Tag: roda

  • Pagar Rumah Seret saat Dibuka? Nih Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Pagar banyak digunakan di rumah orang Indonesia untuk menambah keamanan dan privasi. Salah satu model pagar andalan dan praktis digunakan adalah pagar geser.

    Namun, pagar ini terkadang bisa seret dan berat saat dibuka-tutup. Nah, ternyata pagar geser bisa seret atau susah dibuka karena bermasalah pada roda atau relnya, lho.

    Lantas, kenapa pagar geser susah seret ketika dibuka? Yuk, simak penyebab dan cara memperbaiki pagar geser yang seret di sini, dikutip dari Bay Area Lions Gate.


    Penyebab Pagar Geser Seret

    Inilah alasan pagar geser kamu seret saat di buka. Segera atasi dengan cara ini.

    1. Roda Aus atau Rusak

    Kondisi roda pagar sangat penting untuk bisa meluncur dengan mulus. Jika roda aus atau rusak, pagar akan bergeser dengan tidak rata atau keluar dari lintasan.

    Maka, pastikan roda dalam kondisi baik ya. Kalau aus atau rusak, segera ganti dengan yang baru.

    2. Kurang Pelumas

    Melumasi rel dapat membantu pagar meluncur dengan mulus. Gunakan pelumas berbasis silikon untuk menyemprot rel.

    Pastikan untuk mengoleskan pelumas secara merata dan hindari menyemprotkannya pada roda atau pagar. Lumasi rel secara teratur agar tetap dalam kondisi baik.

    3. Rel Kotor

    Selain itu, kamu perlu memastikan kebersihan rel. Kotoran, serpihan, dan daun dapat terkumpul di rel, sehingga membuat pagar bergeser tidak rata.

    Gunakan sapu atau peniup daun untuk membersihkan kotoran pada rel. Kamu juga bisa pakai sikat untuk menggosok rel dengan air dan sabun. Pastikan untuk membilas rel dan membiarkannya kering sebelum dipakai ya.

    4. Pagar Tidak Sejajar dengan Rel

    Lalu, periksa juga kesejajaran pagar dengan rel. Kalau tidak sejajar dengan benar, roda akan keluar dari jalur rel. Hal ini yang membuat pagar sulit digeser.

    Untuk memeriksa kesejajaran, tutup pagar dan ukur jarak antara pintu pagar dan tiang di kedua sisi. Pengukurannya harus sama. Bila perlu, sesuaikan pintu gerbang hingga sejajar dengan benar.

    5. Baut dan Sekrup Longgar

    Kemungkinan ada baut dan sekrup yang longgar, sehingga pagar bergoyang dan tidak stabil. Periksa semua baut dan sekrup pada pagar dan kencangkan jika perlu.

    Pastikan untuk menggunakan kunci pas dengan ukuran yang tepat untuk menghindari baut atau sekrup terlepas.

    Itulah beberapa penyebab pagar geser seret dan cara memperbaikinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Kerusakan dan Tanda Harus Diganti


    Jakarta

    Bearing roda adalah sebuah bantalan yang berfungsi menopang bobot kendaraan. Bagian ini juga yang memungkinkan rakitan roda/ban berputar saat berkendara di jalan.

    Apabila bearing roda lepas saat sedang di jalan, maka tidak disarankan untuk terus mengemudi.

    Namun, apabila sama sekali tidak ada alternatif lain, pengemudi perlu memastikan untuk menjaga kecepatan perlahan dan stabil. Hindari berakselerasi atau berbelok secara tiba-tiba.

    Jika bearing pecah atau rusak, segeralah untuk menggantinya. Simak ulasannya di bawah ini.


    Apa yang Terjadi jika Bearing Rusak?

    Membiarkan bearing roda rusak akan berbahaya. Pasalnya, hal ini akan membuat mengemudi terasa tidak nyaman dan tak aman.

    Berikut adalah kemungkinan hal yang bisa terjadi jika bearing rusak:

    • Pengemudi mungkin akan kehilangan kendali atas kendaraan
    • Mungkin mengalami masalah rem
    • Roda bisa lepas (dalam kasus ekstrem)

    Dikutip dari ebook Tune Up Ringan Sepeda Motor 4-Tak oleh Toto Suwarto, beberapa hal yang terjadi lainnya akibat bearing rusak juga bisa membuat stir bengkok, hingga menyebabkan kemudi kendaraan terasa berat dan susah untuk dibelokkan.

    Penyebab Kerusakan Bearing

    Kualitas bearing akan dipengaruhi dari pemasangan, kondisi jalan berlubang, pelumas, geram air atau kotoran, kondisi jalan, dan beban berlebih.

    Dilansir dari Hollen Shades, berikut merupakan faktor penyebab kerusakan pada bearing roda secara umum:

    • Sering berkendara di jalan yang tidak rata.
    • Sering melewati jalan yang berlumpur, berair, road salt yang membuat bearing roda rusak.
    • Kualitas baja bearing roda yang rendah.
    • Ban yang tidak seimbang.
    • Instalasi yang buruk akibat penggunaan perkakas yang salah yang menyebabkan kerusakan pada bagian luar/dalam bantalan ujung roda.
    • Akibat kecelakaan.

    Tanda-tanda Harus Mengganti Bearing Roda

    Untungnya, ada tanda-tanda yang menunjukkan kalau bearing roda kendaraan rusak dan perlu diganti.

    Dikutip dari laman Car Parts yang telah ditinjau oleh seorang teknisi profesional, instruktur, dan penulis otomotif lepas, bernama Richard McCuistian, yang telah bekerja selama hampir 50 tahun di bidang otomotif secara umum, berikut adalah gejala yang membuat kita harus mengganti bearing roda:

    • Adanya suara bising, seperti suara gemuruh atau geraman yang tak biasa dari bearing roda.
    • Keausan ban yang tidak merata.
    • Ada getaran roda kemudi, yang seringkali sensasinya berubah seiring dengan kecepatan kendaraan.
    • Tarikan ke suatu sisi yang tidak biasa saat pengereman.
    • Lampu peringatan ABS (Anti-lock Braking System) menyala pada mobil.

    Bila kendaraan mengalami salah satu atau lebih dari tanda-tanda di atas, sebaiknya segera mengganti bearing roda agar tidak menyebabkan masalah yang lebih parah.

    Demikianlah penjelasan mengenai bearing roda kendaraan, mulai dari pengertian, penyebab kerusakan, dan tanda perlu diganti. Semoga bermanfaat.

    (khq/inf)



    Sumber : oto.detik.com