Tag: Robert Kiyosaki

  • Robert Kiyosaki Sarankan Beli Bitcoin Sekarang, Sebelum Pasar Jatuh

    Robert Kiyosaki, penulis yang dikenal melalui karyanya, “Rich Dad Poor Dad,” baru-baru ini memberikan nasihat yang patut dipertimbangkan. Dalam posting terbarunya di media sosial, ia menyoroti pentingnya memiliki aset seperti emas, perak, dan Bitcoin (BTC) tanpa terlalu khawatir tentang spekulasi harga di masa depan.

    Menurut laporan dari U.Today, melalui cuitannya di X (Twitter), Kiyosaki menegaskan bahwa mengkhawatirkan nilai masa depan emas, perak, atau Bitcoin seharusnya tidak mengalahkan kebutuhan untuk memperoleh aset-aset tersebut saat ini.

    Pesan yang disampaikannya sangat jelas, yaitu mengkritik kecenderungan kita untuk terlalu fokus pada perkiraan harga di masa depan sementara melupakan pentingnya mengamankan aset-asat tersebut saat ini.

    Baca juga: Berapa Biaya Transaksi dalam Dunia Blockchain?

    Saat yang Tepat Punya Bitcoin

    Kiyosaki meyakini bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk memiliki aset-aset ini, mengingat nilai yang menarik yang mereka miliki saat ini. Akan tetapi, ia juga mengingatkan kita bahwa situasi ini mungkin berubah dalam waktu dekat, terutama dengan ketidakpastian keuangan yang sedang melanda Amerika Serikat.

    “Dalam hal ini, pertanyaan yang lebih relevan adalah berapa banyak emas, perak, atau Bitcoin yang Anda pegang SAAT INI? Emas, perak, dan Bitcoin dapat dibeli saat ini… namun, tidak ada jaminan di masa depan. Amerika Serikat sedang mengalami krisis finansial. Segera beli GSBC sebelum saham, obligasi, dan pasar real estat mengalami penurunan tajam, dan orang-orang berduyun-duyun untuk membeli GSBC,” demikian tulis Kiyosaki dalam cuitannya.

    Sebelumnya, Kiyosaki telah menunjukkan minat yang semakin meningkat terhadap Bitcoin, dengan proyeksinya tentang potensi kenaikan nilai Bitcoin hingga mencapai level $120.000 tahun depan, dan bahkan proyeksi yang lebih besar yaitu mencapai $500.000 per BTC pada tahun 2025.

    Nabung kripto sekarang, potensi panen cuan saat halving Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Cicil Bitcoin dan kripto sekarang, potensi panen cuan saat halving Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Transaksi Kripto di Indonesia Capai Rp 86,45 Triliun hingga Agustus 2023

    Proyeksi Bitcoin

    Proyeksi ini sejalan dengan kekhawatirannya tentang kebijakan Federal Reserve AS yang telah mencetak uang secara ekstensif, yang memicu kekhawatiran akan inflasi dan stabilitas mata uang konvensional seperti USD.

    Nasihat Kiyosaki bukan hanya sebuah pengamatan, tetapi juga sebuah dorongan untuk bertindak. Ia mendorong individu untuk mendengarkan naluri finansial mereka dan secara aktif melindungi aset-aset seperti emas, perak, dan BTC.

    Para investor tentu saja mengikuti dengan cermat perkiraan dari penulis yang terkenal ini, mengingat rekam jejaknya dalam memberikan wawasan yang tak konvensional dan telah menarik perhatian banyak orang.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Bakal Meledak di 2024 dan Dolar AS Turun

    Robert Kiyosaki yang merupakan seorang investor terkemuka asal Amerika Serikat meramalkan masa depan dolar AS yang suram dan menyarankan orang untuk fokus pada Bitcoin dan emas. Dia percaya Bitcoin dapat meroket menjadi US$ 120.000 atau sekitar Rp 1,8 miliar pada tahun 2024.

    Proyeksi Kiyosaki itu sejalan dengan laporan terbaru Standard Chartered Bank yang menyebutkan harga Bitcoin (BTC) dapat naik menjadi sekitar Rp 1,8 miliar pada akhir tahun 2024. Bank multinasional Inggris itu memproyeksikan harga BTC akan terus bergerak naik mencapai harga US$ 50.000 atau sekitar Rp 759 juta pada akhir tahun ini. Kemudian, melonjak dua kali lipat di tahun 2024 mendatang.

    Menurut penulis buku “Rich Dad, Poor Dad” itu, tahun ini telah dilalui dengan pasar kripto yang tidak konsisten, tetapi Bitcoin adalah pengecualian yang jelas. Selain itu, dengan masuknya pengajuan ETF Bitcoin spot, ada keyakinan bahwa aset tersebut hanya akan terus meningkat. Namun demikian, pertumbuhan BRICS yang konsisten dan faktor ekonomi makro lainnya dapat membuka jalan bagi penurunan dolar AS yang berkelanjutan.

    Baca juga: Standard Chartered Yakin Bitcoin Bisa Naik Jadi Rp 1,8 M pada Akhir 2024

    Afrika Selatan akan menjadi tuan rumah bagi para pemimpin Brasil, Rusia, India, dan China (sekelompok negara yang dikenal sebagai BRICS) pada Agustus tahun ini untuk membahas kemungkinan penciptaan mata uang baru. Kiyosaki mengharapkan negara-negara untuk memperkenalkan aset kripto baru yang didukung oleh emas, yang dapat merugikan dolar AS:

    “US $ akan mati. Triliunan US$ buru-buru pulang. Inflasi menembus atap,” tulis Kiyosaki dalam tweet-nya.

    Dia mengimbau konsumen untuk berinvestasi di emas dan perak sebagai langkah perlindungan. Seperti pernyataan sebelumnya, dia menyentuh Bitcoin, melihatnya naik menjadi US$ 120.000 pada tahun 2024.

    Kiyosaki, yang merupakan salah satu dari sedikit orang yang meramalkan keruntuhan ekonomi tahun 2008, percaya bahwa BTC adalah alat investasi yang tepat pada saat terjadi kehancuran finansial atau inflasi yang parah.

    Dia berargumen pada April 2020 bahwa pencetakan dolar AS massal Fed selama pandemi global COVID-19 dapat bermanfaat bagi emas dan Bitcoin, menyebutnya sebagai “investasi terbaik”. Ingatlah bahwa BTC diperdagangkan sekitar US$ 6.800 pada saat itu.

    Dia tetap menjadi pendukung BTC selama bear market 2022, merekomendasikan kepada investor bahwa ini adalah peluang bagus untuk membeli penurunan.

    Proyeksi Harga BTC di 2025

    Harga Bitcoin Bergerak Agresif
    Harga Bitcoin Bergerak Agresif.

    Baca juga: Sinyal Bullish: Mantan Ketua SEC Sebut ETF Bitcoin Harus Disetujui

    Kiyosaki mengkritik dolar AS sekali lagi pada bulan Februari, menggambarkannya sebagai “uang palsu”. Dia membayangkan bahwa kepercayaan yang dirusak pada mata uang cadangan dunia dapat mendorong investor menuju Bitcoin, emas, dan perak.

    Akibatnya, dia yakin BTC dapat mencapai US$ 500.000 atau sekitar Rp 7,5 miliar pada tahun 2025, sedangkan logam kuning dan perak masing-masing dapat mencapai US$ 5.000 dan US$ 500. Dia juga memberi label Bitcoin sebagai “dolar AS rakyat,”sambil menamai emas “uang Tuhan”.

    Tokoh lain seperti Ketua Eksekutif MicroStrategy, Michael Saylor dan CEO Ark Invest, Cathie Wood, telah memperkirakan masa depan yang lebih cerah untuk BTC, menunjukkan harganya bisa mencapai US$ 1 juta, meskipun dalam jangka waktu yang berbeda.

    Mirip dengan Kiyosaki, Wood berpendapat bahwa aset digital adalah “lindung nilai besar” terhadap inflasi. Dia juga berpikir itu bisa digunakan untuk melawan deflasi dan risiko rekanan.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Robert Kiyosaki: Peluang Beli Bitcoin saat Ekonomi AS Anjlok

    Robert Kiyosaki, pengusaha dan penulis buku “Rich Dad Poor Dad,” kembali menyuarakan pendapatnya terkait keuntungan aset kripto. Ia memprediksi kripto, terutama Bitcoin (BTC) masih memiliki peluang tinggi di masa depan.

    Kiyosaki menyebut BTC, perak, dan emas memasuki peluang beli di tengah penguatan dolar Amerika Serikat dan kenaikan suku bunga yang berkelanjutan. Ekonomi AS yang anjlok membuat market kripto lesu dan sejumlah kripto mendapatkan ‘harga diskon.’

    Melalui media sosialnya, pria berkacamata itu mencatat harga tiga komoditas BTC, perak, dan emas yang terkadang disebut sebagai aset “safe haven,” akan terus turun seiring penguatan dolar Amerika Serikat. Ini membuktikan nilainya setelah “FED pivot” dan menurunkan suku bunga.

    Baca juga: Investor Aset Kripto di Indonesia Tembus 16,1 Juta Pelanggan

    “Jika Fed terus menaikkan suku bunga US$ akan semakin kuat menyebabkan harga emas, perak & Bitcoin turun. Beli lebih banyak. Ketika FED berputar dan menurunkan suku bunga seperti yang baru saja dilakukan Inggris, Anda akan tersenyum sementara yang lain menangis. Hati hati,” tulis Kiyosaki dalam tweet-nya.

    Dukung Bitcoin

    Pada tahun 2020, Kiyosaki telah menjadi pendukung aset kripto yang secara langsung oleh The Fed, setelah pernah memperingatkan investor untuk memilih Bitcoin, setelah episode pencetakan uang massal langsung oleh Fed sebagai tanggapan terhadap pandemi COVID-19.

    Menariknya, Kiyosaki menyukai Bitcoin meskipun tidak percaya ada nilainya, katanya dalam wawancara baru-baru ini di Rich Dad. Dalam sebuah surat bulan September lalu kepada pelanggannya yang dikirim melalui pos, Kiyosaki menekankan perlunya berinvestasi dalam aset digital sekarang untuk mendapatkan hasil yang luar biasa dalam jangka panjang.

    Baca juga: Prediksi Harga Kripto Algorand (ALGO), Bisa ATH di Tahun 2030?





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apakah Bitcoin Adalah Jalan Termudah Menuju Kekayaan?

    Bitcoin adalah impian banyak investor untuk menjadi seorang jutawan. Sementara beberapa mengikuti serangkaian strategi yang rumit, ada juga yang menaruh seluruh investasi mereka pada satu aset.

    Robert Kiyosaki, penulis keuangan ternama, mengungkapkan bahwa Bitcoin adalah salah satu alat investasi yang paling mudah diakses untuk mencapai status jutawan. Kiyosaki menyoroti kesederhanaan dan potensi Bitcoin dibandingkan dengan jalur investasi tradisional.

    Penulis buku “Rich Dad Poor Dad” ini sering membagikan prediksi tentang Bitcoin kepada pengikutnya di X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter). Baru-baru ini, ia memperkirakan bahwa BTC bisa naik hingga US$350.000 atau sekitar Rp 5,6 miliar pada Agustus 2024. Meskipun prediksinya terdengar tidak masuk akal, hal ini menanamkan optimisme di pasar. Pada tanggal 11 Juni, dia men-tweet:

    “Pernyataan ini mencerminkan kekaguman abadi Kiyosaki terhadap Bitcoin. Ia yakin bahwa Bitcoin akan meroket. Selain itu, ia juga menggemakan proyeksi optimis Cathie Wood dari ARK Invest bahwa BTC pada akhirnya dapat mencapai US$2,3 juta. Pada saat berita ini ditulis, BTC diperdagangkan pada US$66.675.62, menyusul penurunan harian sebesar 4,64%. Aset tersebut mencatat kenaikan 11% selama sebulan terakhir.”

    Melihat Strategi yang Lebih Luas

    Robert Kiyosaki: Peluang beli Bitcoin saat ekonomi AS anjlok. Foto: Londonreal.tv.
    Robert Kiyosaki: Peluang beli Bitcoin saat ekonomi AS anjlok. Foto: Londonreal.tv.

    Baca juga: Catat! Altcoin Ini Potensi Melampaui Rebound Pasar Kripto

    Pandangan bullish Kiyosaki terhadap Bitcoin adalah bagian dari strategi investasinya yang lebih luas. Ia menyarankan para pengikutnya untuk mengakumulasi aset seperti logam mulia, termasuk emas dan perak. Kiyosaki yakin bahwa aset-aset ini adalah perlindungan utama terhadap inflasi, meningkatnya utang, dan volatilitas pasar keuangan secara keseluruhan.

    Dukungan terbaru Kiyosaki terhadap BTC mencerminkan meningkatnya kepercayaan di kalangan investor. Bitcoin, dalam konteks ini, terbukti lebih dari sekadar lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi. Kiyosaki juga menyoroti peluang signifikan untuk penciptaan kekayaan melalui BTC.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Tembus Rp 1,5 M pada Juni 2024

    Penulis terkenal Robert Kiyosaki, yang dikenal luas karena buku terlarisnya “Rich Dad Poor Dad,” telah membuat komunitas kripto heboh dengan memperkirakan nilai Bitcoin akan melonjak hingga $100.000 atau sekitar Rp 1,5 miliar pada Juni 2024.

    Dalam postingan tweet baru-baru ini, Kiyosaki membagikan prediksi bullish-nya mengenai harga Bitcoin, yang menyatakan bahwa Bitcoin akan mencapai $100.000 pada Juni 2024. Sementara itu, pandangan optimis ini semakin memperkuat dukungan konsisten Kiyosaki terhadap aset seperti emas, perak, dan Bitcoin.

    Ini bukan pertama kalinya Kiyosaki bersikap bullish terhadap Bitcoin, sebelumnya pada tanggal 15 Februari lalu, ia menyatakan keprihatinannya mengenai dampak The Fed terhadap perekonomian AS. Dia mengkritik The Fed karena diduga merugikan kesejahteraan finansial masyarakat miskin dan kelas menengah sekaligus menguntungkan lembaga perbankan kaya.

    Ilustrasi Bitcoin.
    Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Prediksi Ark Invest: Harga Solana Siap Mencapai $750

    Dalam tweet-nya yang lugas, dia menyatakan, “Jangan Melawan The Fed? Saya bilang, ‘F the Fed.’ Beli emas, perak, Bitcoin.”

    Mungkin komentar ini muncul pada saat Bitcoin mengalami pertumbuhan yang signifikan, dengan peningkatan luar biasa sebesar 10% selama seminggu terakhir, mencapai angka $52.302.

    Lebih lanjut menyoroti peristiwa halving Bitcoin yang dijadwalkan pada bulan April 2024, Kiyosaki mendorong para pengikutnya untuk memantau dengan cermat kejadian penting ini, yang mengurangi laju penciptaan Bitcoin baru kira-kira setiap empat tahun.

    Dukungannya terhadap investasi Bitcoin sejalan dengan pengakuannya terhadap perencana keuangan yang mengubah pendekatan mereka, mengarahkan klien ke Bitcoin daripada menghindari keuntungan berbasis komisi.

    Analisis Harga Bitcoin

    Prediksi berani Robert Kiyosaki muncul di tengah lonjakan nilai Bitcoin yang mengesankan , yang baru-baru ini mencapai level tertinggi dalam 26 bulan sebesar $52.000. Khususnya, Bitcoin telah mengalami kenaikan luar biasa sebesar 23% sejak awal tahun.

    Namun, agar target Kiyosaki sebesar $100.000 dapat terwujud, Bitcoin menghadapi tantangan besar berupa lonjakan sebesar 92,17% dalam tiga bulan dan 14 hari ke depan. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan 0,9% lebih tinggi pada $52.337,55.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 0,01 Bitcoin Bisa Membuat Kaya Dalam 2 Tahun

    Robert Kiyosaki, investor kawakan sekaligus penulis buku laris Rich Dad Poor Dad, kembali menarik perhatian komunitas keuangan dengan pernyataannya soal Bitcoin. Dalam unggahan terbarunya di platform X (dulu Twitter), ia menegaskan pentingnya mengakumulasi Bitcoin sejak dini, bahkan jika hanya mampu membeli 0,01 BTC.

    Menurut Kiyosaki, saat ini adalah “masa termudah dalam sejarah untuk menjadi kaya,” dan ia percaya bahwa dalam waktu dua tahun ke depan, sekecil apa pun kepemilikan Bitcoin akan bernilai tinggi—bahkan bisa menjadi aset yang sangat berharga.

    Optimisme Terhadap Masa Depan Bitcoin

    Komentar Kiyosaki muncul seiring dengan lonjakan harga Bitcoin yang baru saja mencetak rekor tertinggi di angka $111.000. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap pertumbuhan mata uang kripto ini, sembari menyayangkan bahwa masih banyak orang belum melihat potensi luar biasa Bitcoin sebagai sarana membangun kekayaan.

    Perbandingan Abadi: Bitcoin vs. Emas

    Diskusi tentang apakah Bitcoin bisa menyaingi atau bahkan melampaui emas sebagai aset lindung nilai telah berlangsung selama bertahun-tahun. Pendukung kripto memandang BTC sebagai emas digital yang lebih unggul karena kelangkaannya dan sifatnya yang terdesentralisasi.

    Namun, tidak semua pihak sepakat. Kritikus Bitcoin seperti Peter Schiff tetap memuji emas sebagai aset safe haven yang lebih andal, dan menyoroti alasan mengapa pemerintah dunia lebih memilih emas sebagai cadangan nasional daripada Bitcoin.

    Menariknya, nilai 1 BTC kini sering dibandingkan dengan harga 1 kg emas, dan fluktuasi harga di antara keduanya menjadi bahan diskusi hangat di kalangan investor.

    Bitcoin Semakin Populer di AS

    Sebuah laporan terbaru dari River America menunjukkan bahwa sekitar 50 juta warga AS kini memiliki Bitcoin, jauh lebih banyak dibandingkan 37 juta pemilik emas. Data ini menunjukkan pergeseran preferensi generasi baru dalam memilih aset investasi.

    Seruan Kiyosaki untuk Mengumpulkan BTC

    Meski mengakui bahwa Bitcoin memiliki volatilitas tinggi, Kiyosaki menegaskan bahwa kehidupan pun penuh ketidakpastian dan risiko. Ia justru melihat peluang di balik volatilitas ini.

    Dengan hanya tersisa sekitar 1 hingga 2 juta BTC yang belum ditambang, Kiyosaki memprediksi akan terjadi lonjakan harga besar-besaran, sejalan dengan pandangan tokoh-tokoh seperti Raoul Pal.

    Ia pun mengajak para investor untuk mulai mengumpulkan Bitcoin sebelum terlambat, serta menganjurkan untuk belajar dari tokoh-tokoh industri seperti Raoul Pal, Michael Saylor, dan Anthony Pompliano dalam memahami arah masa depan sistem keuangan global.

    Baca juga: Investor Cuan Rp178 T! Reli Bitcoin Tertahan di Batas Psikologis $110K


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Robert Kiyosaki Prediksi Bitcoin Tembus Rp8 Miliar Saat Hiperinflasi

    Penulis “Rich Dad Poor Dad”, Robert Kiyosaki, kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial: Bitcoin bisa melonjak hingga Rp8 miliar atau sekitar $500.000 di tengah kekhawatiran hiperinflasi dan ketidakstabilan ekonomi AS.

    Peringatan dari Kiyosaki: Dolar Melemah, Bitcoin Menguat

    Robert Kiyosaki memperingatkan potensi hiperinflasi di Amerika Serikat yang ia klaim sudah mulai terjadi. Ia memperkirakan harga Bitcoin bisa meroket antara $500.000 hingga $1 juta, menyusul lonjakan harga BTC ke level tertinggi sepanjang masa di $109.424.

    Menurut Kiyosaki, runtuhnya kepercayaan terhadap utang pemerintah AS menjadi faktor utama. Ia menyoroti lelang obligasi pemerintah AS pada 20 Mei yang menurutnya tidak diminati pembeli dan memaksa The Fed membeli sendiri obligasi senilai $50 miliar. Meski data resmi Departemen Keuangan menunjukkan minat yang kuat dalam lelang tersebut, Kiyosaki tetap skeptis dan menyebut pembelian The Fed sebagai “uang palsu membeli aset palsu”.

    Baca juga: Meroket, Harga Bitcoin Tembus Rekor Baru $110.000

    Hiperinflasi: Ancaman Nyata bagi Tabungan Masyarakat

    Dalam postingannya di X (sebelumnya Twitter), Kiyosaki menyebut bahwa AS telah memasuki fase hiperinflasi. Ia menilai pencetakan uang yang terus dilakukan pemerintah akan mempercepat penurunan nilai dolar dan melemahkan daya beli masyarakat. “Jutaan orang akan tersapu secara finansial,” tegasnya.

    Ia juga menambahkan bahwa sistem keuangan konvensional tidak lagi cukup untuk melindungi kekayaan individu dalam kondisi seperti ini.

    Aset Alternatif: Bitcoin, Emas, dan Perak

    Sebagai langkah mitigasi, Kiyosaki menganjurkan untuk berinvestasi dalam aset berpasokan terbatas seperti Bitcoin, emas, dan perak. Menurutnya, emas bisa menembus $25.000 per ons dan perak mencapai $70. Ia juga mengkritik ETF Bitcoin, menyebutnya tak lebih dari “kertas toilet”, dan menegaskan pentingnya memiliki Bitcoin secara langsung. “Beli lebih banyak. Jangan jual,” ujarnya kepada para pengikutnya.

    Minat Institusional Dorong Harga BTC ke Rekor Baru

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 22 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 22 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Saat artikel ini ditulis, harga Bitcoin mencetak rekor baru di $109.424. Lonjakan ini dipicu meningkatnya permintaan institusional, termasuk arus masuk ke Bitcoin ETF. Analis Peter Brandt memperkirakan BTC bisa mencapai $125.000–$150.000 pada akhir Agustus. Bahkan Jim Cramer turut menyarankan Bitcoin dan emas sebagai opsi lindung nilai yang aman.

    Meski proyeksi Kiyosaki tentang Bitcoin senilai $1 juta terdengar ambisius, prediksi ini selaras dengan sentimen bullish yang mendominasi pasar kripto saat ini. Ia meyakini, krisis ekonomi global justru akan mempercepat lonjakan harga aset digital seperti Bitcoin.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 7 Kesalahan Ini Bikin Orang Susah Jadi Kaya!

    Jakarta

    Investor ternama sekaligus penulis buku “Rich Dad Poor Dad”, Robert Kiyosaki, ada sejumlah kesalahan pengelolaan keuangan yang sering dilakukan anak muda. Semisal tidak menginvestasikan uang yang ada karena merasa masih muda dan memiliki banyak waktu di masa mendatang.

    Selain itu dirinya juga selalu menyarankan para kaum muda untuk tidak memprioritaskan keinginan mereka dengan hanya melakukan pekerjaan yang disukai daripada membangun kekayaan sejak dini.

    Melansir New Trader U, Sabtu (22/2/2025), ini 7 kesalahan pengelolaan uang ala Robert Kiyosaki:


    1. Terlalu Fokus pada Pekerjaan yang Disukai

    Menurutnya saat ini terdapat banyak anak muda tumbuh dengan keyakinan bahwa kunci menuju kesuksesan dan kehidupan yang memuaskan adalah menemukan pekerjaan yang disukai.

    Namun, ia berpendapat hanya melakukan apa yang disukai dapat menghambat seseorang dalam membangun kekayaan dan mencapai kebebasan finansial.

    Kiyosaki berargumentasi bahwa generasi muda harus fokus terlebih dahulu pada investasi, perolehan aset, dan membangun aliran pendapatan pasif dibandingkan hanya mengejar passion dalam karir mereka.

    2. Tak Investasi Sejak Dini

    Kiyosaki mengatakan banyak konglomerat yang memperoleh kekayaan mereka dari aset yang menghasilkan pendapatan di luar pekerjaan sehari-hari mereka. Aset yang dimaksudnya ini seperti real estat, bisnis, royalti, dan investasi.

    Menurutnya seringkali generasi muda hanya fokus pada jenjang pendidikan yang baik dan meniti karier di perusahaan alih-alih berinvestasi pada aset yang sesuai dan memperoleh pendapatan pasif.

    3. Mengutamakan Semangat Dibanding Kebebasan Finansial

    Kaum muda saat ini cenderung fokus pada karier yang mereka sukai. Namun Kiyosaki memperingatkan bahwa hasrat ini dapat membawa mereka ke jalur finansial yang salah.

    Dia menyoroti bahwa terkadang Anda harus menunda kepuasan dan melakukan kerja keras yang mungkin tidak Anda sukai dalam jangka pendek untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang.

    Sebagai contoh Kiyosaki sendiri tidak tertarik mempelajari ilmu akuntansi, hukum bisnis, dan investasi. Namun ia tahu bahwa memperoleh pengetahuan ini terkait hal-hal ini akan mempercepat kemampuannya menghasilkan pendapatan pasif dari aset seperti real estat dan kepemilikan bisnis.

    5. Hanya Bergantung pada Karier

    Kiyosaki menyarankan kaum muda untuk berinvestasi pada apa yang disukai daripada hanya mengejar karir di bidang yang mereka minati.

    “Meskipun Anda mungkin menyukai menulis atau seni, berinvestasi lah secara finansial pada aset yang dapat meningkatkan kekayaan Anda sehingga Anda dapat mengejar minat Anda sebagai karier,” tulis New Trader U dalam laporannya.

    Bagi Kiyosaki dengan cara seperti ini yang bersangkutan dapat menjalani pekerjaan yang disukai sambil tetap membangun kariernya sebagai wirausaha.

    6. Beralasan Masih Muda

    Kiyosaki mengatakan banyak orang menggunakan masa muda mereka sebagai alasan untuk menunda menginvestasikan waktu dan tenaga untuk membangun kekayaan.

    Mereka berpikir akan selalu ada waktu di masa depan setelah karier mereka mapan. Namun, ia menggarisbawahi bahwa semakin dini mulai memperoleh aset dan mengembangkan kecerdasan finansial, semakin mudah untuk membangun kekayaan besar seiring berjalannya waktu.

    7. Tak Banyak Luangkan Waktu untuk Belajar

    Kiyosaki menyoroti betapa sedikitnya waktu yang digunakan oleh kebanyakan orang untuk mempelajari ilmu keuangan dan investasi. Padahal menurutnya berbagai macam pengetahuan ini penting untuk mulai berinvestasi sejak dini.

    Ia mendesak generasi muda untuk mengambil tanggung jawab atas pendidikan keuangan mereka daripada menyerahkannya ke tangan sekolah tradisional. Dedikasikan waktu yang konsisten untuk mempelajari pengelolaan uang, penganggaran, dan investasi cerdas untuk membangun kekayaan.

    (fdl/fdl)



    Sumber : finance.detik.com