.

    Syarat Beasiswa Garuda ACE 2025

    1. IPK/IP minimal 3.2
    2. Berasal dari salah satu jurusan sasaran
    3. Jika ingin mendaftar untuk Gelombang 1 (periode Januari-Juni 2025):
      -Mahasiswa jenjang sarjana yang memasuki semester 6 boleh pada periode Gelobang 1 boleh mendaftar.
      -Mahasiswa jenjang sarjana yang sudah memasuki semester 8 pada periode Gelombang 1 dan tidak akan melanjutkan studi ke jenjang magister di perguruan tinggi Indonesia tidak boleh mendaftar (karena tidak ada waktu untuk melakukan riset setelah lulus).
      -Mahasiswa jenjang sarjana yang sudah memasuki semester 8 pada periode Gelombang 1 dan sudah diterima pada program magister jurusan terkait di perguruan tinggi Indonesia boleh mendaftar (karena masih mempunyai waktu 1-2 tahun untuk melakukan riset selama menempuh pendidikan jenjang magister).
      -Mahasiswa jenjang magister yang memasuki semester 1, pada periode Gelombang 1, boleh mendaftar.
      -Mahasiswa jenjang magister yang memasuki semester 2, 3, atau 4, pada periode Gelombang 1, tidak boleh mendaftar.
    4. Jika ingin mendaftar untuk Gelombang 2 (periode Juli-Desember 2025):
      -Mahasiswa jenjang sarjana yang memasuki semester 5 pada periode Gelombang 2 boleh mendaftar.
      -Mahasiswa jenjang sarjana yang memasuki semester 7 pada periode Gelombang 2 dan tidak akan melanjutkan ke program magister di perguruan tinggi Indonesia tidak boleh mendaftar (karena tidak ada waktu untuk melakukan riset setelah lulus).
      -Mahasiswa jenjang sarjana yang memasuki semester 7 pada periode Gelombang 2 dan sudah/akan diterima pada program magister jurusan terkait di perguruan tinggi Indonesia boleh mendaftar (karena masih mempunyai waktu 1-2 tahun untuk melakukan riset selama menempuh pendidikan jenjang magister).
      -Mahasiswa jenjang magister yang baru/akan memasuki semester 1 atau 2 pada periode Gelombang 2 boleh mendaftar.
      -Mahasiswa jenjang magister yang sudah memasuki semester 3 pada periode Gelombang 2 tidak boleh mendaftar.
      -Harus mempunyai keinginan untuk melanjutkan pendidikan dan riset ke jenjang PhD (kombo magister+doktor) pada perguruan tinggi terkemuka di luar negeri.
    5. Seusai mengikuti program Garuda ACE, peserta dapat melanjutkan karir riset mereka ke jenjang PhD (kombo magister+doktor) pada perguruan tinggi terkemuka di luar negeri (baik di Amerika, Eropa, Australia maupun negara-negara Asia yang sudah maju).
    6. Peserta yang berencana untuk langsung bekerja setelah lulus tidak boleh mendaftar, karena program ini tidak akan bermanfaat bagi mereka.
    7. Berkeinginan untuk melakukan riset/penelitian sebagai karir masa depan
    8. Bercita-cita untuk masuk grup penelitian dan pengembangan (research and development) pada perusahaan teknologi besar, start-ups, atau laboratorium nasional (national labs)
    9. Bercita-cita untuk menjadi akademisi jalur riset, menjadi profesor, dan sejenisnya.
    10. Setelah menyelesaikan program pelatihan 6 bulan, yakni dalam periode pasca-pelatihan, peserta harus mempunyai waktu setidaknya 1 tahun dalam kampus untuk melakukan riset sebelum wisuda

    Pendaftaran Beasiswa Garuda ACE 2025 dilakukan melalui https://ace-ina-2025.hotcrp.com. Informasi lebih lanjut dapat detikers cek di https://pmdsu.kemdikbud.go.id/garuda-ace/. Tertarik mendaftar, detikers?

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa GKS Korea Selatan 2025 S2, S3, dan Riset Dibuka, Cek Yuk!


    Jakarta

    Beasiswa Global Korea Scholarship for Graduate Degrees (GKS-G) 2025 dibuka Pemerintah Korea Selatan untuk program S2, S3, dan riset. Calon mahasiswa asal Indonesia dapat mendaftar.

    Ada dua jalur pendaftaran yang dibuka pada program ini. Jalur pertama yakni jalur kedutaan, dengan mendaftar ke Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia. Jalur kedua yakni jalur universitas, dengan langsung mendaftar ke salah satu universitas yang ditunjuk.

    Beasiswa GKS Korea Selatan 2025 S2 dan S3

    Beasiswa Pemerintah Korea Selatan ini meliputi:


    • Tiket penerbangan kelas ekonomi
    • Biaya pendaftaran kuliah (ditanggung universitas) bagi peserta program gelar
    • Biaya kuliah (hingga 5 juta won) bagi peserta program gelar
    • Kursus bahasa Korea 1 tahun senilai 5,2 juta won bagi peserta program gelar
    • Uang saku:
      • – Kursus bahasa Korea: 14,16 juta won per tahun (Rp 160,19 juta per tahun)
      • – S2 dan S3: 15,72 juta won per tahun (Rp 177,84 juta per tahun)
      • – Program riset: 19,8 juta per won per tahun (Rp 224 juta per tahun)

    Periode Beasiswa

    • S2: 1 tahun belajar bahasa Korea, 2 tahun studi
    • S3: 1 tahun belajar bahasa Korea, 3 tahun studi
    • Riset: 6 bulan atau 1 tahun

    Kuota Beasiswa

    • Jalur kedutaan umum: 30 orang asal Indonesia
    • Jalur universitas:
      • – Umum: 9 orang asal Indonesia
      • – R-GKS: 59 orang asa Indonesia
    • Riset: 5 orang dari 157 negara/wilayah yang diundang (termasuk Indonesia)
    • R&D: 300 orang dari semua negara di dunia
    • Global Network: 80 orang dari semua negara di dunia

    Syarat Umum

    • Pelamar dan orang tua pelamar tidak berkewarganegaraan Korea, kecuali yang melamar program R&D, International Organization program
    • Minimal sudah lulus per 31 Juli 2025 pada jenjang berikut:
      • – Pelamar S2: Lulusan S1/sederajat
      • – Pelamar S3: Lulusan S2
      • – Pelamar Postdoctoral: Lulusan S3
      • – Pelamar exchange professor: Lulusan S2, wajib tengah menjadi dosen akademik
      • – Pelamar research program for education, science, culture, or international cooperation professionals: S2, Wajib merupakan profesional di bidang pendidikan, sains, budaya, atau international cooperation.
    • IPK satu jenjang pendidikan sebelumnya wajib memenuhi salah satu kondisi di bawah ini:
      • – Persentil skor minimal 80 persen, atau termasuk 20 persen teratas di angkatan
      • – IPK minimal setara dengan 2,64 dari 4,00 atau 2,80 dari 4,300 atau 2,91 dari 4,500 atau 3,23 dari 5,00
    • IPK dibuktikan dengan transkrip akademik yang mencantumkan IPK atau informasi peringkat, atau transkrip yang nilainya dikonversi ke skala di atas
    • Pelamar yang belum lulus saat mendaftar wajib menyertakan transkrip akademik hingga semester yang terakhir ditempuh
    • Usia di bawah 40 tahun atau lahir setelah 1 September 1985
    • Khusus dosen akademik di wilayah penerima Official Development Assistance (ODA) dapat melamar jika berusia di bawah 45 tahun/lahir setelah 1 September 1980, cek daftar wilayah di www.oecd.org
    • Pelamar yang akan menyelesaikan program bahasa Korea IRTS per 2025 dapat melamar jika mendapat:
      • – Sertifikat skor TOPIK dari ujian ke-87 sampai ke-100
      • – Sertifikat skor TOPIK IBT Level 3 dari ujian ke-1 sampai ke-7
    • Pelamar yang belum memperoleh sertifikat TOPIK saat mendaftar masih dapat melamar.
    • Sehat mental dan fisik untuk studi di Korea sepanjang durasi program.

    Batas waktu pendaftaran, cara pendaftaran, dokumen tambahan yang diperlukan, dan lain-lain bisa dicek dengan membaca laman resmi serta mengontak Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia dan universitas yang dilamar. Pihak kedutaan dan universitas akan melakukan seleksi tahap pertama.

    Informasi lebih lanjut tentang beasiswa GKS Korea Selatan 2025 S2, S3, dan Riset bisa dicek lebih lanjut DI SINI. Semoga bermanfaat, detikers!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Potong Dana PIP akan Dikenai Sanksi Pidana



    Jakarta

    Kementerian Pendidikan, Dasar, dan Menengah (Kemendikdasmen) mengingatkan sekolah agar mematuhi aturan dalam pencairan bantuan PIP. Apabila melakukan pemotongan, maka akan mendapat sanksi pidana.

    “Satuan pendidikan harus menjaga mematuhi Panduan PIP. Sebab, akan ada sanksi pidana kepada pelaku jika ternyata diketahui memotong dana PIP,” tegas Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Kapuslapdik) Kemendikdasmen, Adhika Ganendra, dalam keterangan resmi yang diterima detikEdu, Rabu (5/2/2025).

    Apabila ada hal yang tidak sesuai dalam penyaluran PIP, masyarakat dapat melakukan pengaduan melalui:


    1. Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikdasmen melalui Telepon: Hotline 777, surel: pengaduan@kemdikbud.go.id, laman : ult.kemdikbud.go.id
    2. Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen melalui laman https: //posko-penqaduan. itjen.kemdikbud.go.id, https://www.lapor.go.id, www.dikdasmen.go.id
    3. Puslapdik melalui SIPINTAR pada menu pengaduan
    4. Dinas Pendidikan Provinsi melalui tim Pelaksana PIP tingkat provinsi
    5. Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota melalui tim Pelaksana PIP tingkat kabupaten/Kota
    6. Satuan pendidikan melalui tim Pelaksana PIP tingkat satuan pendidikan
    7. Bank/lembaga penyalur di tingkat pusat atau di tingkat wilayah/cabang.

    Minta Sekolah Koordinasi dengan Disdik

    Terkait pemutakhiran data penerima, Adhika meminta sekolah agar berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat jika mengalami kendala. Sebab, keterisian data siswa di Dapodik dalam rangka pengusulan PIP ini menjadi titik awal pemrosesan data sampai ke penetapan.

    “Data yang tertinggal atau belum dimutakhirkan sebelum batas waktu 10 Februari, maka baru akan diolah pada cut off kedua tahun penyaluran yaitu 31 Agustus 2025,” katanya.

    Adhika juga berpesan bahwa pihak satuan pendidikan untuk terus meningkatkan transparansi dan sekolah harus mengumumkan daftar penerima sebagaimana informasi SK PIP yang terpublikasi di Aplikasi Si Pintar.

    Informasi Mengenai Pengusulan PIP

    Adhika meminta sekolah agar memperhatikan variabel-variabel penting terkait dalam pengusulan PIP. Untuk memperoleh informasi terkini seputar PIP, mulai dari panduan, peraturan, SK Pemberian, SK Nominasi dan KIP Digital, sekolah bisa langsung mengakses Si Pintar dengan melalui alamat pip.kemdikbud.go.id.

    “Bila ada aspek yang janggal, bapak ibu dapat melapor kepada daftar lembaga yang termaktub dalam Lampiran Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 19 Tahun 2024 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah,” ujar Adhika.

    Sebagai informasi, penyaluran dana PIP setiap tahunnya mencapai jumlah target sejak tahun 2015 yaitu sebanyak 17.927.992 siswa dan tahun 2024 naik menjadi 18.594.627 siswa. Total anggaran Rp9.628.223.300.000,-, naik menjadi Rp13.447.710.600.000,-

    (nir/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • LPDP Tak Pangkas Anggaran Beasiswa dan Riset



    Jakarta

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pastikan tidak melakukan pemangkasan anggaran untuk beasiswa dan riset. Efisiensi hanya dilakukan pada kegiatan dukungan manajemen serta layanan belanja modal.

    Hal ini diungkapkan Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI yang digelar pada Rabu (19/2/2025).

    Andin mengungkapkan LPDP memastikan tidak dilakukan pengurangan anggaran untuk layanan beasiswa dan riset. Realisasi anggaran tahun 2024 untuk layanan beasiswa mencapai Rp 6,513 triliun dan layanan riset sebesar Rp 60,92 miliar.


    Sementara rencana anggaran tahun 2025 untuk layanan beasiswa sekitar Rp 6,577 triliun dan layanan riset Rp 141,98 miliar. Setelah efisiensi, pagu anggaran bagi kedua layanan tersebut tidak mengalami perubahan.

    “Jadi kalau kita bandingkan dari (realisasi anggaran) 2024, setelah efisiensi pun (anggaran beasiswa dan riset) masih lebih tinggi,” ujarnya.

    Beasiswa dan riset untuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dan Kementerian Agama juga tak dipotong.

    Kementerian tersebut masing-masing akan menerima Rp 2,4 triliun bagi Kemendiktisaintek, Rp 141,98 miliar untuk Kemendikdasmen, dan Rp 411,75 miliar ditujukan ke Kemenag.

    Untuk mengikuti instruksi efisiensi dari Presiden Prabowo Subianto, pemangkasan dilakukan pada sejumlah program belanja dukungan manajemen. Anggaran untuk program ini dipangkas Rp 38,3 miliar menjadi Rp 119 miliar.

    “Kegiatan yang sifatnya seremonial seperti ngasih pembekalan kepada calon penerima beasiswa kalau tadinya kita kumpulkan di hotel sekarang melalui daring. Jadi itu menghemat biaya,” kata Andin.

    Selain itu, LPDP juga mengurangi program belanja modal seperti alokasi untuk Dana Abadi Perguruan Tinggi sebesar Rp 400 miliar, Dana Abadi Kebudayaan Rp 55,9 miliar, dan Dana Abadi Layanan Riset BRIN Rp 750 miliar.

    “Pagu setelah efisiensi menjadi Rp 10,676 triliun atau kita ada penghematan sebanyak Rp 1,2 triliun,” ujar Andin.

    (pal/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Riset Baznas Kategori Umum untuk Mahasiswa S1-S3, Benefit Capai Rp 10 Juta



    Jakarta

    Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membuka Program Beasiswa Riset Baznas Kategori Umum yang pendaftarannya akan ditutup pada 1 September 2025.

    Program Beasiswa Riset Baznas merupakan program pembiayaan riset untuk mahasiswa/i dari jenjang sarjana, magister, dan doktoral serta tim peneliti yang berasal dari lembaga/kelompok yang terdaftar di Kemenkumham atau telah memperoleh pengesahan dari instansi/lembaga/perusahaan yang menaungi/tempat bekerja.

    Beasiswa yang diberikan berupa dana untuk menunjang kebutuhan riset/tugas akhir dengan nominal yang berbeda pada setiap jenjang pendidikan. Nominal beasiswa yang akan diberikan berdasarkan kategori riset, yaitu :


    • S1/D4: Rp4.000.000
    • S2: Rp7.000.000
    • S3: Rp10.000.000
    • Tim/Kelompok: Rp30.000.000

    Selain dana riset tersebut, diberikan pula benefit fasilitas tambahan berupa pengembangan diri seperti pelatihan kepenulisan menuju jurnal dan media massa, pemaparan kepada publik terhadap hasil riset yang telah diteliti dan peserta beasiswa yang telah menyelesaikan riset tugas akhir serta dinyatakan lulus akan menjadi bagian dari ikatan alumni beasiswa Baznas.

    Beasiswa Riset Baznas akan diberikan kepada 15 Kelompok Riset dan 204 mahasiswa/I terpilih yang terdiri dari jenjang S1, S2 S3 dengan rincian program S1 sebanyak 64 mahasiswa/i, S2 sebanyak 70 mahasiswa/i, dan S3 sebanyak 70 mahasiswa/i.

    Persyaratan

    Kategori Mahasiswa (S1, S2, S3):

    • WNI dan mahasiswa aktif minimal semester akhir yang akan mengerjakan tugas akhir
    • IPK minimal 3,35.
    • Kampus dan jurusan terakreditasi minimal A BAN-PT
    • Dokumen wajib: Formulir, KTP, KK, KTM, transkrip nilai, surat aktif kuliah/KRS, akreditasi kampus/jurusan, surat rekomendasi tokoh, surat pernyataan, proposal riset, hasil tes plagiarisme, PPT riset, CV/portofolio (untuk desain/film)

    Kategori Kelompok/Lembaga Riset:

    • Berasal dari lembaga riset terdaftar di BRIN atau memiliki pengesahan resmi.
    • Tim maksimal 5 orang dengan izin dari instansi terkait.
    • Dokumen wajib: CV semua anggota, KTP, kartu pegawai, akta Kemenkumham, rekomendasi HRD/pimpinan, RAB riset, surat rekomendasi tokoh, surat pernyataan kesediaan, draft proposal, hasil tes plagiarisme, PPT/video presentasi.

    Tanggal Penting

    • Pendaftaran : 22 Agustus-01 September 2025
    • Seleksi Berkas : 4-15 September 2025
    • Pengumuman Tahap 1 : 19- 21 September 2025
    • Seleksi Substansi : 24 September-13 Oktober 2025
    • Pengumuman Final : 17 Oktober 2025

    Tema Prioritas Riset Kategori Umum

    1. Peran BAZNAS dalam meningkatkan akses layanan kesehatan primer bagi mustahik di daerah 3T.
    2. Efektivitas program zakat untuk penyintas kronis dan keluarganya di Indonesia.
    3. Analisis potensi big data dalam pengelolaan dan transparansi dana zakat di era digital.
    4. Pengembangan aplikasi berbasis AI untuk pemetaan mustahik dan distribusi zakat efektif.
    5. Pemanfaatan dana zakat untuk resiliensi ekonomi korban bencana alam.
    6. Efektivitas penyaluran zakat oleh BAZNAS dalam tanggap darurat bencana.
    7. Peran zakat dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas dari kelompok rentan.
    8. Analisis aksesibilitas layanan zakat bagi komunitas disabilitas di Indonesia.
    9. Pemberdayaan ekonomi perempuan kepala keluarga melalui program zakat produktif BAZNAS.
    10. Green Accountability: transparansi dan pelaporan dampak lingkungan dari program zakat.
    11. Integrasi nilai-nilai ekoteologi Islam dalam pengelolaan zakat.
    12. Analisis pengelolaan dana haji oleh BPKH: antara prinsip syariah dan optimalisasi return.
    13. Strategi diversifikasi portofolio investasi dana haji berbasis syariah.
    14. Dampak penggunaan dana haji untuk pembiayaan infrastruktur terhadap keberlanjutan dana jemaah.
    15. Sistem pelaporan keuangan haji berbasis real-time: kebutuhan dan tantangan implementasi.

    (pal/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Pendaftaran BPI 2025 Diperpanjang hingga 29 September, Cek Lagi Syaratnya!



    Jakarta

    Kabar gembira bagi para calon penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi memperpanjang masa pendaftaran BPI jenjang D4/S1 hingga 29 September 2025 pukul 23.59 WIB.

    Mengutip unggahan Instagram @puslapdik_kemdikbud, Minggu (28/9/2025), perpanjangan ini dilakukan untuk membuka kesempatan lebih luas bagi guru maupun calon guru yang belum sempat mendaftar pada jadwal sebelumnya, yakni 18-27 September 2025.

    BPI adalah salah satu beasiswa dari pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik di Indonesia. Tahun ini, BPI dibuka untuk dua kategori utama, yaitu calon guru dan guru aktif.


    Pada kategori calon guru, beasiswa ditujukan kepada mahasiswa baru di bidang pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, pendidikan luar biasa, pendidikan jasmani, hingga bimbingan konseling. Sedangkan kategori guru menyasar pendidik SMA/SMK, guru kejuruan, dan guru pendidikan luar biasa yang ingin melanjutkan studi melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

    Pendaftar wajib memenuhi sejumlah persyaratan, mulai dari batas usia, status kepegawaian, hingga akreditasi program studi. Apa saja syarat daftarnya?

    Kriteria Program Studi yang BPI 2025

    1. Beasiswa BPI D4/S1 Calon Guru

    Diperuntukkan bagi peserta yang akan menjadi calon guru pada program studi:

    – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
    – Pendidikan Sekolah Dasar (SD)
    – Pendidikan Khusus/Pendidikan Luar Biasa
    – Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
    – Mata Pelajaran Kejuruan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
    – Bimbingan dan Konseling

    2. Beasiswa BPI D4/S1 untuk Guru

    Ditujukan bagi pendidik aktif dengan kategori:

    – Mata Pelajaran Umum di jenjang SMA/SMK
    – Mata Pelajaran Kejuruan
    – Pendidikan Luar Biasa

    Syarat Umum Daftar BPI 2025

    Persyaratan D4/S1 Calon Guru

    – Warga Negara Indonesia (dibuktikan dengan KTP atau KK)
    – Usia maksimal 30 tahun saat mendaftar
    – Telah diterima sebagai mahasiswa baru pada program studi sesuai kategori
    – Memiliki ijazah/SKL dan transkrip pendidikan sebelumnya
    – Belum pernah atau tidak sedang menempuh pendidikan tinggi jenjang S1/D4
    – Tidak sedang menerima beasiswa dari sumber lain

    Persyaratan D4/S1 Guru

    – Warga Negara Indonesia (dibuktikan dengan KTP atau KK)
    – Maksimal 47 tahun untuk guru SMA/SMK (mapel umum)
    – Maksimal 50 tahun untuk guru mata pelajaran kejuruan
    – Maksimal 55 tahun untuk guru Pendidikan Luar Biasa
    – Terdaftar sebagai guru minimal 3 tahun dalam sistem Dapodik
    – Diterima di program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada perguruan tinggi dengan akreditasi minimal B/Baik Sekali, yang tercatat di sistem Sierra Kemendikbudristek
    – Menempuh pendidikan pada program studi sesuai mata pelajaran/jurusan yang diampu
    – Memiliki ijazah/SKL dan transkrip pendidikan sebelumnya
    – Belum pernah atau tidak sedang kuliah jenjang S1/D4
    – Tidak sedang menerima beasiswa dari sumber lain

    Jadwal Seleksi BPI 2025

    • Pendaftaran:18-29 September 2025
    • Seleksi administrasi & substansi: melalui situs https://beasiswa.kemendikdasmen.go.id
    • Pengumuman hasil administrasi & substansi: melalui situs resmi
    • Seleksi wawancara: melalui situs resmi
    • Pengumuman hasil seleksi substansi/wawancara: melalui situs resmi
    • Pembekalan & penjelasan teknis penandatanganan kontrak: melalui situs resmi

    Demikian informasi perpanjangan pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) 2025. Ayo calon Ibu Bapak Guru dan Ibu Bapak Guru buruan daftar!

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com