Tag: RLUSD

  • Ripple Terus Mencetak RLUSD: Apa Artinya bagi Industri Kripto?

    Ripple kembali mencetak 2,5 juta token RLUSD, menambah total penerbitan stablecoin ini menjadi 4,5 juta token hanya dalam satu hari, tepatnya pada 28 Februari 2025.

    Sebelumnya, Ripple sempat menghentikan pencetakan RLUSD pada Januari, namun kembali aktif menerbitkan stablecoin ini pada 27 Februari dengan total 7,1 juta token baru.

    Dilaporkan U Today, sejak pertama kali diluncurkan pada Desember 2024, Ripple terus memberikan transparansi dengan merilis laporan pengesahan RLUSD secara berkala.

    Laporan terbaru untuk Januari 2025 menegaskan bahwa setiap token RLUSD dijamin sepenuhnya oleh aset cadangan yang kuat, memberikan stabilitas bagi pengguna.

    Pertumbuhan RLUSD dan Minat Institusional

    Stablecoin RLUSD semakin menarik perhatian di dunia kripto. Kapitalisasi pasarnya melonjak hingga mencapai $130 juta pada Januari 2025, dengan volume perdagangan mencapai $7,35 miliar di XRP Ledger (XRPL) dan Ethereum dalam 60 hari pertama operasinya.

    Angka ini jauh lebih besar dibandingkan banyak stablecoin lain yang baru diluncurkan.

    Selain itu, RLUSD juga memiliki cadangan lebih besar dari jumlah total pasokan, dengan kelebihan dana sebesar $7 juta. Keandalan ini membuat RLUSD semakin diminati sebagai aset agunan on-chain untuk tokenisasi aset.

    Ripple dan Ekspansi Global

    Tidak hanya mencetak RLUSD, Ripple juga semakin gencar memperluas ekosistemnya melalui berbagai kemitraan strategis.

    Baru-baru ini, Ripple bermitra dengan BDACS untuk memperluas penyimpanan kripto institusional di Korea Selatan, memberikan infrastruktur aman untuk XRP, RLUSD, dan aset kripto lainnya.

    Selain itu, pada Januari lalu, Ripple dan Ondo Finance bekerja sama untuk membawa OUSG, obligasi negara AS yang ditokenisasi, ke XRP Ledger. OUSG ini akan dicetak dan ditebus melalui RLUSD, memperluas utilitas stablecoin ini dalam dunia keuangan terdesentralisasi.

    Masa Depan RLUSD

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 2 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 2 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Banyak lembaga keuangan kini melihat RLUSD sebagai solusi untuk penyelesaian lintas batas dan pembayaran kas internal.

    Eksekutif Ripple, Reece Merrick, mengungkapkan bahwa minat terhadap stablecoin ini terus meningkat, terutama di kalangan institusi yang mencari cara efisien untuk transaksi global.

    Dengan dukungan penuh dari Ripple, ekspansi kemitraan strategis, dan transparansi dalam pengelolaan cadangan, RLUSD berpotensi menjadi salah satu stablecoin utama di industri kripto.

    Bagaimana menurut Anda? Apakah RLUSD bisa menjadi pesaing kuat bagi stablecoin besar lainnya seperti USDT dan USDC? Tetap pantau perkembangan terbaru di dunia kripto!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • RLUSD Jadi Kunci? Masa Depan XRPL di Tangan Stablecoin Ripple

    Ripple kembali memperluas strategi ekosistemnya dengan menjadi investor strategis dalam pendanaan awal (seed round) senilai $5 juta untuk t54 Labs pada 25 Februari. t54 memposisikan diri sebagai “trust layer” bagi ekonomi berbasis AI agent yang sedang berkembang.

    Langkah ini bukan sekadar investasi kecil dalam proyek AI, melainkan sinyal arah strategis Ripple. Perusahaan tidak mendukung chatbot konsumen atau token bertema AI, melainkan membangun infrastruktur pembayaran, identitas, dan kontrol risiko yang memungkinkan agen otonom bertransaksi secara patuh regulasi.

    Ripple sebelumnya telah menyatakan telah menggelontorkan $550 juta ke dalam ekosistem XRP Ledger (XRPL). Investasi di t54 menunjukkan fokus berikutnya: menjadikan XRPL sebagai tulang punggung pembayaran machine-to-machine (M2M).

    AI Agent Butuh Pembayaran yang Tertanam dalam Workflow

    Jika AI agent benar-benar menjadi pelaku ekonomi digital, membeli data, menyewa komputasi, atau membayar layanan—maka pembayaran harus terjadi langsung di dalam proses kerja (workflow), bukan setelahnya.

    Di sinilah standar x402 menjadi relevan. x402 menghidupkan kembali kode HTTP 402 “Payment Required”, memungkinkan agen memanggil endpoint, menerima tantangan pembayaran, menyelesaikan pembayaran otomatis, lalu melanjutkan proses—tanpa langganan, invoice, atau rekonsiliasi manual.

    Namun, standar saja tidak cukup. Infrastruktur pembayaran di belakangnya harus cepat, murah, dan yang terpenting: patuh regulasi.

    Ripple melihat celah di sini. Menurut Tim Research Tokocrypto, Ripple nggak cuma kejar chatbot, tapi kejar infrastruktur ‘back-end’ ekonomi AI.

    “Jika agen AI mulai menggunakan RLUSD buat beli data atau komputasi, XRPL bakal dapet lonjakan likuiditas on-ledger masif. Ini strategi jangka panjang narik XRPL jadi tulang punggung ekonomi mesin,” terangnya.

    Tantangan Utama: Akuntabilitas, Bukan Sekadar Transfer Nilai

    Mengirim dana lewat blockchain bukan lagi masalah besar. Tantangan sebenarnya adalah akuntabilitas.

    Jika AI agent melakukan transaksi, pihak lawan transaksi—terutama institusi teregulasi—akan bertanya:

    • Siapa yang mengendalikan agent tersebut?
    • Apakah ada verifikasi identitas?
    • Bagaimana risiko dipantau?
    • Siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kesalahan?

    t54 membangun infrastruktur dengan asumsi bahwa identitas, verifikasi, kontrol risiko real-time, dan sistem kredit adalah syarat utama agar ekonomi berbasis AI dapat berkembang secara serius.

    Dalam konteks ini, XRPL diposisikan bukan sekadar blockchain aplikasi AI, melainkan sebagai layer settlement yang siap digunakan institusi.

    Permissioned Domains dan DEX: Infrastruktur untuk Institusi

    Perkembangan XRPL belakangan ini, seperti fitur Permissioned Domains dan Permissioned DEX, menunjukkan arah yang jelas: menciptakan lingkungan terkontrol bagi pelaku yang membutuhkan allowlist, kredensial, dan akses terbatas.

    Jika AI agent harus bertransaksi dengan entitas yang wajib memenuhi KYC, AML, dan screening sanksi, maka pendekatan permissioned menjadi krusial.

    Di titik ini, bentuk pembayaran menjadi penentu utama.

    Baca juga: Binance Resmi Integrasi RLUSD, Stablecoin Ripple Makin Ekspansif!

    RLUSD Bisa Lebih Penting dari Biaya Transaksi

    Dalam ekonomi machine-to-machine, volatilitas adalah masalah. AI agent yang melakukan ribuan transaksi mikro tidak dapat bergantung pada aset yang fluktuatif.

    Stablecoin menjadi solusi logis.

    RLUSD, stablecoin milik Ripple, memiliki suplai beredar sekitar $1,538 miliar dengan cadangan sekitar $1,610 miliar. Namun, data DeFiLlama menunjukkan stablecoin yang benar-benar beredar di XRPL sekitar $415 juta, dan RLUSD menyumbang sekitar 83% dari jumlah tersebut.

    Artinya, meski RLUSD cukup besar secara total suplai, likuiditas settlement di XRPL sendiri masih relatif terbatas.

    Jika AI workflow benar-benar memilih RLUSD sebagai aset kerja utama, maka permintaan likuiditas di XRPL dapat meningkat signifikan.

    Menariknya, biaya dasar XRPL sangat kecil—sekitar 0,00001 XRP per transaksi dan dibakar. Dampak ekonomi terbesar bukan dari fee burn, melainkan dari peningkatan kebutuhan likuiditas stablecoin dan market making di dalam ledger.

    XRPL Tidak Perlu Kuasai Seluruh Pasar AI

    Saat ini, Ethereum memimpin dalam jumlah AI agent yang dideploy, disusul Base. XRPL bukan pemain dominan di sisi aplikasi AI.

    Namun Ripple tampaknya tidak menargetkan dominasi penuh. Strateginya lebih sempit dan praktis: menguasai layer pembayaran dan settlement.

    Jika standar seperti x402 mencapai 200 juta transaksi per tahun dan XRPL menangkap 2%, itu berarti sekitar 4 juta transaksi per tahun. Jika penetrasi naik menjadi 5% dari 1 miliar transaksi tahunan, maka XRPL dapat memproses 50 juta transaksi per tahun.

    Dalam skenario lebih agresif—10 miliar transaksi tahunan dengan 5% pangsa—XRPL bisa menangani 500 juta transaksi per tahun, atau sekitar 1,37 juta transaksi per hari.

    Angka tersebut cukup untuk menciptakan perubahan signifikan dalam kebutuhan likuiditas, alat kepatuhan, dan infrastruktur pengembang.

    Kesimpulan: Miliaran Dolar Potensi, Tapi Bergantung pada Pilihan Agent

    Potensi pembayaran machine-to-machine bernilai miliaran dolar memang terbuka. Namun, dampak riil bagi XRPL bergantung pada satu faktor kunci: apakah AI agent memilih RLUSD sebagai aset settlement utama.

    Jika ya, XRPL dapat menjadi pusat clearing untuk ekonomi digital otonom. Jika tidak, peran Ripple mungkin hanya terbatas sebagai pemain pendukung dalam lanskap yang lebih luas.

    Pertarungan berikutnya bukan soal hype AI, melainkan siapa yang menguasai rel pembayaran di balik layar.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance Resmi Integrasi RLUSD, Stablecoin Ripple Makin Ekspansif!

    Binance, bursa kripto terbesar di dunia, resmi menyelesaikan integrasi Ripple USD (RLUSD) di jaringan XRP Ledger. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya permintaan terhadap stablecoin yang teregulasi dan memiliki cadangan transparan.

    Dilaporkan Trading View, Binance mengonfirmasi bahwa deposit RLUSD kini sudah tersedia, sementara fitur penarikan (withdrawal) akan segera diaktifkan setelah likuiditas jaringan mencukupi.

    Eksekutif senior Ripple, Reece Merrick, menyatakan bahwa integrasi teknis RLUSD di XRP Ledger telah rampung. Dengan dukungan jaringan XRP Ledger yang dikenal cepat dan berbiaya rendah, RLUSD kini dapat ditransfer secara lebih efisien. Hal ini dinilai penting bagi trader maupun institusi yang membutuhkan transaksi stabil dengan waktu penyelesaian singkat.

    Baca juga: XRP Tumbang ke US$1,38, Tapi Kalahkan Bitcoin dan Ethereum?

    Integrasi Teknis RLUSD

    Di Binance, RLUSD telah dipasangkan dengan beberapa pasangan perdagangan seperti RLUSD/USDT dan XRP/RLUSD guna meningkatkan likuiditas dan utilitas di dalam ekosistem. Bursa tersebut juga menawarkan promo bebas biaya transaksi (zero trading fees) untuk pasangan RLUSD tertentu.

    Selain itu, RLUSD telah terintegrasi dalam program Simple Earn Binance, memungkinkan pengguna memperoleh imbal hasil dengan skema fleksibel tanpa periode penguncian tetap.

    Setelah integrasi ini, pengguna dapat langsung membuat alamat deposit dan mengirim RLUSD melalui jaringan XRP Ledger. Sementara itu, penarikan akan dibuka dalam waktu dekat setelah likuiditas dinilai stabil. Sebelumnya, RLUSD telah lebih dulu terdaftar di sejumlah bursa besar seperti Bitstamp, Kraken, Gemini, dan Bitget. Secara keseluruhan, stablecoin ini kini tersedia di lebih dari 16 bursa global.

    Sejak diluncurkan pada Desember 2024, RLUSD menunjukkan pertumbuhan yang stabil dengan kapitalisasi pasar melampaui US$1,52 miliar. Harganya tetap bergerak di kisaran US$1, mencerminkan stabilitas sebagai aset yang dipatok terhadap dolar AS.

    RLUSD didukung cadangan 1:1 berupa simpanan dolar AS, obligasi pemerintah AS (Treasury bills), serta aset likuid lainnya di bawah pengawasan New York Department of Financial Services (NYDFS). Laporan terbaru menyebutkan bahwa cadangan RLUSD bahkan melebihi 103% dari total suplai beredar, memperkuat kepercayaan terhadap stablecoin tersebut.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, hadirnya RLUSD di bursa kripto terbesar dunia memperluas kegunaan ekosistem XRP Ledger.

    “Integrasi ini memperkuat posisi Ripple di pasar stablecoin yang teregulasi dan memberikan opsi likuiditas baru bagi institusi yang mencari kepatuhan hukum,” jelasnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com